SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyebut bahwa camat merupakan garda terdepan dalam Penanggulangan bencana. ‎ ‎Hal itu disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Dinas Bulanan perdana tahun 2026 di Aula Sekretariat Daerah, Palabuhanratu, Senin, 19 Januari 2026. ‎ ‎”Saya minta agar para camat segera turun ke lokasi bencana untuk memantau langsung kondisi di lapangan, sebelum instansi terkait tiba di tempat,” kata bupati. ‎ ‎Selain itu dia juga mendorong penguatan manajemen bencana oleh semua pemangku kepentingan di seluruh wilayah. ‎ ‎Hal tersebut perlu dilakukan mengingat tanggungjawab tidak bisa hanya dibebankan kepada satu institusi saja. ‎ ‎”Manajemen bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Untuk itu ia menginstruksikan para camat untuk menjadi garda terdepan saat terjadi insiden di wilayahnya,” ujar Asep. ‎ ‎Rapat yang dipandu oleh Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman ini dihadiri oleh Wakil Bupati H. Andreas, para asisten daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, serta seluruh camat se-Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Di samping itu dia juga menekankan respon cepat Penanggulangan bencana dan perbaikan sistem pelayanan publik. ‎ ‎”Soliditas antarperangkat daerah penting dilakukan khususnya dalam merespons potensi bencana alam dan menjaga kualitas pelayanan publik di tengah tantangan anggaran,” kata Asjap panggilan akrab Asep Japar. ‎ ‎Dia menambahkan, penanganan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Dia meminta para camat untuk langsung turun ke lapangan saat bencana terjadi, bahkan sebelum instansi teknis tiba. ‎ ‎”Sampaikan informasi akurat kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif,” tegasnya. ‎ ‎Asjap menjelaskan, kerja sama konkret dalam mitigasi bencana juga diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Sukabumi dengan Perum Perhutani KPH Sukabumi yang dilakukan di sela-sela rapat. ‎ ‎Kondisi fiskal daerah ujarnya yang mengalami penurunan, Bupati meminta seluruh jajaran birokrasi tidak mengendurkan semangat kerja. ‎ ‎”Perlu digarisbawahi bahwa keterbatasan anggaran harus disiasati dengan inovasi dan efisiensi, tanpa mengorbankan tiga pilar prioritas pembangunan tahun 2026, yakni infrastruktur, kesehatan dan pendidikan,” terangnya. ‎ ‎Bahkan dia mendorong agar di posisi sulit ini seluruh jajaran Pemkab Sukabumi harus bekerja lebih semangat lagi. ‎ ‎”Meskipun anggaran menurun, pelayanan publik di sektor vital harus terus direalisasikan secara maksimal,” tambahnya. ‎ ‎Sementara itu Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi lintas sektoral. ‎ ‎Menurutnya, respons cepat pemerintah harus diimbangi dengan komunikasi yang transparan mulai dari desa hingga kabupaten. ‎ ‎”Saya meminta informasi pemerintah tersampaikan secara transparan dari tingkat bawah hingga atas. Persoalan krusial harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” ujar Andreas. ‎ ‎Rapat dinas ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan bagi perangkat daerah berprestasi. Penghargaan Kepatuhan Kinerja Tahun 2025 tingkat perangkat daerah diraih oleh BPKAD, DPPKB, dan Inspektorat. ‎ ‎Sedangkan untuk tingkat kecamatan, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Palabuhanratu, Parakansalak, dan Sagaranten. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lapas Kelas IIB Sukabumi menggelar Apel Penandatanganan Komitmen Bersama Zona Integritas Tahun 2026 di Lapangan Serbaguna Lapas, Senin (19/1/2026). ‎ ‎Apel dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Budi Hardiono dan diikuti pejabat manajerial, seluruh ASN, serta peserta magang. ‎ ‎Kegiatan diawali dengan menyanyikan Mars Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama oleh pejabat eselon IV dan Kepala Lapas. ‎ ‎Dalam amanatnya, Budi Hardiono menegaskan bahwa komitmen ini merupakan bentuk keseriusan seluruh jajaran dalam menjaga integritas, konsistensi, dan kebersamaan. ‎ ‎”Semua dilakukan untuk mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 serta mempersiapkan langkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ujarnya, Senin (19/1/2026). ‎ ‎Dia menyampaikan bahwa penandatanganan komitmen bukan sekadar seremonial, melainkan