JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara; Squad Nusantara PAC Bangsri kembali melaksanakan kegiatan rutinnya pada Sabtu malam, 12 April 2025. Kegiatan yang digelar setiap bulan ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta menyusun langkah strategis dalam menjalankan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) secara aktif dan bertanggung jawab. Ketua PAC Bangsri Squad Nusantara Anto Menyapaikan kepada wartawan Minggu(13/04/2025) Kegiatan ini terdiri dari rapat rutin dan musyawarah yang dihadiri oleh seluruh anggota. Dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi terbaru terkait program kerja sosial, budaya, dan keagamaan yang akan dilaksanakan oleh organisasi.ujar anto Selain menjadi ajang komunikasi internal, kegiatan rutin ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota. Nilai-nilai persatuan, kesantunan, dan kepedulian sosial menjadi landasan utama yang terus ditekankan dalam setiap pertemuan. Para anggota mendapatkan arahan tentang pentingnya kontribusi nyata di tengah masyarakat serta bagaimana menjaga nama baik organisasi melalui perilaku yang beretika dan bermoral.tambanya Musyawarah ini juga memberikan ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan bersama. Dengan demikian, seluruh anggota merasa memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjalankan roda organisasi. Dari hasil kegiatan tersebut, terlihat peningkatan pemahaman anggota mengenai tugas serta fungsinya dalam kehidupan sosial. Komitmen terhadap visi dan misi Squad Nusantara semakin menguat, seiring dengan semakin solidnya kekompakan internal. Dengan mengadakan kegiatan secara konsisten, Squad Nusantara PAC Bangsri menunjukkan eksistensinya sebagai ormas yang aktif, progresif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui semangat kebersamaan dan pengabdian, organisasi ini terus bergerak membawa perubahan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.(Wely-jateng)

jakarta, Bidik-kasusnews.com – Di tengah kecelakaan demi kecelakaan yang terus terjadi di jalan tol, ada satu suara yang terus menggaung dari lembaga pengelola dan pengawas jalan tol: “Ini karena pengemudi tidak hati hati.” Kalimat klasik ini seolah jadi tameng sakti menolak tanggung jawab, menafikan realitas, dan menutup mata dari pertanyaan mendasar: Apakah jalan tol kita sudah selamat? Ironis. Alih alih menjadi pelindung masyarakat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) justru kerap menempatkan diri sebagai pemain utama dalam skenario defensif. Bukan sebagai wasit yang adil, bukan pula pelayan publik, melainkan pelindung kepentingan bisnis dengan bungkus “konektivitas nasional”. Mereka mungkin belum paham, atau enggan memahami, apa itu jalan yang berkeselamatan: * Regulating Road Jalan yang mengatur perilaku pengguna dengan rambu dan desain yang jelas. * Self Explaining Road Jalan yang intuitif dan mudah dipahami, bahkan tanpa harus membaca rambu. * Forgiving Road Jalan yang memaafkan kesalahan manusia, bukan langsung menjadi arena kematian. Kata Eddy Suzendi, Advokat LLAJ yang kini sedang mempersiapkan rencana sidang gugatan terhadap BUJT “Kalau desain jalan tidak punya fitur pengampun, jika tidak ada audit keselamatan yang terbuka dan sistem mitigasi dini, maka jalan tol bukan tempat berlalu lintas melainkan perangkap maut.” Dalam waktu dekat, Eddy akan membawa perkara kecelakaan tol yang melibatkan infrastruktur rusak ke meja hijau. “Kita harus buktikan bahwa ini bukan kecelakaan biasa. Ini hasil kelalaian sistemik. Dan negara tidak boleh lagi diam,” tegasnya. “Kami bukan sedang menyalahkan siapa pun. Kami sedang memperjuangkan agar sistem diperbaiki sebelum nyawa berikutnya melayang,” lanjut Eddy dalam wawancara singkat dengan wartawan di sela sela diskusi publik soal keselamatan jalan. *Apel Busuk dalam Keranjang Kehidupan* Ketika konsep konsep jalan selamat diabaikan, lalu jalan tol dijadikan hanya sebagai alat pengembalian investasi, maka kecelakaan bukan semata akibat kelalaian pengguna, tapi buah dari sistem yang cacat. Dari desain yang abai. Dari pengawasan yang tumpul. Dan dari negara yang memutuskan tidak hadir di tempatnya sendiri. Kita membanggakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), tapi faktanya di Indonesia KPBU menjelma menjadi Kepentingan Pengusaha, Beban untuk Rakyat. Di Jepang, pengelola tol wajib punya asuransi tanggung jawab mutlak. Di sini? Korban bahkan tak tahu harus mengadu ke mana. Lalu ketika dibandingkan, dijawab enteng, “Itu bukan apel dengan apel, ini apel dengan mangga.” Maka jawab kami: Benar, ini bukan apel dengan apel. Tapi sayangnya, yang negara berikan kepada rakyat hari ini adalah apel busuk di keranjang kehidupan kami. *Murphy’s Law dan Cermin Jalanan* “ _Anything that can go wrong, will go wrong.” _Apa pun yang bisa salah akan salah jika tidak diantisipasi.__ *Contoh? Banyak.* * Kendaraan melaju di tol, tiba tiba celah terbuka di penghalang. Mobil terjun bebas, dari jalan terputus , Ayah dan anak selamat secara ajaib. Tapi kelalaian BUJT dan BPJT tak bisa dianggap tidak ada. * Standing water menyebabkan ratusan mobil tergelincir. Tidak ada median drain. Tapi tetap, pengemudi disalahkan. * Exit ramp tol, operasional speed sama dengan design speed. No safety margin. * Kasus pecah ban. BUJT siap ganti rugi. Tapi, apakah keselamatan hanya soal ganti rugi? Di mana mitigasi? Sistem peringatan dini? Inspeksi berkala? Ketika skenario terburuk tidak pernah dihitung, maka sistem telah mengundang maut. *Hukum Baru, Harapan Baru* Kini kita punya payung hukum baru: Undang Undang No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal 45 dan Pasal 190 menyebut jelas: Setiap orang atau badan yang dengan kelalaiannya menyebabkan luka berat atau meninggal dapat dipidana. Termasuk badan usaha. Termasuk pengelola jalan. Kata Eddy Suzendi, “Ini bukan ancaman. Ini panggilan untuk berubah. Kalau negara serius dengan UU barunya, maka BUJT tidak bisa lagi berdiri di balik tembok bisnis. Mereka harus hadir sebagai penjamin keselamatan, bukan hanya penarik tarif.” * Cukuplah… * Cukuplah rakyat menanggung apel busuk. * Cukuplah korban kecelakaan dianggap sekadar angka statistik. * Cukuplah keselamatan dijadikan variabel tersier di bawah profit dan proyek. Negara harus kembali ke jalan. Kembali ke rakyat. Kembali ke akarnya: bahwa infrastruktur dibangun untuk kehidupan, bukan untuk membunuh secara diam diam. Kata Eddy Suzendi dengan suara tegas, ” *Jangan biarkan jalan tol menjadi arena pembiaran. Kalau negara diam, maka suara kami akan* *menggema lebih keras.”* Tentang Penulis Eddy Suzendi, S.H. adalah advokat yang aktif dalam isu Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta penggagas gerakan “Advokat LLAJ untuk Sistem Transportasi yang Selamat dan Berkeadilan”. Kontak: 0812-2497-769 – Edi Suzendy , SH . ( Rico )

Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Tim gabungan TNI Polri Kabupaten Majalengka, dibantu Personel Polsek Sukahaji dan Koramil 1708/Sukahaji, melakukan penyisiran sepanjang Sungai Cikeruh Desa Garawastu Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Tim gabungan TNI Polri Kabupaten Majalengka terdiri dari Satuan Samapta Polres Majalengka di Pimpin oleh Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar Melakukan pencarian Korban yang diduga terhanyut di Sungai Cikeruh Desa Desa Garawastu Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Pencarian dilakukan untuk menemukan tubuh korban Rohaeni (25) yang dilaporkan hilang diduga terseret derasnya arus sungai saat melintasi sungai Cikeruh sekira jam 14.00 Wib setelah dari ladang Sawah miliknya. Kamis (10/4/2025). Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian melalui Kapolsek Sukahaji Polres Majalengka AKP Erik Riskandar mengatakan, selama pencarian, Tim dibagi menjadi beberapa kelompok dengan cara menyisir Sungai Cikeruh, Sabtu (12/4/2025). Kapolsek menambahkan, kronologis kejadian bermula saat pasangan suami istri, Sanen Komarudin (35) dan Rohaeni (25) sedang menggarap sawahnya sekira jam 14.00 Wib Rohaeni Istri dari Sanen pamit pulang duluan namun saat suaminya Pulang sekira Jam 17.30 Wib Istrinya tidak ada dirumah dicari kemana mana tetap tidak ada. Suami Korban bersama perangkat Desa dan warga terus berusaha mencari korban ke ladang sawah sampai ke Aliran Sungai Cikeruh diduga menurut keterangan Keluarga Korban bahwa Istri Korban saat melewati Sungai Cikeruh diduga korban hanyut terbawa derasan luapan air Cikeruh. “Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Sukahaji kemudian bersama Tim SAR dilakukan pencarian,” ujarnya. Hingga sore ini sampai jam 16.00 Wib dihentikan dikarenakan debit air yang mulai tinggi dan dapat membahayakan keselamatan personil yang melaksanakan pencarian. Hasil dari kordinasi dan konsolidasi dengan Pihak BPBD, Kecamatan Sindang dan Kepala Desa Garawastu serta pihak Keluarga bersepakat bahwa Proses Pencarian dihentikan. Jelas Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar. Asep Rusliman

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Sebuah skandal besar kembali mengguncang dunia peradilan Indonesia. Empat orang, termasuk hakim dan panitera, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi senilai puluhan miliar rupiah yang diduga bertujuan mempengaruhi putusan perkara korupsi ekspor minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO). Pada Jumat, 11 April 2025, Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menggeledah lima lokasi berbeda di wilayah DKI Jakarta. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan tumpukan uang dalam berbagai mata uang asing dan rupiah yang disimpan di rumah, mobil, hingga tas pribadi. Tak hanya itu, tiga unit mobil mewah seperti Ferrari Spider, Nissan GT-R, dan Mercedes Benz juga turut disita dari rumah salah satu terduga. Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan perkara tiga raksasa industri sawit — Permata Hijau Group, Wilmar Group, dan Musim Mas Group — dalam kasus ekspor CPO yang merugikan perekonomian negara hingga belasan triliun rupiah. Meski jaksa telah menuntut denda dan uang pengganti dalam jumlah fantastis, majelis hakim justru memutuskan bahwa ketiga korporasi tersebut tidak terbukti melakukan tindak pidana (ontslag van alle recht vervolging). Temuan terbaru mengindikasikan bahwa keputusan ini tidak lepas dari suap sebesar Rp60 miliar yang diduga diberikan kepada Ketua PN Jakarta Selatan, MAN. Selain MAN, penyidik juga menetapkan WG (Panitera Muda Perdata PN Jakarta Utara), serta dua advokat, MS dan AR, sebagai tersangka. Mereka diduga kuat berperan dalam proses pemberian suap demi memengaruhi putusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Barang bukti uang yang ditemukan antara lain: SGD 40.000, USD 5.700, dan lebih dari Rp10 juta di rumah WG SGD 3.400, USD 600, dan Rp11 juta dari mobil milik WG Rp136 juta tunai dari rumah AR Dalam tas milik MAN ditemukan uang tunai lebih dari SGD 65.000 dan USD 7.200 serta uang rupiah, ringgit Malaysia, dan mata uang asing lainnya Penahanan Tersangka: Keempat tersangka kini telah ditahan di rumah tahanan berbeda berdasarkan surat perintah penahanan resmi yang dikeluarkan pada 12 April 2025, dan akan mendekam selama 20 hari ke depan untuk penyidikan lebih lanjut. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses hukum akan terus dikembangkan guna membongkar seluruh jaringan korupsi yang merusak integritas sistem peradilan. Kasus ini menjadi bukti bahwa mafia peradilan tidak hanya sebatas wacana, namun nyata dan sistematis.(Agus) 

Sukabumi – Bidik-Kasusnews.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi menggelar halal bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah di Pondok Modern Assalam Putri Warungkiara, Sabtu, 12 April 2025. Kegiatan tersebut sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, dari H. Marwan Hamami kepada H. Asep Japar. Mengingat, Bupati Sukabumi merupakan ex officio Ketua Mabicab Gerakan Pramuka setempat. Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Japar mengaku bahagia dengan amanah yang diembannya sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Apalagi jika melihat kiprah Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi yang sangat luar biasa selama ini. “Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Apalagi melihat kiprah kakak-kakak semua yang sungguh mulia dalam mencetak kaum muda berkarakter unggul melalui pendidikan kepramukaan,” ujarnya. Bahkan H. Asep meyakini, kiprah yang luar biasa ini dapat menjadi daya dorong dalam mewujudkan salah satu visi Kabupaten Sukabumi.Terutama dalam menciptakan kualitas kaum muda yang unggul. “Hasil pendidikan kepramukaan menjadi salah satu contoh konkret yang patut kita dukung bersama,” ucapnya. Maka dari itu, H. Asep mengajak semua kakak-kakak untuk bersama-sama mencurahkan perhatian terhadap kualitas pendidikan kepramukan di semua tingkatan pendidikan formal maupun non formal sebagai bentuk tanggungjawab moril akan pendidikan karakter generasi muda. “Pendidikan karakter menjadi hal penting dalam membentuk generasi muda yang unggul. Apalagi generasi muda akan meneruskan tonggak estafet kepemimpinan kita semua,” ungkapnya Tak hanya itu saja, H. Asep pun berharap semuanya ikut andil dalam setiap program dan kebijakan pemerintah demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah). “Mari kita sama-sama bersinergi dalam menjalankan tugas di Gerakan Pramuka demi mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” ajaknya. Di akhir sambutannya, H. Asep pun meminta H. Marwan untuk terus mendukung dan memberikan arahannya. Apalagi dengan sepak terjang dan kiprahnya di Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi selama ini. “Kita ketahui bersama kiprah beliau (H. Marwan) yang sangat panjang, termasuk jasa-jasanya terhadap kemajuan Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi. Jadi kami mohon untuk terus mendukung dan terus memberikan arahan,” pintanya Ketua Mabicab Periode 2015-2025, H. Marwan Hamami menambahkan, Gerakan Pramuka berkontribusi besar dalam pembinaan karakter bangsa. Maka dari itu, di Kabupaten Sukabumi perlu disyukuri lantaran Gerakan Pramuka masih eksis. “Gerakan Pramuka merupakan pondasi dalam membentuk karakter. Terutama jika dasa dharma ini diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya. Namun dirinya tetap mengingatkan agar para kakak-kakak di Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi untuk terus berinovasi. Baik dari sisi latihan hingga pembinaan. “Kita harus ingat, didiklah anak sesuai zaman. Maka dari itu kita harus terus berinovasi,” terangnya. Sementara itu Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengajak semuanya untuk terus menjaga kekompakan. Apalagi dengan eksistensi Gerakan Pramuka yang sangat luar biasa di Kabupaten Sukabumi. “Kita selalu aksis di berbagai kegiatan. Baik kegiatan sosial maupun kebencanaan. Bahkan dalam arus mudik dan balik lebaran kemarin, Pramuka ikut andil membantu di dalamnya,” bebernya. Dalam kesempatan tersebut, H. Ade pun menegaskan Gerakan Pramuka akan mendukung visi-misi Kabupaten Sukabumi. “Kita harus menjadi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah. Gerakan Pramuka mendukung visi Kabupaten Sukabumi yang mubarakah,” pungkasnya. Kegiatan diakhiri dengan berbagai penyerahan dan tausyiah. DICKY, S

Sukabumi, Bidik-kasusnews.com – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai acara peresmian Posramil 05/Purabaya Koramil 2207/Jampang Tengah yang digelar pada Sabtu, 12 April 2025. Acara berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.30 WIB di Jl. Raya Purabaya – Sagaranten, Kampung Miramontana RT 07 RW 02, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Peresmian dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, S.H., M.Si, dan dihadiri oleh sekitar 100 orang dari berbagai unsur, termasuk pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLV Kodim 0622, Ny. Yenni Apriyantina, A.Md; Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ibu Ai Srimulyati; Camat Purabaya, Ibu Sri Yuliani, S.IP., M.Si; Danramil 2207/Jampang Tengah, Kapten Inf. Budi H.P; serta Kapolsek Purabaya, Aiptu Ruskan, S.H. Acara berlangsung dalam suasana hangat dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pembacaan doa dan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari para tokoh, pemotongan pita, penandatanganan prasasti, penanaman pohon, hingga sesi ramah tamah. Dalam sambutannya, Camat Purabaya menyampaikan apresiasi atas berdirinya Posramil ini, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan keamanan dan mempererat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Tokoh agama dan masyarakat juga menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya Posramil 05/Purabaya, menyebutnya sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap stabilitas dan kenyamanan warga. Mereka juga menegaskan dukungan penuh terhadap revisi Undang-Undang TNI yang dinilai relevan dengan tantangan zaman. Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa revisi UU TNI bukanlah ancaman bagi masyarakat sipil, namun justru bentuk adaptasi terhadap ancaman baru seperti serangan siber dan bencana alam. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan warga Purabaya yang menerima kehadiran Posramil dengan tangan terbuka. Sebagai catatan, pembangunan Posramil 05/Purabaya dimulai pada bulan Desember 2024, dengan peletakan batu pertama dilaksanakan pada 22 Desember 2024 oleh Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi. Bangunan berukuran 7×9 meter ini berdiri di atas lahan hibah seluas 3.000 meter persegi dari Perkebunan PT. Tutu Kekal Miramontana. Acara berjalan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat setempat. Peresmian ini menandai babak baru penguatan peran TNI dalam mendukung stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Purabaya.** ( Jees )

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang-12-April-2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaruh perhatian besar terhadap sektor kuliner sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Dalam pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (DPD APJI) Jawa Tengah yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (12/4), Luthfi mendorong APJI untuk berperan aktif dalam pengembangan wisata kuliner sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Menurut Luthfi, kekayaan kuliner di Jawa Tengah bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga peluang besar dalam menggerakkan roda ekonomi. Ia menilai, industri makanan dan minuman merupakan sektor yang tangguh, bahkan tetap tumbuh di tengah pandemi. “Usaha kuliner ini tidak pernah mati. Justru saat pandemi, banyak muncul inovasi baru di bidang kuliner. Ini membuktikan bahwa kuliner adalah sektor yang sangat adaptif,” ujarnya. Lebih lanjut, Luthfi menyampaikan bahwa perkembangan usaha kuliner mampu memberi dampak luas terhadap sektor lain, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Para pengusaha jasaboga, kata dia, dapat menjadi penghubung antara produsen lokal dengan