SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kabar gembira datang dari MTs Al-Hasaniyyah Surade. Salah satu siswanya, Dhalfa Rukmana, berhasil melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 untuk mata pelajaran Matematika tingkat MTs. ‎Dhalfa, siswa kelas IX asal Kampung Cikondang, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, meraih tiket provinsi setelah bersaing ketat pada OMI tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar secara online di MTsN 2 Sukabumi pada Kamis, 11 September 2025. ‎Kepala MTs Al-Hasaniyyah, Teteh Rima, S.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi tersebut. ‎“Alhamdulillah, dari tiga siswa yang kami kirim, Dhalfa berhasil lolos ke tingkat provinsi. Meski dua rekannya, Nurun Nur Ayni (IPA) dan Neng Din Aisyil I (IPS), belum berhasil, kami tetap bangga atas perjuangan mereka,” ujarnya. ‎Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar mampu mengalahkan segala keterbatasan. “Kami sekolah sederhana, tapi dengan tekad dan kerja keras, anak-anak kami bisa bersaing hingga ke tingkat provinsi. Ini sangat membanggakan,” tutur Teteh Rima. ‎Pihak madrasah kini tengah mempersiapkan dukungan maksimal bagi Dhalfa, mulai dari pendampingan guru hingga motivasi dari orang tua dan pengawas madrasah. ‎“Harapan kami, Dhalfa bisa tampil percaya diri, meraih hasil terbaik, dan membawa nama baik madrasah serta Kabupaten Sukabumi di ajang OMI 2025,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, S.Si., menggelar reses ketiga Tahun Sidang 2025 di Kampung Sindanghayu 1, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kamis (18/9/2025). ‎Reses dihadiri Ketua BPD Desa Wanasari Aden, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Masyarakat tampak antusias menyampaikan aspirasi, keluhan, dan usulan terkait pembangunan di wilayah mereka. ‎“Terima kasih atas semangat warga yang hadir. Reses ini menjadi wadah penting bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Erpa. ‎Ia menyebut sejumlah usulan yang mengemuka, antara lain pembangunan Gedung Serba Guna (GSG), Kelompok Usaha Bersama (KUB), sumur bor, perbaikan infrastruktur pertanian, rehab majelis taklim, sarana Pendidikan Usia Dini (PAUD), program bedah rumah, dan peningkatan layanan kesehatan. Ketua BPD Wanasari, Aden, mengapresiasi forum reses ini. “Kami berharap usulan warga dapat ditindaklanjuti sehingga membawa perubahan positif dan menjadi contoh bagi desa lain,” katanya. ‎Sebagai bentuk dukungan, Erpa secara simbolis menyerahkan bantuan dana kepada ketua pemuda setempat untuk meratakan lapang futsal. ‎Selain menampung aspirasi, Erpa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai peran DPRD dalam pengawasan anggaran dan mendorong pembangunan yang merata. Hal ini penting agar masyarakat memahami proses penyaluran aspirasi hingga tahap realisasi. ‎Ia menegaskan, semua masukan akan dibawa ke pembahasan di tingkat DPRD dan menjadi bahan pokok pikiran (pokir) yang disampaikan kepada pemerintah daerah. “Kami berkomitmen memperjuangkan apa yang menjadi prioritas masyarakat,” tegasnya. ‎Erpa pun mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawasi pembangunan di desanya. Menurutnya, kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan DPRD menjadi kunci terwujudnya pembangunan yang adil dan berkelanjutan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Getaran mesin dan semangat persaudaraan akan kembali menggema di Cicurug. Club motor tertua di wilayah ini bersiap menggelar Anniversary ke-28, sebuah hajatan akbar. Perhelatan ini bukan hanya sekadar perayaan usia yang tergolong matang, tetapi juga momen mengikat kembali persaudaraan lintas generasi. ‎Ketua panitia M. Rivaldi mengatakan pelaksanan akan berlangsung pada Minggu (21/9/2025). Untuk itu dia memastikan persiapan sudah 99 persen rampung. “Tahun ini kami usung konsep sederhana tapi penuh makna. Kami ingin momen ini mengingatkan anggota tentang sejarah panjang club, bagaimana kami memulai dari nol hingga bertahan hampir tiga dekade,” ujarnya, Rabu (17/9/2025). ‎Rangkaian acara akan diisi doa bersama, napak tilas perjalanan club, ramah tamah, simbolis penanaman pohon di Gunung Salak Cidahu, hingga hiburan musik. ‎Para pendiri dan senior akan hadir memberi semangat dan mengenang masa-masa awal komunitas ini dibentuk. Seorang sesepuh club berpesan agar generasi muda tetap menjaga semangat