JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 September 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan sistem keamanan dan pembinaan bagi warga binaan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah menjalin kerja sama formal dengan Polres Jepara. Untuk itu, Rutan Jepara menggelar rapat persiapan perjanjian kerja sama (PKS) yang berlangsung pada Selasa, 23 September 2025 di ruang rapat Rutan Jepara.   Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Benny Apridona, dan dihadiri oleh jajaran struktural Rutan serta perwakilan dari Polres Jepara. Agenda utama yang dibahas adalah penyusunan poin-poin kerja sama lintas lembaga yang mencakup aspek pengamanan, deteksi dini gangguan kamtib, penanganan narkoba, serta kegiatan pembinaan hukum dan kesadaran hukum bagi warga binaan. Dalam sambutannya, Ka. KPR Rutan Jepara menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam hal ini UPT Pemasyarakatan, dengan aparat penegak hukum di daerah. “Kami menyadari pentingnya kolaborasi dengan Polres Jepara dalam hal peningkatan pengamanan dan pembinaan warga binaan. Kerja sama ini tidak hanya administratif, tetapi akan ditindaklanjuti dengan aksi konkret di lapangan,” ujar Benny Apridona. Hal senada disampaikan oleh perwakilan Polres Jepara, yang menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung Rutan Jepara dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberantas peredaran narkoba di dalam lingkungan rutan. “Kami siap mendukung penuh langkah-langkah Rutan Jepara, baik dalam aspek pengamanan maupun pemberdayaan warga binaan. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kondusifitas wilayah Jepara,” ujar Sutono. Rapat ini juga menjadi forum untuk mendengarkan masukan dari masing-masing pihak, agar perjanjian kerja sama yang disusun bersifat aplikatif dan responsif terhadap tantangan di lapangan. Selanjutnya, draf perjanjian kerja sama yang dibahas dalam rapat ini akan difinalisasi dan dijadwalkan untuk penandatanganan resmi dalam waktu dekat. Setelah penandatanganan, sejumlah program kerja bersama akan langsung diimplementasikan. “Ini bukan hanya dokumen seremonial. Kami pastikan kerja sama ini menghasilkan program nyata, seperti razia gabungan, sosialisasi hukum, hingga penguatan moral warga binaan,” tegas Benny Apridona. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang efektif antara lembaga pemasyarakatan dan kepolisian, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan dan keamanan di Rutan Jepara. Rutan Jepara melalui inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kesiapan dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara maksimal, tetapi juga menjadi contoh konkret bahwa sinergi antarlembaga adalah kunci keberhasilan reformasi birokrasi dan penegakan hukum yang lebih humanis dan efektif.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80, Kodim 0719/Jepara bersama Squad Nusantara melaksanakan rapat koordinasi terkait program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bondo, RT 01 RW 03, Kecamatan Bangsri. Rapat berlangsung di Pantai Bondo, Café Poncol, pada Senin (22/9/2025). Kegiatan tersebut membahas skema pelaksanaan pada hari kamis 25 September 2025 di Desa bondo RT:01 RW:03 renovasi rumah yang nantinya akan dihadiri oleh Dandim 0719/Jepara, unsur Forkopimda Kabupaten Jepara, serta Pemerintah Desa Bondo. Renovasi RTLH ini menjadi bentuk sinergi TNI bersama masyarakat sekaligus hadiah istimewa dari Squad Nusantara dalam momentum peringatan HUT TNI ke-80. Wakil Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Mas Andre, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hadir pula Wakil Ketua Ranting Bangsri, H. Nur Abidin, Sekretaris Ranting Bangsri, Zen, serta sejumlah anggota Koramil Bangsri, di antaranya Purwanto. “Program RTLH ini tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi warga penerima, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan rapat. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin erat serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jepara.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng, Kota Semarang | Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama Polisi Lalu Lintas dalam menjalankan tugas. Hal ini disampaikan Kapolda saat menghadiri Syukuran Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (22/9/2025) pagi. Kegiatan syukuran berlangsung sederhana namun khidmat, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolda didampingi Wakapolda Brigjen Pol Latif Usman dan Dirlantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra. Hadir pula tamu undangan dari berbagai dinas dan instansi terkait serta komunitas otomotif dan ojek online yang menambah suasana kebersamaan. Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran lalu lintas yang telah bekerja keras mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat, khususnya saat pelaksanaan mudik Lebaran 2025. “Peringatan ini penting bagi kita semua untuk merenungkan kembali peran strategis lalu lintas sebagai garda terdepan menjaga keselamatan pengguna jalan dan ketertiban berlalu lintas. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran lalu lintas serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi mewujudkan keamanan, kelancaran, dan keselamatan lalu lintas khususnya di masa mudik lebaran tahun 2025,” kata Kapolda. Kapolda menyebut keberhasilan pengamanan mudik tahun 2025 mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang patut disyukuri bersama. Dan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan pelayanan lalu lintas mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Lalu lintas adalah etalase polri yang paling dilihat oleh masyarakat. Dan saya yakin seluruh personil lalu lintas punya komitmen yang luar biasa untuk menjaga marwah institusi,” tegasnya. Irjen Pol Ribut Hari Wibowo juga memberi perhatian khusus pada dedikasi anggota lalu lintas yang tanpa lelah melayani masyarakat di jalan raya. Selama kepemimpinannya sebagai Kapolda Jateng, dirinya telah melihat banyak polisi lalu lintas yang telah mendedikasikan dirinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Selama setahun kepemimpinan saya, di setiap perjalanan, terutama dari Solo hingga Semarang di pagi hari saya melihat anggota lalu lintas jam 06.30 WIB sudah berada di jalan mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah. Saya ucapkan terimakasih atas kerja keras, dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan. Ini adalah suatu hal yang patut diteladani karena hal ini turut meningkatkan kepercayaan publik kepada polri,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan bahwa tugas polisi lalu lintas tidaklah ringan karena tugas polisi lalu lintas bukan hanya mengatur lalu lintas tapi juga menyelamatkan jiwa dengan mendidik masyarakat untuk menjaga kedisiplinan dan keselamatan berlalu lintas. “Dan kepercayaan publik sangat dibutuhkan karena merupakan modal utama untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut,” tutur Kapolda. Ia pun berpesan kepada seluruh anggota polri khususnya jajaran polisi lalu lintas di jawa tengah untuk menjaga jaga kepercayaan itu sebaik-baiknya dengan menunjukkan perilaku yang humanis dalam tugas di lapangan, memberi pelayanan yang berbasis teknologi secara transparan dan bebas pungli sehingga menimbulkan rasa adil dan percaya bagi masyarakat “Jaga integritas dan hindari penyalahgunaan wewenang, karena satu pelanggaran kecil dapat merusak kepercayaan yang sudah dibangun. Saya yakin, seluruh anggota lalu lintas polda jateng dapat mewujudkannya,” pungkas Kapolda. Dalam acara ini, Kapolda turut menyerahkan penghargaan kepada empat polisi lalu lintas berprestasi dan dua masyarakat umum yang berkontribusi dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Polisi Cilik Polres Grobogan yang berhasil meraih juara pertama lomba polisi cilik tingkat Polda Jateng.(Wely-jateng) Sumber:humas Polda jateng

Bidik-kasusnews.com Jakarta – Bupati Pati, Sudewo, kembali memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (22/9/2025). Kehadirannya kali ini merupakan pemeriksaan kedua terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jalur kereta api (KA) di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Pantauan Bidik-kasusnews Sudewo tiba di lokasi sekitar pukul 09.42 WIB dengan mengenakan batik. Didampingi empat orang pengawal, ia enggan memberikan pernyataan kepada awak media dan langsung memasuki gedung KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo,saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews Senin 22/9/2025 via WhatsApp membenarkan agenda pemeriksaan tersebut. > “Benar, hari ini Senin (22/9), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi didalami pengetahuannya terkait pengaturan lelang dan dugaan adanya fee proyek, ungkap Budi. Sudewo sebelumnya juga pernah hadir di KPK pada Rabu (27/8/2025) untuk memberikan keterangan mengenai dugaan penerimaan commitment fee dari proyek jalur KA ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR. Kasus korupsi jalur kereta api ini telah menyeret sejumlah nama. Terbaru, KPK resmi menetapkan Risna Sutriyanto, ASN Kementerian Perhubungan sekaligus ketua pokja proyek pembangunan jalur ganda KA Solo Balapan–Kadipiro, sebagai tersangka. Dengan diperiksanya kembali Sudewo, publik menunggu apakah status hukumnya akan berubah dari saksi menjadi tersangka, atau tetap sebatas saksi. KPK sendiri belum memberikan kepastian mengenai perkembangan lebih lanjut. (Wely)

JEPARA:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jepara terus mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Pada Senin (22/9/2025), tim Satresnarkoba kembali menggelar kegiatan Penyuluhan/Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di SMA Negeri 1 Bangsri. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Unit (Kaur) Pembinaan Operasional (KBO) Satresnarkoba Polres Jepara, Ipda Sutrisno, ini bertujuan untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SMA/SMK/MA serta menyelamatkan generasi bangsa dari dampak buruk narkoba sejak usia dini. > “Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa-siswi memahami jenis-jenis narkoba serta dampak buruknya. Edukasi adalah langkah awal yang sangat penting dalam upaya pencegahan,” ujar Ipda Sutrisno. Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar diperkenalkan berbagai jenis narkoba seperti ganja, sabu-sabu, ekstasi, hingga obat-obatan terlarang lain. Pemaparan juga diperkuat dengan penayangan video pendek yang menggambarkan kerusakan fisik maupun mental akibat narkoba. Tak hanya itu, siswa juga dibekali wawasan mengenai hukum yang mengatur penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Indonesia. “Kami ingin siswa tidak hanya tahu bahayanya, tapi juga sadar bahwa hukum di Indonesia sangat tegas terhadap pelanggaran terkait narkoba,” tambah Sutrisno. Kegiatan P4GN ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Polres Jepara terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, yang menekankan pentingnya melahirkan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba. Pihak sekolah pun menyambut positif inisiatif tersebut. Dewan guru SMA N 1 Bangsri menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan pelajar sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam memerangi narkoba. Polres Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa di berbagai sekolah di wilayah Jepara. Dengan langkah konsisten ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.(Wely-jateng)

Bidik.kasusnews.com Jakarta, 21 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Komisaris Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri sebagai penasihat khusus Presiden. Langkah ini langsung memicu reaksi publik karena Dofiri dikenal sebagai jenderal yang berani dan tegas dalam mengambil keputusan. Dikutip dari Yoursay.id, Sabtu (21/9/2025), “Di tengah sorotan tajam terhadap institusi kepolisian, Presiden Prabowo Subianto baru saja membuat sebuah langkah mengejutkan. Ia menunjuk Komisaris Jenderal (Purn) Ahmad Dofiri sebagai penasihat khusus yang tugasnya cuma satu: mereformasi Polri.” Karier Panjang di Polri Ahmad Dofiri merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1989. Sejak awal, kariernya menanjak cepat dengan menempati sejumlah jabatan penting, seperti Kapolda Banten, Kapolda Jawa Barat, hingga Kabaintelkam Polri. Puncaknya, ia menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri sebelum akhirnya pensiun. Momen Bersejarah: Sidang Pemecatan Ferdy Sambo Nama Dofiri melejit ke ruang publik ketika ia memimpin sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) untuk Ferdy Sambo. Keputusan tegasnya menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) membuat publik melihatnya sebagai simbol keberanian di tengah tekanan besar. Tugas Berat di Depan Mata Meski sudah membuktikan ketegasannya, tantangan yang menanti Dofiri kini jauh lebih kompleks. Ia harus membenahi citra Polri yang sering mendapat kritik, mulai dari praktik kekerasan, masalah transparansi, hingga gaya hidup hedon sebagian anggotanya. Sorotan Kekayaan Publik juga menyoroti laporan harta kekayaan Ahmad Dofiri. Berdasarkan LHKPN 2023, ia tercatat memiliki aset senilai Rp7,3 miliar. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan Rp4,95 miliar, kendaraan Rp800 juta, serta kas dan setara kas Rp1,37 miliar. Harapan dan Tuntutan Publik Penunjukan Ahmad Dofiri menjadi sinyal kuat bahwa Presiden Prabowo menempatkan reformasi Polri sebagai agenda prioritas. Namun, publik tentu menanti bukti konkret. Apakah Dofiri mampu membawa perubahan nyata, atau reformasi hanya akan berhenti di tataran wacana? (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80 dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-75, Kodim 0719/Jepara menggelar kegiatan Aksi Resik Tempat Ibadah pada Minggu (21/9/2025) pukul 13.00 WIB di Gereja GTJ Margo Kerso, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini menggandeng berbagai unsur masyarakat, salah satunya adalah PAC Squad Nusantara Bangsri yang hadir dengan ketua beserta 15 anggotanya. Kehadiran mereka mendapat apresiasi karena turut aktif bergotong royong bersama aparat TNI, Polsek Bangsri, Koramil Bangsri,dan Linmas serta warga sekitar. Ketua PAC Squad Nusantara Bangsri menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan yang mempererat persaudaraan lintas elemen. > “Kami dari Squad Nusantara merasa bangga bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. Membersihkan tempat ibadah bukan hanya aksi sosial, tetapi juga wujud nyata menjaga toleransi, kebersamaan, dan persatuan,” ujarnya. Aksi resik berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Para peserta bahu-membahu membersihkan area dalam gereja, halaman, hingga lingkungan sekitarnya. Suasana guyub ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.(Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditandatangani pada 19 September 2025. “Penetapan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama,” demikian tertulis dalam SKB yang dikutip dari Tribunnews, Minggu (21/9/2025). SKB tersebut tercatat dengan nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025. Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, dan Menteri PANRB Rini Widyantini. Dengan penetapan ini, masyarakat bisa lebih leluasa merencanakan agenda liburan maupun kegiatan keluarga. Pasalnya, sejumlah tanggal akan menghadirkan akhir pekan panjang (long weekend) di tahun 2026. Daftar Long Weekend 2026 Beberapa tanggal yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk liburan panjang antara lain: 16–18 Januari (Jumat–Minggu): Isra Mikraj dan akhir pekan. 17–22 Februari (Selasa–Minggu): Tahun Baru Imlek dan akhir pekan. 19–22 Maret (Kamis–Minggu): Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 H. 3–5 April (Jumat–Minggu): Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah). 14–17 Mei (Kamis–Minggu): Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama. 27–28 Mei (Rabu–Kamis): Iduladha 1447 H dan cuti bersama. 16–17 Juni (Selasa–Rabu): 1 Muharam 1448 H. 17–20 Agustus (Senin–Kamis): Proklamasi Kemerdekaan RI. 24–25 Desember (Kamis–Jumat): Natal dan cuti bersama. Hari Libur Nasional 2026 Pemerintah menetapkan 16 hari libur nasional, di antaranya: 1. 1 Januari: Tahun Baru 2026 Masehi 2. 16 Januari: Isra Mikraj 3. 17 Februari: Tahun Baru Imlek 4. 19 Maret: Hari Suci Nyepi 5. 21–22 Maret: Idulfitri 1447 H 6. 3 April: Wafat Yesus Kristus 7. 5 April: Paskah 8. 1 Mei: Hari Buruh 9. 14 Mei: Kenaikan Yesus Kristus 10. 27 Mei: Iduladha 1447 H 11. 31 Mei: Hari Raya Waisak 12. 1 Juni: Hari Lahir Pancasila 13. 16 Juni: Tahun Baru Islam 1448 H 14. 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan RI 15. 25 Agustus: Maulid Nabi Muhammad saw. 16. 