Pati, Bidik-kasusnews.com – Polresta Pati menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Perwira dan Bintara Periode 1 Januari 2026 pada Rabu (31/12/2025) pagi. Kegiatan berlangsung di halaman depan Mapolresta Pati dan diikuti personel Polresta Pati serta Kompi 4 Yon A Por Satbrimob Polda Jawa Tengah. Upacara dipimpin langsung Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si. Sebanyak 132 personel Polresta Pati dan 3 personel Kompi 4 Yon A Por Satbrimob Polda Jateng resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat tersebut meliputi perwira menengah, perwira pertama, hingga bintara Polri yang telah memenuhi syarat administrasi, penilaian kinerja, serta integritas selama bertugas. Dalam amanatnya, Kapolresta Pati menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak otomatis setiap anggota, melainkan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi dan kinerja. “Kenaikan pangkat ini adalah kehormatan sekaligus kebanggaan, namun yang lebih penting adalah tanggung jawab yang semakin besar,” ujar Kombes Pol Jaka Wahyudi. Ia menekankan bahwa seluruh personel yang naik pangkat telah melalui proses penilaian yang objektif dan berjenjang. “Pimpinan menilai saudara-saudara layak menerima kenaikan pangkat karena kualitas, kemampuan, dan loyalitas dalam mengemban tugas kepolisian,” tegasnya. Kapolresta juga mengingatkan agar pangkat baru menjadi motivasi untuk meningkatkan profesionalisme. “Saya berharap kenaikan pangkat ini semakin memantapkan tekad, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya di hadapan peserta upacara. Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan personel yang adaptif dan berintegritas. “Pangkat yang lebih tinggi harus diimbangi dengan keteladanan, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat di lapangan,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi. “Jadikan pangkat baru ini sebagai pengingat untuk selalu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi Polri di manapun saudara bertugas,” pesannya. Upacara Korps Raport berakhir pukul 09.30 WIB dan berlangsung aman, tertib, serta lancar. Kapolresta Pati menutup amanatnya dengan menyampaikan apresiasi dan harapan besar. “Selamat atas kenaikan pangkat yang diraih, semoga semakin meningkatkan prestasi dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” pungkasnya. (Yusuf/kas)
Semarang | Bidik-kasusnews.com – Polda Jawa Tengah melaksanakan upacara kenaikan pangkat (UKP) periode 1 Januari 2026 yang diikuti oleh 319 personel Satker Mapolda Jateng yang naik pangkat setingkat lebih tinggi. Upacara yang berlangsung sederhana namun khidmat tersebut digelar di halaman apel Mapolda Jateng, Rabu (31/12/2025) siang. Para personel yang naik pangkat tersebut didampingi langsung oleh istri atau suami serta anak-anak mereka. Kehadiran keluarga menjadi simbol bahwa kenaikan pangkat bukan hanya capaian individu, tetapi juga buah dari dukungan dan pengorbanan orang-orang terdekat. “Secara keseluruhan, pada periode ini tercatat 3.394 anggota Polda Jateng dan Polres jajaran menerima kenaikan pangkat. Jumlah tersebut terdiri dari 3.235 personel kenaikan pangkat reguler dan 159 personel kenaikan pangkat pengabdian atas dedikasi dan loyalitasnya selama bertugas,” ujar Kabid Humas Kombes Pol Artanto usai kegiatan. Sebelum menjalani upacara kenaikam pangkat, Kabid Humas mengungkap bahwa para personil tersebut diwajibkan menanam 4 bibit pohon tanaman keras. Kebijakan ini sejalan dengan slogan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yakni “Menanam Kebaikan Untuk Masa Depan”. “Setiap anggota yang naik pangkat diwajibkan menanam 4 bibit pohon keras di lingkungan sekitar sebagai wujud nyata rasa syukur dan kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan. Dengan kebijakan tersebut, total bibit pohon yang ditanam mencapai 13.576 bibit pohon di seluruh wilayah Jawa Tengah,” ungkapnya. Dengan demikian, lanjutnya, kenaikan pangkat yang diterima oleh para personel tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan jenjang karier, tetapi juga sebagai penambahan tanggung jawab moral dan sosial. Kewajiban menanam pohon bagi setiap anggota yang naik pangkat merupakan bentuk penegasan bahwa kenaikan pangkat harus diiringi dengan kontribusi nyata. “Kebijakan menanam pohon ini merupakan pesan dari pimpinan bahwa setiap kenaikan pangkat harus dibarengi dengan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen Polri untuk menanam kebaikan hari ini, demi masa depan yang lebih lestari,” tegasnya. Melalui langkah ini, Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diukur dari kinerja dan prestasi, tetapi juga dari jejak kebaikan yang ditinggalkan bagi lingkungan dan generasi mendatang. (Yusuf)
Semarang | Bidik-kasusnews.com– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kesiapan Polda Jateng serta seluruh unsur terkait dalam mengamankan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Jawa Tengah. Apresiasi tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Mapolda Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025) malam, pukul 21.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah mengikuti Video Conference pemantauan situasi pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan oleh Polda Jawa Tengah bersama Polres jajaran. Berdasarkan hasil pantauan langsung melalui video conference, tercatat sebanyak 17 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggelar kegiatan Car Free Night pada malam pergantian tahun. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, lebih dari 10 ribu personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait diterjunkan dalam Operasi Lilin Candi 2025. Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis, antara lain gereja, obyek wisata, pusat keramaian, serta berbagai lokasi kegiatan masyarakat lainnya. Selain pengamanan, petugas juga memberikan pelayanan dan imbauan secara humanis agar masyarakat dapat merayakan malam tahun baru dengan aman dan tertib. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, serta seluruh stakeholder yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya. Ia menambahkan, selama masa libur Natal dan Tahun Baru, Jawa Tengah menjadi salah satu pusat daya tarik dan tujuan utama masyarakat. Diperkirakan sebanyak 8,9 juta orang dari luar daerah memasuki wilayah Jawa Tengah untuk menghabiskan masa liburan. Menurutnya, dengan situasi kamtibmas yang kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru, akan berdampak positif bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. “Keamanan adalah fondasi utama. Jika Jawa Tengah aman dan nyaman, maka kepercayaan investor akan tumbuh dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di tahun 2026,” pungkasnya. Menanggapi apresiasi Gubernur Jawa Tengah tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan terima kasih atas dukungan dan sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurutnya, keberhasilan pengamanan Nataru tidak lepas dari kerja sama solid antara Polri, instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat. “Apresiasi dari bapak Gubernur menjadi penyemangat bagi seluruh personel yang bertugas di lapangan. Pengamanan Nataru adalah tugas bersama, dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Artanto. (Yusuf)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus meningkatkan pemantauan dan langkah kesiapsiagaan menyusul meningkatnya debit air yang memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah hukum Polres HSU, Rabu (31/12/2025). Kapolres Hulu Sungai Utara melalui laporan monitoring menyampaikan bahwa dampak banjir terpantau di beberapa kecamatan, mulai dari Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Amuntai Selatan, Sungai Pandan, Banjang, Babirik hingga Danau Panggang. Genangan air umumnya merendam jalan umum, kawasan permukiman warga, serta akses penghubung antar desa dengan ketinggian bervariasi antara 1 hingga 20 sentimeter. Di wilayah Polsek Amuntai Tengah, genangan air terjadi di sejumlah kelurahan dan desa seperti Kebun Sari, Palampitan Hulu dan Hilir, Pasar Senin, Kandang Halang, hingga Rantawan. Jalan-jalan utama terendam air, namun masih dapat dilalui kendaraan dengan kewaspadaan tinggi. Sementara itu, Polsek Amuntai Utara melaporkan genangan di ruas Jalan Amuntai–Tabalong pada beberapa titik di Desa Pamintangan, Pakapuran, Panangkalaan, hingga Kuangan dengan panjang genangan mencapai ratusan meter. Kondisi debit air juga mengalami peningkatan di wilayah Amuntai Selatan dan Sungai Pandan. Di Sungai Kali Negara, Desa Teluk Batung, ketinggian air tercatat naik dari 543 cm menjadi 545 cm, sehingga berpotensi meluas ke permukiman sekitar bantaran sungai. Wilayah yang terdampak cukup signifikan berada di Kecamatan Banjang. Air dilaporkan masuk ke puluhan rumah warga di sejumlah desa, seperti Danau Terate, Lok Bangkai, Patarikan, Pandulangan, Murung Padang, Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, dan Teluk Buluh. Selain itu, beberapa ruas jalan desa dan jalan kabupaten terendam air dengan panjang genangan hingga ratusan meter. Di wilayah Polsek Babirik dan Polsek Danau Panggang, genangan air juga terpantau di jalan penghubung Babirik–Danau Panggang serta Desa Palukahan, dengan kenaikan debit air di pintu-pintu air mencapai 1 cm. Menanggapi kondisi tersebut, Polres HSU bersama jajaran Polsek telah melakukan sejumlah langkah antisipatif, di antaranya memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kenaikan debit air, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Anak-anak juga diimbau untuk tidak bermain di sekitar sungai guna menghindari risiko kecelakaan. Selain itu, Polres HSU aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna mempercepat penyampaian informasi kondisi wilayah, pemasangan rambu daerah rawan banjir, serta upaya penanggulangan dampak bencana. Peningkatan debit air ini diketahui dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, yang berdampak langsung terhadap aliran sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polres HSU memastikan pemantauan situasi akan terus dilakukan secara berkala, serta siap melakukan langkah lanjutan apabila kondisi berkembang dan berdampak lebih luas. (Agus)
JEMBER, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Euforia malam pergantian tahun yang identik dengan pesta, sorak sorai, dan gemerlap kembang api tak sepenuhnya terasa di Kota Jember, Jawa Timur, Selasa malam (31/12/2025). Cuaca kurang bersahabat menjadi faktor utama tersendatnya kemeriahan menyambut Tahun Baru 2026. Sejak sore hari, langit Jember diselimuti mendung tebal. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang turun secara merata hingga malam hari, membuat sebagian warga mengurungkan niat merayakan malam tahun baru di ruang terbuka. Tradisi perayaan yang biasanya terpusat di sejumlah titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Jember, tampak tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Lapangan terbuka yang kerap dipadati warga untuk menunggu detik-detik pergantian tahun terlihat lengang akibat hujan yang tak kunjung reda. Kondisi tersebut membuat euforia perayaan beralih ke tempat-tempat tertutup. Sejumlah warga memilih menghabiskan malam tahun baru di kafe, restoran, dan tempat hiburan, sementara sebagian lainnya merayakan secara sederhana di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Di beberapa kawasan perumahan dan perkampungan, warga tampak berkumpul dalam kelompok kecil. Mereka menikmati suasana malam pergantian tahun dengan cara sederhana, seperti mendengarkan musik, berbincang santai, hingga bakar ikan bersama keluarga dan tetangga. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jember, hujan ringan diprakirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB pada malam pergantian tahun. Meski euforia tidak semeriah biasanya, suasana malam tahun baru di Jember tetap berlangsung aman dan kondusif. Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca serta menjaga keselamatan saat beraktivitas di luar rumah. (Bambang H)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Menjelang pergantian tahun, anggota Babinsa dari seluruh Koramil di bawah naungan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) menggelar doa bersama sebagai wujud refleksi akhir tahun sekaligus solidaritas kemanusiaan. Kegiatan ini berlangsung di Musholla Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Rabu (31/12/2025) sore. Doa bersama yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Radin Inten tersebut diikuti jajaran perwira dan anggota Kodim 0410/KBL. Turut hadir dalam kegiatan itu Pasi Intel Kodim 0410/KBL Mayor Inf Bagus Setyawan, S.Sos, Pasi Pers Kapten Inf Sunarto W.S, Wadanramil 410-06 Kapten Arm Iwan Sudrajat, serta Kaurlat Siops Dim Kapten Inf Atang Sutisna. Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni menyambut Tahun Baru 2026 dengan penuh rasa syukur serta mendoakan para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, seperti Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dalam sambutannya, Mayor Inf Bagus Setyawan menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara sebangsa di wilayah terdampak bencana. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum doa bersama sebagai bentuk empati dan kepedulian. “Mari kita panjatkan doa untuk keselamatan dan ketabahan saudara-saudara kita yang tengah diuji oleh bencana alam. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, serta memudahkan proses pemulihan dan rekonstruksi di daerah terdampak,” ujar Mayor Bagus. Doa bersama yang dipimpin oleh petugas rohani Kodim 0410/KBL berlangsung khidmat dan penuh makna. Selain mendoakan korban bencana, seluruh peserta juga memanjatkan doa agar diberikan ampunan, keselamatan, serta keberkahan dalam menyongsong tahun 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan soliditas antar anggota TNI, serta menegaskan komitmen TNI dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Acara doa bersama berakhir sekitar pukul 18.45 WIB dan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Diharapkan, doa yang dipanjatkan menjadi penguat bagi para korban bencana serta membawa harapan dan keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia di tahun yang baru. (Agus)
Semarang, Bidik-kasusnews.com — Kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Polrestabes Semarang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang semakin positif. Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun, angka kriminalitas di Ibu Kota Jawa Tengah tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.819 kasus gangguan kamtibmas, angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini meliputi berbagai tindak pidana konvensional, mulai dari pembunuhan, penganiayaan, pencurian, penipuan, hingga kejahatan lainnya. “Secara umum, situasi kamtibmas di Kota Semarang sepanjang tahun 2025 relatif aman dan kondusif. Penurunan angka kriminalitas ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polrestabes Semarang,” ujar Kombes Pol Syahduddi dalam rilis akhir tahun di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025). Meski jumlah laporan polisi menurun, kinerja penyelesaian perkara justru menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, dari 1.460 laporan polisi, sebanyak 1.074 perkara berhasil diselesaikan. Sementara di tahun 2025, dari 1.415 laporan polisi, Polrestabes Semarang mampu menuntaskan 1.771 perkara, termasuk penyelesaian tunggakan kasus dari tahun-tahun sebelumnya. “Kami tidak hanya fokus pada penanganan perkara baru, tetapi juga berkomitmen menuntaskan tunggakan perkara lama demi memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegasnya. Penanganan tindak pidana tertentu juga memperlihatkan tren penurunan yang cukup drastis. Pada 2024 tercatat 1.914 kasus, sementara di tahun 2025 jumlahnya menurun menjadi 896 perkara, dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen. Kapolrestabes menilai, capaian tersebut tidak lepas dari penguatan langkah-langkah pencegahan, patroli rutin yang berkelanjutan, serta meningkatnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Upaya preventif terus kami tingkatkan melalui patroli intensif dan sinergi dengan masyarakat, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sejak dini,” jelasnya. Selain penegakan hukum, pendekatan preemtif dan pelayanan publik juga menjadi fokus utama. Data menunjukkan, gangguan ketertiban masyarakat berbasis komunitas menurun dari 7.048 kasus pada 2024 menjadi 5.395 kasus pada 2025, atau turun sekitar 23 persen. “Kami mengedepankan edukasi, pembinaan, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah lebih awal,” tambahnya. Namun demikian, Polrestabes Semarang juga mencatat adanya peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas naik dari 84 orang pada 2024 menjadi 108 orang pada 2025, disertai peningkatan korban luka serta kerugian materiil. “Data kecelakaan lalu lintas ini menjadi perhatian serius kami. Ke depan, operasi lalu lintas dan penegakan hukum akan terus kami intensifkan,” ungkapnya. Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Semarang juga aktif melaksanakan berbagai operasi kepolisian dan pengamanan, mulai dari perayaan hari besar keagamaan, aksi penyampaian pendapat di muka umum, konser musik, hingga pertandingan sepak bola PSIS Semarang. Sejumlah kasus menonjol, termasuk aksi anarkis dan penyebaran konten provokatif, berhasil diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum. “Kami berkomitmen untuk terus menegakkan hukum secara profesional, humanis, dan berkeadilan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Semarang,” pungkas Kapolrestabes Semarang. (Yusuf)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara khidmat, sederhana, dan penuh makna. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang tengah dilanda bencana alam. Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, menyampaikan hal itu usai meresmikan Musala Al-Anshor di halaman Kantor Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Selasa (30/12/2025). Ia menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru tetap dilaksanakan, namun tanpa hura-hura dan pesta kembang api. “Kita tetap menyambut pergantian tahun, tetapi dengan cara yang lebih bermakna. Tidak ada kembang api. Kita perbanyak doa dan kegiatan donasi sebagai wujud kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Munjirin. Menurutnya, rangkaian kegiatan malam Tahun Baru 2026 akan dipusatkan di Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. Acara tersebut diisi dengan lantunan lagu-lagu religi, doa bersama lintas elemen masyarakat, serta penggalangan donasi bagi korban bencana alam. Sebagai penanda detik-detik pergantian tahun, Pemkot Jakarta Timur memilih menghadirkan tampilan visual melalui videotron, menggantikan pesta kembang api yang dinilai kurang selaras dengan kondisi kebencanaan yang sedang terjadi di sejumlah daerah. Terkait pengumpulan donasi, Munjirin memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pemerintah Kota akan bekerja sama dengan Baznas Bazis serta perbankan daerah, sehingga masyarakat dapat memantau secara langsung jumlah dan penyaluran bantuan yang terkumpul. Pada kesempatan tersebut, Munjirin juga mengajak seluruh warga Jakarta Timur menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana refleksi dan muhasabah, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. “Pergantian tahun seharusnya menjadi waktu untuk introspeksi—apa yang sudah kita lakukan dan apa yang perlu kita perbaiki ke depan—demi masyarakat dan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya. Heri Jaktim
ACEH TAMIANG | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen TNI dalam misi kemanusiaan kembali ditunjukkan ratusan prajurit Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) Yonif 115/Macan Leuser yang bekerja hingga malam hari membersihkan Pasar Kota Hongkong, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (30/12/2025). Sejak siang, prajurit TNI menyisir area pasar, badan jalan, gang-gang sempit, hingga saluran drainase yang dipenuhi lumpur dan sampah sisa banjir. Meski kondisi lingkungan masih basah, licin, dan minim penerangan, proses pembersihan tetap dilanjutkan hingga larut demi mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Untuk mengatasi lumpur tebal yang mengendap di kawasan pasar, Satgas Yonif 115/Macan Leuser mendapat dukungan lima unit mobil pemadam kebakaran dari BNPB. Armada tersebut digunakan untuk menyemprot jalan dan area pasar agar akses utama segera dapat difungsikan kembali. Tanpa mengenal lelah, prajurit bergotong royong mengeruk lumpur, mengumpulkan sampah, serta membuka saluran air yang tersumbat. Kondisi medan yang gelap dan licin tidak menyurutkan semangat prajurit dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Kehadiran TNI hingga malam hari mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah seorang warga, Abdul Salah, menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi prajurit yang bekerja tanpa mengenal waktu demi membantu masyarakat bangkit pascabencana. “Kami sangat terbantu. Kehadiran TNI membuat kami merasa lebih aman dan termotivasi untuk segera kembali beraktivitas,” ujarnya. Melalui kegiatan pembersihan tersebut, diharapkan aktivitas jual beli di Pasar Kota Hongkong dapat segera kembali normal sehingga roda perekonomian masyarakat Aceh Tamiang kembali bergerak. Satgas Gulbencal Yonif 115/Macan Leuser memastikan upaya pembersihan dan pemulihan akan terus dilanjutkan di sejumlah titik terdampak lainnya hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih dan aman bagi warga. (Agus)
MATARAM, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Setiap jabatan memiliki batas waktu, namun pengabdian yang tulus akan selalu meninggalkan jejak panjang dalam ingatan banyak orang. Menjelang purna tugas di akhir tahun 2025, Irjen Pol Hadi Gunawan resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB), menandai penutupan satu bab penting dalam perjalanan pengabdiannya di institusi Polri. Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025, yang menetapkan Irjen Pol Edy Murbowo sebagai Kapolda NTB yang baru. Irjen Pol Hadi Gunawan merupakan putra daerah kelahiran Selong, Lombok Timur, 8 Desember 1967. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini dikenal sebagai sosok perwira yang tegas namun bijaksana, sederhana dalam penampilan, serta humanis dalam kepemimpinan. Kariernya di Kepolisian dimulai sebagai Perwira Pertama di Polres Madiun Kota, Polda Jawa Timur. Seiring waktu, Hadi Gunawan menapaki berbagai jabatan strategis, di antaranya Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB (2006), Kapolres Sumbawa Barat (2008), hingga Karo SDM Polda Banten (2014). Pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia membawanya dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di Mabes Polri, seperti Kabag Pangkat Robinkar SSDM Polri (2016), Karo SDM Polda Lampung (2017), Kabagsus Robinkar SSDM Polri (2018), serta Kabaginfoper SSDM Polri (2018). Tak hanya di internal Polri, Irjen Hadi juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Deputi Bidkoor Kamtibnas Kemenko Polhukam RI (2019). Pada tahun 2023, ia dipercaya sebagai Sahlisospol Polri, lalu pada 2024 menjabat Koordinator Staf Ahli Kapolri, sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk memimpin Polda NTB hingga memasuki masa purna tugas. Selama memimpin Polda NTB, Irjen Pol Hadi Gunawan dinilai berhasil membawa institusi ke arah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Berbagai inovasi strategis digagas untuk memperkuat keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat. Atas kepemimpinannya tersebut, Irjen Hadi menerima sejumlah apresiasi dan penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan visi kepemimpinannya. “Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh personel Polda NTB yang bekerja dengan hati, disiplin, dan terus berinovasi dalam melayani masyarakat,” ujar Irjen Pol Hadi Gunawan dengan rendah hati. Ia menegaskan bahwa kunci membangun institusi kepolisian yang modern dan dipercaya publik terletak pada inovasi, kolaborasi, serta integritas dalam setiap lini tugas, terutama di tengah dinamika keamanan dan pelayanan publik yang semakin kompleks. Di luar tugas struktural, Irjen Pol Hadi Gunawan juga dikenal dekat dengan tokoh agama dan para Tuan Guru di NTB. Melalui kunjungan silaturahmi dan titian muhibbah, ia menunjukkan penghormatan mendalam kepada para ulama sebagai penjaga nilai moral dan perekat sosial di masyarakat. Baginya, doa dan keberkahan para tokoh agama menjadi penguat langkah dalam menjalankan amanah, sekaligus pengingat pentingnya kerendahan hati dalam kepemimpinan. Kedekatan Irjen Pol Hadi Gunawan dengan insan pers juga meninggalkan kesan tersendiri. Hubungan kemitraan yang dibangun secara terbuka dan saling menghargai menjadikan komunikasi antara Polda NTB dan media berjalan konstruktif. Sebagai figur, Irjen Pol Hadi Gunawan kerap dikenang melalui ketulusan tanpa pencitraan, empati yang nyata, serta integritas dan kejujuran yang konsisten. Nilai-nilai tersebut membentuk fondasi kepercayaan jangka panjang, baik di internal Polri maupun di tengah masyarakat. Ia pun meyakini bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam tindakan besar, melainkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten—menyapa dengan ramah, menghargai sesama, dan bekerja dengan niat tulus. Di lingkungan keluarga, Irjen Pol Hadi Gunawan juga dikenal sebagai pribadi yang membanggakan. Ia merupakan kakak kandung dari penyanyi pop era 1990-an Kirey (Nurzairina), yang pernah mengharumkan nama NTB dan Lombok di kancah musik nasional melalui lagu-lagu populer seperti Terlalu, Jangan Kau Samakan, dan Bagai Air di Daun Talas. Menjelang masa purna tugas, banyak pihak menyadari bahwa perpisahan bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari perjalanan baru. Masa pensiun dipandang sebagai ruang untuk terus berkarya dalam bentuk yang berbeda, mempererat silaturahmi, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Perpisahan ini mungkin membatasi ruang dan waktu, namun jejak pengabdian Irjen Pol Hadi Gunawan akan tetap hidup dalam kenangan banyak orang—sebagai pemimpin yang meninggalkan teladan, bukan sekadar jabatan. (Agus)