Kuningan Bidik-kasusnews.com,.Polres Kuningan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat menggelar kegiatan pangan murah. Kali ini, kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat tersebut dipusatkan di Desa Susukan Kecamatan Cipicung. Hal itu untuk membantu warga di tengah kenaikan harga bahan-bahan pokok pada Bulan Suci Ramadan 1447 H. Barang-barang yang dijual sangat jauh di bawah harga pasar sehingga hal itu membuat ratusan warga terutama kalangan ibu rumah tangga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok yang super murah tapi berkualitas karena tidak akan tiap hari ada di daerahnya. Sedangkan rincian harga sembilan komoditas yang dijual dalam kegiatan gerakan pangan murah (GPM) tersebut meliputi, beras hanya dibandrol Rp12.000 per kg, minyak goreng Rp15.500 per liter, daging sapi Rp120.000 per kg, daging ayam Rp36.000 per ekor, telur ayam Rp 29.000 per kg, cabai Rp28.000 per kg, bawang merah/putih Rp38.000 per kg, gula pasir Rp15.500 per kg serta tepung terigu Rp8.000 per kg. “Sembakonya murah banget dan sangat membantu di tengah kondisi harga yang sedang naik. Maka tadi saya beli beras, telur dan minyak goreng. Kalau bisa sih, pangan murah seperti ini jangan sekali saja tapi rutin khususnya yang diselenggarakan di Desa Cipicung,” ujar salah satu warga, Wiwin (30 tahun). Kapolres Kuningan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Muhamad Ali Akbar menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat karena di samping dapat membantu ekonomi warga, kepolisian juga tengah fokus pada fungsi pengawasan guna mencegah adanya praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pemda Kuningan dan Polres berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok pangan hingga hari raya Lebaran Idul Fitri 1447 H., tiba. Hal itu untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan tahun 2026 ini dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang mahal. “Kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Ini juga bentuk kepedulian Polri dalam menekan laju inflasi daerah. Saya mengapresiasi atas ketertiban warga khususnya para ibu rumah tangga yang tetap antusias mengantre demi memperoleh pangan murah,” ucapnya. (Asep Rusliman)

Cirebon kota,Bidik-kasusnews.com,.Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota bersama Polsek Kapetakan kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui peluncuran program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Kegiatan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu ini kali ini difokuskan untuk membantu salah satu warga lanjut usia di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang kondisi tempat tinggalnya sangat memprihatinkan. Penerima manfaat dalam program ini adalah Ibu Ratmi (65), seorang warga yang tinggal di Blok Telat Gedang, RT 02 RW 02, Desa Pegagan Kidul. Selama ini, Ibu Ratmi menempati bangunan yang jauh dari standar kelayakan hunian dan berisiko bagi keselamatannya. Mengingat kondisi tersebut, jajaran kepolisian segera bergerak cepat untuk melakukan renovasi total agar Ibu Ratmi mendapatkan hunian yang lebih aman dan nyaman. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa program Rutilahu ini merupakan manifestasi dari empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap kondisi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah warga tidak hanya sebatas pada aspek penegakan hukum, tetapi juga harus memberikan dampak manfaat secara langsung, terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. Pelaksanaan pembongkaran awal rumah tersebut dimulai pada Jumat (27/2/2026) dengan melibatkan personel kepolisian, perangkat desa, serta warga sekitar yang bahu-membahu dalam semangat gotong royong. Selama proses pengerjaan berlangsung, Ibu Ratmi untuk sementara diungsikan ke kediaman salah satu kerabatnya guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama masa konstruksi. Kapolsek Kapetakan, AKP Rudiana, yang memimpin langsung proses di lapangan menjelaskan bahwa pengerjaan rumah tersebut ditargetkan akan rampung secara optimal pada 4 Maret 2026 mendatang. Kerja sama antara petugas kepolisian dan masyarakat setempat menjadi kunci utama agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menambahkan bahwa momentum ini sekaligus menjadi sarana mempererat sinergi dan komunikasi antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik bangunan, melainkan upaya bersama dalam memupuk nilai-nilai kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Melalui aksi nyata ini, Polres Cirebon Kota berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup warga serta menciptakan situasi kamtibmas yang harmonis melalui pendekatan yang humanis. (Asep Rusliman)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Petugas Polresta Cirebon mengamankan pengedar obat keras (OKA) tanpa izin resmi berinisial G (30). Pelaku ditangkap di kamar kosnya yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon, pada Senin (23/2/2026) malam Sekira pukul 22.00 WIB. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan dari tangan G. Diantaranya, 306 butir Tramadol, 215 butir Trihex, uang tunai Rp 40 ribu yang diduga hasil penjualan Obat keras, tas, dan dua buah handphone. “Saat ini, kami masih melakukan Proses lebih lanjut terhadap pelaku.Untuk Mempertanggung jawabkan perbuatannya, G yang dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 436 ayat ( 1 ) dan ayat ( 2 ) UU RI No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan, Sebagaimana telah diubah dalam UU RI No. 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana katanya, Selasa (24/2/2026). Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon tidak akan berhenti memberantas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maupun peredaran obat Keras ilegal di wilayah kab. Cirebon. “Kepada masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk segera melaporkan Apabila mengetahui tindak pidana yang dapat mengganggu kamtibmas, untuk melaporkan melalui layanan hotline 110 atau nomor pengaduan 08112497497 Dipastikan setiap laporan yang diterima segera ditindaklanjuti secepatnya,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

Indramayu Bidik-kasusnews.com,.Suasana tenang Desa Karangtumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Indramayu, mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa sore, 17 Februari 2026. Seorang pria berinisial K, 59 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di bengkelnya di Jalan Karangtumaritis Blok 1. Korban ditemukan dengan luka parah akibat senjata tajam di bagian leher, muka, dan kepala. Sat Reskrim Polres Indramayu Polda Jabar bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku, seorang pria berinisial S H, 34 tahun, tidak lama setelah kejadian. Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar, menyatakan bahwa penangkapan pelaku merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. “Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian,” ujar AKP Muchammad Arwin Bachar dalam keterangan persnya, Rabu (18/2/2026). Penemuan jasad korban bermula ketika saksi bernama Wahyu Amin melintas di depan bengkel korban saat pulang ke rumah. Pemandangan mengerikan langsung menyambutnya: korban tergeletak bersimbah darah di dalam bengkel. Wahyu Amin segera melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa Karangtumaritis, yang kemudian diteruskan ke Polsek Haurgeulis. Menurut keterangan anak korban, sebelum kejadian tragis ini, ia sempat melihat pelaku berjalan di sekitar lokasi sambil membawa sebilah golok. Keterangan ini menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap kasus ini. Motif sementara yang berhasil diungkap polisi cukup mengejutkan. Terduga pelaku, S H, mengaku merasa terganggu dan kesal dengan aktivitas di bengkel korban yang dianggap terlalu berisik. “Motif sementara berdasarkan keterangan terduga pelaku adalah merasa terganggu oleh suara berisik dari kegiatan di bengkel korban,” jelas Kasat Reskrim. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sebilah golok yang diduga digunakan untuk melakukan penganiayaan, serta pakaian korban dan pelaku yang terdapat bercak darah. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang toleransi, keamanan lingkungan, dan bagaimana masyarakat merespons perbedaan. Apakah kebisingan bengkel, yang menjadi alasan pelaku, cukup menjadi pembenaran untuk tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang? Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno. Polres Indramayu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan bermartabat. (Asep Rusliman)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (BINROHTAL) dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Syarif Hidayatuloh, Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, dan diikuti para pejabat utama, kapolsek jajaran, perwira, anggota, serta ASN. Kegiatan dipimpin langsung Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta Cirebon, AKBP Eko Munarianto, S.I.K. Hadir pula Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, Drs. K.H. Aris Ni’matullah, MAF., M.Si., yang menyampaikan tausiyah kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa BINROHTAL merupakan bagian dari pembinaan internal guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel, sekaligus memperkuat mental dan moral sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. “Menjelang Bulan Suci Ramadhan, kita harus mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik dan operasional, tetapi juga secara spiritual. Dengan iman dan mental yang kuat, kita dapat melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh personel untuk mengikuti tausiyah dengan sungguh-sungguh serta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri. Menurutnya, tantangan tugas selama Ramadhan membutuhkan kesiapan lahir dan batin agar situasi kamtibmas tetap kondusif. Dalam tausiyahnya, Ketua YLPI Buntet Pesantren mengangkat tema “Macam-Macam Ciptaan Allah SWT” yang menjelaskan perbedaan malaikat, binatang, dan manusia. Manusia, kata dia, dianugerahi akal dan nafsu, sehingga memiliki derajat mulia apabila mampu mengendalikan nafsu dengan akal dan iman. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tawasul, Surat Yasin, dan Asmaul Husna, dilanjutkan tausiyah, doa bersama, serta penutup. Seluruh kegiatan berlangsung khidmat dan lancar. Melalui kegiatan BINROHTAL ini, Polresta Cirebon berharap pembinaan rohani dan mental dapat terus dilaksanakan secara rutin guna membentuk personel Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Cirebon selama Bulan Suci Ramadhan. (Asep Rusliman)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan inovasi Gerakan ASN Bayar Pajak Secara Digital sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak daerah lainnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini dilakukan melalui layanan jemput bola dan sosialisasi langsung kepada perangkat daerah, sekaligus memberikan kemudahan pembayaran pajak secara non-tunai berbasis digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Majalengka dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak. “ASN harus menjadi teladan. Jika kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, maka kita sebagai aparatur pemerintah harus lebih dulu patuh. Bayar PBB dan pajak lainnya tepat waktu, apalagi sekarang sudah semakin mudah dengan sistem digital,” tegas Bupati, saat membuka acara penyerahan SPPT PBB – P2 tahun 2026 di gedung Yudha Karya , Rabu (18/2/2026). Menurutnya, pajak daerah merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. “Setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu saya mengajak seluruh ASN untuk tidak menunda kewajiban pajaknya,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka, Rachmat Gunandar menyampaikan bahwa gerakan ini secara khusus mendorong ASN agar segera melunasi PBB serta kewajiban pajak daerah lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Majalengka untuk segera melunasi PBB dan pajak daerah lainnya. Dengan pembayaran secara digital, prosesnya lebih cepat, aman, dan tercatat dengan baik,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. “Jika ASN sudah patuh, maka masyarakat akan mengikuti. Ini bukan hanya soal kewajiban, tetapi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya. Melalui Gerakan ASN Bayar Pajak Secara Digital, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap tingkat kepatuhan pajak semakin meningkat, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah demi terwujudnya Majalengka Langkung Sae. Pada kesempatan tersebut Bupati secara langsung membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026 pada layanan mobile secara online. (Asep Rusliman)

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun dan menetapkan program kerja tahun 2026 sekaligus meluncurkan website serta official logo Kwarcab. Ketua Panitia, Kak Kardi Supriadi, S.Pd., menyampaikan Rakercab diikuti unsur pimpinan Kwarcab, Andalan, Dewan Kerja Cabang, perwakilan Kwaran, serta Dewan Kerja Ranting. “Rakercab ini untuk mendukung keberhasilan tugas pokok organisasi, sehingga perlu disusun dan ditetapkan Program Kerja Tahun 2026,” jelas Kak Kardi. Dalam kesempatan tersebut, Kwarcab Pramuka Majalengka juga melakukan launching website resmi sebagai sarana informasi dan publikasi kegiatan. Selain itu, diperkenalkan pula logo kontingen yang ditetapkan sebagai official logo dan akan digunakan pada kegiatan tingkat cabang, daerah, hingga nasional sebagai lambang jati diri Pramuka Majalengka dalam mendukung visi Majalengka Langkung Sae. Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Jawa Barat, Kak H. Baim Setiawan, menegaskan pentingnya keselarasan visi dan misi seluruh anggota Pramuka dengan Ketua Mabicab. “Jangan ada yang mencla-mencle. Bagaimana kita seirama untuk mendukung terwujudnya program Pemerintah Kabupaten Majalengka langkung sae dan Jawa Barat istimewa, tentunya selaras dengan program Gerakan Pramuka,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi program Gerakan Menanam Pohon dan Rutilahu yang telah dilaksanakan Kwarcab Pramuka Majalengka dan berharap kegiatan tersebut semakin ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, MM., menegaskan komitmen bersama dalam membesarkan organisasi Pramuka di daerah. “Bagaimana dalam satu frame yang sama dan bermanfaat bagi Kwarcab, berkomitmen membesarkan Pramuka di Majalengka,” ujar Kak Eman. Ia mengajak seluruh jajaran untuk berpikir out of the box dalam menyusun program kerja agar mampu membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai luhur Tri Satya dan Dasa Darma. Kak Eman juga mendorong Kwaran untuk memiliki program yang inovatif sesuai kebutuhan wilayah masing-masing serta membuka ruang kolaborasi dengan Baznas, CSR, maupun pihak lainnya, khususnya dalam mendukung program Rutilahu. Mengakhiri sambutannya, Kak Eman berpesan agar kegiatan sosial dan keagamaan semakin ditingkatkan. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin maka termasuk orang yang beruntung. Bergerak maju bersama mewujudkan Majalengka langkung sae,”pungkasnya. (Asep Rusliman)

Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.ajaran Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan maksimal menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Senin (16/02/2026), dengan memfokuskan pengamanan pada lima vihara dan klenteng di wilayah Kota Cirebon. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang melaksanakan sembahyang. Salah satu titik utama pengamanan berada di Vihara Dewi Welas Asih, klenteng Tridharma yang berlokasi di Jalan Kantor, Kota Cirebon, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao dengan jumlah jemaat cukup besar setiap perayaan Imlek. Kapolres Cirebon Kota Eko Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan telah dimulai sejak pagi hari dan akan terus dilaksanakan hingga malam pergantian tahun, bahkan berlanjut sampai hari berikutnya menyesuaikan dengan rangkaian ibadah. “Sejak pagi hingga sore ini, dan nanti malam, kami melaksanakan pengamanan untuk saudara-saudara kita yang merayakan Imlek. Di Kota Cirebon terdapat lima titik yang menjadi fokus atensi pengamanan selama rangkaian perayaan Imlek,” ujarnya saat memantau langsung kesiapan pengamanan. Sebanyak 250 personel Polres Cirebon Kota dikerahkan dan disebar di masing-masing vihara dan klenteng, dengan jumlah personel yang disesuaikan berdasarkan estimasi jemaat di setiap lokasi ibadah. “Mulai pagi, sore, malam ini, hingga besok pagi dan malam masih terdapat kegiatan sembahyang. Anggota kami standby di sekitar vihara untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman,” tambahnya. Kapolres juga menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh vihara dan klenteng terpantau aman dan terkendali, serta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama. “Kota Cirebon sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang kental dengan nilai pluralisme. Kerukunan antarumat beragama terlihat nyata, dan ini harus terus kita jaga bersama,” tegasnya. Menjelang bulan suci Ramadan, semangat toleransi di Kota Cirebon juga terlihat dari partisipasi masyarakat lintas agama yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Imlek sebagai bentuk solidaritas sosial. “Tidak hanya umat Konghucu dan Buddha, masyarakat Muslim di Kota Cirebon juga ikut berpartisipasi membantu. Ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan umat beragama yang sangat kami apresiasi,” ungkap Kapolres. Sementara itu, salah satu pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan lebih sederhana mengingat waktunya yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan, termasuk tidak dilaksanakannya perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran. “Cap Go Meh dilaksanakan secara internal vihara saja, sebagai bentuk saling menghormati karena berdekatan dengan bulan Ramadan. Persiapan Imlek sendiri sudah hampir 100 persen dan tinggal penyempurnaan,” ujarnya. Ia menambahkan, rangkaian ibadah tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk menyalakan lilin dan sembahyang bersama menjelang pergantian tahun sebagai simbol harapan agar di tahun baru semangat semakin kuat dan cita-cita dapat terwujud, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. (Asep Rusliman)

Kuningan-Bidikkasus-news.com..Menjelang genap satu tahun masa jabatan pada 20 Februari 2026, lembaga survei Jamparing Research merilis hasil penelitian terkait evaluasi kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja kepala daerah selama tahun pertama memimpin. Peneliti Jamparing Research, Topic Offirstson, menjelaskan survei dilaksanakan pada 8–12 Februari 2026 di 32 kecamatan se-Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.200 responden. “Margin of error sebesar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara acak bertingkat mulai dari desa atau kelurahan hingga tingkat rumah tangga,” ujarnya, Minggu (15/2). Wawancara dilakukan secara tatap muka oleh 100 surveyor yang tersebar di seluruh kecamatan. Proses pengendalian mutu dilakukan melalui pelatihan surveyor, pengawasan lapangan, serta verifikasi data melalui mekanisme call-back. Menurut Topic, pelaksanaan survei dimajukan satu pekan sebelum genap setahun masa jabatan karena mempertimbangkan momentum menjelang Ramadan. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 88,84 persen responden memberikan nilai positif terhadap kinerja Bupati selama satu tahun menjabat. Sementara itu, 84,49 persen responden juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Wakil Bupati. Dalam aspek realisasi janji politik, 83,01 persen responden menilai program dan komitmen yang disampaikan saat kampanye telah berjalan cukup baik. (Asep Rusliman)

KUNINGAN Bidik-kasusnews.com,. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri kegiatan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan. Acara ini digelar di Ballroom Arya Kamuning Lantai 3 Gedung Pemda Kabupaten Kuningan, pada Sabtu pagi (14/2/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian memberikan sambutan sekaligus arahan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., Dicky Mahardika, S.E., M.Si Kabid Paud Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan,  Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat Heru Saleh, S.Pd., M.Pd., serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan. Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak hanya dapat berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kuningan membangun maju itu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga non-fisik. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Itu sebuah keniscayaan,” tegasnya. Ia menyampaikan, kemajuan daerah masih diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat usia produktif di Kuningan masih menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, Bupati menilai keberadaan PKBM memiliki peran sentral dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Menurutnya, masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki ijazah formal (SD, SMP, maupun SMA), sehingga PKBM menjadi jembatan penting menuju akses pendidikan yang lebih layak. “PKBM ini menjadi jembatan penghubung antara harapan masyarakat yang belum mengakses pendidikan formal dengan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga mendorong sinergi PKBM dengan pemerintah desa, perangkat desa, hingga pondok pesantren agar semakin banyak warga yang dapat difasilitasi memperoleh pendidikan kesetaraan. Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok. Ia meminta jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan. “Jangan hanya bekerja di belakang meja. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” pesannya. Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa pengelolaan PKBM harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data. Validasi serta pembaruan data warga belajar merupakan langkah awal dalam perencanaan program yang tepat sasaran. Selain itu, ia mendorong pengembangan pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi digital, pelatihan sektor pertanian, serta penguatan UMKM agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menutup arahannya, Bupati berharap agar PKBM menjadi forum yang konsultatif dan konstruktif dalam memberikan masukan kebijakan pendidikan di daerah. “Setiap warga berhak belajar, dan setiap kesempatan belajar adalah pintu perubahan. Mari kita bangun pendidikan yang berdampak dan membawa senyum bagi masyarakat Kuningan,” pungkasnya. Kegiatan ini menandai momentum penguatan peran pendidikan nonformal dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Kuningan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (Asep Rusliman)