AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                      Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang dikelola masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. Pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polsek Banjang melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung di lahan milik Sadikin yang menjadi bagian dari kelompok tani (poktan) Mandiri binaan Polri. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Tanaman jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia 124 hari. Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung terpantau cukup tinggi dengan ukuran sekitar 2 hingga 2,1 meter. Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan bibit hibrida Bisi 18. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, lahan tersebut menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam proses pengelolaannya, petani masih menggunakan metode manual tanpa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ditargetkan Panen Oktober Berdasarkan data hasil monitoring, tanaman jagung di lahan tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Dengan luas lahan mencapai 4 hektare, hasil panen nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan komoditas jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat. Personel yang melaksanakan monitoring terdiri dari Aiptu Noryadi, Aiptu Soeyatmin, S.H., dan Briptu Zakir. Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses budidaya berjalan sesuai kondisi di lapangan. Kehadiran personel kepolisian juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Banjang. Kapolsek Banjang melalui personelnya terus mendorong komunikasi dengan masyarakat dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan lahan hingga memasuki masa panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan terkendali. (Agus)

Cirebon Kota – Bidik-kasusnews.com,. POLRES CIREBON KOTA, Menjelang pertandingan Persib vs Persija Pada Sabtu 12 September 2026, Polres Cirebon Kota telah menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kapolres Cirebon Kota, AKBP BIMANTORO KURNIAWAN telah menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan patroli dan monitoring pada titik-titik rawan serta mengantisipasi pergerakan maupun potensi gesekan antar suporter. Hal itu dilakukan selaras dengan himbauan Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Umuh Muchtar. “Kami mengimbau masyarakat dan para pendukung untuk menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing. Kegiatan nobar juga dihimbau untuk tidak dilaksanakan,” ujarnya. Kapolres mengajak kepada seluruh Masyarakat Kota Cirebon untuk menikmati pertandingan dengan tertib, tanpa konvoi dan provokasi. “Menang kalah adalah bagian dari pertandingan, kondusivitas Cirebon Kota adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                        Dua titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Desa Murung Panggang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Jumat (11/9/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Amuntai Selatan melakukan ground check ke lokasi sekaligus upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan pengecekan lapangan dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Pemantauan awal menunjukkan adanya dua titik hotspot di Desa Murung Panggang yang terdeteksi melalui aplikasi Sipongi. Titik pertama terdeteksi pada pukul 00.39 Wita dengan tingkat kepercayaan medium dan berada di koordinat -2.34496, 115.1748. Sementara titik kedua terpantau pada pukul 00.56 Wita dengan tingkat kepercayaan medium di koordinat -2.3439, 115.17299. Kedua titik tersebut terdeteksi oleh satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lokasi berada di kawasan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Personel Polsek Amuntai Selatan yang melakukan pengecekan terdiri dari Aipda Budi Herri, Bripka Rusdi, dan Bripda Noor Alim. Tim mendatangi lokasi berdasarkan koordinat hotspot untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dari hasil ground check, petugas menemukan dua titik api di wilayah Desa Murung Panggang. Berdasarkan keterangan aparatur desa, api diperkirakan mulai terlihat paling lama sejak sehari sebelum dilakukan pengecekan. Area yang terdampak merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, bondong, dan purun. Fungsi kawasan tersebut tercatat sebagai Area Penggunaan Lain (APL). Akses menuju titik api menjadi kendala Upaya petugas untuk menjangkau titik hotspot secara langsung menghadapi kendala medan. Lokasi berada di tengah area padang gambut dan tidak memiliki akses jalan yang dapat dilalui menuju titik api. Jarak dari titik terakhir yang dapat diakses kendaraan menuju lokasi hotspot diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat tim tidak dapat menjangkau titik hotspot secara langsung untuk melakukan penanganan pemadaman di titik api. Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6 hektare. Polsek Amuntai Selatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi karhutla di wilayah tersebut. Ground check dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan informasi titik panas sekaligus mengetahui kondisi faktual di lapangan. Kondisi lahan gambut yang memiliki vegetasi semak dan purun menjadi perhatian dalam upaya pencegahan meluasnya kebakaran. Pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. (Agus)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                  Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Utara terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan patroli dialogis serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Polsek Amuntai Utara pada Jumat (11/9/2026) pukul 10.00 hingga 12.00 Wita di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan patroli dialogis dan patroli sambang sekaligus menyampaikan imbauan terkait pencegahan karhutla. Polisi juga membagikan dan menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan pembakaran hutan dan lahan kepada masyarakat. Kegiatan menyasar warga di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara. Melalui pendekatan dialogis, personel mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Empat personel Polsek Amuntai Utara terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Ferry, Aiptu A.M. Ansari, Aipda Sri Sugiarto, dan Brigadir Erry Dian Saputra. Patroli menggunakan dua unit sepeda motor Bhabinkamtibmas. Selain memberikan pemahaman mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan, patroli tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla. Kapolsek Amuntai Utara melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya pencegahan sejak dini dengan melibatkan masyarakat. Kesadaran warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dari hasil kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, tidak ditemukan adanya kejadian karhutla atau nihil karhutla. Polsek Amuntai Utara juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Upaya patroli dan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

BANDUNG ,-Bidik-kasusnews.com,. 11 September 2026 — Dukungan terhadap Persib Bandung tidak harus selalu dilakukan dengan datang langsung ke stadion lawan. Pesan tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., yang mengajak seluruh Bobotoh tetap memberikan dukungan kepada Maung Bandung secara tertib dari wilayah masing-masing. Dalam keterangannya, Kapolda Jabar menekankan pentingnya kebersamaan antara kepolisian, manajemen Persib dan Bobotoh dalam menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat. Menurut Pipit, dukungan kepada Persib tetap dapat diberikan tanpa harus melakukan perjalanan away secara spontan yang berpotensi menimbulkan persoalan keamanan maupun ketertiban. “Untuk semua mendukung Persib, kita hidupkan ekonomi di Jawa Barat,” demikian pesan Kapolda Jabar dalam video tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persib tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana seluruh elemen Bobotoh ikut menjaga suasana Jawa Barat tetap aman, nyaman dan kondusif. Kapolda Jabar juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dengan pihak Persib dalam mengelola dukungan suporter. “Kepada Persib kita harus kuatkan…” ujar Pipit dalam keterangannya. Pesan tersebut menjadi penting di tengah tingginya antusiasme Bobotoh terhadap perjalanan Persib pada musim kompetisi 2026/2027. Sebagai klub dengan basis suporter besar, setiap pertandingan Persib selalu mendapat perhatian luas masyarakat. “Umuh Muchtar: Jangan Berangkat Spontan” Sementara itu, H. Umuh Muchtar, Manajer sekaligus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), turut menyampaikan imbauan kepada Bobotoh agar tidak melakukan perjalanan away secara spontan. Umuh yang dikenal sebagai salah satu figur senior di tubuh Persib meminta Bobotoh mempertimbangkan berbagai risiko apabila memaksakan diri berangkat ke daerah lain tanpa perencanaan yang matang. Dalam keterangannya, Umuh menyebut bahwa keberangkatan spontan berpotensi menimbulkan persoalan di perjalanan maupun di lokasi pertandingan. “Nanti selalu ada yang spontan,” kata Umuh. Ia bahkan memberikan penekanan agar Bobotoh memilih tetap berada di wilayah masing-masing dibandingkan memaksakan keberangkatan. “Lebih baik tidak berangkat,” tegasnya. Bagi Umuh, yang terpenting adalah bagaimana energi dan dukungan Bobotoh tetap diarahkan untuk memberikan motivasi kepada para pemain Persib. Ia berharap Persib mampu memberikan hasil terbaik dalam pertandingan yang dijalani, termasuk membawa pulang kemenangan. “Persib menang… tiga poin,” ujar Umuh penuh harap. “Dukungan Tak Harus Away” Pesan Kapolda Jabar dan Umuh Muchtar tersebut pada prinsipnya tidak bermaksud memutus kecintaan Bobotoh terhadap Persib. Sebaliknya, dukungan suporter diarahkan agar tetap dilakukan dengan cara yang aman, tertib dan tidak menimbulkan persoalan baru. Bobotoh tetap dapat memberikan dukungan melalui berbagai kegiatan positif, menyaksikan pertandingan dari tempat masing-masing, serta menjaga nama baik Persib dan Jawa Barat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem sepak bola yang semakin sehat, di mana fanatisme berjalan beriringan dengan kedewasaan, sportivitas dan kesadaran menjaga keamanan. Dengan demikian, pesan yang disampaikan Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. dan Manajer Persib H. Umuh Muchtar bermuara pada satu hal: dukung Persib sepenuh hati, tetapi tetap tertib dan jangan sampai fanatisme justru menimbulkan persoalan. Persib tetap didukung, Bobotoh tetap bersatu, dan Jawa Barat tetap kondusif. (Asep Rusliman)

CIREBON KOTA –Bidik-kasusnews.com,. Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M. menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako kepada warga Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jumat (11/9/2026). Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Balai Desa Suranenggala mulai pukul 13.05 WIB hingga 14.00 WIB dan menjadi bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyerahan bantuan sosial tersebut turut dihadiri Wakapolres Cirebon Kota Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., sejumlah pejabat utama Polres Cirebon Kota, Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.PHR., serta unsur pemerintahan Kecamatan Suranenggala dan Pemerintah Desa Suranenggala. Kehadiran jajaran kepolisian bersama unsur pemerintahan tersebut sekaligus memperkuat sinergi dalam memberikan perhatian kepada masyarakat. Kapolsek Kapetakan AKP Rudiana, S.H., M.H., C.PHR., menjelaskan bahwa kegiatan penyaluran bansos oleh Kapolres Cirebon Kota merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang membutuhkan dengan harapan dapat membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangga sekaligus menunjukkan kehadiran Polri yang dekat dengan masyarakat. Menurut Kapolsek, bantuan yang diserahkan Kapolres Cirebon Kota berupa kebutuhan pokok yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat penerima. Isi paket sembako tersebut antara lain beras, mi goreng, kopi, gula pasir, dan minyak goreng yang merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Kapolres Cirebon Kota kepada warga penerima di Balai Desa Suranenggala. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Cirebon Kota untuk berinteraksi dan bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat sehingga komunikasi antara kepolisian dan warga dapat terus terjalin dengan baik. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Cirebon Kota untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Melalui bantuan yang diberikan, Polri berupaya memberikan manfaat nyata sekaligus membangun rasa kebersamaan dengan masyarakat. Kapolsek Kapetakan menambahkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat perlu terus dibangun melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan sosial juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara personel kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga tercipta komunikasi serta kerja sama yang semakin baik. Penyaluran bansos tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima sekaligus menjadi bagian dari semangat Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi. Polres Cirebon Kota juga akan terus mendorong kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian serta kepedulian kepada masyarakat. Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa bantuan sosial merupakan bentuk nyata kepedulian Polri sekaligus upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Kami berharap bantuan yang disalurkan Kapolres Cirebon Kota dapat membantu meringankan kebutuhan warga penerima dan memberikan manfaat secara langsung, serta ke depan jajaran Polres Cirebon Kota akan terus mendorong kegiatan sosial dan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (Asep Rusliman)

BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com        Di tengah derasnya tantangan globalisasi dan perkembangan zaman, semangat kebangsaan menjadi fondasi krusial bagi generasi muda. Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., mengambil peran strategis dengan menjadi narasumber utama dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Saburai. Acara berlangsung khidmat di Gedung SCC, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (11/09/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran petinggi Universitas Saburai. Tampak hadir Ketua Pengurus Yayasan H. Ahmad Bastari, S.Sos., M.M., Pengawas Yayasan Drs. H. Ade Sukandar, M.M., serta Rektor Universitas Saburai Dr. Sodirin, S.E., M.M. Turut mendampingi, para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga, dan jajaran dosen di lingkungan universitas tersebut. Dalam paparannya, Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan bahwa nasionalisme bukan sekadar jargon atau rutinitas upacara bendera. Ia menekankan bahwa hakikat nasionalisme adalah rasa cinta, bangga, dan rasa memiliki yang mendalam terhadap bangsa dan negara. “Nasionalisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Bagi mahasiswa, wujud nyata nasionalisme adalah dengan belajar sungguh-sungguh, meraih prestasi, menjaga persatuan, menaati aturan, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” tegas Dandim di hadapan ratusan mahasiswa baru. Materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan Dandim mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru sebelum mereka resmi menyandang status mahasiswa, termasuk prosesi penyematan jaket almamater oleh Rektor. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB ini ditutup dengan sesi foto bersama. Pihak universitas menilai kehadiran Dandim 0410/KBL sangat positif dalam membentuk karakter mahasiswa baru yang memiliki wawasan kebangsaan kuat dan siap menjaga keutuhan NKRI. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM-DPP Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM) di bawah kepemimpinan Ketua Umum, H. Hendra Permana, S.Sos., M.M., menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta pakaian layak pakai. Bantuan diperuntukkan bagi warga Kampung Cigadog, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi korban kebakaran. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026. Bantuan tersebut diserahkan kepada 7 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 19 jiwa yang terdampak langsung peristiwa kebakaran dua hari lalu, Rabu (9/9/2026). Ketua Umum PJTM, H. Hendra Permana, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan paguyuban terhadap musibah yang menimpa warga. “Ini adalah bentuk kepedulian sosial kami, sebagai tali asih perhatian dan keprihatinan. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan, mampu menerima musibah ini, serta tetap memiliki semangat untuk menyongsong kehidupan ke depannya,” ujar H. Hendra. Selain memberikan bantuan, PJTM juga menghimbau kepada pihak pemerintah agar dapat memberikan perhatian dan kebijakan berupa dukungan pembangunan tempat tinggal, sehingga warga dapat kembali memiliki rumah dan melanjutkan kehidupan dengan layak. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal PJTM, Hendrik Firmansyah, didampingi Ketua Bidang Sumber Daya Alam DPP PJTM sekaligus warga Desa Kertajaya, Dede Kusdinar (Oding), serta Komandan Pasukan Khusus Jagaraksa, Dendi Supriatman (Bah Dendi). Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Hendrik Firmansyah, Waka Jagaraksa, beserta Ketua Bidang SDA Dede Kusdinar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kepedulian Ketua Umum PJTM terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, perwakilan 7 KK terdampak menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya kepada Ketum PJTM H. Hendra Permana, Sekjen Hendrik Firmansyah, Ketua Bidang SDA Dede Kusdinar, serta Danpasus Jagaraksa Bah Dendi. “Terima kasih, semoga segala kebaikan yang Bapak/Ibu berikan dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT,” ucap perwakilan warga diiringi haru. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul kembali membuka lembaran baru terkait desakan masyarakat yang makin mengkristal. Keluhan warga terhadap dampak operasional TPA akhirnya mendapat respons langsung Pemerintah Kota Sukabumi yang mulai menyiapkan langkah penanganan, termasuk menguruk area pemakaman wakaf yang terdampak air lindi. Namun lagi-lagi permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah yang cukup pelik bagi Pemkot Sukabumi itu terbentur masalah anggaran yang tidak sedikit. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menemui warga yang menggelar aksi di kawasan TPA Cikundul, Jumat (11/9/2026). Kata Bobby, membenahi sistem persampahan membutuhkan biaya besar. Di saat kebutuhan penanganan TPA meningkat, kemampuan fiskal Kota Sukabumi justru tengah tertekan. Dengan APBD sekitar Rp1,3 triliun, Pemkot Sukabumi harus menghadapi pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp149 miliar dari pemerintah pusat. Tekanan fiskal tersebut ikut memengaruhi pembahasan anggaran daerah. Dalam pembahasan Raperda bersama DPRD, pemerintah juga menghadapi kebutuhan penyesuaian anggaran sekitar Rp40,7 miliar. Kondisi tersebut membuat Pemkot harus menentukan mana kebutuhan yang dapat dikerjakan segera dan mana yang harus menunggu penganggaran berikutnya. Bobby mengatakan, Bappeda akan diminta menghitung serta memetakan ruang fiskal yang tersedia untuk membiayai pengurukan makam terdampak lindi. Jika kebutuhan belum seluruhnya dapat ditampung dalam perubahan APBD 2026, pemerintah akan mengupayakan pembiayaan melalui APBD murni 2027. Pemkot masih menunggu kemungkinan pengembalian TKD dari pemerintah pusat hingga 24 September 2026. Jika tambahan transfer diterima, ruang fiskal tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mempercepat program prioritas, termasuk penanganan sampah. Sebelumnya, Pemkot Sukabumi juga telah menerima Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp8 miliar. Bobby didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Yudi Sutriana. Di hadapan warga, pemerintah memastikan persoalan yang selama ini dikeluhkan tidak akan dibiarkan tanpa penanganan. Salah satu tuntutan yang akan segera ditindaklanjuti adalah kondisi makam wakaf yang terdampak rembesan air lindi ketika hujan. Pemkot menyiapkan pengurukan sebagai langkah penanganan awal. Bobby menyebut kebutuhan tersebut akan dihitung terlebih dahulu agar dapat segera dimasukkan dalam kemampuan anggaran