SUKABUMI-BIDIK-KASUS.NEWS.COM – SDN Sukatani, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi menggelar acara syukuran dan peresmian bangunan hasil revitalisasi, Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut menandai selesainya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Pemerintah Pusat. Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri Kepala SDN Sukatani Purna Irawan, S.Pd, Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Ketua K3S Sulaeman, Ketua PGRI Iwan Gunawan. Hadir pula Pengawas Sekolah Asep Heriyanto, Kepala Desa Sukatani H. Sulaeman beserta istri, para guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Penampilan seni tari dari siswa-siswi SDN Sukatani menjadi pembuka acara sebagai penyambutan rombongan Camat Surade, dilanjutkan dengan prosesi gunting pita sebagai simbol peresmian bangunan revitalisasi. Camat Surade Unang Suryana menyampaikan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Surade. Ia menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi penerus yang tangguh, cakap dan berwawasan luas baik dalam ilmu pengetahuan dan berakhlakul karimah. “Kami mendukung penuh program pendidikan, salah satunya di SDN Sukatani. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Pendidikan yang telah mengucurkan bantuan. Tanpa peran guru dan sekolah, mustahil lahir generasi yang cerdas dan berdaya saing,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan aparat keamanan untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif di tengah dinamika pergaulan anak-anak saat ini. Sementara itu, Kepala SDN Sukatani Purna Irawan mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya revitalisasi sekolah yang dinilai sangat berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. “Alhamdulillah, pada tahun 2025 SDN Sukatani menerima bantuan Program Revitalisasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi, serta seluruh pihak yang telah mendukung,” katanya. Ia menjelaskan, bantuan tersebut direalisasikan melalui pembangunan rehab berat enam ruang kelas, perpustakaan, kantor sekolah, UKS, serta toilet siswa dan guru. Seluruh pembangunan didanai dengan anggaran sebesar Rp1.076.432.658 dan telah selesai serta siap dimanfaatkan. “Ini adalah amanah besar yang terwujud berkat kerja sama seluruh pihak. Semoga revitalisasi ini menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” pungkasnya. ((Dicky)
MAJALENGKA Bidik-kasusnews.com,. Komisi IV DPRD Majalengka yang dipimpin Ketua Komisi, Gugun Sugiana melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) ke SD Negeri Cigasong 1 kemudian SD Negeri Bantrangsana, SD Cijurey 1 dan SD Negeri Leuwiseeng 1 Kecamatan Panyingkiran bersama Kepala Bidang SD, Asep Fajar Aliwardhana dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka pada Rabu, (07/01/26). Ketua Komisi IV DPRD Majalengka Gugun Sugiana mengatakan bahwa hari ini kita melaksanakan fungsi anggota dewan sekaligus pengawasan. “Hari ini kita datang ke empat Sekolah Dasar di dua kecamatan yakni 1 SD di Kecamatan Cigasong dan 3 SD di Kecamatan Panyingkiran. Dan hasil sidak di SD Negeri Cigasong ternyata ditemukan belum PHO, artinya bekuk ada serah terima.Dan saya berharap kepada rekanan agar segera diserahterimakan agar ruangannya bisa dipakai belajar. Kemudian kritik dari saya yakni bhwa cat tembok yang digunakan tidak sesuai standar, ” papar Gugun. Hal senada dikatakan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Sahidi bahwa pengerjakan pembangunan revitalisasi di SD Negeri Cigasong dari segi volume sudah terpenuhi akan tetapi tidak menunjukkan kualitas. “Pembangunan itu harus Langkung Sae, mininal hasil pembangunan itu harus bertahan selama 10 tahun. Kita minta jangan dulu d PHO, kita minta dibereskan dulu, ” kata Sahidi. Ditambahkan anggota DPRD Fraksi PPP, Muh. Fajar Shidik bahwa pertama di SD Negeri Cigasong 1, kami menduga pekerjaannya asal asalan, dan kami berharap pelaksana bertanggung jawab. “Pembangunan sekolah SD ini agar bisa dirasakan manfaatnya dan untuk prioritas pembangunan SD yang akan dibangun di tahun 2026 ini seyogyanya dinas pendidikan Kab. Majalengla evaluasi terlebih dahulu agar hasilnya lebih baik dan kita akan diskusikan di komisi IV, ” terang Fajar. (Asep.R)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berlangsung sukses dan demokratis. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pemilihan pengurus baru masa bakti 2025–2030 itu digelar di halaman SDN 1 Surade, Rabu (17/12/2025). Selain menjadi forum laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2020–2025, konferensi ini juga menjadi momentum regenerasi organisasi. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.” Acara dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat, Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, jajaran pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi, para Ketua PGRI se-Wilayah VI, kepala sekolah, guru-guru se-Kecamatan Surade, serta tamu undangan lainnya. Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat menegaskan bahwa konferensi cabang merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan setiap periode. “Konferensi dan pemilihan pengurus adalah bagian dari amanat AD dan ART PGRI. Ini menjadi sarana penyegaran kepengurusan agar organisasi terus bergerak dan adaptif,” ujarnya. Pemilihan Ketua PGRI Cabang Surade diikuti 514 pemegang hak suara. Dua kandidat bersaing, yakni Asep Hermawan dan Iwan Gunawan. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Iwan Gunawan terpilih sebagai ketua dengan perolehan 280 suara, unggul atas Asep Hermawan yang meraih 137 suara. Usai ditetapkan sebagai Ketua PGRI Cabang Surade periode 2025–2030, Iwan Gunawan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Amanah ini sangat besar dan penuh tanggung jawab. Kami mohon doa serta bimbingan agar dapat menjalankan tugas dengan baik,” ucapnya. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru serta meningkatkan mutu pendidik melalui peran strategis PGRI. “Melalui PGRI, kami siap mendorong terwujudnya guru yang bermutu demi Indonesia yang maju dan berdaya saing,” tambahnya. Dalam struktur kepengurusan baru, posisi Wakil Ketua I dijabat Purna Irawan, Wakil Ketua II Wisnu Hadian, sementara jabatan Sekretaris diemban Erlan Suherlan. Sementara itu, Camat Surade Unang Suryana menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama dan berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan. “Selamat kepada pengurus baru. Semoga kerja sama yang sudah terbangun dapat semakin ditingkatkan untuk kemajuan pendidikan di Surade,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sebanyak 839 pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi wilayah VI Jampangkulon resmi menerima Surat Keputusan Bupati Sukabumi tentang pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK Paruh Waktu, Rabu (17/12/2025). Penyerahan SK dipusatkan di SDN 5 Pasiripis, Kecamatan Surade, dan diikuti pegawai dari sembilan kecamatan, yakni Surade, Jampangkulon, Cibitung, Ciracap, Tegalbuleud, Waluran, Kalibunder, Ciemas, dan Cimanggu. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan penyerahan SK ini merupakan rangkaian hari kedua khusus untuk lingkup Dinas Pendidikan. Sebelumnya, penyerahan SK telah dilaksanakan di lima wilayah lainnya. “Hari ini merupakan penyerahan untuk dua wilayah, yaitu Surade dan Sagaranten, dengan jumlah penerima SK sekitar 839 orang,” ujarnya. Menurut Herdiawan, pengangkatan PPPK Paruh Waktu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status kepegawaian sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan hingga wilayah selatan dan pelosok Kabupaten Sukabumi. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang telah diangkat serta mengingatkan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas. Penyerahan SK ini disambut antusias oleh para pegawai yang telah lama mengabdi di satuan pendidikan. Dengan diterimanya SK, para pegawai kini memiliki kepastian status kepegawaian serta motivasi untuk terus meningkatkan kinerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.