MAJALENGKA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dugaan pelanggaran serius terhadap perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali mencuat ke permukaan. Seorang PMI bernama Enok Suhati, warga Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, diduga mengalami penelantaran dan perlakuan tidak manusiawi selama bekerja di Arab Saudi. Kasus ini menyeret nama seorang pria berinisial Yusuf, yang diduga sebagai sponsor keberangkatan Enok Suhati. Sponsor tersebut kini disorot lantaran dinilai mengabaikan tanggung jawabnya, terutama saat korban secara tegas meminta dipulangkan ke Tanah Air akibat kondisi kerja yang tidak layak. Keinginan Pulang Tak Digubris Menurut keterangan pihak keluarga, Enok Suhati telah berulang kali menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Indonesia karena mengalami tekanan dan perlakuan buruk selama bekerja. Namun hingga kini, proses pemulangan tersebut tak kunjung terealisasi. Ironisnya, saat dikonfirmasi keluarga, Yusuf justru tidak mengakui perannya sebagai pihak yang memberangkatkan korban ke Arab Saudi. Ia bahkan mengklaim hanya berprofesi sebagai penggembala kambing, alasan yang dinilai janggal dan tidak relevan dengan fakta keberangkatan PMI tersebut. Sikap ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya penghindaran tanggung jawab hukum sebagai sponsor penempatan PMI. Dugaan Tekanan Psikologis terhadap Korban Tak berhenti pada dugaan penelantaran, sponsor juga disebut-sebut melakukan intervensi yang berdampak negatif terhadap korban dan keluarga. Tindakan tersebut dinilai dapat memperparah kondisi psikologis PMI serta menghambat proses perlindungan dan pemulangan. Praktik semacam ini dianggap bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan nilai perlindungan pekerja migran yang dijamin oleh negara. Berpotensi Langgar UU Perlindungan PMI Jika dugaan ini terbukti, perbuatan sponsor berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang mewajibkan setiap pihak terkait penempatan PMI untuk menjamin keselamatan, hak, serta kepulangan pekerja migran. Undang-undang tersebut juga menegaskan bahwa penelantaran PMI dalam kondisi bermasalah dapat berujung pada sanksi pidana maupun administratif, termasuk bagi sponsor atau pihak yang terlibat dalam penempatan tidak prosedural. Desakan Aparat dan Negara Hadir Atas mencuatnya kasus ini, keluarga korban mendesak aparat penegak hukum, BP2MI, Dinas Ketenagakerjaan, serta pemerintah daerah agar segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh dan memberikan perlindungan nyata kepada korban. Kasus Enok Suhati dinilai menjadi peringatan keras bahwa praktik perekrutan PMI yang tidak transparan dan tidak manusiawi masih terus terjadi, bahkan disertai dugaan pengaburan fakta oleh sponsor. Pers Kawal, Negara Jangan Kalah Dalam konteks ini, pers menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan tidak ada PMI yang dibiarkan terlantar di luar negeri tanpa perlindungan negara. Keselamatan PMI merupakan harga mati dan tidak boleh dikalahkan oleh sponsor yang diduga bermain di balik alibi. Satu PMI yang terlantar adalah potret kegagalan sistem perlindungan. Kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk penegakan hukum tegas sekaligus peringatan bagi sponsor lain agar tidak mempermainkan nasib warga negara Indonesia. (Amin/ Red)
Jakarta Utara, Bidik-kasusnews.com — Kodim 0502/Jakarta Utara melaksanakan Patroli Gabungan 3 Pilar bersama Mitra Jaya, organisasi kemasyarakatan, dan komponen bangsa lainnya dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru di wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (30/12/2025). Patroli yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.45 WIB ini melibatkan 57 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Mitra Jaya, Ormas PPM, Hipakad, serta Yonarhanud 6/BAY. Kegiatan patroli dipimpin langsung oleh Kasdim 0502/Jakarta Utara Letkol Inf Danny Sulistyo selaku pimpinan patroli, dengan penanggung jawab Dandim 0502/JU Kolonel Inf H. Dony Gredinand, S.H., M.Tr. (Han)., M.I.Pol. Rute patroli meliputi sejumlah titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat, di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok, wilayah Kali Baru, Pasar Waru Koja, Rumah Pompa Artha Gading, pusat perbelanjaan Mall Artha Gading dan Mall Kelapa Gading, Pos Pengamanan Lapiazza, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk, Penjaringan. Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, patroli gabungan juga diisi dengan dialog bersama warga, pengecekan pos pengamanan, serta pemberian bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi wilayah Jakarta Utara terpantau aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Kodim 0502/Jakarta Utara bersama unsur 3 Pilar dan seluruh elemen terkait menegaskan komitmen untuk terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya menjelang momentum pergantian tahun, demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Heri Ubay
