SUKABUMI, Bidik-Kasusnews.com – Pemkab Sukabumi mengadakan kegiatan Pagelaran Budaya Rakyat 2025. Momen tersebut menandakan proses pergantian kepemimpinan di Kabupaten Sukabumi tahun ini yang berlangsung di Alun-alun Palabuhanratu,” Kamis (17/4/2025). Acara yang menyedot animo masyarakat itu tak hanya menjadi ajang hiburan, tapi juga bentuk penghormatan bagi Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi periode 2021–2025, sekaligus menyambut pemimpin baru yang akan membawa estafet pembangunan hingga 2030. Momen itu jadi spesial saat empat unsur pimpinan daerah Bupati H. Marwan Hamami, Wakil Bupati H. Iyos Somantri, Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, serta Sekretaris Daerah Ade Suryaman bisa tampil kompak menghadiri dan menyemarakkan kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Harmoni, Melestarikan Tradisi, Menuju Sukabumi Mubarokah.” Kegiatan diawali dengan doa bersama dalam bentuk istigasah, kemudian dilanjutkan pertunjukan seni budaya yang memukau masyarakat. Penampilan kesenian tradisional seperti dogdog lojor, dongdang, serta tari jipeng dan jaipong menjadi sorotan utama. Tak ketinggalan, kolaborasi unik antara kasepuhan adat dengan pelajar SMK Mutiara menghadirkan nuansa budaya yang menyatukan nilai tradisional dan semangat generasi muda. Dalam sambutannya, Bupati Marwan menyampaikan rasa bangganya atas kebersamaan masyarakat Sukabumi dalam melewati berbagai dinamika pemerintahan. “Kebersamaan adalah kunci. Dua periode kepemimpinan ini adalah hasil sinergi, bukan kerja individu. Saya haturkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan DPRD dalam menghadapi masa-masa sulit seperti pandemi, bencana, dan tantangan birokrasi,” ungkapnya. Ia juga mengungkapkan harapan agar pembangunan berbasis kearifan lokal terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Sementara itu, Bupati terpilih H. Asep Japar yang hadir bersama Wakilnya, H. Andreas, menyampaikan tekad untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis. “Kami berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan dan nilai-nilai budaya di tengah arus perubahan. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah kita mewujudkan Sukabumi yang Mubarokah,” ucapnya. Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, turut memberi apresiasi atas dedikasi Marwan–Iyos selama dua periode kepemimpinan. Menurutnya, mereka telah meninggalkan banyak tonggak penting pembangunan, mulai dari sektor pariwisata, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga penguatan pelayanan publik. Puncak acara ditandai dengan penyerahan cenderamata kepada para tokoh pembangunan daerah, termasuk kasepuhan adat. Selain itu, dilakukan pula penggalangan dana solidaritas untuk korban bencana, serta penyerahan cenderamata dari Forkopimda kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2021–2025 yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah. (DICKY)
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com Sukabumi – Pemerintah Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi menggelar acara Halal Bihalal untuk menjalin tali silaturahmi bersama seluruh perangkat desa/kelurahan, BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT/RW, Tim Penggerak PKK, MUI, DMI, UPZ,IPHI,pkdt, tokoh agama dan tokoh masyarakat, berlangsung di aula kantor Kecamatan setempat, pada Rabu (16/04/2025). Camat Jampangkulon, Dading,S.Pd mengatakan, halal bihalal pasca Idul Fitri digelar untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan serta merawat kebersamaan aparatur dan staf perangkat Kecamatan bersama unsur lain sebagai penggerak pemerintah Kecamatan Jampangkulon. “Alhamdulillah, halal bihalal ini kami adakan untuk menyambung tali silaturahmi, memperkuat kekeluargaan dan menjalin komunikasi dengan pegawai yang ada di wilayah Kecamatan Jampangkulon dengan sepuluh desa dan satu kelurahan,” kata Dading. Dirinya berharap, pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H, seluruh pegawai yang ada di Kecamatan Jampangkulon dapat lebih kompak dan semangat dalam meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Ya, lebih mempererat persatuan dan kesatuan di Kecamatan Jampangkulon, kita tinggalkan segala hal yang tidak baik di tahun lalu, ganti dengan hal-hal yang baik di tahun ini dalam melayani masyarakat,” ungkapnya. Dading berpesan kepada semua perangkat Kecamatan Jampangkulon agar terus meningkatkan pelayanan kepada masayarakat dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Terus menjaga kekompakan dengan penuh semangat, agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab dalam melayani masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Jampangkulon,” harapnya. Sementara sebagai Penceramah yang mengisi acara tersebut adalah, Ustadz Apit dari Kampung Salagedang Desa Bojongsari, beliau mengatakan acara halal bihalal ini untuk bmeningkatkan tali silaturahmi antar pemerintah Kecamatan , Desa dan Kelurahan dengan terus merajut kebersamaan serta gotong royong. “Acara halal bihalal ini sangat luar biasa, karena dengan adanya acara ini, antar pimpinan dan staf pemerintah Kecamatan Jampangkulon maupun desa dan kelurahan semua bisa bersinergi dan menambah soliditas dalam pengabdian melayani masyarakat,” pungkasnya. DICKY, S
Bidik-kasusnews.com Sanggau Kalimantan Barat Proyek pembangunan Rumah Adat Noyan yang dikerjakan oleh CV RAMA PUTRA dengan nilai kontrak Rp1.992.774.000,00 kembali menjadi sorotan publik setelah terjadinya tanah longsor di bagian depan bangunan. Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau ini diduga tidak melalui tahapan teknis yang memadai, termasuk pemadatan tanah di lokasi yang diketahui memiliki karakteristik tanah timbunan. Dari data LPSE Kabupaten Sanggau mencatat proyek tersebut sebagai bagian dari pekerjaan kontruksi oleh satuan kerja Dinas PUPR Kabupaten Sanggau. Namun hasil pembangunan menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi perencanaan dan pengawasan teknis di lapangan. PWKS: Kenapa Tidak Dilakukan Uji Kelayakan Tanah? Ketua Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau (PWKS) Wawan Suwandi, mengkritik pelaksanaan proyek yang dianggap mengabaikan aspek dasar konstruksi, terutama pada wilayah yang rawan pergerakan tanah. “Ini bukan proyek kecil, ini simbol budaya dan harga diri masyarakat adat. Seharusnya sebelum pekerjaan dilaksanakan Dinas PUPR, konsultan perencana, dan kontraktor pelaksana terlebih dahulu melakukan rekayasa lapangan mengenai layak tidaknya lokasi itu untuk dibangun. Kenapa hal mendasar seperti ini justru diabaikan?” tegas Juragan sapaan akrabnya, Rabu 16 April 2025 pagi di Warkop tepi sungai Kapuas. Menurutnya, pembangunan konstruksi tanpa kajian teknis geoteknik adalah tindakan sembrono yang bisa berdampak fatal, baik secara struktural maupun finansial. “Kami tidak bicara soal estetika bangunan, tapi soal keamanan jangka panjang. Jangan sampai proyek miliaran rupiah hanya berdiri sebentar, lalu rusak karena kelalaian teknis,” tambahnya. Kadis PUPR: Sudah Diserahterimakan, Disarankan Penanaman Pohon di Titik Longsor Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau Aris Sudarsono, menyampaikan bahwa pekerjaan telah diselesaikan dan diserahterimakan secara resmi kepada Pemerintah Kecamatan Noyan. “Pekerjaan pembangunan Rumah Adat Noyan sudah selesai dan telah diserahterimakan. Proses pelaksanaan sesuai dengan kontrak,” ujar Aris saat dikonfirmasi melalui pesan WhatssApp, Rabu (16/04/25). Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah merespon surat dari Camat Noyan terkait terjadinya longsor di depan bangunan dan menyarankan langkah awal berupa penanaman pohon. Kami menyarankan agar dilakukan penghijauan melalui penanaman pohon-pohon keras di sekitar area longsor. Ini sebagai langkah awal mitigasi,” tambahnya. Namun hingga saat ini, belum ada penanganan teknis lanjutan seperti penahanan tanah atau kajian rekayasa struktur pada area terdampak. Masyarakat Minta Transparansi Masyarakat setempat mengatakan, rumah Adat Noyan adalah warisan budaya yang seharusnya dibangun dengan ketelitian, bukan sekadar mengejar serapan anggaran. “Rumah adat ini adalah simbol identitas kami. Tapi kalau dibangun di atas tanah yang rentan longsor, itu seolah menunjukan tidak ada rasa hormat pada nilai budaya yang dilindungi,” kata Berto bukan nama sebenarnya, salah satu tokoh pemuda adat. Sementara itu, pihak CV RAMA PUTRA sebagai pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi atas persoalan ini. Narasumber; Wawan Suwandi. Editor Basori
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com — Upaya penguatan ketahanan wilayah terhadap banjir di Kecamatan Danau Panggang kembali digalakkan melalui sinergi lintas sektor. Polsek Danau Panggang turut hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan pengecekan lapangan optimalisasi sistem polder yang digelar bersama Wakil Bupati HSU, Tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, dan sejumlah unsur Forkopimda, Selasa pagi (15/4/2025). Kegiatan yang berlangsung di Desa Manarap ini difokuskan pada evaluasi sistem polder sebagai bagian penting dari infrastruktur pengendalian banjir. Pengecekan lapangan dilakukan secara langsung untuk menilai efektivitas dan kendala yang ada, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan. Dalam rakor tersebut, hadir Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Komandan Kodim 1001/HSU-BLG Letkol Kav. Gunantyo Ady Wiryawan, Kepala BWS Kalimantan III I Putu Eddy Purna Wijaya, serta perwakilan DPRD Provinsi, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, TNI, dan jajaran kepolisian. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Danau Panggang IPTU Makmur menyatakan dukungan penuh terhadap program pengendalian banjir ini. “Polri siap bersinergi menjaga keberlangsungan program pembangunan daerah, termasuk optimalisasi sistem polder yang krusial bagi perlindungan masyarakat dari dampak bencana banjir,” tegas IPTU Makmur. Rakor ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan secara kolektif. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat realisasi infrastruktur yang tangguh dan responsif terhadap kondisi hidrologis di wilayah Hulu Sungai Utara. Kegiatan ditutup dengan pengecekan lapangan oleh seluruh tim, dan berlangsung dalam suasana tertib, aman, serta penuh semangat kebersamaan antarinstansi.(Agus)
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengambil sumpah dan menyerahkan petikan SK PNS tahun 2025 di Pendopo, Selasa, 15 April 2025. Dalam acara tersebut, H. Asep juga menyerahkan petikan SK CPNS formasi tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Berdasarkam data yang dihimpun, terdapat lima PNS yang diambil sumpah sekaligus mendapatkan Petikan SK PNS tahun 2025. Mereka merupakan lulusan dari Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) dan Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI – STTD). Sementara penerima petikan SK CPNS formasi 2024 berjumlah 90 orang. Sebanyak 86 CPNS formasi umum dan 4 dari PTDI-STTD. H. Asep Japar menyambut baik kehadiran para PNS dan CPNS Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Para PNS dan CPNS ini menjadi bagian Pemerintah Kabupaten Sukabumi. “Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan selamat datang dan bergabung menjadi ASN Pemda Kabupaten Sukabumi,” ujarnya. H. Asep pun mengingatkan pengangkatan sebagai CPNS ini bukanlah garis akhir, namun awal perjalanan panjang sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Apalagi menjadi merupakan pilihan untuk pengabdian. “Tugas kalian bukan semata bekerja, namun mengabdi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya. Selain itu, H. Asep mengingatkan tiga fungsi ASN berdasarkan undang-undang nomor 20/2023 tentang ASN. Hal itu meliputi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa. “Dalam menjalankan ketiga fungsi itu, saya meminta untuk bersikap profesional, berorientasi pada pelayanan, berdedikasi dan berkomitmen tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab, terus meningkatkan kompetensi, bersinergi, melaksanakan tugas dengan penuh integritas dan profesional,serta meningkatkan disiplin dan etos kerja sebagai ASN,” ungkapnya. Namun hal yang tak kalah penting, H. Asep mengingatkan agar para ASN mampu melayani masyarakat dengan baik. Termasuk menjalankan isi dalam fakta integritas. “Kita sebagai ASN harus melayani masyarakat, bukan dilayani. Titip juga untuk menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Sukabumi,”tegasnya. Di balik itu semua, H.Asep mengajak semuanya untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi dengan sepenuh hati. “Kabupaten Sukabumi memiliki visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah). Visi ini merupakan komitmen kita bersama yang harus diperjuangkan,” pungkasnya. DICKY, S
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara — Suasana Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, berbeda dari biasanya pada Selasa (15/4/2025). Sejak pagi, warga sudah tampak bersemangat menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Jepara, Bupati Witiarso Utomo, atau yang akrab disapa Mas Wiwit. Hari itu, Mas Wiwit meluncurkan program baru bertajuk “Bupati Ngantor di Desa”, sebuah inisiatif yang tak sekadar seremonial, tapi membawa semangat perubahan dari akar rumput. Tak sendiri, Mas Wiwit datang bersama Wakil Bupati Gus Ibnu Hajar, Plh Sekda Ary Bachtiar, serta para kepala dinas. Agenda pertama mereka adalah mengunjungi Bazar UMKM yang diikuti delapan desa di Donorojo. Aneka hasil olahan tangan lokal dari ketela, kelor, hingga produk kerajinan dan hasil tani dipajang rapi. Mas Wiwit tampak antusias mencicipi dan bahkan memborong sejumlah produk, salah satunya keripik Menggleng dari Desa Jugo dan keripik kelor khas Sumberejo. “Ini bukan cuma soal produk. Tapi soal kebanggaan desa. Kita harus dukung agar UMKM naik kelas,” ujar Mas Wiwit sambil membagikan hasil belanjaannya kepada warga, termasuk Mbah Suminah, lansia asal Sumberejo yang dengan mata berkaca-kaca mengucap, “Maturnuwun, Pak Bupati.” Program kemudian dilanjutkan dengan forum sambung aspirasi di Balai Desa Sumberejo. Satu per satu, warga menyuarakan keluh kesah dan harapan mereka. Mulai dari sulitnya pupuk, minimnya alat pertanian, abrasi pantai, hingga potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Saifur Rohman dari Bandungharjo mengeluhkan praktik alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan di wilayah perairan mereka. Sementara Fatkiyati, pelaku UMKM perempuan, meminta dukungan promosi dan pemasaran produk. “Kami butuh rumah UMKM, agar tidak terjerat bank plecit,” ujarnya penuh harap. Mas Wiwit tidak tinggal diam. Semua aspirasi langsung direspon oleh pejabat terkait. Dari sektor pertanian, sosial, perikanan, hingga infrastruktur dan lingkungan, setiap keluhan dicatat dan dibahas solusinya. Plh Sekda Ary Bachtiar menjelaskan bahwa pelebaran jalan akan dilakukan bertahap, termasuk ruas Jugo–Sumberejo dan Sumberejo–Clering. Sementara pencarian sumber air bersih masih dilakukan karena karakter tanah yang berbatu. “Bupati Ngantor di Desa ini bukan ajang formalitas,” tegas Mas Wiwit. “Kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung, dan mencari solusi bersama. Ini adalah komitmen untuk membangun Jepara dari desa.” Tak hanya mendengar aspirasi, acara juga dilengkapi dengan diskusi kelompok (FGD), penyerahan bantuan sosial, dan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat. Melalui program ini, Pemkab Jepara membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari desa-desa yang selama ini menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG: Bidik-Kasusnwes.com PATI:Bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Bupati Pati Sudewo, Minggu (13/4/2025), menghadiri acara sedekah laut. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kepala OPD terkait, Forkopimcam Juwana, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, para Kepala Desa se-Kecamatan Juwana, Kepala TPI, serta para tokoh masyarakat dan pelaku sektor perikanan. Dalam wawancara, Sudewo menyampaikan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga sebagai wujud dukungan nyata terhadap sektor perikanan yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Pati. “Kali ini saya ikut datang dan ikut mendoakan agar Allah SWT memberi keberkahan bagi nelayan, agar tahun ini hasil laut melimpah, harga bagus, dan pemasaran lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan sejumlah rencana strategis untuk mendukung keberlangsungan dan kemajuan sektor perikanan. Ia mengungkapkan bahwa proses pelebaran sungai akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, sedangkan penataan fasilitas TPI akan terus ditingkatkan agar lebih representatif dan bersih. “TPI harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Pelayanan kepada nelayan harus nyaman, sistem lelang baik tertutup maupun terbuka harus berjalan adil, serta retribusinya sesuai dengan Perda. Semua ini penting agar PAD meningkat dan pembangunan daerah berjalan lebih maksimal,” jelasnya. Sudewo juga mengatakan bahwa perhatian juga diberikan pada aspek infrastruktur. Menurutnya jalan keluar-masuk ke kawasan TPI yang selama ini dikeluhkan masyarakat nelayan akan segera diperbaiki dengan konstruksi cor beton sepanjang 1,1 kilometer. Tak hanya itu, imbuhnya, jalan menuju tambat kapal yang mengalami kerusakan parah sepanjang lebih dari 100 meter pun telah dianggarkan untuk diperbaiki tahun ini.(Kasnadi)
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com – Bupati Sukabumi H Asep Japar menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (14/4/2025). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, dan dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimcam, serta sejumlah tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan jawaban atas pandangan umum dari masing-masing fraksi secara rinci, mulai dari Fraksi Partai Golkar, Gerindra, PKB, PKS, PDI Perjuangan, Demokrat, dan PPP. Bupati Sukabumi, H Asep Japar menyatakan sependapat dengan usulan serta saran yang disampaikan oleh para fraksi dalam rapat sebelumnya. Ia berharap Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 15 Tahun 2023 ini dapat memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat di bidang pemungutan dan pengelolaan pajak serta retribusi daerah secara profesional dan akuntabel. ‘Berkaitan dengan pengelolaan administrasi pajak daerah, saat ini Bapenda telah menerapkan sistem informasi pajak daerah berbasis teknologi informasi, yang akan terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan regulasi terbaru,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati menjelaskan, bahwa pengelolaan administrasi perpajakan perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten. Untuk itu, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur terkait tatakelola pajak dan retribusi daerah yang diselenggarakan oleh instansi pusat maupun lembaga berwenang. “Seluruh perangkat kami dorong menjadi perangkat daerah incomer dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi secara optimal terhadap pajak dan retribusi daerah, serta pendapatan lain melalui pemanfaatan aset daerah, berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta,” ungkapnya. Bupati menuturkan, Pemda Sukabumi akan terus menggali potensi sumber daya alam untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi. Mengingat, Kabupaten Sukabumi masih memiliki banyak potensi alam yang belum sepenuhnya tereksplorasi. “Mudah-mudahan pembahasan bersama antara eksekutif dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD dapat menyempurnakan substansi Raperda, baik dari aspek formil maupun materil,” pungkasnya. DICKY, S
Sukabumi, Bidik-kasusnews.com – Sekda Kabupaten Sukabumi H.Ade Suryaman membuka acara Bimbingan Manasik Haji Massal Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 1446H/2025 di Pusbangdai Cikembar,Minggu ( 13/04/25) Menurut Panitia penyelenggara, Kepala Seksi Penyelenggara Haji H.Abdul Manan kegiatan tersebut bertujuan untuk Membekali jemaah Calon Haji dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang tata cara dan hikmah ibadah haji ” Membekali jemaah dengan kesiapan fisik dan mental yang diperlukan dalam menghadapi perjalanan suci tersebut serta Membantu jemaah menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan ibadah haji” terangnya Diketahui Jumlah peserta Bimbingan Manasik Haji tahun 2025 berjumlah 1621, kegiatan dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 13 Maret dan 19 Maret Sekda dalam sambutannya mengatakan Bimbingan Manasik Haji merupakan hak Calon Jemaah Haji dan salah satu kewajiban Pemerintah yang harus ditunaikan ” Bimbingan Manasik Haji ini harus kita jadikan sebagai momentum mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji dengan sebaik baiknya” ujarnya Sekda juga menegaskan bahwa bimbingan manasik haji ini diharapkan dapat memotivasi para calon jemaah haji untuk menambah pengetahuan dan keterampilan tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji baik rukun wajib, larangan hingga sunah haji sehingga dalam pelaksanaan ibadahnya akan berjalan lancar dan khikmat. ” ambillah hikmah dari setiap pembelajaran yang diterima karena dengan ilmu, kesabaran dan keteguhan, insya Allah kita akan menjalankan ibadah haji dengan penuh keyakinan dan keberkahan” pungkasnya Hadir dalam acara tersebut Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Direktur Pelayanan Haji , Kabag Kesra Setda Kab Sukabumi, Ketua MUI, Baznas, Forkofimcam dan Undangan lainnya.** ( Jees )
Sukabumi – Bidik-Kasusnews.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi menggelar halal bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah di Pondok Modern Assalam Putri Warungkiara, Sabtu, 12 April 2025. Kegiatan tersebut sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, dari H. Marwan Hamami kepada H. Asep Japar. Mengingat, Bupati Sukabumi merupakan ex officio Ketua Mabicab Gerakan Pramuka setempat. Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Japar mengaku bahagia dengan amanah yang diembannya sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Apalagi jika melihat kiprah Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi yang sangat luar biasa selama ini. “Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Apalagi melihat kiprah kakak-kakak semua yang sungguh mulia dalam mencetak kaum muda berkarakter unggul melalui pendidikan kepramukaan,” ujarnya. Bahkan H. Asep meyakini, kiprah yang luar biasa ini dapat menjadi daya dorong dalam mewujudkan salah satu visi Kabupaten Sukabumi.Terutama dalam menciptakan kualitas kaum muda yang unggul. “Hasil pendidikan kepramukaan menjadi salah satu contoh konkret yang patut kita dukung bersama,” ucapnya. Maka dari itu, H. Asep mengajak semua kakak-kakak untuk bersama-sama mencurahkan perhatian terhadap kualitas pendidikan kepramukan di semua tingkatan pendidikan formal maupun non formal sebagai bentuk tanggungjawab moril akan pendidikan karakter generasi muda. “Pendidikan karakter menjadi hal penting dalam membentuk generasi muda yang unggul. Apalagi generasi muda akan meneruskan tonggak estafet kepemimpinan kita semua,” ungkapnya Tak hanya itu saja, H. Asep pun berharap semuanya ikut andil dalam setiap program dan kebijakan pemerintah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah). “Mari kita sama-sama bersinergi dalam menjalankan tugas di Gerakan Pramuka demi mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ajaknya. Di akhir sambutannya, H. Asep pun meminta H. Marwan untuk terus mendukung dan memberikan arahannya. Apalagi dengan sepak terjang dan kiprahnya di Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi selama ini. “Kita ketahui bersama kiprah beliau (H. Marwan) yang sangat panjang, termasuk jasa-jasanya terhadap kemajuan Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Jadi kami mohon untuk terus mendukung dan terus memberikan arahan,” pintanya Ketua Mabicab Periode 2015-2025, H. Marwan Hamami menambahkan, Gerakan Pramuka berkontribusi besar dalam pembinaan karakter bangsa. Maka dari itu, di Kabupaten Sukabumi perlu disyukuri lantaran Gerakan Pramuka masih eksis. “Gerakan Pramuka merupakan pondasi dalam membentuk karakter. Terutama jika dasa dharma ini diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya. Namun dirinya tetap mengingatkan agar para kakak-kakak di Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi untuk terus berinovasi. Baik dari sisi latihan hingga pembinaan. “Kita harus ingat, didiklah anak sesuai zaman. Maka dari itu kita harus terus berinovasi,” terangnya. Sementara itu Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengajak semuanya untuk terus menjaga kekompakan. Apalagi dengan eksistensi Gerakan Pramuka yang sangat luar biasa di Kabupaten Sukabumi. “Kita selalu aksis di berbagai kegiatan. Baik kegiatan sosial maupun kebencanaan. Bahkan dalam arus mudik dan balik lebaran kemarin, Pramuka ikut andil membantu di dalamnya,” bebernya. Dalam kesempatan tersebut, H. Ade pun menegaskan Gerakan Pramuka akan mendukung visi-misi Kabupaten Sukabumi. “Kita harus menjadi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Gerakan Pramuka mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya. Kegiatan diakhiri dengan berbagai penyerahan dan tausyiah. DICKY, S