(Rabu, 10/12/2025), — Kodim 0614/Kota Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan khususnya wilayah Kota Cirebon. Hal tersebut di buktikan melalui penyaluran bantuan pendidikan kepada siswa-siswi SMPN 9 Kota Cirebon. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo 76 Makodim 0614/Kota Cirebon, Jalan Pemuda No.45 Kota Cirebon. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas pendidikan generasi muda, sekaligus sebagai langkah konkret dalam membentuk karakter pelajar yang cerdas, berakhlak, dan berwawasan kebangsaan. Melalui kegiatan ini, Kodim 0614/Kota Cirebon berharap para pelajar dapat semakin termotivasi dalam menuntut ilmu dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Adapun isi dari paket Pendidikan tersebut di antara baju seragam, Tas serta alat tulis dan sepatu. Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon melalui Kasdim 0614/Kota Cirebon, Kapten Inf M. Ridwan, menyampaikan bahwa “Perhatian terhadap dunia pendidikan merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Generasi muda yang berkarakter kuat, memiliki kecerdasan, serta berwawasan kebangsaan adalah aset penting untuk menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa di masa mendatang.” Bantuan pendidikan yang kami berikan ini mungkin tidak seberapa nilainya namun kami berharap dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak sekalian untuk terus belajar berprestasi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin, jadikan bantuan ini sebagai dorongan moral bahwa TNI khususnya Kodim 0614 /Kota Cirebon hadir di tengah Masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan tetapi juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan masa depan generasi penerus Bangsa. “pungkasnya” Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Para siswa dan perwakilan guru SMPN 9 Kota Cirebon menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap sinergi positif antara institusi pendidikan dan TNI dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan, semakin erat serta mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing. (pendim0614)* (Asep Rusliman)
SUKABUMi-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelatihan bertajuk Character Building With Panca Olah Method akan diselenggarakan secara offline sebagai bentuk kolaborasi antara penyelenggara dan Kecamatan Surade. Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan diri yang berfokus pada pembentukan karakter melalui pendekatan metode Panca Olah, sebuah konsep yang menekankan keseimbangan mental, spiritual, dan kemampuan refleksi diri. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, mulai pukul 08.30 hingga 10.45 WIB. Pelaksanaan dalam format tatap muka dipilih agar peserta dapat berinteraksi langsung dan menyerap materi secara lebih mendalam. Selain itu, suasana pembelajaran diharapkan menjadi lebih hidup dan dinamis dengan keterlibatan aktif para peserta. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kampus II Surade ditetapkan sebagai lokasi kegiatan. Gedung kampus dipilih karena dinilai mampu menampung antusiasme peserta serta mendukung proses pelatihan dengan ruang yang memungkinkan diskusi, praktik, dan aplikatif. Kehadiran peserta dari berbagai unsur pendidikan dan masyarakat turut memperkuat tujuan penyelenggaraan pelatihan ini. Materi utama pelatihan akan mengupas penerapan metode Panca Olah dalam pembentukan karakter pribadi. Peserta diproyeksikan tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak memahami praktik pengembangan potensi diri secara menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pola pikir, emosi, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang memberi dampak pada perubahan pola sikap dan penguatan nilai-nilai positif dalam kehidupan sosial. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pengenalan lebih luas tentang Panca Olah sebagai metode pengembangan karakter yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan maupun komunitas masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Polemik proyek revitalisasi SMPN 5 Surade semakin melebar setelah muncul saling bantah antara Ketua Komite sekaligus Ketua Pelaksana, UD, dan Kepala Sekolah SN. Keduanya memberikan keterangan berbeda terkait pelibatan komite dalam proses belanja material. Sebelumnya, UD menyatakan tidak pernah dilibatkan dalam pengadaan material dan seluruh keputusan belanja diambil langsung oleh kepala sekolah. Namun belakangan, UD meralat pernyataannya. Ia menegaskan tidak pernah menyampaikan keluhan apa pun kepada pihak luar mengenai perannya dalam proyek tersebut. Menurutnya, hubungan komunikasi dengan kepala sekolah berjalan normal. Ia menampik anggapan bahwa dirinya dikesampingkan dalam proses pembangunan. “Saya tidak pernah merasa tidak dilibatkan. Saya tidak pernah mengeluh soal itu,” ujarnya ketika dikonfirmasi ulang, Sabtu (29/11/2025). Di sisi lain, Kepala Sekolah SN juga membantah bahwa dirinya mengambil keputusan sepihak dalam belanja material. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti mekanisme dan bahwa komite mengetahui alur kegiatan. SN menyebut, tidak benar jika komite tidak dilibatkan dalam pembangunan. “Tidak ada keputusan sepihak. Semua sesuai aturan. Tidak benar kalau komite mengatakan tidak dilibatkan,” tegas SN, menolak semua tuduhan yang sebelumnya beredar. Perbedaan pernyataan antara keduanya semakin menajamkan sorotan publik terhadap transparansi pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut. Di tengah upaya klarifikasi, kunjungan perwakilan LSM sebelumnya juga sempat diwarnai ketegangan akibat sikap salah satu oknum penjaga sekolah yang dinilai kurang kooperatif. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun dinas terkait untuk meredakan perbedaan keterangan yang beredar. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program revitalisasi sekolah seharusnya menghadirkan ruang belajar yang aman, layak, dan mendukung kualitas pendidikan. Namun di sejumlah sekolah, pelaksanaannya justru menyisakan persoalan serius yakni transparansi anggaran yang minim dan mekanisme pengawasan yang tidak berjalan. Kepala sekolah kerap melibatkan komite dalam rapat maupun pemantauan kegiatan fisik. Bahkan ada yang menugaskan anggota komite menjadi pelaksana lapangan hingga ikut mengawasi teknis pembangunan. Meski demikian, akses terhadap data keuangan tetap tertutup rapat. Setiap kali komite ditanya wartawan mengenai nilai kontrak, harga material, atau realisasi dana, jawaban yang muncul selalu tidak jelas. Rencana Anggaran Biaya dan laporan keuangan pun hanya disodorkan dalam bentuk garis besar, tanpa rincian yang memungkinkan pengawasan mendalam. Dalam kondisi serba tertutup ini, muncul berbagai dugaan penyimpangan mulai dari mark-up harga dan volume fiktif, penunjukan pemasok titipan, penggunaan material non-standar. Tidak hanya itu swakelola semu yang memecah paket pekerjaan agar luput dari mekanisme tender. Bangunan memang selesai, tetapi kualitasnya jauh dari spesifikasi: beton tipis, dinding cepat retak, dan atap rawan bocor. Ketika detail keuangan tidak dibuka, pelacakan sisa dana hampir mustahil dilakukan. Komite sekadar hadir sebagai pengawas tanpa kewenangan, sementara ruang manipulasi anggaran makin lebar. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus menghentikan pola ini. Transparansi harus menjadi kewajiban mutlak RAB, kontrak, dan laporan realisasi harus dipublikasikan terbuka di sekolah dan dapat diakses komite tanpa hambatan. Revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi cerminan integritas pengelola pendidikan. Selama data anggaran tetap tersembunyi, dana publik berisiko diselewengkan dan masa depan siswa menjadi pihak yang paling dirugikan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., S.IP., M.Si., menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-80 yang digelar di Gedung PGRI Kecamatan Surade, Selasa (25/11/2025). Kegiatan bertema Guru Hebat Indonesia Kuat ini diikuti ratusan guru, para kepala sekolah, pengawas, serta jajaran unsur pemerintahan. Hadir pula dalam acara