Indramayu,Bidik-kasusnews.com,. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Polres Indramayu memetakan sejumlah titik rawan kemacetan baik di jalur tol maupun arteri. Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar di Mapolres Indramayu, Sabtu (7/3/2026). . Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menyebutkan potensi kepadatan di jalur bebas hambatan diprediksi terjadi di Rest Area KM 130 jalur A dan B Tol Cipali, wilayah Kecamatan Gantar. Sementara di jalur arteri Pantura, titik kemacetan diperkirakan muncul di kawasan pasar tumpah, persimpangan lampu merah, serta titik putaran balik (u-turn). . “Semua titik tersebut menjadi fokus utama antisipasi kami. Pos pengamanan dan pos pelayanan akan ditempatkan di lokasi strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujar Fajar Gemilang. . Selain pos pengamanan, Polres Indramayu juga menyiapkan pos pelayanan di balai desa, masjid, pasar, hingga pusat keramaian. Hal ini dilakukan agar pemudik mendapatkan akses layanan yang lebih luas, termasuk di titik wisata dan area peristirahatan. . Rakor tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah lintas instansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kapolres menegaskan, sinergi antar lembaga merupakan kunci utama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pemudik. . “Fokus kami adalah bersinergi di lapangan agar masyarakat terlayani dengan baik, khususnya saat puncak arus mudik Lebaran,” tegasnya. . (Asep Rusliman)

Indramayu,Bidik-kasusnews.com,. Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., melakukan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Indramayu, Jumat (6/3/2026). . Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau kesiapan sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berlokasi di Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. . Dalam peninjauan tersebut, Brigjen Pol Adi Vivid didampingi langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K. . Pada kesempatan itu Wakapolda memeriksa secara mendalam kesiapan dapur utama dan infrastruktur pengolahan makanan guna memastikan seluruh sarana pendukung siap beroperasi sesuai standar kesehatan. . Dengan protokol kebersihan yang ketat, termasuk penggunaan masker dan penutup kepala, Wakapolda menyisir setiap detail ruangan. Mulai dari area penyimpanan bahan makanan basah, kesiapan alat masak modern berstandar industri, hingga sistem kompor yang telah terpasang. . Pemeriksaan ini bertujuan menjamin aspek higienitas ruang produksi tetap terjaga. . Brigjen Pol Adi Vivid juga memberikan perhatian khusus pada papan prosedur penyimpanan bahan pangan yang menjadi panduan operasional petugas. Sarana lain seperti rak peralatan berbahan stainless steel dan mesin sterilisasi perangkat makan tak luput dari pemeriksaan guna menjamin makanan yang dihasilkan benar-benar sehat dan layak konsumsi bagi masyarakat. . Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, menegaskan SPPG Polres Indramayu ini adalah bentuk nyata komitmen Polri dalam menyukseskan program prioritas pemerintah. . “Keberadaan SPPG Polri di Polres Indramayu merupakan wujud dukungan kami terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang layak,” ujar AKP Tarno. . AKP Tarno menambahkan keberadaan SPPG ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat demi menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan unggul. . “Melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Polri berupaya hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda yang unggul,” jelasnya. . (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Asrama Polisi Kaliwadas Kec. Sumber Kab. Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL IMARA UTAMA, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, kegiatan tersebut mengecek alat-alat yang akan digunakan untuk pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026. Nantinya, akan diploting di U-Turn di sepanjang jalur pantura mulai dari Susukan sampai Plered sebanyak 44 titik dan sepanjang jalur Astanajapura sampai losari sepanjang 33 Titik. Adapun Sarana prasarana ini yaitu rambu sekaligus petunjuk jalan yang akan digunakan selama kegiatan pengamanan antara lain Traffic Cone 250 unit, Water Barier 200 unit, Trailing 100 unit, Tolo- Tolo 300 unit, dan yang menggunakan bambu 500 unit kemudian rambu portable 50 unit. “Jadi seperti kita ketahui Cirebon merupakan titik pertemuan arus baik arteri maupun jalan tol. Kami memiliki 50KM panjang ruas tol yang melintas di wilayah Kabupaten Cirebon dan kami memiliki 5 gate tol dari Palimanan, kemudian Plumbon, Ciperna, Kanci, dan Ciledug,” katanya. Karenanya, seluruh perlatan tersebut dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang akan melaksanakan mudik. Diharapkan dengan adanya penambahan maupun perbaikan alat-alat yang kami gunakan untuk menunjang Operasi Ketupat Lodaya 2026 bisa mempermudah dan membantu masyarakat agar tidak tersesat ataupun tidak terganggu dalam perjalanannya. “Kami berharap dengan adanya rekayasa dan mekanisme yang diterapkan dapat mewujudkan kamseltibcarlantas khususnya di Wilayah Hukum Polresta Cirebon guna menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran dalam waktu dekat,” ujarnya. Adapun Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang disiapkan oleh Polresta Cirebon dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026 terdiri dari 1 Pos Utama, 1 Pos Terpadu, 3 Pos Pelayanan, serta 11 Pos Pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional melalui Zoom Meeting bersama Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda serta Polres di Indonesia ini dipimpin langsung oleh Kapolri secara virtual. Program penanaman jagung serentak tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional. Di Kabupaten Cirebon, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. yang didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut juga dihadiri para Pejabat Utama Polresta Cirebon, di antaranya Kabag, Kasat, dan Kasi, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon Sudiharjo, S.AP., M.Pd., Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Ramaijon Purba, Kapolsek Sumber AKP Affandi, S.H., Camat Sumber H. Teguh Supriadi, S.Sos., Lurah Kaliwadas Nining Alfiyah, S.Pt., Babinsa Kaliwadas Serda Wendi, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan warga sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, penayangan video selayang pandang, sambutan, penyerahan bantuan simbolis, hingga tatap muka melalui Zoom Meeting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis di lahan yang telah disiapkan. Penanaman jagung dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang berada di kawasan Griya Kaliwadas Permai, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan serta optimalisasi lahan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Polresta Cirebon terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. “Polresta Cirebon mendukung penuh program swasembada pangan nasional. Melalui penanaman jagung serentak ini, kami bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat berupaya memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program strategis pemerintah. Kegiatan diakhiri dengan penanaman jagung bersama, foto bersama, serta penutup sebagai simbol komitmen bersama antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Asep Rusliman)

CIREBON Bidik-kasusnews.com,. Menjelang arus mudik dan balik Lebaran, Polres Cirebon Kota mematangkan kesiapan pengamanan melalui rapat koordinasi lintas sektor untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum Hari Raya Idul Fitri. Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Catur Prasetya Mako Polres Cirebon Kota, Jumat (6/3/2026), dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, serta berbagai instansi terkait yang memiliki peran dalam pengelolaan arus transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik. Dalam forum tersebut, berbagai strategi pengamanan dibahas secara menyeluruh, mulai dari kesiapan personel, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga dukungan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder lainnya yang berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Sebagai bagian dari pengamanan, Polres Cirebon Kota akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di titik-titik strategis, terutama di jalur utama yang diprediksi menjadi lintasan utama para pemudik. Pos-pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, serta titik koordinasi personel di lapangan. Selain itu, pengaturan lalu lintas juga akan diperkuat di jalur-jalur rawan kepadatan kendaraan. Personel kepolisian juga akan melakukan patroli rutin di sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Tak hanya fokus pada jalur transportasi, pengamanan juga akan menyasar sejumlah lokasi yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat, seperti tempat ibadah, objek wisata, serta kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik. Pengawasan akan dilakukan melalui patroli dialogis dan monitoring secara berkala oleh personel di lapangan. Setelah Operasi Ketupat Lodaya berakhir, Polres Cirebon Kota juga akan melanjutkan pengamanan melalui patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama beberapa hari untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pasca arus balik. Kabag Ops Polres Cirebon Kota, Kompol Munawan, S.H., menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur guna memberikan rasa aman dan pelayanan optimal kepada masyarakat.Panduan Kota & Daerah Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pengamanan mudik Lebaran tahun ini. “Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 25 Maret dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan berbagai instansi terkait untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya. (Asep Rusliman)

