Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Di tengah teriknya matahari yang menyelimuti kawasan Sungai Way Betung, sosok Babinsa tampak tak hanya mengawasi jalannya pekerjaan, tetapi juga turut mengangkat material bangunan bersama warga. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Adalah Serka Nofriadi, Babinsa Kodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL), yang terus aktif mendampingi pembangunan Jembatan Beton Sungai Way Betung di Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digagas untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki hari ke-16 pelaksanaan pekerjaan atau H+16, Senin (22/6/2026), progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Jembatan dengan panjang 23 meter dan lebar 2 meter tersebut nantinya akan menjadi akses penghubung vital antara Kelurahan Sukarame 2 dan Kelurahan Batu Putuk. Keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga karena akan mempermudah mobilitas sekitar 150 kepala keluarga atau lebih dari 360 jiwa yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah oleh aliran Sungai Way Betung. Serka Nofriadi mengatakan, keterlibatannya dalam proyek tersebut merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai aparat teritorial yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Jembatan ini dibangun untuk kepentingan warga. Kehadiran kami bukan hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan semangat agar budaya gotong royong tetap terjaga dan pekerjaan berjalan dengan aman serta lancar,” ujarnya di lokasi kegiatan. Sejak tahap survei lokasi pada 4 Juni 2026, peletakan batu pertama (ground breaking) pada 5 Juni 2026, hingga saat ini memasuki tahap mobilisasi material, Babinsa terus mendampingi warga dan tim teknis pelaksana pembangunan. Berdasarkan laporan lapangan, kegiatan hari itu melibatkan enam personel TNI dari Kodim 0410/KBL dan enam warga masyarakat yang bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan. Saat ini progres fisik jembatan telah mencapai sekitar enam persen dengan fokus pekerjaan pada distribusi dan penataan material konstruksi. Pembangunan jembatan tersebut berada di kawasan Kampung Pancasila, wilayah binaan Koramil 410-03/Teluk Betung Utara yang sejak tahun 2022 ditetapkan sebagai percontohan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat toleransi, persatuan, dan gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat menjadi salah satu alasan Kelurahan Sukarame 2 dipilih sebagai Kampung Pancasila. Nilai-nilai tersebut terlihat nyata dari tingginya partisipasi warga yang secara sukarela terlibat dalam proses pembangunan jembatan. Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang dinilai selalu hadir membantu dan menjadi penggerak kebersamaan warga. “Babinsa sudah seperti bagian dari keluarga masyarakat di sini. Beliau aktif mengajak warga bergotong royong, memberikan pemahaman terkait pembangunan, bahkan ikut bekerja bersama masyarakat,” ungkapnya. Program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI sendiri menargetkan pembangunan 30 titik jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan daerah, membuka akses wilayah yang terisolasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam, Kolonel Kav Roli Dewanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi masa depan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Didukung cuaca yang cerah dan kondisi keamanan yang kondusif, proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, Jembatan Perintis Garuda di Sungai Way Betung dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam membangun Indonesia dari wilayah-wilayah yang membutuhkan akses infrastruktur yang lebih baik. (Agus)
Majalengka, Bidik-kasusnews.com, Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mematangkan berbagai persiapan melalui latihan intensif yang melibatkan personel terbaik dari berbagai satuan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah latihan terjun payung yang digelar di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, Senin (22/6/2026). Latihan yang telah berlangsung sejak pekan lalu dan dijadwalkan hingga 25 Juni 2026 tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta perlengkapan dalam mendukung rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. Sejak pukul 07.00 WIB, Tim Penerjun Polri menjalani serangkaian latihan udara dengan pendampingan dan pengawasan ketat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kemampuan operasional sekaligus memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas pada acara puncak yang akan dihadiri berbagai unsur penting negara. Dalam latihan tersebut, personel diterjunkan menggunakan pesawat Polisi Udara jenis CN-295 dengan berbagai skenario operasi udara. Para peserta mengasah kemampuan teknis melalui latihan pada ketinggian yang bervariasi, mulai dari 5.000 hingga 14.000 kaki. Variasi ketinggian tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan penerjunan, kesiapan fisik, ketahanan mental, serta profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai kondisi operasi di lapangan. Sebanyak 118 personel dari berbagai satuan jajaran Polri ambil bagian dalam latihan ini. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan penerbangan dan prosedur penerjunan yang berlaku guna meminimalkan risiko selama pelaksanaan latihan. Kegiatan ini turut mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan Korps Brimob Polri. Hadir meninjau latihan antara lain Teknisi KBRN Utama Tk. I Korbrimob Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, Irjen Pol. Rudy Harianto, serta Plt. Dansatlat Brimob Korbrimob Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh personel agar tetap mengutamakan disiplin, profesionalisme, dan keselamatan dalam setiap tahapan latihan maupun saat pelaksanaan tugas nantinya. Melalui latihan yang terencana dan berkelanjutan ini, Polri berharap seluruh personel memiliki kesiapan maksimal untuk mendukung suksesnya peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selain menampilkan kemampuan terbaik, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan persiapan yang matang, seluruh rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus mencerminkan dedikasi serta profesionalisme Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 22 Juni 2026 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melaksanakan kontrol langsung ke area brandgang dan blok hunian sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus memastikan hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik. Kegiatan kontrol dilakukan dengan menyusuri area brandgang dan kamar hunian untuk memantau kondisi lingkungan, sarana pengamanan, serta situasi dan kondisi warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan juga berdialog dengan warga binaan guna menyerap informasi secara langsung terkait pelaksanaan pembinaan maupun pemenuhan hak-hak mereka selama menjalani masa pidana. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi prinsip deteksi dini yang terus diperkuat di lingkungan Rutan Jepara guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa keamanan dan pemenuhan hak warga binaan harus berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. “Kontrol rutin ke area brandgang dan blok hunian penting dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Di sisi lain, kami juga ingin memastikan hak-hak warga binaan, baik terkait pelayanan, kesehatan, pembinaan, maupun kebutuhan dasar lainnya, dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Renza. Melalui kegiatan kontrol langsung ini, Rutan Jepara terus berupaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis, sekaligus memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Senin, 22 Juni 2026 Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, bersama jajaran pejabat struktural melaksanakan pemeriksaan kerapian dan kelengkapan atribut petugas sebagai bentuk penguatan disiplin dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan. Pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap seluruh petugas yang akan melaksanakan tugas, meliputi penggunaan seragam dinas, kelengkapan atribut, identitas pegawai, serta kerapian penampilan sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin untuk memastikan setiap petugas siap menjalankan tugas dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Jepara menegaskan bahwa kedisiplinan dimulai dari hal-hal mendasar, termasuk kerapian dan kepatuhan terhadap penggunaan atribut kedinasan. “Kerapian dan kelengkapan atribut mencerminkan kedisiplinan, kesiapan, serta profesionalisme petugas dalam menjalankan tugas. Hal-hal kecil seperti ini harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga,” ujar Renza. Selain pemeriksaan atribut, pejabat struktural juga memberikan penguatan kepada petugas agar senantiasa menjaga integritas, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berintegritas guna mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang optimal. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara