MAJALENGKA-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video di media sosial yang diduga memperlihatkan praktik penjualan obat sediaan farmasi tanpa izin edar di wilayah Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka. Langkah penyelidikan dilakukan pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB sebagai respons atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran obat-obatan ilegal oleh seorang pria yang diduga warga setempat. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Res Narkoba Sigit Purnomo menyampaikan, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Unit II Sat Res Narkoba yang dipimpin Ipda Aan Cunirwan segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan video yang beredar,” ujarnya, selasa (14/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial E.N. yang diduga berkaitan dengan video tersebut. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan serta penggeledahan, baik terhadap yang bersangkutan maupun di lokasi kejadian hingga ke tempat tinggalnya. Namun, dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti berupa obat-obatan seperti yang terlihat dalam video. Meski demikian, aparat tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat guna meningkatkan pengawasan di lingkungan masyarakat. Warga juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan serupa. Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sekaligus mencegah potensi peredaran obat-obatan ilegal di wilayah hukum Majalengka. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Media Infokowasi.com disambut hangat oleh berbagai kalangan. Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi hingga para pembaca, sebagai bentuk dukungan atas kiprah media tersebut dalam menyajikan informasi kepada publik, Selasa (14/4/2026). Di usia yang semakin matang, Infokowasi.com mengusung semangat “Terus Melangkah Memberi Informasi dan Komunikasi”. Komitmen ini ditegaskan sebagai upaya menjaga konsistensi dalam menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Pimpinan Redaksi Infokowasi.com, Yudi Suyudi, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang terus mengalir. Menurutnya, kepercayaan dari berbagai pihak menjadi energi penting untuk terus berinovasi dan menjaga integritas jurnalistik. “Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang. Di usia ke-7 ini, kami berkomitmen menjaga kualitas pemberitaan sekaligus memperkuat peran sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan berbagai pihak,” ujarnya. Sejumlah ucapan juga datang dari para pejabat daerah dan tokoh masyarakat, seperti Camat Cibadak Mulyadi, Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi Eka Nandang Nugraha, serta Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Asep Kurnadi. Mereka berharap Infokowasi.com terus tumbuh menjadi media yang kritis, solutif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. “Selamat HUT ke-7 Infokowasi.com. Semoga semakin maju dan tetap menjadi media terpercaya yang mampu menghadirkan informasi berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Asep Kurnadi. Dengan dukungan yang terus mengalir, Infokowasi.com diharapkan mampu memperkuat eksistensinya sebagai media lokal yang adaptif, profesional, dan berkontribusi dalam pembangunan informasi di daerah. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi tancap gas mempercepat perbaikan Jalan Gudang, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berisiko tinggi terhadap keselamatan. Tidak sekadar perbaikan biasa, proyek ini dilakukan secara menyeluruh dengan standar konstruksi yang ditingkatkan agar memberikan manfaat jangka panjang. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, turun langsung meninjau proses pengerjaan guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, langkah ini merupakan respons konkret pemerintah terhadap aspirasi warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan bergelombang dan rawan kecelakaan. Menurutnya, Jalan Gudang merupakan salah satu jalur vital dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya. Kondisi jalan yang tidak rata selama ini menjadi pemicu utama kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Karena itu, Pemkot memilih melakukan pembangunan ulang secara total, bukan lagi tambal sulam yang sifatnya sementara. “Perbaikan ini kita lakukan dengan standar tinggi. Jalan harus kuat, tahan lama, dan yang paling penting aman bagi masyarakat,” ujarnya saat peninjauan, Selasa (14/4/2026). Dalam pengerjaannya, jalan dibangun menggunakan beton K350 dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter. Spesifikasi ini dipilih untuk menjamin kekuatan struktur jalan dalam menghadapi beban kendaraan berat serta tingginya intensitas lalu lintas. Dengan metode tersebut, Jalan Gudang diharapkan tidak mudah rusak dan mampu digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 60 hingga 70 hari. Meski demikian, percepatan terus diupayakan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalisir. Pemerintah menyadari, selama masa konstruksi akan terjadi gangguan arus lalu lintas, termasuk potensi kemacetan di sekitar lokasi. “Kami memahami akan ada ketidaknyamanan. Untuk itu kami mohon maaf kepada masyarakat. Namun ini bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik ke depan,” tambahnya. Dari sisi pembiayaan, proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi, dengan fokus pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain perbaikan Jalan Gudang, Pemkot juga telah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur lain sebagai bagian dari prioritas pembangunan. Beberapa di antaranya meliputi perbaikan trotoar Jalan Bhayangkara, pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, penataan sejumlah ruas jalan, hingga pengembangan Gedung Aher. Bahkan, dalam rencana perubahan anggaran mendatang, pemerintah berencana mengalihkan sebagian anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum untuk memperkuat program perbaikan jalan yang dinilai lebih mendesak. Langkah ini menegaskan arah baru kebijakan pembangunan di Kota Sukabumi yang tidak lagi berorientasi pada perbaikan jangka pendek, melainkan pada kualitas dan keberlanjutan. Pemerintah ingin memastikan setiap ruas jalan yang dibangun benar-benar memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat nyata bagi masyarakat. Perbaikan Jalan Gudang pun diharapkan menjadi simbol perubahan tersebut—bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan secara serius, terukur, dan berpihak pada kebutuhan warga. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya penggerebekan terhadap puluhan warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan aktivitas siber ilegal di kawasan wisata Cimaja, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berujung tanpa hasil. Rupanya sebelum aparat tiba di lokasi, informasi diduga bocor dan para target telah lebih dulu meninggalkan tempat. Operasi tersebut menyasar sebuah penginapan, Grand Desa Resort Cimaja, yang sebelumnya diduga menjadi pusat aktivitas para WNA, mayoritas berasal dari China. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pergerakan aparat diduga telah terendus lebih awal. Hal itu terlihat dari kondisi lokasi yang sudah kosong saat tim melakukan pengecekan sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (14/4/2026). Suasana penginapan tampak lengang, berbeda dengan dugaan sebelumnya yang menyebut aktivitas cukup padat. Dari sekitar 10 kamar yang sempat ditempati, petugas hanya menemukan satu orang WNA yang tertinggal. Pria tersebut mengaku baru tiba dan tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh kelompok sebelumnya. Meski gagal mengamankan para terduga pelaku, aparat menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan. Sebuah mobil bak terbuka yang ditutup terpal kedapatan terparkir di area penginapan. Setelah diperiksa, di dalamnya berisi puluhan monitor dan perangkat komputer yang telah dikemas rapi. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai pusat operasi kejahatan digital. Penataan perangkat yang sudah siap angkut juga mengindikasikan adanya upaya evakuasi cepat sebelum penggerebekan dilakukan. Hingga kini, aparat masih menelusuri arah pelarian para WNA tersebut, termasuk kemungkinan jalur keluar dari kawasan pesisir Cimaja. Sementara itu, satu WNA yang diamankan beserta barang bukti kini masih dalam pemeriksaan oleh pihak imigrasi. Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat adanya indikasi praktik kejahatan siber lintas negara yang memanfaatkan kawasan wisata sebagai lokasi operasi terselubung. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi mengintensifkan edukasi hukum kepada pelajar melalui programSatpol PP Goes To School. Kali ini, sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) digelar di SMA Negeri 1 Surade, Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi Deni Yudoyono bersama jajaran, Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra serta unsur Forkopimcam lain serta pihak sekolah. Ratusan siswa dan dewan guru tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Perwakilan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Dr. Dikdik Supriyadi, menyampaikan materi yang menyoroti berbagai isu kedisiplinan remaja. Di antaranya pencegahan kenakalan remaja, bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, pentingnya tertib berlalu lintas, hingga kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diisi dialog interaktif. Para siswa diberi ruang untuk bertanya dan berdiskusi terkait penerapan aturan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah Hardika menilai program ini sangat relevan dalam membentuk karakter pelajar. Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut, siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum sejak dini. Senada, Kasat Pol PP Deni Yudoyono menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi langkah preventif dalam menekan potensi pelanggaran di kalangan remaja. Menurutnya, pelajar harus didorong menjadi agen perubahan dan pelopor ketertiban. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan tiga pelajar asal Kota Sukabumi yang sukses menembus panggung modeling nasional hingga internasional. Mereka adalah Nadia Putri Ramadhani, Rafa Elviana Supriatna, dan Aurin Julianti Tiga model cilik yang kini menjadi perhatian publik setelah tampil di ajang bergengsi di Bangkok dan Hanoi. Atas capaian tersebut, Ayep Zaki menyampaikan apresiasi langsung dalam pertemuan yang berlangsung hari ini. Ia menilai keberhasilan ketiganya menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersaing di level global. “Prestasi ini bukan hal biasa. Mereka sudah membawa nama Sukabumi ke panggung internasional,” ujar Ayep, Selasa (14/4/2026). Menurutnya, keberanian dan konsistensi menjadi kunci utama hingga ketiganya mampu tampil di luar negeri. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus membuka ruang agar ekosistem industri kreatif terutama modeling bisa berkembang lebih luas. Ia juga menegaskan pentingnya peran pembinaan sejak dini melalui sanggar-sanggar yang kini mulai tumbuh di Kota Sukabumi. Kehadiran wadah tersebut dinilai mampu mencetak bibit-bibit baru yang siap berkompetisi. “Jangan berhenti sampai di sini. Terus kejar prestasi dan tingkatkan kemampuan. Pemerintah siap mendukung,” tegasnya. Ketiga model cilik ini diketahui merupakan anak dari pasangan Ucup Supriatna dan Epi Sumanti. (Usep)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Upaya menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian terus didorong Pemerintah Kabupaten Kuningan. Hal itu ditegaskan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar saat membuka kegiatan Bazar Pangan Murah dan Segar di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kuningan bersama PDAU dan Rumah Tani ini menjadi langkah awal menuju pembentukan program “Rumah Sayur” yang tengah dipersiapkan dalam waktu dekat. Dalam sambutannya, Dian menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital sebagai penopang ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global. “Pertanian terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Ini sektor yang harus terus diperkuat,” ujarnya. Ia menjelaskan, bazar sayur bukan hanya berfungsi sebagai sarana distribusi pangan murah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal teknologi pertanian modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, Pemkab Kuningan juga menaruh perhatian pada standar kualitas hasil pertanian. Dengan pengelolaan yang baik, produk lokal diharapkan mampu bersaing di pasar dan memiliki daya serap yang tinggi. Dari sisi distribusi, program ini diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan menekan potensi lonjakan harga, sehingga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah. Pemkab Kuningan juga akan mengintegrasikan program ini dengan pembinaan petani, termasuk dukungan permodalan dan pendampingan melalui kolaborasi lintas pihak. Ke depan, konsep ini direncanakan berkembang menjadi pasar sayur yang lebih luas dan berkelanjutan. Bazar Sayur sendiri akan digelar rutin setiap Minggu pagi bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di kawasan pendopo. Produk yang ditawarkan dipastikan segar dengan harga lebih terjangkau karena telah melalui survei harga sebelumnya. “Masyarakat bisa olahraga sekaligus belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah,” kata Dian. Sementara itu, CEO Rumah Tani Nusantara, Bahtiar menambahkan bahwa program Rumah Sayur nantinya akan mengutamakan petani lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis daerah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kuningan. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Komitmen memberantas peredaran narkoba terus diperlihatkan jajaran Polres Sukabumi Kota. Sepanjang tiga bulan terakhir, aparat berhasil mengungkap puluhan kasus dan mengamankan puluhan pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran barang terlarang. Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 32 kasus berhasil ditindak dengan total 47 tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menyebutkan bahwa jenis narkotika sabu masih menjadi ancaman paling dominan di wilayah Sukabumi Kota. “Peredaran sabu masih cukup tinggi dan menjadi fokus utama penindakan kami,” ujarnya, Minggu (12/4/2026). Dalam operasi yang dilakukan, petugas turut mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya ratusan gram sabu, ganja kering, tanaman ganja, tembakau sintetis, hingga ribuan butir obat keras terbatas dan ratusan butir psikotropika. Menurutnya, langkah pemberantasan tidak hanya dilakukan melalui penangkapan, tetapi juga dibarengi dengan upaya pencegahan yang masif. Polisi aktif turun ke lapangan memberikan sosialisasi serta mengintensifkan patroli di titik-titik rawan. “Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk menjauhi narkoba dan berani melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan,” jelasnya. Ia pun mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba membawa dampak serius, tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga masa depan pelaku karena berhadapan dengan proses hukum yang panjang. Polres Sukabumi Kota menilai, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba. Dukungan informasi dari warga dinilai sangat membantu aparat dalam menekan ruang gerak para pelaku. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, kepolisian optimistis peredaran narkoba di wilayah Sukabumi Kota dapat ditekan secara signifikan. (Usep)

KUNINGAN-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Aparat Kepolisian Resor Kuningan mengungkap praktik kejahatan bermodus pengobatan spiritual yang dilakukan seorang pria berinisial AH (36). Pelaku diduga mencabuli lima orang korban dengan berpura-pura sebagai “orang pintar” yang mengaku mampu membersihkan aura negatif. Kapolres Kuningan, AKBP M. Ali Akbar, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan di kediaman pelaku di wilayah Kelurahan Kuningan pada Minggu, 5 April 2026. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dua hari kemudian. Menurut Kapolres, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat dengan menawarkan jasa pengobatan alternatif. Namun, praktik tersebut justru dijadikan kedok untuk melakukan pelecehan seksual. “Pelaku mengaku bisa mengobati dan membersihkan aura negatif korban. Padahal, itu hanya modus untuk melakukan tindakan asusila,” ujar Kapolres saat memberikan keterangan, Sabtu (11/4/2026). Dalam aksinya, pelaku diduga melakukan pencabulan dengan cara menyentuh bagian sensitif korban saat proses yang disebut sebagai “pengobatan”. Bahkan, tindakan tersebut dilakukan berulang kali terhadap para korban. Kasus ini mulai terkuak setelah salah satu korban dewasa berinisial A.S. (23) merasa curiga melihat dua anak berada di rumah pelaku. Setelah didesak, kedua anak tersebut mengaku telah mengalami pelecehan selama menjalani “pengobatan”. Dari hasil penyelidikan, polisi mencatat terdapat lima korban, terdiri dari tiga anak di bawah umur serta dua perempuan dewasa. Pemeriksaan oleh psikolog klinis menunjukkan para korban mengalami trauma dan ketakutan mendalam akibat peristiwa tersebut. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kuningan bersama sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban dan dokumen pendukung lainnya. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun. (Asep Rusliman)

CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP/LPK) Grand Wisata kembali menunjukkan konsistensinya dalam menyalurkan lulusan ke dunia kerja internasional melalui jalur resmi sesuai ketentuan pemerintah. Direktur LKP/LPK Grand Wisata, Ali Wardana, menyampaikan bahwa program penempatan kerja ke luar negeri ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sebelumnya. Para peserta yang diberangkatkan merupakan siswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, baik teknis maupun administratif. “Alhamdulillah, beberapa hari lalu alumni kami kembali diberangkatkan untuk berkarier di industri perhotelan di Turki. Ini melalui jalur resmi yang difasilitasi lembaga,” ujarnya, Sabtu (12/04). Dalam pemberangkatan kali ini, terdapat lima alumni yang berangkat secara bertahap. Tiga di antaranya telah lebih dulu berangkat pada 5 April 2026, yakni M. Zulkarnaen asal Bekasi, Iswara Mutiara Rasa asal Majalengka, serta Dafa Riskie Arkaan asal Purwokerto. Sementara dua lainnya, Abdi Syahguna asal Bekasi dan Nurwindi asal Majalengka, menyusul pada 6 April 2026. Kelima alumni tersebut merupakan lulusan pelatihan akhir tahun 2025. Mereka ditempatkan di sejumlah hotel internasional di Turki, menjadi bukti bahwa lulusan Grand Wisata mampu bersaing dan dipercaya oleh industri global. Ali Wardana menegaskan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam bidang perhotelan, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental menghadapi dunia kerja internasional. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri dengan menjunjung tinggi profesionalisme, disiplin, dan etos kerja. Program ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan berbagai mitra industri hospitality global di Turki. Selain memberikan pengalaman kerja internasional, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memperkuat citra tenaga kerja nasional di kancah global. Salah satu peserta, Nurwindi asal Majalengka, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak lembaga atas bimbingan yang diberikan. “Saya akan berusaha bekerja dengan maksimal dan menjaga nama baik Indonesia. Ini kesempatan besar untuk berkembang di lingkungan internasional,” ungkapnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemberangkatan ini menjadi bagian dari rangkaian penyaluran alumni Grand Wisata yang akan terus berlanjut seiring proses administrasi dan visa kerja yang diselesaikan secara bertahap. (Asep Rusliman)