Kuningan,Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada para pengguna jalan. Kegiatan bertajuk “FWJI Korwil Kuningan Berbagi Takjil – Bersama Membangun Bangsa” ini dilaksanakan pada Sabtu, 07 Maret 2026, di sekitar lampu merah Bandorasa, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJI Korwil Kuningan, Deni Anggara, yang akrab disapa Dewa, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta kebersamaan para anggota FWJI di bulan penuh berkah. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama dan kekompakan seluruh pengurus serta anggota FWJI Korwil Kuningan. Dana untuk kegiatan ini juga berasal dari urunan atau patungan anggota serta donasi, sehingga semangat kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut. “Alhamdulillah kegiatan berbagi takjil sebanyak 500 paket hari ini berjalan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan membawa hikmah bagi kita semua serta semakin mempererat kekompakan anggota FWJI,” ujar Dewa. Sementara itu, Ketua FWJI Korwil Kuningan, H. Ahmad Nurcahya, juga mengapresiasi kekompakan para anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Ia berharap kegiatan positif di bulan Ramadhan ini dapat terus dilakukan dan menjadi motivasi bagi seluruh anggota FWJI agar tetap kompak, solid, dan terus berkontribusi kepada masyarakat. “Kegiatan berbagi takjil ini adalah hal yang baik di bulan Ramadhan. Saya berharap ke depan seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan tetap menjaga kekompakan dan terus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus, ketua, serta seluruh anggota FWJI Korwil Kuningan, yang bersama-sama turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, FWJI Korwil Kuningan berharap dapat terus memberikan kontribusi positif serta mempererat hubungan antara insan pers dengan masyarakat. (Asep Rusliman)

KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Aksi modifikasi kendaraan kembali menjadi sorotan aparat kepolisian. Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan mengamankan satu unit sepeda motor jenis Scoopy yang menggunakan pelat nomor luar negeri asal Thailand saat patroli di kawasan jalan protokol Kabupaten Kuningan. . Motor tersebut dihentikan petugas karena menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai dengan standar registrasi kendaraan di Indonesia. Kondisi ini langsung memicu kecurigaan petugas lantaran identitas kendaraan tidak dapat dikenali melalui sistem resmi kepolisian. . Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menegaskan penggunaan pelat nomor yang tidak diterbitkan oleh Polri merupakan pelanggaran aturan lalu lintas. . “Petugas mengamankan satu unit sepeda motor karena menggunakan pelat nomor Thailand. Pelat kendaraan di Indonesia wajib diterbitkan Polri dan harus sesuai dengan dokumen kendaraan yang sah,” ujarnya, Kamis (5/3). . Menurutnya, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan dapat menimbulkan persoalan hukum, terutama terkait identitas kendaraan dan status kepemilikannya. Hal tersebut juga berpotensi menyulitkan proses pengawasan lalu lintas, termasuk pemantauan melalui sistem tilang elektronik. . Polisi kini melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memeriksa dokumen kendaraan, seperti STNK dan BPKB, serta meminta keterangan dari pemilik kendaraan guna memastikan legalitasnya. . Ali Akbar menjelaskan tren penggunaan pelat nomor luar negeri kerap ditemukan pada kendaraan modifikasi yang ingin tampil berbeda di jalan. Meski modifikasi diperbolehkan, identitas kendaraan tetap harus sesuai aturan. . “Silakan memodifikasi kendaraan, tetapi identitas utama kendaraan tidak boleh dihilangkan atau diganti. Pelat nomor adalah bagian penting dari sistem pengawasan lalu lintas,” tegasnya. . Saat ini sepeda motor tersebut diamankan di Mapolres Kuningan untuk pemeriksaan lanjutan. Jika terbukti melanggar, pengendara dapat dijerat Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu. . Kapolres mengingatkan masyarakat agar menggunakan atribut kendaraan sesuai standar pabrikan dan ketentuan yang berlaku. Ia juga mengimbau pengendara selalu membawa dokumen kendaraan saat berkendara di jalan raya. . Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketertiban serta mengurangi risiko kecelakaan di jalan. . (Asep Rusliman)

Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga stakeholder pendukung pelayanan masyarakat. Rapat koordinasi dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Bupati Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., serta Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Letkol Inf. Nizar Bachtiar, S.H., M.I.P.. Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S.Ag., M.Pd., Kasatpol PP H. Imam Ustadi, S.Si., M.Si., Kadinkes H. Eni Suhaeni, S.KM., M.Kes., Kadishub Dadang Raiman, S.Pd., Kalak BPBD Ikin Asikin, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta sejumlah pejabat lainnya. Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala rumah sakit di wilayah hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para pejabat utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Ia menegaskan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan pengamanan tahun sebelumnya agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak dini. “Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal-hal yang perlu menjadi perhatian dan diantisipasi bersama antara lain kelancaran arus lalu lintas, titik-titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan pada rest area,” ujar Kapolresta Cirebon. Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki lima gerbang tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik. “Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” katanya. Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik serta memastikan keselamatan para pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik Lebaran. Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju wilayah Jawa Tengah maupun daerah lainnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, koordinasi dan perencanaan yang matang antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan. “Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idulfitri di wilayah Kabupaten Cirebon,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah paparan dari Kabag Ops Polresta Cirebon, Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Polres wilayah III dan Polres Brebes. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon yang rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa lalu lintas, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun potensi gangguan kamtibmas selama arus mudik dan balik Lebaran. (Asep Rusliman)