janji moral seluruh pegawai untuk bekerja secara disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab. ‎ ‎”Mempertahankan WBK membutuhkan komitmen yang konsisten dan keterlibatan seluruh unsur pegawai, dengan penguatan delapan area perubahan, khususnya Manajemen Perubahan sebagai fondasi utama,” tandasnya. ‎ ‎Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh ASN Lapas Kelas IIB Sukabumi dan diakhiri dengan foto bersama. ‎ ‎Melalui apel ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat integritas dan kedisiplinan kerja, serta secara konsisten mendukung delapan area perubahan Zona Integritas sebagai langkah menuju WBBM Tahun 2026. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya memperkuat sinergitas antarinstansi terus dilakukan. Kali ini, AKBP Ardian Satrio Utomo melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Lapas Kelas IIB Sukabumi, didampingi Wakapolres Kompol Fajri Anbiyaa beserta jajaran, Senin (19/1/2026). ‎ ‎Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara Polres Sukabumi Kota dan Lapas Sukabumi, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan masyarakat maupun pemasyarakatan. ‎ ‎Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama lintas sektor serta dukungan Polres terhadap program keamanan dan pembinaan warga binaan. ‎ ‎Kapolres bersama rombongan juga meninjau langsung berbagai unit pembinaan kemandirian, mulai dari produksi bakso, pembuatan keset, Laundry BERSEKA, hingga program ketahanan pangan di area branggang lapas yang mencakup hidroponik pakcoy, stroberi, ayam petelur, dan budidaya ikan lele. Peninjauan turut dilakukan ke blok hunian warga binaan. ‎ ‎Kapolres Sukabumi Kota memberikan apresiasi atas inovasi pembinaan yang dinilai produktif dan berdampak ekonomi. Produk keset dan bakso dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari penguatan UMKM, sekaligus bekal kemandirian bagi warga binaan. ‎ ‎“Kami melihat pembinaan di Lapas Sukabumi berjalan sangat positif. Pemanfaatan lahan terbatas untuk ketahanan pangan serta hasil karya warga binaan adalah potensi besar yang patut didukung. Polres Sukabumi Kota siap bersinergi demi terciptanya lapas yang aman, kondusif, dan produktif,” tegas Kapolres. ‎ ‎Sementara itu, Kalapas Sukabumi Budi Hardiono menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan Polres Sukabumi Kota sangat penting dalam menunjang tugas pemasyarakatan serta keberlanjutan program pembinaan dan ketahanan pangan di Lapas Kelas IIB Sukabumi. ‎ ‎Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen kuat kolaborasi dan sinergitas antara Lapas Kelas IIB Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyiapkan langkah strategis pengembangan objek wisata serta penguatan produk cemilan khas Jampang sebagai penggerak ekonomi desa. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menyebutkan dua destinasi utama yang akan dikembangkan, yakni Situ Habibi dan Pantai Mandalaratu. Kedua lokasi tersebut akan ditingkatkan melalui pembangunan sarana dan prasarana pendukung. “Kami memiliki banyak potensi wisata. Ke depan, pengembangan dilakukan secara bertahap agar daya tariknya semakin kuat,” ujar Bakang, Senin (19/1/2026). Selain itu, Pemdes Cipeundeuy merencanakan pembangunan kawasan wisata Kampung Nelayan Maju Mandalaratu atau Kalaju yang berlokasi di sekitar Situ Habibi. Kawasan ini dirancang mencakup bumi perkemahan, wisata agro, area perkebunan kelapa, serta hamparan sawah tematik. Pada sektor ekonomi kreatif, Pemdes akan berkolaborasi dengan IKM dan UMKM setempat sebagai pemasok bahan baku cemilan khas Jampang, khususnya opak. Sinergi ini ditargetkan memperkuat rantai nilai lokal dan membuka peluang usaha baru bagi warga. Bakang berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam percepatan peningkatan infrastruktur akses menuju lokasi wisata. “Akses yang baik akan menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) RW 02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong sarat inovasi dan transparansi. Dana yang digelontorkan sebesar Rp25 juta tanpa ada pemotongan sepeserpun. ‎ ‎Hal itu tampak dari hasil pekerjaan hotmix jalan lingkungan di RT 02, 03 dan 04 yang dinilai melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Demikian disampaikan Ketua RW 02 Indra Gustam saat diwawancarai wartawan, Minggu (18/1/2026). ‎ ‎”Alhamdulillah, berkat kekompakan warga di lingkungan kami hasil pekerjaan dari Program P2RW bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meskipun ada kekurangan P2RW semata-mata disebabkan faktor alam,” kata Indra. ‎ ‎Lebih jauh dia menjelaskan, volume pekerjaan sesuai hasil rembug warga adalah 250 meter. Namun realisasi di lapangan jauh lebih panjang yakni mencapai 500 meter. ‎ ‎”Tentu ini merupakan pencapaian yang menggembirakan. Swadaya masyarakat pun tidak kecil. Warga bahu membahu mensukseskan program pemerintah yang dinakhodai Wali Kota Ayep Zaki dan wakilnya Bobby Maulana,” terang dia. ‎ ‎Selain itu ada yang turun tangan membantu pekerjaan dan ada pula yang menyiapkan konsumsi. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing,” tambahnya. ‎ ‎Dia juga menepis rumor yang berkembang jika pekerjaan dilakukan secara serampangan. Alasan dia karena program ini menekankan pemberdayaan partisipatif dari warga oleh warga dan untuk warga. ‎ ‎”Semua tahapan sudah sesuai prosedur  dengan mengakomodir semua aspirasi warga tanpa terkecuali. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari,” tandasnya. ‎ ‎Di akhir pernyataannya di mengapresiasi semua pihak baik Pemkot Sukabumi dan jajaran di bawahnya juga warga masyarakat yang antusias mendukung dan mendorong program ini. ‎ ‎”Pertama kami mengucapkan terima kasih kepada pak wali kota, yang tetap berkomitmen untuk membangun sarana infrastruktur berbasis RW. Dengan program ini warga sangat terbantu untuk menunjang produktivitas,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi, Asep Japar menegaskan bahwa kemakmuran masjid memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia. ‎ ‎Hal itu disampaikan saat menghadiri Milad ke-8 Masjid Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Baiturrahman, di Kampung Cibogo, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Minggu (18/1/2026). ‎ ‎Dia menyatakan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk menjalankan ritual ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, sosial, dan kemasyarakatan. ‎ ‎”Masjid harus terus menjadi ruang dakwah, pendidikan keagamaan, serta penguatan nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” kata bupati. ‎ ‎Lebih dari itu dia juga mengapresiasi dimulainya pembangunan Pustu Baiturrahman sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan warga. ‎ ‎”Saya berharap fasilitas tersebut dapat mendorong terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang sehat dan sejahtera,” ujarnya. ‎ ‎Semangat gotong royong panitia, pengurus masjid, dan masyarakat dalam pembangunan Pustu kata dia, menjadi contoh sinergi positif antara masyarakat dan pemerintah. ‎ ‎Sementara itu, Ketua Panitia Milad Masjid Baiturrahman, Rudi Suharya, menyampaikan rangkaian kegiatan milad meliputi santunan anak yatim dan lansia, pengobatan gratis bagi sekitar 500 warga, pemberdayaan UMKM, pelayanan perizinan UMKM gratis, hingga peletakan batu pertama Pustu Baiturrahman. ‎ ‎Rudi menambahkan, setelah rampung dibangun, Pustu Baiturrahman akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk mendukung program satu desa satu dokter. ‎ ‎Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gegerbitung, yakni Dapur MBG Mubarokah dan SPPG Karang Jaya, atas kontribusi kemitraan dengan UMKM lokal. ‎Selain itu, turut dilakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada 20 anak yatim dan lansia, serta penyerahan Nomor Induk Berusaha dan sertifikat halal kepada pelaku UMKM. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, meminta agar penempatan tenaga kerja di luar negeri harus menggunakan jalur legal. Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. ‎ ‎Hal itu disampaikan dia saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor ke SMK PASIM Sukabumi Go Global, Sabtu (17/1/2026). ‎ ‎”Penempatan tenaga kerja harus melalui jalur resmi, berbasis pelatihan, serta mendapat pendampingan dari pemerintah daerah,” kata Ayep Zaki. ‎ ‎Kondisi Kota Sukabumi menuntut adanya terobosan kebijakan ketenagakerjaan yang membuka akses kerja lintas daerah hingga luar negeri, tambahnya. ‎ ‎Dia menambahkan, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional semata tetapi harus mengedepankan sinergitas antara semua pemangku kepentingan. ‎ ‎”Diperlukan penguatan kerja regional serta penempatan kerja migran yang terstruktur, legal, dan terlindungi sebagai solusi nyata bagi daerah dengan keterbatasan lapangan kerja industri,” ujarnya. ‎ ‎Ia menegaskan, pengangguran merupakan persoalan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. ‎ ‎Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). ‎ ‎Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga mengapresiasi peran PASIM yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan penempatan tenaga kerja. ‎ ‎“Program-program PASIM, termasuk pengembangan Migrant Center, sejalan dengan kebutuhan daerah. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung penuh upaya ini untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ujarnya. ‎ ‎Kunjungan kerja Wamenaker tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Nasional PASIM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, peresmian PASIM Training Center, serta penguatan Migrant Center sebagai pusat pelatihan dan persiapan tenaga kerja. ‎ ‎Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntandi, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Abdullah Qiqi Asmara. ‎ ‎Turut membersamai Pembina Yayasan PASIM Rinalwan Buchori, Ketua Yayasan PASIM Sukabumi Wati Purnaningrum, serta Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief. ‎ ‎Yayasan PASIM memaparkan bahwa program penempatan tenaga kerja yang dijalankan telah menjangkau Jepang, Jerman, sejumlah negara Eropa, Turki, hingga Timur Tengah, dengan fokus pada kesiapan kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran Indonesia. ‎ ‎Sementara itu Wamen Tenaga Kerja Afriansyah Noor mengapresiasi Yayasan Pendidikan PASIM yang telah berkontribusi dalam membuka peluang kerja lewat lembaga pendidikan yang dikelolanya. ‎ ‎”Kami sangat mengapresiasi Yayasan PASIM yang telah mengembangkan dunia pendidikan menjadi dunia kerja. Di mana pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan bisa memanfaatkan penempatan kerja khususnya di luar negeri,” ujarnya. ‎ ‎Saat ini lanjut dia, PASIM telah mengirimkan sebanyak 200 tenaga kerja ke Jepang. Negara jiran tersebut kata menteri sikapnya sangat bersahabat terhadap tenaga kerja Indonesia. “Negara mereka sangat terbuka dan bersahabat. Perlu diketahui gaji di sana besar,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam urusan kepedulian sosial terhadap sesama Bhayangkari Ranting Ciemas menjadi yang terdepan. Terlebih bagi korban bencana alam. ‎ ‎Salah satunya terhadap warga terdampak bencana di Kampung Kisohir, Desa Mekarsakati, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Kamis (15/1/2026) mereka menyalurkan bantuan paket sembako. ‎ ‎Kegiatan bhakti sosial tersebut dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai, didampingi langsung oleh Pembina Bhayangkari Ranting Ciemas yang juga Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, SH., MH., bersama anggota Polsek Ciemas. ‎ ‎Penyaluran bantuan difokuskan kepada warga yang terdampak banjir yang melanda wilayah Ranting Ciemas. Paket sembako diberikan sebagai bentuk kehadiran dan empati Bhayangkari dalam meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana alam. ‎ ‎Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya pada situasi darurat akibat bencana alam. ‎ ‎Menurutnya, sinergi antara Bhayangkari dan jajaran kepolisian menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat. ‎ ‎Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara aparat kepolisian dan warga. ‎ ‎Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Warga penerima bantuan menyambut baik kehadiran Bhayangkari dan jajaran Polsek Ciemas yang secara langsung turun ke lokasi terdampak. ‎ ‎Melalui kegiatan bhakti sosial ini, Bhayangkari Ranting Ciemas berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya pada saat menghadapi musibah, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat di wilayah Kecamatan Ciemas. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polsek Surade, Polres Sukabumi, Polda Jawa Barat, menyalurkan 50 zak semen kepada Madrasah Diniyah di lingkungan Pondok Pesantren Gustanularipin, Kampung Naringgul, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/1/2026). ‎ ‎Saat penyerahan bantuan tersebut Kapolsek Surade penyerahan Iptu didampingi tiga orang Ibu Bhayangkari. ‎ ‎Penyaluran bantuan tersebut kata Iptu Hendra sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan kembali sarana pendidikan keagamaan yang sebelumnya mengalami kerusakan berat. ‎ ‎”Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polsek Surade dalam mendukung keberlangsungan pendidikan para santri,” kata Iptu Hendra. ‎ ‎Menurutnya, peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. ‎ ‎Ia berharap bantuan material bangunan tersebut dapat membantu mempercepat proses pembangunan kembali Madrasah Diniyah yang roboh, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. ‎ ‎“Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para santri dan pengelola pesantren,” ujarnya. ‎ ‎Diketahui, Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Gustanularipin roboh total pada Minggu (11/1/2026) akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎Dugaan lain yang yang menyebabkan bangunan roboh dikarenakan kondisi bangunan yang sudah lapuk termakan usia. Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. ‎ ‎Sesepuh Pondok Pesantren Gustanularipin, Ahmad Mustopa, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Polsek Surade. ‎ ‎”Alhamdulillah, bantuan tersebut begitu berarti bagi pesantren yang tengah berupaya membangun kembali sarana pendidikan bagi para santri,” tuturnya. ‎ ‎Selain menyalurkan bantuan material, Polsek Surade menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah hukumnya. ‎ ‎Upaya ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan berdaya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai SDN 1 Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Kamis 15 Januari 2026. ‎ ‎Warga, relawan, dan unsur Forkopimcam Ciemas berkumpul dalam syukuran dan doa bersama menandai dibukanya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). ‎ ‎Kegiatan yang berlangsung pukul 10.20 hingga 11.50 WIB ini diinisiasi Ketua Yayasan Satria Prasada Sukabumi Bambang Jatnika Baroy bersama Kepala SPPG Cibenda Hirdi Fanola selaku penanggung jawab. ‎ ‎Dapur tersebut akan menjadi pusat distribusi makanan bergizi bagi siswa sekolah serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. ‎ ‎Bambang Jatnika Baroy menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. ‎ ‎”Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dengan standar gizi dan kebersihan yang terjaga,” kata Baroy, Kamis (15/1/2026). ‎ ‎Acara syukuran dipandu langsung oleh Camat Ciemas Usep Sepelita dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor. Hadir di antaranya Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja. ‎ ‎Hadir pula anggota Danramil 0622-15 Ciemas, Kepala Desa Cibenda Adi Rizwan, Bhabinkamtibmas Desa Cibenda, Ketua PGRI Kecamatan Ciemas Dasep, K3S Ciemas H Sujana, para kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta relawan dapur SPPG. ‎ ‎Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap program MBG. Isu pemenuhan gizi dinilai bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. ‎ ‎Kepala SPPG Cibenda Hirdi Fanola menjelaskan bahwa distribusi makanan melalui Dapur SPPG Cibenda telah mulai berjalan sejak Rabu 14 Januari 2026. ‎ ‎”Program ini diharapkan memberikan dampak langsung berupa peningkatan energi dan konsentrasi anak sekolah, serta manfaat jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya. ‎ ‎Apresiasi juga disampaikan Camat Ciemas Usep Sepelita dan Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja. Keduanya menilai dapur MBG sebagai investasi kesehatan masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya melalui sinergi semua pihak. ‎ ‎Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyatakan dukungan penuh terhadap pengelolaan dapur MBG. Ia berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi generasi muda dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Ciemas. ‎ ‎Dengan resminya Dapur MBG SPPG Cibenda, masyarakat berharap program ini dapat berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam membangun masa depan anak bangsa yang lebih sehat dan berkualitas. (Dicky)