JATENG:Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) bagi empat Kapolres yang baru dilantik di Aula Lantai 2 Mapolda Jateng. Dalam kesempatan itu, Irjen Ribut memberikan pesan penting kepada para Kapolres yang baru agar segera beradaptasi dengan wilayah tugasnya, serta fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.21 Maret 2025 Irjen Ribut menekankan pentingnya peran Kapolres dalam menjaga keamanan selama perayaan Idulfitri dan arus mudik. “Saya berharap para Kapolres dapat bekerja maksimal dalam memastikan keamanan pemudik serta kelancaran perayaan Idulfitri tahun ini,” ujar Irjen Ribut. Selain itu, Kapolda Jateng juga menjelaskan bahwa rotasi jabatan di kepolisian merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Dia mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi mereka selama bertugas dan berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang ada. Irjen Ribut mengingatkan para Kapolres untuk memahami karakter masyarakat di wilayah masing-masing dan berpikir strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Ia juga menyoroti kesiapan jajaran kepolisian dalam menjalankan Operasi Ketupat Candi 2025 yang bertujuan mengamankan arus mudik dan perayaan Lebaran. Dengan adanya rotasi jabatan ini, Kapolda berharap kinerja Polda Jawa Tengah semakin baik, dengan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat, terutama selama masa-masa perayaan besar seperti Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jpnn.com(22/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya bagi Masyarakat pada Sabtu (22/3/2025) di Pendopo Kecamatan Jepara Kota. Acara ini diikuti oleh UMKM, LSM, dan organisasi masyarakat (ormas) di Jepara. Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Jepara, Budi Tres, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyoroti peran ekonomi kreatif, pemberantasan narkoba, serta pelestarian budaya sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan bangsa. Salah satu narasumber, Nur Saadah, M.Pd., menekankan bahwa budaya lokal harus tetap lestari di tengah pengaruh budaya asing. Menurutnya, generasi muda perlu didorong agar tetap bangga terhadap budaya bangsa. Ia juga menyarankan pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan budaya daerah agar lebih dikenal luas. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jepara, Sri Hartini, menyoroti peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM harus mendapat dukungan dalam hal permodalan, pelatihan bisnis, serta pemasaran digital agar bisa bersaing di era global. Andang Wahyu Triyanto, pakar ekonomi, menambahkan bahwa pembangunan ekonomi harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses ekonomi, diversifikasi sektor pertanian dengan teknologi modern, serta kebijakan inklusif untuk mengatasi kesenjangan ekonomi antara perkotaan dan pedesaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Jepara dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan budaya secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, UMKM, dan masyarakat, diharapkan Jepara bisa menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi dan kuat dalam menjaga warisan budaya.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sebuah insiden nahas menimpa seorang pengendara motor yang merupakan mitra pengemudi Grab di Jepara. Sutomo bin Lukijo, warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, tertimpa pohon mangga yang tumbang di Jalan Lingkar Mulyoharjo, dekat jembatan, pada Jumat (22/3) sekitar pukul 15.10 WIB. Saat kejadian, Sutomo sedang dalam perjalanan mengantarkan pesanan dari Gacoan menuju Spekta Bandengan. Tanpa diduga, sebuah pohon mangga di tepi jalan tiba-tiba roboh dan menimpa dirinya. “Saya sedang berkendara seperti biasa, lalu tiba-tiba pohon itu tumbang dan menimpa saya. Sepertinya ada orang lain juga yang terkena, tapi saya tidak tahu pasti bagaimana kondisinya,” kata Sutomo saat ditemui di rumah sakit pada Sabtu (23/3). Akibat kejadian tersebut, Sutomo mengalami cedera cukup serius di tangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan salah satu jarinya mengalami patah tulang, sehingga dokter di Rumah Sakit Islam Jepara menyarankan agar segera dilakukan operasi. Selain menimbulkan korban luka, kendaraan yang digunakan Sutomo, yakni sepeda motor listrik jenis Polytron, mengalami kerusakan parah. Saat ini, motor tersebut diamankan di Polres Jepara untuk kepentingan penyelidikan. Sutomo berharap ada itikad baik dari pemilik pohon untuk membantu biaya pengobatan serta perbaikan motornya. Di lokasi kejadian, tim dari BPBD Jepara yang dibantu para relawan segera melakukan evakuasi pohon yang tumbang agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Berkat kerja sama petugas dan warga sekitar, jalan kini telah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab tumbangnya pohon tersebut dan siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kemungkinan adanya kompensasi bagi korban. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perawatan pohon di sekitar jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Semoga insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(Wely-jateng) Sumber: Global7.id(22/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Di usia senjanya, Mbah Munasah (70), seorang janda lansia dari Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara, harus bertahan dalam kondisi yang penuh keterbatasan. Ia tinggal seorang diri di rumah berukuran 4 x 4 meter yang sangat sederhana. Rumah tersebut belum memiliki kasur yang layak, sementara kamar mandi dan WC hanya menggunakan bak gentong seadanya. Listrik pun bukan miliknya sendiri, melainkan bantuan dari tetangga yang dibayarkan oleh anaknya. Meski hidup dalam kondisi sulit, Mbah Munasah tetap memilih tinggal di rumahnya sendiri. Menurut salah satu tetangganya, Mbah Munasah adalah sosok yang teguh memegang prinsip bahwa biarpun rumahnya sederhana, ia tetap ingin tinggal di tempat yang sudah menjadi miliknya sendiri. Mengurus Anak ODGJ di Tengah Keterbatasan Mbah Munasah memiliki empat orang anak. Namun, salah satunya, Mudhofar, mengalami gangguan jiwa (ODGJ) sejak usia 20 tahun dan tinggal di rumah yang bersebelahan dengannya. Sementara itu, satu anaknya telah meninggal dunia, dan dua lainnya tinggal di sekitar rumahnya. Walaupun hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, anak-anaknya tetap berusaha membantu dengan memberikan makanan sehari-hari. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah Mudhofar belum memiliki e-KTP karena ia enggan mengurusnya. Padahal, jika memiliki e-KTP, ia bisa mendapatkan bantuan sosial seperti BLT dan program lainnya. RT dan RW setempat sudah berusaha membujuk Mudhofar, tetapi hingga kini ia tetap menolak untuk membuat KTP. Harapan Akan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Mbah Munasah dan keluarganya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Petinggi desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ini, namun hingga kini belum terealisasi. Keluarganya bahkan siap membantu secara tenaga dan waktu jika bantuan pembangunan rumah itu benar-benar terwujud. Sebelumnya, Mbah Munasah pernah mendapatkan bantuan dari Dana Desa dalam bentuk BLT serta bantuan dari PMI. Namun, untuk kondisi rumahnya yang tidak layak huni, ia masih menunggu uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan yang ingin membantu. Perlunya Perhatian dari Berbagai Pihak Kisah Mbah Munasah adalah potret perjuangan lansia di desa yang masih membutuhkan perhatian dan bantuan. Pemerintah desa, komunitas sosial, maupun masyarakat umum bisa ikut berperan dalam membantu meringankan bebannya. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu Mbah Munasah antara lain: 1. Mendorong Pembuatan e-KTP untuk Mudhofar – Berkoordinasi dengan dinas sosial atau pihak terkait untuk membantu pengurusan administrasi bagi ODGJ agar bisa mendapatkan haknya. 2. Penggalangan Bantuan – Mengajak komunitas sosial, organisasi kemanusiaan, atau donatur untuk membantu pembangunan rumah yang lebih layak bagi Mbah Munasah. 3. Advokasi Program RTLH – Memastikan bahwa permohonan bantuan rumah tidak layak huni terus diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah agar bisa segera terealisasi. Mbah Munasah dan keluarganya mungkin tidak meminta banyak. Mereka hanya ingin hidup dengan lebih layak di rumah yang lebih nyaman dan memiliki fasilitas dasar yang memadai. Semoga ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu meringankan beban mereka.(Wely-jateng) Sumber:Global7.id.(22/03/2023