Majalengka, Bidik-kasusnews.com,. Teka-teki penemuan sesosok mayat laki-laki yang sempat menggegerkan warga di kawasan hutan Gunung Pasir Maja akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil identifikasi dan koordinasi intensif pihak kepolisian, jenazah tersebut terkonfirmasi sebagai Sdr. Tarmidi (81), seorang buruh harian lepas asal Desa Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak awal Februari lalu. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., membenarkan penemuan tersebut berdasarkan laporan resmi yang diterima pada Jumat (6/3/2026). Peristiwa penemuan mayat ini bermula pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi Sdr. Omo Sarma awalnya mendapatkan informasi dari seorang pencari burung mengenai adanya bau menyengat di area Gunung Pasir Maja Blok Cikalapa RT 018 RW 006, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka. Merasa curiga, saksi bersama warga setempat segera melakukan pencarian ke sumber bau dan menemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup yang sudah membusuk di tengah hutan. Kejadian tersebut kemudian segera dilaporkan ke pihak Kelurahan Babakan Jawa serta Polsek Majalengka Kota. Merespon laporan warga, Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki Krismanto, S.H., M.H., bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Majalengka, Piket Reskrim SPKT yang dipimpin Pamapta III Ipda Moch. Yusuf, S.I.P., serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Munjul langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Majalengka untuk proses evakuasi jenazah menuju RSUD Majalengka guna pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis oleh tim nakes Puskesmas Munjul serta dokter forensik RSUD Majalengka, kondisi jasad ditemukan dalam keadaan rusak berat dan sudah sulit diidentifikasi secara visual. Jaringan kulit dan otot pada bagian kepala serta tubuh dilaporkan telah hilang lebih dari 75%, bahkan ditemukan beberapa bagian tulang yang tidak utuh dengan bekas luka tidak beraturan yang diduga akibat gigitan hewan liar. Melihat kondisi jasad yang sudah membusuk, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari delapan hari sebelum ditemukan. Upaya Polsek Majalengka Kota dalam menginventarisir laporan orang hilang di wilayah sekitar membuahkan hasil saat pihak keluarga korban mendatangi RSUD Majalengka. Berdasarkan ciri-ciri pakaian berupa kaos kampanye partai dan peci yang masih melekat pada jasad, keluarga meyakini bahwa korban adalah Sdr. Tarmidi yang telah pikun dan pergi meninggalkan rumah sejak tanggal 9 Februari 2026. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat kelelahan dan kelaparan setelah berhari-hari tersesat di dalam hutan tanpa arah tujuan yang jelas. Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya tinggal di kerabatnya di wilayah Cibatu dan sudah beberapa kali kabur dari rumah karena kondisi kesehatannya yang sudah menurun. Setelah proses identifikasi selesai, Polres Majalengka menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman pribadi Legok, Lingkungan Cibatu, Kelurahan Munjul. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan penemuan mayat tersebut berjalan dengan aman dan kondusif. (Asep Rusliman)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian, Sat Intelkam Polres Majalengka terus mengoptimalkan pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi masyarakat. Kegiatan pelayanan ini terpantau berjalan dengan tertib, cepat, dan humanis di Ruang Pelayanan SKCK Sat Intelkam Polres Majalengka pada Jumat (6/3/2026). Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Intelkam AKP Asep Hendra Mulyana, menyampaikan bahwa pelayanan SKCK merupakan salah satu garda terdepan dalam interaksi kepolisian dengan masyarakat. Oleh karena itu, kenyamanan dan transparansi proses pelayanan menjadi prioritas utama guna memastikan kebutuhan administrasi warga dapat terpenuhi dengan baik, baik untuk keperluan melamar pekerjaan, melanjutkan pendidikan, maupun persyaratan administratif lainnya. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional dan akuntabel. Ruang pelayanan SKCK telah didesain sedemikian rupa agar masyarakat merasa nyaman selama proses pengurusan. Kami juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sistem pendaftaran online guna mempercepat durasi pelayanan di loket,” ujar AKP Asep Hendra Mulyana. Hingga siang hari, aktivitas di Ruang Pelayanan SKCK Sat Intelkam Polres Majalengka terpantau lancar dan kondusif. Masyarakat yang datang memberikan apresiasi atas keramahan petugas serta kejelasan informasi yang diberikan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam mewujudkan transformasi pelayanan publik yang unggul dan terpercaya di wilayah hukum Polda Jawa Barat. (Asep Rusliman)