JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –21-Agustus-2025- Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan melalui proses hukum, tetapi juga lewat program pemulihan. Hal ini terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara, di mana ratusan warga binaan mendapat kesempatan mengikuti rehabilitasi sosial hasil kerja sama dengan IPWL Alma’laa Grobogan. Kegiatan yang dimulai Rabu (21/8/2025) ini menyasar warga binaan kasus narkotika agar mereka mampu bangkit dari ketergantungan dan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyebut rehabilitasi sosial merupakan langkah penting dalam membangun kembali kepercayaan diri para narapidana. > “Rehabilitasi adalah bentuk kepedulian. Kami ingin para warga binaan tidak hanya berhenti dari ketergantungan, tapi juga punya arah hidup baru setelah bebas nanti,” ucapnya. Metode rehabilitasi dilakukan dengan pendekatan holistik. Peserta mendapatkan konseling pribadi, terapi kelompok, pembinaan mental dan spiritual, hingga pelatihan keterampilan. Tim IPWL Alma’laa Grobogan turut mendampingi secara langsung jalannya kegiatan dengan tenaga profesional di bidang rehabilitasi narkotika. Program ini akan berjalan dalam beberapa tahap dengan evaluasi rutin. Harapannya, warga binaan yang mengikuti dapat benar-benar pulih dan kelak menjadi teladan di lingkungannya. Dengan adanya program ini, Rutan Jepara tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pemulihan dan pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengadakan kegiatan donor darah pada Selasa (19/08/2025). Kegiatan sosial ini berlangsung di aula Rutan Jepara dengan melibatkan petugas, warga binaan, serta tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, mengatakan bahwa donor darah menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna dalam meneladani perjuangan para pahlawan. “Jika dulu para pejuang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan, maka kini kita bisa mengisi kemerdekaan dengan kepedulian nyata melalui setetes darah untuk kehidupan orang lain,” jelasnya. Puluhan peserta antusias mengikuti kegiatan ini, baik dari jajaran pegawai maupun warga binaan yang memenuhi syarat kesehatan. PMI Jepara menurunkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan dan pengambilan darah secara langsung di lokasi. Menurut pihak PMI, kantong darah yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Jepara. Hal ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah yang semakin meningkat. Selain sebagai rangkaian perayaan HUT RI, donor darah juga menjadi wadah membangun kebersamaan. Momentum ini membuktikan bahwa di balik jeruji, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama tetap bisa diwujudkan. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara ingin menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau lomba, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kabar gembira bagi ratusan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Sebanyak 427 orang mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman, yang diserahkan secara simbolis usai upacara bendera di Alun-alun Jepara II, Minggu (17/8/2025). Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa remisi merupakan penghargaan bagi warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani pembinaan. “Pemberian remisi ini bukan hanya bentuk keringanan, tetapi juga motivasi agar warga binaan terus berupaya memperbaiki diri dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya. Dari total penerima remisi, 197 orang memperoleh Remisi Umum, sementara 230 orang lainnya menerima Remisi Dasawarsa. Jumlah tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan di Rutan Jepara. Penyerahan remisi dilakukan oleh Bupati Jepara bersama Forkopimda, didampingi langsung Kepala Rutan Jepara. Kehadiran jajaran pejabat daerah ini menjadi bentuk dukungan terhadap proses pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan. Salah seorang warga binaan penerima remisi menyatakan rasa syukur atas kesempatan tersebut. “Ini menjadi hadiah kemerdekaan bagi kami. Semoga bisa menjadi langkah awal untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ungkapnya dengan haru. Dengan adanya remisi, Rutan Jepara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan siap berkontribusi positif bagi bangsa. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 Agustus 2025 – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, turut menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Alun-alun II Jepara. Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara, pejabat pemerintahan, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Kepala Rutan bersama jajaran petugas pemasyarakatan menjadi wujud sinergi dan kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Jepara menegaskan pentingnya momen HUT RI sebagai pengingat nilai perjuangan. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan para pahlawan. Tugas kita saat ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan mengabdi sesuai peran masing-masing, termasuk dalam pembinaan di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya. Usai upacara, Forkopimda bersama Kepala Rutan Jepara juga turut dalam agenda penyerahan remisi kemerdekaan bagi warga binaan. Sebanyak 427 warga binaan Rutan Jepara menerima remisi, baik Remisi Umum maupun Remisi Dasawarsa, sebagai bentuk apresiasi negara atas perilaku baik mereka selama menjalani pembinaan. Kepala Rutan menambahkan, pemberian remisi menjadi momentum penting bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri. “Kami berharap mereka semakin termotivasi, sehingga setelah bebas nanti bisa kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif dan berkontribusi positif,” imbuhnya. Kehadiran Kepala Rutan Jepara dalam upacara HUT ke-80 RI sekaligus menjadi simbol komitmen Rutan Jepara dalam menanamkan nilai nasionalisme, baik bagi petugas pemasyarakatan maupun warga binaan, agar semangat kemerdekaan tetap hidup di segala lini kehidupan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 17 Agustus 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Meski berada di balik tembok rutan, semangat nasionalisme petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap berkobar. Upacara berlangsung di lapangan Rutan Jepara dengan penuh khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala KPR Rutan Jepara, Benny Apridona, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai titik balik dalam kehidupan. “Makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari belenggu penjajahan, tetapi juga kesempatan untuk membebaskan diri dari kebiasaan buruk di masa lalu. Mari jadikan hari ini sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya. Momen sakral pengibaran bendera merah putih menjadi puncak upacara. Seluruh peserta berdiri tegap, menyanyikan Indonesia Raya dengan lantang. Nuansa nasionalisme semakin terasa, memperlihatkan bahwa semangat kebangsaan tidak memandang sekat dan status. Selepas upacara, suasana berubah meriah dengan berbagai perlombaan khas 17 Agustus. Pegawai dan WBP berbaur dalam ajang olahraga seperti bola voli, bulu tangkis, hingga lomba catur. Aktivitas tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan sportivitas. Salah satu WBP menyampaikan rasa harunya karena tetap bisa ikut merayakan kemerdekaan. “Meskipun sedang menjalani masa pidana, kami merasa dilibatkan. Ini membuat kami lebih semangat untuk berubah,” tuturnya. Kegiatan peringatan HUT RI ke-80 di Rutan Jepara tidak hanya sebatas seremonial, namun juga sarana pembinaan. Melalui momentum ini, Rutan berkomitmen menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, dan semangat nasionalisme sebagai bekal WBP untuk kembali ke masyarakat kelak. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Alun-Alun I Jepara, Minggu (17/8/2025). Kehadiran beliau menjadi bagian penting dalam barisan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Jepara beserta Wakil Bupati, Kapolres Jepara, Dandim Jepara, Ketua DPRD Jepara, serta Kepala Kejaksaan Negeri Jepara. masyarakat juga turut hadir alun-alun untuk menyaksikan momen sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Kepala Rutan Jepara menegaskan bahwa kehadirannya dalam upacara kemerdekaan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai wujud sinergi Rutan Jepara dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum di Kabupaten Jepara. “Momentum kemerdekaan ini mengingatkan kita untuk terus mengabdi kepada bangsa. Bagi kami di Rutan, semangat perjuangan itu diwujudkan dengan memberikan pembinaan terbaik bagi warga binaan, agar mereka dapat kembali menjadi bagian masyarakat yang berguna,” ungkapnya kepada Bidik-kasusnews Minggu 17/8/2025 Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peringatan HUT RI menjadi pengingat penting akan arti kebersamaan, gotong royong, serta persatuan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Jepara. Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Semangat kemerdekaan diharapkan terus hidup, tidak hanya di dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga di dalam proses pembinaan di Rutan Jepara. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025). Upacara berlangsung khidmat di halaman Rutan dengan diikuti oleh seluruh jajaran petugas dan warga binaan pemasyarakatan. Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, yang dalam amanatnya menyampaikan pentingnya peringatan Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan semangat nasionalisme. “Upacara 17 Agustus ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa. Semangat juang mereka harus kita jadikan teladan, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya kepala Rutan kepada Bidik-kasusnews Minggu 17/8/2025. Suasana khidmat semakin terasa saat pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh petugas pilihan, diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan penuh semangat oleh seluruh peserta upacara. Tak hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, pelaksanaan upacara di Rutan Jepara ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan, sekaligus menguatkan nilai cinta tanah air. Dengan pelaksanaan upacara HUT RI ke-80 ini, Rutan Jepara berharap dapat terus menumbuhkan jiwa nasionalisme, disiplin, serta semangat persatuan bagi seluruh jajaran dan warga binaan. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 15 Agustus 2025 – Semangat kemerdekaan menyapa warga sekitar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara pada Jumat (15/8), saat jajaran pegawai dan CPNS Rutan turun langsung menyalurkan bantuan sembako. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak hanya berfokus pada perayaan, Rutan Jepara memilih untuk mengisinya dengan aksi nyata membantu masyarakat yang membutuhkan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menuturkan bahwa bakti sosial menjadi momentum untuk mempererat jalinan kebersamaan antara petugas Rutan dan warga sekitar. > “Kami ingin momen kemerdekaan ini membawa manfaat nyata. Bantuan sembako ini adalah wujud kepedulian sekaligus rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ungkapnya. Puluhan warga tampak hadir di halaman Rutan dengan wajah ceria saat menerima paket sembako. Beberapa di antaranya mengaku bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. “Terima kasih kepada Rutan Jepara, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucap salah satu warga. Bagi Rutan Jepara, aksi ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. Dengan semangat HUT RI ke-80 bertema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, diharapkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial terus hidup di tengah masyarakat.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat (15/8/2025) pagi, halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara tampak berbeda dari biasanya. Suasana riang dan penuh semangat terlihat ketika seluruh pegawai berkumpul untuk mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Benny Apridona dan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HUT RI di lingkungan Rutan Jepara. Tepat pukul 07.30 WIB, peserta dilepas dari garis start yang berada di halaman utama Rutan. Rute yang dilalui telah disiapkan sedemikian rupa, melewati jalanan sekitar sambil menikmati segarnya udara pagi. Sepanjang perjalanan, tawa dan obrolan ringan mengiringi langkah para peserta, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai, Benny Apridona menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menanamkan nilai persatuan. “Jalan sehat ini adalah simbol kebersamaan dan kekompakan, baik antarpegawai maupun dengan warga binaan. Semangat ini harus kita rawat seperti halnya kita merawat rasa cinta kepada tanah air,” ujarnya. Usai garis finis dilewati, kegiatan dilanjutkan dengan program Jumat Berkah berupa pembagian nasi kotak kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Rutan Jepara. Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari warga, yang mengapresiasi kepedulian pegawai Rutan di tengah peringatan hari bersejarah bangsa. Kepala Rutan Jepara (Karutan) juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat. Ia menilai, kombinasi kegiatan olahraga dan berbagi seperti ini mampu memperkuat hubungan baik dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan empati di kalangan pegawai. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan penuh kegembiraan. Bagi Rutan Jepara, peringatan kemerdekaan kali ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga meneruskan semangat mereka melalui langkah nyata — menjaga persatuan, membangun kebersamaan, dan saling peduli terhadap sesama.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 14 Agustus 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara kembali menyelenggarakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan pemenuhan hak bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sidang ini menjadi forum penentu bagi WBP yang akan diusulkan mengikuti program integrasi, mulai dari pembebasan bersyarat hingga cuti menjelang bebas. Proses penilaian dilakukan oleh pejabat struktural, petugas pembinaan, serta staf terkait berdasarkan catatan perilaku dan perkembangan kepribadian WBP selama menjalani masa pidana. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa setiap keputusan diambil melalui pertimbangan matang dan data yang valid. “TPP adalah mekanisme penting untuk memastikan WBP yang mendapatkan hak integrasi benar-benar telah menunjukkan perubahan positif,” ungkapnya. Dengan pelaksanaan yang rutin, Sidang TPP diharapkan mampu menjamin proses reintegrasi sosial berjalan lancar, sekaligus menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemasyarakatan.(Wely-jateng)