Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui Polsek Banjang, personel kepolisian menggelar sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung kepada masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Polri terhadap sektor pertanian guna mendorong peningkatan produksi jagung sekaligus memperkuat program swasembada pangan di tingkat desa. Dalam penyuluhan tersebut, personel Polsek Banjang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, teknik budidaya jagung, serta mendorong petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 12.50 WITA dan melibatkan personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Noryadi selaku Kepala Jaga, Aipda Robbi Utama selaku Kanit Provost, serta Briptu M. Alfito Gusna sebagai anggota. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Banjang menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penguatan sektor pertanian yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengembangan budidaya jagung dan mampu memanfaatkan potensi lahan yang tersedia secara maksimal untuk meningkatkan hasil panen serta kesejahteraan petani. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat juga mendapat respons positif sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polsek Banjang berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan dan penyuluhan, sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi warga di wilayah Kecamatan Banjang. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUS.COM – Pengembangan sektor ekonomi kreatif di Kota Sukabumi dinilai tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar berbagai program pembinaan dan pemberdayaan pelaku usaha kreatif dapat berjalan secara optimal. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Gundar Kolyubi, usai mengikuti kunjungan kerja ke Yogyakarta selama empat hari, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, setiap dinas memiliki peran strategis sesuai dengan tugas dan kewenangannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. “Kolaborasi antar-SKPD ini sejalan dengan visi dan misi pemerintah untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi. Dengan bersinergi, para pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya,” ujar Gundar. Ia menilai, keterlibatan pemerintah secara aktif akan menjadi pendorong bagi berkembangnya sektor ekonomi kreatif. Melalui program yang saling terintegrasi, berbagai potensi yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berdaya saing. Selain membangun sinergi antarinstansi, Gundar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menghasilkan produk dan karya yang mampu bersaing di pasar. “Tidak mungkin ekonomi kreatif berkembang pesat tanpa didukung SDM yang siap dan berkualitas,” tegasnya. Gundar juga menyoroti pentingnya penyediaan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktivitas para pelaku ekonomi kreatif. Ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan fasilitas yang mampu mendukung proses produksi, promosi, hingga pemasaran hasil karya masyarakat. “Dengan dukungan SDM yang berkualitas, kolaborasi antarperangkat daerah, serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, ekonomi kreatif di Kota Sukabumi diyakini akan tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah,” pungkasnya. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya berita koran (straight news) atau lebih tajam dengan angle hasil kunjungan kerja DPRD ke Yogyakarta. (Usep)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), menggelar lomba domino dan nonton bareng (nobar) bersama relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) serta masyarakat. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolsek Amuntai Tengah pada Jumat (3/7/2026) malam dan disambut antusias ratusan peserta. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, relawan, pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Amuntai Tengah. Kegiatan dihadiri Kapolres Hulu Sungai Utara, para Pejabat Utama (PJU) Polres HSU, Camat Amuntai Tengah, Kapolsek Amuntai Tengah, Danramil Amuntai Tengah, personel Polsek Amuntai Tengah, aparat desa dan kelurahan se-Kecamatan Amuntai Tengah, serta relawan BPK. Kapolsek Amuntai Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, lomba domino dan nonton bareng juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin aman, damai, dan kondusif. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mengikuti lomba domino. Sebanyak 256 peserta ikut berkompetisi, sementara sekitar 150 warga turut memeriahkan kegiatan nonton bareng yang digelar di lokasi acara. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Para peserta tampak menikmati setiap rangkaian acara, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan antara masyarakat, relawan BPK, dan jajaran kepolisian. Polsek Amuntai Tengah berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat. Sinergi yang terbangun menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta mendukung terwujudnya pelayanan kepolisian yang semakin humanis. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai, mencerminkan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema pengabdian Polri yang semakin dekat dan hadir di tengah masyarakat. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar jajaran Babinsa Kodim 0410/KBL bersama warga di Aula Makodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Tanjung Verde, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan silaturahmi serta memperkuat komunikasi antara Babinsa dan masyarakat. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai acara. Babinsa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga sekitar duduk bersama menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung sengit dan menghibur. Babinsa wilayah setempat, Sertu Zainal Abidin, mengatakan kegiatan nobar merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis TNI kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat di berbagai kegiatan. “Kami ingin membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna. Kebersamaan seperti ini diharapkan semakin memperkuat persatuan, kekompakan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya. Pertandingan berlangsung dramatis. Argentina yang berstatus juara bertahan harus bekerja keras menghadapi perlawanan Tanjung Verde. Lionel Messi membuka keunggulan pada menit ke-29 setelah memanfaatkan umpan terobosan Lisandro Martinez dan menaklukkan kiper Vozinha. Memasuki babak kedua, Tanjung Verde berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Deroy Duarte pada menit ke-59 sehingga laga berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Di babak tambahan waktu, Lisandro Martinez kembali membawa Argentina unggul pada menit ke-92. Namun Tanjung Verde kembali menyamakan skor lewat sepakan Sidny Lopes Cabral pada menit ke-103. Kemenangan Argentina akhirnya dipastikan pada menit ke-111 setelah bola hasil sundulan Cristian Romero berbelok masuk ke gawang Tanjung Verde, memastikan skor akhir 3-2 sekaligus mengantarkan Argentina melaju ke perempat final. Di sela-sela pertandingan, Babinsa juga berdialog santai dengan para pemuda dan warga. Mereka mengajak masyarakat meneladani semangat pantang menyerah, sportivitas, serta pentingnya kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Salah seorang warga, Ahmad (45), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, nobar bersama Babinsa menghadirkan suasana yang hangat dan mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat TNI. “Kami merasa lebih dekat dengan Babinsa. Suasananya santai dan penuh kekeluargaan. Kegiatan seperti ini membuat hubungan kami semakin akrab,” katanya. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme hingga pertandingan berakhir. Melalui momen kebersamaan tersebut, Kodim 0410/KBL kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Upaya memperkuat konektivitas di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi terus dilakukan melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Kampung Selaeurih, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat di tiga desa, yakni Nangela, Bangbayang, dan Sirnamekar. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan itu sekaligus menjadi awal dimulainya pengerjaan jembatan yang selama ini dinantikan warga karena akan memangkas hambatan mobilitas antardesa. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Agung Ariwibowo mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program pemerintah yang bertujuan membuka keterisolasian wilayah pedesaan. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar pembangunan infrastruktur mampu menjangkau daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses. Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar akses pendidikan, serta mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam proses pembangunan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Kepala Desa Nangela, Sudin, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, infrastruktur itu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi keterbatasan akses untuk menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial. Ia menilai perhatian pemerintah melalui pembangunan jembatan gantung menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh warga menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong agar pembangunan berjalan lancar. Jembatan gantung perintis ini dirancang memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 1,2 meter, melintasi sungai selebar 26 meter, serta mampu menahan beban hingga satu ton. Keberadaannya diproyeksikan melayani sekitar 560 jiwa atau 191 kepala keluarga yang selama ini bergantung pada akses penyeberangan tersebut. Pengerjaan fisik dilakukan secara kolaboratif oleh personel Subdenzibang 022/III Sukabumi bersama Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh warga. Turut hadir dalam kegiatan itu Danramil 2212/Tegalbuleud Kapten Arm Herawan, S.IP., Danramil 2202/Palabuhanratu Kapten Chk Agus Hermansyah, Kasi PMD Kecamatan Tegalbuleud Suhenda, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang menyaksikan dimulainya pembangunan jembatan. (Dicky)

Palembang, Bidik-kasusnews.com – Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran senjata api ilegal dengan memusnahkan sejumlah senjata api rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., itu berlangsung di Lapangan Tembak Mako Sat Brimob Polda Sumsel, Jumat (3/7/2026). Pemusnahan senjata api rakitan tersebut menjadi bagian dari langkah tegas kepolisian dalam menekan peredaran senjata ilegal yang berpotensi digunakan untuk tindak kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel mengapresiasi seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran Polres yang telah bekerja secara maksimal selama pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026. Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran dalam melakukan penegakan hukum terhadap kepemilikan maupun peredaran senjata api tanpa izin. “Keberhasilan Operasi Senpi Musi 2026 merupakan bukti keseriusan Polri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. Upaya pemberantasan senjata api ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolda. Proses pemusnahan dilakukan dengan merusak bagian utama setiap senjata api sehingga tidak lagi dapat difungsikan. Langkah tersebut menjadi simbol komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menutup ruang bagi penyalahgunaan senjata api ilegal yang dapat memicu tindak pidana maupun aksi kekerasan. Selain penegakan hukum, Polda Sumsel juga terus mengedepankan langkah preventif dan preemtif melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kepemilikan senjata api tanpa izin. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menyimpan, memiliki, maupun memperjualbelikan senjata api ilegal. Kapolda Sumsel turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kepemilikan atau peredaran senjata api ilegal. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui pemusnahan senjata api rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum, mencegah peredaran senjata ilegal, serta menjaga stabilitas keamanan demi memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sukabumi harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program yang mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat dan aktif. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus KORMI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2030 di GOR Pemuda Cisaat, Kamis (2/7/2026). Menurut Bupati, KORMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga masyarakat. Perannya tidak hanya mengembangkan olahraga rekreasi, tetapi juga menjaga kelestarian olahraga tradisional serta mendorong berkembangnya olahraga petualangan yang semakin diminati masyarakat. “KORMI memiliki peran penting dalam membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh pihak perlu bersinergi untuk mendukung setiap program yang dijalankan,” ujarnya. Bupati juga meminta kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang terukur, inovatif, dan mampu menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, penyelenggaraan festival olahraga masyarakat perlu terus diperbanyak agar partisipasi warga semakin meningkat. “KORMI harus menjadi organisasi yang aktif, produktif, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tegasnya. Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, mengapresiasi semangat dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap pengembangan olahraga masyarakat. Ia optimistis KORMI Kabupaten Sukabumi mampu menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat. “Dengan semangat yang saya lihat hari ini, saya yakin KORMI Kabupaten Sukabumi dapat melampaui daerah-daerah lainnya di Jawa Barat,” katanya. Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sukabumi periode 2026–2030, Santi Sulastri, menyatakan komitmennya untuk menjadikan KORMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat agar gemar berolahraga. Ia menilai olahraga kini telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan generasi muda. Fenomena tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan untuk semakin memasyarakatkan olahraga di seluruh lapisan masyarakat. “Anak muda sekarang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Tempat olahraga semakin ramai, begitu juga berbagai event olahraga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga rekreasi agar semakin masif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya jurnalistik media online dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik. (Dicky)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Sungai Pandan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Monitoring kali ini dilaksanakan di Desa Sungai Pinang dan Desa Sungai Sandung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WITA tersebut dipimpin oleh personel Polsek Sungai Pandan, yakni Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Tim menggunakan satu unit kendaraan dinas roda empat untuk menjangkau lokasi pemantauan. Dalam monitoring di lapangan, personel mengecek langsung kondisi tanaman jagung sekaligus berkoordinasi dengan petani mengenai perkembangan budidaya. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman jagung di kedua desa belum merata. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca yang menyebabkan sebagian tanaman mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan area lainnya. Kapolsek Sungai Pandan menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala sebagai bentuk pendampingan kepada petani sekaligus untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Selain memantau kondisi tanaman, personel Polsek juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap melakukan perawatan tanaman secara optimal serta terus berkoordinasi apabila menghadapi kendala selama proses budidaya. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung keberhasilan program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kehadiran Polri di tengah aktivitas pertanian merupakan bagian dari komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama masyarakat dan kelompok tani. Langkah ini juga menjadi wujud nyata peran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi turut berkontribusi dalam mendukung sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring terhadap perkembangan tanaman jagung akan terus dilakukan sebagai upaya memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Monitoring dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA oleh Aiptu Ferry A.P. dan Bripda Dio. Kegiatan tersebut difokuskan pada lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di wilayah Desa Panangkalaan. Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung memiliki tinggi antara 50 hingga 90 sentimeter. Namun, sebagian tanaman mengalami gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan daun menguning akibat kondisi lahan yang tergenang air dan memiliki tingkat kelembapan tanah yang tinggi. Personel Polsek Amuntai Utara tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, tetapi juga berdialog dengan kelompok tani untuk mengetahui perkembangan budidaya serta kendala yang dihadapi di lapangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan Polri dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan bahwa monitoring dilakukan secara berkala agar perkembangan tanaman dapat terus dipantau, termasuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi produktivitas, seperti kondisi cuaca dan genangan air yang terjadi di lahan pertanian. Melalui kegiatan ini, Polsek Amuntai Utara menunjukkan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional. Sinergi antara Polri dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring terhadap lahan pertanian akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polres Hulu Sungai Utara dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Personel Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus mengintensifkan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional. Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Personel yang terlibat, yakni Aiptu Soeyatmin, S.H., Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir, turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan kondisi tanaman serta berdialog dengan petani binaan. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola bersama Kelompok Tani Mandiri, yang menjadi kelompok tani binaan Polri. Lahan seluas 4 hektare tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 sejak 12 Mei 2026 dengan menggunakan 100 kilogram benih. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang kini memasuki usia sekitar 52 hari menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Tinggi tanaman berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter dengan estimasi masa panen pada 10 Oktober 2026. Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses pengolahan lahan hingga perawatan tanaman masih memanfaatkan peralatan pertanian secara manual. Plh. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala sebagai bentuk pendampingan Polri kepada petani sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai harapan. Selain memantau perkembangan tanaman, personel Polsek Banjang juga berdiskusi dengan petani mengenai kondisi tanaman, metode perawatan, hingga potensi kendala yang dapat memengaruhi hasil panen. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung peningkatan produksi pertanian. Program pendampingan terhadap kelompok tani binaan menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus rasa aman bagi para petani. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang tetap aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)