tersebut Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Ketua PGRI Kecamatan Surade H. Budianto Asfari, K3S Kecamatan Surade Sulaeman, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Kadisdik Deden Sumpena menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang terus menjadi teladan dan penggerak kemajuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter bangsa dan menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi orang tua kedua sekaligus panutan moral bagi peserta didik. Marwah dan akhlak guru harus dijaga kapan pun dan di mana pun,” tegasnya. Ia juga menyoroti berbagai tantangan dunia pendidikan, mulai dari isu kekerasan di sekolah, regulasi perlindungan anak, hingga dinamika implementasi Merdeka Belajar. Deden menambahkan, pendidikan tidak boleh kehilangan nilai, etika, dan tanggung jawab moral sebagai ruh utama proses belajar. Pemerintah Kabupaten Sukabumi lanjut dia, akan terus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Dalam periode 2024–2025, mayoritas SD dan SMP telah menerima penguatan fasilitas, dan beberapa sekolah sedang dalam tahap penyelesaian akhir. “Kemajuan pendidikan tidak cukup hanya dari pembangunan fisik. Guru tetap menjadi ujung tombak dalam mencetak generasi berkarakter,” ujarnya. Camat Surade Unang Suryana menegaskan bahwa peringatan HGN dan HUT PGRI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi dan layanan pendidikan. Ia memastikan bahwa pemerintah terus memprioritaskan peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, perbaikan fasilitas, dan pemerataan akses pendidikan. “Guru adalah lokomotif perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang memadai,” ungkapnya. Ia juga mengajak seluruh guru menjaga semangat mengajar dan memperkuat kebersamaan dalam organisasi agar setiap tantangan dapat dihadapi dengan solid. Sebelumnya, Ketua PGRI Kecamatan Surade H. Budianto Asfari menyampaikan bahwa peringatan ini bukan hanya penghormatan kepada para pendidik, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat tekad bersama mewujudkan pendidikan berkualitas sesuai visi daerah Sukabumi Mubarokah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Pemetaan, Verifikasi, dan Validasi Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Wilayah VI pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini dihadiri Kasi Tatakelola Kelembagaan Disdik Kabupaten Sukabumi, Indah Pajarwati, jajaran ketenagaan, kepala sekolah, pengawas, operator, serta undangan lainnya. Indah Pajarwati menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan keakuratan data PTK, terutama yang berkaitan dengan kelayakan berbagai program insentif. “Ini terkait verifikasi dan validasi data PTK jenjang SD Wilayah VI. Data ini akan kami update, karena dibutuhkan untuk kelayakan insentif, kelayakan TPG, Tamsil, serta guru bantu terpencil,” ujarnya. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi: sesi pertama di SDN 3 Gunung Batu Kecamatan Cibitung, kemudian sesi kedua di SDN 5 Pasiripis Kecamatan Surade. Roadshow pendataan ini dilakukan berjenjang mulai dari SD, kemudian dilanjutkan ke SMP, PAUD, TK, hingga pendidikan formal dan nonformal lainnya. Dalam kegiatan tersebut hadir unsur pengawas, ketua K3S per wilayah, kepala sekolah, serta OPK dan OPS sebagai pihak yang memahami detail data kelembagaan dan kepegawaian. “Tujuannya untuk menghimpun data PTK jenjang SD, khususnya untuk verifikasi dan validasi peserta insentif TPG, Tamsil maupun GPDT,” jelas Indah. Ia menegaskan pentingnya akurasi data yang disampaikan setiap lembaga. “Saya menginginkan data yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan oleh seluruh pihak,” ujarnya. Indah berharap kegiatan ini menghadirkan gambaran utuh mengenai kondisi tenaga pendidik di Kabupaten Sukabumi, terutama bagi mereka yang akan mengalami perubahan status kepegawaian. “Semoga perubahan status ini membawa angin segar bagi mutu pendidikan. Disdik harus mengetahui personel yang ada agar kelayakan dan keadilan dapat dirasakan seluruh tenaga pendidik,” pungkasnya. (Dikcy)