konsumen, sehingga memperkuat rantai pasok pangan di tingkat daerah. Tak hanya soal pariwisata, Gubernur juga melibatkan APJI dalam program nasional makan bergizi gratis (MBG). Ia mengatakan, APJI akan dilibatkan dalam penyediaan layanan dapur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sedang disiapkan pemerintah daerah. “Kita sudah berkoordinasi dengan Ketua Umum DPP APJI dan jajarannya. Mereka siap terlibat dalam pelaksanaan program MBG agar bisa berjalan optimal di Jawa Tengah,” jelasnya. Ketua Umum DPP APJI Jawa Tengah, Tashya Megananda Yukki, mengapresiasi dukungan Gubernur dan menyatakan komitmen penuh APJI dalam dua program besar tersebut. Selain mendukung MBG, APJI juga merancang penyelenggaraan festival kuliner guna mempromosikan potensi kuliner khas daerah. “Kami sangat antusias dan siap bersinergi. Festival kuliner ini akan menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus memperkuat jaringan pengusaha jasaboga di Jawa Tengah,” ujar Tashya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kuliner tidak hanya menjadi kekayaan budaya yang dilestarikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.(Wely-jateng) Sumber:Jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengapresiasi Polri dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya. “Secara objektif, saya mengakui penanganan mudik tahun ini sangat prima,” ujar Sahroni, Sabtu (12/4/2025). Menurutnya, Polri, Kemenhub, dan instansi lain menunjukkan keseriusan tinggi dalam mengelola arus mudik tahun ini. Ia juga menyoroti kerja keras seluruh pihak yang bahkan melebihi tahun-tahun sebelumnya. “Polisi bersama Kemenhub dan instansi lain terlihat sangat serius bekerja,” katanya. “Selain kerja keras, penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) terbukti membawa hasil signifikan,” tambahnya. Bendahara Umum DPP NasDem itu pun berharap metode dan strategi yang digunakan tahun ini bisa dipertahankan dan diterapkan kembali tahun depan. “Pertahankan metode ini agar bisa diterapkan kembali,” ujarnya. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan secara nasional turun hingga 30 persen dibanding tahun lalu. Penurunan ini tidak lepas dari kontribusi petugas di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Dari sisi kepolisian, keberhasilan pengelolaan arus mudik ini didukung rekayasa lalu lintas terpusat, seperti sistem ganjil-genap, contraflow, one way lokal maupun nasional. Operasi ini juga ditunjang teknologi mutakhir, seperti monitoring CCTV, body worn camera, algoritma road safety, e-Turjawali, GPS ranmor Korlantas, peta digital Jasamarga, hingga sistem manajemen keselamatan jalan terintegrasi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga di destinasi wisata. Saat memantau jalur mudik Trans Jawa, ia menyebutkan ada 227 objek wisata yang perlu dijaga pasca-mudik.(wely-jateng)

Majalengka, Bidik-kasusnews.com – Tim gabungan TNI Polri Kabupaten Majalengka, dibantu Personel Polsek Sukahadi, Polres Majalengka dan Koramil 1708/Sukahaji, melakukan penyisiran sepanjang Sungai Cikeruh Desa Garawastu Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Pencarian dilakukan untuk menemukan tubuh korban Rohaeni (25) yang dilaporkan hilang diduga terseret derasnya arus sungai saat melintasi sungai Cikeruh sekira jam 14.00 Wib setelah dari ladang Sawah miliknya. Kamis (10/4/2025). Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian melalui Kasat Samapta Polres Majalengka AKP Adam Rohmat Hidayat didampingi Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar mengatakan, selama pencarian, Tim dibagi menjadi beberapa kelompok dengan cara menyisir Sungai Cikeruh, Sabtu (12/4/2025). AKP Adam menambahkan, kronologis kejadian bermula saat pasangan suami istri, Sanen Komarudin (35) dan Rohaeni (25) sedang menggarap sawahnya sekira jam 14.00 Wib Rohaeni Istri dari Sanen pamit pulang duluan namun saat suaminya Pulang sekira Jam 17.30 Wib Istrinya tidak ada dirumah dicari kemana mana tetap tidak ada. Suami Korban bersama perangkat Desa dan warga terus berusaha mencari korban ke ladang sawah sampai ke Aliran Sungai Cikeruh menurut keterangan Keluarga Korban bahwa Istri Korban saat melewati Sungai Cikeruh diduga korban hanyut terbawa derasan luapan air Cikeruh. “Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Sukahaji dan Polres Majalengka kemudian bersama Tim SAR dilakukan pencarian,” ujarnya. Hingga siang ini, karena cuaca hujan pencarian dihentikan untuk menjaga keselamatan adanya arus limpahan air Cikeruh dari wilayah Kecamatan Maja dan akan dilanjutkan nunggu situasi aman dengan harapan tubuh korban dapat ditemukan. “Karena cuaca kurang mendukung, sehingga pencarian dihentikan,” katanya. Ia menambahkan, pencarian akan kembali dilanjutkan menunggu situasi aman dengan pembagian tim yang lebih besar melibatkan warga dan relawan tanggap bencana. Asep Rusliman

Cireb,Bidik-kasusnews.com – Kesabaran warga Cirebon Timur akhirnya mencapai batas. Bertahun-tahun menanti perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi, warga menggelar aksi protes unik sekaligus penuh sindiran, Sabtu (12/4/2025). Dimulai dari Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, aksi ini mencuri perhatian publik. Warga menabur ikan lele di lubang-lubang jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dianggap abai terhadap kondisi infrastruktur. Meski diguyur hujan deras, konvoi kendaraan tetap melaju hingga ke Kecamatan Babakan—menandakan kemarahan warga yang sudah tak terbendung. “Ini murni aksi kepedulian masyarakat. Jalan ini rusak sejak 2018. Dulu dijanjikan akan diperbaiki pada 2022 oleh Bupati, tapi hingga kini tak ada realisasi,” tegas H. Dade Mustofa Efendi, koordinator aksi. Menurut Dade, jalan rusak yang dimaksud bukan sekadar jalur alternatif, melainkan akses utama menuju rumah sakit, sekolah, dan pasar tradisional. Kondisinya yang dipenuhi lubang dan genangan air menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. “Kalau pemerintah tak sanggup kelola APBD atau melobi pusat, berarti Pemerintah gagal. Hari ini kami turun karena janji hanya tinggal janji,” lanjutnya. Aksi ini tak hanya keras, tapi juga kreatif. Selain tabur lele, warga menggelar potong tumpeng dan mandi rumput sebagai sindiran terhadap perayaan Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-543. “Pemerintah bilang Cirebon mentereng, tapi bagi kami Cirebon Timur tetap gupak (kotor). Kalau jalan masih seperti ini, di mana letak kemewahannya?” ujar Dade menyindir. Warga menolak solusi tambal sulam. Mereka menuntut betonisasi sebagai bentuk perbaikan permanen, mengingat pentingnya fungsi jalan dan beban kendaraan yang melintasinya setiap hari. “Kami ingin kualitas jalan yang layak. Bukan solusi setengah hati. Betonisasi adalah kebutuhan, bukan kemewahan,” tegas Dade. Aksi ini mendapat respons langsung dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, yang hadir di lokasi. Ia mengapresiasi keberanian warga dan menyatakan bahwa DPRD telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk betonisasi jalan hingga ke ujung Jalan Parbuara. “Saya mewakili DPRD mengucapkan terima kasih atas gerakan ini karena berhasil membuka mata Pemerintah. Tapi ini masih dalam proses. Jika hingga Agustus belum juga dikerjakan, jangan salahkan masyarakat jika kembali turun ke jalan,” ujar Teguh. Aksi warga Cirebon Timur bukan sekadar protes atas jalan rusak. Ini adalah simbol perlawanan terhadap ketimpangan pembangunan—sebuah jeritan dari rakyat yang merasa dilupakan. Kini, publik menunggu: akankah Pemerintah menepati janjinya, atau kembali menutup mata terhadap penderitaan warga? Asep Rusliman