JATENG:Bidik-kasusnews com SEMARANG – Kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan wakil rakyat dari Jawa Tengah mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Melalui Forum Senayan Peduli Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi berhasil mengumpulkan seluruh legislator dari Dapil Jateng yang duduk di DPR RI, MPR RI, dan DPD RI dalam satu panggung untuk menyatukan visi pembangunan provinsi. Forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi politik. Di dalamnya, para legislator menyatakan komitmennya untuk mengawal program-program prioritas Jateng melalui peran strategis mereka dalam penganggaran dan legislasi di tingkat nasional. Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto, menyebut forum ini sebagai inisiatif cerdas. “Ini forum yang patut diapresiasi. Menyatukan semua wakil rakyat dari Jateng dalam satu agenda besar untuk membangun daerahnya adalah langkah yang luar biasa,” ujarnya. Hal serupa disampaikan oleh Novita Wijayanti dari DPR RI. Ia menilai Forum Senayan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemda dan pusat. “Pemprov bisa menyampaikan prioritas pembangunan, dan kami siap mengawalnya di komisi masing-masing,” ucapnya. Langkah konkret pun mulai disusun. Forum besar ini direncanakan akan ditindaklanjuti dalam bentuk pertemuan-pertemuan kecil berbasis komisi DPR RI. Dengan cara ini, pembahasan bisa lebih mendalam sesuai dengan bidang kerja masing-masing komisi, seperti infrastruktur, pendidikan, hingga ketahanan pangan. Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng yang juga mantan Kapolda Jateng, menegaskan pentingnya sinergi ini. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterbatasan anggaran daerah harus diimbangi dengan dorongan dari pusat. Forum ini menjadi solusi untuk menjembatani kebutuhan daerah dan peluang dukungan APBN,” paparnya. Tahun 2025, Pemprov Jateng memfokuskan pembangunan pada tiga sektor utama: infrastruktur jalan, pendidikan, dan swasembada pangan. Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, harapannya pembangunan di Jateng akan berjalan lebih cepat dan merata. (Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews com Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mendukung kelancaran pembangunan di wilayahnya. Dalam pertemuan bersama Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah, Tri Handoyo, pada Rabu (9/4/2025), Luthfi menyampaikan harapannya agar BPKP terus terlibat aktif dalam pengawasan program-program strategis pemerintah provinsi. Menurut Gubernur, perencanaan pembangunan lima tahun ke depan telah disusun dengan fokus utama pada layanan dasar dan penguatan infrastruktur berbasis desa. Agar pelaksanaannya berjalan sesuai arah yang diharapkan, keterlibatan BPKP dalam audit dan investigasi sangat dibutuhkan. “Penting sekali untuk BPKP melakukan audit dan investigasi, sehingga ke depan tidak ada penyelewengan. Pengawasan ini menjadi fondasi agar program pembangunan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Tri Handoyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan laporan hasil pengawasan lima tahun terakhir kepada Pemprov Jawa Tengah. Laporan tersebut memuat evaluasi terhadap berbagai sektor prioritas seperti pengentasan kemiskinan, distribusi tenaga kesehatan, pengurangan pengangguran, hingga pembangunan infrastruktur. “Langkah-langkah strategis sudah kami siapkan dan sejalan dengan visi Pak Gubernur. Kami siap memberikan dukungan pengawasan terhadap seluruh program pembangunan,” tegas Tri. Ia juga menambahkan bahwa BPKP akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas seluruh proses pembangunan. Dengan komitmen bersama antara Pemprov Jawa Tengah dan BPKP, diharapkan pembangunan lima tahun mendatang benar-benar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id.(9/4/2025)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama 35 bupati dan wali kota di wilayahnya mendapat apresiasi karena dinilai cair dan bersifat kekeluargaan. Alih-alih bersikap sebagai atasan, Gubernur Ahmad Luthfi memilih pendekatan yang merangkul, terbuka, dan siap berkomunikasi dengan semua kepala daerah, baik secara formal maupun nonformal. Pendekatan ini terbukti efektif. Banyak bupati dan wali kota mengakui bahwa pola komunikasi yang santai namun intensif ini mampu menghilangkan sumbatan komunikasi antarwilayah. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pati, Sudewo, seusai mengikuti acara Halalbihalal bersama Gubernur yang berlangsung di Semarang, Selasa (8/4/2025). “Gaya kepemimpinan cair, ada suasana kekeluargaan antara gubernur dan bupati/wali kota. Komunikasi tidak harus formal, tapi bisa dilakukan secara nonformal seperti ini,” ujarnya. Acara Halalbihalal yang dikemas secara santai tersebut dihadiri oleh seluruh bupati/wali kota beserta wakilnya, serta jajaran Forkopimda. Menurut Gubernur Ahmad Luthfi, forum semacam ini menjadi bentuk nyata dari soliditas dan kebersamaan, apalagi permasalahan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota cenderung serupa. Oleh karena itu, penyelesaiannya pun harus dilakukan bersama. “Segala permasalahan akan teratasi jika para pengemban wilayah bersinergi atau saiyeg saeka praya,” kata Gubernur. Istilah saiyeg saeka