Kalbar, Bidik-kasusnews.com – Kubu Raya Kalimantan Barat Proyek jalan lingkar di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kamis-17/04/2025. “Di duga di kerjakan asal jadi , jalan lingkar ini sebelumnya di bangun dengan pengerasan rambat beton, “kemudian di lapis aspal goreng, sangat di sayangkan belum seumur jagung sudah mulai tampak kerusakan, “Menurut keterangan warga sekitar yang enggan dipublikasikan namanya, jalan lingkar tersebut dibangun menggunakan dana anggaran APBD Kabupaten Kubu Raya, “Senilai Rp 1.551.923.393.44 ( Satu miliar,lima ratus lima puluh satu juta, sembilan ratus dua puluh tiga ribu ,tiga ratus sembilan puluh tiga). “Proyek jalan lingkar Kecamatan Kubu tersebut dikerjakan oleh, Pelaksana lapangan CV. BIMA SATRIA PERKASA, waktu pelaksanaan 105 hari kalender, “Pekerjaan di laksanakan tepat nya di RT 04/RW 08 Dusun Karya Raja Desa Kubu, Kabupaten Kubu Raya, “Dengan No kontrak, 600.1.9.3/12/PUPRPRKP-BM/IX/2024. yang dikelola oleh dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang perumahan rakyat, dan kawasan pemukiman tahun anggaran 2024, “Hal ini menjadi sorotan, sejak awak media turun ke lokasi kegiatan, tampak kondisi jalan yang baru dibangun memang sudah mulai mengalami kerusakan di beberapa titik terdapat jalan yang sudah mulai hancur dan berlubang. Hasil keterangan salah satu warga sekitar yang enggan namanya disebutkan, ditemui awak media juga mengeluhkan jalan yang mulai berlubang, dimana jalan tersebut dibangun belum seumur jagung tapi sudah mulai rusak,” keluhanya. Warga juga menambahkan, hal ini menjadi pertanyaan bagi kami selaku masyarakat Kubu Khususnya, “Pemanfaat jalan lingkar ini dibangun dengan anggaran cukup besar, tapi kualitas jalan yang dibangun sangat kurang baik. Kami sebagai warga memohon kepada pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang sudah mulai tampak hancur ini , ” agar tidak lebih parah kedepan nya. Sayang jika dibiarkan, semakin lama tentu akan semakin parah,” tegas warga. Lebih lanjut warga juga berharap kepada aparat penegak hukum agar menyelidiki proses pembangunan jalan tersebut, yang diduga ada indikasi pengurangan spesifikasi campuran dalam pekerjaannya. Dilain waktu kita mencoba berkomunikasi dengan salah seorang mantan anggota dewan kabupaten kuburaya periode 2019-2024 berenisial (HS) melalui via whatsApp. Mengkonfirmasi terkait pekerjaan jalan linkar kubu tersebut. ( SH) mengatakan masyarakat kubu kan dah pintar2, mereka yg merasakan, kalau baik berati mereka katakan baik kalau jahat mereka katakan jahat, SH, juga meminta kepada rekan rekan media jangan hanya melihat sisi buruk nya saja sisi baik nya dimana !… Maaf saye lagi capek benar maklomlah sekarang ni kerje nguli. Pungkas HS. Yang dibangun pada tahun anggaran 2024 dimana sesuai informasi proyek ini adalah proyek aspirasi salah seorang anggota dewan kabupaten Kubu raya, Selain itu, jalan lingkar kubu ini adalah salah satu akses jalan penghubung beberapa desa lintas darat yang sangat di perlukan masyarakat kecamatan kubu,” Sebelum berita ini naik di media awak media telah berupaya mencoba menghubungi pihak dinas terkait( PERKIM ) Kabupaten Kubu Raya, namun belum mendapat jawaban hingga berita ini di terbitkan. ( Narasumber masyarakat) (Penulis. Mul ) (Editor Basori)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jawa Tengah tampil percaya diri di forum internasional Indonesia Investment Summit yang digelar di Swissotel, PIK Jakarta, Selasa malam (15/4/2025). Gubernur Ahmad Luthfi, didampingi sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait, menyampaikan bahwa provinsinya kini menjadi primadona baru bagi investasi, tak hanya di sektor pariwisata, tapi juga industri dan pertanian. Dalam acara yang dihadiri sekitar 100 investor dari berbagai negara seperti Malaysia, China, Hongkong, Singapura, dan Indonesia, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, memberikan dukungan penuh terhadap potensi Jawa Tengah. Ia menilai bahwa daerah ini telah menunjukkan kesiapan yang luar biasa, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur pendukung. “Saya melihat Jateng luar biasa. Potensinya besar dan tidak hanya terbatas pada pariwisata. Saya yakin Pak Gubernur dan seluruh jajaran sudah siap menyambut investasi besar,” ujar Mendag. Ahmad Luthfi memaparkan sejumlah keunggulan Jawa Tengah, mulai dari kepastian hukum dan iklim usaha yang aman—bebas dari premanisme—hingga proses perizinan yang semakin cepat berkat sistem digital. Ia juga menekankan ketersediaan tenaga kerja terlatih dengan upah yang kompetitif sebagai nilai tambah bagi investor. Selain itu, strategi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD turut diperkenalkan. Fokus pada pembangunan infrastruktur di 2025 dan program swasembada pangan tahun 2026 menjadi magnet tersendiri untuk investor jangka panjang. Tak hanya bicara di atas panggung, Gubernur Jateng juga mengajak para bupati seperti Arief Rohman (Blora), Sudewo (Pati), dan Paramitha Widya Kusuma (Brebes), untuk memperkenalkan potensi lokal mereka secara langsung kepada calon investor. Dukungan penuh juga datang dari Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, serta Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro, yang optimistis kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha akan menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang transparan, kolaboratif, dan berbasis data, Jawa Tengah kini bukan sekadar alternatif—melainkan pilihan strategis bagi para investor global yang mencari stabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan jangka panjang. (Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya mempercepat program-program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan. Penegasan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Gubernur dan perwakilan Tanoto Foundation di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Menurut Luthfi, Tanoto Foundation telah lama menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dan berbagai instansi terkait, khususnya sejak tahun 2018. Kala itu, lembaga filantropi tersebut turut berperan dalam peningkatan kompetensi pendidikan serta pembangunan fasilitas kesehatan. “Tanoto Foundation ini sudah lama bekerja sama. Sejak saya menjadi Kapolda, mereka sudah membangun beberapa fasilitas kesehatan. Beliau akan menegaskan kembali kerja sama mulai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” ujar Luthfi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang lebih erat ini akan mempercepat eksplorasi dan pelaksanaan berbagai program, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada di angka 9,58 persen, sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan mitra strategis untuk menurunkannya. Dalam bidang pendidikan, Gubernur Luthfi menyoroti pentingnya transformasi pendidikan ke arah yang lebih relevan dengan dunia kerja. Fokusnya adalah pada pendidikan vokasi dan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak sumber daya manusia yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan investasi. Sementara itu, Senior Advisor Tanoto Foundation, Ari Gudadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) di lima kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2018–2022. Program ini telah menjangkau 174 sekolah mitra, melibatkan 209 fasilitator daerah, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.700 kepala sekolah dan guru, serta 57.000 siswa. “Kegiatannya tentang pengembangan kompetensi usia dini, juga bagaimana peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi anak didik kita,” terang Ari. Di bidang kesehatan, khususnya penurunan stunting, Tanoto Foundation telah aktif sejak 2022. Berdasarkan data mereka, prevalensi stunting di Jawa Tengah masih sekitar 20,7 persen, dengan 14 daerah berada di atas rata-rata provinsi. Program intervensi dilaksanakan di empat wilayah: Brebes, Kabupaten Tegal, Banyumas, dan Kota Semarang, mencakup delapan kecamatan dan 16 desa/kelurahan. Ari menambahkan bahwa penurunan stunting di Jawa Tengah secara umum menunjukkan hasil yang baik, namun percepatan di beberapa daerah masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Tanoto Foundation dan pemerintah daerah menjadi sangat penting, termasuk penguatan regulasi untuk mendukung implementasi program secara optimal. Dengan peningkatan kerja sama ini, diharapkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat diadopsi lebih luas di berbagai wilayah Jawa Tengah, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya percepatan investasi untuk mendukung pembangunan daerah. Dalam pembukaan kegiatan Capacity Building & Business Matching bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah di Hotel PO Semarang, Senin (14/4), Luthfi menyatakan bahwa 85 persen pembangunan daerah masih bergantung pada investasi. “Kalau perlu pabrik biting pun di Jateng dilayani, karena 85 persen pembangunan daerah dari investasi,” tegas Luthfi, disambut antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai OPD, kepala daerah se-Jateng, hingga perwakilan Konsulat Jenderal Australia. Untuk memperkuat akselerasi investasi, Gubernur meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kualitas layanan terhadap para investor. Ia juga mendorong kolaborasi antardaerah dalam merancang pendekatan strategis pengembangan wilayah, seperti kerja sama antar kabupaten/kota di eks-karesidenan serta antarwilayah seperti Blora dan Rembang. “Ini kita brainstorming, supaya investasi di wilayah kita berkembang,” tambahnya. Luthfi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi, terutama dalam perizinan. Ia meminta agar proses perizinan dipercepat dan hambatan administratif dipangkas demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Di sisi lain, Luthfi memastikan bahwa Jawa Tengah tidak kekurangan tenaga kerja. Ia menyebutkan, sepanjang 2024, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp88,4 triliun dengan 65.815 proyek dan serapan tenaga kerja hingga 400 ribu orang. Guna menjawab tantangan kebutuhan industri modern, pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pelatihan lain akan terus digalakkan. Dalam rangka mendukung sektor logistik dan mobilitas investasi, Luthfi menyatakan akan mendorong revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan mengupayakan agar Bandara Jenderal Ahmad Yani kembali menyandang status sebagai bandara internasional. Sementara itu, Kepala KPwBI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyebut forum ini sebagai bagian dari upaya strategis merancang arah investasi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, fokus kerja sama diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan ekonomi sirkular. “Ini sejalan dengan potensi Jateng sebagai lumbung pangan nasional,” ungkap Rahmat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga keuangan, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi magnet investasi nasional dan regional.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Kudus – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus saat ribuan warga berkumpul dalam acara Halalbihalal, Minggu malam (13/4/2025). Momen tersebut menjadi semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan tokoh agama yang tengah naik daun, Gus Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam. Dalam kesempatan itu, Gus Iqdam menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap sosok Ahmad Luthfi. Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah itu adalah pemimpin yang luar biasa karena mampu membangun kedekatan dengan berbagai kalangan masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama, dan juga keluarga. “Malam ini selain Pak Bupati dan Mbak Wakil Bupati, kita juga kedatangan Bapaknya Jawa Tengah yaitu Pak Luthfi. Beliau pemimpin yang luar biasa, ada di mana-mana,” ujar Gus Iqdam kepada masyarakat yang hadir. Tak hanya itu, Gus Iqdam juga berbagi cerita pribadinya mengenai kedekatannya dengan Ahmad Luthfi. Ia mengaku sering berkomunikasi langsung dengan sang gubernur, baik lewat pesan maupun video call. Dalam setiap percakapan, Gus Iqdam melihat sosok Luthfi yang hangat dan dekat dengan keluarganya. “Ketika pulang kerja, beliau kembali menjadi ayah bagi anak-anaknya. Beberapa waktu lalu sempat video call dengan saya, di belakangnya selalu ada anaknya. Di Mekah, beliau juga mendorong kursi roda anaknya,” kenangnya. Menurut Gus Iqdam, gambaran tersebut menunjukkan bahwa Ahmad Luthfi bukan hanya pemimpin yang cakap, tetapi juga sosok ayah yang penuh kasih sayang. Ia pun menilai sangat tepat jika Ahmad Luthfi diberi amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah. “Semoga beliau bisa membawa Jawa Tengah adem ayem, tentram, dan makmur. Semoga jabatannya barokah untuk seluruh masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya bisa bertemu masyarakat Kudus. Ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pemimpin, ulama, dan rakyat. “Alhamdulillah, senang bisa bertemu masyarakat Kudus. Halalbihalal merupakan bentuk amaliyah untuk mendapatkan pahala,” ujar Luthfi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para pemimpin agar senantiasa amanah dan mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat. “Doakan para pejabat kita, dari gubernur-wakil gubernur, kemudian bupati-wakil bupati menjadi pimpinan yang amanah, selalu dekat dengan masyarakat,” ucapnya. Selain Ahmad Luthfi dan Gus Iqdam, acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, Forkopimda Kudus, serta beberapa kepala daerah sekitar seperti Bupati Pati dan Bupati Demak. Acara berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan sebagai wujud kebersamaan pasca-Idulfitri.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut positif rencana investasi dari perusahaan asal Tiongkok, PT Haida Group, yang akan membangun pabrik pakan ternak di Kabupaten Kendal. Rencana ini disampaikan langsung dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Regional General Manager PT Haida Group, Xu Youfu, di Kantor Gubernur pada Sabtu (12/4/2025). Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, untuk mendukung investasi ini, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih enam hektare di Kendal. Ia juga menegaskan kesiapan Jawa Tengah dalam mendukung industri peternakan dan pertanian. “Awalnya mereka (PT Haida Group) berencana membangun pabrik di Jawa Barat, namun saya yakinkan bahwa Jawa Tengah lebih siap dalam segala aspek. Mulai dari ketersediaan lahan, iklim investasi yang kondusif, sampai kemudahan perizinan,” ujar Luthfi. Potensi Besar di Sektor Peternakan Luthfi menjelaskan bahwa industri pakan ternak di Jawa Tengah masih terbuka luas karena jumlah pabrik yang masih terbatas, sementara potensi sektor peternakan sangat besar. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat produksi ayam potong dan ayam petelur. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga tengah mendorong perluasan lahan tambak di wilayah tersebut hingga mencapai 15 ribu hektare. Pemprov Jateng juga tengah mengupayakan peningkatan fasilitas ekspor-impor, termasuk revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan pengajuan pengembalian status Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. “Semua ini kami siapkan agar investor seperti Haida Group semakin yakin dan nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” tambahnya. Dukungan untuk Petani Lokal Xu Youfu menyampaikan bahwa investasi PT Haida Group di Indonesia bertujuan untuk menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi dan memperkuat ketahanan protein hewani nasional. Jawa Tengah dipilih karena selain kondisi investasi yang kondusif, wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu produsen jagung terbesar di Indonesia. “Dengan membangun pabrik di sini, kami tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga membantu menyerap hasil panen petani lokal. Ini bentuk kontribusi kami bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Xu. Ia berharap kolaborasi antara Haida Group dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terus terjalin kuat. Pabrik pakan ternak ini direncanakan mulai dibangun dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu satu tahun.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang-12-April-2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaruh perhatian besar terhadap sektor kuliner sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Dalam pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (DPD APJI) Jawa Tengah yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (12/4), Luthfi mendorong APJI untuk berperan aktif dalam pengembangan wisata kuliner sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Menurut Luthfi, kekayaan kuliner di Jawa Tengah bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga peluang besar dalam menggerakkan roda ekonomi. Ia menilai, industri makanan dan minuman merupakan sektor yang tangguh, bahkan tetap tumbuh di tengah pandemi. “Usaha kuliner ini tidak pernah mati. Justru saat pandemi, banyak muncul inovasi baru di bidang kuliner. Ini membuktikan bahwa kuliner adalah sektor yang sangat adaptif,” ujarnya. Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa perkembangan usaha kuliner mampu memberi dampak luas terhadap sektor lain, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Para pengusaha jasaboga, kata dia, dapat menjadi penghubung antara produsen lokal dengan konsumen, sehingga memperkuat rantai pasok pangan di tingkat daerah. Tak hanya soal pariwisata, Gubernur juga melibatkan APJI dalam program nasional makan bergizi gratis (MBG). Ia mengatakan, APJI akan dilibatkan dalam penyediaan layanan dapur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang disiapkan pemerintah daerah. “Kita sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum DPP APJI dan jajarannya. Mereka siap terlibat dalam pelaksanaan program MBG agar bisa berjalan optimal di Jawa Tengah,” jelasnya. Ketua Umum DPP APJI Jawa Tengah, Tashya Megananda Yukki, mengapresiasi dukungan Gubernur dan menyatakan komitmen penuh APJI dalam dua program besar tersebut. Selain mendukung MBG, APJI juga merancang penyelenggaraan festival kuliner guna mempromosikan potensi kuliner khas daerah. “Kami sangat antusias dan siap bersinergi. Festival kuliner ini akan menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus memperkuat jaringan pengusaha jasaboga di Jawa Tengah,” ujar Tashya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kuliner tidak hanya menjadi kekayaan budaya yang dilestarikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.(Wely-jateng) Sumber:Jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 11 April 2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jawa Tengah dalam upayanya membangun perekonomian daerah dan memperkuat ketahanan pangan. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo, saat beraudiensi dengan Gubernur di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan keinginannya untuk membentuk forum perbankan dan industri keuangan sebagai wadah kolaborasi guna mempercepat pembangunan di Jawa Tengah. “Tadi Pak Gubernur minta ada forum dengan perbankan dan industri keuangan, karena beliau semangatnya adalah kolaborasi. Itu sangat sejalan dengan OJK. Kita tidak bisa jalan sendiri, OJK tidak bisa jalan sendiri. Tentu sinergi dan kolaborasi sangat bermanfaat,” ujar Hidayat. Hidayat juga menegaskan bahwa sinergi antara OJK dan Pemprov Jateng selama ini sudah berjalan dengan baik dan akan terus diperkuat. OJK berkomitmen mendukung seluruh program pembangunan pemerintah provinsi, khususnya dalam pengawasan dan pemberdayaan lembaga keuangan. Tak hanya fokus pada sektor keuangan, OJK juga aktif berkontribusi dalam bidang ketahanan pangan. Pada tahun 2024, OJK telah menginisiasi program pemberdayaan dan pengelolaan keuangan bagi petani jagung dan padi di wilayah Grobogan dan Kendal. Model ini dinilai berhasil dan akan direplikasi ke seluruh daerah di Jawa Tengah. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, OJK akan memperluas program serupa kepada masyarakat nelayan. Tahun ini, OJK bersama Pemprov Jateng akan fokus pada sektor rajungan di Jepara yang memiliki potensi ekspor tinggi. “OJK di sini berperan untuk menyinergikan, mengoordinasikan, dan membangun ekosistem. Baik itu ekosistem produksinya, maupun ekosistem sektor keuangan,” lanjut Hidayat. Gubernur Ahmad Luthfi dikenal konsisten mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam membangun Jawa Tengah. Sejak awal masa jabatannya, ia telah menjalin sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, 44 perguruan tinggi melalui Forum Rektor, serta anggota legislatif baik di tingkat provinsi maupun pusat melalui Forum Berlian Ngopeni Nglakoni dan Forum Senayan. Dengan adanya dukungan penuh dari OJK, diharapkan program-program strategis yang dicanangkan Pemprov Jateng akan semakin kuat dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com SEMARANG – Kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, terkait pemutihan pajak kendaraan bermotor mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari ramainya antrean di Kantor Samsat Banyumanik II, Kamis (10/4), saat gubernur meninjau langsung pelayanan di sana. Kebijakan ini memberikan penghapusan denda serta tunggakan pajak pokok kendaraan dan denda jasa raharja, berlaku dari 8 April hingga 30 Juni 2025. Program ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terbebani tunggakan pajak, terlebih dalam kondisi ekonomi yang masih menantang. Sudiran, warga Kaliwungu, Kendal, menjadi salah satu warga yang memanfaatkan program ini. Motor yang telah ia gunakan selama bertahun-tahun menunggak pajak hingga 10 tahun. Ia mengaku sangat terbantu. “Saya langsung datang begitu tahu ada program ini. Sangat meringankan,” ungkapnya sambil menunjukkan sejumlah dokumen pembayaran. Cerita serupa datang dari Ali Subana, warga Pedurungan, yang juga mengurus tunggakan pajak motornya selama tiga tahun. “Tadinya saya cek sekitar Rp650 ribu, tapi masih menunggu finalnya,” ucapnya. Tidak hanya penghapusan denda, proses pembayaran pun dinilai lebih mudah dan cepat oleh wajib pajak. Hastanti, salah satu warga, mengaku mendapat bantuan langsung dari petugas saat proses pengurusan. Gubernur Luthfi menyebutkan, program ini tidak hanya bertujuan memberi keringanan, tetapi juga sebagai cara membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak. Ia menegaskan, dana pajak akan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk pembangunan daerah. “Ini menjadi stimulus yang baik. Banyak yang menunggak 3 hingga 10 tahun, dan sekarang mereka punya kesempatan untuk mulai bersih,” katanya. Dengan program ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan kepatuhan masyarakat serta mendorong pendapatan daerah yang berdampak langsung pada pembangunan Jawa Tengah ke depan.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com BOYOLALI – Kamis pagi (10/4/2025), suasana di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dipenuhi pelukan perpisahan dan senyum haru. Sebanyak 3.500 perantau asal Jawa Tengah kembali diberangkatkan ke tempat kerja mereka melalui program Balik Rantau Gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bukan sekadar perjalanan pulang, bagi banyak orang program ini menjadi simbol harapan dan semangat baru. Mujiono (43), warga Boyolali yang bekerja di Bekasi, mengaku lega bisa menghemat biaya transportasi yang kian mahal. “Kalau bayar sendiri, saya dan keluarga bisa habis dua juta. Sekarang bisa hemat dan uangnya dipakai untuk keperluan Lebaran di kampung,” katanya sambil tersenyum. Cerita serupa datang dari Tari, ibu dua anak asal Sragen yang bekerja sebagai admin di Balaraja, Tangerang. “Ini sangat membantu. Kalau harus bayar sendiri, pulang-pergi bisa habis tiga juta. Dengan program ini, saya bisa fokus ke biaya sekolah anak dan kebutuhan lain,” ujarnya. Bahkan lansia seperti Sarinem (90), turut merasakan manfaat program ini. Didampingi anaknya, Ningsih, ia naik bus dengan mata berbinar. “Kalau harus bayar sendiri, kami tidak sanggup. Program ini sangat membantu,” ucap Ningsih. Program ini mencakup berbagai titik keberangkatan di Jateng, mulai dari Boyolali, Sragen, Klaten, hingga Temanggung, dengan tujuan utama Jakarta dan Bandung. Total 85 bus disediakan, bekerja sama dengan rumah sakit daerah, BUMD, Baznas, dan pemerintah kabupaten/kota. Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Henggar Budi Anggoro menyatakan, sasaran utama program ini adalah para pekerja sektor informal. “Mereka ini para pejuang keluarga yang perlu dukungan, agar bisa kembali bekerja tanpa terbebani ongkos mahal,” jelasnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program ini tidak hanya soal transportasi. “Ini adalah bentuk empati dan gotong royong antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat. Ke depan, kami ingin jumlah armada ditambah dan layanan makin tertib,” katanya. Selain armada bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan transportasi kereta api untuk mendukung arus balik. Dengan langkah ini, mereka berharap tidak hanya mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga memastikan para perantau bisa kembali bekerja dengan aman dan nyaman. Karena di balik setiap kursi penumpang, ada cerita perjuangan. Dan dengan satu tiket gratis, ada secercah harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id