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Respons cepat kembali ditunjukkan personel Babinsa jajaran Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) dalam menghadapi genangan air akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Bandar Lampung, Selasa (30/12/2025). Dengan mengusung semangat Radin Inten sebagai simbol pengabdian dan kesatuan, Babinsa dari dua koramil bergerak serentak memastikan keselamatan dan kenyamanan warga. Sekitar pukul 17.00 WIB, Babinsa Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur (TKT), Sertu Dahri, langsung turun ke lokasi genangan di Jalan Geriya Kencana RT 03 LK 02, Kelurahan Wayhalim Permai, Kecamatan Wayhalim. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat menyebabkan gorong-gorong tersumbat, sehingga air meluap hingga mencapai sekitar 30 sentimeter dan membuat kendaraan tidak dapat melintas. Melihat kondisi tersebut, Sertu Dahri segera berkoordinasi dengan Camat Wayhalim, Lurah Wayhalim Permai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, Ketua RT setempat, serta unsur Linmas. Berkat penanganan terpadu, genangan air mulai surut dalam waktu kurang dari satu jam. Pada pukul 17.50 WIB, arus lalu lintas berangsur normal dan situasi kembali kondusif tanpa menimbulkan kerugian. Sementara itu, di wilayah lain, Babinsa Kelurahan Sepang Jaya dari Koramil 410-06/Kedaton (KDT), Serka Hamdan, juga melakukan pemantauan sejak pukul 16.00 WIB di Jalan Kimaja RT 02 LK 01, Kecamatan Labuhan Ratu. Hujan deras menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke badan jalan. Serka Hamdan secara aktif memantau ketinggian air serta berkomunikasi dengan warga sekitar untuk menyampaikan perkembangan situasi. Setelah hujan mereda, air pun cepat surut dan aktivitas warga kembali berjalan normal. Tidak ditemukan adanya korban maupun kerugian materi dalam kejadian tersebut. “Kami selalu siap siaga dan bergerak cepat untuk membantu warga, terutama saat kondisi darurat seperti ini,” ujar Serka Hamdan di sela kegiatan. Kesigapan Babinsa di dua wilayah tersebut menjadi cerminan komitmen TNI AD dalam mendukung penanganan bencana dan menjaga stabilitas lingkungan. Sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana. Seorang warga Wayhalim Permai yang enggan disebutkan namanya mengapresiasi langkah cepat tersebut. “Kami sangat terbantu. Kehadiran Babinsa membuat situasi cepat tertangani dan tidak semakin parah,” ujarnya. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf. Arief Wicaksana, S.H., M.Han., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara Kodam Jaya dan insan pers, khususnya PWI Jaya sebagai organisasi wartawan tertua dan strategis dalam ekosistem media nasional. Kapendam Jaya disambut langsung Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo beserta jajaran pengurus. Suasana pertemuan berlangsung akrab dan dialogis, dengan pembahasan utama seputar tantangan disrupsi informasi, maraknya konten tidak terverifikasi di media sosial, serta pentingnya kolaborasi antara aparat dan media arus utama. Kolonel Inf. Arief Wicaksana menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguatkan. “Kunjungan ini pada intinya adalah silaturahmi. Kodam Jaya memandang PWI Jaya sebagai mitra kerja strategis. Ke depan masih banyak tugas yang harus dijalankan bersama, sehingga sinergi ini menjadi sangat penting,” ujar Arief. Ia menambahkan, pertemuan tersebut sejatinya telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu dan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi menghadapi tantangan komunikasi publik ke depan. Kapendam Jaya juga menyoroti derasnya arus informasi di era digital, khususnya melalui media sosial, yang kerap tidak diiringi proses verifikasi dan tanggung jawab jurnalistik. “Di tengah disrupsi informasi, peran media massa arus utama sangat krusial. Kami mendiskusikan bagaimana bersinergi menghadirkan narasi yang positif, konstruktif, dan menyejukkan di tengah derasnya informasi yang belum tentu benar,” jelasnya. Menurut Arief, kolaborasi antara aparat dan media diperlukan untuk mengimbangi narasi negatif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan serta mengganggu kondusivitas masyarakat. “Narasi yang tidak sehat di ruang digital perlu diimbangi bersama. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik,” tegasnya. Sementara itu, Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengapresiasi kunjungan Kapendam Jaya dan menilai pertemuan tersebut sebagai bukti terjaganya hubungan baik antara PWI Jaya dan Kodam Jaya. “Ini menunjukkan hubungan yang terus terpelihara. Kolonel Arief merupakan Kapendam Jaya ketiga yang berkunjung ke PWI Jaya, dan hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan kemitraan,” ujar Kesit. Kesit menegaskan bahwa PWI Jaya berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan dengan berpegang teguh pada Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, terlebih di tengah tantangan era media sosial yang penuh disrupsi. Ia juga menyampaikan rencana kunjungan balasan ke Kodam Jaya sebagai tindak lanjut dari silaturahmi tersebut. Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pengurus dan anggota PWI Jaya, di antaranya Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Tb Adhi, Wakil Ketua Bidang Organisasi Bagus Sudarmanto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Indra Utama, Wakil Ketua Bidang Advokasi Penerus Bonar, serta pengurus dan ketua pokja dari lima wilayah DKI Jakarta. Dari jajaran Pendam Jaya hadir antara lain Kasi Lisstra Letkol Caj Anwarudin, Kasi Tuud Mayor Caj Sarulloh, Kasi Media Mayor Inf. Basit, serta sejumlah perwira lainnya. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Kapendam Jaya dan PWI Jaya sebagai simbol apresiasi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab. (Heri/jkt)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terus diperkuat. Babinsa Kelurahan Tanjung Senang, Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur, Serma Usmawan, memimpin langsung kegiatan patroli malam berjalan kaki bersama unsur masyarakat, Senin malam (29/12/2025). Patroli menyasar sejumlah titik di wilayah Kelurahan Tanjung Senang yang dinilai rawan gangguan keamanan. Selain sebagai langkah preventif, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat teritorial dan warga guna membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan. Dalam patroli tersebut, Serma Usmawan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian, gangguan kamtibmas, maupun aksi yang dapat mengganggu ketenteraman warga, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun. “Kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat adalah bentuk kepedulian dan langkah pencegahan dini. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Serma Usmawan di sela kegiatan. Kegiatan patroli malam ini melibatkan unsur pimpinan lingkungan, di antaranya Kepala Lingkungan (Kaling) 1 Kelurahan Tanjung Senang, seluruh Ketua RT, serta anggota Linmas. Sinergi lintas unsur tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat lingkungan. Salah satu Ketua RT yang ikut patroli mengapresiasi kehadiran Babinsa di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini memberikan rasa aman dan mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan patroli bersama seperti ini, warga merasa lebih tenang. Ini bukti nyata kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat,” ujarnya. Seluruh rangkaian patroli berlangsung tertib, aman, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan efek pencegahan bagi pihak-pihak yang berniat mengganggu ketertiban, sekaligus menciptakan suasana aman dan damai selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Melalui kegiatan tersebut, Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui peran Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial, mitra warga, serta penjaga kondusivitas wilayah binaan. (Agus)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM Warga Kemiling, Kota Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan seorang pria tak dikenal yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di samping Lapangan Kalpataru, Minggu (28/12/2025) sore. Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setempat kepada aparat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang sedang melaksanakan pemantauan wilayah segera melakukan pengecekan lokasi dan melaporkan kejadian itu secara berjenjang kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0410/Kota Bandar Lampung sebagai bagian dari koordinasi pengamanan wilayah. Saksi mata, Saparudin (34), warga sekitar, mengungkapkan bahwa korban awalnya terlihat sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi terbaring di dalam gubuk dekat tumpukan sampah. Ia mengira pria tersebut sedang beristirahat. “Awalnya saya pikir cuma tidur karena kelelahan. Baru satu jam kemudian saya kembali dan posisinya masih sama,” ujar Saparudin di lokasi kejadian. Merasa curiga, saksi kemudian mendekati korban dan mencoba membangunkannya. Namun, tidak ada respons yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat. Petugas dari Polsek Kemiling yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan pemeriksaan awal. Sekitar pukul 16.45 WIB, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Babinsa dalam laporannya menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan visual sementara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengenakan pakaian lusuh. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh oleh pihak kepolisian. Kapolsek Kemiling membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera menghubungi Polsek Kemiling,” ujarnya. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan aparat teritorial dan sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Laporan cepat dari warga yang ditindaklanjuti oleh Babinsa dinilai sangat membantu penanganan awal oleh aparat penegak hukum. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Informasi resmi terkait perkembangan kasus akan disampaikan langsung oleh kepolisian sesuai hasil penyelidikan. (Agus)
