Bidik-kasusnews.com,Kapuas Hulu Kalimantan Barat Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Sungai Kapuas, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Aktivitas yang diduga semakin meluas tersebut dikhawatirkan mengancam kelestarian ekosistem perairan serta berdampak terhadap kehidupan masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan ikan. Kekhawatiran masyarakat semakin menguat setelah beredarnya sejumlah video yang memperlihatkan dugaan aktivitas PETI di aliran Sungai Kapuas wilayah Suhaid. Seorang warga bernama Sam menyampaikan kepada awak media bahwa kondisi Sungai Kapuas saat ini dinilai jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurut Sam, dahulu air Sungai Kapuas masih terlihat bersih dan hasil tangkapan ikan relatif melimpah. Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Air sungai disebut semakin keruh dan masyarakat semakin kesulitan mendapatkan ikan. “Dulu Sungai Kapuas sangat bersih. Hasil tangkapan ikan juga banyak. Sekarang air sungai sudah berubah menjadi kotor dan ikan semakin sulit dicari,” ungkap Sam kepada awak media. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut aktivitas pertambangan tanpa izin, melainkan juga berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem sungai dan sumber penghidupan masyarakat. Penggunaan bahan kimia berbahaya, termasuk merkuri atau air raksa dalam proses pengolahan emas, berpotensi mencemari lingkungan apabila benar digunakan dan dibuang ke badan sungai tanpa pengelolaan. Paparan merkuri dapat menimbulkan risiko serius bagi ekosistem perairan maupun kesehatan manusia melalui rantai makanan. Meski demikian, dugaan penggunaan merkuri di lokasi tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan sampel air, sedimen, dan biota sungai oleh instansi berwenang. Masyarakat Pertanyakan Pengawasan Aparat Beredarnya video dugaan aktivitas PETI tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah Kecamatan Suhaid. Masyarakat mempertanyakan sejauh mana pengawasan pemerintah desa, pihak kecamatan, kepolisian sektor setempat, hingga Polres Kapuas Hulu terhadap aktivitas yang diduga berlangsung di kawasan Sungai Kapuas tersebut. Namun, dugaan pembiaran maupun tudingan bahwa aparat tutup mata tidak boleh disimpulkan tanpa adanya klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Kapolda Kalbar Diminta Turun Tangan Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Kapolda Kalimantan Barat memberikan perhatian serius dan memerintahkan pemeriksaan terhadap dugaan aktivitas PETI di Sungai Kapuas, Kecamatan Suhaid. Penindakan diharapkan tidak hanya menyasar pekerja lapangan, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal, pemilik peralatan, maupun pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut apabila ditemukan bukti pelanggaran. Selain penegakan hukum, instansi lingkungan hidup juga perlu melakukan pengujian kualitas air Sungai Kapuas untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran akibat aktivitas pertambangan. Sungai Kapuas merupakan sumber kehidupan masyarakat. Jangan sampai kerusakan lingkungan dibiarkan berlarut-larut hingga masyarakat kehilangan sumber penghidupan dan generasi mendatang mewarisi sungai yang tercemar. Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait Hingga berita ini disusun, diperlukan klarifikasi dari Kepala Desa setempat, Camat Suhaid, Kapolsek setempat, Kapolres Kapuas Hulu, serta instansi lingkungan hidup terkait dugaan aktivitas PETI tersebut. Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan demi menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalitas pemberitaan. (Team/read)
TRENGGALEK, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin upacara pemakaman militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Karangsuko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2026). Upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir TNI Angkatan Darat kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Sebelum memimpin pemakaman, Kasad bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto dan rombongan terlebih dahulu mengunjungi rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, Kasad menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga serta memberikan dukungan moril atas kepergian almarhum. Almarhum merupakan Bafourier Siud Heli Serbu 1 Flight Heli B Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad. Ia gugur dalam kecelakaan helikopter MI-17V5 TNI AD saat melaksanakan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan keluarga besar TNI AD. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan diikuti prajurit TNI AD, keluarga, serta unsur terkait. Hadir pula sejumlah pejabat TNI AD, di antaranya Aspers Kasad Mayjen TNI I Wayan Suarjana dan Asops Kasad Brigjen TNI Dwi Sasongko, serta unsur Forkopimda Kabupaten Trenggalek. Kehadiran Kasad dan jajaran pimpinan TNI AD dalam rangkaian penghormatan terakhir tersebut mencerminkan tanggung jawab dan kepedulian institusi terhadap prajurit serta keluarga yang ditinggalkan. TNI AD tidak hanya menghargai pengabdian prajurit, tetapi juga memberikan perhatian kepada keluarga sebagai bagian dari ikatan kekeluargaan dalam kehidupan keprajuritan. Pengabdian Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo menjadi bagian dari kehormatan keluarga besar TNI AD. Dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas diharapkan menjadi teladan bagi seluruh prajurit untuk senantiasa melaksanakan tanggung jawab dengan penuh loyalitas dan pengabdian. (Red)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan pertanian jagung milik petani di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian sekaligus upaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kemandirian pangan di wilayah Kabupaten HSU. Dalam kegiatan tersebut, empat personel Polsek Amuntai Tengah diterjunkan, yakni AIPDA Dwi Hartono, BRIPKA Sugeng Ari Wibowo, BRIPKA Roy Hermawan, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Petugas melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah binaan. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman sekaligus mengumpulkan informasi terkait perkembangan sektor pertanian yang nantinya dilaporkan kepada pimpinan. Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung para petani agar potensi pertanian di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah dapat terus dikembangkan. Program swasembada pangan sendiri memiliki peran penting dalam memperkuat kemandirian daerah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakan ternak melalui peningkatan produksi pertanian lokal. Melalui kegiatan monitoring secara berkala, Polsek Amuntai Tengah berharap perkembangan pertanian jagung di wilayah hukumnya dapat terpantau dengan baik sehingga berbagai upaya pendukung ketahanan pangan bisa berjalan secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Pinangkara terpantau aman, tertib, dan kondusif. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polsek Amuntai Tengah untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan terwujudnya ketahanan pangan nasional. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional Tahun 2026, Polsek Babirik terus mendorong peningkatan sektor pertanian dengan mengintensifkan sosialisasi dan penyuluhan budidaya jagung kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Sosialisasi menyasar masyarakat di desa-desa wilayah Kecamatan Babirik sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap pengembangan potensi pertanian lokal. Dalam pelaksanaannya, Polsek Babirik menugaskan dua personel, yakni AIPDA Zainudin dan BRIPKA Fitri R. Keduanya melaksanakan kegiatan sosialisasi dan memberikan dorongan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya pengembangan pertanian jagung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian jagung semakin meningkat. Dengan demikian, potensi pertanian di Kecamatan Babirik dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Polsek Babirik memastikan kegiatan berlangsung dengan lancar. Selama pelaksanaan sosialisasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Babirik terpantau aman dan kondusif. Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Polsek Babirik berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan warga dalam mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada pangan nasional Tahun 2026. (Agus)