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berpuasa dan menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso kembali memimpin kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di seputaran Jalan Karel Sasuit Tubun Jepara, pada Jumat (21/3/2025) sore. Dalam kegiatan yang penuh kebersamaan ini, Kapolres Jepara didampingi oleh pejabat utama (PJU) dan personel Polres Jepara. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara dan warga sekitar sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. “Ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah keberkahan bagi kita semua,” ujar Kapolres Jepara. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam kegiatan ini. Banyak warga yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari pihak kepolisian. Salah seorang penerima takjil, Mudofir (37) menyampaikan apresiasinya terhadap aksi sosial yang dilakukan oleh Polres Jepara. “Alhamdulillah, ini sangat membantu, terutama bagi kami yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Terima kasih kepada bapak Kapolres Jepara dan jajaran,” ucapnya. Selain membagikan takjil, Kapolres Jepara juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. AKBP Erick mengajak seluruh warga untuk meningkatkan toleransi serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan bersama. “Kami berharap masyarakat dapat menjaga ketertiban, terutama dalam berlalu lintas, serta selalu mengedepankan sikap saling menghormati selama bulan suci ini,” tambahnya. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan salah satu program sosial Polres Jepara selama Ramadan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan penuh kebersamaan di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 yang resmi beroperasi pada September 2022 terus menjadi sorotan, terutama terkait pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Sejumlah warga yang tergabung dalam Koalisi Kembang Bersatu—gabungan masyarakat dari empat desa, yakni Tubanan, Balong, Kancilan, dan Jinggotan—melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Jepara pada Selasa (18/3/2025). Dalam pertemuan tersebut, mereka mengajukan dua tuntutan utama. Pertama, mereka meminta transparansi dalam pengelolaan dana kompensasi. Kedua, mereka menolak adanya monopoli dalam distribusi dana CSR. Tanggapan Beragam terhadap Tuntutan Warga Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Prima Jepara, Muhammad Mustavit, menanggapi tuntutan tersebut dengan nada kritis. Menurutnya, advokasi yang dilakukan Koalisi Kembang Bersatu tidak substantif dan isu yang diperjuangkan terus berubah-ubah, bahkan dinilai provokatif. “Tuntutan ini sudah pernah dibahas dalam pertemuan sebelumnya di sebuah rumah makan di Pantai Bondo pada Rabu (22/1/2025),” ujar Mustavit. Ia menegaskan bahwa transparansi terkait dana CSR dan pemanfaatan limbah FABA telah disampaikan baik oleh perusahaan maupun pemerintah desa di sekitar PLTU Tanjung Jati B. Jika masih ada keluhan, ia menyarankan masyarakat menyampaikannya langsung ke pemerintah desa masing-masing. “Kami mengapresiasi upaya transparansi dalam pemanfaatan limbah FABA. Namun, jika masih ada tuntutan, sebaiknya disampaikan melalui pemerintah desa yang dipilih secara demokratis oleh rakyat,” tambahnya. Peran Pemerintah Desa dan Kebijakan CSR Mustavit juga menekankan bahwa kebijakan CSR yang melibatkan kepala desa sudah sesuai dengan prinsip demokrasi ekonomi dan kedaulatan rakyat sebagaimana yang diperjuangkan oleh Bung Hatta. Ia menilai keterlibatan kepala desa dalam pengambilan keputusan CSR merupakan langkah yang tepat untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Selain itu, ia menyoroti program pembangunan jalan baru sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. “Pembuatan jalan baru adalah solusi dari perusahaan. Seharusnya masyarakat berterima kasih, bukan malah berpolemik,” katanya. Ia pun menolak upaya yang dilakukan oleh Koalisi Kembang Bersatu, karena menurutnya tuntutan mereka terlalu subjektif dan tidak berbasis data yang objektif. Masa Depan CSR dan Kesejahteraan Masyarakat PLTU Tanjung Jati B menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan limbah FABA menjadi salah satu wujud konkret dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Namun, di sisi lain, masyarakat menuntut kejelasan dalam mekanisme distribusi dana CSR agar tidak hanya dikelola oleh segelintir pihak. Polemik ini menunjukkan perlunya komunikasi yang lebih baik antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat terdampak agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan rakyat. Apakah tuntutan masyarakat ini akan ditindaklanjuti atau justru diabaikan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi harapan utama masyarakat dalam pengelolaan dana CSR.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –21-Marer-2025 Dalam suasana penuh kebersamaan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0719/Jepara menggelar acara buka puasa bersama dengan insan media dan anak yatim piatu dari Putra Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0719/Jepara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara TNI, wartawan, dan masyarakat. Acara ini dihadiri langsung oleh Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., beserta jajaran, para jurnalis yang tergabung dalam Kofim, serta anak-anak yatim piatu. Momen ini menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, Letkol Arm Khoirul Cahyadi menekankan pentingnya rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, terutama kesehatan dan kesempatan untuk terus berbuat baik. > “Kesehatan adalah anugerah yang sangat berharga, lebih bernilai dibanding harta yang melimpah. Selain itu, setiap hari yang kita jalani adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri dan berbagi kebaikan kepada sesama,” ujarnya. (21/03/2025) Dandim juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut guna mempererat sinergi antara TNI dan media dalam membangun komunikasi yang baik untuk kepentingan masyarakat Jepara. Sementara itu, perwakilan wartawan, Edy Prasaja, mengapresiasi inisiatif Kodim 0719/Jepara dalam menyelenggarakan acara ini. Menurutnya, hubungan baik antara TNI dan media sangat penting dalam menjaga transparansi serta membangun daerah yang lebih maju dan harmonis. Sebagai bentuk kepedulian, Komandan Kodim menyerahkan bingkisan kepada perwakilan wartawan dan anak yatim piatu. Suasana haru terasa saat doa bersama dipimpin oleh Ahmad Mujib, yang memohon keberkahan bagi semua pihak yang hadir serta keselamatan bagi bangsa dan negara. Setelah rangkaian acara selesai, para undangan menikmati buka puasa bersama dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara TNI, media, dan masyarakat semakin erat, sehingga dapat bersinergi dalam membangun Jepara yang lebih baik di masa depan.(Wely-jateng)
Siap Mengamankan Idulfitri 1446 H, Polres Jepara Gelar Latpraops Ketupat Candi Tahun 2025 JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Guna memastikan kesiapan personel menghadapi arus mudik Lebaran hari raya Idul Fitri 1446 H, Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Candi 2025 di aula Mapolres setempat, pada Jumat (21/3/2025). Kegiatan Latpraops tersebut di pimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso dengan diikuti pejabat utama Polres Jepara beserta Personel yang terlibat dalam Operasi. Diketahui, Operasi Ketupat Candi 2025 mengusung tema ‘Melalui Pelatihan Pra Operasi Ketupat Candi 2025, Kita Tingkatkan Kemampuan Personel dan Sinergitas antar Fungsi Dalam Rangka Mewujudkan Sitkamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang Aman dan Kondusif Dalam Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Tahun 2025 di Wilayah Hukum Polres Jepara’. Kapolres Jepara AKBP Erick mengatakan, bahwa kegiatan Latpraops tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan koordinasi dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. “Operasi Ketupat Candi 2025 merupakan operasi kemanusiaan yang fokus pada pengamanan arus mudik serta perayaan hari raya Idul fitri. Latpraops ini penting agar seluruh personil memahami tugas dan tanggung jawabnya di lapangan sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres Jepara. Sementara itu, Kabag Ops Polres Jepara Kompol Sutono memberikan arahan terkait strategi pengamanan yang akan diterapkan selama operasi berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan di jalur utama mudik, pos pengamanan, serta antisipasi terhadap potensi gangguan Kamtibmas. “Polres Jepara berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakan Idulfitri, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang tetap berada di daerah,” ucapnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara,21-Maret- 2025 – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Jepara bersama Forkopimda, Satpol PP, serta tokoh masyarakat menggelar pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras). Langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi yang kondusif serta menekan angka kriminalitas di wilayah Jepara. Kapolres Jepara dalam konferensi pers menyampaikan bahwa operasi ini bertujuan untuk mengurangi penyakit masyarakat yang berpotensi memicu tindak kejahatan. Berbagai razia telah dilakukan untuk menindak peredaran miras, perjudian, narkoba, premanisme, dan pelanggaran lainnya. Hasil Operasi Kepolisian Dari operasi yang telah berlangsung, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah pelanggar dengan rincian sebagai berikut: Satgas Petasan: 3 tersangka dalam proses penyidikan. Satgas Narkoba: Sejumlah tersangka dalam proses penyidikan. Satgas Judi Online & Premanisme: 4 tersangka judi dalam proses penyidikan, 1 tersangka judi online dalam penyelidikan, serta 40 orang preman telah dibina. Satgas Miras: 607 orang telah dibina. Satgas Asusila: 36 orang telah dibina. Selain itu, dalam operasi ini, aparat kepolisian juga menyita dan memusnahkan: 3.729 botol miras berbagai merek 1.516 liter miras oplosan 18 knalpot brong Pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai simbol komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran miras dan menciptakan lingkungan yang aman serta tertib. Sinergi dengan Berbagai Pihak Kapolres Jepara menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja sama antara Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara, Satpol PP, serta dukungan dari tokoh agama dan masyarakat. Masyarakat diharapkan semakin sadar akan bahaya miras dan perilaku negatif lainnya yang dapat merusak kehidupan sosial. “Ke depan, kami akan terus mengintensifkan razia dan pembinaan agar Jepara semakin bersih dari penyakit masyarakat,” ujar Kapolres Jepara. Dengan adanya operasi dan pembinaan ini, diharapkan suasana di Kabupaten Jepara menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025 semakin aman dan kondusif. Polres Jepara berkomitmen untuk terus menegakkan hukum dan menjaga ketertiban guna menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Brebes -Polda Jawa Tengah resmi meluncurkan program Valet Ride, sebuah layanan mudik gratis bagi pemudik pengguna sepeda motor. Program inovatif ini diinisiasi oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dan diperkenalkan secara langsung pada Rabu (19/3) saat kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Brebes. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 2025. Layanan Valet Ride berlokasi di halaman Dealer Nasmoco Wanasari, Kabupaten Brebes. Program ini ditujukan khusus bagi pemudik dengan tujuan Semarang dan sekitarnya, dengan target membantu 1.890 pemudik. Setiap harinya, Polda Jateng menyediakan 9 bus ber-AC dan 6 truk towing, yang akan berangkat dalam tiga jadwal perjalanan, yakni pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB. Perjalanan akan melalui jalur tol, dengan titik keberangkatan dari Nasmoco Brebes dan titik tiba di cek point Polrestabes Semarang. Program ini akan berlangsung selama 7 hari, mulai 24 hingga 30 Maret 2025. Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan cara memindai QR Code, lalu mengisi formulir registrasi. Untuk kenyamanan pemudik, di lokasi check point telah disediakan berbagai fasilitas, antara lain Ruang tunggu & ruang istirahat ber-AC, Arena bermain anak, Layanan kesehatan dan Angkringan gratis. Program Valet Ride hadir sebagai bentuk kepedulian Polda Jateng dalam mendukung mudik aman dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. Dengan layanan ini, pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan bebas lelah, sehingga momen pulang ke kampung halaman menjadi lebih menyenangkan. Sementara itu dalam keterangan nya Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu langkah konkret Polda Jateng dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Jumat ( 21/3) ” Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran dan keselamatan mudik Lebaran. Valet Ride adalah bukti nyata kepedulian Polda Jateng agar pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat dan nyaman. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini agar mudik semakin aman dan menyenangkan,” ujar Kombes Pol Artanto.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng