SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Anggota DPRD Kota Sukabumi H. Muchendra turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam Reses Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (24/9/2025). Kegiatan digelar di Masjid Nurul Amal, Kelurahan Nanggeleng, dan dihadiri Ketua DPC PPP Kota Sukabumi Hj. Ima Slamet serta perwakilan tiga OPD yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas PUTR. Dihadapan ratusan warga yang hadir, Muchendra menjelaskan bahwa reses ini merupakan yang ketiga sejak dirinya dilantik pada September 2024 lalu. Reses pertama digelar di GOR Futsal Subangjaya, kedua di wilayah Nanggeleng RT 4 RW 11, dan kali ini ia kembali menyapa warga di basis pendukungnya. “Kehadiran OPD ini penting agar mereka mendengar langsung keluhan, usulan, dan kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami catat dan sampaikan kepada Wali Kota sebagai bahan pokir DPRD,” ujar Muchendra. Ia menegaskan aspirasi warga menjadi landasan penting bagi percepatan pembangunan. “Semakin banyak masukan, semakin cepat pula program pembangunan dapat direalisasikan,” tegasnya. Muchendra memastikan setiap aspirasi akan ditindaklanjuti. “Ini bukan hanya formalitas. Semua yang disampaikan bapak-ibu akan kami kawal agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya. Ketua DPC PPP Hj. Ima Slamet mengingatkan Muchendra untuk menjaga amanah sebagai wakil rakyat Dapil 1 Cikole–Citamiang. “Ini adalah daerah yang harus dipertanggungjawabkan. Harapan kami Pak Muchendra terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” katanya. Ima juga mengapresiasi format reses kali ini karena dihadiri langsung oleh tiga OPD. “Baru kali ini reses menghadirkan mitra kerja DPRD. Ini momentum penting agar warga bisa berdialog langsung dengan pemerintah,” ujarnya. Selain itu, Ima menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah mendukung Muchendra dan mengantarkan H. Ayep Zaki menjadi Wali Kota Sukabumi. “Semoga perjuangan kita memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tuturnya. Kegiatan reses berlangsung interaktif. Warga menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga normalisasi drainase. Semua masukan langsung dicatat oleh perwakilan OPD. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Polemik seputar program wakaf yang sempat mencuri perhatian publik di Kota Sukabumi akhirnya mendapat penjelasan tegas dan komprehensif. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Yudi Pebriansyah, menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan nadzir wakaf sepenuhnya sesuai aturan hukum yang berlaku. “Wakaf uang diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, PP Nomor 42 Tahun 2006, dan Peraturan BWI Nomor 1 Tahun 2020. Dana pokok wakaf tidak akan berkurang, karena yang disalurkan kepada mauquf alaih adalah hasil pengelolaannya. Konsep ini membuat wakaf uang menjadi dana abadi,” kata Yudi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/9/2025). Ia menjelaskan, wakaf merupakan urusan agama yang kewenangannya berada di pemerintah pusat. Hal ini sesuai Pasal 10 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan membuat regulasi substantif terkait wakaf, namun dapat berperan sebagai fasilitator melalui sosialisasi, mendorong partisipasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kerja sama antara Pemkot Sukabumi dengan YPPDB, menurut Yudi, dilaksanakan berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2018 tentang kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Tujuannya kata dia adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemenuhan pelayanan publik. Ruang lingkup kerja sama meliputi sosialisasi dan literasi wakaf uang, pengumpulan dana wakaf, hingga penyaluran hasil pengelolaan wakaf untuk kepentingan warga Kota Sukabumi. “Kerja sama ini bukan hanya soal pengumpulan dana, tetapi juga untuk memicu kesadaran masyarakat berwakaf secara sukarela, mendorong pembentukan nadzir-nadzir baru,”jelas Yudi. Dia juga akan memastikan hasil wakaf yang dikelola akan kembali ke warga Kota Sukabumi untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Langkah ini sejalan dengan program BWI Kota Sukabumi yang bersama Kemenag dan MUI mengumpulkan organisasi Islam untuk memperkuat kelembagaan nadzir. Pemkot mendukung penuh proses sertifikasi calon nadzir baru agar pengelolaan wakaf dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Yudi juga menegaskan bahwa isu konflik kepentingan tidak berdasar. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, telah resmi mengundurkan diri dari YPPDB sebelum dilantik sebagai kepala daerah. “Pengunduran diri tersebut sudah disahkan melalui akta perubahan, sehingga beliau tidak tercatat sebagai pengurus maupun pembina YPPDB,” tegasnya. Dengan penjelasan ini, Pemkot Sukabumi berharap polemik dapat disudahi dan masyarakat mendukung pengelolaan dana wakaf secara produktif. “Semakin tinggi literasi wakaf di masyarakat, semakin besar potensi dana sosial yang bisa dikelola untuk kemaslahatan umat,” kata Yudi. Ke depan, Pemkot berkomitmen memperkuat sinergi dengan BWI, Kemenag, dan organisasi masyarakat agar wakaf menjadi instrumen ekonomi umat yang berkelanjutan. Sosialisasi akan terus digencarkan hingga ke kelurahan, sekolah, dan majelis taklim. Selain itu, Pemkot akan mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk transparansi laporan pengelolaan wakaf sehingga masyarakat bisa memantau aliran dan hasil pemanfaatannya secara real time. Dengan demikian, kepercayaan publik diharapkan semakin meningkat. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kontingen Kabupaten Sukabumi mencatat sejarah manis pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat XIV 2025. Cabang olahraga atletik menjadi penyumbang medali emas pertama sekaligus memecah kebuntuan perolehan medali. Atlet SMAN 1 Surade, Carissa Huwaidah, sukses meraih emas pada nomor tolak peluru. Tambahan medali perunggu disumbangkan Dirli Nugraha dari nomor lempar lembing. Kedua nomor ini dipertandingkan di Venue Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (23/9/2025). Sorak bangga mengiringi penampilan gemilang Carissa dan Dirli. Momen haru mewarnai podium ketika bendera Kabupaten Sukabumi dikibarkan, menandai awal manis perjuangan Sukabumi di ajang olahraga pelajar tingkat Jawa Barat. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, S.Pd., M.Pd. melalui Wakasek Humas, Dian Wardiana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua atlet dan guru PJOK, Rami Paisal A.J., S.Pd. atas perjuangan mereka. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi SMAN 1 Surade, PASI, dan KONI Kabupaten Sukabumi. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya Disbudpora Kabupaten Sukabumi yang terus memberikan dukungan,” ujarnya, Rabu (24/9/2025). Ketua PASI Kabupaten Sukabumi, Sukandar, S.Kom, berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus meningkatkan kemampuan. “Teruslah berlatih, berprestasi, dan menjadi inspirasi generasi muda. Kami targetkan hasil POPDA ini dapat memperkuat kontingen Sukabumi di BK Porprov 2025 dan Porprov Jabar 2026,” tegasnya. Pada POPDA Jabar XIV, cabor atletik Kabupaten Sukabumi mengoleksi dua medali emas dan satu perunggu. Hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi dan nasional berikutnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengunjungi PT Mersifarma Tirmaku Mercusana di Kecamatan Cikembar, Selasa (23/9/2025). Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi tentang dunia usaha dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi. Bupati Asep menegaskan, keberadaan industri farmasi memberi kontribusi besar bagi daerah. Salah satunya dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. “Penyerapan tenaga kerja menjadi fokus pemerintah daerah. Terima kasih kepada PT Mersifarma yang telah banyak menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya. Ia berharap perusahaan yang telah lama beroperasi di Sukabumi itu semakin berkembang. “Semoga usahanya makin maju dan pabriknya terus diperluas sehingga bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” kata Bupati. Presiden Direktur PT Mersifarma, F. Tirtokoesnadi, mengungkapkan perusahaannya mulai membangun pabrik di Sukabumi pada 1997 dan resmi beroperasi sejak tahun 2000. “Sudah 25 tahun kami berkontribusi di Sukabumi, dan customer utama kami adalah pemerintah,” jelasnya. Hingga kini, PT Mersifarma memiliki delapan pabrik yang memproduksi berbagai jenis obat. Seluruh proses produksi, kata Tirtokoesnadi, berada di bawah pengawasan ketat Kemenkes dan BPOM. “Produksi obat tidak bisa disatukan di satu pabrik, makanya kami memiliki delapan fasilitas produksi. Seiring dengan pertumbuhan usaha, kami berencana menambah pabrik baru. Semoga semua rencana itu bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman melantik Pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Pergantian Antar Waktu (PAW) 2025. Di saat yang sama juga dilakukan penyerahan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) 2025. Acara digelar di GOR Kadudampit, Selasa (23/9/2025). Dalam sambutannya, Kak Ade menegaskan pelantikan ini harus menjadi momentum untuk menumbuhkan energi positif baru dalam mengelola sumber daya gerakan pramuka di Kabupaten Sukabumi. “Gerakan Pramuka adalah wadah pembinaan kaum muda menjadi kader pembangunan bermoral Pancasila. Dengan berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma, pramuka harus mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membawa gerakan pramuka Sukabumi lebih maju dan memberikan hasil yang lebih baik. Selain pelantikan, Kwarcab juga menyerahkan 150 paket bantuan kepada masyarakat penerima manfaat. Acara ditutup dengan penganugerahan Medali Garuda kepada 1.500 anggota pramuka dari 47 kecamatan, mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, hingga Penegak. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras disertai angin kencang melanda Kampung Ciburial RT 01/01, Desa Babakan Jaya, Kecamatan Parungkuda, Senin (23/9/2025) sore. Sejumlah bangunan rusak parah, termasuk Pesantren Tanwirul Qulub. Atap ruang belajar pesantren terlepas dan terbawa angin. Kitab kuning serta mushaf Alquran berserakan dan basah terendam air hujan. Beruntung, pengasuh pesantren Ustadz Sahroni tidak sedang mengajar sehingga tidak ada korban jiwa. Puluhan rumah warga juga mengalami kerusakan. Atap yang beterbangan menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya. “Kerusakannya cukup berat, kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar meringankan beban warga,” ujar Ketua RT, Dadeng. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga bersama pengurus pesantren kini bergotong royong membersihkan puing-puing dan menyelamatkan kitab yang masih bisa digunakan. Pemerintah daerah diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat agar aktivitas warga dan kegiatan belajar mengaji di pesantren bisa kembali berjalan normal. Pemerintah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Suasana kebersamaan dan kepedulian terasa di halaman Kantor Camat Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (23/9/2025). Sebanyak 1.500 paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat prasejahtera di 12 desa wilayah Kecamatan Surade. Bantuan ini merupakan inisiatif Komunitas Muslim Turki (KMT) yang disalurkan melalui Yayasan Server Indonesia (YSI). Kegiatan tersebut juga didukung Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari program hibah kurban berskala kabupaten. Camat Surade, Unang Suryana, menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga digelar serentak di 35 kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi. “Data penerima manfaat diperoleh dari pemerintah desa, sehingga pendistribusian lebih tepat sasaran,” ujarnya. Pemerintah desa memprioritaskan penerima dari keluarga kurang mampu, memastikan bantuan benar-benar menjangkau yang membutuhkan. Setiap penerima membawa kupon pembagian serta menunjukkan KTP dan KK saat pengambilan paket, demi ketertiban dan transparansi. “Pemberian hibah daging kurban ini diprioritaskan bagi warga prasejahtera,” tegas Unang Suryana. Sinergi antara organisasi kemanusiaan internasional, yayasan lokal, dan pemerintah daerah ini diharapkan bukan hanya memberi bantuan materi, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Sukabumi. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Semangat kepedulian sosial kembali menggema di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jampang Tandang Makalangan (JTM) Ciemas tengah menggalang dana bagi Anggi Saputra (30), anggota keluarga besar JTM yang sedang menghadapi cobaan berat. Anggi, pemuda yatim piatu yang belum menikah, kini dirawat intensif di RSUD Jampang Kulon akibat sakit yang dideritanya. Kondisinya semakin memprihatinkan karena berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di Kampung Cilele RT 03/02, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Melihat keadaan tersebut, DPC-JTM Ciemas bergerak cepat mengajak anggota paguyuban, para dermawan, dan masyarakat luas untuk menyisihkan rezeki demi membantu biaya pengobatan. “Semoga harta yang telah disisihkan untuk membantu proses pengobatan saudara kita menjadi wasilah amal saleh. Amin,” ujar Imas Sartika, pengurus DPC-JTM Ciemas. Penggalangan dana ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang terus dijunjung tinggi JTM. Mereka berharap dukungan kolektif ini dapat membantu meringankan beban Anggi sekaligus menjadi penguat solidaritas di tengah masyarakat. Bagi yang ingin berdonasi, bantuan dapat disalurkan melalui rekening BRI nomor 777801012316506 atas nama Ai Sulastri. Setiap donasi, sekecil apa pun, sangat berarti untuk mendukung proses penyembuhan Anggi dan memberi harapan baru bagi masa depannya. (Dicky)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80, Kodim 0719/Jepara bersama Squad Nusantara melaksanakan rapat koordinasi terkait program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Bondo, RT 01 RW 03, Kecamatan Bangsri. Rapat berlangsung di Pantai Bondo, Café Poncol, pada Senin (22/9/2025). Kegiatan tersebut membahas skema pelaksanaan pada hari kamis 25 September 2025 di Desa bondo RT:01 RW:03 renovasi rumah yang nantinya akan dihadiri oleh Dandim 0719/Jepara, unsur Forkopimda Kabupaten Jepara, serta Pemerintah Desa Bondo. Renovasi RTLH ini menjadi bentuk sinergi TNI bersama masyarakat sekaligus hadiah istimewa dari Squad Nusantara dalam momentum peringatan HUT TNI ke-80. Wakil Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Mas Andre, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hadir pula Wakil Ketua Ranting Bangsri, H. Nur Abidin, Sekretaris Ranting Bangsri, Zen, serta sejumlah anggota Koramil Bangsri, di antaranya Purwanto. “Program RTLH ini tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi warga penerima, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan rapat. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin erat serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jepara.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM– Pemerintah Kota Sukabumi menghadapi tantangan serius terkait tingginya beban belanja pegawai. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengungkapkan, porsi belanja pegawai saat ini mencapai 41 persen dari total APBD, atau 11 persen di atas batas aman yang direkomendasikan pemerintah pusat. “Kondisi ini membuat saya ditegur langsung oleh Kementerian Dalam Negeri. Jika tidak dikendalikan, ruang fiskal kita untuk pembangunan akan makin sempit dan pelayanan publik bisa terganggu,” ujar Ayep, Senin (22/9/2025). Untuk menahan laju pembengkakan, Pemkot Sukabumi menghentikan sementara pengangkatan formasi baru, termasuk pengisian posisi kosong akibat pensiun. “Dua langkah yang kita ambil: pertama, menahan perekrutan baru; kedua, mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar APBD lebih sehat,” tegasnya. Meski jumlah pegawai dibatasi, Ayep meminta kualitas pelayanan publik tidak menurun. Hal ini ia sampaikan saat melantik 24 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan satu PNS hasil seleksi terbuka. “ASN harus profesional. Rakyat itu raja, dan pemerintah wajib melayani,” pesannya. Ia juga menyoroti ribuan tenaga honorer yang belum terdata dalam sistem nasional. “Persoalan ini akan saya bawa ke Kementerian PAN-RB agar ada kebijakan yang adil. Jangan sampai masalah honorer membuat belanja pegawai semakin membengkak,” ucapnya. Menurut Ayep, kebijakan pengetatan ini hanya bersifat sementara. Setelah porsi belanja pegawai kembali normal, formasi baru akan dibuka sesuai kebutuhan. “Target kita APBD yang sehat dan ruang untuk belanja modal kembali luas, sehingga pembangunan bisa digenjot,” tandasnya. (Usep)