Bidik-kasusnews.com,Sintang Kalimantan Barat Masyarakat Desa Nanga Libau,Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera melakukan perbaikan jembatan Sungai Libau yang kini kondisinya nyaris Ambruk. Jum”at-26-Sept-2025 Ada beberapa titik yang mengalami kerusakan jembatan jalan cendol serang setambang jalan akses menuju bedayan sp.3 H menuju nanga libau kec.sepauk kabupaten sintang kalbar beberapa titik mengalami rusaknya jembatan diperkirakan sudah 3 tahun tidak ada perhatian pemerintah setempat,dan kami warga masyarakat setempat selama ini memperbaiki jembatan yang rusak pakai Dana swadaya masyarakat. Ucap Heru Wiranto Selaku Tokoh Pemuda desa bedayan. Jembatan sungai Libau tersebut menghubungkan 2 [Dua] Desa masing – masing Desa Nanga Libau dan Desa Bedayan. Menurut informasi yang dihimpun media ini bahwa jembatan yang saat ini mengalami kerusakan berat dan nyaris ambruk ini terbuat dari bahan kayu dan juga jembatan tersebut adalah jembatan yang setiap hari di pergunakan sebagai lalu lintas warga masyarakat di kedua desa tersebut,namun kini kondisi jembatan mengalami kerusakan yang sangat berat sekali. Warga masyarakat memohon dan mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang kalbar untuk segera melakukan perbaikan, jika tidak segera di lakukan perbaikan maka akibatnya akan menimbulkan rawan kecelakaan. Sumber: Heru Wiranto Selaku Tokoh Pemuda desa Bedayan. Wartawan Mulyawan
Bidik-kasusnews.com,Pontianak kalimantan Barat Menyikapi penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Maman Suratman dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa tidak ada keterlibatan sang gubernur dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Mempawah. Kasus yang sedang diusut KPK tersebut terjadi ketika Ria Norsan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah. Sejumlah pejabat daerah bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hingga kini status Ria Norsan masih sebagai saksi dalam perkara tersebut. “Penggeledahan yang dilakukan KPK justru menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan untuk mencari bukti. Hingga saat ini belum ada dasar hukum yang cukup untuk menetapkan Bapak Ria Norsan sebagai tersangka. Saya yakin KPK tidak akan menemukan bukti, karena memang beliau tidak terlibat,” ujar Maman Suratman. Sebelumnya, pada Rabu 24 September 2025, KPK menggeledah rumah dinas Bupati Mempawah. Penggeledahan berlanjut pada Kamis 25 September 2025 di kediaman pribadi Ria Norsan di Pontianak. Maman Suratman, yang dikenal sebagai pendukung setia Ria Norsan, mengakui dirinya menerima banyak pesan dari masyarakat yang mempertanyakan kabar tersebut. Namun ia menghimbau seluruh pendukung agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan percaya kepada proses hukum yang sedang berjalan. “Pada akhirnya, kebenaran akan terungkap. Mari kita tetap solid, tenang, dan terus memberikan doa serta dukungan moral kepada Bapak Ria Norsan,” tegas maman Suratman. Wartawan Mulyawan
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebanyak 155 anak mengikuti kegiatan sunatan massal dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155. Acara dipusatkan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jumat (26/9/2025), dan digelar serentak di 47 kecamatan. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, serta unsur Forkopimda memantau jalannya kegiatan secara virtual melalui Command Center Setda. Bupati Asep Japar mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. ”Alhamdulillah kami telah melakukan pemantauan secara virtual dengan kecamatan, dan respon masyarakat sangat antusias,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan pemerintah daerah. “Insya Allah kegiatan ini akan menjadi agenda rutin. Ke depan, kami berharap dapat lebih ditingkatkan lagi,” tambahnya. Selain memberikan layanan kesehatan gratis, pemerintah daerah juga menyalurkan paket bantuan berupa perlengkapan sekolah dan bingkisan kepada para peserta. Program ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan sunatan massal ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Milangkala Kabupaten Sukabumi ke-155 yang mengusung semangat kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian sosial. (Dicky)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat terus dilakukan SD Negeri 2 Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. Pada Jumat (26/9/2025), sekolah ini menyelenggarakan sosialisasi bertema kedisiplinan, pencegahan bullying, serta bahaya narkoba bagi siswa. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Bhabinkamtibmas Polsek Mlonggo, yakni Budi Purnomo dan Setiyana. Kedua pemateri memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kepala sekolah, Endah Handayani, S.Pd.SD, menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi perkembangan karakter anak didik. > “Harapan kami, anak-anak semakin disiplin, mampu membedakan mana yang baik dan buruk, serta menjauhi perilaku negatif,” ujarnya. Dalam penyampaiannya, Budi Purnomo menjelaskan bahwa bullying bisa berdampak pada menurunnya semangat belajar hingga prestasi siswa. > “Kita ingin sekolah ini jadi tempat yang aman dan menyenangkan. Semua harus ikut mencegah terjadinya bullying,” katanya. Sementara itu, Setiyana menambahkan bahwa dampak perundungan seringkali tidak terlihat secara langsung namun bisa memengaruhi kondisi psikologis korban dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan agar siswa menjauhi narkoba yang dapat merusak masa depan. Salah satu guru, Umi Kholifah, menegaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 245 siswa sebagai langkah nyata mencegah terjadinya kasus perundungan maupun penyalahgunaan narkoba di sekolah. Melalui sosialisasi tersebut, SD Negeri 2 Karanggondang meneguhkan komitmennya untuk mendidik siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Pos TNI AL Ujunggenteng berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Pokmaswas Ujunggenteng, serta sejumlah stakeholder melaksanakan penanaman 500 pohon mangrove di Muara Pasir Putih, Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kamis (25/9/2025). Danpos TNI AL Ujunggenteng, Letda Laut (P) Andri Kurniawan, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil, khususnya diseminasi rehabilitasi pesisir dan penanaman mangrove tahun anggaran 2025. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan registrasi peserta dan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kabid Tangkap DKP Kabupaten Sukabumi dan perwakilan Satuan Pelayanan Taman Pesisir Pangumbahan. Penanaman mangrove dimulai pukul 11.00 WIB dan selesai pukul 11.15 WIB. Hadir dalam kegiatan ini Danposal Ujunggenteng beserta jajaran, perwakilan DKP Kabupaten Sukabumi, KKP Kabupaten Sukabumi, Syahbandar UPP Kelas III Palabuhanratu, Satuan Pelayanan Taman Pesisir Pangumbahan, Pemerintah Desa Pangumbahan, Rukun Nelayan Ujunggenteng, Pokmaswas, dan Balawista Pangumbahan. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Balai Kota Sukabumi, Kamis (25/9/2025), menjadi momentum Wali Kota H. Ayep Zaki menegaskan tekadnya membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Dalam kesempatan itu, Ayep menghadirkan langsung pimpinan KPK Wilayah II Jawa Barat untuk memberikan arahan kepada jajaran Pemkot. Kehadiran KPK disebutnya sebagai langkah nyata memperkuat budaya antikorupsi. “Saya tahu ada yang gemetar ketika pimpinan KPK datang. Tapi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mempertegas komitmen dari pimpinan sampai staf,” ujarnya di hadapan peserta acara. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat dan Golkar, para kepala OPD, pimpinan pesantren, serta tokoh masyarakat. Ayep mengingatkan para ASN untuk menjauhi praktik manipulatif dan bekerja melayani masyarakat dengan integritas. “Kesalahan pasti ada, tetapi jangan sampai disengaja. Ingat, rakyat adalah raja dan kita hanya pelayan,” tegasnya. Ia juga mengaitkan momen Maulid Nabi dengan nilai-nilai kepemimpinan. “Sifat Nabi itu Sidik, Amanah, Fathanah, dan Tabligh harus menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan,” jelasnya. Msih kata dia, Pemkot Sukabumi sedang mewujudkan menjadi kota bercahaya, seperti Nabi yang membawa manusia dari gelap menuju cahaya. Menutup sambutannya, Ayep menegaskan masa pemerintahannya baru berjalan satu tahun dan masih akan terus berbenah. “Insya Allah pada tiga tahun kepemimpinan saya, 28 Februari 2028, kita rayakan syukuran seperti ini lagi. Bahkan perayaan kali ini pun murni inisiatif panitia, bukan saya,” tandasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Direktur Lembaga Wakaf Doa Bangsa, Entus Wahidin Abdul Quddus (Tus Wahid), mengajak masyarakat memahami wakaf uang sebagai instrumen strategis dalam membangun kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. “Wakaf uang itu sama dengan wakaf tanah. Kata ‘wakaf’ adalah perbuatan hukumnya, sedangkan uang adalah objek yang diwakafkan,”ujar Tus Wahid, Kamis (25/9/2025). Dia menambahkan, wakaf uang berarti memisahkan sebagian harta berupa rupiah untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai syariah. Menurutnya, banyak yang salah kaprah menganggap wakaf hanya berupa tanah atau masjid. Padahal UU No. 41 Tahun 2004 dan PP No. 42 Tahun 2006 sudah memperluas objek wakaf menjadi tanah, bangunan, uang, logam mulia, hak cipta hingga hak sewa. “Jadi jangan berpikir wakaf hanya milik orang yang punya lahan luas. Siapa saja bisa berwakaf, bahkan mulai dari jumlah kecil,” tegasnya. Ia menekankan peran penting “nazhir” sebagai pengelola wakaf yang wajib profesional dan menjaga agar aset pokok tidak berkurang. “Nazhir itu garda terdepan dalam pengelolaan harta wakaf. Pokok wakaf tidak boleh dijual, diwariskan, atau dihibahkan. Hanya hasil pengelolaannya yang disalurkan kepada penerima manfaat,” jelasnya. Wakaf, lanjutnya, berbeda dengan zakat karena bersifat inklusif. “Siapa pun bisa jadi wakif, termasuk nonmuslim atau lembaga,” katanya. Khusus wakaf uang, nazhir harus bekerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan menerbitkan sertifikat. Minimal nilai wakaf yang disertifikatkan Rp1 juta, sementara nominal di bawahnya digabung menjadi wakaf kolektif. Tus Wahid mendorong pengelolaan wakaf dilakukan secara produktif, bukan hanya disimpan. Ia mencontohkan pengalaman di Kota Sukabumi ketika dana wakaf mencapai Rp231,5 juta, lalu ditempatkan dalam sukuk sehingga menghasilkan bagi hasil bulanan untuk membantu masyarakat. “Pokok wakaf tetap aman, tetapi manfaatnya mengalir terus-menerus. Wakaf uang bukan donasi yang habis dipakai, melainkan investasi abadi,” ujarnya penuh semangat. Potensi wakaf uang di Indonesia, kata Tus, sangat besar. Data Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyebutkan, potensi wakaf uang nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp180 triliun per tahun, namun realisasi pengumpulan masih di bawah 1%. “Artinya kita masih punya pekerjaan rumah besar untuk mengedukasi masyarakat,” kata Tus Wahid. Manfaat wakaf uang pun sangat luas. Hasil pengelolaan dapat diarahkan untuk membangun beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, pemberdayaan UMKM, hingga pembangunan rumah layak huni. “Dengan konsep wakaf produktif, kita tidak hanya menolong sesaat, tapi menciptakan dampak jangka panjang,” tambahnya. Transparansi, lanjut Tus, menjadi kunci agar masyarakat percaya. Nazhir harus membuat laporan keuangan yang diaudit secara berkala. “Kepercayaan publik akan tumbuh jika laporan pengelolaan wakaf disampaikan terbuka sehingga wakif yakin hartanya benar-benar bermanfaat,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi multipihak. Pemerintah, perbankan syariah, perguruan tinggi, dan komunitas filantropi perlu bekerja sama untuk mempercepat literasi wakaf uang. “Kita butuh gerakan bersama agar wakaf uang menjadi budaya, bukan hanya program sporadis,” tegasnya. Selain itu, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar. Saat ini tersedia platform dan aplikasi digital yang memudahkan masyarakat berwakaf mulai dari nominal kecil, bahkan menggunakan QRIS. “Generasi muda yang akrab dengan digital bisa berperan besar menggerakkan wakaf uang di Indonesia,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Gerakan Pramuka harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Tingkat Kwarcab Kabupaten Sukabumi di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (24/9/2025). “Setiap pramuka harus memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika. Itu harga mati,” tegasnya. Menurut Bupati, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama menghadapi derasnya arus digitalisasi. Karena itu, Gerakan Pramuka harus terus beradaptasi dan bertransformasi, termasuk memperbarui kurikulum dan pola pembinaan agar relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai organisasi pendidikan nonformal, lanjutnya, Pramuka memiliki peran penting membantu pemerintah dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter. “SDM unggul hanya bisa dibentuk melalui pendidikan karakter yang kuat. Pramuka hadir membentuk generasi berjiwa Pancasila, disiplin, bertanggung jawab, dan siap memimpin bangsa di masa depan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Bupati juga meluncurkan aplikasi Saktisandika (Sistem Akreditasi dan Data Potensi Satuan Pendidikan Pramuka) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan pramuka di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan turut diisi dengan penganugerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka, penyerahan bantuan, serta hadiah berbagai lomba. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kepanikan melanda SMK Doa Bangsa Palabuhanratu, Rabu (24/9/2025), setelah puluhan siswanya mendadak jatuh sakit usai menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 32 siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga gatal-gatal. Enam di antaranya harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, sementara dua lainnya ditangani di RS Polres Sukabumi. “Laporan pertama kami terima pukul 13.10 WIB. Tim kesehatan langsung turun ke lokasi. Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah hingga malam hari,” ungkap Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini Tresnawati. Insiden bermula ketika sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa siswa mulai mengeluh sakit setelah menyantap menu MBG berisi spageti bumbu ikan laut, nugget, wortel, jagung rebus, dan jeruk. Awalnya hanya enam siswa diobservasi di UKS, sebelum akhirnya dilarikan ke Klinik Polres untuk penanganan lebih lanjut. “Tim Surveilans Dinas Kesehatan dan Puskesmas bergerak cepat melakukan koordinasi, observasi tanda vital, serta pemberian obat, termasuk terapi infus bagi korban,” tambah Ade. Sampel makanan telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak terkait kini menelusuri sumber dugaan keracunan untuk mencegah kasus serupa terulang. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah bengkel kendaraan bermotor di Kampung Ciawitali, RT 026/009, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut keterangan Kasi Pem Kecamatan Jampangkulon, Rusmaya, kebakaran terjadi saat Ibrahim Afandi sedang melakukan pengelasan besi. ”Percikan api mula-mula mengenai motor dengan tangki bensin bocor, sehingga api cepat merambat dan membakar bengkel,” ujarnya. Pemilik bengkel diketahui bernama Depik Hidayat (46), warga setempat. Peristiwa ini juga disaksikan Rizky (25) dari Kecamatan Surade dan Abom (32) dari Desa Ciparay. Akibat kebakaran, dua unit sepeda motor Honda Beat dan Honda CB – ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas telah mendatangi lokasi, menghubungi pemadam kebakaran, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan. Situasi saat ini dilaporkan aman. Warga sekitar yang mengetahui kejadian sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas datang. Namun karena api sudah membesar, sebagian warga hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang ada di sekitar bengkel agar tidak ikut terbakar. Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan pekerjaan yang berpotensi memicu percikan api di sekitar bahan mudah terbakar. Edukasi keselamatan kerja disebut penting agar kejadian serupa tidak terulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian dan memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kebakaran tersebut. (Dicky)