SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kisruh pembangunan perumahan di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, memasuki babak baru. Atas temuan tersebut DPRD akan menelusuri kepastian administrasi proyek setelah menemukan indikasi aktivitas fisik di lapangan. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Astrina, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang mempertanyakan status perizinan pembangunan tersebut. Dalam peninjauan lapangan, DPRD mencatat adanya alat berat dan area kerja yang menunjukkan tahapan konstruksi telah berjalan. Meski tidak ada aktivitas alat saat kunjungan, kondisi itu dinilai cukup menjadi dasar untuk meminta penjelasan resmi dari perangkat daerah terkait. “Yang kami tekankan bukan soal ada atau tidaknya proyek, tetapi kepastian prosedur. Setiap pembangunan wajib memiliki landasan hukum yang jelas,” ujar Feri, Kamis (26/2/2026). Menurutnya, hingga saat ini DPRD belum menerima pemaparan formal dari dinas teknis mengenai status izin proyek dimaksud. Karena itu, klarifikasi lintas sektor akan segera dilakukan. Tiga instansi dijadwalkan hadir dalam rapat kerja, yakni DPMPTSP Kota Sukabumi, DPUTR Kota Sukabumi, dan DLH Kota Sukabumi. Forum tersebut akan menguji kesesuaian tahapan administrasi, aspek teknis tata ruang, serta potensi dampak lingkungan. Feri menegaskan, pengawasan legislatif merupakan bagian dari fungsi kontrol agar investasi dan pembangunan berjalan selaras dengan aturan. “Investasi penting bagi pertumbuhan daerah. Tapi kepatuhan terhadap regulasi adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya. Selain aspek legalitas, DPRD juga menaruh perhatian pada posisi geografis proyek yang berada di sekitar area pertanian. Kajian teknis dinilai perlu memastikan tidak ada potensi gangguan terhadap sistem lingkungan dan tata guna lahan. “Keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan harus dijaga. Itu prinsip dasar yang kami pegang,” tambahnya. DPRD memastikan hasil klarifikasi nantinya akan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik, sekaligus memberikan kepastian informasi bagi masyarakat sekitar. UM
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Hj. Leni Liawati, S.Si, menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Ikhlas, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 1. Kehadiran Leni disambut antusias oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat. Dalam kesempatan itu, Leni menegaskan bahwa Tarling bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang komunikasi yang efektif antara wakil rakyat dan masyarakat. “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, saya ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan warga, sehingga perjuangan di DPRD benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat,” ujarnya. Ia pun melaksanakan salat Tarawih berjamaah bersama warga, dilanjutkan dengan dialog santai yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, Leni turut menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan tadarus dan pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun orang tua di lingkungan Desa Cikahuripan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Cisolok dan wakilnya di parlemen daerah. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum Ramadhan dimanfaatkan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Anita Fajarianti, untuk menggerakkan semangat ekonomi kerakyatan. Melalui bazar takjil yang digelar di kawasan Cipanengah, Dapil 3 Kota Sukabumi, puluhan pelaku UMKM kembali mendapatkan ruang usaha sekaligus dukungan nyata. Sebanyak 25 pedagang UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Mereka menjajakan aneka makanan untuk berbuka puasa. Bagi Anita, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil. “Ramadhan harus menjadi energi bagi UMKM. Ketika mereka bergerak, ekonomi warga ikut hidup,” dalam sebuah wawancara, Rabu (25/2/2026). Tak berhenti pada penyediaan stand bazar, Anita juga mendorong perputaran usaha dengan membeli langsung produk para pedagang. Takjil yang dibeli kemudian dibagikan kepada masyarakat dan masjid di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dinilai bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga strategi sederhana untuk memastikan para pelaku UMKM merasakan dampak ekonomi secara langsung. Menurut