praya berasal dari Bahasa Jawa yang berarti semangat gotong-royong dan kerja sama dengan tekad kuat menuju tujuan yang sama. Semangat inilah yang menjadi landasan kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam berbagai program pembangunan. Salah satu contoh konkret sinergi ini adalah kesepakatan bersama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 yang mencakup pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, embung, dan fasilitas pendidikan. Langkah ini juga sejalan dengan visi nasional, termasuk program swasembada pangan yang menjadi bagian dari agenda pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Gubernur Luthfi mengakui, dalam forum-forum nonformal seperti ini kerap muncul berbagai persoalan. Namun dengan pola komunikasi yang terbuka dan tidak kaku, berbagai masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif. “Hal-hal yang tidak formal jadinya muncul. Gubernur gini, eh bupatinya gini. Tapi selesai dengan pola komunikasi yang lancar,” bebernya. Dengan pendekatan kepemimpinan yang cair, Gubernur Ahmad Luthfi berhasil membangun ekosistem kerja sama yang harmonis dan produktif demi kemajuan Jawa Tengah.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id(8/4/2025)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumumkan rencana untuk menyalurkan bantuan keuangan desa sebesar Rp1,2 triliun pada tahun 2025. Bantuan ini akan dialokasikan untuk 8.593 titik pembangunan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa-desa, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat perekonomian lokal. Pengawasan Ketat untuk Mencegah Penyimpangan Dana Desa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dalam penggunaan dana desa untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Dalam rangka itu, pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawasi pengelolaan dana desa secara lebih efektif. Selain itu, untuk mempermudah pengaduan, pos aduan akan dibentuk di setiap kabupaten untuk menampung laporan-laporan terkait penggunaan dana desa. Luthfi juga berharap dengan pengawasan yang lebih ketat dan adanya saluran aduan yang jelas, masyarakat bisa berperan aktif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana tersebut. Fokus pada Infrastruktur yang Mendukung Perekonomian Desa Bantuan keuangan desa ini difokuskan untuk pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung kegiatan ekonomi desa, seperti pembangunan jalan desa yang menghubungkan kawasan-kawasan ekonomi antar desa serta fasilitas yang mendukung sektor pertanian. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, diharapkan distribusi produk pertanian dan hasil desa lainnya dapat berjalan lebih lancar, meningkatkan daya saing, dan mengurangi kesenjangan ekonomi antar desa. Gubernur Luthfi mengajak kepala desa untuk berani berinovasi dalam memanfaatkan dana desa guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat desa. Luthfi menggarisbawahi bahwa kepala desa harus mengelola dana desa dengan penuh tanggung jawab dan transparansi untuk kepentingan rakyat. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Luthfi juga mengingatkan agar dana yang diterima oleh desa-desa digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang baik akan membuka akses dan peluang ekonomi baru, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Desa adalah ujung tombak pembangunan wilayah. Oleh karena itu, pengelolaan dana desa harus dilakukan dengan bijak dan tepat sasaran,” ujar Luthfi. Dengan adanya bantuan keuangan desa yang besar dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pembangunan di desa-desa Jawa Tengah dapat berjalan lebih baik, mempercepat pemerataan pembangunan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat desa.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id(8/4/2025)

Majalengka,Bidik-kasusnews.com – Bersama dengan unsur pengamanan lainya dari TNI dan stakeholder terkait, Polres Majalengka Polda Jawa Barat menerjunkan ratusan personelnya untuk mengamankan kunjungan kerja (Kunker) Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025). Kunjungan Presiden yang didampingi sejumlah Menteri tersebut dalam Rangka Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi Sentra Utama Padi. Sedikitnya 200 personel Polres Majalengka diterjunkan untuk pengamanan disekitar lokasi ataupun jalur yang dilalui oleh Presiden RI tersebut. Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto bersama Dandim 0617/Majalengka sebelumnya juga memimpin apel kesiapan pengamanan yang digelar di halaman BIJB Kertajati Majalengka. Kapolres Majalengka bersama Dandim mengungkapkan pengamanan dilakukan baik secara terbuka dan tertutup dibawah kendali dari Paspampres. Pelaksanaan Kunjungan kerja Presiden diwilayah Majalengka berjalan lancar dan kondusif, seluruh personil Polres Majalengka yang terlibat pengamanan melakukan pengamanan semaksimal mungkin. Begitupun para personil yang melakukan pengamanan jalur melaksanakan tugas pokok masing-masing dengan menguasai wilayah-wilayah yang sudah ditempatkan atau diploting. Polres Majalengka dibantu Personil gabungan TNI-Polri dan dinas terkait melaksanakan pengamanan dengan sebelumnya sudah mengantisipasi kerawanan yang akan menimbulkan gangguan, berharap kunjungan kerja Presiden RI diwilayah Majalengka berjalan kondusif. Dari pantauan dilapangn Presiden RI tiba dilokasi sekitar pukul 10.00 Wib, Ribuan masyarakat Majalengka ikut menyambut kedatangan Presiden RI beserta rombongan, saat ini masih berlangsung kegiatan acara Panen raya Padi. Asep Rusliman

Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Polres Majalengka Polda Jabar Bersama Forkopimda Kabupaten Majalengka sambut kedatangan kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di PT. Leetex Garmen Indonesia Desa Sinarjati Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, Senin (24/3/2025). Kunjungan Gubernur Jawa Barat ke PT.Leetex Garmen Indonesia dalam rangka penyerahan Piagam Kepada perusahaan yang membayar tunjangan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 Tepat Jumlah dan Tepat Waktu. Kunker Gubernur ke PT.Leetex Garmen Indonesia dihadiri Bupati Majalengka Drs H.Rman Suherman, Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto yang diwakili Kasat Intelkam AKP Bayu Surya Wulandono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr. H. Dedi Supandi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Teppy Wawan Dharmawa, Perwakilan dari Dinas ketenaga kerjaan wilayah III (Ciayumajakuning). Selain itu juga dihadiri dari Muspika Dawuan Kapolsek Dawuan AKP Asep Saepudin, Danramil Dawuan Kapten Dede Kuswandi serta diikuti perwakilan dari PT.Leetex Garmen Indonesia – Majalengka, PT.Kaldu Sari Nabati Indonesia – Majalengka, PT.Shotown Kasokandel Indonesia – Majalengka, PT.Polytama Propindo – Indramayu, PT.Japfa Comfeed Indonesia – Cirebon, PT.Zebra Asaba Industries – Kuningan, PT.Fastrata Induntri Indonesia – Cirebon, PT.Embbe Plumbon Tektil – Cirebon, PT.Chan Shin Reksa Jaya – Garut, PT.Astra Daihatsu Motor – Karawang, PT.Tri Keeson Utama – Garut, PT.TKG Taekwang – Subang, PT.Garuda Food Putra Putri Jaya – Sumedang serta PT Trymas Sarana Garment Industry – Bandung. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di PT.Leetex Garmen Indonesia Desa Sinarjati Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka disambut oleh Bupati Majalengka didampingi Direktur PT.Leetex Garmen Indonesia serta Para perwakilan Dinas terkait. Pada kesempatannya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melaksanakan Kontrol Produksi di Gedung Utama PT.Leetex Garmen Indonesia dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Kepada Perusahaan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi karena membayar tunjangan hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 Tepat Jumlah dan Tepat Waktu. Seluruh rangkaian kegiatan Kunker Gubernur Jabar selesai pukul 15.40 Wib mendapatkan pengamanan dari Polres Majalengka dan Instansi terkait berjalan dengan aman lancar, kondusif, kemudian Gubernur Jawa Barat beserta rombongan langsung menuju Pendopo Kabupaten Majalengka untuk melaksanakan buka puasa bersama dengan Bupati Majalengka serta unsur Forkopimda Majalengka. Asep Rusliman

Bidik-kasusnews.com KOTA BANDUNG— Sebanyak 24.976 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2025 guna mengamankan mudik dan Idulfitri 1446 Hijriyah. Para personel gabungan ini akan bertugas selama 17 hari mulai 23 Maret sampai 8 April. Personel terdiri dari 15.549 anggota Polri, 9.327 TNI, sisanya dari Dishub, Satpol PP, Damkar kabupaten kota, serta para relawan seperti pramuka. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjamin petugas gabungan siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dari awal mudik, hari H Lebaran, sampai arus balik dan aktivitas kembali normal. “Mudah-mudahan nanti di jalannya lancar, tidak ada kriminalitas dan angka kecelakaan _zero_, ini harapan kita,” ujar Dedi Mulyadi usai memimpin apel Operasi Ketupat Lodaya di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3/2025). Dalam Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar telah menyiapkan 341 pos tersebar di berbagai wilayah, di antaranya 253 pos pengamanan, 64 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu bersama Dishub, Jasa Raharja, dan Jasamarga. Dedi meminta masyarakat yang akan mudik untuk mematuhi arahan dari petugas di lapangan. Rencananya ia akan meninjau ke beberapa jalur mudik yang biasanya terjadi kepadatan. “Untuk yang mudik berhati-hati, persiapkan diri, dan ikuti arahan petugas di lapangan,” pintanya. Dedi mengapresiasi petugas yang berkomtimen bekerja saat hari Lebaran dan berkorban tidak bisa bertemu dengan keluarga. “Saat orang lain salat idulfitri dia berdiri di jalan, untuk itu kami mengapresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan oleh petugas, mudah-mudahan jadi amal kebaikan,” kata Dedi. Gubernur memastikan jalan baik di pusat kota maupun kabupaten dan kota siap dilewati pemudik. “Kesiapan jalan, secara umum jalur relatif baik,” kata KDM – panggilan akrab Dedi Mulyadi. Namun Gubernur mencatat ada jalan provinsi yang rusak karena diterjang banjir dan longsor. Saat ini, Pemdaprov sedang ngebut memperbaiki jalan yang rusak agar bisa dilewati kendaraan dengan nyaman dan aman. “Untuk jalan provinsi yang kondisinya bolong akibat hujan kita antisipasi dan fokus bereskan termasuk jembatan yang ambruk diselesaikan sebelum hari raya,” jelas Dedi. Asep Rusliman