JATENG:Bidik-kasusnwes.com Polda Jateng-Kota Semarang | Selama 18 hari pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025, Polda Jawa Tengah mencatatkan capaian signifikan dalam upaya memberantas aksi premanisme. Sejak dimulainya masa operasi pada tanggal 12 Mei 2025, sebanyak 545 kasus berhasil diungkap, dengan total 730 pelaku diamankan, terdiri dari 696 pria dan 34 wanita, beserta berbagai barang bukti hasil kejahatan. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, berdasarkan laporan resmi yang diterimanya dari Posko Operasi Aman Candi 2025 pada Jumat, (30/5/2025) pagi di Mapolda Jateng. Ia menyebut, keberhasilan pengungkapan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polda Jateng dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayahnya. “Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Satgas yang terlibat dalam kegiatan operasi, baik di tingkat Polda Jateng maupun seluruh Polres jajaran di Jawa Tengah,” ungkap Kombes Pol Artanto. Operasi Aman Candi 2025 direncanakan berakhir pada 31 Mei 2025 mendatang. Adapun fokus utama dalam operasi ini adalah pemberantasan premanisme dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu iklim investasi dan ketertiban umum. Kabid Humas mengungkap, dari seluruh kasus yang diungkap, jenis kejahatan terbanyak adalah pemerasan sebanyak 260 kasus, diikuti kekerasan kelompok 141 kasus, pungutan liar 94 kasus, dan pengancaman sebanyak 42 kasus. Tiga wilayah dengan pengungkapan kasus terbanyak adalah Polrestabes Semarang dengan 148 kasus, disusul Polres Grobogan (41 kasus), dan Polres Wonosobo (40 kasus). “Setelah masa operasi berakhir, kami akan melakukan analisa dan evaluasi atas hasil yang telah dicapai. Tidak menutup kemungkinan kegiatan operasi akan diperpanjang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya. Di akhir keterangannya, Kombes Pol Artanto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban bersama. “Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci terciptanya Jawa Tengah yang aman dan kondusif. Laporkan segera jika mengetahui adanya praktik premanisme atau kejahatan jalanan di lingkungan sekitar,” pungkas Kombes Pol Artanto.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Suasana kebersamaan antara institusi Polri dan TNI AD di Pati semakin erat terjalin. Hari ini, Kamis (29/5/2025), jajaran Polresta Pati memberikan kejutan istimewa berupa ucapan selamat ulang tahun kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0718/Pati, Letkol Inf Jon Young Saragi, yang genap berusia 44 tahun. Kunjungan yang penuh kehangatan ini berlangsung di kediaman rumah dinas Dandim Pati, menandai sebuah momentum penting dalam upaya menjaga sinergitas kedua institusi. Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dandim 0718/Pati bersama PJU Kodim 0718/Pati, serta sejumlah anggota dari kedua kesatuan. Sekitar 100 orang turut hadir dalam kegiatan ini. Kapolresta Pati melalui Wakapolresta Pati AKBP Dandy Ario Yustiawan, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa, melainkan juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat hubungan baik antara Polri dan TNI AD. Maksud dan tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendoakan Dandim Jon Young Saragi agar senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan dalam kariernya, ujarnya. Lebih dari itu, acara ini menegaskan sinergitas yang solid demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Pati. Rangkaian acara diawali dengan kedatangan Wakapolresta Pati beserta rombongan PJU di kediaman rumah dinas Dandim Pati. Suasana ramah tamah yang akrab segera menyelimuti seisi ruangan, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental. Interaksi antara para petinggi dan anggota kedua institusi terlihat cair. Puncak acara ditandai dengan momen pemberian ucapan selamat ulang tahun dan doa bagi Letkol Inf Jon Young Saragi. AKBP Dandy secara simbolis menyerahkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan. Momen ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga sebuah representasi dari penghargaan dan dukungan yang diberikan oleh Polresta Pati kepada Dandim 0718/Pati. “Harmonisasi antara TNI dan Polri menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah,” pungkas AKBP Dandy.(Kasnadi) Sumber:humas resta pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pati, Jawa Tengah – Fenomena penggunaan “sound horeg” atau sistem tata suara berkekuatan sangat tinggi yang kerap menimbulkan gangguan ketertiban umum, kini menghadapi penolakan keras dari berbagai pihak di Pati. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan TNI secara tegas menyatakan larangan penggunaan sound horeg dalam setiap kegiatan masyarakat. Larangan ini bukan tanpa alasan, mengingat maraknya aduan dan keluhan dari warga terkait dampak negatif yang ditimbulkan. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, menjelaskan bahwa langkah pelarangan ini merupakan respons atas keresahan yang meluas di masyarakat. “Kami dari kepolisian sudah mengeluarkan surat edaran terkait sound horeg, dengan larangan penggunaan dalam kegiatan masyarakat apapun bentuknya,” tegas AKBP Jaka Wahyudi pada Senin (26/05) saat kegiatan Doorstop. Ia menambahkan bahwa informasi dan aduan mengenai gangguan ketertiban akibat sound horeg sudah sangat banyak, sehingga memerlukan tindakan tegas. Surat edaran larangan ini telah disosialisasikan secara menyeluruh kepada seluruh jajaran Polsek di Pati. Lebih lanjut, Polresta Pati juga tidak akan menerbitkan izin untuk setiap kegiatan masyarakat yang menggunakan sound horeg, terang AKBP Jaka Wahyudi. Sinergi antara Polri, TNI, dan Pemkab menjadi kunci dalam implementasi larangan ini. Bupati Pati juga telah mengeluarkan surat larangan serupa, menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertib. Upaya sosialisasi dan edukasi menjadi prioritas utama. Masyarakat akan diberikan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif dari penggunaan sound horeg. “Pertama harus kita kasih edukasi, dari edukasi masyarakat akan paham,” kata Kapolresta. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan masyarakat akan secara sukarela menaati aturan yang telah ditetapkan. Apabila setelah edukasi dan tidak diberikan izin, kegiatan yang menggunakan sound horeg masih nekat dilaksanakan, maka konsekuensi hukum akan menanti. Penegakan hukum tidak hanya berlaku untuk kegiatan di lokasi, namun juga di jalan raya. Sanksi tilang di jalan raya akan diberlakukan secara tegas, khususnya bagi kendaraan yang menggunakan sound horeg dengan intensitas suara melebihi batas wajar, serupa dengan knalpot brong, pungkas Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi. Polresta Pati menghimbau kepada masyarakat yang menemukan adanya penggunaan sound horeg agar melaporkan kepada kepolisian terdekat atau call center 110.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta pati

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun 2025, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla pada Senin (26/05/2025) pukul 09.00 WITA di halaman Mapolres HSU. Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan serta Kasdim 1001 HSU-BLG Mayor Inf. Andi Tiro yang mewakili Dandim 1001 HSU-BLG. Apel diikuti oleh berbagai unsur, baik dari internal Polri maupun instansi pemerintahan dan relawan kebencanaan, sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman Karhutla. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres HSU Kompol Aris Munandar, S.H., M.A., Kepala Dinas Sosial HSU Surya Supi, S.STP, M.PA, Kepala BPBD HSU H. Syamrani, Perwakilan Senkom, Para Kabag, Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran Polres HSU Susunan Pasukan Apel Kesiapsiagaan SST TNI Kodim 1001 HSU-BLG, SST Sat Samapta dan Polairud, SST Gabungan Staf Polres, SST Personel Polsek, SST Satlantas, SST Resintel dan Satresnarkoba, SST Satpol PP HSU, SST BPBD HSU dan SST Manggala Agni Selain pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan gelar peralatan yang dimiliki masing-masing instansi untuk mengecek kesiapan operasional dan daya dukung logistik dalam penanggulangan Karhutla. Membacakan amanat Kapolda Kalsel, dalam amanatnya Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, menyampaikan bahwa apel ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya konkret mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu kritikal dan ancaman ekologis bersifat periodik, khususnya menjelang musim kemarau di indonesia. Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alamiah, melainkan sebuah kejadian kompleks dengan implikasi multidimensional yang merugikan berbagai sendi kehidupan bangsa, mulai dari aspek sosial kemasyarakatan, stabilitas pemerintahan, aparat keamanan, hingga sektor-sektor strategis lainnya. Marilah kita terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memantau dinamika iklim serta potensi karhutla diwilayah kita. Penyampaian informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam upaya mitigasi risiko dan dampak karhutla secara efektif. Harapan kita bersama, semoga langkah-langkah ini turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk meninggalkan praktik pembakaran lahan, demi menjaga kelestarian lingkungan dan menjamin keberlanjutan hidup generasi kini dan mendatang. Saya mengimbau kepada seluruh elemen baik masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana karhutla. Pencegahan dini merupakan langkah paling efektif dalam menghindari kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, serta dampak kesehatan masyarakat yang luas dan serius. ujar Kapolres. Polres HSU juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan bila menemukan tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan.(Agus)

