SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, menilai kunjungan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, ke Sukabumi sebagai momentum strategis untuk memperkuat perjuangan partai di daerah, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekjen Hasto meresmikan kembali Klinik Waluya Sejati Abadi di Kota Sukabumi sebagai bentuk komitmen nyata partai dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada rakyat. “Alhamdulillah, di momen HUT PDI Perjuangan ini Pak Hasto sekaligus membuka kembali Klinik Waluya. Ini bukan sekadar peresmian, tetapi bagian dari perjuangan PDI Perjuangan untuk rakyat,” ujar Paoji, Minggu (25/1/2026). Paoji menegaskan, Klinik Waluya Sejati Abadi terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Klinik tersebut melayani pasien selama 24 jam dan tidak memungut biaya, meskipun saat ini belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. “Pintunya terbuka 24 jam, siapa pun boleh berobat dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya. Usai agenda di Kota Sukabumi, rombongan Sekjen PDIP melanjutkan kunjungan ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi. Menurut Paoji, kehadiran Hasto memberikan dorongan moral sekaligus penguatan strategi perjuangan bagi seluruh kader partai di daerah. Arahan DPP, lanjut dia, akan dijalankan secara tegak lurus oleh seluruh struktur partai, seiring target besar PDI Perjuangan di Kabupaten Sukabumi pada Pemilu 2029. “Insya Allah PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi tetap solid dan menargetkan sebelas kursi legislatif pada 2029,” ujarnya optimistis. Terkait dinamika politik nasional, Paoji menegaskan sikap tegas PDI Perjuangan yang menolak mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk konsistensi partai dalam menjaga hak demokrasi rakyat. “Pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat. Memilih lewat DPRD adalah bentuk perampasan hak demokrasi,” katanya. Ia optimistis, dengan terus turun ke tengah masyarakat dan menjaga kedekatan dengan rakyat, PDI Perjuangan akan mampu meraih kemenangan politik di Kabupaten Sukabumi. “Selama kami bersama rakyat dan berjuang untuk rakyat, Insya Allah PDI Perjuangan akan berhasil pada 2029,” ucapnya. Saat ini, PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi tengah melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, mulai dari DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Dalam waktu dekat, partai juga akan menggelar musyawarah anak cabang serta rekrutmen kepengurusan sesuai mekanisme partai. Menutup pernyataannya, Paoji menyampaikan doa di momen HUT PDI Perjuangan dan ulang tahun Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Semoga Ibu Megawati selalu sehat dan panjang umur, dan PDI Perjuangan terus menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, meresmikan Masjid Pondok Pesantren Sirojul Ummah yang berlokasi di Kampung Sunagar, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 24 Januari 2026. Peresmian dihadiri tokoh agama, pengurus pondok pesantren, para santri, serta masyarakat setempat. Kehadiran Wakil Bupati memiliki makna tersendiri karena sebelumnya ia juga turut hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut. Dalam sambutannya, H. Andreas mengapresiasi terwujudnya pembangunan masjid yang diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus sarana pembinaan keagamaan bagi santri dan masyarakat sekitar. Dia menambahkan, peran masjid sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan nilai kebersamaan. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat,” kata wabup. Dia berharap, Masjid Pondok Pesantren Sirojul Ummah membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua Yayasan Sirojul Ummah, Edi Sumarna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil, hingga pembangunan masjid dapat diselesaikan dan diresmikan. “Masjid ini adalah hasil kebersamaan dan kepedulian banyak pihak. Semoga menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi umat,” tutur Edi Sumarna. Acara peresmian turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IX Zainul Munascihin, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB Dadang Hermawan, Forkopimcam Surade, para kiai, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Peresmian Masjid Ponpes Sirojul Ummah ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan masjid secara resmi untuk kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi III dari Fraksi PKB, Dadang Hermawan, menghadiri peresmian Masjid Pondok Pesantren Sirojul Ummah di Kampung Sunagar, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Sabtu (24/1/2025). Kehadiran Dadang Hermawan yang juga menjabat sebagai Pembina Yayasan Sirojul Ummah menjadi wujud komitmen DPRD Kabupaten Sukabumi dalam mendukung penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren. Dadang menegaskan, masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan keilmuan. “Masjid di pesantren bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi santri,” ujarnya. Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Sukabumi terus mendukung pembangunan sarana keagamaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan masjid harus diiringi dengan upaya memakmurkannya melalui kegiatan keislaman yang berkelanjutan. Peresmian Masjid Ponpes Sirojul Ummah turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dan Anggota DPR RI Komisi IX Zainul Munasichin, yang secara simbolis menandai dimulainya pemanfaatan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan pesantren. Sementara itu, Ketua Ponpes Sirojul Ummah Edi Sumarna menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, khususnya DPRD Kabupaten Sukabumi, terhadap pembangunan masjid tersebut. Dengan diresmikannya masjid ini, diharapkan Masjid Ponpes Sirojul Ummah menjadi pusat pembinaan keagamaan, penguatan akhlak, serta perekat kebersamaan antara santri dan masyarakat Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, imbau warga untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ambruknya atap rumah warga akibat terjangan hujan lebat dan angin kencang. Demikian disampaikannya Kalak BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, saat meninjau peristiwa ambruknya bagian atap rumah warga di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Jumat (23/1/2026). “Saya mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan kondisi bangunan lama, agar rutin melakukan pengecekan struktur bangunan,” kata Yoseph. Dia menjelaskan, dalam melakukan penanganan bencana BPBD selalu mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). “Dalam proses penanganan bencana, BPBD telah melakukan seluruh prosedur penanganan awal sesuai standar operasional,” ucapnya. Tidak berhenti di situ, guna mengantisipasi bencana susulan, dia pihaknya terus menjalin berkoordinasi dengan unsur kewilayahan guna memastikan kondisi lokasi tetap aman serta memantau potensi risiko lanjutan. Upaya yang telah dilakukan BPBD Kota Sukabumi meliputi penerimaan laporan kejadian, koordinasi dengan aparat setempat, pelaksanaan assessment, serta pelaporan hasil kejadian kepada pimpinan. Unsur yang terlibat di lapangan antara lain BPBD Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Karangtengah, Babinsa Kelurahan Karangtengah, PKK, serta partisipasi warga sekitar. Situasi akhir di lokasi kejadian dilaporkan aman, assessment dinyatakan clear, dan BPBD Kota Sukabumi tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian serupa di wilayah lain. Salah satu faktor pemicu adalah cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir diperparah oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir. Kejadian bencana non alam tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jl. Ciseurwuh RT 01 RW 05, Kelurahan Karangtengah. Bagian rumah yang ambruk memiliki luas terdampak kurang lebih panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 2,5 meter. Laporan kejadian diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Kota Sukabumi pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 08.45 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung melakukan assessment dan penanganan awal di lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB. Berdasarkan hasil assessment di lapangan, penyebab ambruknya atap rumah disebabkan oleh kondisi bahan bangunan yang telah mengalami pelapukan cukup lama dan diperburuk oleh curah hujan tinggi. Rumah terdampak diketahui milik Adie Syaripudin dengan jumlah penghuni satu kepala keluarga atau tiga jiwa. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Sedangkan kerugian materiil serta tafsiran tingkat kerusakan hingga saat ini masih dalam proses penghitungan. (Usep)

  SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menerima dan berdialog langsung dengan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berstatus P3K Paruh Waktu di GOR Pemuda Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pendidik menyampaikan berbagai aspirasi secara terbuka yang disimak penuh perhatian oleh bupati. Mereka menyampaikan tuntutan mulai kenaikan gaji, perubahan status dari paruh waktu menjadi penuh waktu, hingga jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan. Asep Japar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru. “Guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa harus diiringi dengan perhatian dan kesejahteraan yang layak,” ujarnya. Dia menambahkan, pemerintah daerah juga tidak tinggal diam untuk memperjuangkan aspirasi para guru. “Saya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk melakukan koordinasi serta memperjuangkan aspirasi guru PPPK Paruh Waktu dengan pihak terkait di tingkat provinsi,” tandasnya. Dialog dan komunikasi yang terus terjalin ucapnya diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan para pendidik, khususnya guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Sukabumi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program unggulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Satu Truk Satu Kelurahan (Satsatlur), belum berjalan optimal. Penyebabnya, delapan armada truk pengangkut sampah mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi. Akibatnya, ratusan ton sampah per hari tidak terangkut maksimal, memicu penumpukan dan bau tidak sedap di sejumlah titik. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membenarkan kondisi tersebut. Ia memastikan perbaikan armada menjadi prioritas agar layanan pengangkutan kembali normal. “Benar, ada delapan truk dalam kondisi rusak. Saya sudah perintahkan agar segera diperbaiki secepatnya,” kata Bobby, Kamis (22/1/2026). Ia menegaskan, program Satsatlur dirancang untuk menuntaskan persoalan sampah di permukiman warga. Pemerintah berharap kendala armada dapat segera diatasi sehingga program berjalan sesuai target. Keluhan juga datang dari warga sekitar TPA Cikundul, tepatnya di Kampung Saluyu, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu. Warga mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab As’syari menyatakan, setiap hari sekitar 190 ton sampah masuk ke TPA Cikundul dengan tinggi timbunan mencapai sekitar 20 meter. “Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Pemkot perlu segera menindaklanjuti keluhan warga,” tegasnya. Rojab meminta Pemerintah Kota Sukabumi lebih fokus dan serius menangani persoalan sampah karena telah berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat. “Ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Harus ada langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan agar dampak lingkungan tidak semakin meluas,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman bersama unsur Forkopimda menerima kunjungan kerja Thomas Rajunio, Komandan Korem 061/Suryakancana, ke wilayah Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/1/2026). Penyambutan berlangsung khidmat di Markas Kodim 0622. Kunjungan tersebut menjadi agenda terakhir Danrem 061/Suryakancana dalam rangkaian kunjungan kerja ke seluruh Kodim di wilayah teritorialnya. Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 061/Suryakancana. Menurutnya, kehadiran pimpinan TNI di daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor. “Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan TNI, khususnya dalam upaya mitigasi bencana serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya. Ia menambahkan, sinergi yang solid menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geografis dan dinamika sosial di Kabupaten Sukabumi. Brigjen TNI Thomas Rajunio menjelaskan, kunjungan kerja ini bertujuan mempererat silaturahmi dengan prajurit TNI beserta keluarga, termasuk Persit, sekaligus meninjau langsung kondisi satuan, fasilitas, serta tantangan tugas kewilayahan. Ia menyoroti potensi besar Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian dan perikanan, yang harus diimbangi dengan pemahaman mendalam terhadap karakter geografis dan risiko kebencanaan. “Dari lima Kodim di jajaran Korem 061, Kodim 0622 termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari longsor, banjir, hingga potensi tsunami,” ujarnya. Meski menghadapi tantangan berat, Danrem menegaskan seluruh prajurit harus tetap menjalankan tugas dengan penuh semangat dan dedikasi. “Semakin berat tempat tugas, maka semakin besar nilai pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tegasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi H. Iwan Ridwan melakukan kunjungan kerja ke PT Perkebunan Cigembong Curugkembar, Rabu (21/1/2026). Kunjungan ini membuahkan hasil konkret dengan terurainya persoalan strategis terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) yang selama ini menjadi kendala di sektor perkebunan. Iwan menegaskan, kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting karena masih terdapat sejumlah perusahaan perkebunan di Kabupaten Sukabumi yang menghadapi hambatan administratif, mulai dari perpanjangan HGU hingga kewajiban pajak. “Komisi I tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mengedepankan pendekatan solutif dan berkelanjutan,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan teknis dipetakan secara komprehensif dan dirumuskan langkah penyelesaian yang menguntungkan semua pihak. Komisi I berkomitmen memperkuat pengawasan agar kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat kecil, sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi suksesnya reforma agraria. Dia menambahkan, penyelesaian HGU bukan sekadar urusan administratif, tetapi berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah, hari ini satu persoalan perizinan HGU perkebunan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. Ia berharap adanya penyisihan fasilitas sosial, fasilitas umum, serta sebagian lahan yang dapat diusahakan masyarakat sekitar mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sindangraja dan Kecamatan Curugkembar. Komisi I DPRD juga mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjalankan amanat Perpres Nomor 62 Tahun 2023 yang dijabarkan dalam Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 31 Tahun 2025 tentang tata cara pemberian rekomendasi perizinan. Sementara itu, jajaran direksi PT Perkebunan Cigembong menyatakan kesiapan penuh menuntaskan proses perpanjangan HGU pada tahun 2026, termasuk pemenuhan kewajiban perpajakan dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, Kepala Dinas Pertanian, perwakilan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, unsur Pemerintah Kecamatan Curugkembar, serta Kepala Desa Sindangraja. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini memperkuat sinergi legislatif, eksekutif, dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan agraria secara konstruktif. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – SMPN 5 Ciracap, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar syukuran rampungnya revitalisasi bangunan sekolah yang didanai bantuan pemerintah pusat, Rabu 21 Januari 2026. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung baru. Acara syukuran dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan penceramah Ustadz Abdul Aziz dari desa setempat. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh warga sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Sarana Prasarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Zetta Nusantara Putra, Kepala Sekolah Dadan Suherlan, Ketua Komite Sekolah Ikan Wikanta, tokoh masyarakat, tokoh agama, dewan guru, siswa-siswi, serta tamu undangan lainnya. Zetta Nusantara Putra menyampaikan bahwa revitalisasi tahun anggaran 2025 membawa perubahan signifikan, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan bangunan sekolah. “Kondisinya sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dulu bangunan cukup rentan, sekarang lebih aman dan nyaman,” ujarnya. Dia berharap motivasi siswa dan guru semakin meningkat serta lebih semangat dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Dia berpesan agar seluruh warga sekolah menjaga hasil revitalisasi, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan fasilitas. Sementara itu, Kepala Sekolah Dadan Suherlan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah atas dukungan revitalisasi sekolah dengan anggaran sekitar Rp676 juta. Di mana bantuan itu mencakup perbaikan tiga ruang kelas serta pembangunan satu ruang laboratorium. “Kami sangat bersyukur. Gedung yang lebih representatif ini menjadi harapan kami selama ini. Semoga dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta memotivasi guru dalam memberikan pengajaran terbaik,” ungkapnya. Dadan berharap ke depan ada dukungan lanjutan untuk penambahan ruang kelas lainnya seiring meningkatnya jumlah peserta didik. Ia juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi siswa SMPN 5 Ciracap yang berhasil meraih juara dua Gala Siswa Indonesia tingkat Kabupaten Sukabumi. Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Aziz mengajak seluruh warga sekolah menjaga amanah dengan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun serta meneladani kegigihan Nabi Muhammad SAW dalam menuntut ilmu. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, serta penampilan seni siswa sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya revitalisasi gedung sekolah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUS.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina, menyoal keseriusan pemerintah yang terkesan lamban dalam memperbaiki infrastruktur dasar bagi warga. Warga sudah tidak lagi mampu mengingat berapa kali tuntutan perbaikan jalan lingkungan disampaikan ke pemerintah. Namun faktanya, sudah disampaikan bertahun-tahun, jalan tesebut belum juga tersentuh pembangunan. Feri menilai, mekanisme birokrasi dan dan kajian serta perencanaan belum juga menjawab kebutuhan riil masyarakat. Pengaduan masyarakat (dumas) terus disampaikan warga lewat berbagai cara agar jalan lingkungan tersebut lekas diperbaiki. “Pada beberapa kesempatan, saya sering menerima aduan masyarakat terkait jalan rusak yang hingga kini belum ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Sukabumi melalui dinas terkait,” ujar Feri, Selasa (20/1/2026). Dia menegaskan seluruh prosedur formal telah ditempuh. Usulan disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Selain itu, aspirasi resmi saat reses DPRD, bahkan sejak akhir 2024. Namun hingga kini, realisasi belum terlihat. “Saya mengajukan hasil reses maupun usulan Musrenbang sejak akhir 2024. Seharusnya bisa dilaksanakan pada 2025, tetapi sekarang sudah 2026 dan belum terealisasi,” tegasnya. Kalau yang menjadi alasan hanya karena efisiensi anggaran kata dia, pemerintah bisa mengupayakan dengan berbagai cara. Menurut Feri, jika usulan masuk sejak 2024, maka semestinya sudah terakomodasi dalam anggaran 2025. Berlarutnya persoalan hingga 2026 dinilai mencerminkan kegagalan penentuan skala prioritas pembangunan. Feri juga mengingatkan dampak sosial dan keselamatan warga. Jalan lingkungan merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pembiaran jalan rusak berpotensi menurunkan kepercayaan publik sekaligus membahayakan keselamatan. Ia mendorong dinas terkait di lingkungan Pemkot Sukabumi untuk beralih dari tumpukan dokumen ke aksi nyata yang lebih proaktif. “Harapannya dinas terkait bisa lebih cepat menanggulangi dan merespons keluhan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kepentingan warga,” pungkasnya. (Usep)