SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi menambah infrastruktur pendukung sektor ekonomi kreatif dengan meresmikan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi di kawasan Taman Rekreasi Olahraga Kenari, Kecamatan Cikole, Selasa (10/2/2026). Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki yang didampingi Ketua DPRD Wawan Juanda mengatakan, kehadiran gedung tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian kota. “UMKM membutuhkan ruang yang layak agar pembinaan, promosi, dan pengembangan produk dapat berjalan maksimal,” ujarnya. Ia menegaskan, pembangunan daerah harus didorong oleh keberanian mengambil keputusan dan kemampuan membaca kebutuhan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan pelaku usaha kecil dan perajin lokal. Ayep menjelaskan, pembangunan Gedung Dekranasda dapat direalisasikan karena dukungan anggaran yang tersedia serta komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan sektor produktif. “Lokasi di kawasan Kenari dipilih agar mudah diakses dan terintegrasi dengan ruang publik,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyinggung pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebagai fondasi pembangunan. Ia menilai, penguatan PAD menjadi kunci agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjawab aspirasi warga. “Kalau ingin pembangunan berjalan, daerah harus mandiri secara keuangan,” ujarnya. Sebagai sosok yang lama berkecimpung dalam pemberdayaan UMKM, Ayep menyampaikan keyakinannya bahwa pelaku usaha lokal Kota Sukabumi memiliki potensi besar untuk bersaing. Ayep menyebut, pengalaman panjangnya di sektor tersebut menjadi bekal dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada UMKM. Gedung Dekranasda Kota Sukabumi dirancang dengan konsep modern dan memanfaatkan ruang bawah tanah sebagai area fungsional. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat aktivitas perajin, sekaligus etalase produk unggulan yang mampu menarik minat pasar lebih luas. Melalui kehadiran gedung ini, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan UMKM semakin berdaya dan mampu mendorong citra kota sebagai daerah kecil dengan kekuatan ekonomi kreatif yang kompetitif. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa Lapang Merdeka hanya digunakan untuk kegiatan Pemerintah Kota Sukabumi, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.   Turut menghadiri acara Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Ketua Fraksi dan beberapa anggota DPRD, Mantan-mantan Wali Kota Mulyono, HM Muradz, Kapolres Sukabumi, Ketua DPD Organda Jawa Barat dan tamu undangan lainnya. Sementara itu, kegiatan seni budaya, kesenian rakyat, konser, dan aktivitas masyarakat lainnya akan dipusatkan di Lapang Merdeka 2 yang berlokasi di Kecamatan Cibeureum dan direncanakan mulai dibangun tahun ini. Ayep Zaki menyampaikan bahwa pemerintahannya fokus pada pembangunan infrastruktur serta penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Kita akan menyatukan seluruh kekuatan masyarakat melalui kebersamaan, gotong royong, dan dialog terbuka demi pembangunan Kota Sukabumi yang berkelanjutan,” kata Ayep Zaki, Sabtu (31/1/2026). Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menyatakan bahwa hubungan antara eksekutif dan legislatif berjalan harmonis. Ia menepis isu adanya ketegangan antara wali kota dan DPRD, serta menyebut perbedaan pandangan politik sebagai dinamika demokrasi yang wajar. Menurut Wawan, kritik dan masukan dari DPRD merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap jalannya pemerintahan. Ia menegaskan DPRD akan terus mendukung program-program Pemerintah Kota Sukabumi demi kepentingan masyarakat luas. Sementara itu, Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Sukabumi Babah Mekdon menegaskan bahwa Organda siap menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan bertema Waktuna Sukabumi Ngahiji yang digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. Babah Mack Down mengapresiasi Pemerintah Kota Sukabumi yang telah mengizinkan penggunaan Lapang Merdeka untuk kegiatan tersebut. Ia menilai Lapang Merdeka sebagai ikon Kota Sukabumi yang harus dijaga bersama sesuai fungsi dan peruntukannya. Ia juga mengajak seluruh warga Kota Sukabumi untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan ruang publik agar tercipta situasi yang kondusif, aman, dan memberikan rasa bahagia bagi masyarakat. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, kembali mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat memutuskan untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pasalnya, alih-alih mendapatkan pekerjaan yang layak dan memiliki prospek masa depan cerah justru yang didapatkan adalah bentuk kekerasan dan intimidasi. Hal itu disampaikan dia saat menjenguk seorang PMI Lanti (46), warga Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Kepulangan dia China ke kampung halamannya karena sakit. Kedatangan Ayep menjenguk Lanti ke RSUD R. Syamsudin SH, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang bekerja di luar negeri. Untuk mempercepat pemulihan kesehatannya, saat ini dia menjalani pemeriksaan intensif oleh tim dokter yang menangani. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi kesehatannya berangsur-angsur menunjukkan perkembangan yang nenggembirakan. Ayep menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan saat memilih jalur kerja ke luar negeri. Ia menilai masih banyak calon pekerja migran yang berangkat tanpa prosedur resmi sehingga rentan mengalami masalah serius. Ia juga mengapresiasi peran relawan, khususnya LSM RIB, yang berinisiatif membantu proses pemulangan hingga PMI tersebut dapat kembali ke keluarganya di Sukabumi. Dalam keterangannya, Ayep menekankan bahwa penggunaan agen penyalur tenaga kerja yang terdaftar di Kementerian P2MI dan Dinas Tenaga Kerja. “Ini merupakan langkah krusial agar negara dan pemerintah daerah dapat hadir saat PMI menghadapi persoalan di luar negeri,” tuturnya. Dia juga menegaskan perlindungan pekerja migran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menempuh jalur yang aman dan legal sejak awal. Usep

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemkot Sukabumi, mengambil langkah taktis dan strategis dengan menyiapkan fasilitas bagi warganya yang tengah melakukan pengobatan di Kota Bandung khususnya pasien RSUP Dr. Hasan Sadikin dan RS Mata Cicendo. Bagi mereka yang tidak memiliki kerabat di sana bisa mendatangi rumah singgah milik Pemkot Sukabumi yang berlokasi di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, yang hari ini, Jumat (30/1/2026) diresmikan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki. “Rumah singgah dua lantai ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pasien dan keluarga pasien, dengan fasilitas empat kamar berkapasitas 20 tempat tidur, ruang makan, musala, dapur umum, ruang cuci,” kata dia. Guna menjamin kenyamanan dan keselamatan warga pihak prngelola menyiapkan layanan antar jemput menggunakan ambulans guna memudahkan mobilitas selama masa pengobatan. Pengelolaan rumah singgah dilakukan oleh Yayasan Filantra di bawah pimpinan CEO Filantra, Asep Nurdin, sebagai bentuk kolaborasi sosial antara pemerintah dan masyarakat. Dia juga menegaskan bahwa rumah singgah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik. “Pemkot Sukabumi menyelesaikan persoalan sosial, mulai dari penurunan kemiskinan, percepatan penanganan stunting, hingga pengurangan pengangguran,” ujarnya. Kehadiran rumah singgah ini diharapkan menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan perlindungan kemanusiaan bagi warga Kota Sukabumi yang berobat di luar daerah. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUNEWS.COM – Sinergi antara eksekutif dan legislatif mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gunungpuyuh, Kamis (29/1/2026). Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki hadir bersama perwakilan Fraksi Nasdem, PKS, Golkar, PKB, dan Demokrat DPRD Kota Sukabumi. Ayep Zaki menyampaikan bahwa kehadiran para anggota DPRD menjadi cerminan kepedulian dan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan Kota Sukabumi. “Kunci keberhasilan pembangunan terletak pada persatuan serta kerja bersama antara seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat,” kata Ayep Zaki. Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi eksekutif, legislatif, Forkopimda, institusi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta dukungan masyarakat luas. Sinergi tersebut diyakini mampu mempercepat realisasi program melalui dukungan kebijakan dan politik anggaran. Musrenbang Gunungpuyuh kali ini membahas isu pembangunan secara menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas fiskal daerah. Ayep menargetkan APBD Kota Sukabumi meningkat dari Rp1,175 triliun menjadi Rp1,4 triliun yang diproyeksikan mulai terlihat pada triwulan kedua hingga ketiga tahun 2026. Dalam kesempatan yang sama, Ayep juga menyinggung peresmian Koperasi Merah Putih Kelurahan Karangtengah sebagai koperasi pertama yang diresmikan wali kota. Ia mengapresiasi peran camat, lurah, dan anggota DPRD dalam mempercepat pembentukan koperasi yang didukung APBD, serta berharap 32 kelurahan lainnya dapat mengikuti langkah tersebut dengan pengawasan ketat. Anggota Fraksi Nasdem DPRD Kota Sukabumi, Sahat Simangunsong, menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pembukaan lapangan kerja. Ia juga menyoroti kondisi Jalan Merbabu di Dapil 3 serta pemanfaatan Teras Cipelang yang dinilai belum optimal dalam mendorong nilai ekonomi. Sementara itu, anggota Fraksi PKS Abdul Kohar menilai Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyerap aspirasi warga. Ia mengapresiasi langkah wali kota yang berani merealisasikan usulan masyarakat, termasuk pengerukan sungai di Gunungpuyuh yang telah tertunda selama 12 tahun. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menyatakan dengan meningkatnya kenaikan PAD yang ditetapkan sebelumnya dari Rp535 miliar menjadi Rp650 miliar berpotensi mengejar defisit APBD 2026. Tahun ini, APBD Kota Sukabumi Rp1,175 triliun. Jumlah tersebut relatif lebih kecil dari tahun 2025 yaitu sebesar Rp1,320 triliun. “Untuk setara aja, PAD harus ditingkatkan hingga Rp145 miliar. Kalau bisa melampaui Rp1,320 triliun berarti cetak rekor,” kata Ayep.  Turut mendampingi wali kota dua anggota DPRD dari Fraksi PKB dan PKS serta Kepala Bappeda M. Hasan Asy’ari. Optimisme tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Cibeureum, Rabu (28/1/2026). Dengan dukungan dan kekompakan seluruh pihak, Ayep meyakini APBD Kota Sukabumi berpeluang menembus Rp1,4 triliun. Selain mengandalkan PAD, Pemkot Sukabumi juga terus berupaya mengembalikan Transfer ke Daerah sebesar Rp159 miliar. Ayep menyatakan tidak ada kata menyerah untuk bernegosiasi ke Kementerian Keuangan sebagai bagian dari perbaikan tata kelola keuangan daerah. Ayep menegaskan, 11 bulan ke depan menjadi periode krusial bagi seluruh jajaran Pemkot Sukabumi untuk bekerja lebih keras mengejar target APBD minimal di atas Rp1,320 triliun. Ia meminta 35 organisasi perangkat daerah, termasuk para camat, berperan aktif sebagai ujung tombak peningkatan PAD. Camat Cibeureum Yanwar Ridwan menyampaikan, Kecamatan Cibeureum direncanakan menjadi pusat pemerintahan baru selain Cikole, berlokasi di RW 04 Kelurahan Limusnunggal. Langkah awal yang dibutuhkan adalah pembangunan jembatan penghubung untuk mengurangi kepadatan aktivitas pemerintahan di pusat kota. Selain itu, di wilayah Cibeureum juga direncanakan pembangunan Lapang Merdeka 2 sebagai lokasi kegiatan berskala besar guna mengantisipasi kemacetan. Upaya peningkatan PAD terus dilakukan melalui optimalisasi PBB-P2 dengan sistem jemput bola, mengingat banyak wajib pajak berdomisili di luar daerah. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melantik dan mengambil sumpah jabatan 39 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, Selasa (27/1/2026). Pelantikan berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi. Pelantikan tersebut mencakup pejabat administrator, pengawas, fungsional, hingga kepala puskesmas, dengan dominasi penempatan pada sektor kesehatan sebagai upaya penguatan pelayanan dasar masyarakat. Dalam arahannya, Ayep Zaki menegaskan mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari kewenangan kepala daerah untuk meningkatkan kinerja organisasi. Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik langsung bekerja cepat dan fokus pada program prioritas. Kepada Direktur RSUD Al-Mulk yang baru, Wali Kota memberi mandat agar segera melakukan perluasan rumah sakit guna meningkatkan status dari Tipe D menjadi Tipe C, serta mendorong inovasi berbasis teknologi digital dan ketepatan akreditasi. Sementara itu, 10 kepala puskesmas diingatkan untuk menjadi ujung tombak penanganan isu strategis nasional, khususnya penurunan angka stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak, dengan lebih aktif turun langsung ke masyarakat. Menutup sambutannya, Ayep Zaki mengajak seluruh pejabat menjaga soliditas dan kekompakan demi kemajuan Kota Sukabumi. Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala perangkat daerah. Berikut 39 daftar nama pejabat yang dilantik: 1. Ira Dewi Yuliani, S.ST., M.A.P. – Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama Inspektorat Daerah 2. Yudha Priasuharyo, S.H., S.P. – Analis Hukum Ahli Pertama Sekretariat Daerah 3. Agus Awaludin, S.H. – Analis Hukum Ahli Pertama Sekretariat Daerah 4. Anggi Trilaksana, S.STP., M.I.P. – Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Pertama Inspektorat Daerah 5. Muhammad Prayoga, A.Md. – Auditor Terampil Inspektorat Daerah 6. Teti Herawati, S.IP., M.Si. – Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD 7. Agus Achmad, S.Kom. – Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub 8. dr. Munifah Budi Isnaeni, M.MRS. – Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera DP2KBP3A 9. Dr. Deni Purnama, S.Kep., MKM. – Direktur UOBK RSUD Al-Mulk 10. Fitrie Aryani Rahayu, S.H. – Kepala Bidang Pendidikan dan Penelitian UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H. 11. dr. Wiwie Edhie Yuliaviani – Dokter Ahli Muda UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H. 12. R. Dinar Nuraeni Kuraesin, SP., M.Si. – Kepala Bidang Perindustrian Diskumindag 13. Krishna Dwipayana, S.T., M.A.P. – Kepala Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca Dispusipda 14. Cecep Rapih, S.P., M.Si. – Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Bakesbangpol 15. Ilma Farhania, S.Kep.Ners., M.Kep. – Kepala Seksi Pendidikan UOBK RSUD R. Syamsudin, S.H. 16. Indrayana, S.IP., M.Si. – Kepala UPTD Pasar Diskumindag 17. Eulis Nur’izati, S.Tr.Kes. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Cikundul 18. Irawan Sutisna, S.Kep. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Baros 19. Sendi Sugandi, S.Kep., Ners., M.MRS. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sukakarya 20. Eneng Erlin, S.Kep., Ners. – Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sriwidari 21. Lukman Hidayat, S.Kp. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Penunjang Kesehatan Dinkes 22. Yulian, S.E. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Dinkes 23. Fuzi Fauziah, S.Kep., Ners. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Nanggeleng 24. drg. Siska Permatasari – Kepala Puskesmas Cikundul 25. Euis Nurhayati, S.ST., Bd., M.Kes. – Kepala Puskesmas Cibeureum Hilir 26. Dede Ruswandi, S.Kep., Ners., M.M. – Kepala Puskesmas Karang Tengah 27. drg. Riska Rachmawati – Kepala Puskesmas Benteng 28. dr. Zah Maulidianti, M.A.P. – Kepala Puskesmas Selabatu 29. dr. H. Hendra Gunawan Hilman – Kepala Puskesmas Baros 30. dr. Syarifa Nur – Kepala Puskesmas Nanggeleng 31. dr. Maya Aprilia, M.K.M. – Kepala Puskesmas Sukabumi 32. dr. Rizki Febrina Ramdhania – Kepala Puskesmas Sukakarya 33. dr. Mohamad Eki Lukita – Kepala Puskesmas Limusnunggal 34. Hidayat, S.E. – Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pasar Diskumindag 35. Nenden Aisyah, S.Kep., M.A.P. – Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Gunung Puyuh 36. Firman Firdaus, S.Kep.Ners. – Sekretaris Kelurahan Gunung Puyuh 37. Dadang Irawan, S.E. – Sekretaris Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang 38. Maswan, S.IP. – Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole 39. Iyus Yustiandi, S.Si. – Kasubbag Tata Usaha UPTD Puskesmas Sukabumi.  (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mendesain pola kerja berbasis target dan terukur bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan itu diterapkan untuk memastikan setiap program pemerintah memiliki multi efek player langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sebanyak 35 OPD didesak untuk menyusun rencana kerja tahunan yang dievaluasi secara berkala setiap pertengahan bulan. Seluruh aktivitas OPD diselaraskan dengan 26 indikator kinerja yang menjadi tolok ukur keberhasilan program Pemerintah Kota Sukabumi. Pengukuran kinerja dilakukan melalui penerapan key performance index (KPI). Fokus utama evaluasi diarahkan pada efektivitas program dan kontribusinya terhadap PAD. “Target PAD kita tingkatkan dari Rp535 miliar menjadi Rp650 miliar,” ujar Ayep Zaki, Senin (26/1/2026). Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi membentuk tim optimalisasi pajak yang melibatkan 12 OPD. Tim ini bertugas memperkuat pengawasan, pendataan, dan peningkatan kepatuhan pajak daerah. Koordinasi dilakukan oleh sekretaris dinas di masing-masing OPD, serta diperkuat dengan tim monitoring dan evaluasi yang melakukan penilaian kinerja setiap tiga bulan. Pemkot Sukabumi juga menekankan transparansi pajak. Wajib pajak akan mendapatkan akses informasi terkait perkembangan setoran pajak mereka secara berkala. “Progres sudah berjalan dan hasil awalnya akan terlihat pada triwulan pertama,” katanya. Selain fokus pada peningkatan PAD, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan agenda promosi daerah ke tingkat internasional. Sekitar 20 duta besar negara sahabat direncanakan berkunjung ke Kota Sukabumi untuk melihat langsung potensi daerah. “Kita ingin Sukabumi semakin dikenal dan diminati wisatawan mancanegara,” tutupnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, meminta agar penempatan tenaga kerja di luar negeri harus menggunakan jalur legal. Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari. ‎ ‎Hal itu disampaikan dia saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor ke SMK PASIM Sukabumi Go Global, Sabtu (17/1/2026). ‎ ‎”Penempatan tenaga kerja harus melalui jalur resmi, berbasis pelatihan, serta mendapat pendampingan dari pemerintah daerah,” kata Ayep Zaki. ‎ ‎Kondisi Kota Sukabumi menuntut adanya terobosan kebijakan ketenagakerjaan yang membuka akses kerja lintas daerah hingga luar negeri, tambahnya. ‎ ‎Dia menambahkan, persoalan pengangguran tidak bisa diselesaikan dengan cara konvensional semata tetapi harus mengedepankan sinergitas antara semua pemangku kepentingan. ‎ ‎”Diperlukan penguatan kerja regional serta penempatan kerja migran yang terstruktur, legal, dan terlindungi sebagai solusi nyata bagi daerah dengan keterbatasan lapangan kerja industri,” ujarnya. ‎ ‎Ia menegaskan, pengangguran merupakan persoalan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. ‎ ‎Oleh karena itu, Pemkot Sukabumi menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). ‎ ‎Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga mengapresiasi peran PASIM yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan penempatan tenaga kerja. ‎ ‎“Program-program PASIM, termasuk pengembangan Migrant Center, sejalan dengan kebutuhan daerah. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung penuh upaya ini untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja,” ujarnya. ‎ ‎Kunjungan kerja Wamenaker tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Nasional PASIM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, peresmian PASIM Training Center, serta penguatan Migrant Center sebagai pusat pelatihan dan persiapan tenaga kerja. ‎ ‎Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntandi, Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Abdullah Qiqi Asmara. ‎ ‎Turut membersamai Pembina Yayasan PASIM Rinalwan Buchori, Ketua Yayasan PASIM Sukabumi Wati Purnaningrum, serta Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief. ‎ ‎Yayasan PASIM memaparkan bahwa program penempatan tenaga kerja yang dijalankan telah menjangkau Jepang, Jerman, sejumlah negara Eropa, Turki, hingga Timur Tengah, dengan fokus pada kesiapan kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran Indonesia. ‎ ‎Sementara itu Wamen Tenaga Kerja Afriansyah Noor mengapresiasi Yayasan Pendidikan PASIM yang telah berkontribusi dalam membuka peluang kerja lewat lembaga pendidikan yang dikelolanya. ‎ ‎”Kami sangat mengapresiasi Yayasan PASIM yang telah mengembangkan dunia pendidikan menjadi dunia kerja. Di mana pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan bisa memanfaatkan penempatan kerja khususnya di luar negeri,” ujarnya. ‎ ‎Saat ini lanjut dia, PASIM telah mengirimkan sebanyak 200 tenaga kerja ke Jepang. Negara jiran tersebut kata menteri sikapnya sangat bersahabat terhadap tenaga kerja Indonesia. “Negara mereka sangat terbuka dan bersahabat. Perlu diketahui gaji di sana besar,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki kembali menggaungkan semangat persatuan dan kesatuan untuk lebih banyak lagi meraih prestasi. Hal itu disampaikan dia saat menyerahkan hibah motor sampah kepada Lapas Kelas IIB Sukabumi, Rabu (7/1/2026). “Semangat persatuan menuju kedaulatan akan melahirkan prestasi. Hal itu menjadi sebuah pilihan yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Kita mulai dari sampah,” kata Ayep. Dia menambahkan per hari Lapas Kelas IIB Sukabumi, memproduksi sampah sekitar kapasitas satu motor. Selain itu kata dia, hal ini sebagai bentuk sinergitas antara lembaga vertikal dengan Pemkot Sukabumi. “Agar tercipta harmoni antar lembaga yang ada,untuk membangun tata kelola pemerintahan yang solid dan kompak,” tegasnya. Disamping itu menjadi prasyarat untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran lahir dan batin yang menjadi cita-cita bersama. Semangat untuk mencapai kondisi ideal itu adalah bersumber dari konstitusi yang terkandung dalam UUD 1945 dan turunannya. Dia juga bersyukur atas kenaikan PAD Kota Sukabumi dari APBD. Di mana sebelumya berada di angka 35 persen sekarang naik 2 persen menjadi 37 persen. “Saya optimis di 2026 akan ada kenaikan-kenaikan lagi termasuk prestasi-prestasi lainnya. Karena semua dilakukan dengan mengacu pada konsep persatuan,” ungkapnya. Kepala Lapas Sukabumi, Budi Hardiono mengapresiasi bantuan dari Pemkot Sukabumi berupa motor sampah tersebut yang bertepatan dengan momentum tahun baru. “Alhamdulillah, tahun baru, semangat baru, motor baru hibah dari Pemkot Sukabumi. Dia berharap dengan bantuan ini kondisi Lapas menjadi lebih bersih lagi. “Sekarang Lapas Sukabumi sudah bersih dan ke depan jauh lebih bersih lagi dari sebelumnya. Terimakasih kepada pak wali kota dan Kepala DLH atas bantuan ini,” ucapnya. Dia menambahkan, limbah sampah per hari berasal dari sisa makanan, limbah dapur ddan hasil kerja kemandiriannya,” kata kalapas. Ada 504 orang warga binaan di Lapas Kelas IIb Sukabumi yang 19 orang diantaranya mutasi ke Lapas Kelas IIa Karawang. Karena pembinaan harus berjalan serta keamanan juga harus kondusif. “Jangan sampai terjadi over kapasitas kita akan lakukan mmutasi ke Lapas Kelas IIa Karawang sebanyak 19 orang warga binaan,” Pungkasnya. (Usep)