SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali digelorakan Komunitas Land Rover Sukabumi melalui gerakan sosial bertajuk “Pray for Cisolok”. ‎ ‎Aksi tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas untuk membantu warga di Kecamatan Cisolok yang tengah berjuang memulihkan diri pascabanjir bandang. ‎ ‎Ketua Komunitas Land Rover Sukabumi Peduli, H. Asep Suparwan, mengatakan bahwa bencana yang melanda beberapa kampung di Cisolok telah mengundang keprihatinan mendalam. ‎ ‎“Kami mengetuk hati warga Sukabumi untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Rencananya penyaluran sembako akan dilakukan pada Sabtu lusa,”ujarnya, Kamis (30/10/2025). ‎ ‎Menurut Asep, komunitas membuka layanan donasi bagi masyarakat luas yang ingin menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi paling parah terdampak bencana itu. ‎ ‎Nantinya posko Land Rover Sukabumi Peduli akan menjadi tempat pengumpulan donasi berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta dana tunai yang selanjutnya disalurkan langsung ke titik-titik terdampak bencana. ‎ ‎Lebih lanjut ia menjelaskan, daerah yang mengalami dampak cukup parah di antaranya Kampung Cikondang, Pamokoan, Langkob. ‎ ‎Lokasi lainnya yakni di Kampung Marinjung Hilir, Cipancur, Kampung Tugu, dan Cigoler. Sejumlah rumah warga rusak berat, akses jalan terputus, serta kebutuhan logistik mulai menipis. ‎ ‎Komunitas Land Rover Sukabumi sendiri dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial dan tanggap bencana di wilayah Jawa Barat. ‎ ‎Dengan kemampuan mobil off-road yang dimiliki para anggotanya, mereka kerap turun langsung menjangkau lokasi-lokasi sulit untuk menyalurkan bantuan. ‎ ‎“Bagi kami, kepedulian bukan hanya kata-kata. Kami berusaha hadir langsung di lapangan, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan,” tambah Asep. ‎ ‎Ia juga mengajak komunitas dan organisasi lain untuk bergandengan tangan demi mempercepat pemulihan di Cisolok. ‎ ‎Melalui gerakan Pray for Cisolok, Land Rover Sukabumi berharap solidaritas warga terus menyala. ‎ ‎Setiap donasi sekecil apa pun, kata Asep, akan sangat berarti bagi warga yang kini berjuang bangkit dari bencana. “Mari bersama kita jaga semangat kemanusiaan ini tetap hidup,” tutupnya. (Usep)

CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Praktik yang menghebohkan kembali mencuat dari industri makanan ringan. Produk snack yang diproduksi oleh perusahaan berinisial PT SJ berlokasi di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diduga menyertakan uang kertas asli di dalam kemasan sebagai “hadiah kejutan”. ‎ ‎Fenomena ini menuai sorotan publi bukan hanya karena dianggap tidak mendidik, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan bagi konsumen, terutama anak-anak. ‎ ‎Uang kertas dikenal sebagai media perpindahan kuman dan virus yang sangat tinggi. Berbagai riset kesehatan menyebut setiap lembar uang dapat mengandung ribuan mikroorganisme seperti E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella. ‎ ‎Jika benda tersebut dimasukkan ke produk pangan tanpa proses sterilisasi, risiko kontaminasi dan gangguan pencernaan bisa meningkat. ‎ ‎“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk pembiaran terhadap potensi bahaya kesehatan masyarakat,” ‎ujar dr. Hendra Wijaya, M.Kes, praktisi kesehatan lingkungan di Cirebon, Kamis (30/10/2025). ‎ ‎Uang itu benda kotor. Tidak ada alasan rasional memasukkannya ke makanan, apalagi untuk anak-anak, tambahnya. ‎ ‎Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, produsen dilarang menambahkan benda asing yang bukan bahan pangan ke dalam produk olahan. ‎ ‎Selain itu, Pasal 86 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan juga melarang perlakuan terhadap pangan yang dapat menimbulkan kontaminasi atau membahayakan kesehatan manusia. ‎ ‎“Praktik semacam ini berpotensi melanggar standar keamanan pangan,” ‎tegas Ir. R. Dwi Hartanto, pengamat industri pangan dan mantan auditor BPOM Jawa Barat. ‎ ‎BPOM dapat melakukan evaluasi hingga pencabutan izin edar bila ditemukan unsur kesengajaan. ‎ ‎Dari sisi kehalalan, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip halalan-thayyiban. ‎ ‎Menurut Peraturan BPJPH Nomor 26 Tahun 2019, kehalalan produk mencakup juga aspek kebersihan dan keamanan dalam proses penanganannya. ‎ ‎”Uang yang