SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Balai Kota Sukabumi, Kamis (25/9/2025), menjadi momentum Wali Kota H. Ayep Zaki menegaskan tekadnya membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dalam kesempatan itu, Ayep menghadirkan langsung pimpinan KPK Wilayah II Jawa Barat untuk memberikan arahan kepada jajaran Pemkot. Kehadiran KPK disebutnya sebagai langkah nyata memperkuat budaya antikorupsi. “Saya tahu ada yang gemetar ketika pimpinan KPK datang. Tapi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mempertegas komitmen dari pimpinan sampai staf,” ujarnya di hadapan peserta acara. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat dan Golkar, para kepala OPD, pimpinan pesantren, serta tokoh masyarakat. Ayep mengingatkan para ASN untuk menjauhi praktik manipulatif dan bekerja melayani masyarakat dengan integritas. “Kesalahan pasti ada, tetapi jangan sampai disengaja. Ingat, rakyat adalah raja dan kita hanya pelayan,” tegasnya. Ia juga mengaitkan momen Maulid Nabi dengan nilai-nilai kepemimpinan. “Sifat Nabi itu Sidik, Amanah, Fathanah, dan Tabligh harus menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan,” jelasnya. Msih kata dia, Pemkot Sukabumi sedang mewujudkan menjadi kota bercahaya, seperti Nabi yang membawa manusia dari gelap menuju cahaya. Menutup sambutannya, Ayep menegaskan masa pemerintahannya baru berjalan satu tahun dan masih akan terus berbenah. “Insya Allah pada tiga tahun kepemimpinan saya, 28 Februari 2028, kita rayakan syukuran seperti ini lagi. Bahkan perayaan kali ini pun murni inisiatif panitia, bukan saya,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Direktur Lembaga Wakaf Doa Bangsa, Entus Wahidin Abdul Quddus (Tus Wahid), mengajak masyarakat memahami wakaf uang sebagai instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. “Wakaf uang itu sama dengan wakaf tanah. Kata ‘wakaf’ adalah perbuatan hukumnya, sedangkan uang adalah objek yang diwakafkan,”ujar Tus Wahid, Kamis (25/9/2025). Dia menambahkan, wakaf uang berarti memisahkan sebagian harta berupa rupiah untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai syariah. Menurutnya, banyak yang salah kaprah menganggap wakaf hanya berupa tanah atau masjid. Padahal UU No. 41 Tahun 2004 dan PP No. 42 Tahun 2006 sudah memperluas objek wakaf menjadi tanah, bangunan, uang, logam mulia, hak cipta hingga hak sewa. “Jadi jangan berpikir wakaf hanya milik orang yang punya lahan luas. Siapa saja bisa berwakaf, bahkan mulai dari jumlah kecil,” tegasnya. Ia menekankan peran penting “nazhir” sebagai pengelola wakaf yang wajib profesional dan menjaga agar aset pokok tidak berkurang. “Nazhir itu garda terdepan dalam pengelolaan harta wakaf. Pokok wakaf tidak boleh dijual, diwariskan, atau dihibahkan. Hanya hasil pengelolaannya yang disalurkan kepada penerima manfaat,” jelasnya. Wakaf, lanjutnya, berbeda dengan zakat karena bersifat inklusif. “Siapa pun bisa jadi wakif, termasuk nonmuslim atau lembaga,” katanya. Khusus wakaf uang, nazhir harus bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan menerbitkan sertifikat. Minimal nilai wakaf yang disertifikatkan Rp1 juta, sementara nominal di bawahnya digabung menjadi wakaf kolektif. Tus Wahid mendorong pengelolaan wakaf dilakukan secara produktif, bukan hanya disimpan. Ia mencontohkan pengalaman di Kota Sukabumi ketika dana wakaf mencapai Rp231,5 juta, lalu ditempatkan dalam sukuk sehingga menghasilkan bagi hasil bulanan untuk membantu masyarakat. “Pokok wakaf tetap aman, tetapi manfaatnya mengalir terus-menerus. Wakaf uang bukan donasi yang habis dipakai, melainkan investasi abadi,” ujarnya penuh semangat. Potensi wakaf uang di Indonesia, kata Tus, sangat besar. Data Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan, potensi wakaf uang nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp180 triliun per tahun, namun realisasi pengumpulan masih di bawah 1%. “Artinya kita masih punya pekerjaan rumah besar untuk mengedukasi masyarakat,” kata Tus Wahid. Manfaat wakaf uang pun sangat luas. Hasil pengelolaan dapat diarahkan untuk membangun beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan UMKM, hingga pembangunan rumah layak huni. “Dengan konsep wakaf produktif, kita tidak hanya menolong sesaat, tapi menciptakan dampak jangka panjang,” tambahnya. Transparansi, lanjut Tus, menjadi kunci agar masyarakat percaya. Nazhir harus membuat laporan keuangan yang diaudit secara berkala. “Kepercayaan publik akan tumbuh jika laporan pengelolaan wakaf disampaikan terbuka sehingga wakif yakin hartanya benar-benar bermanfaat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi multipihak. Pemerintah, perbankan syariah, perguruan tinggi, dan komunitas filantropi perlu bekerja sama untuk mempercepat literasi wakaf uang. “Kita butuh gerakan bersama agar wakaf uang menjadi budaya, bukan hanya program sporadis,” tegasnya. Selain itu, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar. Saat ini tersedia platform dan aplikasi digital yang memudahkan masyarakat berwakaf mulai dari nominal kecil, bahkan menggunakan QRIS. “Generasi muda yang akrab dengan digital bisa berperan besar menggerakkan wakaf uang di Indonesia,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Tingkat Kwarcab Kabupaten Sukabumi di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (24/9/2025). “Setiap pramuka harus memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Itu harga mati,” tegasnya. Menurut Bupati, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama menghadapi derasnya arus digitalisasi. Karena itu, Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dan bertransformasi, termasuk memperbarui kurikulum dan pola pembinaan agar relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai organisasi pendidikan nonformal, lanjutnya, Pramuka memiliki peran penting membantu pemerintah dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter. “SDM unggul hanya bisa dibentuk melalui pendidikan karakter yang kuat. Pramuka hadir membentuk generasi berjiwa Pancasila, disiplin, bertanggung jawab, dan siap memimpin bangsa di masa depan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Bupati juga meluncurkan aplikasi Saktisandika (Sistem Akreditasi dan Data Potensi Satuan Pendidikan Pramuka) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan pramuka di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan turut diisi dengan penganugerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka, penyerahan bantuan, serta hadiah berbagai lomba. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepanikan melanda SMK Doa Bangsa Palabuhanratu, Rabu (24/9/2025), setelah puluhan siswanya mendadak jatuh sakit usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 32 siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga gatal-gatal. Enam di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, sementara dua lainnya ditangani di RS Polres Sukabumi. “Laporan pertama kami terima pukul 13.10 WIB. Tim kesehatan langsung turun ke lokasi. Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah hingga malam hari,” ungkap Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini Tresnawati. Insiden bermula ketika sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa siswa mulai mengeluh sakit setelah menyantap menu MBG berisi spageti bumbu ikan laut, nugget, wortel, jagung rebus, dan jeruk. Awalnya hanya enam siswa diobservasi di UKS, sebelum akhirnya dilarikan ke Klinik Polres untuk penanganan lebih lanjut. “Tim Surveilans Dinas Kesehatan dan Puskesmas bergerak cepat melakukan koordinasi, observasi tanda vital, serta pemberian obat, termasuk terapi infus bagi korban,” tambah Ade. Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak terkait kini menelusuri sumber dugaan keracunan untuk mencegah kasus serupa terulang. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah bengkel kendaraan bermotor di Kampung Ciawitali, RT 026/009, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut keterangan Kasi Pem Kecamatan Jampangkulon, Rusmaya, kebakaran terjadi saat Ibrahim Afandi sedang melakukan pengelasan besi. ”Percikan api mula-mula mengenai motor dengan tangki bensin bocor, sehingga api cepat merambat dan membakar bengkel,” ujarnya. Pemilik bengkel diketahui bernama Depik Hidayat (46), warga setempat. Peristiwa ini juga disaksikan Rizky (25) dari Kecamatan Surade dan Abom (32) dari Desa Ciparay. Akibat kebakaran, dua unit sepeda motor Honda Beat dan Honda CB – ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas telah mendatangi lokasi, menghubungi pemadam kebakaran, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan. Situasi saat ini dilaporkan aman. Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang. Namun karena api sudah membesar, sebagian warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang ada di sekitar bengkel agar tidak ikut terbakar. Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan pekerjaan yang berpotensi memicu percikan api di sekitar bahan mudah terbakar. Edukasi keselamatan kerja disebut penting agar kejadian serupa tidak terulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian dan memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kebakaran tersebut. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Anggota DPRD Kota Sukabumi H. Muchendra turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam Reses Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (24/9/2025). Kegiatan digelar di Masjid Nurul Amal, Kelurahan Nanggeleng, dan dihadiri Ketua DPC PPP Kota Sukabumi Hj. Ima Slamet serta perwakilan tiga OPD yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PUTR. Dihadapan ratusan warga yang hadir, Muchendra menjelaskan bahwa reses ini merupakan yang ketiga sejak dirinya dilantik pada September 2024 lalu. Reses pertama digelar di GOR Futsal Subangjaya, kedua di wilayah Nanggeleng RT 4 RW 11, dan kali ini ia kembali menyapa warga di basis pendukungnya. “Kehadiran OPD ini penting agar mereka mendengar langsung keluhan, usulan, dan kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami catat dan sampaikan kepada Wali Kota sebagai bahan pokir DPRD,” ujar Muchendra. Ia menegaskan aspirasi warga menjadi landasan penting bagi percepatan pembangunan. “Semakin banyak masukan, semakin cepat pula program pembangunan dapat direalisasikan,” tegasnya. Muchendra memastikan setiap aspirasi akan ditindaklanjuti. “Ini bukan hanya formalitas. Semua yang disampaikan bapak-ibu akan kami kawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya. Ketua DPC PPP Hj. Ima Slamet mengingatkan Muchendra untuk menjaga amanah sebagai wakil rakyat Dapil 1 Cikole–Citamiang. “Ini adalah daerah yang harus dipertanggungjawabkan. Harapan kami Pak Muchendra terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” katanya. Ima juga mengapresiasi format reses kali ini karena dihadiri langsung oleh tiga OPD. “Baru kali ini reses menghadirkan mitra kerja DPRD. Ini momentum penting agar warga bisa berdialog langsung dengan pemerintah,” ujarnya. Selain itu, Ima menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah mendukung Muchendra dan mengantarkan H. Ayep Zaki menjadi Wali Kota Sukabumi. “Semoga perjuangan kita memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tuturnya. Kegiatan reses berlangsung interaktif. Warga menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga normalisasi drainase. Semua masukan langsung dicatat oleh perwakilan OPD. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Polemik seputar program wakaf yang sempat mencuri perhatian publik di Kota Sukabumi akhirnya mendapat penjelasan tegas dan komprehensif. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Yudi Pebriansyah, menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan nadzir wakaf sepenuhnya sesuai aturan hukum yang berlaku. “Wakaf uang diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, PP Nomor 42 Tahun 2006, dan Peraturan BWI Nomor 1 Tahun 2020. Dana pokok wakaf tidak akan berkurang, karena yang disalurkan kepada mauquf alaih adalah hasil pengelolaannya. Konsep ini membuat wakaf uang menjadi dana abadi,” kata Yudi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/9/2025). Ia menjelaskan, wakaf merupakan urusan agama yang kewenangannya berada di pemerintah pusat. Hal ini sesuai Pasal 10 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan membuat regulasi substantif terkait wakaf, namun dapat berperan sebagai fasilitator melalui sosialisasi, mendorong partisipasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kerja sama antara Pemkot Sukabumi dengan YPPDB, menurut Yudi, dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2018 tentang kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Tujuannya kata dia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemenuhan pelayanan publik. Ruang lingkup kerja sama meliputi sosialisasi dan literasi wakaf uang, pengumpulan dana wakaf, hingga penyaluran hasil pengelolaan wakaf untuk kepentingan warga Kota Sukabumi. “Kerja sama ini bukan hanya soal pengumpulan dana, tetapi juga untuk memicu kesadaran masyarakat berwakaf secara sukarela, mendorong pembentukan nadzir-nadzir baru,”jelas Yudi. Dia juga akan memastikan hasil wakaf yang dikelola akan kembali ke warga Kota Sukabumi untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Langkah ini sejalan dengan program BWI Kota Sukabumi yang bersama Kemenag dan MUI mengumpulkan organisasi Islam untuk memperkuat kelembagaan nadzir. Pemkot mendukung penuh proses sertifikasi calon nadzir baru agar pengelolaan wakaf dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Yudi juga menegaskan bahwa isu konflik kepentingan tidak berdasar. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, telah resmi mengundurkan diri dari YPPDB sebelum dilantik sebagai kepala daerah. “Pengunduran diri tersebut sudah disahkan melalui akta perubahan, sehingga beliau tidak tercatat sebagai pengurus maupun pembina YPPDB,” tegasnya. Dengan penjelasan ini, Pemkot Sukabumi berharap polemik dapat disudahi dan masyarakat mendukung pengelolaan dana wakaf secara produktif. “Semakin tinggi literasi wakaf di masyarakat, semakin besar potensi dana sosial yang bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” kata Yudi. Ke depan, Pemkot berkomitmen memperkuat sinergi dengan BWI, Kemenag, dan organisasi masyarakat agar wakaf menjadi instrumen ekonomi umat yang berkelanjutan. Sosialisasi akan terus digencarkan hingga ke kelurahan, sekolah, dan majelis taklim. Selain itu, Pemkot akan mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk transparansi laporan pengelolaan wakaf sehingga masyarakat bisa memantau aliran dan hasil pemanfaatannya secara real time. Dengan demikian, kepercayaan publik diharapkan semakin meningkat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kontingen Kabupaten Sukabumi mencatat sejarah manis pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat XIV 2025. Cabang olahraga atletik menjadi penyumbang medali emas pertama sekaligus memecah kebuntuan perolehan medali. Atlet SMAN 1 Surade, Carissa Huwaidah, sukses meraih emas pada nomor tolak peluru. Tambahan medali perunggu disumbangkan Dirli Nugraha dari nomor lempar lembing. Kedua nomor ini dipertandingkan di Venue Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (23/9/2025). Sorak bangga mengiringi penampilan gemilang Carissa dan Dirli. Momen haru mewarnai podium ketika bendera Kabupaten Sukabumi dikibarkan, menandai awal manis perjuangan Sukabumi di ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Barat. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, S.Pd., M.Pd. melalui Wakasek Humas, Dian Wardiana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua atlet dan guru PJOK, Rami Paisal A.J., S.Pd. atas perjuangan mereka. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi SMAN 1 Surade, PASI, dan KONI Kabupaten Sukabumi. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Disbudpora Kabupaten Sukabumi yang terus memberikan dukungan,” ujarnya, Rabu (24/9/2025). Ketua PASI Kabupaten Sukabumi, Sukandar, S.Kom, berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus meningkatkan kemampuan. “Teruslah berlatih, berprestasi, dan menjadi inspirasi generasi muda. Kami targetkan hasil POPDA ini dapat memperkuat kontingen Sukabumi di BK Porprov 2025 dan Porprov Jabar 2026,” tegasnya. Pada POPDA Jabar XIV, cabor atletik Kabupaten Sukabumi mengoleksi dua medali emas dan satu perunggu. Hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional berikutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengunjungi PT Mersifarma Tirmaku Mercusana di Kecamatan Cikembar, Selasa (23/9/2025). Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi tentang dunia usaha dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi. Bupati Asep menegaskan, keberadaan industri farmasi memberi kontribusi besar bagi daerah. Salah satunya dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. “Penyerapan tenaga kerja menjadi fokus pemerintah daerah. Terima kasih kepada PT Mersifarma yang telah banyak menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya. Ia berharap perusahaan yang telah lama beroperasi di Sukabumi itu semakin berkembang. “Semoga usahanya makin maju dan pabriknya terus diperluas sehingga bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” kata Bupati. Presiden Direktur PT Mersifarma, F. Tirtokoesnadi, mengungkapkan perusahaannya mulai membangun pabrik di Sukabumi pada 1997 dan resmi beroperasi sejak tahun 2000. “Sudah 25 tahun kami berkontribusi di Sukabumi, dan customer utama kami adalah pemerintah,” jelasnya. Hingga kini, PT Mersifarma memiliki delapan pabrik yang memproduksi berbagai jenis obat. Seluruh proses produksi, kata Tirtokoesnadi, berada di bawah pengawasan ketat Kemenkes dan BPOM. “Produksi obat tidak bisa disatukan di satu pabrik, makanya kami memiliki delapan fasilitas produksi. Seiring dengan pertumbuhan usaha, kami berencana menambah pabrik baru. Semoga semua rencana itu bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman melantik Pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Pergantian Antar Waktu (PAW) 2025. Di saat yang sama juga dilakukan penyerahan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) 2025. Acara digelar di GOR Kadudampit, Selasa (23/9/2025). Dalam sambutannya, Kak Ade menegaskan pelantikan ini harus menjadi momentum untuk menumbuhkan energi positif baru dalam mengelola sumber daya gerakan pramuka di Kabupaten Sukabumi. “Gerakan Pramuka adalah wadah pembinaan kaum muda menjadi kader pembangunan bermoral Pancasila. Dengan berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma, pramuka harus mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membawa gerakan pramuka Sukabumi lebih maju dan memberikan hasil yang lebih baik. Selain pelantikan, Kwarcab juga menyerahkan 150 paket bantuan kepada masyarakat penerima manfaat. Acara ditutup dengan penganugerahan Medali Garuda kepada 1.500 anggota pramuka dari 47 kecamatan, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, hingga Penegak. (Dicky)