Sukabumi: Bidik-Kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Jampangkulon, Polres Sukabumi, menggelar kegiatan press release pengembalian dua unit sepeda motor yang merupakan barang bukti tindak pidana pencurian kepada pemilik sahnya. Acara berlangsung pada Senin, 14 April 2025, pukul 14.00 WIB di Mako Polsek Jampangkulon dan dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Muhlis, S.IP., M.M., didampingi oleh Aipda Riki selaku Ps. Kanit Reskrim. Dua kendaraan yang dikembalikan merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Jampangkulon. Adapun pemilik kendaraan tersebut adalah Nana bin Rohman, warga Desa Karanganyar, dan Rani Nuraini, warga Desa Cikarang. Kendaraan dikembalikan dalam status pinjam pakai sebagai bentuk pemenuhan hak korban sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kapolsek Jampangkulon menegaskan bahwa pengembalian barang bukti ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi yang menjunjung tinggi prinsip prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Polri. Kedua pemilik kendaraan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras jajaran Polsek Jampangkulon dalam mengungkap kasus ini serta atas kepedulian terhadap korban kejahatan. Mereka mengaku lega dan bersyukur karena barang berharga milik mereka dapat kembali meskipun kasus masih dalam proses hukum. Polsek Jampangkulon berharap, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu. (DICKY, S)

JATENG: Bidik-Kasusnwes.com PATI:Bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Bupati Pati Sudewo, Minggu (13/4/2025), menghadiri acara sedekah laut. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kepala OPD terkait, Forkopimcam Juwana, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, para Kepala Desa se-Kecamatan Juwana, Kepala TPI, serta para tokoh masyarakat dan pelaku sektor perikanan. Dalam wawancara, Sudewo menyampaikan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga sebagai wujud dukungan nyata terhadap sektor perikanan yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Pati. “Kali ini saya ikut datang dan ikut mendoakan agar Allah SWT memberi keberkahan bagi nelayan, agar tahun ini hasil laut melimpah, harga bagus, dan pemasaran lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan sejumlah rencana strategis untuk mendukung keberlangsungan dan kemajuan sektor perikanan. Ia mengungkapkan bahwa proses pelebaran sungai akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, sedangkan penataan fasilitas TPI akan terus ditingkatkan agar lebih representatif dan bersih. “TPI harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Pelayanan kepada nelayan harus nyaman, sistem lelang baik tertutup maupun terbuka harus berjalan adil, serta retribusinya sesuai dengan Perda. Semua ini penting agar PAD meningkat dan pembangunan daerah berjalan lebih maksimal,” jelasnya. Sudewo juga mengatakan bahwa perhatian juga diberikan pada aspek infrastruktur. Menurutnya jalan keluar-masuk ke kawasan TPI yang selama ini dikeluhkan masyarakat nelayan akan segera diperbaiki dengan konstruksi cor beton sepanjang 1,1 kilometer. Tak hanya itu, imbuhnya, jalan menuju tambat kapal yang mengalami kerusakan parah sepanjang lebih dari 100 meter pun telah dianggarkan untuk diperbaiki tahun ini.(Kasnadi)

JATENG – Bidik-KasusNews.com Jajaran Polresta Pati melalui Polsek Tayu, tengah mengungkap penemuan mayat seorang pria di area persawahan Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Korban diketahui bernama Muja Agung Pati (35), seorang buruh nelayan warga Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Kapolresta Pati, melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, menjelaskan bahwa penemuan mayat ini terjadi pada Senin, 14 April 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa ini bermula dari laporan warga pada Minggu malam, 13 April 2025, sekitar pukul 23.45 WIB. “Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan rumah pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB untuk pergi memancing. Karena hingga sore hari belum kembali, pihak keluarga dan warga melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban di sawah Bapak Ali pada dini hari berikutnya,” jelas AKP Aris Pristianto dalam keterangannya. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian dari Polsek Tayu segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Tayu 1. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka penganiayaan pada tubuh korban. “Dari riwayat kesehatan yang kami dapatkan, korban diketahui memiliki riwayat sakit lambung dan epilepsi,” imbuh AKP Aris Pristianto. Senada dengan temuan tersebut, Bidan Puskesmas Tayu 1, Ibu Tiara dan Ibu Sri Muah, yang melakukan pemeriksaan menyimpulkan bahwa kematian korban diduga bukan disebabkan oleh tindak kekerasan atau penganiayaan. Adapun ciri-ciri korban saat ditemukan adalah seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 166 cm, berat badan sekitar 70 kg, rambut pendek lurus, dan berkulit sawo matang. Korban saat itu mengenakan kaos lengan panjang berwarna orange, celana pendek, dan caping jerami. Dalam penanganan kasus ini, Polsek Tayu telah melakukan olah TKP dan mencatat keterangan sejumlah saksi, di antaranya Sugeng Pantrimo (47), warga Desa Kedungsari, dan Nur Sugianto (49), warga Desa Kesambi, Kudus. AKP Aris Pristianto menambahkan bahwa setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa ke rumah duka dengan pengawalan dari petugas Polsek Tayu dan TNI Koramil 03 Tayu. Proses evakuasi ini juga disaksikan oleh Kepala Desa Keboromo dan tim medis Puskesmas. “Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun,” pungkas AKP Aris Pristianto.(Wely-jateng) Sumber:humas Resta pati

JATENG- Bidik-KasusNews.com Polresta Pati – Polda Jateng Sebuah peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah di Desa Tayu Kulon RT 4 RW 2, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Minggu malam (13/4/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 60 juta. Rumah yang terbakar tersebut diketahui milik Ibu Tun Sodiq. Menurut keterangan saksi mata, Sutiyono (57) dan Rasmun (50), kebakaran diduga dipicu oleh tindakan seorang pria berinisial AA yang marah-marah dan “mblayer-mblayer” sepeda motor Vario di dalam rumah. Tindakan tersebut menimbulkan percikan api yang dengan cepat menyambar sepeda motor dan menjalar ke ruang tamu, ruang tengah, hingga atap rumah. “Awalnya, sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi perselisihan terkait tebusan telepon genggam. Kemudian, saudara AA marah-marah dan menyalakan sepeda motor Vario di dalam rumah, lalu di-blayer-blayer. Akibatnya, timbul percikan api yang membakar sepeda motor dan menjalar ke bagian rumah,” ungkap Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, mewakili Kapolresta Pati. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.50 WIB oleh tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Pati dan PT LPI PG Pakis Baru. Dalam kejadian ini, dua unit sepeda motor, yaitu Yamaha Jupiter dan Vario, serta sebagian besar rumah milik Ibu Tun Sodiq hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 23.30 WIB dan segera menerjunkan tim pemadam kebakaran. Setelah tiba di lokasi, kami langsung melakukan upaya pemadaman dan mencatat keterangan saksi-saksi,” jelas AKP Aris Pristianto. Adapun rincian kerugian akibat kebakaran diantaranya dua unit sepeda motor: Yamaha Jupiter dan Vario, sebagian besar bangunan rumah dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 60 juta. Lebih lanjut, AKP Aris Pristianto menambahkan, pihaknya telah melakukan tindakan dengan menerima laporan dari warga, menghubungi dan mengerahkan tim pemadam kebakaran, mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses pemadaman, serta mencatat keterangan saksi-saksi. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, serta menjaga emosi agar tidak menimbulkan tindakan yang merugikan,” pungkas AKP Aris Pristianto. (Kasnadi) Sumber:(Humas Resta Pati)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya mempercepat program-program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan. Penegasan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Gubernur dan perwakilan Tanoto Foundation di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Menurut Luthfi, Tanoto Foundation telah lama menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dan berbagai instansi terkait, khususnya sejak tahun 2018. Kala itu, lembaga filantropi tersebut turut berperan dalam peningkatan kompetensi pendidikan serta pembangunan fasilitas kesehatan. “Tanoto Foundation ini sudah lama bekerja sama. Sejak saya menjadi Kapolda, mereka sudah membangun beberapa fasilitas kesehatan. Beliau akan menegaskan kembali kerja sama mulai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” ujar Luthfi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang lebih erat ini akan mempercepat eksplorasi dan pelaksanaan berbagai program, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada di angka 9,58 persen, sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan mitra strategis untuk menurunkannya. Dalam bidang pendidikan, Gubernur Luthfi menyoroti pentingnya transformasi pendidikan ke arah yang lebih relevan dengan dunia kerja. Fokusnya adalah pada pendidikan vokasi dan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak sumber daya manusia yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan investasi. Sementara itu, Senior Advisor Tanoto Foundation, Ari Gudadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) di lima kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2018–2022. Program ini telah menjangkau 174 sekolah mitra, melibatkan 209 fasilitator daerah, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.700 kepala sekolah dan guru, serta 57.000 siswa. “Kegiatannya tentang pengembangan kompetensi usia dini, juga bagaimana peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi anak didik kita,” terang Ari. Di bidang kesehatan, khususnya penurunan stunting, Tanoto Foundation telah aktif sejak 2022. Berdasarkan data mereka, prevalensi stunting di Jawa Tengah masih sekitar 20,7 persen, dengan 14 daerah berada di atas rata-rata provinsi. Program intervensi dilaksanakan di empat wilayah: Brebes, Kabupaten Tegal, Banyumas, dan Kota Semarang, mencakup delapan kecamatan dan 16 desa/kelurahan. Ari menambahkan bahwa penurunan stunting di Jawa Tengah secara umum menunjukkan hasil yang baik, namun percepatan di beberapa daerah masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Tanoto Foundation dan pemerintah daerah menjadi sangat penting, termasuk penguatan regulasi untuk mendukung implementasi program secara optimal. Dengan peningkatan kerja sama ini, diharapkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat diadopsi lebih luas di berbagai wilayah Jawa Tengah, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya percepatan investasi untuk mendukung pembangunan daerah. Dalam pembukaan kegiatan Capacity Building & Business Matching bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah di Hotel PO Semarang, Senin (14/4), Luthfi menyatakan bahwa 85 persen pembangunan daerah masih bergantung pada investasi. “Kalau perlu pabrik biting pun di Jateng dilayani, karena 85 persen pembangunan daerah dari investasi,” tegas Luthfi, disambut antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai OPD, kepala daerah se-Jateng, hingga perwakilan Konsulat Jenderal Australia. Untuk memperkuat akselerasi investasi, Gubernur meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kualitas layanan terhadap para investor. Ia juga mendorong kolaborasi antardaerah dalam merancang pendekatan strategis pengembangan wilayah, seperti kerja sama antar kabupaten/kota di eks-karesidenan serta antarwilayah seperti Blora dan Rembang. “Ini kita brainstorming, supaya investasi di wilayah kita berkembang,” tambahnya. Luthfi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi, terutama dalam perizinan. Ia meminta agar proses perizinan dipercepat dan hambatan administratif dipangkas demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Di sisi lain, Luthfi memastikan bahwa Jawa Tengah tidak kekurangan tenaga kerja. Ia menyebutkan, sepanjang 2024, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp88,4 triliun dengan 65.815 proyek dan serapan tenaga kerja hingga 400 ribu orang. Guna menjawab tantangan kebutuhan industri modern, pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pelatihan lain akan terus digalakkan. Dalam rangka mendukung sektor logistik dan mobilitas investasi, Luthfi menyatakan akan mendorong revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan mengupayakan agar Bandara Jenderal Ahmad Yani kembali menyandang status sebagai bandara internasional. Sementara itu, Kepala KPwBI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyebut forum ini sebagai bagian dari upaya strategis merancang arah investasi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, fokus kerja sama diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan ekonomi sirkular. “Ini sejalan dengan potensi Jateng sebagai lumbung pangan nasional,” ungkap Rahmat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga keuangan, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi magnet investasi nasional dan regional.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Kudus – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus saat ribuan warga berkumpul dalam acara Halalbihalal, Minggu malam (13/4/2025). Momen tersebut menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan tokoh agama yang tengah naik daun, Gus Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Dalam kesempatan itu, Gus Iqdam menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap sosok Ahmad Luthfi. Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah itu adalah pemimpin yang luar biasa karena mampu membangun kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, dan juga keluarga. “Malam ini selain Pak Bupati dan Mbak Wakil Bupati, kita juga kedatangan Bapaknya Jawa Tengah yaitu Pak Luthfi. Beliau pemimpin yang luar biasa, ada di mana-mana,” ujar Gus Iqdam kepada masyarakat yang hadir. Tak hanya itu, Gus Iqdam juga berbagi cerita pribadinya mengenai kedekatannya dengan Ahmad Luthfi. Ia mengaku sering berkomunikasi langsung dengan sang gubernur, baik lewat pesan maupun video call. Dalam setiap percakapan, Gus Iqdam melihat sosok Luthfi yang hangat dan dekat dengan keluarganya. “Ketika pulang kerja, beliau kembali menjadi ayah bagi anak-anaknya. Beberapa waktu lalu sempat video call dengan saya, di belakangnya selalu ada anaknya. Di Mekah, beliau juga mendorong kursi roda anaknya,” kenangnya. Menurut Gus Iqdam, gambaran tersebut menunjukkan bahwa Ahmad Luthfi bukan hanya pemimpin yang cakap, tetapi juga sosok ayah yang penuh kasih sayang. Ia pun menilai sangat tepat jika Ahmad Luthfi diberi amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah. “Semoga beliau bisa membawa Jawa Tengah adem ayem, tentram, dan makmur. Semoga jabatannya barokah untuk seluruh masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya bisa bertemu masyarakat Kudus. Ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pemimpin, ulama, dan rakyat. “Alhamdulillah, senang bisa bertemu masyarakat Kudus. Halalbihalal merupakan bentuk amaliyah untuk mendapatkan pahala,” ujar Luthfi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para pemimpin agar senantiasa amanah dan mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat. “Doakan para pejabat kita, dari gubernur-wakil gubernur, kemudian bupati-wakil bupati menjadi pimpinan yang amanah, selalu dekat dengan masyarakat,” ucapnya. Selain Ahmad Luthfi dan Gus Iqdam, acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, Forkopimda Kudus, serta beberapa kepala daerah sekitar seperti Bupati Pati dan Bupati Demak. Acara berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan sebagai wujud kebersamaan pasca-Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif rencana investasi dari perusahaan asal Tiongkok, PT Haida Group, yang akan membangun pabrik pakan ternak di Kabupaten Kendal. Rencana ini disampaikan langsung dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Regional General Manager PT Haida Group, Xu Youfu, di Kantor Gubernur pada Sabtu (12/4/2025). Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, untuk mendukung investasi ini, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih enam hektare di Kendal. Ia juga menegaskan kesiapan Jawa Tengah dalam mendukung industri peternakan dan pertanian. “Awalnya mereka (PT Haida Group) berencana membangun pabrik di Jawa Barat, namun saya yakinkan bahwa Jawa Tengah lebih siap dalam segala aspek. Mulai dari ketersediaan lahan, iklim investasi yang kondusif, sampai kemudahan perizinan,” ujar Luthfi. Potensi Besar di Sektor Peternakan Luthfi menjelaskan bahwa industri pakan ternak di Jawa Tengah masih terbuka luas karena jumlah pabrik yang masih terbatas, sementara potensi sektor peternakan sangat besar. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat produksi ayam potong dan ayam petelur. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga tengah mendorong perluasan lahan tambak di wilayah tersebut hingga mencapai 15 ribu hektare. Pemprov Jateng juga tengah mengupayakan peningkatan fasilitas ekspor-impor, termasuk revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan pengajuan pengembalian status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. “Semua ini kami siapkan agar investor seperti Haida Group semakin yakin dan nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” tambahnya. Dukungan untuk Petani Lokal Xu Youfu menyampaikan bahwa investasi PT Haida Group di Indonesia bertujuan untuk menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi dan memperkuat ketahanan protein hewani nasional. Jawa Tengah dipilih karena selain kondisi investasi yang kondusif, wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu produsen jagung terbesar di Indonesia. “Dengan membangun pabrik di sini, kami tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga membantu menyerap hasil panen petani lokal. Ini bentuk kontribusi kami bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Xu. Ia berharap kolaborasi antara Haida Group dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terus terjalin kuat. Pabrik pakan ternak ini direncanakan mulai dibangun dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu tahun.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

Bidik-kasusnews.com Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan telah menerima sebanyak 561 laporan gratifikasi selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah atau tahun 2025. Laporan tersebut berasal dari 453 pelapor yang tersebar di 106 instansi, baik pusat maupun daerah. Dalam keterangan resminya, Tim Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dari total laporan yang masuk, 520 laporan merupakan penerimaan gratifikasi, sementara 41 lainnya adalah penolakan. “Jumlah objek gratifikasi yang dilaporkan mencapai 605, dengan nilai total sebesar Rp341 juta,” ungkap Budi, dikutip dari Bloomberg Technoz. Rincian Objek Gratifikasi Budi merinci, objek gratifikasi yang paling banyak dilaporkan berupa: Karangan bunga, makanan dan minuman sebanyak 397 objek, dengan nilai Rp211 juta. Barang lainnya sebanyak 182 objek, senilai Rp112 juta. Cinderamata atau plakat sebanyak 16 objek, dengan nilai Rp7 juta. Uang tunai, voucher, dan alat tukar lainnya sebanyak 9 objek, dengan nilai Rp9,9 juta. Satu objek lainnya yang dilaporkan bernilai Rp100 ribu. Seluruh laporan ini akan dianalisis lebih lanjut oleh KPK untuk menentukan status gratifikasinya, apakah termasuk yang wajib dilaporkan dan apakah dapat menjadi milik pelapor atau harus diserahkan kepada negara. Apresiasi dan Imbauan KPK KPK menyampaikan apresiasi kepada para pelapor yang telah menunjukkan komitmen dalam mencegah praktik korupsi, khususnya dalam bentuk gratifikasi yang kerap terjadi di momen hari besar keagamaan seperti Idulfitri. “Kami sangat mengapresiasi para pihak yang telah melaporkan penerimaan maupun penolakan gratifikasi. Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi sejak dini,” lanjut Budi. KPK juga mengingatkan bahwa masyarakat masih dapat melaporkan gratifikasi terkait Hari Raya, karena batas waktu pelaporan adalah 30 hari kerja sejak penerimaan gratifikasi dilakukan. (Wely-jateng) Sumber:ulasan.co(13/04/2025)