Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dilaksanakan di Gedung Perfilman Jakarta, Sekretariat Seksi Film PWI Jaya, Jalan HR Rasuna Said No. 22, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan yang tergabung dalam PWI Jaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan pemahaman anggota terkait aturan organisasi dan kode etik jurnalistik. Sekretaris PWI Jaya, Arman Suparman, dalam paparannya menegaskan pentingnya setiap insan pers memahami dan menerapkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. “Seorang jurnalis harus tahu struktur organisasi dan aturan main di internal PWI, agar tugas jurnalistik dapat berjalan profesional dan terarah,” ujarnya. Selain itu, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI DKI Jakarta, Irda Wati, mengingatkan seluruh peserta tentang penerapan Kode Etik Jurnalistik yang memuat 11 pasal penting. “Yang paling utama adalah pasal 2, yaitu menghasilkan berita berdasarkan fakta yang jelas sumbernya. Tidak boleh ada berita tanpa verifikasi atau cenderung memihak,” tegas Irda. Ia juga mengingatkan bahwa berita harus disajikan secara berimbang (balancing) agar tidak menimbulkan persoalan hukum atau merusak kredibilitas media. “Objektivitas adalah harga mati bagi seorang jurnalis,” tambahnya. Dalam sesi lain, Irda turut memaparkan pedoman pemberitaan ramah anak, khususnya terkait perlindungan identitas anak yang berkonflik dengan hukum, baik sebagai korban maupun saksi. “Nama, alamat, bahkan identitas orang tua harus dirahasiakan demi melindungi anak,” jelasnya. Ketua PWI DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, turut memberikan materi terkait peran pers sesuai amanat Undang-Undang Pers Pasal 28F, yakni kebebasan memperoleh dan menyampaikan informasi. Ia juga mengingatkan bahwa prinsip dasar penulisan berita tetap mengacu pada 5W+1H, namun untuk kebutuhan praktis di lapangan, cukup 3W+1H pun dapat memenuhi standar informasi asal akurat dan jelas. “Penulisan berita tidak boleh asal viral, tapi harus bertanggung jawab. Kita jaga marwah profesi wartawan,” ucap Handoyo. Sementara itu, Bendahara PWI Jaya, Yoga, mengingatkan wartawan agar tidak sembarangan menghapus (take down) berita yang sudah dipublikasikan. “Solusinya adalah memberikan hak jawab, bukan menghapus berita. Itu bagian dari etika dan profesionalisme,” tegasnya. Dalam kegiatan ini, para peserta juga diberi arahan terkait syarat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Utama, yakni minimal lima tahun aktif di media serta menjabat sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred). Orientasi ini diharapkan dapat melahirkan insan pers yang lebih kompeten, memahami aturan organisasi, serta menjalankan tugas jurnalistik dengan integritas dan tanggung jawab. (Agus)

SUKABUMI, BIDIK-KASUSNEWS.COM– Dua evaluator dari UNESCO Global Geopark (UGGp), Zhang Chenggong asal Tiongkok dan Bojan Rezun dari Slovenia, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan budaya dan edukasi yang disuguhkan di SMPN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/7/2025). ‎ ‎Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses validasi lanjutan terhadap status Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UNESCO Global Geopark (CPUGGp). ‎ ‎Tamu mancanegara itu disambut pertunjukan seni khas Sunda, permainan tradisional, hingga pameran karya lukis. Mereka juga menelusuri ruang-ruang edukatif yang menampilkan keunikan geologis dan keindahan lanskap CPUGGp. ‎ ‎Zhang menilai Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengelola geopark secara berkelanjutan. “Tidak ada geopark yang sempurna, tapi kami di sini untuk membantu agar CPUGGp semakin berkembang,” ujarnya. ‎ ‎Senada dengan itu, Bojan mengaku kagum dengan sambutan masyarakat dan keaslian alam Sukabumi. Ia bahkan memilih tinggal lebih lama di kawasan geopark sebagai bentuk penghormatan pribadi atas pesona yang ditawarkan. ‎ ‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan bahwa kunjungan ini bukan sekadar penilaian teknis, tetapi juga bagian dari diplomasi pariwisata. “Yang membuat mereka kagum bukan hanya pertunjukan, tetapi juga lanskap asli dan temuan fosil Megalodon di kawasan ini,” ungkapnya. ‎ ‎Ia menambahkan bahwa para evaluator lebih tertarik menikmati langsung alam Ciletuh-Palabuhanratu dibandingkan menyaksikan dokumentasi visual. Hal ini menandakan bahwa kawasan ini memiliki daya tarik autentik yang kuat dan layak diperhitungkan di kancah internasional. ‎ ‎Validasi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi CPUGGp sebagai geopark kelas dunia dan mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. ‎ ‎Selain menyoroti aspek geologis dan budaya, para evaluator juga memperhatikan peran pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan. Mereka mengapresiasi antusiasme para pelajar, guru, dan warga lokal yang aktif mempromosikan geopark melalui edukasi dan kesenian. ‎ ‎Bahkan selama kunjungan berlangsung, terlihat interaksi hangat antara evaluator dengan siswa yang mempresentasikan kekayaan alam Sukabumi dalam bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan kesiapan generasi muda dalam memperkenalkan potensi daerah ke kancah global. ‎ ‎Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap, melalui validasi ini, CPUGGp dapat terus dipertahankan statusnya dan menjadi model pengelolaan geopark berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat. (DICKY) ‎

Majalengka Bidik-kasusnews.com,.Guna menjaga kedisiplinan dan profesionalisme anggota dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Polres Majalengka kembali menggelar apel pagi dan apel fungsi pada Rabu, (02/07/2025). Apel Fungsi yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu ini dipimpin oleh para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), dan Kepala Seksi (Kasie) sesuai dengan fungsi masing-masing. Yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan apel kali ini adalah adanya pengawasan langsung oleh Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Majalengka yang dipimpin oleh Kasie Propam Iptu Yudhi F.B Simanjuntak, S.H dan Personil Propam Polres Majalengka. Dalam pemantauannya, Iptu Yudhi menegaskan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam membangun kinerja Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Ia juga menekankan bahwa setiap anggota harus hadir tepat waktu, menggunakan seragam sesuai ketentuan, serta siap menjalankan arahan pimpinan dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah menunjukkan komitmen dan kedisiplinan dalam pelaksanaan apel. Dalam arahannya, AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H menekankan pentingnya memperkuat sinergi antar fungsi demi optimalnya pelaksanaan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. “Apel bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan momentum strategis untuk konsolidasi internal. Melalui apel, kita satukan persepsi, sampaikan arahan, dan bangun soliditas demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar AKBP Willy Andrian, S.H., S.I.K., M.H dengan penuh penegasan. Apel pagi dan apel fungsi di lingkungan Polres Majalengka terus menjadi sarana pembinaan personel dan refleksi harian guna memastikan bahwa seluruh lini organisasi berjalan secara tertib, disiplin, dan selaras dengan prinsip-prinsip Polri Presisi. (Asep Rusliman)

Bekasi, Bidik-kasusnews.com — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan publik figur kembali mencuat. Dewi Wulan dan DJ Natagein, didampingi kuasa hukum Ananta Rangkugo, SH., menggelar konferensi pers di Club Sevensix, Green House Cafe, Apartemen Lagoon Bekasi, Rabu (2/7/2025). Mereka secara resmi mengumumkan telah melayangkan somasi kepada Lisa Mariana (LM) atas dua dugaan pelanggaran hukum yang merugikan kliennya secara materiil maupun moril. Menurut keterangan Ananta, kasus pertama terkait transaksi pembelian piyama melalui akun Instagram milik LM pada 12 April 2025. Dewi Wulan disebut telah melakukan pembayaran penuh, namun hingga saat ini barang yang dipesan tak kunjung diterima. “Somasi ini adalah langkah awal untuk meminta pertanggungjawaban Lisa Mariana atas kerugian yang dialami klien kami, baik dari sisi finansial maupun nama baik,” ujar Ananta kepada awak media. Selain itu, Ananta juga mengungkapkan adanya dugaan penggelapan uang senilai Rp10 juta. Uang tersebut dipinjamkan Dewi Wulan kepada LM pada 19 April 2025 tanpa perjanjian tertulis, berdasarkan kepercayaan karena hubungan pertemanan. “LM sempat berjanji melunasi utang tersebut mulai 23 April, namun hingga kini tidak ada realisasi. Justru yang terjadi adalah berbagai janji palsu dan penundaan,” tegas Ananta. Di hadapan media, Dewi Wulan mengaku awalnya membantu LM karena iba melihat kondisi keuangan sahabatnya itu. Namun, setelah komunikasi sulit dilakukan dan kewajiban tidak dipenuhi, dirinya terpaksa menempuh jalur hukum. “Kami tidak ingin ini terulang ke orang lain. Banyak kasus penipuan atau penggelapan yang bermula dari relasi pertemanan, bahkan manipulasi psikologis. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” ujar Dewi. DJ Natagein turut menambahkan, kejahatan berbasis relasi kerap membuat korban ragu melapor karena rasa sungkan atau takut dihakimi. Ia berharap langkah mereka ini dapat membuka mata publik tentang pentingnya menjaga kepercayaan dan melawan penyalahgunaan hubungan sosial. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lisa Mariana belum memberikan pernyataan resmi terkait somasi tersebut. Namun, beredar kabar di media sosial bahwa LM merasa tertekan atas tuduhan yang mengemuka. Kuasa hukum Dewi menegaskan, tujuan somasi bukan untuk mempermalukan siapa pun, melainkan sebagai bentuk penegakan hukum dan perlindungan atas ketulusan yang disalahgunakan. “Kasus ini bisa jadi kecil secara nominal, tapi besar secara prinsip. Kami ingin masyarakat sadar bahwa kejahatan, apalagi yang berulang dan sistematis, harus dihadapi dengan langkah hukum yang tepat,” pungkas Ananta. Konferensi pers ini menjadi sorotan publik, mengingat sebagian besar informasi sebelumnya hanya simpang siur di media sosial. Langkah ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi tentang pentingnya transparansi, etika, dan tanggung jawab dalam berbisnis maupun menjaga hubungan sosial. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 2 Juli 2025 – Komitmen Rutan Kelas IIB Jepara dalam mendukung pemilu yang inklusif kembali ditunjukkan. Pada Rabu, 2 Juli 2025, Rutan Jepara turut berpartisipasi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara. Dalam rapat yang digelar di Kantor KPU Jepara ini, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan (Kasubsie Yantah) Yusril Arinaldy Asdira hadir bersama tim pelayanan tahanan untuk memastikan data warga binaan yang memiliki hak pilih tetap terdata secara sah dan akurat. Partisipasi Rutan Jepara dalam agenda penting ini menjadi bukti bahwa demokrasi tidak memandang sekat dan status sosial. Warga binaan tetap memiliki hak konstitusional yang harus dilindungi dan difasilitasi oleh negara. Rapat pleno ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum serta Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan secara terbuka untuk menjamin keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik. Sebagai penutup, seluruh pihak yang hadir menandatangani Berita Acara hasil rekapitulasi PDPB Triwulan II Tahun 2025 yang menjadi dokumen sah sebagai dasar data pemilih terkini. Melalui keikutsertaan ini, Rutan Jepara menegaskan dukungan penuh terhadap jalannya demokrasi yang adil, inklusif, dan akurat, dengan memastikan bahwa warga binaan tetap terintegrasi dalam proses pemilu nasional.(Wely-jateng)

Lampung, Bidik-kasusnews.com Lampung Selatan ,- Polres Lampung Selatan memperingati Hari Bhayangkara ke-79 dengan menggelar upacara di lapangan apel Mapolres pada Selasa (1/7/2025). Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, media, serta para personel Polri dan Bhayangkari. Tahun ini, peringatan mengusung tema nasional “Polri untuk Masyarakat”, yang menegaskan bahwa eksistensi dan seluruh tanggung jawab institusi kepolisian berpijak pada kepentingan rakyat. Dalam amanat yang di bacakan oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi selaku pimpinan upacara, ditegaskan bahwa Hari Bhayangkara merupakan momen penting untuk merefleksikan kembali perjuangan dan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Keadilan dalam penegakan hukum, profesionalitas dalam pelayanan publik, serta perlindungan yang humanis dan inklusif disebut sebagai pilar utama dalam mewujudkan kepolisian yang berpihak pada rakyat” Lanjutnya. Selain itu, Polri juga diarahkan untuk menjadi bagian dari kekuatan strategis bangsa dalam mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Lima langkah konkret yang disorot dalam sambutan tersebut antara lain menjaga stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi utama pembangunan, memperkuat penegakan hukum secara adil dan proporsional, mendukung reformasi birokrasi melalui pelayanan cepat dan transparan, melindungi demokrasi serta hak asasi manusia, serta membangun kemitraan aktif dengan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang partisipatif. “Polri yang kuat adalah Polri yang dicintai rakyat, bekerja untuk rakyat, dan tumbuh bersama rakyat,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Polres Lampung Selatan memberikan penghargaan kepada 45 penerima, baik dari unsur internal kepolisian maupun eksternal yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas-tugas Polri dan menjaga situasi kamtibmas. Dari internal kepolisian, penghargaan diberikan kepada sejumlah unit pelayanan publik seperti Bag Ren, SPKT, Unit Identifikasi, Siwas, Propam, SIM, Samsat, dan SKCK, atas dedikasi mereka dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan juga diberikan kepada para personel yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengungkapan kasus, khususnya kasus narkotika. Salah satu penerima utama adalah Aiptu Suroso yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Penengahan, atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,09 kilogram. Bersama tim dari Satres Narkoba, penghargaan serupa turut diterima oleh Ipda Akhmad Tarmizi Setiawan, dan Ipda Rahmat Kurniawan, serta lebih dari 20 personel lainnya yang tergabung dalam unit narkoba. Dari unsur masyarakat, penghargaan diberikan kepada Solikhudinsebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan agama. Dari unsur tokoh agama, Ustad Nurhasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dai Kamtibmas Lampung Selatan, turut mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan kedamaian sosial berbasis keagamaan. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Zahwa Rahmalia sebagai pelatih Polisi Cilik (Pocil), yang dinilai berjasa dalam membina anak-anak melalui kedisiplinan dan kegiatan edukatif. Melalui peringatan ini, Polres Lampung Selatan ingin menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Momen Hari Bhayangkara ke-79 menjadi ajang refleksi bersama bahwa kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama kekuatan institusi Polri. “Dengan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan tercipta pelayanan yang lebih adil, humanis, dan profesional menuju cita-cita Indonesia Emas 2045” tutup Kapolres.(Mg)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, – Squad Nusantara PAC Mayong menunjukkan kepedulian sosial dengan menjenguk dan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga anggota yang tengah menghadapi musibah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PAC Squad Nusantara Mayong, M. Pranoto, beserta jajaran pengurus.25/6/2025 Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu malam, 25 Juni 2025 pukul 20.00 WIB di kediaman Sdri. Hani’ Afiani yang beralamat di Ngemplak Pelem Kerep, RT 001 RW 003, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Sdri. Hani’ Afiani merupakan anak dari saudara anggota PAC Squad Nusantara Mayong yang sedang sakit. Dalam sambutannya, M. Pranoto menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari bentuk solidaritas dan perhatian organisasi terhadap anggotanya yang membutuhkan. “Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai keluarga besar yang saling mendukung, terutama dalam kondisi seperti ini. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat untuk keluarga,” ujar M. Pranoto. Pada kesempatan tersebut, pihak keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Squad Nusantara PAC Mayong. Mereka merasa sangat terbantu dan terharu atas solidaritas yang ditunjukkan. Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada Bapak Kabid Squad Nusantara yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan sosial ini diharapkan dapat terus menjadi budaya positif dalam tubuh Squad Nusantara, sebagai wadah yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan organisasi, tetapi juga membangun rasa kemanusiaan dan kebersamaan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti lapangan apel Mapolres Jepara, pada Selasa (1/7/2025) pagi. Sebanyak 59 personel Polres Jepara resmi menerima kenaikan pangkat dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Periode 01 Juli 2025 yang digelar mulai pukul 08.00 WIB. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso memimpin langsung upacara yang juga dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Jepara Ny. Dessy Erick Budi Santoso, pejabat utama Polres, jajaran perwira dan bintara, ASN hingga Bhayangkari. Upacara berlangsung penuh semangat, diawali dengan laporan komandan upacara, penghormatan pasukan, pembacaan korps raport, hingga amanat Kapolres yang menjadi inti dari kegiatan. Dalam amanatnya, Kapolres Jepara AKBP Erick menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas atau rutinitas administratif, melainkan bentuk nyata penghargaan dari institusi kepada anggota yang telah menunjukkan integritas, kinerja, dan dedikasi tinggi. “Kenaikan pangkat ini adalah bentuk kepercayaan dan penghargaan dari institusi. Ini bukan hadiah, melainkan hasil dari kerja keras dan pengabdian tanpa cela,” tegas AKBP Erick. Kapolres juga mengingatkan bahwa seiring dengan bertambahnya pangkat, maka bertambah pula tanggung jawab dan ekspektasi yang harus diemban oleh personel. Ia berharap, momentum ini bisa menjadi pelecut semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing. Adapun rincian personel yang menerima kenaikan pangkat adalah Aipda ke Aiptu sebanyak 12 personel, Bripka ke Aipda 32 personel, Brigpol ke Bripka 1 personel, Briptu ke Brigpol 4 personel dan Bripda ke Briptu 10 personel. Tak hanya kepada personel, Kapolres juga memberikan apresiasi tinggi kepada para keluarga, khususnya para istri dan suami yang telah menjadi pendukung setia di balik keberhasilan anggota. “Kenaikan pangkat ini juga milik keluarga. Karena di balik personel yang tangguh, ada keluarga yang kuat dan penuh pengorbanan,” tambahnya. Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan berjalan dengan aman, lancar, serta penuh semangat. Momen ini menjadi cerminan bahwa institusi Polri senantiasa memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi dan terus mendorong semangat Bhayangkara sejati dalam menjalankan tugas.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara

Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat, Selasa (1/7/2025). Sejak pukul 09.00 WIB, ribuan warga dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya memadati area Monas. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan di sekitar Taman Irti Gambir mengalami kepadatan signifikan. Bahkan, waktu tempuh menuju lokasi bisa mencapai dua jam akibat tingginya volume kendaraan dan pejalan kaki. Mayoritas pengunjung datang bersama keluarga, membawa bendera kebanggaan dari masing-masing Polsek di wilayahnya. Nuansa kebersamaan dan semangat nasionalisme begitu terasa di setiap sudut perayaan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). “Polri harus lebih dekat dengan rakyat! Alhamdulillah, negara kuat. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan sejalan dengan kondisi nyata di lapangan. Barokallah,” ujar Presiden dalam sambutannya. Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 ini menjadi momentum penting bagi Polri untuk terus meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat sinergi bersama masyarakat. Acara yang berlangsung hingga sore hari ini tidak hanya diisi dengan upacara resmi, tetapi juga beragam hiburan rakyat, pameran pelayanan publik, serta kegiatan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. (Agus)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Bupati Jepara H. Witiarso Utomo terus bergerak aktif memperjuangkan kemajuan daerahnya. Pada Selasa (1/07/2025), Mas Wiwit—sapaan akrabnya—berkesempatan melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Diaz Hendropriyono di Jakarta. Didampingi oleh Pj. Sekda Ary Bachtiar dan Asisten II Sekda Hery Yulianto, Mas Wiwit membawa dua agenda penting: penguatan sistem irigasi dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Jepara. Dalam diskusi tersebut, Mas Wiwit menyoroti kondisi infrastruktur irigasi di Jepara yang saat ini banyak mengalami kerusakan dan perlu perhatian serius. Ia mengungkapkan, Jepara memiliki 834 Daerah Irigasi (DI) dengan total luasan sekitar 28.247 hektare yang menjadi penopang utama sektor pertanian. “Kami berharap pemerintah pusat bisa memasukkan usulan perbaikan irigasi di Jepara dalam program Inpres Irigasi Tahun 2025. Ini penting agar distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga dan produktivitas pangan di daerah kami semakin meningkat,” ujar Mas Wiwit. Sementara itu, Mas Wiwit juga menyampaikan komitmen Kabupaten Jepara dalam mengurangi timbunan sampah dan mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Ia menilai, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar solusi pengelolaan sampah di daerah bisa berjalan lebih optimal. Pemerintah Pusat melalui Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR memberikan respons positif. Dukungan pembangunan infrastruktur irigasi di Jepara akan dipertimbangkan dalam kebijakan Inpres Irigasi Tahun 2025, sebagai bagian dari upaya nasional memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. Langkah yang diambil Bupati Jepara ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara