JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 Juni 2025 — Tidak ada ruang untuk kompromi dalam urusan keamanan. Itulah pesan tegas yang disampaikan Rutan Jepara saat petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) melakukan penggeledahan mendadak terhadap seluruh pegawai yang akan memulai tugas pagi ini. Dalam suasana yang penuh kesadaran namun tetap bersahabat, satu per satu pegawai diperiksa secara menyeluruh—mulai dari barang bawaan hingga pemeriksaan badan. Tanpa kecuali, baik staf senior maupun junior, semua diperlakukan dengan standar pengamanan yang sama. Ini bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud komitmen untuk menegakkan disiplin secara menyeluruh. Menurut Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, pemeriksaan ini merupakan bagian dari strategi penguatan keamanan internal dan langkah pencegahan dini atas potensi masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan rutan. > “Kami ingin membangun budaya sadar keamanan. Pegawai bukan hanya pelaksana tugas, tapi juga garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman,” ujarnya. Lebih dari sekadar tindakan pengamanan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi seluruh pegawai bahwa tanggung jawab keamanan adalah milik bersama. Di tengah dinamika lingkungan pemasyarakatan yang kompleks, sinergi dan kewaspadaan menjadi kunci utama. Kegiatan ini disambut positif oleh jajaran internal. Beberapa pegawai bahkan menyatakan bahwa pemeriksaan seperti ini justru memberikan rasa percaya diri karena menunjukkan bahwa tidak ada yang kebal terhadap aturan. Langkah berani ini mencerminkan semangat pembaruan di tubuh Rutan Jepara. Tidak hanya menjaga warga binaan, tetapi juga memastikan bahwa semua unsur di dalamnya—termasuk petugas—berada di jalur yang sama: jalur integritas dan profesionalisme. Dengan pengamanan yang diperketat dan sistem yang transparan, Rutan Jepara terus membuktikan bahwa pelayanan pemasyarakatan tidak hanya soal pengawasan, tapi juga soal keteladanan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menggelar pengarahan khusus kepada jajaran satuan pengamanan dalam rangka memperkuat komitmen terhadap tugas dan fungsi pemasyarakatan. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh ketegasan tersebut, ia menyoroti pentingnya disiplin dan integritas sebagai pondasi utama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai petugas Rutan. “Saya tidak akan mentolerir adanya keterlibatan petugas dalam peredaran narkoba maupun penggunaan handphone secara ilegal. Ini menyangkut harga diri institusi dan keselamatan semua pihak di dalam Rutan,” ujarnya dengan nada serius. Pengarahan ini juga menekankan peran penting komandan jaga sebagai pengendali lapangan. Kepala Rutan meminta agar pengawasan terhadap warga binaan terus ditingkatkan, termasuk melalui pelaporan kontrol keliling secara rutin disertai dokumentasi pagi dan sore hari. Selain itu, upaya penguatan sistem pengamanan juga menjadi fokus, dengan rencana penambahan penerangan dan CCTV di area-area yang dinilai rawan. Tak hanya itu, penempatan petugas di pos penjagaan dan titik-titik strategis akan terus dievaluasi demi memastikan tidak ada celah dalam pengawasan. Kepala Rutan juga memberikan peringatan keras terhadap keterlibatan petugas dalam praktik judi online, sebuah fenomena yang menurutnya bisa merusak fokus dan moral kerja. “Kita adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan nodai itu dengan perilaku menyimpang,” tegasnya. Dengan pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran Rutan Jepara semakin solid, disiplin, dan profesional dalam menjalankan tugasnya, sekaligus membangun iklim kerja yang bersih dan bertanggung jawab.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Juni 2025 — Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara pada Sabtu pagi (14/6). Di aula utama, sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya para lansia, tampak duduk rapi menunggu giliran mereka diperiksa oleh tim medis. Bukan sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan kesehatan para penghuni rutan tetap terjaga. Dengan menggandeng tenaga kesehatan dari Puskesmas Jepara Kota, pemeriksaan kali ini mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari deteksi penyakit menular seperti tuberkulosis dan ISPA, hingga pemeriksaan penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung. Bagi para WBP lansia, kegiatan ini bukan hanya tentang pemeriksaan fisik. Mereka juga mendapat sesi konseling kesehatan yang berisi edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat, mengelola stres, dan menjaga kondisi tubuh meski berada dalam keterbatasan. “Banyak dari mereka yang tidak menyadari kondisi kesehatannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu mereka memahami pentingnya perawatan sejak dini,” ujar dokter umum yang memimpin kegiatan tersebut. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah bagian dari hak dasar setiap warga binaan. “Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjamin hak-hak dasar, termasuk hak untuk sehat. Terima kasih kepada Puskesmas Jepara Kota yang telah memberikan perhatian dan pelayanan terbaik,” katanya. Para WBP menyambut kegiatan ini dengan antusias. Salah satu WBP lansia mengaku senang bisa menjalani pemeriksaan menyeluruh. “Biasanya cuma pusing saya tahan saja, sekarang dicek semuanya. Saya merasa lebih diperhatikan,” ucapnya sambil tersenyum. Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, pihak Rutan berharap kondisi kesehatan warga binaan bisa terus dipantau, dan berbagai potensi penyakit bisa dicegah lebih awal. Di balik jeruji besi, semangat untuk hidup sehat tetap menyala. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengadakan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) guna membahas usulan remisi tambahan dan remisi dasawarsa bagi sejumlah narapidana. Sidang ini merupakan bagian dari proses evaluasi pembinaan yang rutin dilakukan sebagai bentuk penilaian terhadap narapidana yang menunjukkan perilaku baik. Remisi tambahan diusulkan bagi narapidana yang menjalankan tugas sebagai tamping pemuka, yaitu narapidana yang membantu kegiatan internal rutan, mulai dari kebersihan hingga pembinaan teknis. Sementara itu, remisi dasawarsa diberikan kepada narapidana yang telah menjalani masa pidana selama 10 tahun penuh dan memenuhi syarat administratif serta substantif. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan kepada narapidana yang mampu menunjukkan perubahan positif selama masa pembinaan. “Pemberian remisi diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana lainnya untuk ikut aktif dalam kegiatan pembinaan dan tetap menjaga perilaku baik,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa Rutan Jepara terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan, termasuk bagi warga binaan perempuan. Pelatihan-pelatihan yang akan diberikan ke depan diharapkan menjadi bekal produktif bagi narapidana setelah bebas nanti. Sidang TPP ini tidak hanya berfungsi sebagai forum penilaian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan dan reintegrasi sosial. Melalui pemberian remisi yang selektif dan terukur, Rutan Jepara berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang adil dan bermartabat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 13 Juni 2025 – Rutan Kelas IIB Jepara terus berinovasi dalam menciptakan pola pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Salah satu terobosan yang terus dijalankan adalah kegiatan olahraga rutin yang melibatkan seluruh warga binaan. Olahraga tak sekadar menjadi aktivitas pengisi waktu luang. Di tangan Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, kegiatan ini disulap menjadi alat pembinaan mental, disiplin, dan kerja sama. “Kami ingin warga binaan tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga tumbuh secara sosial dan emosional,” tutur Renza. Cabang olahraga yang diminati di antaranya voli, bulu tangkis, tenis meja, dan sepak takraw. Setiap harinya, lapangan di dalam Rutan tampak hidup dengan semangat kompetitif namun sportif dari para peserta. Uniknya, kegiatan ini turut melibatkan petugas Rutan, sehingga tercipta interaksi yang lebih hangat dan setara. Menurut Renza, pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan sekat antara petugas dan warga binaan. “Kami ingin membangun suasana kebersamaan. Ketika mereka merasa dihargai sebagai manusia, proses pembinaan akan lebih efektif,” ujarnya. Untuk memacu semangat, Rutan Jepara juga rutin mengadakan turnamen internal. Dari ajang ini, beberapa warga binaan mulai menunjukkan potensi sebagai atlet yang menjanjikan. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam sistem pemasyarakatan—dari yang bersifat menghukum menjadi membina dan memberdayakan. Harapannya, warga binaan dapat menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan bekal karakter yang kuat, sehat, dan siap kembali ke tengah masyarakat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 Juni 2025 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus mengintensifkan program pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pengajian rutin, mujahadah, istighatsah, serta pembacaan maulid dan belajar baca Iqra dan Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan pengajian rutin dilaksanakan setiap hari Selasa pagi, dengan mengundang penceramah dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara. Dalam suasana khusyuk, warga binaan mengikuti mujahadah dan istighatsah bersama, memohon ampunan dan kekuatan spiritual agar mampu menjalani masa pidana dengan penuh kesabaran dan keinsafan. Selain itu, setiap hari Kamis, kegiatan keagamaan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diiringi oleh Tim Rebana WBP Rutan Jepara, serta diisi ceramah agama dari perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara. Iringan salawat dan lantunan pujian terhadap Rasulullah menambah semangat kebersamaan dan ketenangan batin para warga binaan. Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu membentuk karakter spiritual warga binaan sebagai bekal mereka kelak kembali ke masyarakat,” ujarnya.Renza kepada Bidik-kasusnews selalas 3/6/2025 Program ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk keluarga WBP dan tokoh masyarakat, karena dinilai mampu membawa perubahan positif dalam perilaku dan pola pikir para warga binaan. Dengan semangat keislaman dan nilai-nilai kebaikan yang terus ditanamkan, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa tahanan dengan penuh keinsafan, serta kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 Juni 2025 – Rumah Tahanan Negara Jepara berkolaborasi dengan Rumah BUMN Jepara menggelar program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan mengembangkan keterampilan kerajinan tangan berbahan dasar palet kayu bekas. Salah satu produk unggulan yang dihasilkan adalah cup holder atau wadah tempat minuman yang sangat berguna untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki keahlian produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana. Produk yang dihasilkan tak hanya memiliki nilai guna tinggi, tetapi juga bernilai estetika dan ramah lingkungan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara Rutan Jepara dan pihak eksternal dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja.”Kami ingin agar warga binaan tidak hanya sekadar menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapat bekal nyata yang bisa dimanfaatkan dikemudian hari. Kerja sama ini memberi harapan baru bagi mereka,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan dari Rumah BUMN Jepara menambahkan bahwa produk cup holder ini memiliki potensi pasar yang cukup luas terutama di kalangan UMKM kuliner yang membutuhkan kemasan unik dan fungsional untuk meningkatkan daya tarik produk mereka.”Kami memesan 108 cup holder, kami juga akan membantu dalam proses pemasaran dan promosi agar produk hasil karya warga binaan bisa dikenal lebih luas,” ungkapnya. Dengan desain yang minimalis dan bahan ramah lingkungan, cup holder kayu ini menjadi solusi inovatif yang mendukung gerakan pengurangan penggunaan plastik sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi pelaku UMKM. Seluruh proses produksi dilakukan dengan pendampingan dan pelatihan langsung oleh instruktur yang berpengalaman. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental wirausaha bagi warga binaan. Harapannya, setelah bebas nanti, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan produktif.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 02 Juni 2025 – Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melakukan pengecekan senjata api yang digunakan oleh petugas keamanan Rutan Jepara. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa senjata api dalam kondisi baik dan siap digunakan dalam situasi darurat. Dalam kegiatan pengecekan senjata api, Kepala Rutan Jepara memeriksa kondisi senjata api, termasuk kebersihan, fungsi, dan keamanannya. Beliau juga memastikan bahwa petugas keamanan telah memahami prosedur penggunaan senjata api yang benar dan aman. *Pengecekan Senjata Api Rutin* Pengecekan senjata api ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Rutan Jepara untuk memastikan keamanan dan keselamatan di dalam Rutan. Kepala Rutan Jepara menekankan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di dalam Rutan, serta memastikan bahwa petugas keamanan telah siap menghadapi situasi darurat. Dengan melakukan pengecekan senjata api, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan keselamatan di dalam Rutan. Kepala Rutan Jepara berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan petugas keamanan dalam menghadapi situasi darurat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 2 Juni 2024 – Rutan Kelas IIB Jepara menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada hari ini. Upacara yang dilaksanakan di lapangan Rutan Jepara ini diikuti oleh seluruh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dalam upacara tersebut, Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Beliau membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang menekankan pada Program Pemerintah dalam pembangunan nasional dengan menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. “Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” ujar Renza Maisetyo. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini dilaksanakan dengan khidmat dan penuh rasa hormat. Seluruh peserta upacara mengikuti prosesi upacara dengan tertib dan disiplin. *Makna dan Tujuan Upacara* Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini bertujuan untuk mengenang dan memperingati momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu pengesahan Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu, upacara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila di kalangan pegawai dan WBP. Dengan melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila di kalangan pegawai dan WBP. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – 2 Juni 2025 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jepara menyatakan siap mensukseskan Program asta cita Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan transformasi pelayanan publik, Serta Melaksanakan Sepenuhnya 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kepala Rutan Jepara, Reza Maisetyo, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dengan menjalankan berbagai program dan inovasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pelayanan, menjunjung hak asasi manusia, dan memberikan pembinaan yang bermakna bagi warga binaan. > “Kami ingin Rutan Jepara menjadi lembaga yang profesional, transparan, akuntabel, dan bersih dari korupsi,” ujar Reza. Fokus pada Tiga Misi Utama Dalam menjalankan tugasnya, Rutan Jepara mengusung tiga misi utama: 1. Menegakkan tata kelola yang baik dan bebas dari korupsi. 2. Memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan dan masyarakat. 3. Membangun budaya kerja yang jujur dan berorientasi pada hasil. Ketiga misi ini sejalan dengan semangat reformasi yang didorong oleh Presiden Prabowo, yaitu keberanian melakukan perubahan, peningkatan efektivitas pelayanan, dan keadilan sosial. Langkah-Langkah Konkret Beberapa upaya yang telah dilakukan Rutan Jepara di antaranya: Digitalisasi layanan, untuk memudahkan akses dan meningkatkan transparansi. Pelatihan rutin bagi petugas, agar lebih profesional dan humanis. Penerapan sistem penghargaan dan sanksi, guna menciptakan lingkungan kerja yang adil. Evaluasi berkala, agar pelayanan terus membaik. Pembinaan dan Keamanan Jadi Prioritas Selain menjaga keamanan, Rutan Jepara juga fokus pada pembinaan warga binaan. Mereka diberikan pelatihan keterampilan dan bimbingan agar siap kembali ke masyarakat setelah masa hukuman selesai. Untuk keamanan, Rutan menerapkan pengawasan CCTV 24 jam, razia rutin, dan pelatihan khusus untuk petugas pengamanan. Hak-Hak Warga Binaan Dijamin Reza juga menekankan bahwa hak-hak warga binaan menjadi perhatian penting. Di antaranya: Layanan kesehatan yang layak dan mudah diakses. Akses terhadap bantuan hukum dan pembinaan keagamaan. Sosialisasi hak secara rutin. Penanganan aduan secara cepat dan terbuka. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Rutan Jepara menargetkan untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dengan memperkuat integritas dan tata kelola yang bersih. Reza berharap dukungan dari semua pihak agar reformasi ini bisa berjalan maksimal. > “Kami siap bersinergi demi pemasyarakatan yang lebih baik dan berkeadilan,” pungkasnya. (Wely-jateng)