Kuningan,Bidik-kasusnews.com – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, mengadakan acara halal bihalal dengan warga perantau di Pendopo Kuningan pada tanggal 2 April es 2025. Acara ini dihadiri oleh banyak warga yang antusias untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan setelah Idulfitri. Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan pentingnya momen ini untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pembangunan daerah melalui gotong royong dan kebersamaan. Acara tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga untuk bertemu langsung dengan pemimpin daerah dan menikmati berbagai hidangan khas Lebaran. Bupati juga mengingatkan para perantau untuk selalu berhati-hati dalam perjalanan kembali ke kampung halaman dan mengapresiasi kontribusi mereka terhadap kemajuan Kabupaten Kuningan. Acara halal bihalal di Kuningan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui beberapa cara: Memperkuat Hubungan: Halal bihalal menjadi sarana untuk memperkokoh hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para perantau. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, diharapkan masukan dari masyarakat dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan. Mendengarkan Aspirasi: Acara ini memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk mendengarkan saran dan pendapat dari warga perantau mengenai kemajuan Kabupaten Kuningan. Input ini sangat berharga dalam merancang program-program pembangunan yang lebih relevan dan efektif. Kolaborasi Berkelanjutan: Diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin. Dengan melibatkan perantau yang sukses di luar daerah, mereka dapat berkontribusi dalam berbagai aspek pembangunan, baik sosial, ekonomi, maupun infrastruktur. Meningkatkan Kesadaran Sosial: Acara ini juga berfungsi untuk meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian antarwarga, yang penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Secara keseluruhan, halal bihalal bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan. Asep Rusliman
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Tradisi halalbihalal menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi setelah perayaan Idulfitri. Pada hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar open house di Pendopo Kartini, Senin (31/3/2025). Acara ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Jepara. Open house ini turut dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Warga berbondong-bondong datang ke Pendopo Kartini untuk bersalaman dan beramah tamah dengan pemimpin daerah mereka. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Melalui halalbihalal ini, kami ingin semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan sinergi dalam membangun Jepara ke depan,” ujar Bupati. Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menambahkan bahwa momen Idulfitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. “Semoga dengan adanya silaturahmi ini, kita dapat bersama-sama menjaga keharmonisan dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Jepara,” ungkapnya. Masyarakat yang hadir pun mengapresiasi kegiatan ini. Mereka merasa senang bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah dalam suasana yang penuh kehangatan. “Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu setiap tahunnya. Bisa bersalaman langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata salah satu warga. Acara open house halalbihalal ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kabupaten Jepara. Diharapkan, tradisi ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Objek wisata di Kabupaten Jepara mulai ramai dikunjungi di hari kedua lebaran 1446 H/2025 M, Selasa (1/4/2025). Kondisi tersebut membuat petugas kepolisian mulai bersiaga dan diterjunkan untuk melakukan pengamanan hingga menggelar kegiatan patroli. Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pihaknya telah menerjunkan personel gabungan untuk melaksanakan pengamanan sekaligus menggencarkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan peningkatan patroli. Sasarannya, kata dia, yakni lokasi yang menjadi tempat salat Idulfitri 1446 Hijriah. Sasaran lainnya, yakni tempat-tempat objek wisata. Di antaranya, objek wisata Pantai Teluk Awur, Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pulau Panjang dan objek-objek wisata lain yang memang pada libur Lebaran ini diprediksi ramai pengunjung. Adapun khusus objek wisata pantai maupun wisata air menjadi perhatian khusus. Sehingga nantinya akan disiagakan personel pengamanan setiap harinya yang tergabung dalam Operasi Ketupat Candi 2025 di lokasi tersebut. Kasihumas mengingatkan warga Kabupaten Jepara dan sekitarnya yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speedboat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket). ”Kami berharap budaya keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” ujar AKP Dwi Prayitna. Selain itu, Kasihumas juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikan penumpang melebihi kapasitas muat perahu wisata, sebab membahayakan penumpang. Dia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata di perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan. Lebih lanjut, AKP Dwi Prayitna juga mengimbau warga yang hendak berpergian untuk memastikan tempat tinggalnya terkunci dengan aman serta memastikan colokan listrik dan regulator kompor gas telah dicabut. Sebelumnya, dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Jepara telah menyiapkan ratusan personel. Selain itu, ada bantuan personel TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait. “Personel Polres Jepara yang dilibatkan dalam Ops Ketupat Candi 2025 sebanyak 250 personel, dan total bersama stakeholder terkait melibatkan sebanyak 364 personel gabungan,” ungkap Kasihumas. AKP Dwi Prayitna melanjutkan, dalam Operasi Ketupat Candi tahun 2025, Polres Jepara juga mendirikan Pos Rest Area, Pospam Obyek Wisata, Pospam Konflik Sosial dan Pospam Jalur. Untuk Pos Rest Area terdiri dari Pos Terpadu Alun-Alun 1 Jepara, Pospam Mayong dan Pospam Sambungoyot. Kemudian, Pospam Obyek Wisata terdiri dari Pospam Pulau Panjang, Pospam Pantai Bandengan, Pospam Pantai Kartini, Pospam Benteng Portugis dan Pospam Teluk Awur. Lalu, Pospam konflik sosial yakni strong point Bendan Pete. Selanjutnya, Pospam jalur terdiri dari Pospam jalur Welahan, Pospam jalur Pecangaan dan Pospam jalur Kalinyamatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
Sukabumi, Bidik-Kasusnews.com : H+1 Lebaran Idul Fitri 1446 H. Personel Polsek Surade Polres Sukabumi, meningkatkan pengamanan dan pelayanan kepada wisatawan di pesisir pantai Minajaya Desa Buniwangi Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (1/4/2025). Anggota Polsek Surade Polres Sukabumi melaksanakan kegiatan pengaturan lalulintas keluar masuknya kendaraan para wisatawan sekaligus memberikan himbauan pada para wisatawan yang berlibur di kawasan pesisir pantai Minajaya, Kata Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra melalui salah satu anggotanya Bripka Irvan di pos pam minajaya saat bertugas. Ia mengatakan, peningkatan pengawasan di objek wisata Pantai Minajaya tersebut untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung. Tidak hanya memberikan pengamanan saja, kata dia, personel Polsek Surade Polres Sukabumi juga terus mengimbau kepada wisatawan untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. “Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. Menurutnya, imbauan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko gelombang tinggi, dan arus laut yang deras, yang berpotensi membahayakan keselamatan wisatawan. “Kami mengimbau para pengunjung untuk tetap waspada dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan pengelola pantai. Cuaca yang dapat menyebabkan situasi yang tidak terduga,” ujarnya. Sebagai langkah preventif, Kepolisian juga telah menginstruksikan pengelola pantai untuk memasang tanda peringatan di area-area yang berisiko tinggi. Selain itu, Petugas memastikan tidak ada aktivitas berenang yang dilakukan di sepanjang pesisir Pantai. “Kami mengharapkan rasa aman bagi masyarakat yang berlibur di kawasan pantai selama libur lebaran ini. Pengunjung diharapkan memahami pentingnya memprioritaskan keselamatan diri saat berada di lokasi wisata alam,” ujar dia. Polisi juga bekerja sama lebih erat dengan Sat Pol PP Kecamatan Surade, Karang taruna Desa setempat, Pokdarwis, dan pengelola pantai untuk meningkatkan keamanan di kawasan pesisir pantai Minajaya. DICKY,S