kebersamaan. “Club ini lahir ketika komunitas motor belum seramai sekarang. Dua puluh delapan tahun ini adalah bukti bahwa solidaritas dan kekompakan bisa membuat kita tetap eksis,” katanya. ‎Tak hanya internal, club juga akan mengundang komunitas motor sahabat dari Sukabumi dan sekitarnya. Diharapkan, ajang ini memperkuat jaringan silaturahmi dan memperluas pertemanan antar riders. ‎Menariknya, perayaan ini tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga bernilai sosial. Sebagian hasil penjualan merchandise akan disalurkan untuk santunan anak yatim dan bantuan warga sekitar. “Anniversary ini harus membawa manfaat, tidak hanya bagi anggota, tapi juga untuk masyarakat,” tegas Ketua YMC Lili Sasmita. Panitia juga akan mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan di jalan. ‎“Kami ingin menjadi contoh bahwa komunitas motor bisa solid, tertib, dan peduli keselamatan. Ride with pride, ride with respect,” tambah Rivaldi. Selain itu, club berencana memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan program regenerasi anggota, agar komunitas tetap segar dan relevan di era digital. “Anak muda sekarang harus punya tempat untuk menyalurkan hobi motor dengan cara yang positif,” ujar salah satu pengurus muda. ‎Dengan semangat 28 tahun, perayaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas motor lain. “Jangan hanya jago di jalan, tapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Itulah makna brotherhood sesungguhnya,” tutup Lili. (Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menghadiri Perayaan Syukur 25 dan 40 Tahun Profesi Religius Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi (SFS) yang digelar di Ruang Rapat Santa Lidwina, Jl. Rumah Sakit No. 3 Kota Sukabumi, Rabu (17/9/2025). ‎Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya merawat kerukunan antarumat beragama. ‎“Sebagai Wali Kota, saya ingin kita semua merangkul keberagaman yang ada di Kota Sukabumi. Mari bersama-sama berdoa untuk kebaikan kota ini. Jika Sukabumi damai, kesejahteraan dan kemakmuran akan mengikuti,” ujarnya. ‎Ayep Zaki juga memberikan apresiasi khusus kepada Suster Fransiskan Sukabumi yang telah mengabdi selama 93 tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, keberadaan para suster merupakan aset berharga bagi Kota Sukabumi, sebagaimana tempat-tempat bersejarah lainnya. Suster Maksi Miliana Tarigan SFS, selaku Ekonom Bendahara SFS, menjelaskan bahwa profesi syukur merupakan momen bagi para suster yang memilih hidup membiara seumur hidup untuk mengabdikan diri bagi masyarakat. “Kongregasi kami telah hadir di Sukabumi sejak 1932, awalnya melayani di RS Santa Lidwina yang kini menjadi RSUD Syamsudin SH. Kini karya kami berkembang, tidak hanya di Sukabumi tetapi juga di Kalimantan dan Jawa Tengah,” paparnya. ‎Ia menambahkan, sekitar 200 suster hadir dalam perayaan tersebut, termasuk yang datang dari Jawa Tengah, Bogor, Cipanas, dan daerah lain. Beberapa romo dari berbagai wilayah seperti Seragen, Bogor, dan Cipanas juga turut hadir. ‎Suster Maksi berharap momentum ini memperkuat kerukunan antarumat beragama di Sukabumi. “Kerukunan menjadi pancaran dalam pelayanan kami, termasuk untuk para lansia yang kami layani di Jalan Veteran serta sekolah-sekolah yang kami kelola seperti Sekolah Mardi Waluya,” tutupnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Penegakan hukum di Kota Sukabumi kembali memanas. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi menegaskan komitmen menuntaskan dua perkara penting dugaan korupsi pengelolaan Pasar Gudang dan penyalahgunaan retribusi tempat wisata. ‎Kepala Kejari Kota Sukabumi, Ade Hermawan, memastikan keduanya sudah masuk tahap penyidikan. ‎“Untuk Pasar Gudang, saksi dan ahli sudah diperiksa. Kerugian negara sedang dihitung dan kami targetkan penyidikan ini cepat rampung,” tegas Ade, Rabu (17/9/2025). ‎Ia menjelaskan kerja sama antara pengelola pasar dan koperasi menjadi fokus penyidikan karena diduga merugikan keuangan negara. ‎“Kami serius mengawal proses ini agar tidak berlarut-larut,” tambahnya. ‎Di sisi lain, tim penyidik juga memeriksa penggunaan retribusi wisata yang dikelola Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). ‎Sebanyak lima orang saksi telah dimintai keterangan, dan perhitungan potensi kerugian negara sedang berlangsung. ‎Langkah cepat Kejari mendapat sambutan dari aktivis lokal. Mereka menilai penyelesaian kasus ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik. “Masyarakat menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji. Kasus Pasar Gudang sudah terlalu lama jadi bola panas. Saatnya ada kepastian hukum,” ujar E. Rohman dari LSM Palapa Cakti. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pasar Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (17/9/2025) sekira pukul 01.00 WIB alami kebakaran hebat. Sedikitnya 15 kios terdampak. Saat peristiwa terjadi dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Akibat kebakaran tersebut pada pedangang ditaksir mengalami sekitar Rp 5 miliar. Satu unit gudang sembako Mandiri Jaya tidak luput dari musibah kebakaran tersebut. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan pemilik kios lainnya. ‎Beruntung kobaran api tak merambat ke kios lainnya. Namun sedikitnya 15 kios terdampak, dan para pemiliknya berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Empat unit mobil Damkar dari Pos I Palabuhanratu, Pos X Jampangkulon, Pos XI Surade, dan Pos XII Ciemas, yang tiba dilokasi kejadian sekitar pukul 01.15 WIB berhasil memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 4, 5 jam.  Banyaknya material plastik dan barang mudah terbakar menyebabkan proses pendinginan berlangsung lama. Komandan Pos XI Damkar Surade, Widy Sukardi mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB titik api sudah membesar dari dalam gudang Sembako. Sementara  penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. ” Kami belum bisa memastikan penyebabnya, ” ujar Widy kepada BIDIK-KASUSNEWS.COM. ‎Dikonfirmasi di lokasi terjadi pemilik gedung sembako, H. Supardi ( 41 ) menuturkan, musibah terjadi pada pukul 20.30 WIB dirinya sempat datang ke gudang sembako untuk memastikan keamanan gudang sembako miliknya. ‎”Saya rutin setiap malam selalu memeriksa ke sini. Dan listrik di gudang ini setiap malampun selalu saya matikan ‎sebelum pergi ke acara pengajian saya pun sempat datang kesini, ” ujarnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat strategi pemerataan ekonomi melalui transparansi dan pemetaan perputaran dana di tingkat kelurahan. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan langkah ini penting agar stimulus ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat. ‎“Kita harus tahu berapa dana yang berputar, baik dari APBD maupun non-APBD, sehingga dampaknya nyata di masyarakat,” tegas Ayep, Selasa (16/9/2025). Tahun 2026, Pemkot mengalokasikan Rp89 miliar dari APBD untuk program-program intensif masyarakat. ‎Dana tersebut diperkuat oleh sumber non-APBD seperti BAZNAS, CSR, Koperasi Merah Putih, MBG, hingga pengelolaan wakaf. Program wakaf saat ini sudah berjalan di dua kecamatan dan ditargetkan menjangkau kelurahan hingga RT/RW. ‎“Kalau ini terus bergulir, akan muncul dampak positif bagi pembangunan dan penguatan ekonomi di akar rumput,” ujar Ayep. Ia optimistis program ini akan mempersempit ketimpangan sosial dan mulai menunjukkan hasil dalam tiga tahun ke depan. Sebagai tindak lanjut, Kelurahan Babakan menjadi salah satu contoh pelaksana program pemberdayaan melalui dana kelurahan (Dankel) 2025. Kegiatan dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Susyana, RT/RW, serta Karang Taruna. ‎Lurah Babakan, Burhanudin, menyebut pihaknya telah menyalurkan perlengkapan kerja seperti sepatu both, jas hujan, dan alat tambal ban beserta kompresor untuk mendukung kegiatan produktif Karang Taruna. ‎Selain itu, forum ini juga membahas pembentukan Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menangani persoalan sampah. ‎Burhanudin mengingatkan warga untuk mematuhi Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah. “Pembuangan sampah dijadwalkan pukul 16.00 hingga 06.00 pagi. ‎Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakarnya, dan tidak membuang ke sungai,” katanya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Erpa Aris Purnama, S.Si, menggelar reses ketiga masa sidang 2025 di Kampung Cisaat RT 005 RW 002, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Selasa (16/9/2025). ‎Kegiatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan pembangunan desa. Semua masukan tersebut akan dihimpun menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. ‎“Sebagai wakil rakyat, kami berkomitmen menjaring aspirasi masyarakat secara optimal agar Pokir benar-benar mewakili kebutuhan riil warga, khususnya di Dapil VI,” ujar Erpa. ‎Ia menambahkan, mayoritas keluhan warga yang diserap dalam reses kali ini berkaitan dengan perbaikan saluran irigasi yang rusak dan mengganggu aktivitas para petani. ‎“Melalui reses ini, aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan agar dapat diakomodir dan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya. ‎Legislator PKS ini menegaskan, reses menjadi momen penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama. ‎“Kami selalu siap melayani masyarakat dengan setulus hati. Semua usulan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas,” tandasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dua unit rumah milik Pupud dan Iceu Warga Jalan Pemuda Warkop 46 Gang M. Ojo RT 01 RW RW 07 Kelurahan Citamiang Kecamatan Cintamiang Kota Sukabumi ketiban longsor karena curah hujan tinggi. ‎Lurah Citamiang Dorry menjelaskan, TPT yang ambrol yang menimpa rumah milik Pupud Budiman dan Itje Sukminaningrat terjadi pada Rabu (11/9/2025) sekitar pukul 12 siang. Beruntung saat kejadian penghuni rumah sedang tidak ada di tempat. ‎Pasca kejadian, dia langsung bersurat ke dinas dan instansi terkait seperti ke Dinsos, BPBD dan PUTR. Dia menambahkan, koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. ‎”Setelah cek lokasi, saya sampai surat ke sejumlah dinas terkait untuk mempermudah koordinasi. Hari ini semua stakeholder bahu membahu melakukan evakuasi material reruntuhan TPT,” kata dia, Selasa (16/9/2025). ‎Lebih lanjut Dorry mengatakan, tanah TPT  yang roboh merupakan milik perorangan. Kedua pihak baik pemilik lahan maupun rumah yang tertimpa longsor sepakat menempuh jalur mediasi. ‎” Hari itu juga kita melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Alhamdulillah semua bisa diselesaikan secara musyawarah dan pemilik tanah bersedia untuk memperbaiki rumah yang terkena bencana,” tuturnya. ‎Senada dengan Dorry Sekretaris RW 07 Sukma mengatakan, kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam. Intensitas hujan yang cukup lama ujarnya, diduga menjadi penyebab tembok penahanan tebing itu ambrol. ‎”Ini murni semata-mata  faktor alam. Jadi jangan saling menyalahkan satu sama lain. Sekarang kami bersama unsur pemerintah kelurahan, Forkopimcam bersama Tagana, PUTR dan BPBD fokus mengevakuasi marerial longsor,” kata dia. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan tekadnya menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai sumber kekuatan ekonomi daerah, bukan beban anggaran. Selama memimpin, Ayep menemukan sebagian besar BUMD dan BLUD Kota Sukabumi masih merugi. Dari lima entitas RSUD Syamsudin, RSUD Al-Mulk, PDAM Tirta Bumi Wibawa, PD Waluya, dan BPR Kota Sukabumi hanya BPR yang konsisten mencatatkan laba. ‎Sementara yang lain membebani APBD dengan akumulasi kerugian Rp226 miliar sepanjang 2020–2024. Bahkan, modal PD Waluya tercatat minus. Namun sejak awal 2025, tren mulai berbalik. “Sampai Juli 2025 kita sudah surplus Rp4,4 miliar dan diproyeksikan tembus Rp15 miliar di akhir tahun. Ini bukti bahwa dengan strategi tepat, BUMD dan BLUD bisa bangkit,” ungkap Ayep Zaki, Senin (15/9/2025). ‎Ia menilai evaluasi kinerja tak cukup hanya melihat Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Laporan operasional, neraca, hingga laporan perubahan modal harus dijadikan dasar perbaikan. ‎“Kalau semua laporan dimanfaatkan, pertumbuhan bisa seimbang: pelayanan publik terjaga, SDM berkembang, dan bisnis ikut tumbuh,” jelasnya. Ayep juga mendorong setiap BUMD dan BLUD punya tanggung jawab sosial yang nyata melalui Corporate Social Responsibility (CSR), seperti membantu iuran BPJS, program penanggulangan stunting, hingga bedah rumah. Program itu ditopang konsep Three Winning, Winning System, Winning Team, dan Winning Concept, sebagai tiang penguat strategi bisnis. Selain pembenahan sistem, Ayep menekankan pentingnya kepemimpinan yang kompeten. Ia menolak praktik kolusi, nepotisme, dan bagi-bagi jabatan. ‎“Tidak ada posisi di BUMD dan BLUD yang diisi keluarga saya. Kita butuh orang yang benar-benar mampu membawa perusahaan daerah bersaing,” tegasnya. Ayep mengibaratkan mengelola BUMD seperti memacu motor di lintasan balap. “Banyak yang bisa naik motor, tapi tidak semua mampu melaju di sirkuit dengan aman dan cepat. Begitu juga mengelola perusahaan daerah perlu keahlian, integritas, dan visi jelas,” pungkasnya. (Usep)