JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kasus kematian seorang perempuan berinisial Q di rumah J, warga Kecamatan Batealit, Jepara, menyisakan sejumlah pertanyaan. Dugaan adanya kejanggalan dalam proses pemeriksaan serta latar belakang hubungan antara J dan Q kini menjadi perhatian publik. Informasi yang dihimpun menyebutkan, J sebelumnya sempat terlibat kasus penyanderaan terhadap salah satu warga Bate. Dalam perkara itu, J dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dijatuhi hukuman sekitar tiga tahun penjara. Setelah bebas, J kembali ke rumahnya dan dikabarkan tinggal bersama seorang perempuan bernama Q. Menurut laporan resmi Polsek Batealit, Q disebut sebagai asisten rumah tangga J. Namun, keterangan sejumlah warga dan bukti percakapan dari teman-teman Q justru menyebut hal berbeda. Q disebut datang ke rumah J bersama seorang pria bertato untuk menagih atau mengembalikan kerugian terkait sewa motor yang belum dibayar. Tak lama setelah itu, Q ditemukan meninggal dunia di rumah J. Petugas Polsek Batealit kemudian meminta tenaga kesehatan melakukan visum di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan berat atau pembunuhan. Namun, terdapat bekas lebam di wajah korban, yang memunculkan spekulasi di kalangan warga. Beberapa pihak mempertanyakan alasan visum dilakukan di rumah J, bukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan peralatan medis lengkap. Pertanyaan juga muncul mengenai kesesuaian tindakan tersebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan. Kanit Reskrim Polsek Batealit, Agus Rohman alias Agus Kimong, yang menangani perkara ini, menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, dan jenazah Q telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Meski demikian, masyarakat berharap agar kasus ini tidak berhenti sampai di sini. Banyak warga meminta Polres Jepara turun langsung untuk melakukan pendalaman dan memastikan penyebab pasti kematian Q, sebab hasil visum sementara tidak menjelaskan secara rinci penyebab kematian korban. Kini, teka-teki kematian Q masih menyisakan tanda tanya besar — apakah benar murni musibah, atau ada sesuatu di balik peristiwa yang terjadi di rumah J itu.(Wely-jateng) Sumber:media wartajavaindo.com/10/11/2025

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 10 November 2025 — Sebuah babak baru tengah lahir di Kota Ukir. Pemerintah Kabupaten Jepara kini tengah menyiapkan Pendopo Kabupaten Jepara sebagai bagian integral dari Museum R.A. Kartini, sebuah langkah yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan Jepara sebagai pusat sejarah dan budaya Kartini di dunia. Bupati Jepara, Witiarso Utomo atau Mas Wiwit, menyebut bahwa gagasan ini lahir dari tekad kuat untuk menguatkan identitas Jepara sebagai tanah kelahiran sang pelopor emansipasi perempuan Indonesia. > “Karena ini levelnya sudah dunia, bukan hanya level Jepara,” ujarnya menegaskan, dalam rapat penyiapan pendopo di ruang kerjanya, Senin (10/11/2025). Kembalikan Jejak Sejarah, Bangkitkan Semangat Baru Pendopo yang berdiri megah di jantung kota itu kini sedang direstorasi untuk mengembalikan bentuk aslinya, terutama pada bagian dinding dan arsitektur kayu khas Jepara. Proses ini dilakukan agar nuansa sejarah dan keaslian zaman Kartini tetap terjaga. Rencananya, peresmian Pendopo sebagai bagian dari Museum R.A. Kartini akan digelar pada 15 November 2025 mendatang. Namun bagi Mas Wiwit, misi besar ini bukan hanya tentang bangunan, melainkan juga tentang jiwa dan semangat masyarakat Jepara. > “Jepara harus punya SDM yang bisa menghidupkan kisah Kartini, bukan sekadar menceritakannya. Kita harus benar-benar paham, menghargai, dan meneruskan semangat beliau dengan cara yang relevan untuk masa kini,” tuturnya. Dari Jepara untuk Dunia Lebih dari sekadar tempat pameran, Mas Wiwit menginginkan agar museum ini menjadi karya bersama masyarakat Jepara, lahir dari kolaborasi lintas generasi dan profesi. > “Saya ingin Museum Kartini ini dikonsep oleh putra-putri terbaik Jepara. Semua dilibatkan, semua diberi ruang. Karena museum ini bukan proyek pemerintah, tapi warisan rakyat Jepara,” ujarnya penuh semangat. Konsep museum juga akan dibuat lebih interaktif dengan lima zona tematik yang menggambarkan perjalanan hidup dan pemikiran Kartini — mulai dari Zona Geografis Jepara, Zona Keluarga Kartini, hingga Zona Terbit Terang Pemikiran Kartini yang menghidupkan kembali isi surat-suratnya yang legendaris. Sosok