Banten, Bidik-kasusnews.com – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman, menyatakan bahwa arus mudik tahun ini menjadi salah satu yang paling lancar sejak tahun 2000. Ia menyoroti kelancaran tidak hanya di Pelabuhan Merak, tetapi juga di wilayah Banten dan seluruh Indonesia. “Kita menjadi saksi bahwa ini salah satu pengaturan mudik terlancar sejak tahun 2000. Bukan hanya di Merak, tapi di Banten, bahkan seluruh Indonesia mudik tahun ini lancar. Saya harap akan lancar juga sampai besok dan seterusnya,” ujar Habiburrohman, Selasa (1/4/2025). Kelancaran arus mudik ini tidak terlepas dari kerja keras dan koordinasi berbagai pihak, terutama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, jajaran kepolisian di berbagai daerah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT ASDP Indonesia Ferry, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Sinergi antara instansi-instansi ini memastikan pengaturan lalu lintas yang optimal, kesiapan infrastruktur, serta pelayanan yang lebih baik bagi para pemudik. Meningkatnya kualitas layanan mudik tahun ini juga mencerminkan perbaikan dalam strategi pengelolaan transportasi dan kesiapan aparat di lapangan. Penerapan rekayasa lalu lintas, pemantauan arus kendaraan secara real-time, serta kesiagaan petugas di titik-titik krusial telah berkontribusi besar dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat. Dengan masih berlangsungnya arus balik dalam beberapa hari ke depan, diharapkan sinergi ini terus berjalan optimal agar seluruh pemudik dapat kembali ke tempat asal dengan aman dan nyaman. DPR RI juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras dalam mengawal perjalanan mudik tahun ini.(Mgr)
Mempawah, Kalimantan Barat, Bidik-kasusnews.com – Dalam suasana penuh berkah dan kemenangan, keluarga besar M. Zani Hermansyah, S.Pd turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H / 2025 kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Mempawah dan sekitarnya. “Dengan segala kerendahan hati, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum, Barakallahu Fiikum. Mohon maaf lahir dan batin,” ujar M. Zani Hermansyah. Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. M. Zani Hermansyah berharap perayaan tahun ini membawa keberkahan serta semangat baru dalam menjalani kehidupan ke depan. “Semoga kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, dan semakin erat dalam kebersamaan,” tambahnya. Ucapan ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar M. Zani Hermansyah kepada masyarakat luas dalam merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd. (Wartawan: Basori)
Bidik-kasus.com,Mempawah Kalimantan Barat Keluarga besar M.Zani Hermansyah,S.pd Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/Tahun 2025 Dengan Segala Kerendahan Hati Perkenankan kami Dan Keluarga Menghaturkan Selamat HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1446 H 2025 Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum 𝐁arakallahu 𝐅iikum” Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilham وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Wassallam Hermansyah,S.pd, Dan Keluarga Mohon Maaf Lahir Dan Bathin. (Wartawan Basori)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Masyarakat di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, kembali dibuat resah oleh dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebuah gudang yang berada di Desa Kecapi diduga menjadi tempat penimbunan solar subsidi, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro. Aktivitas ini disebut telah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat hukum. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, beberapa kendaraan tampak mengisi BBM jenis solar bersubsidi dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jepara, lalu membawanya ke gudang yang diduga milik seorang pria berinisial E alias Edy. Edy disebut-sebut sebagai sosok yang memiliki jaringan luas dalam praktik distribusi ilegal BBM ini. Keresahan warga semakin meningkat setelah sebuah video beredar di media sosial, memperlihatkan aksi arogan seorang pengawal truk tangki yang diduga membawa solar subsidi. Dalam video tersebut, pengawal tersebut tampak menantang warga yang mencoba menghentikan kendaraan tersebut. Kejadian yang terjadi pada Selasa (4/3/2025) itu memicu kemarahan masyarakat yang sudah lama menduga adanya praktik ilegal di wilayah mereka. Praktik penimbunan dan distribusi ilegal BBM bersubsidi jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 55 undang-undang tersebut menyebutkan bahwa pelaku penyalahgunaan BBM subsidi dapat dikenakan hukuman penjara hingga enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan tegas yang terlihat dari pihak kepolisian ataupun instansi terkait. Beberapa warga menduga bahwa adanya oknum aparat yang melindungi praktik ini, sehingga aktivitas ilegal tersebut tetap berjalan tanpa hambatan. Dugaan adanya aliran dana kepada pihak tertentu semakin memperkuat asumsi bahwa hukum belum benar-benar berjalan sebagaimana mestinya. Warga berharap agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak tegas para pelaku. Jika praktik ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi yang seharusnya menjadi hak mereka. Keseriusan pemerintah dan aparat dalam memberantas mafia BBM akan menjadi bukti nyata apakah hukum benar-benar bisa ditegakkan tanpa pandang bulu.(Wely-jateng) Sumber:www.laksamana.id(05/03/2025)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com .Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkap kendaraan yang keluar Jakarta masih tinggi hingga Selasa (1/4/2025) pagi. Tercatat sebanyak 1,9 juta kendaraan telah keluar Jakarta pada masa mudik Lebaran Idulfitri 2025 ini. “Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idul Fitri 21 Maret 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 1 April 2025 pukul 06.00 WIB, total lalu lintas keluar Jakarta 1.963.152 kendaraan,” ujar Kakorlantas, Selasa (1/4/2025). Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan di 4 gate tol utama, yaitu Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Angka tersebut meningkat 25,5% terhadap arus lalin pada hari normal. Jumlah kendaraan keluar Jakarta tersebut juga lebih tinggi 0,5% dibanding periode yang sama (H-10 hingga H+2) masa mudik Lebaran 2024. Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Transjawa melalui GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek berjumlah 726.565 kendaraan atau meningkat 139,1% dari lalu lintas di hari normal. Namun jumlah itu menurun 0,4% dibanding pada masa mudik 2024. Kemudian, lalu lintas menuju arah Merak melalui GT Cikupa jalan Tol Tangerang-Merak ada sebanyak 491.987 kendaraan. Jumlah tersebut lebih rendah -38% dibanding masa mudik 2024. Sedangkan lalu lintas keluar Jakarta menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 368.924 kendaraan. Jumlah itu meningkat 3,3% dibanding hari normal dan juga lebih tinggi 3,2% dibanding pada masa mudik 2024. Terakhir, lalu lintas yang meninggalkan Jakarta menuju arah Puncak Bogor melalui GT Ciawi mencapai 375.676 kendaraan. Angka tersebut lebih rendah 0,3% dibanding hari normal dan lebih tinggi 5,7% dibanding mudik Lebaran 2024. Kakorlantas juga menyampaikan, puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat itu ada 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut 63,1% lebih tinggi dibanding hari normal dan 11,6% lebih tinggi dibanding masa mudik 2024.(Wely-jateng) Sumber:Humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan perubahan batas akhir pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode tahun 2024. Semula dijadwalkan berakhir pada 31 Maret 2025, kini batas akhir pelaporan diperpanjang hingga 11 April 2025. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, terutama terkait dengan efisiensi pelaporan. Salah satu pertimbangan utama adalah adanya periode libur dan cuti bersama dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang dapat mempengaruhi kelancaran proses pelaporan. “Pengunduran batas akhir ini diharapkan dapat memberikan kesempatan dan waktu yang cukup kepada seluruh penyelenggara negara untuk menyelesaikan proses pelaporan harta kekayaan periode 2024 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Tessa melalui keterangan tertulis pada Minggu (30/3/2025). Lebih lanjut, Tessa menekankan bahwa KPK berharap perpanjangan waktu ini dapat meningkatkan kepatuhan penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. Kepatuhan ini mencakup ketepatan waktu pelaporan serta kelengkapan dan kebenaran isi laporan. KPK juga mengimbau setiap pimpinan maupun satuan pengawas internal di berbagai institusi, baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun BUMN/BUMD, untuk ikut serta dalam mengawasi dan memantau kepatuhan para penyelenggara negara dalam pelaporan LHKPN. “LHKPN menjadi bagian penting dalam transparansi pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara, yang merupakan salah satu instrumen pencegahan korupsi yang efektif,” tandas Tessa. Dengan adanya perpanjangan waktu ini, diharapkan para penyelenggara negara dapat lebih optimal dalam menyampaikan laporan mereka, sehingga upaya pemberantasan korupsi di Indonesia semakin kuat dan transparan.(Wely-jateng) Sumber:RM.id(30/03/2025)