25 Desember: Natal Cuti Bersama 2026 Selain itu, ada enam hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah: 16 Februari: Tahun Baru Imlek 18 Maret: Hari Suci Nyepi 20, 23, dan 24 Maret: Idulfitri 1447 H 15 Mei: Kenaikan Yesus Kristus 28 Mei: Iduladha 1447 H 24 Desember: Natal Dengan kombinasi libur nasional dan cuti bersama ini, tahun 2026 diperkirakan akan penuh dengan momentum long weekend yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mudik, liburan, maupun berkumpul bersama keluarga. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 September 2025 – Upaya membangun ketahanan pangan kini merambah ke balik jeruji besi. Rutan Kelas IIB Jepara bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jepara memulai langkah nyata dengan mengembangkan budidaya cabai di lingkungan rutan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjawab tantangan nasional mengenai kedaulatan pangan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjamin kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menuturkan bahwa program ini bukan hanya soal menanam cabai, melainkan juga membuka ruang pembinaan bagi warga binaan. > “Kami ingin warga binaan merasakan bahwa kerja mereka punya arti. Dengan bercocok tanam, mereka belajar keterampilan baru sekaligus berkontribusi pada kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Renza. Bibit cabai yang diberikan Perumda akan dikelola bersama-sama oleh warga binaan. Lahan kosong di sekitar rutan akan diubah menjadi kebun produktif. Jika panen berhasil, hasilnya tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa ikut menopang pasar lokal. Direktur Perumda Jepara menambahkan bahwa program ini mencerminkan komitmen perusahaan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. > “Cabai adalah komoditas penting di Jepara, bahkan sering memengaruhi stabilitas harga pangan. Melalui kerja sama ini, kami ingin menunjukkan bahwa kedaulatan pangan bisa dimulai dari level daerah, dengan melibatkan siapa saja, termasuk warga binaan,” ungkapnya. Bagi warga binaan, keterlibatan dalam program ini juga membuka peluang baru. Mereka tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyiapkan masa depan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti. Dengan demikian, program budidaya cabai ini bukan hanya simbol sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan, melainkan juga bukti bahwa kedaulatan pangan dapat dibangun dari akar rumput, dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 19-September-2025- Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi sektor pertanian di Kabupaten Jepara. Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp81 miliar untuk memperbaiki 24 daerah irigasi melalui program Inpres Irigasi tahap II dan III. Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, Hery Yulianto, saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews melalui WhatsApp pada Jumat (19/9/2025) membenarkan bahwa anggaran tersebut akan segera digelontorkan. “Dana itu diperuntukkan bagi perbaikan jaringan irigasi agar produktivitas pertanian bisa semakin meningkat,” ujarnya. Meski demikian, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menilai kebutuhan daerah masih lebih besar dari alokasi yang sudah diberikan. Usai melakukan audiensi dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dwi Purwanto, ia mendorong agar ratusan jaringan irigasi lain yang belum tertangani juga bisa masuk program 2026. “Kami tentu berterima kasih atas alokasi ini, tetapi persoalan irigasi di Jepara masih luas. Selain itu, ancaman abrasi pantai juga semakin serius. Itu yang terus kami perjuangkan agar bisa diakomodasi tahun depan,” tambahnya. Dirjen SDA Dwi Purwanto merespons positif usulan tersebut. Ia meminta Pemkab Jepara segera menyusun usulan teknis agar dapat diproses lebih lanjut. “Untuk abrasi pantai, nanti akan kami masukkan dalam perencanaan Direktorat Sungai dan Pantai Ditjen SDA tahun 2026,” tegasnya. Dengan adanya kepastian dukungan program lanjutan, Pemkab Jepara optimis kebutuhan petani dan masyarakat pesisir bisa ditangani lebih menyeluruh. Harapannya, hasil pertanian makin meningkat, sementara warga pesisir terlindungi dari ancaman abrasi.(Wely-jateng)