daerah. “Berapa ketersediaan anggarannya, kita akomodir dulu. Yang penting jalan dulu,” tegas Bobby. Namun, persoalan Cikundul ternyata jauh lebih besar daripada sekadar pengurukan makam. Pemerintah menyadari bahwa selama sampah terus bertumpuk dan seluruh beban pengelolaan berakhir di TPA, persoalan serupa akan terus berulang. Karena itu, Pemkot Sukabumi mulai menyiapkan pola baru dengan mengurangi sampah yang masuk ke Cikundul dari sumbernya. Cikundul tidak boleh terus menjadi satu-satunya tempat bergantungnya sistem persampahan Kota Sukabumi. Salah satu strategi yang disiapkan adalah memperkuat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di berbagai wilayah. Pemkot bahkan menyiapkan pengadaan mesin insinerator untuk TPS 3R Cisarua. Fasilitas tersebut diarahkan untuk membantu mengolah sampah dari wilayah Cikole sehingga tidak seluruhnya harus dibawa ke TPA Cikundul. Rencana tersebut akan diperluas. Pemkot telah menyiapkan pengembangan TPS 3R hingga 12 titik. Sebagian ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 dan seluruhnya dapat dikembangkan apabila kemampuan anggaran memungkinkan. Konsepnya jelas yaitu semakin banyak sampah selesai di tingkat sumber, semakin sedikit sampah yang dibebankan kepada Cikundul. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya memadamkan persoalan ketika dampaknya sudah dirasakan masyarakat, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu mengurangi beban TPA sejak dari hulu. Di tengah polemik tersebut, tuntutan masyarakat tidak hanya menyangkut air lindi dan kondisi makam. Warga juga mempertanyakan rencana relokasi TPA serta persoalan sertifikat lahan yang sebelumnya disebut pernah dijanjikan. Untuk tuntutan tersebut, Pemkot menyatakan masih akan melakukan pembahasan bersama perangkat daerah yang memiliki kewenangan. Artinya, persoalan Cikundul kini berada pada persimpangan penting. Pemerintah dituntut menghadirkan langkah nyata di tengah keterbatasan fiskal, sementara masyarakat menginginkan persoalan yang sudah berlangsung tidak kembali berhenti pada janji penanganan. Bobby memastikan aspirasi warga menjadi bagian dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, penanganan Cikundul memang tidak dapat diselesaikan dalam satu langkah. Tetapi pemerintah memastikan prosesnya harus dimulai. “Sekali lagi penanganan TPA Cikundul membutuhkan proses bertahap, namun aspirasi masyarakat tetap menjadi dasar dalam menentukan langkah kebijakan,” tegas Bobby. (Usep)

KUNINGAN ,- Bidik-kasusnews.com,- Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan Karya Bhakti di kawasan Pasar Baru dan Pasar Kepuh, Kelurahan Kuningan, Kecamatan dan Kabupaten Kuningan, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 09.30 WIB itu melibatkan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Karya Bhakti difokuskan pada upaya menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan pasar. Pgs. Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Syaefudin, S.I.P., yang mewakili Dandim 0615/Kuningan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. “Kegiatan Karya Bhakti ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat, karena TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan kembali mengabdi untuk rakyat,” ujar Syaefudin. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib. “Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat sinergitas antara Kodim 0615/Kuningan, Polres Kuningan, Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, Kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan Pasar Baru,” katanya. Sebanyak 155 personel terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 105 personel Kodim 0615/Kuningan, 10 personel Polres Kuningan, lima personel Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, 10 personel BPBD Kabupaten Kuningan, 10 personel dari Kecamatan dan Kelurahan Kuningan, serta 15 orang perwakilan masyarakat. Kegiatan turut dihadiri sejumlah unsur lintas instansi, di antaranya Perwira Kodim 0615/Kuningan, Danramil 1501/Kuningan, perwakilan Polres Kuningan, Danramil 1510/Cilimus, Pasi Ter Kodim 0615/Kuningan, Pgs. Pasi Ops Kodim 0615/Kuningan, perwakilan BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Camat Kuningan, perwakilan Kelurahan Kuningan, serta staf PT Puspita Cipta Grup. Syaefudin mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menilai semangat gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat. “Saya mengajak seluruh peserta Karya Bhakti untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh keikhlasan, semangat gotong royong, dan rasa tanggung jawab. Jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai rangkaian peringatan HUT TNI ke-81, tetapi juga sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tuturnya. Ia berharap kegiatan Karya Bhakti dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan kawasan Pasar Baru yang semakin bersih, tertib, aman, dan nyaman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud sinergitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap terciptanya lingkungan pasar yang sehat, aman, dan tertib. (Asep Rusliman)