JATENG: Bidik-KasusNews.com | Pati – Polresta Pati – Polda Jateng | Hamparan sawah Dukuh Randu, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, menjadi tempat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, TNI, dan Polri dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Pada Rabu (23/4/2025), kegiatan tanam padi serentak digelar, dilanjutkan dengan partisipasi dalam Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia, sebagai bagian dari gerakan nasional yang melibatkan 14 provinsi sentra utama pertanian. Polresta Pati, melalui jajaran Polsek Pati, turut hadir mengawal kelancaran dan keamanan acara, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pati, Bapak Risma Ardi Chandra, didampingi Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, AKBP Jaka Wahyudi, Komandan Kodim 0718 Pati, Letkol Inf Jon Young Saragi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, serta jajaran pejabat terkait. Kehadiran Kapolresta Pati dan Kapolsek Pati, Iptu Heru Purnomo, menegaskan komitmen kepolisian dalam mendukung program-program pemerintah daerah. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, memastikan bahwa jajarannya memberikan dukungan penuh demi kelancaran dan keamanan kegiatan. “Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya. Lebih lanjut, AKBP Jaka Wahyudi menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan situasi kondusif bagi pelaksanaan program-program pemerintah. “Kami ingin memastikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan aman, sehingga tujuan utama dari kegiatan ini, yaitu mendukung ketahanan pangan nasional, dapat tercapai,” tambahnya. Wakil Bupati Pati, Bapak Risma Ardi Chandra, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas semangat para petani, kelompok tani, serta dukungan dari TNI-Polri dan dinas terkait. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mewujudkan program strategis nasional. “Kegiatan tanam serentak ini adalah wujud nyata komitmen kita bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional. Saya sangat mengapresiasi semangat para petani, kelompok tani, serta dukungan dari TNI/Polri dan dinas terkait,” ujar Wakil Bupati Risma Ardi Chandra. Kegiatan tanam padi serentak ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional sebagai bagian dari Asta Cita Presiden RI, meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dan produktivitas pertanian, mengoptimalkan pemanfaatan lahan oleh petani, serta mendukung perekonomian kelompok tani dan penanganan inflasi di Kabupaten Pati. Sebagai penutup, AKBP Jaka Wahyudi menegaskan bahwa pengamanan kegiatan ini menunjukkan komitmen Kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Seluruh rangkaian kegiatan tanam padi serentak dan Zoom Meeting dengan Presiden RI di Kabupaten Pati berjalan dengan aman dan tertib,” pungkasnya.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati
JATENG: Bidik-KasusNews.com | Pati – Polresta Pati – Polda Jateng | Di tengah dinamika tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks, Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, mengambil langkah proaktif dengan membekali ujung tombak kepolisian di tingkat desa dan kelurahan, yakni para Bhabinkamtibmas, dengan serangkaian strategi modern. Bertempat di halaman Mapolresta Pati, Selasa (22/4/2025), pukul 08.30 WIB hingga selesai, Kapolresta memberikan arahan yang menekankan pada penguasaan media sosial dan kemampuan problem solving yang efektif. Dalam arahannya di hadapan para Bhabinkamtibmas, AKBP Jaka Wahyudi menyampaikan sejumlah kebijakan strategis. Diantaranya penguatan struktur organisasi di tingkat Polsek melalui penambahan Daftar Susunan Personel (DSP) untuk memperkuat lini terdepan pelayanan kepolisian. Lebih dari itu, apresiasi yang disampaikan AKBP Jaka Wahyudi atas pengakuan Presiden terhadap keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2025 menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran, termasuk para Bhabinkamtibmas yang turut berperan dalam menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri. Menyadari era digital yang tak terhindarkan, AKBP Jaka Wahyudi menginstruksikan agar setiap personel aktif memanfaatkan platform digital untuk melaporkan kegiatan mereka di lapangan. Langkah ini bukan sekadar formalitas pelaporan, melainkan sebuah strategi untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih transparan dan akuntabel dengan masyarakat. Selain kemampuan digital, AKBP Jaka Wahyudi mendorong para Bhabinkamtibmas dalam penyelesaian setiap permasalahan di tingkat bawah diutamakan melalui jalur musyawarah dan mufakat. Pendekatan humanis ini diyakini akan menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dan kondusif bagi terciptanya harmoni di setiap wilayah binaan. Tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah yang terjadi, AKBP Jaka Wahyudi mengingatkan seluruh personel untuk aktif memantau dinamika informasi sebagai langkah preventif agar potensi dampak negatif tidak meluas di wilayah hukum Polresta Pati. Sebagai penutup, AKBP Jaka Wahyudi kembali menegaskan esensi tugas seorang Bhabinkamtibmas, yakni sebagai garda terdepan dalam menerima aspirasi dan laporan masyarakat, serta menindaklanjutinya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Hal ini merupakan wujud komitmen Polresta Pati dalam memberikan pelayanan yang prima dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah strategis Kapolresta Pati ini diharapkan dapat memberdayakan para Bhabinkamtibmas sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput. Dengan bekal kemampuan komunikasi digital dan pendekatan problem solving yang efektif, diharapkan mereka dapat menjadi sosok polisi yang lebih dekat, responsif, dan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Pati.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong pengembangan potensi lokal di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Kalinyamatan. Melalui program “Bupati Ngantor di Desa”, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, mengangkat Kalinyamatan sebagai kawasan strategis untuk pengembangan destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Dalam kunjungannya ke Balai Desa Banyuputih pada Selasa (22/4/2025), Mas Wiwit menegaskan pentingnya menjaring aspirasi langsung dari masyarakat sebagai dasar perumusan arah pembangunan. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antar-desa di Kalinyamatan perlu diperkuat guna membentuk kelompok destinasi wisata yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. “Kalau ingin wisatawan tinggal lebih lama, tentu harus tersedia lebih banyak tempat menarik untuk dikunjungi,” ujarnya. Ia menargetkan pembentukan 16 sentra wisata di seluruh wilayah Jepara untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan dari rata-rata 1,5 hari menjadi tiga hari. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), Penjabat Sekda Ary Bachtiar, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah. Kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam mendengar dan merespons langsung kebutuhan warga. Usai kegiatan penjaringan aspirasi, forum diskusi terpumpun digelar untuk mengidentifikasi potensi ekonomi desa-desa di Kalinyamatan. Bupati menilai sektor UMKM dan pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. “Kita akan bangun UMKM dan pertanian di Kalinyamatan. Saya yakin ke depannya akan cukup sukses,” tegasnya. Mas Wiwit juga menekankan pentingnya menghadirkan etalase yang mampu merepresentasikan potensi daerah, terutama saat menerima tamu dari kementerian maupun luar negeri. “Sering kali kita bingung mau menunjukkan apa. Ini perlu dipikirkan bersama,” tuturnya. Sebagai langkah konkret, Bupati mendorong pembentukan jejaring promosi potensi lokal secara terpadu antar-kecamatan, yang akan didukung oleh sistem transportasi lintas wilayah. Menurutnya, dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa, Jepara memiliki kekuatan ekonomi lokal yang besar jika masyarakat saling mendukung melalui kunjungan dan belanja antardaerah. Sebelum forum ditutup, Mas Wiwit kembali menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus menunjang sektor-sektor penggerak ekonomi rakyat, salah satunya melalui pariwisata. “Melestarikan budaya itu penting, tapi kalau tidak ada yang melihat, hasilnya akan sia-sia. Potensi lokal harus diberikan ruang dan perhatian agar memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program “Bupati Ngantor di Desa”. Pada Selasa (22/4/2025), Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, menjadi lokasi kegiatan. Dalam kunjungan ini, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran kepala perangkat daerah, mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi warga. Dalam forum serap aspirasi yang digelar di balai desa, Petinggi Banyuputih, Joko Prakoso, menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi warganya. Isu utama yang disoroti yakni kondisi jalan desa yang semakin padat dan minimnya saluran drainase. Kepadatan lalu lintas terjadi setiap pagi, terutama saat musim hujan, karena desa tersebut menjadi lokasi berbagai industri padat karya seperti PT HWI yang mempekerjakan lebih dari 22 ribu orang. Joko juga mengusulkan percepatan pembangunan jalan dan drainase, serta mengingatkan kembali rencana pembangunan jembatan penghubung antara Desa Banyuputih dan Pendosawalan yang sudah diajukan sejak tahun 2020 namun belum terealisasi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan telah masuk dalam perencanaan tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp4 miliar. “Pembangunan sempat tertunda karena refocusing anggaran. Namun tahun ini, proyek tersebut akan kembali diprioritaskan,” jelas Ary. Ia menambahkan, pembangunan jalan di kawasan Banyuputih direncanakan dimulai paling lambat tahun 2026, dengan opsi pengerjaan menggunakan konstruksi beton agar lebih tahan lama dan sesuai dengan kondisi kawasan industri. Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyinggung belum adanya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari industri yang beroperasi di wilayah tersebut. Hingga saat ini, belum ada kontribusi CSR yang diterima oleh desa. Menanggapi hal ini, Bupati Jepara Mas Wiwit menekankan pentingnya perencanaan program CSR yang terstruktur. Ia meminta pemerintah desa untuk menyusun daftar kebutuhan konkret yang dapat diajukan kepada perusahaan, sesuai dengan tema CSR yang mereka miliki. “Setiap perusahaan memiliki fokus CSR yang berbeda, mulai dari sosial, lingkungan, hingga pendidikan. Jika usulan kita jelas dan sesuai tema, mereka pasti bisa menindaklanjuti. Pemerintah siap menjembatani komunikasi tersebut,” tegasnya. Mas Wiwit juga mengungkapkan bahwa Pemkab Jepara telah menjadwalkan pertemuan rutin dengan pihak perusahaan setiap dua hingga tiga bulan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar, menyampaikan apresiasinya terhadap program “Bupati Ngantor di Desa” yang dinilainya mampu menjangkau langsung kebutuhan dan keluhan warga. Ia menyebut program ini sebagai wujud nyata kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. “Bupati hadir secara langsung dan mendengarkan masyarakat. Ini sejalan dengan prinsip ‘Khoirunnas anfa’uhum linnas’—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ungkap Gus Hajar. Ia juga menyoroti pentingnya peran guru ngaji dan tokoh agama dalam menjaga nilai religius masyarakat di tengah derasnya arus investasi asing. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memperkuat aspek religius sebagai bagian dari identitas dan karakter Kabupaten Jepara. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan aspirasi warga dapat segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang konkret, terencana, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta. Mas Wiwit menutup kegiatan dengan mengajak seluruh petinggi desa untuk aktif menyusun arah pembangunan yang selaras antara infrastruktur, sosial kemasyarakatan, dan kearifan lokal. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 April 2025 — Dunia ketenagakerjaan di Kabupaten Jepara kembali diguncang oleh kabar tidak mengenakkan. Ali Sujarwo, salah satu anggota PAC Squad Nusantara Pecangaan, yang telah mengabdi lebih dari 12 tahun di PT. Tricoville Indonesia, menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak dan tidak prosedural. Ali Sujarwo Anggota PAC Squad Nusantara Pecangaan Menyapaikan kepada wartawan Selasa (22/04/2025) PHK tersebut terjadi pada 25 Maret 2025, dan dilakukan secara lisan, tanpa adanya surat resmi atau penjelasan tertulis dari pihak manajemen perusahaan. Hal ini jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tata cara PHK, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan perubahannya.ujar Ali sujarwo Merasa haknya dilanggar, Ali Sujarwo tidak tinggal diam. Bersama pendampingan NUR Yuli sebagai pengacara dan rekan-rekan organisasi Squad Nusantara jepara ia menuntut agar hak-haknya sebagai karyawan yang telah mengabdi puluhan tahun dipenuhi. Tuntutan tersebut meliputi pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan kompensasi lainnya sesuai ketentuan. Upaya penyelesaian sempat dilakukan melalui mediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jepara. Tercatat dua kali pertemuan mediasi telah dilaksanakan, dengan mediasi terakhir digelar pada Kamis, 17 April 2025. Namun hingga ini , belum ada titik terang terkait penyelesaian nasib Ali Sujarwo. Kasus ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya penegakan hukum ketenagakerjaan yang adil dan berpihak pada pekerja. PHK secara lisan, apalagi terhadap karyawan tetap dengan masa kerja panjang. DPC Squad Nusantara Jepara menyatakan dukungannya penuh terhadap perjuangan Ali Sujarwo, dan menyerukan kepada pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera turun tangan secara tegas dan adil.ujar ketua DPC Squad Nusantara Keadilan harus ditegakkan. Hak pekerja bukan untuk dinegosiasikan, tetapi untuk dipenuhi. Semoga kasus ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan lain agar tidak semena-mena dalam memperlakukan para buruh yang telah bekerja keras membangun industri di negeri ini.(Wely-jateng) .
