SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, akan menerbitkan surat edaran kepada dinas terkait untuk mendorong pengolahan sampah sejak tingkat rumah tangga. Langkah tersebut diambil guna mencegah penumpukan di TPA yang berpotensi menimbulkan bencana. Dimana muaranya kata dia berasal dari sampah rumah tangga. Hal tersebut disampaikan Bobby saat meninjau Kampung Ciseureuh RT 01 RW 01, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, pascabencana, Sabtu malam (9/8/2025). ‎Ia juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bahan makanan, minuman, serta kebutuhan pokok untuk tujuh hari ke depan. ‎“Atas nama wali kota, saya mengapresiasi warga, RT, RW, lurah, dan camat yang bergotong royong pascabencana. Terima kasih juga kepada anggota dewan yang standby sejak malam kejadian,” ujarnya Minggu (10/8/2025). Bobby turut menyampaikan duka cita mendalam dan salam dari Wali Kota yang sedang bertugas di Makassar. Dia berpesan agar masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing terutama sampah. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Een Rukmini, menegaskan pihaknya tengah memetakan wilayah terdampak dan kebutuhan masyarakat bersama BPBD, kecamatan, dan Kesra Setda. Bantuan sementara yang telah disalurkan meliputi natura, kasur, selimut, dan beras untuk kebutuhan satu hingga dua hari ke depan. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Harapan warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, untuk memiliki jalan mulus beraspal di ruas Cipeundeuy–Cimandala mulai terwujud. ‎Proyek pengaspalan senilai Rp778,93 juta dari APBD Kabupaten Sukabumi TA 2025 dikerjakan oleh CV Aditya Sanubari dengan Nomor SPMK: 000.3.3.06/SPMK/RK.115/DPU/2025 dikerjakan Sejak akhir Juni 2025. Ratusan warga, dipimpin para ketua RT, kompak bergotong royong merapikan bahu jalan dalam kegiatan “Sabilulungan” pada Minggu (10/8/2025). ‎Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’Adi, turut serta dalam kerja bakti dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang telah memenuhi janji perbaikan jalan tersebut. ‎“Terimakasih kami ucapkan pada Pemkab Sukabumi atas terealisasi pembangunan jalan ini. Besar harapan kami ruas jalan ini segera tuntas agar aktivitas warga lancar,” ujar Kades Bakang. Warga setempat juga menyampaikan rasa syukur setelah belasan tahun menunggu perbaikan. Jalan ini menjadi akses utama ke destinasi wisata Pantai Kalaju. Kerja bakti ini sekaligus menjadi wujud syukur menjelang HUT ke-80 RI. ‎Yang menarik Pemdes Cipeundeuy menyiapkan “Gebyar Sabilulungan” dengan pembagian doorprize berupa mesin cuci, kulkas, sepeda, hingga kompor gas. ‎Puncak acara akan digelar pada 18 Agustus malam dengan istigasah dan doa bersama dipimpin Ketua MUI Desa, Kiai Sahudin. ‎Acara dihadiri Camat Surade Unang Suryana, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, perangkat desa, para RT/RW, dan ratusan warga. Untuk urusan kreativitas, warga Desa Cipendeuy paling aktif dan bersemangat dalam menyambut HUT RI tahun ini. Disepanjang jalan ratusan umbul-umbul bertebaran dengan kombinasi warna warni. (Dicky)

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menuntaskan pendakian Gunung Ciremai dengan jalur turun di wilayah Kabupaten Majalengka pada Sabtu (9/8/2025). Kedatangan dan perjalanan turun Kapolda beserta rombongan di wilayah hukum Polres Majalengka mendapat pengawalan langsung dari Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran. Pendakian yang dilakukan Kapolda Jabar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehari sebelumnya, Jumat (8/8/2025), Kapolda meresmikan Shelter Pesat Gatra 93 (Pos PG 93) di Pos 3 Jalur Palutungan, hasil kerja sama Polri dan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang difungsikan untuk keselamatan pendaki dan pelestarian alam. Turut mendampingi Kapolda Jabar dalam perjalanan turun, Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Diana Rudi Setiawan, Pejabat Utama Polda Jabar, serta jajaran Bhayangkari. Sedangkan dari Polres Majalengka turut hadir Kapolres Majalengka bersama Wakapolres Kompol Asep Agustoni, S.E., M.M., dan Pejabat Utama Polres Majalengka memastikan seluruh jalur aman hingga kegiatan selesai. “Kami mengawal penuh perjalanan Bapak Kapolda dan rombongan di wilayah Majalengka demi memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian,” kata AKBP Willy Andrian. Pendakian ini juga menjadi momentum simbolis pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Ciremai, sebagai penghormatan kepada para pahlawan dan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keutuhan NKRI. Dengan pengamanan yang ketat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (Asep.R)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Banjir limpasan Sungai Ciseureuh yang melanda Kampung Ciseureuh, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, pada Sabtu malam (9/8/2025) telah surut. Genangan di RT 01 RW 01 tersebut sempat memengaruhi 21 kepala keluarga (KK) dan memaksa sebagian warga mengungsi. Sejak malam kejadian, unsur BPBD, Tagana, Polsek, Koramil, DLH, Damkar, serta aparatur pemerintah setempat bergerak cepat mengevakuasi warga ke lokasi aman. Posko bencana, termasuk Posyandu setempat, menjadi tempat penampungan sementara bagi korban terdampak. Camat Gunungpuyuh, Widya Yudha Setiawan, mengungkapkan banjir terjadi akibat penyumbatan aliran di hulu sungai wilayah RW 05 oleh tumpukan sampah. Kondisi itu membuat air meluap dan menerjang permukiman yang dihuni sekitar 60 KK. “Dinas PU telah melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai untuk mengidentifikasi titik penyumbatan sekaligus merumuskan langkah pencegahan,” kata Yudha, Minggu (10/8/2025). ‎Ia juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada musim hujan dengan curah tinggi. Dia juga menggugah kesadaran masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam pelestarian lingkungan. Pasca surut, tim gabungan melakukan pembersihan lumpur dan sampah, memulihkan akses jalan yang sempat terputus, serta memperbaiki sementara beberapa saluran air agar tidak kembali meluap saat hujan turun. Dinsos Kota Sukabumi telah diminta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan kebersihan untuk meringankan beban warga selama masa pemulihan. “Pemerintah juga mendorong pembentukan kelompok siaga bencana di setiap RW rawan banjir,” tegasnya. ‎Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Agus Samsul, menegaskan bahwa banjir ini menjadi pengingat pentingnya disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Ia mendorong pemerintah mempercepat program normalisasi sungai dan memperbanyak fasilitas pembuangan sampah di wilayah padat penduduk. ‎Relawan dari berbagai komunitas turut membantu membersihkan rumah warga, menyalurkan bantuan, dan memberi pendampingan bagi anak-anak yang terdampak. Meski cuaca di Gunungpuyuh pada Minggu sore cenderung cerah, BPBD tetap menempatkan tim siaga menghadapi potensi hujan deras beberapa hari ke depan. (Usep)

Kalbar, Bidik-kasusnews.com – Sekadau Kalimantan Barat Sabtu—09-Agustus-2025 Kondisi Sungai Sekadau di Desa Mungguk, RT 13/RW 003, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kian memprihatinkan. Air sungai yang menjadi sumber utama kebutuhan warga, terutama para petani keramba, kini tidak layak lagi digunakan akibat tercemar limbah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu.   Iwan, seorang petani keramba setempat, mengungkapkan kepada awak media bahwa meski Polres Sekadau telah menangkap empat pekerja tambang ilegal, penindakan itu tidak menyentuh akar masalah. Itu hanya menyenangkan hati masyarakat sesaat. Faktanya, di banyak desa aktivitas tambang emas ilegal masih marak dan tidak ditindak,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025). Berdasarkan penuturan Iwan, sejumlah lokasi yang disebut menjadi pusat aktivitas PETI namun tidak tersentuh hukum di antaranya: Desa Tembaga (Dusun Perobut dan Dusun Tembaga, wilayah Nanga Rake) diperkirakan 50 unit mesin tambang aktif. Desa Landau Apin (Dusun Enturah, Landau Menserai, dan Dusun Landau Apin) sekitar 30 unit mesin tambang. Desa Kebau (Dusun Kebau, Jongkong, dan Sungai Hijau) 20–30 unit mesin tambang. Lembah Beringin, Batu Pahat, Tanjung Kelapa, Kesimoi, dan Riam Pedara 30–40 unit mesin. Desa Landau Kumpai sekitar 5–6 unit mesin. Desa Koman hingga Engkulun 15–20 unit mesin. Menurut Iwan, keberadaan ratusan mesin tambang ilegal ini seolah “tidak terlihat” oleh aparat penegak hukum (APH). Semakin hari jumlahnya bertambah, seperti ternak ikan yang berkembang biak. Tidak ada penindakan tegas,” tegasnya. Pencemaran sungai kini berdampak langsung pada keramba ikan milik warga. Iwan mengaku, dari total 2.000 ekor ikan yang ia pelihara, kini tersisa hanya sekitar 800 ekor. Setiap hari ada ikan mati. Air sudah tercemar berat limbah tambang,” keluhnya. Ia menyesalkan lambannya respon pemerintah daerah maupun APH terhadap keluhan warga. Seolah pemerintah dan aparat tutup mata dan telinga terhadap teriakan masyarakat,” pungkasnya. Dugaan keterlibatan atau pembiaran dari oknum-oknum tertentu membuat masyarakat semakin pesimis akan adanya penegakan hukum yang adil. Aktivitas PETI di Sekadau tidak hanya mengancam lingkungan dan mata pencaharian warga, tetapi juga memicu kerusakan ekosistem yang berpotensi permanen jika tidak segera dihentikan. Wartawan H.Riyan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sebuah kecelakaan tragis menewaskan RP (26), pemotor asal Sukabumi, di Jalan Raya Palabuhan II, Kampung Sampora, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Sabtu (9/8/2025) pagi. ‎Korban mengalami luka parah, korban akhirnya meninggal di lokasi kejadian setelah tergilas truk tronton Isuzu bernopol F 9379 FH. ‎Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit, menjelaskan, peristiwa bermula saat RP yang mengendarai Honda Scoopy F 6596 WAO keluar dari gang kecil menuju arah Pangleseran tanpa memperhatikan arus lalu lintas. ‎”Korban diduga tidak melihat kendaraan dari arah belakang,” ujarnya. Pada saat bersamaan, Honda PCX F 2984 UCQ yang dikendarai RD (24) melaju dari arah belakang dan bersenggolan dengan motor korban. Akibat bersenggolan  membuat RP terjatuh ke sisi kanan jalan, tepat di jalur truk tronton yang datang dari arah berlawanan. ‎“Karena jarak sudah terlalu dekat, pengemudi truk tidak sempat menghindar,” kata Wangsit. Korban yang tidak memakai helm mengalami luka parah di kepala dan meninggal di tempat. Jenazahnya dibawa ke RSUD Sekarwangi Cibadak. ‎Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengendara PCX dan sopir truk. Polisi juga mengamankan barang bukti kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut. ‎Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat memasuki jalan utama, terutama dari gang kecil yang kerap membatasi jarak pandang. Kondisi jalan yang ramai di jalur Palabuhan II juga menuntut pengendara untuk selalu memeriksa arus lalu lintas dari kedua arah. ‎Satlantas Polres Sukabumi mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan helm berstandar SNI, menjaga kecepatan, dan memastikan kondisi aman sebelum keluar dari gang atau persimpangan. Langkah kecil ini, menurut polisi, dapat menghindarkan dari risiko kecelakaan fatal. (Reno)

TEMANGGUNG. BIDIK-KASUSNEWS.COM Meriahkan menyambut HUT RI ke 80 Pemdes Desa badran Adakan Lomba Senam Lamsia. Guna memper Erat Tali Persaudaraan v Menyabut hari Ulang Tahun Kemerdakan Sabtu 9/8/25. Selain Lomba Senam juga lomba menghias Tumpeng Semua itu Semata mata Untuk memupuk Kekompakan Saling Gotong Royong dan Saling Asah Asih Asuh. Kepala desa Badran nopirmansah Paparkan Dalam lomba Ini Akan Diambil tiga Pemanang dan Akan Mendapatkan hadiah uang pembinan juga piagam untuk Kenang Kenangan. Hadiah Sebagai Sumbangsih ibu ibu PKK berkolaborasi dengan Pemdes Dsa Badran Kecamatan Kranggan.tuturnya. Kepala desa juga menjelaskan ditahun ini sangat melelahkan Banyak pr dikarnakan Banyak Kebijakan Pemerintah Pusat Yang Terbaru Pemerintah desa harus mengikuti demi Kemajuan dan kemasalahan masyarakat desa maka kita juga harus mengikuti bagaimana juklak juknis Apa yang harus cairkan supaya Tidak menjadi yg silpa ditahun yang akan datang.pungkasnya. Jurnalis ( trm )

Kalbar, Bidik-kasusnews.com Kubu Raya Kalimantan Barat Sabtu—09-Agustus-2025 Puluhan warga Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, secara kompak memasang sejumlah baliho besar di titik-titik strategis wilayah mereka. Baliho tersebut memuat pernyataan tegas bahwa lahan yang selama ini mereka kelola merupakan bagian dari wilayah administratif Desa Rasau Jaya Umum, sekaligus bentuk penolakan terhadap klaim sepihak sekelompok orang yang mengaku sebagai pemilik lahan. Aksi ini dipicu keresahan warga setelah muncul pihak-pihak yang tiba-tiba mengklaim kepemilikan atas tanah yang telah digarap dan dijaga masyarakat setempat selama puluhan tahun. Pemasangan baliho dilakukan di area perbatasan dengan Desa Punggur Kecil, sebagai penanda garis batas yang telah disepakati bersama. Plt Kepala Desa Rasau Jaya Umum, Sebastian, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan preventif, bukan provokasi. Beberapa waktu lalu memang sempat terjadi keributan antarwarga. Ada kelompok yang mengklaim tanah tersebut masuk wilayah kelompok tani Punggur Kecil. Padahal, sesuai kesepakatan kedua desa, lahan ini jelas berada di wilayah administrasi Rasau Jaya Umum,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) pagi. Kepala Dusun Punggur Kecil, Suratman, dan warga setempat Baharudin mengonfirmasi bahwa lahan yang dipersoalkan memang berada di titik perbatasan tiga desa: Pematang Tujuh, Rasau Jaya Umum, dan Punggur Kecil. Hasil pengukuran menunjukkan segmen lahan itu masuk wilayah Rasau Jaya Umum. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Rasau Jaya, Agustinus Simas, memperingatkan bahwa konflik batas desa adalah “bom waktu” jika tidak diselesaikan permanen. Ia mengusulkan agar Pemkab Kubu Raya membangun batas fisik yang jelas, seperti memperlebar parit perbatasan. Kalau paretnya besar, orang mau melompat pun mikir. Kalau kecil, orang gampang saja melewati, dan masalah akan muncul lagi di masa depan,” katanya. Ketua RW 09 Dusun Rasau Karya, Abdul Rahim, menambahkan bahwa sejak 2001 batas wilayah tidak pernah menjadi masalah. Ia menduga kericuhan dipicu oleh pihak luar yang bukan warga asli, tetapi mengaku memiliki lahan. Kami ini sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan warga Punggur, tidak pernah ada masalah. Yang jadi masalah itu orang luar yang datang dan mengklaim tanah tanpa prosedur,” tegasnya. Ketua LBH Herman Hofi Law, Dr. Herman Hofi Munawar, yang turut hadir, mengapresiasi inisiatif warga menjaga kondusivitas dan meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret menyelesaikan konflik agraria ini. Kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, jangan sampai masuk ranah hukum. Tapi jika klaim sepihak terus terjadi, langkah hukum akan menjadi pilihan terakhir,” ujarnya. Ia juga meminta aparat kepolisian proaktif memantau perkembangan dan bertindak cepat jika ada pelanggaran hukum. Yang rugi kalau sampai terjadi keributan adalah masyarakat sendiri, bukan orang luar. Maka rasa kebersamaan harus selalu kita jaga,” pungkasnya. Aksi warga Rasau Jaya Umum ini menjadi peringatan bahwa konflik batas wilayah dan klaim lahan tanpa dasar dapat mengancam harmoni sosial. Warga berharap pemerintah segera mengambil keputusan final demi menghindari pecahnya konflik horizontal di masa depan. Pewarta : Jono Aktivis98 Editor Mulyawan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Pasir Dalem dan Leuwipeucang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, serta Kampung Pasir Dalem, Desa Babakanpari, mengeluhkan tebalnya debu di jalan pascalongsor beberapa hari lalu. ‎Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, membuat warga sulit bernapas dan mengganggu pandangan pengguna jalan. Jika ini berlangsung lama, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan. “Kalau siang, debunya parah sekali. Kami sering batuk dan mata perih,” ujar Erni, warga setempat, Sabtu (9/8/2025). Menurutnya, masalah ini seharusnya bisa ditangani melalui anggaran penanggulangan bencana yang sudah diatur dalam peraturan pemerintah. ‎Mengacu Permendesa PDTT No. 8 Tahun 2022, dana desa dapat digunakan untuk penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan kebutuhan mendesak. Rincian kegiatan yang dapat didanai mencakup evakuasi korban, penyediaan logistik darurat, pembersihan lokasi terdampak, perbaikan infrastruktur desa, pembangunan tanggul darurat, hingga pelatihan kebencanaan. Dalam APBDes, pengeluaran ini masuk kategori Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa, misalnya untuk tanggap darurat bencana longsor Rp30 juta, bantuan logistik Rp10 juta, dan pembangunan talud sementara Rp50 juta. Dasar hukum lain seperti Permendagri No. 20 Tahun 2018 memberi fleksibilitas perubahan APBDes saat darurat, sementara UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menjamin penggunaan dana desa untuk kebutuhan prioritas masyarakat. ‎Warga berharap pemerintah Desa Mekarsari segera melakukan penyiraman jalan atau pembersihan menyeluruh agar aktivitas kembali normal. Sebelumnya, material longsor sudah dibersihkan dengan alat berat, namun sisa tanah kering di jalan kini menjadi sumber debu. ‎”Siang malam debu masuk rumah, pernapasan kami terganggu, perabotan pun kotor. Kami akan terus menyuarakan ini sampai ada solusi,” tegas Erni. (Reno)

Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon melaksanakan Silaturahmi dan Pemasangan Bendera Merah Putih Bersama Supir Angkutan Barang Kabupaten Cirebon, Jumat (8/8/2025). Kegiatan tersebut bertempat di PT. Patria Inti Sejahtera, Jl. Raya Palimanan, Desa Palimanan Timur Kec. Palimanan Kab. Cirebon. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolresta Cirebon KOMBES POL. SUMARNI, S.I.K., S.H., M.H., dan dihadiri jajaran PJU Polresta Cirebon. Dalam kesempatan itu, Kapolresta Cirebon membagikan doorprize dan 50 paket sembako kepada para driver angkutan barang. Kapolresta Cirebon KOMBES POL. SUMARNI, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan, kegiatan kali ini selain silaturahmi kamtibmas dengan masyarakat juga untuk melakukan pemasangan Bendera Merah Putih Bersama para Supir Angkutan Barang di wilayah Kab. Cirebon. “Alhamdulillah di hari yang berbahagia ini kita bisa bersilaturahmi dengan staff dan pengemudi PT. Patria Inti Sejahtera. Kami datang kesini dalam rangka silaturahmi dan memastikan para pengemudi aman dalam melaksanakan pekerjaanya,” katanya. Ia berharap seluruh masyarakat kab. Cirebon dapat menjadi pelopor keselamatan lalulintas. Pihaknya mengakui Tugas utama kepolisian adalah harkamtibmas, melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. “Tolong umtuk para pengemudi agar tidak memaksakan muatan menjadi over kapasitas untuk keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainya. Kami akan memberikan edukasi ke pengusaha utk membantu pengemudi supaya tidak over kapasitas dalam membawa muatan,” ujarnya. Menurutnya, Beberapa kali melihat langsung pengemudi yang membawa barang melebihi volume kendaraan atau over kapasitas. Padahal, Jika kelebihan muatan maka kendaraan itu menjadi tidak stabil di perjalanan dan dapat merugikan pengemudi maupun pengendara lainnya. “Jika kami menegur Bapak-bapak dijalan bukan berarti kami tidak mendukung pekerjaan Bapak, itu karena kami peduli dengan keselamatan para pengendara, dan menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi Laka lantas dijalan karena ada mobil yang over kapasitas maka yang disalahkan bukan hanya driver tapi pengusahanya juga,” jelasnya. Ia pun mengingatkan agar para pengemudi angkutan barang tidak parkir sembarangan di jalan raya, khususnya ketika berada di dalam tol. Pihaknya pun mengajak untik saling menjaga dan saling menghormati sesama pengguna jalan, sehingga dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Jika di jalan ada kendala, ada preman atau geng motor, jangan ragu untuk menelpon kami di hotline 110. Dengan datangnya kami kesini kami juga ingin mengajak para driver untuk memasang Bendera Merah putih sebagai bentuk nasionalisme dan rasa bersyukur kita dalam rangka Kemerdekaan RI ke-80,” pungkasnya. (Asep Rusliman)