Anita, penguatan ekonomi lokal membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk peran wakil rakyat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menumbuhkan optimisme pelaku usaha kecil di tengah berbagai tantangan ekonomi. “Kita ingin UMKM tetap percaya diri. Sekecil apa pun usaha mereka, itu adalah kekuatan ekonomi daerah,” tegasnya. Kegiatan yang mendapat sambutan positif warga tersebut menjadi gambaran bagaimana Ramadhan dapat menghadirkan nilai ibadah sekaligus keberdayaan ekonomi masyarakat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Wawan Godawan Saputra, memimpin langsung rangkaian kegiatan keagamaan dalam program Ansyithoh Ramadhan 1447 H. Kegiatan digelar Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi pada Senin (23/2/2026). Program bertema “Ramadhan Maslahat Berdampak” tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, pengajian Ramadhan. Kegiatan lainnya berupa penggalangan donasi, perawatan rutin masjid, hingga santunan anak yatim. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh jajaran pegawai sebagai bentuk penguatan nilai spiritual selama bulan suci. “Kegiatan Ramadhan tidak sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, kebersamaan, serta semangat pengabdian aparatur,” tegasnya. Dia menambahkan, Ramadhan harus menjadi ruang refleksi dan penguatan karakter. Kami ingin membangun lingkungan kerja yang religius, harmonis, dan berdampak positif. Selain kegiatan internal, aksi sosial berupa donasi dan santunan anak yatim menjadi wujud kepedulian aparatur terhadap masyarakat sekitar. “Perawatan masjid juga menjadi salah satu fokus kegiatan untuk menjaga kenyamanan fasilitas ibadah,” terangnya. Melalui program ini, DPRD Kabupaten Sukabumi berharap semangat Ramadhan mampu memperkuat karakter aparatur yang berakhlak, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat Kabupaten Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUNEWS.COM – Memasuki 1 Ramadan 1447 H, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Erpa Aris Purnama, mengajak masyarakat untuk memperbanyak dzikir dan doa. “Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Mari kita isi dengan memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT,” ujarnya, Rabu (18/2/2026). Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memohon ampunan, serta memperbanyak doa demi kebaikan di dunia dan akhirat. “Semoga kita semua dapat meraih pahala dan keberkahan di bulan Ramadan ini,” katanya. Selain meningkatkan ibadah secara personal, Erpa juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, semangat berbagi dan saling membantu perlu terus ditumbuhkan, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai, makna Ramadan tidak hanya terletak pada ibadah puasa, tetapi juga pada perubahan sikap dan perilaku. Menjaga lisan, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak amal kebaikan menjadi bagian penting dalam menjalani bulan suci. Erpa pun berharap Ramadan tahun ini membawa suasana yang lebih tenang dan penuh kebersamaan. Ia mengajak masyarakat menjaga harmoni, meningkatkan keimanan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Erpa Aris Purnama, mengunjungi dua keluarga korban kebakaran rumah di Kampung Cirajang Sawah, RT 01 RW 04, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Jumat (13/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memberikan bantuan dan dukungan moril kepada warga terdampak, yakni Deni dan Tajmu. Dalam kesempatan itu, Erpa menyerahkan bantuan uang tunai kepada masing-masing korban. Sebelumnya, rumah milik Deni dan Tajmu dilaporkan mengalami kebakaran pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Api yang muncul dari dalam rumah dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya. Erpa Aris Purnama menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut. Ia berharap para korban tetap tabah dan memastikan akan mendukung proses pemulihan pascakebakaran. “Saya turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan kesabaran, dan insyaallah kami siap membantu upaya pemulihan,” ujarnya. Deni dan Tajmu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Mereka mengaku terbantu dengan perhatian serta dukungan yang diterima. Fraksi PKS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kepedulian sosial serta mendukung warga yang mengalami musibah, termasuk korban bencana kebakaran.
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Surade menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk Tahun Anggaran 2026–2027. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/2/2026). Musrenbang menjadi forum strategis dalam menyerap, merumuskan, serta menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Surade. Tahun ini, Musrenbang mengusung tema “Penyiapan Ekosistem Pendukung untuk Penguatan Agroindustri dan Pariwisata”, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah. Pelaksanaan Musrenbang dilakukan secara hybrid, yakni tatap muka dan terhubung melalui Zoom Meeting dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperinda) Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Erpa Aris Purnama, S.Si dari Komisi I Fraksi PKS, Anggota DPRD dari Komisi III Fraksi Partai PKB H. Dadang Hermawan. Tampak hadir Danramil 0622-14 Surade Katen Dikdik, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, Ketua MUI Kecamatan Surade Asep Mustofa (Aa Bentang), serta para kepala desa se-Kecamatan Surade. Kehadiran unsur legislatif, TNI-Polri, tokoh agama, dan pemerintah desa mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan. Camat Surade Unang Suryana menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan krusial dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Seluruh usulan, menurutnya, harus disusun secara matang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta selaras dengan kebijakan daerah dan kemampuan anggaran. “Musrenbang ini adalah ruang strategis untuk menyatukan kepentingan masyarakat desa dengan arah pembangunan kabupaten. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan DPRD agar hasilnya benar-benar dapat diwujudkan,” ujarnya. Peran DPRD dalam Musrenbang turut menjadi sorotan. Erpa Aris Purnama menekankan bahwa kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab wakil rakyat dalam menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat sejak tahap perencanaan. “Musrenbang kecamatan menjadi fondasi penting bagi DPRD. Setiap usulan masyarakat Surade akan kami catat dan perjuangkan dalam pembahasan RKPD dan APBD, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya. Ia juga menyoroti potensi besar Kecamatan Surade dalam pengembangan agroindustri dan pariwisata desa. Potensi tersebut, menurutnya, harus didukung kebijakan yang tepat sasaran, pembangunan infrastruktur penunjang, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Jika perencanaan dilakukan dengan baik dan dikawal bersama, Surade berpeluang tumbuh secara ekonomi tanpa meninggalkan kearifan lokal. DPRD siap menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah,” tambahnya. Senada dengan itu, H. Dadang Hermawan menyampaikan dukungan terhadap program prioritas yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan yang berkelanjutan. Dalam sesi diskusi, para kepala desa secara aktif menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan desa, sarana prasarana pertanian, penguatan UMKM, hingga pengembangan destinasi wisata lokal. Perwakilan Kepala Desa Pasiripis, Wahyudin, mengapresiasi kehadiran DPRD dan seluruh unsur terkait. Ia berharap hasil Musrenbang dapat ditindaklanjuti dalam program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Dengan DPRD yang hadir dan mendengar langsung aspirasi desa, kami optimistis usulan pembangunan dapat dikawal hingga tingkat kabupaten,” ujarnya. Hasil Musrenbang Kecamatan Surade selanjutnya akan dirangkum sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026–2027. Pemerintah berharap sinergi yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, aspiratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda atau Kang Wanju, menilai kehadiran Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebagai tonggak baru dalam penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi. Gedung ini menjadi yang pertama sejak Kota Sukabumi berdiri dan diposisikan sebagai pusat aktivitas pengrajin serta pelaku usaha lokal. Menurut Kang Wanju, pembangunan Gedung Dekranasda bukanlah gagasan instan, melainkan hasil dari pembahasan panjang lintas sektor yang sempat tertunda karena keterbatasan waktu dan kesiapan anggaran. Realisasi pembangunan saat ini, kata dia, menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah bersama DPRD dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. “Gedung Dekranasda ini diharapkan menjadi ruang kolaboratif antara pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat,” kata Wanju (10/2/2025). Selain meningkatkan produktivitas dan kualitas produk pengrajin, keberadaan gedung ini juga diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah PAD Kota Sukabumi. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menjelaskan bahwa gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat pembinaan sekaligus etalase promosi produk UMKM. Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 200 pelaku usaha telah masuk dalam ekosistem Dekranasda, meskipun sebagian masih dalam tahap kurasi. Ranty menyebutkan, pengembangan produk akan difokuskan pada kerajinan berbasis tujuh bahan utama seperti kain, kayu, dan batu, dengan tetap menjaga karakter serta pakem kerajinan daerah. Ke depan, Dekranasda akan dikembangkan dalam tiga klaster utama, yakni Dekranasda, fashion, dan UMKM, dengan porsi sekitar 20 persen produk makanan yang telah melalui proses kurasi. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi untuk menegaskan komitmen terhadap kemerdekaan pers dan penguatan demokrasi. Melalui tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, DPRD menilai pers memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi, membangun kepercayaan publik, serta mendorong percepatan pembangunan daerah. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan bahwa keberadaan pers sangat dibutuhkan sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dan lembaga legislatif. “Pers berperan penting dalam menyampaikan informasi yang objektif, mengawal kebijakan publik, dan menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026. Ia menegaskan DPRD Kabupaten Sukabumi akan terus membuka ruang kolaborasi dengan media serta mendukung ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab. Menurutnya, pers yang independen dan sehat menjadi fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat. DPRD Kabupaten Sukabumi berharap insan pers terus menjaga integritas, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan publik. (Dicky)
SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Fraksi PKS, Ingu Sudeni, mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat yang paling dominan disampaikan saat ini masih berkaitan dengan kerusakan infrastruktur jalan yang hampir merata di seluruh kelurahan. Hal itu disampaikan Ingu saat mengadakan reses masa persidangan ke II tahun sidang 2025-2026, Ahad (8/2/2026). “Infrastruktur, terutama jalan, hampir di setiap kelurahan kondisinya rusak berat. Itu yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dan memang kita pahami kondisi hari ini,” ujarnya. Ia menegaskan, Komisi II DPRD Kota Sukabumi akan mendorong agar perubahan APBD ke depan lebih memfokuskan anggaran pada prioritas perbaikan infrastruktur, khususnya jalan-jalan kota yang dinilai sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. “Insyaallah kami di Komisi II akan mendorong agar pemerintah lebih memfokuskan APBD untuk perbaikan infrastruktur di Kota Sukabumi,” tegasnya. Selain persoalan infrastruktur, Ingu juga menyampaikan bahwa DPRD Kota Sukabumi tengah menyiapkan Raperda inisiatif tahun 2026, dengan total tiga Raperda yang diajukan oleh Komisi I, II, dan III. Khusus Komisi II, DPRD mengusulkan Raperda Pengembangan dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif. Menurut Ingu, Kota Sukabumi masih tertinggal dibanding daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif. “Kami melihat Kota Sukabumi sangat tertinggal. Kemarin kami berkunjung ke Kota Depok, peran dan support system pemerintahnya terhadap ekonomi kreatif sudah luar biasa. Sementara kita masih sangat kurang,” jelasnya. Ia menyebutkan, Raperda tersebut direncanakan mulai digodok pada semester kedua tahun 2026 sebagai upaya memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif lokal. Sementara itu, Ingu juga menyoroti Raperda Inisiatif dari Komisi III, yakni Raperda Perlindungan Guru, yang dinilainya sangat urgen melihat kondisi dunia pendidikan saat ini. “Banyak guru yang dikriminalisasi tanpa kesalahan yang jelas dan akhirnya berujung ke proses hukum. Di Kota Sukabumi sendiri belum ada regulasi khusus yang melindungi guru,” ungkapnya. Menurutnya, perlindungan guru tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga kesejahteraan, termasuk pengaturan hak-hak dasar guru honorer dan guru madrasah. “Inisiatif ini juga mencakup kesejahteraan guru, seperti pengaturan standar minimum gaji pokok, baik untuk guru honorer maupun guru madrasah,” tambah Ingu. Ia mengakui, DPRD menerima banyak aduan dari para guru terkait kesenjangan kesejahteraan, terutama antara guru PNS dan non-PNS, serta polemik rencana pengangkatan pegawai MBG menjadi P3K. “Harusnya yang diprioritaskan itu tenaga pendidik. Kalau bicara kecerdasan anak bangsa, selesaikan dulu persoalan gurunya, termasuk sarana dan prasarana sekolah,” tegasnya. Terkait infrastruktur pendidikan, Ingu juga menyoroti belum adanya SMA di wilayah Baros, yang menjadi persoalan serius akibat sistem zonasi. “Baros itu tidak punya SMA, sementara zonasi membatasi pilihan. Kami di Komisi III sudah mendorong ke Pemerintah Provinsi agar pembangunan SMA di Baros segera direspons,” ujarnya. Soal transparansi anggaran, Ingu menilai masyarakat tidak cukup hanya diberi informasi soal saldo keuangan daerah, melainkan membutuhkan kejelasan arah dan prioritas APBD. “Masyarakat tidak butuh sekadar informasi saldo. Yang mereka butuhkan adalah kepastian, jalan mana diperbaiki, kapan, triwulan berapa. Itu yang diharapkan,” katanya. Ia juga menanggapi pernyataan kepala daerah terkait kondisi jalan rusak yang disebut hanya 20 persen. Menurutnya, kondisi di lapangan justru sebaliknya. “Saya paham mungkin maksudnya 20 persen yang bagus dan 80 persen rusak. Faktanya di lapangan memang begitu. Kalau tidak ada anggaran, artinya tidak diprioritaskan,” pungkas Ingu. (Usep)