Kartini, Warisan yang Tak Lekang Waktu Menurut Ikhwan S dari Yayasan Dharma Bakti Lestari, langkah ini sangat penting untuk memperkuat citra Jepara di mata nasional maupun internasional. > “R.A. Kartini adalah satu-satunya tokoh perempuan Indonesia yang diperingati setiap tahun oleh seluruh lapisan masyarakat. Maka, penyajian museum ini harus luar biasa, tidak boleh biasa-biasa saja,” katanya. Dengan konsep baru ini, pengunjung tidak hanya akan melihat benda bersejarah, tetapi juga merasakan pengalaman emosional dan edukatif tentang perjuangan Kartini. Koleksi yang akan ditampilkan meliputi arsip, karya seni, hingga benda peninggalan keluarga Kartini yang dikurasi dengan sentuhan modern. Menjaga Warisan, Mengukir Masa Depan Langkah Jepara ini bukan sekadar proyek budaya, tetapi ikhtiar untuk meneguhkan kembali semangat Kartini dalam kehidupan modern. Dari tanah inilah lahir gagasan besar tentang kesetaraan, pendidikan, dan kemajuan perempuan — gagasan yang kini hendak dihidupkan kembali dalam bentuk nyata. Ketika Pendopo resmi menjadi bagian Museum R.A. Kartini nanti, Jepara tak hanya akan dikenal sebagai kota ukir, tetapi juga sebagai Kota Kartini Dunia — tempat sejarah, semangat, dan masa depan berpadu dalam satu ruang bernama Jepara.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Ranting Squad Nusantara Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Minggu (9/11/2025). Kegiatan berlangsung meriah dan khidmat dihadiri sekitar 500 anggota Squad Nusantara dari berbagai ranting se-Kabupaten Jepara. Acara dihadiri langsung oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara BPK Eko Basuki beserta jajaran pengurus DPC. Turut hadir pula Kapolsek Kembang BPK Heru, perwakilan Camat Kembang, serta perwakilan Koramil Kembang, yang semuanya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Dalam acara tersebut, Ketua DPC BPK Eko Basuki secara resmi melantik BPK Kusno sebagai Ketua Ranting Kembang, sekaligus mengukuhkan jajaran pengurus ranting Kecamatan Kembang Squad Nusantara. Momen pelantikan berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir. Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Ranting Kembang BPK Kusno, yang disaksikan langsung oleh Kapolsek BPK Heru, perwakilan Camat, dan Koramil Kembang. Potongan tumpeng pertama kemudian diserahkan kepada Ketua DPC BPK Eko Basuki sebagai tanda hormat dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ketua DPC BPK Eko Basuki dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus ranting yang baru untuk menjaga kekompakan, memperkuat semangat seduluran, serta turut menjaga kondusivitas dan keamanan di wilayah Kembang. > “Kita ini satu keluarga besar. Tetap jaga persaudaraan, soliditas, dan selalu hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Kapolsek BPK Heru, perwakilan Camat, dan Koramil Kembang dalam sambutannya berharap agar Squad Nusantara Ranting Kembang semakin maju, menjadi organisasi yang positif, serta mampu bersinergi dengan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ini sukses terlaksana berkat kerja keras panitia dan dukungan seluruh anggota Squad Nusantara Ranting Kembang yang diketuai oleh BPK Eko Hartono (Mas Kodok). > “Acara ini berjalan lancar karena semangat luar biasa dari semua anggota. Ini bukti nyata kebersamaan Squad Nusantara,” ujar Eko Hartono. Ketua Harian DPC, BPK Wawan (WW), turut memberikan apresiasi atas suksesnya acara tersebut. > “Prosesi pengukuhan dan pemotongan tumpeng hari ini sangat luar biasa. Ranting Kembang benar-benar menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi,” ungkapnya. Dengan terlaksananya pengukuhan ini, Squad Nusantara Ranting Kembang resmi menjalankan tugas organisasi dengan semangat baru, siap menjaga kekompakan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta keamanan di wilayah Kecamatan Kembang. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 10 November 2025 Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Senin (10/11/2025). Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, jajaran pegawai bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) melaksanakan upacara bendera dengan tertib dan khidmat. Upacara tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat juang dan pengorbanan para pahlawan. “Hari Pahlawan bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi pengingat bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, di mana pun kita berada,” tegas Renza dalam amanatnya. Ia menambahkan, semangat kepahlawanan bisa diwujudkan dalam bentuk sederhana, termasuk dengan disiplin, tanggung jawab, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, warga binaan pun memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan nilai-nilai perjuangan melalui perubahan sikap dan semangat memperbaiki diri. Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan diakhiri dengan momen hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Para warga binaan tampak antusias dan penuh rasa hormat selama kegiatan berlangsung. Kepala Rutan menuturkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna penting dalam proses pembinaan kepribadian. Selain menumbuhkan jiwa nasionalisme, peringatan Hari Pahlawan juga menjadi sarana refleksi bagi warga binaan untuk berkomitmen menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. > “Semangat perjuangan tidak boleh padam, bahkan di balik jeruji. Setiap warga binaan punya peluang untuk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri dan keluarganya,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara berupaya menanamkan nilai patriotisme, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan karakter. Momentum Hari Pahlawan pun menjadi pengingat bahwa makna perjuangan tidak hanya ada di medan perang, tetapi juga dalam upaya menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.(Wely-jateng) Sumber:humas rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Suasana malam di Kabupaten Jepara mendadak ramai saat Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara bergerak menyisir sejumlah titik rawan penyakit masyarakat, Sabtu malam (8/11/2025). Razia yang dilakukan di beberapa warung remang-remang dan rumah kos di wilayah Kecamatan Pecangaan ini berhasil mengungkap berbagai pelanggaran, mulai dari peredaran minuman keras hingga aktivitas asusila pasangan bukan suami istri. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menyampaikan bahwa operasi malam itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas berbagai laporan masyarakat yang masuk melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri. > “Kami menerima banyak aduan soal aktivitas yang meresahkan warga, seperti warung remang-remang yang menjual miras dan kos-kosan yang disalahgunakan untuk hal negatif. Atas dasar itu, tim langsung kami terjunkan ke lapangan,” ujarnya, Minggu (9/11/2025). Dari hasil penyisiran di beberapa warung, petugas menemukan sejumlah botol minuman keras berbagai merek serta alat kontrasepsi yang diduga digunakan untuk kegiatan tidak senonoh. Sebanyak 3 botol bir, 2 botol anggur, dan 1 botol congyang diamankan sebagai barang bukti. > “Selain menyita barang bukti, kami juga mendata pemilik dan pelayan warung untuk diberikan pembinaan. Tujuannya agar mereka tidak lagi menjual minuman beralkohol tanpa izin,” imbuh AKP Dwi. Tak berhenti di situ, tim kemudian bergerak menuju sejumlah rumah kos di kawasan Pecangaan. Hasilnya, 8 pasangan bukan suami istri kedapatan berada di kamar kos tanpa bisa menunjukkan identitas sah. > “Saat diperiksa, sebagian besar tidak membawa KTP dan mengakui bukan pasangan sah. Kami data dan berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya. Kepada para pemilik kos, polisi juga memberikan imbauan agar lebih selektif terhadap penghuni. Rumah kos diharapkan menjadi tempat tinggal yang tertib, bukan tempat untuk perbuatan asusila. Selain razia penyakit masyarakat, Tim Patroli Siraju juga menyisir jalur Soekarno-Hatta, Kecamatan Tahunan, untuk menindak aksi balapan liar yang sering dikeluhkan warga. Dalam operasi itu, 9 unit sepeda motor berhasil diamankan. > “Kami tidak hanya menindak, tapi juga memberikan edukasi kepada para remaja tentang bahaya balap liar dan risiko keselamatan di jalan,” kata AKP Dwi. Ia pun mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor bila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungannya. > “Kami berterima kasih atas peran aktif masyarakat yang melapor melalui saluran resmi. Polres Jepara berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat dan tepat,” tutupnya. (Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

Bidik-Kasusnews.com Jakarta – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu pagi (8/11/2025). Kehadiran Sugiri bersama sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo merupakan tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat malam di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. Rombongan tiba dengan pengawalan ketat aparat penegak hukum sekitar pukul 07.30 WIB. Tanpa memberikan komentar, mereka langsung digiring menuju ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews membenarkan bahwa pihaknya telah membawa sejumlah orang dari Ponorogo untuk diperiksa lebih lanjut. > “Benar, pagi ini rombongan dari Ponorogo sudah tiba di Gedung KPK. Yang dibawa antara lain Bupati, Sekda, Dirut RSUD, Kabid Mutasi Setda, serta beberapa pihak swasta,” jelas Budi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/11/2025). Budi menambahkan, pemeriksaan intensif sedang berlangsung untuk mendalami dugaan suap terkait promosi jabatan dan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Total terdapat 13 orang yang diamankan dalam OTT tersebut, termasuk pejabat daerah dan pihak swasta. Pantauan di lokasi, sejumlah awak media telah menunggu sejak pagi di halaman Gedung KPK. Suasana tampak tegang saat mobil yang membawa rombongan pejabat Ponorogo tiba dan langsung masuk ke area parkir bawah gedung. Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan kepala daerah aktif yang dikenal cukup populer di Ponorogo. KPK dijadwalkan akan memberikan konferensi pers resmi setelah pemeriksaan awal selesai dilakukan untuk menjelaskan perkembangan perkara ini. (Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam upaya menjaga kebugaran jasmani dan menumbuhkan semangat hidup sehat, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh warga binaan serta petugas, pada Jumat pagi 07/11/2025. Kegiatan yang berlangsung di lapangan tenis Rutan Jepara itu dipandu oleh instruktur senam lokal dengan iringan musik yang enerjik. Sejak pagi, suasana rutan tampak berbeda. Warga binaan terlihat antusias mengikuti setiap gerakan senam, sementara para petugas turut berbaur, menciptakan suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan senam bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan jasmani dan rohani yang rutin dilaksanakan di Rutan. “Kami ingin menanamkan pentingnya pola hidup sehat kepada warga binaan. Dengan tubuh yang sehat, mereka bisa lebih semangat menjalani masa pembinaan dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya. Selain bertujuan menjaga kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi dan relaksasi bagi warga binaan. Melalui aktivitas bersama seperti senam, hubungan antara petugas dan warga binaan dapat terjalin lebih harmonis, sehingga suasana di dalam rutan menjadi lebih positif dan kondusif. Salah satu warga binaan, Paijo, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Senam bikin badan segar, pikiran juga jadi tenang. Kami jadi merasa diperhatikan dan punya semangat baru setiap minggunya,” katanya dengan senyum. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan, baik dalam bidang kesehatan, keterampilan, maupun mental spiritual, sebagai bentuk dukungan terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan. Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat semakin tertanam, serta tercipta suasana rutan yang produktif, sehat, dan humanis.(Wely-jateng) Sumber:humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara berpartisipasi aktif dalam kegiatan Kick Off Peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 Tahun 2025 yang digelar serentak secara nasional pada Jumat (07/11/2025). Acara ini diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia dan diikuti oleh seluruh satuan kerja di bawah naungannya. Kegiatan Kick Off kali ini mengusung tema besar “Sinergi untuk Negeri”, menandai era baru kolaborasi antara jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat peran kedua lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di lingkungan Rutan Jepara, kegiatan diawali dengan doa bersama dan apel pembukaan, diikuti oleh seluruh pejabat struktural, staf, serta perwakilan warga binaan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa saat seluruh peserta menyaksikan siaran langsung peluncuran kegiatan dari pusat melalui Zoom Meeting. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antar-unit pelaksana teknis di bawah Kemenimipas. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat koordinasi dan meneguhkan komitmen pelayanan publik. > “Momentum ini menjadi simbol bahwa Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak berjalan sendiri. Kita satu visi, satu semangat dalam mengabdi kepada bangsa melalui pelayanan yang profesional dan berintegritas,” ujar Karutan. Sebagai bentuk semarak peringatan, Rutan Jepara juga melaksanakan kegiatan tambahan seperti senam bersama, pembacaan ikrar pengabdian, serta doa lintas agama. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual serta moral dalam menjalankan tugas. Peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 ini akan berlangsung hingga puncak acara pada 19 November 2025. Rutan Jepara berkomitmen menjadikan momen ini sebagai pijakan untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan mempererat sinergi antarinstansi di lingkungan Kemenkumham. > “Semangat Sinergi untuk Negeri harus menjadi budaya kerja kita. Dengan kebersamaan, kita bisa melangkah lebih jauh dalam memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat dan negara,” pungkas Karutan Jepara.(Wely-jateng) Sumber:humas rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mlonggo, Polres Jepara. Melalui kegiatan rutin bertajuk “Jumat Berbagi”, Kapolsek Mlonggo Iptu Tambar bersama anggotanya turun langsung menemui warga kurang mampu di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Jumat (7/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, perhatian utama diberikan kepada Mbah Karlin (85), seorang lansia yang hidup sendirian di rumah sederhana dengan kondisi bangunan yang sudah memprihatinkan. Tidak hanya menyalurkan bantuan sembako, personel Polsek juga turut bergotong royong bersama warga memperbaiki bagian atap rumah yang rusak agar lebih layak untuk ditinggali. “Ini adalah bentuk nyata dari semangat kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut hadir membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Iptu Tambar. Menurutnya, kegiatan “Jumat Berbagi” bukan hanya sekadar pembagian sembako, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa saling peduli dan mempererat semangat gotong royong di lingkungan sekitar. > “Kami ingin terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak besar, tapi kami berharap dapat membawa manfaat dan harapan baru bagi warga,” tambahnya. Sementara itu, Mbah Karlin yang menerima bantuan tampak haru dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kapolsek dan jajarannya. > “Saya sangat bersyukur masih ada yang peduli dengan kondisi saya. Terima kasih kepada bapak polisi yang sudah datang dan membantu memperbaiki rumah saya,” tuturnya lirih. Aksi kemanusiaan yang dilakukan Polsek Mlonggo tersebut disambut positif oleh warga sekitar. Mereka menilai kegiatan seperti ini mampu menghadirkan suasana kebersamaan dan memperlihatkan sisi humanis dari aparat kepolisian. Kegiatan pun diakhiri dengan doa bersama dan kerja bakti kecil di sekitar rumah Mbah Karlin sebagai simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga di wilayah Kecamatan Mlonggo.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana representatif di PDAM Jepara Tirtajung Poro, Kamis (6/11/2025). Sidang yang menghadirkan terdakwa SB ini berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jepara. Dalam sidang tersebut, JPU menghadirkan lima orang saksi yang berasal dari bagian keuangan PDAM Tirtajung Poro. Kelima saksi itu dimintai keterangan terkait mekanisme dan alur pencairan dana representatif yang diduga disalahgunakan oleh terdakwa. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Jepara, Ahmad Za’im Wahyudi, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Bidik-Kasusnews pada Jumat (7/11/2025), membenarkan agenda persidangan tersebut. “Sidang kemarin di Tipikor Semarang, dengan agenda pemeriksaan saksi dari bagian keuangan PDAM. Ada lima saksi yang kami hadirkan,” ujarnya. Za’im menjelaskan, dari keterangan para saksi, muncul bukti dan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam proses pencairan dana representatif yang dilakukan oleh terdakwa. “Kesaksian para saksi memperjelas adanya dugaan penyalahgunaan dalam tata kelola dana representatif tersebut,” terangnya. Menurutnya, kehadiran saksi-saksi ini diharapkan dapat memperkuat pembuktian jaksa atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh terdakwa. Pihak kuasa hukum terdakwa juga turut hadir dalam persidangan untuk memberikan tanggapan dan pembelaan. Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan ahli pada Kamis, 13 November 2025 mendatang. Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengelolaan dana representatif yang seharusnya digunakan untuk mendukung operasional perusahaan daerah, namun diduga dimanfaatkan secara tidak semestinya. (Wely-jateng)