Indramayu,Bidik-kasusnews.com,. Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau UU HKPD Nomor 1 Tahun 2022 menjadi salah satu regulasi penting yang mengubah sistem pendanaan daerah di Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung pada struktur anggaran pemerintah daerah, termasuk pada nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ancaman Pemutusan Massal PPPK Menguat, DPR Minta Pemerintah Tunda Pembatasan Belanja Pegawai Melalui UU HKPD, pemerintah pusat melakukan reformasi besar terhadap skema Transfer ke Daerah (TKD), termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemandirian fiskal daerah sekaligus memastikan anggaran daerah selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Namun di balik tujuan tersebut, muncul tantangan serius yang dihadapi pemerintah daerah. Penyaluran dana dari pusat kini dilakukan secara lebih selektif dan diarahkan untuk mendukung program strategis nasional. Akibatnya, ruang fiskal daerah untuk membiayai kebutuhan rutin, seperti gaji pegawai, menjadi semakin terbatas. Dilema Anggaran Daerah dan Tekanan Fiskal Kondisi ini menimbulkan dilema nyata bagi pemerintah daerah. Di satu sisi, mereka harus menjalankan program prioritas nasional yang didorong melalui kebijakan pusat. Di sisi lain, mereka juga memiliki kewajiban membayar belanja rutin, termasuk gaji PPPK yang jumlahnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ketika terjadi defisit anggaran atau realokasi kebijakan, belanja rutin sering kali menjadi pos yang paling rentan terdampak. Terlebih bagi daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang rendah, ketergantungan terhadap dana transfer pusat membuat posisi fiskal semakin terjepit. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi pemutusan kontrak PPPK secara massal. Ancaman tersebut bukan sekadar isu, melainkan konsekuensi dari tekanan fiskal yang dihadapi daerah dalam menyesuaikan struktur anggarannya. Apa Itu UU HKPD dan Dampaknya bagi Daerah? UU HKPD dirancang untuk menciptakan tata kelola keuangan daerah yang lebih disiplin dan efisien. Pemerintah pusat ingin memastikan bahwa setiap alokasi anggaran daerah benar-benar mendukung target pembangunan nasional secara terukur. Dalam implementasinya, terdapat beberapa perubahan penting, di antaranya: Penajaman penggunaan DAU dan DAK agar lebih fokus pada program prioritas Dorongan efisiensi belanja daerah, khususnya belanja rutin Peningkatan peran daerah dalam mengoptimalkan PAD sebagai sumber utama pembiayaan Kebijakan ini secara tidak langsung memaksa pemerintah daerah untuk lebih mandiri secara fiskal. Namun, tidak semua daerah memiliki kapasitas yang sama dalam meningkatkan pendapatan lokal. Dampak Langsung terhadap PPPK Dalam konteks tenaga PPPK, kebijakan ini memiliki implikasi yang cukup signifikan. Setidaknya ada tiga faktor utama yang memengaruhi: Prioritas Anggaran Nasional Dana transfer dari pusat kini lebih difokuskan pada program strategis, sehingga alokasi untuk belanja pegawai menjadi terbatas. Efisiensi Belanja Rutin Pemerintah daerah didorong untuk menekan pengeluaran rutin, termasuk gaji pegawai, demi menjaga keseimbangan anggaran. Keterbatasan PAD Daerah dengan PAD rendah akan kesulitan menutupi kebutuhan belanja pegawai, sehingga PPPK berpotensi menjadi opsi penyesuaian anggaran. Dalam kondisi tertentu, gaji PPPK yang relatif besar dapat menjadi beban fiskal yang harus disesuaikan. Hal inilah yang memunculkan kekhawatiran bahwa tenaga PPPK bisa menjadi pihak yang paling terdampak dalam proses penyeimbangan anggaran. Reformasi Fiskal atau Ancaman Sosial? Perlu dipahami bahwa kondisi ini bukan semata-mata disebabkan oleh satu kebijakan atau kepemimpinan tertentu, melainkan bagian dilematis suatu pemerintahan,kalau tidak rekrut PPPK kurang SDM untuk pelayanan masyarakat kalau direkrut pemerintah harus menyiapkan anggaran tetap,dengan menggali PAD. (Asep Rusliman)
INDRAMAYU,Bidik-kasusnews.com,.Belum dua bulan dilantik, Kuwu Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, H. Nurwenda langsung tancap gas membangun desa dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat desa setempat. Pasalnya, Kuwu Limbangan terpilih dalam Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2025 dan telah dilantik Bupati Indramayu Lukcy Hakim pada februari 2026 kemarin ini langsung bekerja. Salah satunya membersihkan saluran air di sejumlah titik yang berada di desa setempat bersama masyarakat. H. Nurwenda menjelaskan, selain untuk menanggulangi banjir karena saat ini musim penghujan, bersih-bersih saluran air ini juga merupakan langkah konkret untuk membawa Desa Limbangan yang sehat bersih indah. Tidak hanya lingkungan, tetapi juga pemerintahannya. “Saya bersama warga membersihkan saluran air supaya lancar dari hambatan-hambatan sampah,” kata dia ketika ditemui di kantornya, Kamis (26/3/2026) Dalam kegiatan tersebut, H. Nurwenda menjelaskan, pihaknya menggandeng RT/RW dan semua lembaga di desa setempat. Bahkan, dia menargetkan, dalam 100 hari kerjanya memimpin, Desa Limbangan yang sehat, bersih, dan indah dapat tercapai. “Insya Allah saya akan buka Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada alat pembakarnya,” ujarnya. Dengan adanya TPS tersebut, dia berharap, dapat menyelesaikan masalah pengelolaan sampah di lingkungan Desa Limbangan. Namun, hal itu juga tentu membutuhkan dukungan dan kerja sama dari masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut dan demi kebaikan bersama. “Saya bersama seluruh elemen yang ada di Desa Limbangan akan terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah sediakan. Jadi saya mohon pengertiannya kepada masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan yang dapat membuat kumuh lingkungan dan menimbulkan penyakit,” pintanya. Tidak hanya itu, dirinya pun berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Sebagai orang nomor 1 di Desa Limbangan, dirinya akan selalu stand by di desa. Hal itu bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. “Saya berharap agar semua bisa bekerjasama yang baik dari semua pihak, terutama warga. Insya Allah dengan kerja sama yang baik, semua akan berjalan dengan baik. Seperti pepatah mengatakan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Insya Allah tidak ada kesulitan dan semua program bisa berjalan dengan lancar”, tutupnya.. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,Bidik-kasusnews.com,. Halal Bihalal Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan digelar di Ballroom Arya Kamuning, Gedung Setda komplek KIC, dihadiri Bupati Dian Rachmat Yanuar, Wabup Tuti Andriani Sekda U. Kusmana, para asisten, staf ahli, para pejabat eselon II hingga III dan seluruh ASN lingkungan Setda, Rabu (25/3/2026). Bupati Kuningan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari raya Idulfitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jajaran ASN. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, memperkuat soliditas, serta menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal peningkatan kinerja. “Selepas menjalani ibadah Ramadan dan libur Lebaran, kita harus kembali dengan semangat baru. Jadikan kebersamaan ini sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih tulus, dan lebih bertanggung jawab,” ujarnya. Dian mengingatkan, tantangan ke depan tidak ringan, terutama terkait kondisi ekonomi global dan nasional yang berdampak pada daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk lebih bijak dalam pengelolaan anggaran serta menjaga stabilitas fiskal. “Kita harus bersiap dengan kondisi yang penuh ketidakpastian. Efisiensi anggaran dan prioritas program harus benar-benar diperhatikan, namun hak pegawai seperti gaji dan TPP tetap menjadi komitmen untuk dipenuhi tepat waktu,” tegasnya. Selain itu, bupati juga menyoroti pentingnya sektor strategis seperti ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tekanan eksternal. Dian mengapresiasi jajaran perangkat daerah yang tetap menjalankan tugas selama masa libur Lebaran, terutama di sektor pelayanan publik, kesehatan, perhubungan, dan keamanan sehingga situasi di Kabupaten Kuningan tetap kondusif. Dia juga mengajak seluruh ASN untuk kembali fokus bekerja, meningkatkan disiplin, serta memastikan setiap program dan kegiatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memberikan yang terbaik untuk Kuningan. (Asep Rusliman)
Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Problem Solving atau peyelesaian masalah adalah strategi pemecahan masalah yang digunakan Polri untuk menyelesaikan konflik dan permasalahan di masyarakat, terutama oleh Polsek Malausma yang digelar dikantor Satuan Reskrim Polres Majalengka, Selasa (24/3/2026). Sesuai permintaan keluarga kedua belah pihak, kegiatan Problem solvig ini dilakukan terhadap Laporan warga kejadian pada Senin Jam 15.30 Wib di Dusun Gunungpayung Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka, yang dilaporkan oleh Korban Sdr Jajang. Sesuai Kronologis berawal terlapor menagih hutang terhadap Pelapor sampai terjadi tindak pidana Pengeroyokan terhadap Pelapor sdr.Jajang oleh terlapor Sdr Didin dan Sdr Opik, ungkap Kapolsek Malausma IPDA Riyana. Kegiatan Problem Solving ini dilakukan karena masih terdapat hubungan tetangga atau satu Dusun Gunungpayung antara kedua belah pihak sehingga meminta Pihak Polres Majalengka untuk melakukan mediasi untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku. Kesepakatan yang terjadi antara para pihak disaksikan oleh Perangkat Desa Banyusari tokoh masyarakat setempat dan dituangkan dalam surat pernyataan yang nantinya menjadi dasar penyelesaian perkara yang dilaporkan pada Polsek Malausma” jelas IPDA Riyana. Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Reskrim AKP Udiyanto secara terpisah mengungkapkan, Penyelesaian masalah secara kekeluargaan merupakan niat para pihak untuk tidak melanjutkan tindak pidana yang dilaporkan di Polres Majalengka melalui jalur hukum. Peran Polres Majalengka dan Polsek Malausma dalam problem solving ini hanya memfasilitasi kesepakatan para pihak karena masih ada hubungan kekeluargaan. Dengan kesepakatan melalui surat pernyataan yang ada menjadi bukti penyelesaian perkara atas laporan polisi yang dilaporakn oleh korban” pungkas Kasat Reskrim AKP Udiyanto. (Asep Rusliman)
Kota Cirebon,Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Babinsa Kelurahan Pegambiran, Sertu Yanto, melaksanakan kegiatan monitoring di objek wisata WBK (Wisata Bahari Kejawanan), yang berlokasi di Jl. Pelabuhan Perikanan No. 1 RW 05, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan kondisi di area wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama masa libur lebaran. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di kawasan wisata. Dalam pelaksanaannya, Sertu Yanto juga berkoordinasi dengan petugas pengelola wisata serta aparat terkait guna memastikan pengunjung tetap mematuhi aturan yang berlaku, termasuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keselamatan selama berada di lokasi wisata. “Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Diharapkan para pengunjung dapat menikmati liburan dengan tetap mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan yang ada,” ujar Sertu Yanto. Selain itu, Babinsa turut mengimbau kepada para pengunjung agar selalu waspada terhadap barang bawaan serta memperhatikan keselamatan diri dan keluarga, terutama saat beraktivitas di area pantai. Melalui kegiatan ini, diharapkan situasi di objek wisata Wisata Bahari Kejawanan tetap aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati momen libur lebaran dengan nyaman dan penuh kebahagiaan. (pendim0614)* (Asep Rusliman)
CIREBON,Bidik-kasusnews.com,.Kegiatan Halal Bihalal insan pers Cirebon yang digelar pada Selasa (24/3/2026) berlangsung dengan nuansa berbeda dari biasanya. Alih-alih memilih lokasi formal seperti kafe atau aula hotel berbintang, para jurnalis sepakat menggelar acara di tempat yang sederhana namun penuh makna, yakni di bawah jalan layang kawasan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, tepat di seberang Grage City Mall. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Tempat ini dikenal sebagai titik kumpul harian para wartawan di Kota Cirebon, sehingga memiliki nilai historis dan emosional tersendiri bagi para insan pers. Meski jauh dari kesan mewah, suasana kehangatan, kekeluargaan, dan keakraban justru terasa lebih kuat dalam kegiatan tersebut. Acara dibuka oleh Wawan selaku Ketua Forum Perkumpulan Jurnalissekaligus penggagas kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga silaturahmi di tengah dinamika profesi jurnalis yang penuh tantangan. Selanjutnya, Agustinar (yang akrab disapa Papi) dan Arif Yolando, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Kota Cirebon, turut memberikan sambutan. Selain berbagi pengalaman seputar lika-liku dunia jurnalistik, Arif juga mengajak para insan pers untuk membentuk komunitas Bikers Jurnalist Indonesia (BIJI). Komunitas ini diharapkan menjadi wadah alternatif untuk mempererat hubungan antarsesama jurnalis melalui kegiatan positif di luar rutinitas peliputan. Dalam kesempatan yang sama, Piryanto selaku Ketua Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) DPD Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan Halal Bihalal ini memiliki nilai positif dalam memperkuat solidaritas dan sinergi antarwartawan lintas media. Sejumlah tokoh pers lainnya juga turut hadir, di antaranya Bambang Eko selaku Ketua Paguyuban Wartawan Cirebon Raya (PWCR) serta Firda Asih, Pimpinan Redaksi Koran Cirebon. Kehadiran mereka semakin menambah semarak dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara para jurnalis. Kegiatan ditutup dengan makan bersama menyajikan kuliner khas daerah, yakni Pedesan Entog. Suasana santai dan penuh canda tawa mewarnai penutup acara, mempertegas esensi utama Halal Bihalal sebagai momentum mempererat tali persaudaraan. Meski digelar secara sederhana, Halal Bihalal insan pers Cirebon tahun ini justru meninggalkan kesan mendalam. Kebersamaan yang terbangun menjadi pengingat bahwa soliditas dan kekuatan jurnalis tidak ditentukan oleh kemewahan tempat, melainkan oleh eratnya hubungan antarsesama insan pers. (Asep Rusliman)
Cirebon kota,Bidik-kasusnews.com,. Memasuki fase arus balik Lebaran Idulfitri 2026, kondisi lalu lintas di wilayah Kota Cirebon terpantau masih relatif lancar dan terkendali. Hal ini dipastikan langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar yang turun ke lapangan melakukan pengecekan pada Senin 23 Maret 2026 siang. Pemantauan dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan kelancaran mobilitas kendaraan, khususnya di jalur-jalur utama yang menjadi titik krusial arus balik. Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengecekan, di antaranya jalur arteri Pantura, ruas Tol Palikanci, hingga kawasan dalam kota yang kerap dipadati aktivitas masyarakat. “Di jalur Pantura, baik arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya, arus kendaraan terpantau ramai namun tetap lancar,” ujar Kapolres. Menurutnya, mayoritas kendaraan yang melintas masih didominasi oleh masyarakat lokal, dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 20 hingga 40 kilometer per jam. “Saya melihat, kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran perjalanan,” tuturnya. Kapolres juga menyampaikan, hingga saat ini kondisi lalu lintas masih dalam kategori aman dan terkendali. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Selain jalur arteri, pemantauan juga dilakukan di ruas Tol Palikanci, khususnya di Km 204 hingga Km 211, baik jalur A maupun jalur B. “Di ruas tol Palikanci, arus kendaraan terpantau ramai lancar dengan kecepatan rata-rata mencapai 80 hingga 100 kilometer per jam, menandakan tidak adanya hambatan berarti,” imbuhnya. Sementara itu, kondisi rest area di Km 207 jalur A dan Km 208 jalur B juga masih cukup lengang. Kapasitas parkir dinilai masih memadai dan belum terjadi antrean kendaraan yang hendak masuk ke area istirahat tersebut. (Asep Rusliman)
Cirebon Kota,Bidik-kasusnews.com,. Lonjakan kunjungan masyarakat ke objek wisata pantai pasca Hari Raya Idul Fitri mulai terlihat pada Minggu (22/03/2026) sekitar pukul 10.40 WIB, saat Kapolres Cirebon Kota turun langsung melakukan pengecekan di kawasan Pantai Wisata Bahari Kejawanan guna memastikan kesiapan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat. Kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, mulai dari arus pengunjung, aktivitas wisata di kawasan pantai, hingga kesiapan personel dan fasilitas pendukung yang ada di lokasi tersebut. Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa kehadiran dirinya di objek wisata pantai merupakan bentuk komitmen dalam memastikan pengamanan berjalan optimal, khususnya menghadapi meningkatnya jumlah pengunjung setelah perayaan Idul Fitri. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh sejumlah pejabat utama, di antaranya Kabag Ops Kompol Munawan, S.H., M.H., Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo, S.H., serta unsur terkait lainnya yang turut melakukan pemantauan langsung di lapangan. Pengecekan difokuskan pada titik-titik strategis di kawasan pantai, seperti area parkir, jalur keluar masuk pengunjung, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas wisatawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Selain memastikan kesiapan personel, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Kapolres juga menyempatkan diri berdialog dengan para pengunjung yang sedang menikmati liburan di kawasan pantai, sekaligus menyampaikan pesan agar tetap menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas di area pesisir. Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat, yang merasa diperhatikan dan mendapatkan rasa aman saat berwisata bersama keluarga di momen libur lebaran. Langkah ini menjadi bagian dari pengamanan Ops Ketupat yang tidak hanya terfokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga mencakup pengawasan di objek wisata pantai yang menjadi tujuan utama masyarakat. Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berwisata, menjaga barang bawaan, serta mengawasi anak-anak ketika berada di area pantai, dan apabila membutuhkan bantuan kepolisian dapat segera menghubungi Layanan Polisi 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Keluarga Besar Asep Saeful Anwar merampungkan renovasi makam ayahanda mereka, H. Munawar, sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga nilai-nilai keluarga lintas generasi, Minggu (22/3/2026). Perbaikan yang dilakukan tidak sekadar memperindah fisik makam, tetapi juga memperkuat fungsi lokasi sebagai ruang ziarah, refleksi, dan pengikat silaturahmi antar anak, cucu, hingga keturunan berikutnya. Asep Saeful Anwar menyampaikan, renovasi ini menjadi simbol bakti keluarga kepada sosok ayah yang dinilai memiliki peran besar dalam membimbing dan menanamkan nilai kehidupan. “Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bentuk penghormatan kami atas jasa dan teladan ayahanda,” ujarnya. Proses renovasi turut melibatkan unsur keluarga besar serta pengurus TPU Ciherang. Ketua TPU Ciherang, H. Dedi Kurniadi (KDK), menyebut pembenahan makam tersebut diharapkan menjadi contoh nyata pentingnya merawat situs keluarga sebagai bagian dari sejarah dan budaya lokal. “Perawatan makam bukan hanya tanggung jawab keluarga, tapi juga bagian dari menjaga nilai-nilai leluhur agar tidak hilang,” kata Dedi. Kini, makam H. Munawar tampil lebih tertata dan representatif, sehingga diharapkan mampu menjadi tempat ziarah yang nyaman sekaligus sarana memperkuat ikatan emosional keluarga. Selain keluarga besar Asep Saeful Anwar, kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus TPU Ciherang, di antaranya sekretaris H. Sabhari, bendahara Irman, serta anggota lainnya. Renovasi ini menjadi penegasan bahwa penghormatan kepada orang tua tidak berhenti pada kenangan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi penerus. (Dicky)
Cirebon Kota,Bidik-kasusnews.com,. Aksi pencurian sepeda motor di Blok Cantilan Desa Waruduwur langsung berujung penangkapan oleh warga pada Sabtu (21/03/2026) pukul 09.00 WIB, setelah korban berteriak meminta pertolongan sehingga memicu pengejaran spontan yang berakhir dengan diamankannya dua pelaku sebelum sempat melarikan diri lebih jauh. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban memarkir sepeda motor di depan rumah dengan kondisi kunci masih tergantung, kemudian dimanfaatkan pelaku yang datang menggunakan sepeda motor lain dan langsung membawa kabur kendaraan tersebut ke arah timur. Kapolsek Mundu AKP Didi Sumardi, S.H. menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat, dengan segera menuju lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku serta mengevakuasi keduanya yang mengalami luka akibat diamuk massa sebelum dibawa ke rumah sakit. Kedua pelaku diketahui berinisial K.A.S, laki-laki, umur 24 tahun, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, serta A.E.D, laki-laki, umur 19 tahun, warga Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, yang saat ini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Korban dalam kejadian tersebut adalah Suwarno bin Misyanto, umur 36 tahun, warga Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor miliknya yang sempat dibawa kabur pelaku sebelum berhasil diamankan kembali. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna biru nomor polisi E-3171-CT, nomor rangka MH1JFZ21XKK504112, nomor mesin JFZ2B1504909, serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nomor polisi E-6307-CY yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. Berdasarkan kronologis kejadian, pada pukul 08.00 WIB Pelaku terlebih dahulu melakukan pencurian handphone di wilayah Kedawung, kemudian melakukan Aksinya ke Desa Waruduwur dengan mengambil sepeda motor korban yang terparkir di depan rumah,hingga akhirnya korban menyadari dan berteriak “Maling”sehingga warga langsung melakukan pengejaran. Pelarian pelaku terhenti setelah menempuh jarak sekitar 700 meter karena jalur yang mengarah ke area pemakaman membuat ruang gerak semakin sempit, hingga akhirnya keduanya berhasil di kepung warga yang berada di sekitar lokasi dan langsung di amankan sebelum di serahkan kepada pihak yang Kepolisian. Kasi Humas Polres Cirebon kota,AKP M.Aris Hermanto menegaskan bahwa Kepolisian respon cepat masyarakat dalam membantu mengamankan pelaku, namun menghimbau agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena berisiko hukum, serta mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kejadian melalui Layanan polisi 110 agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. (Asep Rusliman)