JATENG – Bidikkasusnews.com | Pati – Warga Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, digemparkan dengan penemuan seorang siswi SMP berinisial AAJ (14) yang ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar, kemudian dilaporkan oleh Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo (31), kepada pihak kepolisian sekitar pukul 09.00 WIB. Tak lama, anggota Polsek Juwana bersama tim medis dari Puskesmas Juwana langsung menuju lokasi kejadian. Dua saksi turut dimintai keterangan oleh polisi. Kartono (40), warga setempat, mengatakan dirinya ikut memberi tahu perangkat desa saat korban ditemukan, sedangkan menurut Teguh Prasetyo (69), Ketua RW setempat, menyebut korban sempat terlihat murung beberapa hari terakhir. Kapolresta pati melalui Kapolsek Juwana, AKP Mudofar, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari Kepala Desa Bakaran Wetan terkait seorang anak perempuan yang ditemukan gantung diri di rumahnya. Anggota langsung mendatangi TKP untuk memastikan kebenaran laporan,” ujarnya. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti antara lain seutas tali pramuka warna putih sepanjang 275 cm, hem warna hitam, dan celana pendek motif ungu. “Semua barang bukti sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” terang Kapolsek. Tim medis Puskesmas Juwana melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Hasilnya, terdapat luka jerat melingkar pada leher, patah tulang leher, serta keluarnya cairan tubuh. “Kami juga temukan bekas luka sayatan lama di pergelangan tangan korban, namun luka itu sudah sembuh sehingga tidak terkait dengan kematian,” jelasnya. Kapolsek menegaskan, kematian korban murni akibat gantung diri. “Dari pemeriksaan medis tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Dengan demikian kami pastikan korban meninggal karena gantung diri,” tegas AKP Mudofar. Lebih lanjut, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi kepada kepolisian. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat. “Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi, sehingga proses selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada keluarga,” ujarnya. AKP Mudofar juga menyampaikan belasungkawa. “Kami dari jajaran Polsek Juwana turut berduka cita atas kejadian ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan,” katanya. Ia menambahkan pesan penting kepada masyarakat. “Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak-anak. Jika ada tanda-tanda depresi atau menyendiri, segera komunikasikan dengan keluarga, sekolah, atau laporkan kepada kami untuk segera dicarikan solusi,” pungkas Kapolsek Juwana.(Kasnadi) Sumber(Humas Resta Pati)
Bidik-kasusnews.com,Melawi Kalimantan Barat Polres Melawi Polda Kalbar – Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI, Sat Pol PP, Dinas Perhungan, Ketua DAD Kabupaten Melawi, Fopad dan panitia Gawai Dayak XVII dan seluruh masyarakat. Hal ini di sampaikannya dalam Syukuran dan pembubaran panitia Gawai Dayak XVII kabupaten Melawi tahun 2025 di kediaman ketua DAD Kabupaten Melawi bpk Drs Kluisen, tampak hadir PJU.Polres Melawi, LO Kodim 1205 stg yang mewakili Danramil Nanga Pinoh, Ketua Panitia Gawai Dayak bpk Drs.H.M.Yamin, Kasatpol PP Kabupaten Melawi, Kadishub atau yg mewakili, Ketua Fopad Kabupaten Melawi dan seluruh panitia gawai dayak XVII melawi tahun 2025, Rabu (27/8/25) “Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh instansi terkait, panitia gawai dayak sehingga setiap kegiatan berjalan aman lancar,” ujar Kapolres Melawi. Keamanan dan kelancaran yang di capai tentu adalah kerja keras semua pihak, selama 3 hari pelaksanaanya tidak ada kejadian yang menonjol, lanjutnya koordinasi selalu di lakukan menjelang pelaksanaanya dan membuat komitmen yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. “Kami memberikan pelayanan Polri terbaik dalam pengamanannya, kerja sama dengan tujuan situasi kondusif, terima kasih kepada semua pihak,” tegas AKBP Harris. Ketua panitia Gawai Dayak XVII Kabupaten Melawi 2025 dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kerja keras semua pihak yang sangat luar biasa. “Kekompakan dan saliditas yang telah kami bangun bersama sebelumnya kami buktikan dengan keberhasilan dan kesuksesan dalam setiap rangkaian acara Gawai Dayak tahun 2025 ini,” ujar Drs.H.M.Yamin. Sempat merasa pesimis namun dapat di jalankan dengan baik, ia menambahkan keberhasilan semua ini adalah wujud kerja keras di lapangan, Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dishub, Fopad, panitia dan pihak pihak yang telah memberikan kontribusi terbaik sehingga yakin dapat terlaksana dengan baik. “Kerja keras bersama telah kami buktikan dan gawai dayak berjalan dengan baik dan semangat kebersamaan adalah kunci keberhasilannya,” jelasnya. Diakhir kegiatan dilakukan penyerahan piagam dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Melawi dan Panitia Gawai Dayak kepada Kapolres Melawi, Dandim 1205 sintang, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Fopad Kabupaten Melawi. “Wujud penghargaan atas dedikasi luar biasa, kami sampaikan dalam bentuk piagam penghargaan,” pungkas Drs H.M.Yamin Ketua DAD Kabupaten Melawi Drs Kluisen dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerja keras luar biasa yang telah dilakukan semua pihak, saya banyak mendengar dari panitia bahwa petugas keamanan dari hari pertama hingga hari ke tiga bersama panitia selalu pulang hingga pagi hari memastikan situasi terjaga kondusif. “Ini sangat luar biasa, selaku Ketua DAD memberikan apresiasi di bawah pimpinan Kapolres Melawi semua dapat berjalan baik,” terangnya. Harapan ke depannya dalam Gawai Dayak kita akan terus berkoordinasi, keberhasilan tahun ini akan menjadi langkah maju tahun depan dengan prioritas keamanan dan ketertiban masyarakat paling utama. “Kita melihat Kapolres Melawi, pejabat utamanya dan jajaran turun langsung bersama TNI, instansi terkait dan panitia, kekompakan ini akan terus kita jaga bersama,” pungkas Ketua DAD Drs Kluisen. Wartawan H.Riyan
CIREBON – BIDIK-KASUSnews.com Kejaksaan Negeri Kota Cirebon resmi menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon tahun anggaran 2016–2018. Penetapan dilakukan pada Rabu, 27 Agustus 2025, setelah tim penyidik menemukan kerugian negara hingga Rp26,5 miliar. Menurut hasil penyidikan, proyek multiyears tersebut tidak dilaksanakan sesuai kontrak. Kualitas pekerjaan dinilai tidak sesuai dengan RAB, spesifikasi teknis, maupun gambar perencanaan. Kondisi itu membuat bangunan tidak memenuhi standar kontraktual yang berlaku. “Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp26.520.054.005, berdasarkan hasil perhitungan BPK RI,” ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Cirebon, Slamet Haryadi, S.H., M.H., dalam keterangan pers, Rabu (27/8/2025). Keenam tersangka yaitu PH (59) selaku PPTK, BR (67) mantan Kepala Dinas PU tahun 2017, W (58) selaku PPK yang kini menjabat Kadisporapar, HM (62) selaku Team Leader PT Bina Karya, AS (52) Kepala Cabang Bandung PT Bina Karya, dan RS (53) Direktur PT Rivomas Pentasurya. Para tersangka dijerat dengan pasal primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta pasal subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU yang sama, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kasus ini menambah daftar panjang perkara korupsi di sektor pembangunan infrastruktur daerah. Kejaksaan menegaskan akan terus mengusut hingga tuntas untuk menegakkan hukum dan memberi efek jera.(Rico)
Bidik-kasusnews.com,Pontianak Kalimantan Barat Rabu 27 Agustus 2025 Seorang oknum wartawan di Pontianak ditangkap aparat Kepolisian dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap sebuah perusahaan sawmill milik pengusaha lokal berinisial TH. Penangkapan ini langsung menyita perhatian publik dan memunculkan reaksi keras dari puluhan wartawan di Kalimantan Barat. Para jurnalis dari berbagai media menggelar aksi solidaritas di halaman Satuan Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polresta Pontianak, Rabu (27/8). Mereka menegaskan tidak sedang membela tindakan yang melawan hukum, melainkan meminta agar penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih. Kami tidak membela, kami juga tidak menyerang. Yang kami minta sederhana: hukum ditegakkan secara adil. Kalau ada dugaan pemerasan, itu diproses. Tapi jangan lupakan, perusahaan yang terindikasi menjalankan sawmill ilegal juga harus diperiksa,” ujar Jali, salah satu jurnalis yang hadir. Para jurnalis mendesak aparat agar tidak hanya menjerat pihak penerima, tetapi juga menindak pihak pemberi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam regulasi tersebut, baik pihak penerima maupun pemberi suap dapat dipidana. Mekanisme OTT sendiri merupakan kewenangan penyidik sebagaimana diatur dalam KUHAP dan diperkuat oleh Peraturan Kapolri tentang Fungsi Reserse Kriminal. Sejumlah aktivis lingkungan yang turut hadir menegaskan bahwa dugaan bisnis sawmill ilegal harus menjadi fokus penyelidikan. “Ancaman terhadap hutan bukan hanya dari kebakaran, tapi juga dari praktik pembalakan liar yang kerap dibungkus dalam bisnis kayu ilegal,” kata seorang aktivis. Selain aksi di Mapolresta, para jurnalis berkomitmen akan mendorong investigasi lanjutan ke instansi terkait, khususnya mengenai izin usaha sawmill yang diduga bermasalah. Mereka menilai penegakan hukum harus menyentuh seluruh pihak yang terlibat, bukan hanya jurnalis, melainkan juga pengusaha serta pihak yang diduga menjadi beking. Aksi solidaritas tersebut ditutup dengan seruan moral: hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Para jurnalis menekankan bahwa OTT kali ini harus menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan keberpihakan pada keadilan substantif, bukan sekadar formalitas penindakan. Kini, publik menanti tindak lanjut penyidik Polresta Pontianak: apakah kasus ini akan dibawa ke ranah hukum secara utuh dengan menjerat pemberi dan penerima, atau berhenti di tengah jalan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Redaksi akan terus mengikuti perkembangan lebih lanjut dan memberikan ruang bagi klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait, baik dari kepolisian, perusahaan, maupun organisasi kewartawanan. Wartawan Mulyawan
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kisah pilu Etin (25), warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, akhirnya mengetuk hati pemerintah. Selama empat tahun, ia terpaksa tidur di kandang domba hanya beberapa meter dari rumah ibunya, Ibah (45). Potret kehidupannya yang viral di media sosial menarik perhatian Bupati Sukabumi, Asep Japar (Asjap). Pada Rabu (27/8/2025), ia turun langsung meninjau tempat tinggal Etin. Jalan setapak berbatu menuju kandang pun ramai dipadati warga yang ingin melihat kunjungan itu. “Jangan lagi tidur di sini, bahaya untuk kesehatan. Nanti kita bangunkan rumah yang lebih layak,” ujar Asjap sambil menepuk bahu Entin. Ucapan itu membuat suasana haru. Etin yang semula gugup akhirnya berani menceritakan kesulitannya, dengan mata berkaca-kaca mendengar janji rumah baru dari pemerintah. Selain itu, Bupati menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang baru rampung. “Ini KTP dan KK sudah jadi, harus dijaga. Kalau sakit, bisa langsung berobat gratis ke puskesmas atau rumah sakit. Tapi tetap harus menjaga kesehatan,” pesan Asjap. Bagi Etin, kepemilikan KTP dan KK adalah awal dari harapan baru pintu untuk mendapatkan layanan kesehatan maupun bantuan sosial yang selama ini tak pernah ia nikmati. Kepedulian juga datang dari warga sekitar dan relawan. Mereka gotong-royong menyiapkan lahan serta membangun rumah semi permanen agar Etin dan ibunya tak lagi tidur di kandang domba. Pemkab Sukabumi memastikan pembangunan rumah layak untuk Etin akan dimulai awal September 2025. “Kita ingin Etin segera punya tempat tinggal yang lebih manusiawi,” tegas Asjap. (Reno)
SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM- Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah menegaskan Jambore PKK 2025 merupakan ajang silaturahmi, kolaborasi dan saling menguatkan antara seluruh keluarga besar PKK. Dia menambahkan, para kader di semua tingkatan bekerja bukan mengharapkan sesuatu namun semata-mata panggilan hati untuk mendorong kesehatan dan kemandirian keluarga. “Jambore PKK itu kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap tahun. Kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi dan kolaborasi dan ajang saling menguatkan seluruh anggota PKK di manapun berada,” kata Ranty, di Gedung Juang Sukabumi, Rabu (27/8/2025). Beberapa kegiatan yang digelar dalam Jambore tersebut meliputi lomba paduan suara, lomba senam sebagai persiapan menghadapi Hari Kesatuan Gerak (HKG) yang akan berlangsung pada September atau Oktober mendatang. Dia juga dia tidak menampik jika persiapan para peserta dari tujuh kecamatan itu sangat mepet. Kendati demikian semua urusan perserta telah berjuang dan mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki. ”Jambore itu dari kita oleh kita dan untuk kita. Meskipun persiapan sangat singkat, tapi penampilan dan aksi-aksi mereka di lapangan penuh semangat dan pantang menyerah. Juara tahun ini Kecamatan Lembursitu,” tandasnya. Pada bagian lain dia menuturkan, selain kegiatan lomba paduan suara dan senam kebugaran, di momen itu juga diadakan kegiatan donor darah. “Kalau kegiatan donor darah itu dilakukan semata-mata demi kemanusiaan, tapi sebelum diambil darah, para donor terlebih dahulu melewati beberapa tahapan salah satunya screening kesehatan,” pungkasnya. Ketua TP PKK Kecamatan Lembursitu Tristi Hikma Risky mengatakan, persiapan menghadapi Jambore PKK dilakukan sekitar satu pekan. Paduan suara berlatih di Kecamatan Lembursitu dan untuk Senam digembleng di Kelurahan Situmekar. Masih kata Tristi latihan persiapan menghadapi event itu dari mulai pukul 10 pagi sampai sore hari. Jambore kali ini tambahnya ada yang berbeda. Biasanya peserta itu terdiri dari para istri camat dan istri lurah, namun sekarang melibatkan para kader. Terbukti dengan kekompakan dan keseriusan Kecamatan Lembursitu bisa menyabet juara pertama. “Dengan bergabungnya para kader dalam Jambore ini suasana silaturahmi antar kader di kecamatan-kecamatan lain lebih cair. Semoga di event-event selanjutnya kegiatannya bisa berjalan lebih meriah lagi,” ungkapnya. (Usep)
Cirebon, Bidik-kasusnews.com,.Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pelaku penculikan anak di wilayah Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon pada Senin (25/8/2025) malam kira-kira pukul 21.00 WIB. Pelaku berinisial S (52) yang tercatat sebagai warga Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, peristiwa bermula ketika korban sedang main didepan rumahnya, sedangkan kedua orang tuanya berada di dalam rumah. Saat itu, ibunya mencari keberadaan korban yang awalnya sedang main di depan rumah, namun tidak menemukannya kemudiam bertanya kepada suaminya untuk mencarinya. “Akan tetapi tidak juga mengetahui keberadaan korban, mengetahui anaknya tidak ada ada kedua saksi mencari disekitar perumahan dan tetap tidak berhasil menemukan korban. Kemudian didapat petunjuk rekaman CCTV bahwa korban dibawa pelaku memggunakan sepeda,” katanya, Selasa (26/8/2025). Ia mengatakan setelah dilihat ada yang mengenali pelaku dan kedua orangtua korban didampingi beberapa tetangganya mendatangi rumah terduga pelaku. Adapun saat berada di rumah diduga pelaku ditemukan keberadaan korban sehingga kedua orang tuanya langsung membawanya pulang. Namun, ketika tiba di rumahnya korban mengeluhkan sakit di areal di bawah perutnya sehingga disarankan untuk mengecek kondisinya ke rumah sakit. Mengingat kondisi sudah malam dan korban sudah tertidur sehingga pemeriksaan ke rumah sakit belum dilakukan. Menurutnya, Setelah peristiwa tersebut kabar korban di culik menyebar ke warga sekitar sehingga berbondong-bondong mendatangi rumah diduga pelaku dan berniat menghakimi korban. Namun diduga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Polresta Cirebon untuk dilakukan proses intrograsi, dalam proses mengamankan diduga pelaku beberapa petugas Kepolisian dari Polresta Cirebon dan Polsek menjadi korban pelemparan oleh warga. “Bahwa menurut keterangan Pelaku Awalnya hendak pulang ke rumahnya mendapati korban sedang sendirian di pinggir jalan pantura, dan Karena khawatir tertabrak kendaraan dan Khawatir main kesungai selanjutnya pelaku membawa Korban ke kuburan karena Akan Ziarah ke makam ibunya,” ujarnya. Setelah dari makam, korban diajak pulang kerumah Pelaku kemudian dimandikan dan diganti bajunya menggunakan baju cucu Pelaku, bahkan sempat dibuatkan Mie rebus. Selanjutnya korban juga sempat bermain dengan sejumlah anak-anak di sekitar rumah pelaku, kemudian diajak ke warung untuk meminta tolong kepada pemilik warung agar mengumumkan di Facebook terkait penemuan anak tersebut. Akhirnya, pemilik warung tersebut mengupload foto korban di Facebook via HP Pelaku dg Caption Siapa yang anaknya hilang. Tak berapa lama kemudian orang tua korban datang untuk menjemputnya hingga menyampaikan kronologis kejadian yang sebenarnya. “Namun, semakin lama massa berdatangan ke rumah pelaku dan terdengar ada benda benda seperti batu dilemparkan. Sehingga anggota kami datang untuk mengamankan Pelaku dari amuk massa kemudian dibawa ke Mapolresta Cirebon,” jelasnya. Asep Rusliman
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 27 Agustus 2025 – Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menghadiri acara deklarasi dan pelantikan PAC Squad Nusantara Kabupaten Jepara yang digelar di Pendopo Kabupaten jepara pada Rabu (27/8/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 500 anggota Squad Nusantara dan sejumlah tokoh penting daerah. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas soliditas dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan Squad Nusantara. Menurutnya, organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan jepara Mulus > “Kami menyambut baik kehadiran Squad Nusantara di Jepara. Dengan jumlah anggota yang besar dan semangat kebersamaan yang kuat, kami berharap organisasi ini dapat berperan aktif dalam menjaga kondusivitas, serta turut mendukung program-program pemerintah daerah,” ujar Muhammad Ibnu Hajar. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pembina Squad Nusantara Gus Bayu, Ketua DPW Squad Nusantara Jawa Tengah Didik Nalogo, Ketua Umum RM Jaluseno Aji, serta tokoh dari unsur Forkopimda, di antaranya Kepala Rutan Jepara Renza, perwakilan Kapolres Jepara AKP Bambang, perwakilan Kodim 0719 Jepara Letda Novi Norma, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Jepara. Pelantikan pengurus Squad Nusantara Jepara menjadi momentum penting bagi organisasi ini untuk meneguhkan komitmen dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Wakil Bupati menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah demi tercapainya pembangunan yang merata.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 27 Agustus 2025 – Squad Nusantara Kabupaten Jepara resmi mendeklarasikan dan melantik kepengurusan PAC Squad Nusantara di Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (27/8/2025). Acara tersebut dihadiri ratusan anggota, tokoh organisasi, serta jajaran pejabat daerah. Dalam pelantikan ini, Eko Basuki ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Kabupaten Jepara, didampingi oleh Wakil Ketua DPC Andre yang turut dilantik bersama jajaran pengurus lainnya. Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Hadir sebagai pembina Squad Nusantara, Gus Bayu, serta Ketua DPW Squad Nusantara Jawa Tengah, Didik Nalogo. Sementara dari tingkat pusat, turut hadir Ketua Umum Squad Nusantara, RM Jaluseno Aji. Dari jajaran pemerintah daerah, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar memberikan apresiasi atas berdirinya kepengurusan baru ini. Hadir pula Kepala Rutan Jepara, Bapak Renza, perwakilan Kapolres Jepara AKP Bambang, perwakilan Kodim 0719/Jepara Letda Novi Norma, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Jepara. Sekitar 500 anggota Squad Nusantara Kabupaten Jepara juga ikut memadati pendopo untuk memberikan dukungan kepada para pengurus yang baru dilantik. Dalam sambutannya, para pimpinan organisasi menegaskan bahwa Squad Nusantara hadir sebagai wadah persatuan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dua personel TNI dari Kodim 0622-14 Surade, yakni Sertu Asep SE dan Serda Pardede (Babinsa Koramil 0622-14 Surade), menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan generasi muda. Keduanya turut aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Rabu (27/8/2025). Sebanyak 3.018 porsi makanan bergizi dibagikan kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SLTP hingga SMA/sederajat. Distribusi dilakukan melalui SPPG Purwasedar Kecamatan Ciracap yang dikelola Yayasan Gunung Gede Bersahaja. Salah satunya di SMA Negeri 1 Ciracap yang menjadi lokasi lonceng pertama dapur MBG Purwasedar dengan kuota 1.050 porsi. Kehadiran Babinsa di lapangan menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program prioritas nasional. Kepala SPPG Purwasedar, Gilang Rama, mengapresiasi partisipasi aktif aparat kewilayahan. “Kami berterima kasih atas kontribusi Babinsa, khususnya Sertu Asep dan Serda Pardede, yang turun langsung membantu distribusi ke sekolah-sekolah. Sinergi inilah yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya. Sertu Asep SE menegaskan komitmen Kodim 0622-14 Surade untuk terus mendukung kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam menyukseskan Program MBG. “Kami siap mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat adalah bagian dari tugas kami untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat dan kuat,” tegasnya. Dengan keterlibatan aktif TNI, diharapkan Program MBG berjalan maksimal, merata, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh peserta didik, khususnya di wilayah Kecamatan Ciracap. (Dicky)