berpindah tangan tentu tidak suci dan tidak higienis. Bila bersentuhan langsung dengan makanan, produk itu tak lagi memenuhi unsur thayyib ujar KH. Ahmad Murtadho, anggota Komisi Fatwa MUI Kabupaten Cirebon. ‎ ‎”Ini bukan soal hadiah, melainkan soal kesucian dan tanggung jawab moral produsen.” ‎ ‎Publik kini menantikan penjelasan resmi dari manajemen PT SJ terkait temuan ini. ‎Apabila benar ada praktik penyelipan uang dalam makanan, lembaga pengawas seperti BPOM, MUI, dan Satgas Pangan Polri didesak segera turun tangan menelusuri proses produksinya. ‎ ‎“Kami minta ada evaluasi cepat agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” ‎ujar Nurul Aini, S.Pd, aktivis Perempuan Peduli Pangan Aman (P3A) Cirebon. ‎ ‎Tren “hadiah uang di ciki” mungkin tampak menarik, tapi di baliknya tersembunyi risiko serius terhadap kesehatan dan moralitas industri pangan. ‎Apalagi jika dilakukan tanpa izin BPOM dan tanpa pengawasan sertifikasi halal ulang. ‎ ‎Anak-anak sebagai konsumen utama produk semacam ini tidak memahami bahaya yang mengintai, sementara orang tua mempercayai bahwa setiap makanan kemasan telah melewati pengawasan ketat. ‎ ‎Kini, bola ada di tangan otoritas. ‎Apakah mereka akan bergerak cepat menegakkan aturan, atau membiarkan praktik berisiko ini terus berlangsung? (Tim)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi, Polres Sukabumi menggelar kegiatan bakti sosial di lokasi pengungsian korban banjir bandang yang berlokasi di Eks SDN Sukawayana, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/10/2025). ‎ ‎Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran pejabat utama Polres Sukabumi, Kapolsek Cikakak, pengurus Bhayangkari Ranting Cikakak, serta perangkat desa dan unsur masyarakat setempat. ‎Dalam kunjungan itu, Kapolres dan rombongan meninjau kondisi para pengungsi, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan puluhan paket sembako bagi warga terdampak bencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian. ‎ ‎Usai menyerahkan bantuan, jajaran Polres juga meninjau beberapa rumah warga yang rusak akibat banjir bandang, sekaligus memantau kondisi Sungai Sukawayana yang menjadi salah satu titik rawan bencana di wilayah tersebut. ‎ ‎”Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami hadir bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat dalam keadaan aman dan sehat,” ujar AKBP Dr. Samian di lokasi kegiatan. ‎ ‎Kapolres menegaskan bahwa Polres Sukabumi akan terus bersinergi dengan BPBD dan Basarnas Kabupaten Sukabumi dalam penanganan pascabencana, termasuk membersihkan material tanah dan puing-puing yang menumpuk di sekitar wilayah terdampak. ‎ ‎“Kami terus berupaya bersama BPBD dan Basarnas membantu warga dalam proses pemulihan pasca banjir bandang ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi motivasi untuk bangkit kembali,” tambahnya. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Desa Cisolok Hedi Sunardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan moral yang diberikan oleh jajaran Polres Sukabumi. ‎ ‎“Kami mewakili warga Desa Cisolok dan sekitarnya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sukabumi beserta jajarannya yang telah turun langsung memberikan bantuan dan semangat kepada warga kami. Kehadiran Polres Sukabumi di tengah masyarakat benar-benar membawa harapan baru bagi para korban,” ujarnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi memulai langkah nyata menuju kota yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak melalui perintisan Kelurahan Ramah Perempuan dan Anak (KRPA) Kelurahan Selabatu. ‎ ‎Program ini menjadi pionir sekaligus gerakan awal untuk membangun lingkungan sosial yang peduli dan bebas kekerasan. ‎ ‎Kegiatan sosialisasi perdana yang diikuti sekitar 80 peserta terdiri dari kader posyandu, pengurus RW/RT, dan tokoh masyarakat menandai dimulainya upaya kolektif membentuk sistem perlindungan di tingkat akar rumput. ‎ ‎Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, menuturkan, pembentukan KRPA merupakan bentuk komitmen Pemkot dalam memperkuat pondasi sosial yang berpihak pada perempuan dan anak. ‎ ‎“Kita mulai dari satu titik, dari Selabatu. Harapannya, masyarakat bisa menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan peduli,” ujarnya, Rabu (29/10/2025). ‎ ‎Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan arahan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sosial agar perempuan dan anak benar-benar merasa terlindungi di lingkungannya. ‎ ‎“KRPA bukan sekadar label. Tujuannya perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Yadi. ‎ ‎Ke depan, Pemkot Sukabumi menargetkan pengembangan KRPA di seluruh 33 kelurahan secara bertahap. Selabatu akan menjadi model awal yang diuji efektivitasnya sebelum diterapkan di wilayah lain. ‎ ‎Apresiasi juga datang dari Ketua KNPI Kota Sukabumi, H. Aun (Nurul Jaman Jadi), yang menilai program ini sebagai langkah progresif di momen Hari Sumpah Pemuda. ‎ ‎“Pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap kelompok rentan. Kehadiran layanan aduan yang mudah diakses juga bentuk nyata keberpihakan,” katanya. ‎ ‎Sementara itu, Kia Prolita, istri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, menilai keberhasilan gerakan ini bergantung pada kolaborasi lintas organisasi dan komunitas. ‎ ‎“Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada sinergi semua pihak,” ujarnya. ‎ ‎Melalui KRPA, Pemkot Sukabumi berharap lahir kesadaran bersama bahwa lingkungan yang aman dan inklusif berawal dari masyarakat sendiri menjadikan setiap kelurahan ruang tumbuh yang nyaman, ramah, dan bahagia bagi seluruh warga. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurus Karang Taruna Kecamatan Surade merasa tersinggung dengan sikap Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi yang dinilai mengecilkan peran mereka dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pengurus Karang Taruna Tingkat Desa se-Kecamatan Surade, Rabu (29/10/2025). ‎Ketua Karang Taruna Kecamatan Surade, Ujang Supardi atau yang akrab disapa Sudang, menyayangkan sikap Dinsos yang tidak melibatkan pihaknya dalam kegiatan tersebut, padahal peran Karang Taruna Kecamatan dianggap penting dalam pembinaan hingga koordinasi di tingkat desa. ‎“Terbentuknya Karang Taruna di setiap desa itu ada tahapan-tahapannya, mulai dari kabupaten, kecamatan, sampai desa. Tapi dalam kegiatan ini kami sama sekali tidak dilibatkan, bahkan setelah acara pun tidak ada ucapan terima kasih,” ujar Sudang dengan nada kecewa. ‎Menurutnya, penghargaan sekecil apapun terhadap peran Karang Taruna Kecamatan merupakan bentuk pengakuan terhadap struktur dan kerja pembinaan yang sudah berjalan. “Minimal kami diberi ruang, atau setidaknya diakui keberadaannya,” tambahnya. ‎Camat Surade, Unang Suryana, turut menanggapi hal tersebut. Ia menyampaikan keprihatinan dan berharap ke depan Karang Taruna Kecamatan bisa dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan serupa. ‎“Tanpa dukungan Karang Taruna Kecamatan, sulit rasanya kegiatan di tingkat desa bisa terlaksana dengan baik. Kami sudah menyediakan tempat dan fasilitas, mestinya ada ucapan terima kasih setelah acara,” kata Unang. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi Ns. Asep Arifin, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Surade Saepul Hidayat, dan unsur pemerintahan kecamatan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi mendorong peran aktif pemuda desa melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Karang Taruna Tingkat Desa se-Kecamatan Surade yang digelar di Aula Kecamatan Surade, Rabu (29/10/2025). ‎ ‎Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Sukabumi Ace Yusuf Friadi, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi Ns. Asep Arifin, dan Kepala Sentra Phalamarta Dian Bulan Sari. ‎ ‎Acara turut dihadiri Camat Surade Unang Suryana, TKSK Surade Saepul Hidayat, Ketua Karang Taruna Kecamatan Surade Ujang Supardi (Sudang), serta para ketua Karang Taruna Desa se-wilayah Kecamatan Surade. ‎Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Ns. Asep Arifin, menegaskan pentingnya peran Karang Taruna di desa sebagai motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat. ‎ ‎“Karang Taruna harus hadir dan memberi manfaat bagi warga. Pemuda desa perlu memiliki kepekaan sosial yang tinggi agar mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungannya,” ujarnya. ‎ ‎Ia juga mengajak pemuda di Kecamatan Surade yang terdiri dari 11 desa dan 1 kelurahan untuk menjadi pelopor gerakan sosial yang konsisten dan berkelanjutan. ‎ ‎“Kami ingin lahir generasi muda yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga punya semangat sosial tinggi demi kemajuan wilayahnya,” tambah Asep. ‎ ‎Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Sukabumi, Ace Yusuf Friadi, menilai Karang Taruna sebagai ujung tombak penyelenggaraan kesejahteraan sosial. ‎ ‎“Karang Taruna merupakan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan menjadi yang pertama tanggap terhadap berbagai persoalan sosial di lapangan,” ungkap Ace. ‎ ‎Ia menambahkan, pembinaan serupa akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan lainnya, seperti Gunungguruh, Jampangkulon, Ciemas, dan Warungkiara, guna memperkuat kolaborasi antar-Karang Taruna Desa di seluruh Kabupaten Sukabumi. ‎ ‎”Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun jejaring pemuda sosial yang aktif, kreatif, dan berkomitmen mewujudkan Sukabumi yang lebih sejahtera dan Mubarokah,” pungkasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi unsur Forkopimda dan Camat setempat. ‎ ‎Beberapa titik yang dikunjungi di antaranya Kampung Cisolok RT 03 RW 02 yang mengalami jembatan putus, Kampung Cigoler RT 03 RW 03 Desa Cisolok, Kampung Cikukulu RT 03 RW 04 Desa Cisolok. ‎ ‎Selain itu bupati juga mengunjungi Kampung Tugu RT 03 RW 03 Desa Cikahuripan, Kampung Gembol RT 01 RW 02 Desa Cikahuripan, serta Kampung Cilengo RT 03 RW 02 Desa Cikahuripan. ‎ ‎Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti penanganan di beberapa titik terdampak untuk meringankan beban warga. ‎ ‎“Sekarang sedang dilakukan asesmen di Desa Cisolok dan Desa Cikahuripan. Berdasarkan data sementara, sekitar 500 kepala keluarga terdampak. Kalau dibiarkan, kasihan masyarakat,” ujar Asep Japar. ‎ ‎Ia menambahkan, penanganan bencana akan dilakukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengingat sebagian wilayah sungai yang meluap merupakan kewenangan provinsi. ‎ ‎“Ini perlu koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat karena sungai yang meluap kewenangannya ada di provinsi. Pemerintah harus peka terhadap pembagian kewenangan agar penanganannya efektif,” tegasnya. ‎ ‎Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, kantor desa, dan rumah warga. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun telah menyiapkan dapur darurat di sekitar lokasi bencana. ‎ ‎“Saya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mencari tempat yang aman untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” pungkas Bupati. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana penuh semangat dan kebanggaan mewarnai Alun-Alun Desa Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/10/2025). ‎ ‎Dewan Pengurus Pusat (DPP) Jampang Tandang Makalangan (JTM) berkesempatan melantik dan mengukuhkan pengurus DPC JTM Kecamatan Cidolog. ‎ ‎Pelantikan berlangsung meriah namun tetap khidmat, dihadiri Camat Cidolog Ikhsan Muchlis Sani dan jajaran Forkopimcam, pengurus DPP JTM, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta berbagai tamu undangan. ‎ ‎Ketua Bidang OKK DPP JTM Rido Padilah Akbar memimpin langsung prosesi pelantikan, didampingi Panglima Jaga Raksa JTM Ustadz Yudi Pratama (Si Peci Merah) yang juga Ketua Perguruan Sapu Jagat Wilayah Pajampangan, serta Ketua Korwil JTM Sukabumi Timur Jalaludin (Kang Dodo) bersama wakilnya, Asep. ‎ ‎Sebelum prosesi pelantikan, acara diawali dengan persembahan budaya khas Pajampangan yakni seni Gondang oleh Ampih Anda dari Kampung Cicariu Saluyu, atraksi pencak silat, serta debus dari Surade. ‎ ‎Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Tatan dari Cidolog dan sambutan Camat Cidolog Ikhlas Muklis menambah khidmat suasana acara. ‎ ‎Ketua Umum DPP Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata memperkuat jati diri dan kebersamaan urang Jampang. ‎ ‎“Pengurus DPC harus bersinergi dengan berbagai pihak dan bangga memiliki lembaga sendiri. JTM adalah wadah persatuan dan penggerak kemajuan masyarakat Jampang,” tegas Hendra. ‎ ‎Ia juga mendorong agar pengurus DPC segera membentuk kepengurusan hingga tingkat desa atau DPAC, guna memperluas jangkauan dan memperkuat struktur organisasi di wilayah Pajampangan. ‎ ‎Adapun pengurus teras DPC JTM Kecamatan Cidolog yang baru dilantik yaitu Ketua H. Supyan Hermawan, S.E. Sekretaris: Iwan Pebrya Bendahara Abdulloh Ridwan, S.Pd. Selain itu, turut dikukuhkan Ketua Teja Arum beserta jajaran anggota lainnya. ‎ ‎Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong, menegaskan tekad Jampang Tandang Makalangan untuk terus menjaga persatuan, budaya, dan nilai-nilai luhur di tanah Pajampangan. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Banjir bandang yang melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, memicu gerak cepat jajaran Polres Sukabumi. ‎ ‎Sejak air Sungai Cisolok meluap pada Senin sore, 27 Oktober 2025, ratusan personel polisi langsung diterjunkan membantu warga yang terdampak. ‎ ‎Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, memimpin langsung penanganan di lapangan. Ia mengatakan, langkah cepat dilakukan demi keselamatan warga. ‎ ‎“Begitu kami mendapat laporan, petugas langsung turun. Ini soal kemanusiaan, dan kami pastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat,” ujarnya, Selasa (28/10/2025). ‎ ‎Sedikitnya 500 rumah di wilayah tersebut dilaporkan terendam banjir. Sejumlah warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman akibat ketinggian air dan lumpur yang masuk ke pemukiman. ‎ ‎Selain membantu evakuasi, personel Polres Sukabumi bersama warga bergotong royong membersihkan rumah-rumah serta akses jalan yang tertutup lumpur tebal. ‎ ‎Tidak hanya fokus pada evakuasi, jajaran kepolisian juga bergerak menyalurkan bantuan pascabencana. ‎ ‎Siang harinya, Polres Sukabumi menyalurkan paket sembako untuk kebutuhan mendesak para korban serta menurunkan tim kesehatan lapangan guna memberikan pelayanan medis. ‎ ‎“Alhamdulillah, bantuan sembako sudah kami serahkan kepada warga terdampak. Kami juga melaksanakan bakti sosial kebersihan dan membuka layanan kesehatan lapangan,” kata Samian. ‎ ‎Langkah cepat dan menyeluruh yang dilakukan kepolisian diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabanjir di kawasan Cisolok. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, menjadi pembina upacara di SMKN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/10/2025). ‎ ‎Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh siswa untuk memahami pentingnya penerapan nilai Restorative Justice dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. ‎ ‎Upacara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dihadiri PLT Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, S.Kom, beserta jajaran guru, staf tata usaha, dan ratusan siswa. ‎ ‎Kades Bakang mengungkapkan rasa bangganya dapat berdiri di hadapan para siswa sebagai pembina upacara. ‎ ‎Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sarana membentuk karakter dan nilai kemanusiaan. ‎ ‎”Hidup di era digital penuh tantangan. Konflik dan kesalahpahaman bisa terjadi kapan saja, baik di dunia nyata maupun media sosial,”ujarnya. ‎ ‎Karena itu, dia menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menyelesaikan masalah, dengan pendekatan Restorative Justice, tambahnya. ‎ ‎Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa Restorative Justice adalah pendekatan yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan dan tanggung jawab moral, bukan semata-mata pada penghukuman. ‎ ‎”Melalui cara ini, korban diberi ruang untuk didengarkan, pelaku diberi kesempatan memperbaiki kesalahan, dan masyarakat turut berperan mencari solusi bersama,” ujarnya. ‎ ‎Ia mencontohkan penerapan konsep tersebut di sekolah, seperti penyelesaian kasus perundungan atau konflik antarsiswa melalui dialog dan musyawarah. ‎ ‎Pelaku dapat diberikan tugas sosial atau tindakan positif sebagai bentuk tanggung jawab, bukan sekadar menerima hukuman. ‎ ‎“Dengan begitu, tumbuh rasa empati, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa setiap kesalahan bisa diperbaiki. Inilah makna dari keadilan yang memulihkan,” kata Bakang. ‎ ‎Ia juga menekankan agar para siswa berani menghadapi persoalan dengan kepala dingin, tidak mudah marah atau mencari jalan pintas. ‎ ‎“Restorative Justice memberi kesempatan kedua bagi siapa pun untuk memperbaiki diri. Jadilah generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga bijak dan berakhlak,” pesannya. ‎ ‎Sementara itu, PLT Kepala SMKN 1 Surade, Erip Suratno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pesan moral yang disampaikan Kades Cipeundeuy. ‎ ‎“Terima kasih kepada Pak Kades atas ilmu dan motivasinya. Semoga seluruh siswa dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan,” tutupnya. (Dicky)