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 April 2025 – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama, DPC Squad Nusantara Srikandi Jepara mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) pada Selasa (22/04/2025) di Dukuh Sekelor, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini menyasar salah satu warga yang tengah mengalami sakit, yaitu Ibu Suli, yang tinggal di RT 06 RW 05 Dukuh Sekelor. Dalam aksi kemanusiaan ini, tim Srikandi memberikan bantuan berupa uang tunai sebagai wujud perhatian dan empati terhadap kondisi kesehatan serta kebutuhan hidup Ibu Suli. Ketua Srikandi DPC Squad Nusantara Jepara, Ibu Riana Shofa, memimpin langsung kegiatan ini bersama Bendahara Srikandi, Ibu Dian, serta sejumlah anggota PAC Keling. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata dari semangat solidaritas dan gotong royong. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Ibu Suli dan keluarga,” ujar Ibu Riana Shofa. Selain sebagai bentuk bantuan materiil, kehadiran tim Srikandi juga memberikan dukungan moril yang diharapkan dapat membangkitkan semangat bagi warga yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Dengan semangat kebersamaan, DPC Squad Nusantara Srikandi Jepara terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata demi terciptanya lingkungan sosial yang lebih peduli dan tanggap terhadap sesama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-22-April-2025 Dalam upaya nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, DPC Squad Nusantara bersama Srikandi DPC Jepara menggelar kegiatan bantuan sosial dengan menyalurkan bantuan kepada warga yang mengalami musibah rumah roboh di Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Penyaluran bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Kabid Sosial DPC Squad Nusantara, Bapak Wahyudi, serta Ketua Srikandi DPC Jepara, Ibu Riana Shofa. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai dan paket sembako, yang diharapkan dapat meringankan beban korban. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Harian 2 DPC Squad Nusantara, Bapak Sugeng Suroso, dan Ibu Nana selaku perwakilan dari Bidang Perempuan dan Anak. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dan komitmen organisasi dalam mendukung aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dari tingkat PAC, antara lain Penasehat PAC Pakis Aji, Bapak PIN Sunardi dan Ketua PAC Pakis Aji, Bapak Santo, serta Ketua PAC Donorojo, Bapak Yoyok Subagio. Tidak ketinggalan, anggota Squad Nusantara PAC Pakis Aji dan para anggota Srikandi juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Selain penyaluran bantuan untuk rumah roboh, rombongan juga melakukan kunjungan sosial kepada salah satu lansia, yaitu Mbah Tini, yang tinggal di RT 02 RW 01, Desa Bulungan. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang kepada para lansia yang membutuhkan uluran tangan. Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan perhatian dari Squad Nusantara dan Srikandi DPC Jepara. “Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, terutama mereka yang sedang dalam kesulitan. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan semangat baru,” ungkap Bapak Wahyudi dalam kesempatan tersebut. Dengan semangat solidaritas dan gotong royong, DPC Squad Nusantara dan Srikandi DPC Jepara berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:Pakis Aji – Musibah kebakaran yang menimpa rumah Ibu Asiyah, warga RT 07 RW 04 Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, mengundang perhatian dan kepedulian berbagai pihak. Salah satunya datang dari Squad Nusantara, yang pada hari ini, melalui perwakilannya, memberikan bantuan secara langsung ke lokasi. DPC Squad Nusantara dipimpin oleh Ketua Harian, Bapak Sugeng Suroso. Menyapaikan kepada wartawan selasa(22/04/2025)Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Sosial Bapak Wahyudi, Seksi PIA Ibu Nana, serta Ketua Srikandi, Ibu Riana. Mereka hadir sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan solidaritas terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai, paket sembako, serta perlengkapan tidur seperti kasur dan bantal. Bantuan ini diberikan secara langsung kepada Ibu Asiyah, sebagai upaya untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran yang melanda rumahnya.ujar sugeng “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Semoga bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban Ibu Asiyah dan keluarga,” tambannya Ibu Asiyah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPC Squad Nusantara atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan. “Saya sangat terharu dan bersyukur atas kepedulian ini. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT.ujar ibu Asiyah Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas sosial dalam masyarakat, serta contoh nyata bagaimana komunitas dapat hadir dan menjadi solusi di saat krisis. Squad Nusantara berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Raya Jepara – Kudus, tepatnya di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Selasa pagi (22/4/2025) sekitar pukul 05.55 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah truk Hino Traktor Head dan sepeda motor Honda Vario, yang menyebabkan satu korban mengalami luka berat. Kasat lantas AKP Dionisius Yudi Christio Selasa(22/04/2025)Menyapaikan kepada wartawan Korban, Siti Barokah (38), warga Desa Banyuputih, Kalinyamatan, mengalami luka cukup serius setelah tertimpa cabang pohon mahoni yang patah. Saat kejadian, korban tengah mengendarai motor dari arah yang sama dengan truk, dan mencoba menyalip dari sisi kanan. Nahas, cabang pohon yang tertabrak peti kemas truk jatuh menimpanya, hingga membuat korban terpental ke kolong truk dan terlindas ban belakang. Akibat kejadian tersebut, Siti mengalami luka terbuka di paha kiri, serta diduga mengalami patah tulang pada bahu dan paha kiri. Ia segera dilarikan ke RSI Sunan Kudus untuk mendapatkan penanganan medis intensif.ujar Dionisius Truk Hino dengan nomor polisi B-9056-BEI diketahui dikemudikan oleh Budi Eko Prasetyo (33), warga Kota Semarang. Menurut pihak kepolisian dari Satlantas Polres Jepara, sang sopir belum bisa menunjukkan SIM BII Umum. Hal serupa juga terjadi pada pengendara motor, yang saat itu belum diketahui keberadaan SIM C miliknya. Keterangan dari dua saksi mata di lokasi, Sukamto (51) dan Subakir (46), turut memperjelas kronologi kejadian. Keduanya adalah warga sekitar yang melihat langsung detik-detik insiden tersebut.tambanya Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, mencatat identitas para pihak yang terlibat, dan melengkapi dokumen penyidikan. Mengingat insiden ini, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya di area dengan pohon rindang atau jalan yang sempit. Mereka juga menekankan pentingnya membawa dokumen berkendara secara lengkap demi kelancaran dalam proses hukum maupun penanganan darurat. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Pemerintah Kabupaten Jepara kini resmi memiliki Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) baru. Ary Bachtiar dilantik oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, pada Senin (21/4/2025) di Gedung Shima. Pelantikan ini menjadi langkah awal dalam proses pengisian jabatan Sekda secara definitif yang masih menunggu tahapan seleksi. Hadir dalam acara pelantikan, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar serta sejumlah pejabat tinggi daerah, seperti Asisten I Ratib Zaini, Asisten II Heri Yulianto, dan Plt Asisten III Aris Setyawan. Ary Bachtiar sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jepara selama satu bulan. Kini, sebagai Pj Sekda, ia dipercaya memimpin hingga tiga bulan ke depan atau sampai pejabat definitif ditetapkan melalui proses seleksi yang sedang dalam tahap pembentukan panitia. “Pansel sedang kami siapkan dan akan kami ajukan ke Pak Gubernur serta Kemendagri. Kita ikuti semua prosedur yang berlaku,” ujar Bupati yang akrab disapa Wiwit. Lebih lanjut, Bupati Wiwit menekankan pentingnya posisi Sekda dalam menyukseskan visi Jepara MULUS yang diusungnya. Ia juga memastikan seluruh proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan dan fair, tanpa ada intervensi atau praktik transaksional. “Siapa pun ASN yang memenuhi syarat, silakan presentasi. Kita ingin yang profesional dan benar-benar ingin membangun Jepara,” tegasnya. Dalam arahannya, Bupati juga menekankan pentingnya soliditas antarperangkat daerah. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Ary Bachtiar, kinerja pemerintahan dapat semakin optimal dan mampu membawa perubahan positif. “Saya tidak melihat latar belakang, yang utama adalah kinerja. Tahun ini, target kita semua jabatan kosong bisa segera terisi,” pungkas Wiwit. Dengan penegasan tersebut, kepemimpinan Wiwit-Hajar menunjukkan komitmen kuat dalam menata birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara