SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi meluruskan kabar yang beredar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) terkait isu pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk menutup temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemerintah menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Andang Tjahjandi, mengatakan bahwa hingga kini tidak ada kebijakan ataupun rencana pemotongan TPP ASN pada tahun 2025. Seluruh pembayaran dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan akan diberikan penuh selama 12 bulan. “Tidak ada pemotongan apa pun. Hak pegawai tetap dibayarkan secara utuh, bahkan Pemkot juga sudah menyiapkan pembayaran TPP ke-13 dan ke-14,” ujar Andang, Kamis (6/11/2025). Menurutnya, pemberian TPP diatur dalam Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2023 tentang Kebijakan Pemberian TPP Berbasis Kinerja. Aturan itu menegaskan bahwa TPP merupakan hak ASN berdasarkan kinerja dan disiplin kerja, sehingga tidak bisa digunakan untuk menutup pos anggaran lain, termasuk hasil temuan audit. Andang menambahkan, setiap temuan BPK memiliki mekanisme penyelesaian tersendiri, yaitu melalui pengembalian ke kas daerah oleh pihak yang bertanggung jawab. “Jadi prosesnya administratif dan sama sekali tidak ada kaitan dengan TPP pegawai,” jelasnya. Ia juga meminta seluruh ASN agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. “Kalau ada kabar seperti ini, sebaiknya konfirmasi dulu ke pimpinan OPD atau sumber resmi pemerintah. Jangan sampai isu seperti ini menimbulkan keresahan,” tuturnya. Sekda menegaskan, Pemkot Sukabumi berkomitmen menjaga keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia memastikan setiap kebijakan yang menyangkut hak pegawai akan selalu didasarkan pada regulasi dan kemampuan keuangan daerah. “Pemkot berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Kami berharap seluruh ASN tetap fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Andang. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat “Jabar Ca’ang”, warga bersama Pemerintah Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berharap PLN segera membangun jaringan listrik tegangan menengah menuju wilayah Kadusunan Cimandala. Harapan itu muncul karena kawasan Cimandala kini terus berkembang dan dinilai layak mendapatkan pasokan listrik. Dua tokoh masyarakat, H. Baroy dan H. Emuh, menyebut Cimandala memiliki posisi strategis dan potensi besar untuk menjadi kawasan padat penduduk. ”Wilayah Cimandala bersentuhan langsung dengan sejumlah objek wisata pantai dan danau. Sekarang juga sudah ada lokasi wisata Kalaju yang mulai ramai dikunjungi wisatawan,” ujar H. Emuh, Kamis (6/11/2025). Ia menuturkan, dirinya tengah melakukan uji coba pengolahan sampah di wilayah Cimandala, namun terkendala karena belum adanya aliran listrik PLN. “Ke lokasi saya belum ada jaringan listrik sama sekali, jadi kegiatan masih terhambat,” katanya. Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengajukan permohonan resmi pembangunan jaringan tegangan menengah kepada PLN. Rencana jalur tersebut akan melintasi Kampung Cikaramat, Kampung Tegallaja, hingga berakhir di Kampung Cimandala. “Pengajuan ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Dari hasil pendataan, ada sekitar 145 warga yang telah mengajukan permohonan sambungan listrik,” ujar Kades Bakang. Selain untuk kebutuhan warga, jaringan listrik juga dibutuhkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berencana membangun kantor, gerai, dan gudang di Kampung Cicadas lokasi di antara Kampung Tegallaja dan Kampung Cikaramat di atas lahan kas desa. “Pembangunan fasilitas koperasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar segera direalisasikan. Namun saat ini terkendala karena jaringan listrik belum tersedia,” jelas Bakang. Ia menambahkan, keberadaan jaringan tegangan menengah akan mendukung pertumbuhan ekonomi warga dan memperkuat aktivitas usaha di wilayah Cimandala. “Jika jaringan listrik ini terealisasi, bukan hanya membantu warga, tapi juga mempercepat terwujudnya program Jabar Ca’ang,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Kampung Cipeuncit, RT 05/06, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/11/2025) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Berdasarkan pantaun di lapangan puluhan ribuan ayam serta fasilitas kandang hangus terbakar. Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Leni Nurliah, menjelaskan kebakaran diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas di area kandang. “Kebakaran berawal dari kebocoran gas yang kemudian menyambar material bangunan kandang yang mudah terbakar. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kandang,” ujar Leni, Kamis (6/11/2025). Kandang dua tingkat tersebut diketahui milik Ibu Maria, dengan ayam ternak milik Heri. Informasi yang diterima sekitar 20 ribu ekor ayam serta seluruh peralatan peternakan hangus dilalap api. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp480 juta. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 24.56 WIB setelah warga, perangkat desa, dan tiga unit armada Damkar Cibadak turun ke lokasi membantu proses pemadaman. “Api berhasil dipadamkan setelah sekitar dua jam. Tidak ada korban jiwa, namun aktivitas peternakan terhenti total,” tambah Leni. Pemerintah Desa dan Polsek Cikembar langsung melakukan pengecekan lokasi serta berkoordinasi untuk penanganan pascakebakaran. Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman, meski seluruh bangunan kandang sudah ludes. Pemerintah Kecamatan Cikembar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan peralatan berbahan bakar gas, khususnya di area usaha yang berpotensi mudah terbakar. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, kembali menggelar kegiatan Syahriahan tingkat desa sebagai upaya mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat, Rabu (5/11/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Desa Cipeundeuy diawali dengan pembacaan tawasul oleh Ustadz Iman, dilanjutkan barzanji oleh Ustadz M. Ridwan dan Ustadz Didin secara bergantian, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Mahmud. Ketua MUI Desa Cipeundeuy, Ustadz Sahudin, menjelaskan bahwa syahriahan merupakan agenda rutin bulanan. Kali ini, penceramah yang dihadirkan adalah KH. Muhammad Usman dengan tema “Iman, Islam, Ihsan.” “Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’Adi, unsur BPD, LPM, Linmas, Karang Taruna, para RT-RW, tokoh ulama, serta tokoh masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As’Adi menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap sinergitas antara ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa semakin kuat. Semoga setiap program desa berjalan lancar demi terwujudnya Cipeundeuy yang agamis, aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya. Ia menambahkan, syahriahan juga menjadi wadah penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Desa. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Efektif Pimpinan Organisasi Unggul bagi pejabat eselon III angkatan I di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Sukabumi. Kegiatan ini diikuti 25 peserta dan akan dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam setahun. Ayep menjelaskan, peningkatan kapasitas ASN menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. “Jika kualitas SDM meningkat, dampaknya akan terasa terhadap proses pembangunan. Ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan PAD, dan memperkuat fiskal daerah,” kata Ayep, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, tren positif pembangunan akan diikuti dengan penurunan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran. Namun demikian upaya ini membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata. Ayep juga menyoroti efisiensi anggaran belanja pegawai yang saat ini masih mencapai 49 persen dari total belanja daerah. “Sungguh disayangkan, dana sekitar Rp220 miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan justru habis untuk membiayai belanja pegawai,” katanya. Ia menekankan pentingnya efektivitas kerja aparatur. Pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan satu orang, jangan dikerjakan lima orang. ”ASN harus bekerja secara profesional, terorganisir, mengikuti arahan pimpinan, dan fokus pada hasil,” tegasnya. Lebih lanjut, Ayep menuturkan bahwa pejabat eselon II di setiap perangkat daerah harus mampu menurunkan kinerja pelayanan hingga ke lapisan masyarakat terbawah dan secara rutin mengekspos hasilnya. “Setiap enam bulan akan kami evaluasi, terutama terkait capaian penyerapan anggaran dan inovasi pelayanan publik,” jelasnya. Ia menutup dengan penegasan bahwa regulasi dan anggaran bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. “Anggaran habis tapi sampah masih menumpuk berarti ada yang salah. Diperlukan inovasi nyata untuk menyelesaikan masalah seperti ini,” pungkasnya. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menggelar Konferensi Cabang sekaligus pemilihan pengurus baru periode 2025–2030 di halaman Gedung PGRI Kecamatan Ciracap, Rabu (5/11/2025). Konferensi ini menjadi ajang penyampaian laporan pertanggungjawaban program masa bakti 2020–2025 sekaligus memilih kepengurusan baru. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju dan Guru Hebat Indonesia Kuat.” Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Jajat Sudrajat, Camat Ciracap Iwan Muchdiawan, para Ketua PGRI se-Wilayah VI, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Ciracap. Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi, Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa konferensi cabang dan pemilihan pengurus baru merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART. “Sesuai amanat konstitusi, setiap periode harus dilakukan konferensi dan pemilihan pengurus baru. Ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dalam tubuh organisasi,” ujarnya. Dalam pemilihan tersebut terdapat 62 pemegang hak suara dengan dua calon yang bersaing, yakni Unang Junaedi, S.Pd. dan Yana, S.Pd. Hasilnya, Unang Junaedi terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Ciracap periode 2025–2030. Usai terpilih, Unang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Terima kasih atas amanah dan tanggung jawab ini. Melalui wadah PGRI, kami akan terus memperjuangkan hak-hak guru serta berkomitmen mencetak tenaga pendidik yang berkualitas menuju Indonesia cerdas,” ungkapnya. Sementara itu, Camat Ciracap Drs. Iwan Muchdiawan memberikan apresiasi kepada pengurus lama dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat. “Selamat kepada pengurus baru. Semoga kerja sama dan sinergitas yang sudah baik selama ini dapat semakin ditingkatkan ke depannya,” pungkasnya. (Dicky)
Cirebon kota Bidik-kasusnews.com,.Pagi di Lapangan Apel Polres Cirebon Kota, Senin (3/11/2025), terasa berbeda. Sinar matahari lembut menembus barisan personel yang tegap, menandai momen bersejarah yang memadukan rasa bangga dan haru: Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian TMT 1 November 2025 sekaligus penyambutan 25 siswa Diktukba Polri SPN Polda Jabar yang akan melaksanakan latihan kerja (Latja). Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., dihadiri Wakapolres KOMPOL Dede Kasmadi, S.IP., S.I.K., M.M., jajaran PJU, Kapolsek, perwira, bintara, ASN, serta para siswa Diktukba. Suasana khidmat terasa menyelimuti seluruh peserta. Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika nama IPTU Subagja, Kanit Samapta Polsek Lemahwungkuk, disebut menerima kenaikan pangkat menjadi AKP. Sorot mata rekan sejawat menandai kebanggaan atas dedikasi panjang dan disiplin tinggi sang perwira. Kapolres menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penghargaan atas loyalitas dan integritas selama bertugas. “Kenaikan pangkat pengabdian hanya diberikan kepada anggota yang sepanjang kariernya tidak pernah melakukan pelanggaran. Ini prestasi luar biasa dan pantas dijadikan teladan,” tegas AKBP Eko Iskandar. Selain kenaikan pangkat, upacara ini menjadi ajang penyambutan bagi 25 siswa Diktukba Polri SPN Polda Jabar. Kapolres mengingatkan agar mereka memanfaatkan kesempatan Latja untuk menyerap pengalaman, menanamkan disiplin, moral, dan mental yang baik sebagai calon Bhayangkara. Para siswa berdiri tegap di barisan belakang, mencerminkan antusiasme dan kesiapan mereka menghadapi dunia nyata kepolisian. Latihan kerja ini menjadi jembatan antara pendidikan di akademi dan pengabdian langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan itu, para peserta dan pejabat saling menyalami, memberikan ucapan selamat dan motivasi. Tepuk tangan mengiringi prosesi penghormatan terakhir, sementara wajah bangga terlihat jelas di antara anggota yang menerima kenaikan pangkat. Upacara berjalan sekitar 30 menit, lancar dan kondusif, menegaskan profesionalisme Polres Cirebon Kota. Di balik seremonial, tersimpan nilai pengabdian, dedikasi, dan semangat regenerasi yang akan terus menyalakan estafet pengabdian di tubuh Polri. Hari itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah di bawah seragam cokelat adalah wujud janji setia pada bangsa dan negara, dari generasi Bhayangkara lama kepada generasi. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terus mematangkan agenda pembentukan regulasi daerah tahun depan. Hal itu terlihat dalam rapat kerja yang digelar di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi pada Selasa (4/11/2025). Dalam forum tersebut dibahas finalisasi daftar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang akan masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. Rapat dipimpin oleh Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, dan diikuti para anggota Bapemperda bersama mitra kerja dari BPKAD, Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Organisasi Setda, Bagian Perekonomian Setda, serta Bagian Hukum Setda. Suasana rapat berlangsung dinamis dengan fokus utama pada penyelarasan prioritas antara DPRD dan perangkat daerah. Menurut Bayu Permana, hasil pembahasan telah menghasilkan kesepakatan terhadap 13 Raperda yang akan diusulkan ke dalam Propemperda 2026. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan inisiatif DPRD, sedangkan delapan lainnya berasal dari perangkat daerah. Raperda inisiatif DPRD meliputi sejumlah bidang penting yang digarap oleh empat komisi dan satu oleh Bapemperda sendiri. Komisi I mengusulkan Raperda tentang Perubahan Perda Desa, Komisi II mengajukan Raperda Penataan Kawasan Kumuh, Komisi III mengusulkan Raperda tentang Rumah Potong Hewan (RPH). Sedangkan Komisi IV mendorong Raperda tentang Perubahan Tenaga Kerja. Adapun Bapemperda menginisiasi Raperda tentang Perlindungan Perempuan. Sementara itu, delapan Raperda dari perangkat daerah mencakup tiga regulasi wajib berkaitan dengan keuangan daerah, yaitu APBD Murni, APBD Perubahan, dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Lima lainnya merupakan usulan dari sejumlah OPD, antara lain mengenai irigasi, penyertaan modal di sektor pariwisata, serta penyertaan modal di sektor agro. Seluruh usulan tersebut telah disusun berdasarkan prioritas pembangunan dan kebutuhan hukum daerah, dengan rincian tercantum dalam lampiran hasil rapat. Bayu menegaskan, ke-13 Raperda ini diharapkan dapat memperkuat arah pembangunan daerah serta menjadi instrumen penting dalam mendukung percepatan pencapaian visi dan misi Bupati Sukabumi. Ia menilai, kehadiran regulasi yang tepat dan responsif akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan pelayanan publik. Lebih lanjut, Bayu menyebut bahwa Raperda yang belum dapat diakomodir pada Propemperda tahun ini masih berpeluang masuk dalam Propemperda Perubahan Tahun Anggaran 2026. Untuk itu, ia mengimbau kepada anggota DPRD maupun perangkat daerah agar mempersiapkan usulan yang bersifat urgen dan strategis. Dengan demikian, seluruh isu penting dan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor dapat terfasilitasi melalui produk hukum yang adaptif dan berpihak pada kepentingan publik. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi terus memperkuat sistem keamanan internal melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggeledahan Badan, yang digelar bekerja sama dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas ini diikuti oleh petugas Pintu Utama (P2U) serta petugas penggeledah pria dan wanita. Tujuannya, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme petugas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai standar keamanan dan prinsip hak asasi manusia. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan disiplin dan integritas dalam pelaksanaan tugas. “Kami ingin memastikan setiap petugas memahami tata cara penggeledahan sesuai aturan. Profesionalisme dan ketelitian adalah benteng utama dalam mencegah peredaran barang terlarang di dalam lapas,” ujar Budi. Materi bimtek disampaikan oleh IPTU H. Rahmat Mulyadi, S.H. dari Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota. Ia memaparkan dasar hukum penggeledahan berdasarkan KUHAP, teknik pemeriksaan bagi pria dan wanita, serta etika petugas dalam menjalankan tugas di lapangan. Para peserta juga mengikuti praktik langsung penggeledahan badan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk cara penanganan apabila ditemukan barang terlarang. Sesi tanya jawab yang interaktif menutup rangkaian kegiatan, memberi ruang bagi petugas untuk memperdalam pemahaman tentang aspek hukum dan teknis penggeledahan. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polres Sukabumi Kota dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan barang terlarang. Bimtek ditutup dengan doa dan foto bersama, menandai semangat kebersamaan dan peningkatan profesionalisme aparatur pemasyarakatan. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Bupati Sukabumi H. Asep Japar meninjau langsung hasil pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga penyintas bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung, Senin (3/11/2025). Kegiatan monitoring dilakukan di Kampung Cireundeu, Desa Mekarsari, tempat puluhan unit rumah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan Pemerintah Desa Mekarsari dibangun untuk warga terdampak. Dalam kesempatan itu, Bupati Asep Japar mengingatkan agar seluruh penerima manfaat menjaga dan merawat hunian mereka dengan sebaik mungkin agar tetap layak huni dan memberi manfaat jangka panjang bagi keluarga. “Insya Allah kami akan terus berupaya agar seluruh warga terdampak bencana terlayani dan terfasilitasi dengan baik. Dengan kolaborasi semua pihak, mudah-mudahan lingkungannya terpelihara, kebersihan dan kesehatannya tetap terjaga,” ujarnya. Bupati menegaskan, Huntap ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat setelah bencana. Ia berharap lingkungan tersebut berkembang menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan indah untuk ditinggali. Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, H. Ilham Maulana, menjelaskan bahwa total rumah Huntap yang telah dibangun berasal dari tiga sumber bantuan, yakni 20 unit dari Gubernur Jawa Barat, 5 unit dari Bupati Sukabumi, dan 3 unit dari Pemerintah Desa Mekarsari. Sebagai bagian dari kegiatan monitoring, Bupati Sukabumi juga menyerahkan Surat Keputusan Nilai Jual Objek Pajak (SK NJOP) secara simbolis kepada tiga warga penerima Huntap sebagai tanda resmi kepemilikan dan pengakuan atas hunian mereka. (Dicky)