JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara — Suasana Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, berbeda dari biasanya pada Selasa (15/4/2025). Sejak pagi, warga sudah tampak bersemangat menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Jepara, Bupati Witiarso Utomo, atau yang akrab disapa Mas Wiwit. Hari itu, Mas Wiwit meluncurkan program baru bertajuk “Bupati Ngantor di Desa”, sebuah inisiatif yang tak sekadar seremonial, tapi membawa semangat perubahan dari akar rumput. Tak sendiri, Mas Wiwit datang bersama Wakil Bupati Gus Ibnu Hajar, Plh Sekda Ary Bachtiar, serta para kepala dinas. Agenda pertama mereka adalah mengunjungi Bazar UMKM yang diikuti delapan desa di Donorojo. Aneka hasil olahan tangan lokal dari ketela, kelor, hingga produk kerajinan dan hasil tani dipajang rapi. Mas Wiwit tampak antusias mencicipi dan bahkan memborong sejumlah produk, salah satunya keripik Menggleng dari Desa Jugo dan keripik kelor khas Sumberejo. “Ini bukan cuma soal produk. Tapi soal kebanggaan desa. Kita harus dukung agar UMKM naik kelas,” ujar Mas Wiwit sambil membagikan hasil belanjaannya kepada warga, termasuk Mbah Suminah, lansia asal Sumberejo yang dengan mata berkaca-kaca mengucap, “Maturnuwun, Pak Bupati.” Program kemudian dilanjutkan dengan forum sambung aspirasi di Balai Desa Sumberejo. Satu per satu, warga menyuarakan keluh kesah dan harapan mereka. Mulai dari sulitnya pupuk, minimnya alat pertanian, abrasi pantai, hingga potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Saifur Rohman dari Bandungharjo mengeluhkan praktik alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan di wilayah perairan mereka. Sementara Fatkiyati, pelaku UMKM perempuan, meminta dukungan promosi dan pemasaran produk. “Kami butuh rumah UMKM, agar tidak terjerat bank plecit,” ujarnya penuh harap. Mas Wiwit tidak tinggal diam. Semua aspirasi langsung direspon oleh pejabat terkait. Dari sektor pertanian, sosial, perikanan, hingga infrastruktur dan lingkungan, setiap keluhan dicatat dan dibahas solusinya. Plh Sekda Ary Bachtiar menjelaskan bahwa pelebaran jalan akan dilakukan bertahap, termasuk ruas Jugo–Sumberejo dan Sumberejo–Clering. Sementara pencarian sumber air bersih masih dilakukan karena karakter tanah yang berbatu. “Bupati Ngantor di Desa ini bukan ajang formalitas,” tegas Mas Wiwit. “Kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung, dan mencari solusi bersama. Ini adalah komitmen untuk membangun Jepara dari desa.” Tak hanya mendengar aspirasi, acara juga dilengkapi dengan diskusi kelompok (FGD), penyerahan bantuan sosial, dan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat. Melalui program ini, Pemkab Jepara membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal kecil, dari desa-desa yang selama ini menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada Selasa, 15 April 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan dari jajaran pegawai Rutan Jepara. Kegiatan donor darah yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara. Sebanyak 15 orang pegawai Rutan Jepara turut serta mendonorkan darahnya dalam kegiatan tersebut. Kepala Rutan Jepara, Anton Heru Susanto,melalui kesatuan pengamanan beny menyampaikan kepada wartawan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan di antara para pegawai. “Kegiatan donor darah ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami dalam memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan. Kami berharap setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan,” ujar beny (15/04/2025) Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan lancar. Seluruh peserta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh tim medis dari PMI, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga proses pengambilan darah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan dan terus berkontribusi positif kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan.(Wely-jateng)

Surabaya,Bidik-kasusnews.com – Organisasi kepemudaan “Duta Olahraga Jawa Timur” mendapat apresiasi dari KONI Jawa Timur atas inspirasi peran aktifnya membina generasi muda di bidang olahraga. Penghargaan disampaikan Sekretaris KONI Jatim, Akmal Budianto dalam acara halalbihalal Yayasan Andaru Dwipantara Jayecwara di The Southern Hotel Surabaya, Sabtu 12/4/2025. Yayasan Andaru Dwipantara Jayecwara yang menaungi “Duta Olahraga Jawa Timur” serta “Duta Perdamaian dan Pemersatu Bangsa Jawa Timur” Akmal menyambut baik kontribusi Duta Olahraga dan berharap organisasi ini dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi menjelang Porprov Jawa Timur 2025 di Malang Raya. Ia juga menargetkan Surabaya mampu mempertahankan gelar juara umum. Acara dihadiri sejumlah tokoh penting, diantaranya Khamim dari Bakesbangpol Jawa Timur, Hasmaranti dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim, Ketua Dewan Pembina Duta Olahraga Jawa Timur, Drs. Agung Sriono, SH., MM., serta Ketua Umum Organisasi Wartawan PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia), Hartanto Boechori. Errich Firmansyah, Jurnalis anggota PJI yang juga Ketua Umum Duta Olahraga sekaligus Dewan Pembina Yayasan Andaru Dwipantara Jayecwara, mengharapkan terjalinnya kolaborasi strategis dengan KONI, Dispora, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat gerakan olahraga di kalangan pemuda. Ia menegaskan bahwa Duta Olahraga hadir sebagai agen promosi hidup sehat, pembinaan atlet muda dan penguatan karakter generasi bangsa. “Dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, Duta Olahraga terus bergerak sebagai motor penggerak prestasi dan pembentukan pribadi pemuda yang sehat, produktif, dan kompetitif”, disampaikan Errich dalam sambutannya. Sementara Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran “Duta Olahraga Jawa Timur” serta “Duta Perdamaian dan Pemersatu Bangsa Jawa Timur”, sekaligus mengharapkan agar 2 Organisasi Kepemudaan itu dapat benar benar berdaya guna bagi masyarakat, Negara dan Bangsa. (Redaksi/Asep.R)

Jakarta Utara, Bidik-kasusnews.com — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Upacara Batalyon Arhanud 6/BAY saat tongkat komando resmi berpindah tangan dari Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han. kepada Letkol Arh Mohammad Arifin, S.I.P. dalam Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon yang digelar hari ini.(14/5/2025) Upacara yang dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Arhanud 1/Faletehan, Kolonel Arh Tamaji, S.Sos., M.I.Pol., turut dihadiri oleh Dandim Jakarta Utara, unsur Forkopimda, serta keluarga besar Batalyon Arhanud 6/BAY. Momentum ini menandai babak baru dalam dinamika kepemimpinan dan pembinaan organisasi satuan pertahanan udara tersebut. Dalam amanatnya, Kolonel Arh Tamaji menekankan pentingnya regenerasi dalam organisasi militer. “Pergantian kepemimpinan bukan sekadar seremoni, tetapi langkah strategis dalam menjaga profesionalisme dan penyegaran organisasi,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Letkol Arh Yusuf Winarno dan menaruh harapan besar pada kepemimpinan Letkol Arh Mohammad Arifin. Letkol Arh Yusuf Winarno menyampaikan rasa bangganya pernah memimpin prajurit Arhanud 6/BAY. “Saya sangat menghargai kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh prajurit selama masa jabatan saya,” tuturnya. Sementara itu, Letkol Arh Mohammad Arifin dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif dan membawa Batalyon Arhanud 6/BAY semakin tangguh dan adaptif menghadapi tantangan ke depan. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan pemberian ucapan selamat kepada pejabat baru, diiringi semangat persaudaraan yang kuat dari seluruh anggota satuan dan keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana.(Agus)

Sukabumi: Bidik-Kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Jampangkulon, Polres Sukabumi, menggelar kegiatan press release pengembalian dua unit sepeda motor yang merupakan barang bukti tindak pidana pencurian kepada pemilik sahnya. Acara berlangsung pada Senin, 14 April 2025, pukul 14.00 WIB di Mako Polsek Jampangkulon dan dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Muhlis, S.IP., M.M., didampingi oleh Aipda Riki selaku Ps. Kanit Reskrim. Dua kendaraan yang dikembalikan merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Jampangkulon. Adapun pemilik kendaraan tersebut adalah Nana bin Rohman, warga Desa Karanganyar, dan Rani Nuraini, warga Desa Cikarang. Kendaraan dikembalikan dalam status pinjam pakai sebagai bentuk pemenuhan hak korban sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kapolsek Jampangkulon menegaskan bahwa pengembalian barang bukti ini merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi yang menjunjung tinggi prinsip prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Polri. Kedua pemilik kendaraan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras jajaran Polsek Jampangkulon dalam mengungkap kasus ini serta atas kepedulian terhadap korban kejahatan. Mereka mengaku lega dan bersyukur karena barang berharga milik mereka dapat kembali meskipun kasus masih dalam proses hukum. Polsek Jampangkulon berharap, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu. (DICKY, S)

JATENG: Bidik-Kasusnwes.com PATI:Bertempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Bupati Pati Sudewo, Minggu (13/4/2025), menghadiri acara sedekah laut. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Kepala OPD terkait, Forkopimcam Juwana, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, para Kepala Desa se-Kecamatan Juwana, Kepala TPI, serta para tokoh masyarakat dan pelaku sektor perikanan. Dalam wawancara, Sudewo menyampaikan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal, tetapi juga sebagai wujud dukungan nyata terhadap sektor perikanan yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Pati. “Kali ini saya ikut datang dan ikut mendoakan agar Allah SWT memberi keberkahan bagi nelayan, agar tahun ini hasil laut melimpah, harga bagus, dan pemasaran lancar,” ujarnya. Lebih lanjut, Bupati menyampaikan sejumlah rencana strategis untuk mendukung keberlangsungan dan kemajuan sektor perikanan. Ia mengungkapkan bahwa proses pelebaran sungai akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR, sedangkan penataan fasilitas TPI akan terus ditingkatkan agar lebih representatif dan bersih. “TPI harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Pelayanan kepada nelayan harus nyaman, sistem lelang baik tertutup maupun terbuka harus berjalan adil, serta retribusinya sesuai dengan Perda. Semua ini penting agar PAD meningkat dan pembangunan daerah berjalan lebih maksimal,” jelasnya. Sudewo juga mengatakan bahwa perhatian juga diberikan pada aspek infrastruktur. Menurutnya jalan keluar-masuk ke kawasan TPI yang selama ini dikeluhkan masyarakat nelayan akan segera diperbaiki dengan konstruksi cor beton sepanjang 1,1 kilometer. Tak hanya itu, imbuhnya, jalan menuju tambat kapal yang mengalami kerusakan parah sepanjang lebih dari 100 meter pun telah dianggarkan untuk diperbaiki tahun ini.(Kasnadi)

JATENG – Bidik-KasusNews.com Jajaran Polresta Pati melalui Polsek Tayu, tengah mengungkap penemuan mayat seorang pria di area persawahan Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Korban diketahui bernama Muja Agung Pati (35), seorang buruh nelayan warga Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Kapolresta Pati, melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, menjelaskan bahwa penemuan mayat ini terjadi pada Senin, 14 April 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa ini bermula dari laporan warga pada Minggu malam, 13 April 2025, sekitar pukul 23.45 WIB. “Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan rumah pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB untuk pergi memancing. Karena hingga sore hari belum kembali, pihak keluarga dan warga melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban di sawah Bapak Ali pada dini hari berikutnya,” jelas AKP Aris Pristianto dalam keterangannya. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian dari Polsek Tayu segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Tayu 1. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka penganiayaan pada tubuh korban. “Dari riwayat kesehatan yang kami dapatkan, korban diketahui memiliki riwayat sakit lambung dan epilepsi,” imbuh AKP Aris Pristianto. Senada dengan temuan tersebut, Bidan Puskesmas Tayu 1, Ibu Tiara dan Ibu Sri Muah, yang melakukan pemeriksaan menyimpulkan bahwa kematian korban diduga bukan disebabkan oleh tindak kekerasan atau penganiayaan. Adapun ciri-ciri korban saat ditemukan adalah seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 166 cm, berat badan sekitar 70 kg, rambut pendek lurus, dan berkulit sawo matang. Korban saat itu mengenakan kaos lengan panjang berwarna orange, celana pendek, dan caping jerami. Dalam penanganan kasus ini, Polsek Tayu telah melakukan olah TKP dan mencatat keterangan sejumlah saksi, di antaranya Sugeng Pantrimo (47), warga Desa Kedungsari, dan Nur Sugianto (49), warga Desa Kesambi, Kudus. AKP Aris Pristianto menambahkan bahwa setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa ke rumah duka dengan pengawalan dari petugas Polsek Tayu dan TNI Koramil 03 Tayu. Proses evakuasi ini juga disaksikan oleh Kepala Desa Keboromo dan tim medis Puskesmas. “Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan telah membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun,” pungkas AKP Aris Pristianto.(Wely-jateng) Sumber:humas Resta pati

JATENG- Bidik-KasusNews.com Polresta Pati – Polda Jateng Sebuah peristiwa kebakaran melanda sebuah rumah di Desa Tayu Kulon RT 4 RW 2, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Minggu malam (13/4/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 60 juta. Rumah yang terbakar tersebut diketahui milik Ibu Tun Sodiq. Menurut keterangan saksi mata, Sutiyono (57) dan Rasmun (50), kebakaran diduga dipicu oleh tindakan seorang pria berinisial AA yang marah-marah dan “mblayer-mblayer” sepeda motor Vario di dalam rumah. Tindakan tersebut menimbulkan percikan api yang dengan cepat menyambar sepeda motor dan menjalar ke ruang tamu, ruang tengah, hingga atap rumah. “Awalnya, sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi perselisihan terkait tebusan telepon genggam. Kemudian, saudara AA marah-marah dan menyalakan sepeda motor Vario di dalam rumah, lalu di-blayer-blayer. Akibatnya, timbul percikan api yang membakar sepeda motor dan menjalar ke bagian rumah,” ungkap Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, mewakili Kapolresta Pati. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.50 WIB oleh tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Pati dan PT LPI PG Pakis Baru. Dalam kejadian ini, dua unit sepeda motor, yaitu Yamaha Jupiter dan Vario, serta sebagian besar rumah milik Ibu Tun Sodiq hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 23.30 WIB dan segera menerjunkan tim pemadam kebakaran. Setelah tiba di lokasi, kami langsung melakukan upaya pemadaman dan mencatat keterangan saksi-saksi,” jelas AKP Aris Pristianto. Adapun rincian kerugian akibat kebakaran diantaranya dua unit sepeda motor: Yamaha Jupiter dan Vario, sebagian besar bangunan rumah dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 60 juta. Lebih lanjut, AKP Aris Pristianto menambahkan, pihaknya telah melakukan tindakan dengan menerima laporan dari warga, menghubungi dan mengerahkan tim pemadam kebakaran, mendatangi lokasi kejadian dan membantu proses pemadaman, serta mencatat keterangan saksi-saksi. “Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, serta menjaga emosi agar tidak menimbulkan tindakan yang merugikan,” pungkas AKP Aris Pristianto. (Kasnadi) Sumber:(Humas Resta Pati)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya mempercepat program-program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan kemiskinan. Penegasan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Gubernur dan perwakilan Tanoto Foundation di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Menurut Luthfi, Tanoto Foundation telah lama menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dan berbagai instansi terkait, khususnya sejak tahun 2018. Kala itu, lembaga filantropi tersebut turut berperan dalam peningkatan kompetensi pendidikan serta pembangunan fasilitas kesehatan. “Tanoto Foundation ini sudah lama bekerja sama. Sejak saya menjadi Kapolda, mereka sudah membangun beberapa fasilitas kesehatan. Beliau akan menegaskan kembali kerja sama mulai kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan,” ujar Luthfi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang lebih erat ini akan mempercepat eksplorasi dan pelaksanaan berbagai program, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, tingkat kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada di angka 9,58 persen, sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan mitra strategis untuk menurunkannya. Dalam bidang pendidikan, Gubernur Luthfi menyoroti pentingnya transformasi pendidikan ke arah yang lebih relevan dengan dunia kerja. Fokusnya adalah pada pendidikan vokasi dan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak sumber daya manusia yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan investasi. Sementara itu, Senior Advisor Tanoto Foundation, Ari Gudadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) di lima kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2018–2022. Program ini telah menjangkau 174 sekolah mitra, melibatkan 209 fasilitator daerah, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.700 kepala sekolah dan guru, serta 57.000 siswa. “Kegiatannya tentang pengembangan kompetensi usia dini, juga bagaimana peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi anak didik kita,” terang Ari. Di bidang kesehatan, khususnya penurunan stunting, Tanoto Foundation telah aktif sejak 2022. Berdasarkan data mereka, prevalensi stunting di Jawa Tengah masih sekitar 20,7 persen, dengan 14 daerah berada di atas rata-rata provinsi. Program intervensi dilaksanakan di empat wilayah: Brebes, Kabupaten Tegal, Banyumas, dan Kota Semarang, mencakup delapan kecamatan dan 16 desa/kelurahan. Ari menambahkan bahwa penurunan stunting di Jawa Tengah secara umum menunjukkan hasil yang baik, namun percepatan di beberapa daerah masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kolaborasi antara Tanoto Foundation dan pemerintah daerah menjadi sangat penting, termasuk penguatan regulasi untuk mendukung implementasi program secara optimal. Dengan peningkatan kerja sama ini, diharapkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat diadopsi lebih luas di berbagai wilayah Jawa Tengah, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – 14 April 2025 Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya percepatan investasi untuk mendukung pembangunan daerah. Dalam pembukaan kegiatan Capacity Building & Business Matching bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Tengah di Hotel PO Semarang, Senin (14/4), Luthfi menyatakan bahwa 85 persen pembangunan daerah masih bergantung pada investasi. “Kalau perlu pabrik biting pun di Jateng dilayani, karena 85 persen pembangunan daerah dari investasi,” tegas Luthfi, disambut antusiasme para peserta yang hadir dari berbagai OPD, kepala daerah se-Jateng, hingga perwakilan Konsulat Jenderal Australia. Untuk memperkuat akselerasi investasi, Gubernur meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan kualitas layanan terhadap para investor. Ia juga mendorong kolaborasi antardaerah dalam merancang pendekatan strategis pengembangan wilayah, seperti kerja sama antar kabupaten/kota di eks-karesidenan serta antarwilayah seperti Blora dan Rembang. “Ini kita brainstorming, supaya investasi di wilayah kita berkembang,” tambahnya. Luthfi juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi, terutama dalam perizinan. Ia meminta agar proses perizinan dipercepat dan hambatan administratif dipangkas demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Di sisi lain, Luthfi memastikan bahwa Jawa Tengah tidak kekurangan tenaga kerja. Ia menyebutkan, sepanjang 2024, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp88,4 triliun dengan 65.815 proyek dan serapan tenaga kerja hingga 400 ribu orang. Guna menjawab tantangan kebutuhan industri modern, pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pelatihan lain akan terus digalakkan. Dalam rangka mendukung sektor logistik dan mobilitas investasi, Luthfi menyatakan akan mendorong revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan mengupayakan agar Bandara Jenderal Ahmad Yani kembali menyandang status sebagai bandara internasional. Sementara itu, Kepala KPwBI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menyebut forum ini sebagai bagian dari upaya strategis merancang arah investasi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, fokus kerja sama diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan ekonomi sirkular. “Ini sejalan dengan potensi Jateng sebagai lumbung pangan nasional,” ungkap Rahmat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga keuangan, Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi magnet investasi nasional dan regional.(Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id