Majalengka | Bidik-kasusnews.com – Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, tengah berada di persimpangan antara harapan dan kekecewaan warganya. Pemerintah desa yang seharusnya menjadi pelayan dan pelindung masyarakat justru kini menuai sorotan, menyusul berbagai keluhan terkait minimnya empati kepemimpinan, kualitas proyek infrastruktur yang dipersoalkan, serta maraknya aktivitas galian batu yang terkesan luput dari pengawasan. Sorotan publik tertuju pada Kepala Desa Sangiang, Kuwu Maman Badrujaman. Sejumlah warga menilai, sikap dan respons pemerintah desa terhadap aspirasi masyarakat cenderung dingin dan kurang peka. Padahal, empati bukan sekadar nilai tambahan, melainkan fondasi utama kepemimpinan di tingkat desa—tempat warga menggantungkan harapan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Rabat Beton: Dana Publik, Kualitas Dipertanyakan Proyek rabat beton yang dibiayai dari anggaran publik sejatinya bertujuan meningkatkan akses dan kenyamanan warga. Namun kondisi di lapangan memunculkan tanda tanya. Warga menyoroti pengerjaan yang dinilai terburu-buru, ketebalan beton yang tidak merata, hingga hasil akhir yang jauh dari standar harapan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar teknis yang berlaku? Jika pembangunan yang menggunakan uang rakyat dikerjakan tanpa kualitas yang memadai, maka dampaknya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat desa yang akan menanggung kerusakan dalam jangka panjang. Galian Batu Marak, Pengawasan Di Mana? Persoalan lain yang tak kalah serius adalah menjamurnya aktivitas galian batu di wilayah Desa Sangiang. Aktivitas ini bukan semata soal ekonomi, melainkan juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan, keselamatan warga, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.Pertanyaan yang mengemuka di tengah masyarakat pun semakin tajam: Apakah seluruh aktivitas galian tersebut telah mengantongi izin resmi? Sejauh mana peran pemerintah desa dalam melakukan pengawasan? Mengapa aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan ini terkesan dibiarkan tanpa kontrol yang jelas? Ketika pemdes terlihat diam, persepsi publik pun berkembang—mulai dari dugaan pembiaran hingga anggapan kurangnya kepedulian terhadap dampak yang dirasakan warga. Pemdes dan Tanggung Jawab Moral Kepemimpinan Pemerintah desa bukan sekadar struktur administratif, melainkan simbol kehadiran negara di tingkat paling bawah. Kepala desa memiliki tanggung jawab moral untuk mendengar, merespons, dan melindungi kepentingan masyarakatnya. Ketika empati memudar, pengawasan melemah, dan aspirasi warga tidak direspons secara terbuka, maka kepercayaan publik akan terkikis dengan sendirinya. Opini ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan sebagai alarm peringatan agar Pemerintah Desa Sangiang—khususnya Kuwu Maman Badrujaman—melakukan evaluasi menyeluruh, membuka ruang klarifikasi yang transparan, serta menunjukkan keberpihakan nyata kepada kepentingan masyarakat. Sebab pada akhirnya, kemajuan desa bukan diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari kualitas kepemimpinan, empati, dan keberanian dalam melindungi warganya. (Amin)
WONOSOBO | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk tronton bermuatan keramik terjadi di ruas Jalan Wonosobo–Kertek, tepatnya di Simpang Empat Kertek, Kelurahan/Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (27/12/2025) pagi sekitar pukul 06.15 WIB. Peristiwa tersebut masuk dalam kategori kecelakaan lalu lintas sedang. Truk tronton bernomor polisi T-9167-PO yang dikemudikan M.A.K. (29), warga Kabupaten Bandung, diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melaju dari arah Parakan menuju Kota Wonosobo. Berdasarkan informasi di lapangan, kendaraan dengan muatan kurang lebih 38 ton keramik itu tidak dapat dikendalikan saat mendekati simpang empat. Truk kemudian menyerempet sepeda motor Honda Scoopy, menghantam tugu pembatas jalan di median, dan terus melaju hingga menabrak sepeda motor Yamaha Vega serta Honda Revo yang sedang terparkir di sisi jalan. Akibat kejadian tersebut, lima orang mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis. Para korban masing-masing berinisial S (65), S (49), N.F. (41), S.S., dan A.S. (13). Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden ini. Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan bahwa jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. “Petugas segera mendatangi TKP, melaksanakan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta melakukan pendataan terhadap korban dan saksi. Penyelidikan masih kami lakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” jelas AKBP Kasim. Ia menambahkan, truk tronton beserta sopir telah diamankan di Unit Laka Lantas Polres Wonosobo. Sementara itu, proses evakuasi kendaraan dan muatan keramik yang sempat berserakan di badan jalan dilakukan secara bertahap guna menghindari kemacetan. “Arus lalu lintas saat ini sudah kembali normal. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan oleh personel Operasi Lilin Candi 2025 di Pos Pengamanan Kertek,” imbuhnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, untuk selalu mengutamakan faktor keselamatan. “Pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum beroperasi, terutama pengecekan sistem pengereman. Kepatuhan terhadap standar keselamatan sangat penting, terlebih di jalur rawan kecelakaan dan saat kondisi cuaca tidak menentu,” tegasnya. Polda Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan cepat dan optimal kepada masyarakat, khususnya selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025, demi menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru. (Yusuf)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM –Mengantisipasi potensi banjir di wilayah Kecamatan Banjang, Polsek Banjang Polres Hulu Sungai Utara (HSU) mendirikan Posko Sementara Penanganan Banjir sebagai pusat koordinasi dan kesiapsiagaan bencana. Pendirian posko tersebut dilaksanakan di Mapolsek Banjang pada Sabtu (27/12/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., dan dihadiri oleh jajaran anggota Polsek Banjang, unsur TNI dari Koramil 07 Amuntai Tengah dan Banjang yang dipimpin Peltu Abdul Wahid, serta perwakilan relawan kebencanaan Kecamatan Banjang. Posko sementara ini disiapkan sebagai pusat pengendalian dan koordinasi penanganan banjir, dengan dukungan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Fasilitas yang disiagakan meliputi kendaraan roda dua, pelampung darurat dari ban dalam, jas hujan, sepatu bot, tali-temali, hingga perlengkapan obat-obatan untuk kebutuhan darurat di lapangan. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menjelaskan bahwa pendirian posko bertujuan untuk menyatukan langkah seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana banjir, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif. “Posko ini menjadi wadah koordinasi Polri, TNI, dan para relawan agar penanganan banjir di Kecamatan Banjang dapat berjalan optimal serta menghindari tumpang tindih tugas di lapangan,” ujarnya. Selain sebagai pusat koordinasi, posko juga difungsikan untuk pemantauan perkembangan situasi, pengelolaan bantuan, serta pelaksanaan respon cepat apabila terjadi kondisi darurat akibat banjir. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat Kecamatan Banjang. Seluruh rangkaian kegiatan pendirian posko dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Dengan langkah antisipatif tersebut, Polsek Banjang bersama TNI dan relawan menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi bencana banjir di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Untuk memastikan kesiapan pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat pengguna jalan, Kapolres Hulu Sungai Utara (HSU) AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. bersama Bupati HSU H. Sahrujani dan Wakil Bupati HSU Hero Setiawan melakukan kunjungan serta pengecekan langsung ke Rest Area Muara Baruh dan Pos Pelayanan (Pos Yan) Muara Tapus Polres HSU, Sabtu (27/12/2025) siang. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WITA tersebut merupakan wujud sinergi antara Polri dan Pemerintah Daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan humanis, khususnya di titik-titik strategis jalur lalu lintas Kabupaten Hulu Sungai Utara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres HSU AKP Momo Jon Rodok, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres HSU, Kepala BPBD Kabupaten HSU, serta Bhayangkari Cabang HSU. Kehadiran Bhayangkari menjadi bentuk dukungan moril sekaligus kepedulian sosial terhadap personel yang bertugas dan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas rest area serta pos pelayanan. Kapolres HSU secara langsung melakukan pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana pelayanan, hingga kondisi kebersihan dan kenyamanan area rest area dan pos pelayanan. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Di sela-sela kegiatan, Kapolres HSU juga berdialog dengan petugas di lapangan serta masyarakat pengguna jalan. Ia menekankan pentingnya sikap ramah, responsif, dan profesional dalam melayani masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya. Melalui PS. Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur, Kapolres HSU menyampaikan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen Polres HSU dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan Rest Area dan Pos Yan Muara Tapus siap dari segala aspek, baik keamanan, kenyamanan, maupun pelayanan kemanusiaan. Sinergi dengan pemerintah daerah serta dukungan Bhayangkari menjadi kekuatan penting dalam mendukung tugas-tugas kepolisian,” ujarnya. IPTU Asep menambahkan, Rest Area dan Pos Yan Muara Tapus memiliki peran strategis sebagai titik pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel dan kelengkapan fasilitas harus selalu terjaga. Dengan adanya kunjungan dan pengecekan ini, Polres HSU berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat serta mampu memperkuat kepercayaan publik. Polres HSU berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Bhayangkari, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)