BIDIK-KASUSNEWS.COM PESAWARAN, LAMPUNG – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran 2025, aparat gabungan TNI dan Polri meningkatkan intensitas patroli skala besar untuk memastikan keamanan seluruh tahapan demokrasi. Patroli gabungan tersebut digelar pada Jumat malam (23/5/2025) di wilayah Kecamatan Gedong Tataan. Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Mapolres Pesawaran pukul 20.00 WIB, dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pesawaran, AKP Edy Saputro. Sebanyak 34 personel dari Polres Pesawaran, 100 anggota Batalyon A Sat Brimob Polda Lampung di bawah komando AKP Ginting, serta satu peleton dari TNI Koramil Gedong Tataan dilibatkan dalam kegiatan pengamanan terpadu ini. Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho juga turun langsung meninjau kesiapan keamanan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap strategis, seperti TPS 004 Dusun Sri Menanti (Desa Negeri Sakti), TPS 002 Dusun 1 (Desa Bagelen), dan TPS 012 Dusun Wayhui (Desa Wiyono). Dalam patroli tersebut, aparat tak hanya fokus pada kesiapan lokasi TPS, tetapi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan edukasi kepada petugas pengamanan dan penyelenggara agar tetap menjaga netralitas serta situasi kamtibmas yang kondusif. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan bentuk nyata komitmen aparat dalam menjamin keamanan PSU berjalan damai. “Kami tidak ingin memberi ruang bagi potensi gangguan. Aparat hadir di tengah masyarakat sebagai penjaga demokrasi,” ujarnya. Yuyun juga menyampaikan bahwa sinergi TNI-Polri akan terus ditingkatkan hingga seluruh tahapan PSU, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara, rampung. “Pengamanan kami lakukan menyeluruh, hingga ke tingkat desa. Tidak hanya menjaga TPS, tapi juga mengawal stabilitas sosial warga,” tambahnya. Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketenangan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu ketegangan. “Laporkan jika ada hal mencurigakan. Partisipasi masyarakat penting demi suksesnya PSU ini,” imbaunya. Menurut Yuyun, pendekatan preventif seperti patroli gabungan terbukti efektif menjaga situasi tetap aman. “Ini adalah bukti nyata kehadiran negara, demi memastikan setiap suara rakyat tersalurkan dengan aman dan demokratis,” tutupnya. Dengan semangat kebersamaan dan pengawasan ketat dari aparat gabungan, pelaksanaan PSU di Bumi Andan Jejama diharapkan berlangsung jujur, adil, dan damai. (Mg)

Jateng, Bidik-kasusnews.com Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng Bersama Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Menden, Kecamatan Bonarum, Klaten melaksanakan Pelepasan Bibit Ikan Lele, Penanaman Pohon dan Pembakaran Sampah Ramah Lingkungan. Jum’at (23/5/2025). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wadanyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng AKP I Made Wirta. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Desa Setempat. Kegiatan ini meliputi Partisipasi dalam pembuatan 5 Inisinerator sampah sederhana sebagai upaya Pengolahan sampah warga, Pelepasan Benih Ikan Lele sebagai Wujud Ketahanan Pangan Desa, Revitalisasi Kolam Ikan dan Penanaman Pohon. Upaya tersebut merupakan bukti Konkrit Partisipasi Batalyon C Satuan Brimob Polda Jateng dalam Pelaksanaan Visi dan Asta Cita.(Agus)

JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Polresta Pati secara resmi menggelar acara pelepasan Bintara Remaja Orang Asli Papua (OAP) yang telah menuntaskan masa pembinaan dan siap kembali mengabdi di tanah kelahirannya. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momen penting bagi para bintara muda untuk memulai babak baru dalam karier kepolisian mereka. Kegiatan pelepasan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2025, bertempat di Aula Rupatama Polresta Pati. Dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Polresta Pati serta anggota Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini turut membimbing para bintara remaja. Meski awalnya direncanakan bertugas selama 6 bulan hingga 1 tahun, para Bintara harus kembali lebih awal ke wilayah asal karena kebutuhan operasional di daerah masing-masing. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, memimpin langsung acara pelepasan ini. Turut hadir pula Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, serta para Pejabat Utama (PJU) Polresta Pati yang memberikan dukungan dan arahan kepada para bintara muda. Dalam sambutannya, Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi menyampaikan apresiasi dan pesan-pesan penting kepada para Bintara Remaja OAP. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme sebagai anggota Polri, terutama saat kembali bertugas di daerah asal mereka. “Terima kasih atas dedikasi dan semangat kalian selama berada di Polresta Pati. Kalian adalah aset berharga bagi bangsa, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua,” ujar AKBP Jaka Wahyudi. Rangkaian acara pelepasan meliputi pembukaan, dilanjutkan dengan arahan dari Kapolresta Pati. Setelah itu, momen kebersamaan diperkuat dengan pemberian cinderamata sebagai kenang-kenangan dari Polresta Pati, serta sesi foto bersama untuk mengabadikan momen bersejarah ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, memberikan kesempatan bagi para bintara remaja untuk berinteraksi lebih dekat dengan para pimpinan dan anggota Bag SDM. Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai sesi ini, mencerminkan ikatan yang telah terjalin selama masa pembinaan. Kegiatan pelepasan Bintara Remaja OAP ini berjalan dengan tertib dan lancar, menandai berakhirnya satu fase dan dimulainya pengabdian baru. Semoga bekal ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama di Polresta Pati dapat menjadi fondasi kuat bagi para bintara muda dalam menjalankan tugas mulia mereka di tanah Papua.(Kasnadi) Sumber:humas Resta pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya pemberantasan premanisme di wilayah pesisir terus ditingkatkan oleh jajaran Polres Jepara. Salah satunya melalui patroli malam yang kini rutin digelar oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Jepara di sekitar Dermaga Pantai Kartini, Jumat malam (23/5/2025). Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Aman Candi 2025 yang bertujuan menciptakan suasana aman dan kondusif, khususnya di kawasan wisata yang rawan menjadi sasaran tindak kriminal. Dalam patroli tersebut, petugas tak hanya berfokus pada pengawasan visual, tetapi juga melakukan pendekatan secara persuasif melalui dialog dengan masyarakat serta para pelaku usaha yang beraktivitas di malam hari. Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna, menjelaskan bahwa patroli ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat untuk mencegah gangguan keamanan, terutama dari aksi-aksi premanisme yang meresahkan. “Kami ingin masyarakat merasa tenang. Dengan patroli rutin dan pendekatan dialogis, kami harap hubungan polisi dan warga semakin erat, serta timbul kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKP Dwi. Polres Jepara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan wilayah, khususnya titik-titik vital seperti kawasan wisata, pelabuhan, dan pusat ekonomi lokal. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi gangguan kamtibmas, agar langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

TEMANGGUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan menghadiri Tausiah Pendidikan bertema “Kolaborasi dan Transformasi Membangun Pendidikan Muhammadiyah Unggul dan Berdaya Saing”, di Gedung Pemuda, Temanggung. (23/5/25) Acara ini dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Pd., Bupati Temanggung Agus Setyawan, jajaran Forkopimda, serta para guru Muhammadiyah se-Kabupaten Temanggung. Bupati Agus Setyawan mengapresiasi peran Muhammadiyah di Temanggung, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. “Masyarakat kami mayoritas NU, tapi kalau sakit, larinya ke PKU Muhammadiyah. Ini bukti hubungan sosial di Temanggung sangat kondusif dan saling menguatkan,” Tuturnya. Ia juga mengusulkan adanya skema transfer langsung dari pemerintah pusat untuk 106 guru swasta yang telah mengikuti seleksi P3K tahun 2023 namun belum mendapat kejelasan. “Mereka ingin sowan ke Bapak Menteri. Kami mohon bantuan agar bisa dijembatani ke Presiden. Mereka pejuang pendidikan yang layak diperjuangkan nasibnya,” tegas Agus. Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti dalam tausiahnya memaparkan program pembentukan karakter siswa, salah satunya melalui kegiatan Pagi Ceria. “Setiap pagi sebelum belajar, anak-anak senam, menyanyikan Indonesia Raya, dan berdoa bersama. Ini untuk membentuk karakter dan semangat nasionalisme sejak dini,” jelasnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun pendidikan yang unggul dan berdaya saing di Temanggung. Pungkasnya. Jurnalis ( TRM )

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) bagi sejumlah pejabat utama hingga Kapolsek, yakni Kasi Propam, Kapolsek Mlonggo dan Kapolsek Keling, yang digelar di aula Mapolres setempat, pada Jumat (23/5/2025). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso dengan dihadiri oleh pejabat utama Polres Jepara, Bhayangkari Cabang Jepara, Kapolsek jajaran, personel dan ASN Polres Jepara. Dalam mutasi ini, Kasi Propam AKP Budianto mendapat tugas baru sebagai Kasubbag Kerma Bagops Polres Jepara. Posisinya digantikan oleh Iptu Mohammad Andi Rochman. Sementara itu, Kapolsek Mlonggo AKP Suyitno dimutasi menjadi Kapolsek Keling. Jabatannya kini diemban oleh Iptu Tambar. Kapolres Jepara AKBP Erick mengatakan, bahwa pergeseran jabatan juga merupakan bagian dari penyegaran di tubuh Polri. Pun untuk pengembangan organisasi di kepolisian. “Pejabat baru semoga dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas baru. Sedangkan pejabat lama dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik,” ujarnya. Mutasi jabatan ini merupakan hal yang biasa dalam organisasi Polri dan diharapkan dapat membawa angin segar serta meningkatkan kinerja Polres Jepara. “Sertijab ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan upaya untuk penyegaran. Saya berharap pejabat baru dapat membawa angin segar serta inovasi-inovasi baru dalam menjalankan tugas,” harap AKBP Erick. Lebih lanjut, mantan Kapolres Banjarnegara juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara seluruh anggota Polres Jepara dalam menekan angka kriminalitas dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. “Saya ingatkan kepada seluruh anggota, bahwa tugas kita adalah melayani masyarakat. Oleh karena itu, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesionalisme,” pungkasnya. (Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara