HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Danau Panggang menggelar kegiatan pembagian takjil kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Danau Panggang, Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Danau Panggang bersama personel kepolisian serta Bhayangkari Ranting Polsek Danau Panggang. Aksi sosial ini menyasar para pengendara dan masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sebanyak 50 paket takjil dibagikan secara langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka di rumah. Kapolsek Danau Panggang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya. Selain membantu warga, kegiatan berbagi takjil juga menjadi momentum menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Kegiatan pembagian takjil berlangsung hingga pukul 17.30 Wita dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Danau Panggang selama kegiatan terpantau kondusif. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polsek Danau Panggang berharap nilai kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Ramadhan yang penuh berkah. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerapkan penyesuaian kebijakan terkait layanan kunjungan dan penitipan barang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penyesuaian yang mulai diberlakukan pada Kamis (19/02/2026) hingga saat ini Senin (02/03/2026), yang bertujuan untuk menjaga ketertiban layanan di bulan puasa bagi warga binaan. Selama bulan puasa, mekanisme layanan dibagi menjadi dua sesi dengan peruntukan yang berbeda. Layanan kunjungan tatap muka difokuskan pada pagi hari, yakni mulai pukul 09:00 hingga 11:00 WIB. Sementara itu, layanan khusus penitipan barang dan makanan dialokasikan pada siang hingga sore hari, yaitu pukul 13:00 hingga 16:30 WIB. Bapak Renza Maisetyo, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, menjelaskan bahwa pemisahan jadwal ini merupakan langkah strategis untuk mengurai antrean dan memastikan pelayanan berjalan optimal. Pelaksanaan layanan di bulan Ramadan ini terpantau berjalan lancar dan tertib. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi langsung oleh para pegawai Rutan Jepara yang bersinergi dengan peserta program Maganghub Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan. Kebijakan Ramadan tahun ini adalah diberikannya izin bagi keluarga untuk membawakan aneka takjil khas berbuka puasa. Berbagai menu seperti es buah, gorengan, hingga kolak diperbolehkan masuk setelah melewati proses pemeriksaan ketat oleh petugas. Menanggapi kebijakan tersebut, Bapak Benny Apridona menegaskan bahwa hal ini adalah bentuk pelayanan humanis dari pihak rutan agar warga binaan tetap bisa merasakan kehangatan tradisi Ramadan. “Bulan puasa adalah momen yang sangat dirindukan, termasuk oleh mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Kami mengizinkan keluarga membawa takjil seperti es buah, kolak, maupun gorengan, tentunya dengan tetap mematuhi standar operasional pemeriksaan barang. Harapan kami, kebijakan ini dapat memberikan kebahagiaan tersendiri dan menambah kekhusyukan warga binaan dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Benny. Melalui penyesuaian layanan ini, Rutan Jepara berharap stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib) tetap terjaga dengan baik, sembari tetap menjamin terpenuhinya hak-hak warga binaan di bulan suci. (Wely) Sumber:humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Menyambut perayaan Hari Raya Idulfitri, Rutan Kelas IIB Jepara memperkuat koordinasi dengan Polres Jepara guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas meningkatnya aktivitas kunjungan dan mobilitas masyarakat selama momen Lebaran. Sinergi kedua instansi diwujudkan melalui peningkatan patroli gabungan, pengawasan intensif di area sekitar rutan, serta pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung keamanan. Upaya tersebut difokuskan untuk mencegah potensi gangguan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif, baik di dalam maupun di luar lingkungan rutan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Jepara, Bachtiar Oktaffiandi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi momen hari besar keagamaan. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat. “Kami terus memperkuat koordinasi dengan Polres Jepara agar seluruh kegiatan di dalam rutan berjalan aman dan terkendali. Ini juga bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat selama perayaan Idulfitri,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh petugas telah disiagakan secara maksimal untuk menghadapi lonjakan aktivitas selama masa libur Lebaran. Kesiapan tersebut mencakup aspek personel, pengawasan, hingga sarana pengamanan yang mendukung operasional di lapangan. Melalui kolaborasi ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idulfitri.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara
Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Kasus dugaan penipuan bermodus investasi dan pinjaman online kembali mencuat dan menyeret nama seorang perempuan, Meity Jayasari alias Suri. Ia diduga menjalankan skema yang merugikan sejumlah korban dengan nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Dalam dugaan praktik tersebut, Suri disebut beroperasi bersama beberapa orang terdekatnya, termasuk kakaknya Suryani alias Ani, serta pasangan masing-masing. Para korban yang mayoritas masih memiliki hubungan kekerabatan mulai angkat bicara setelah mengalami kerugian finansial yang signifikan. Modus yang ditawarkan berupa kerja sama investasi pada usaha makanan ringan bernama Berkah Jaya Snack yang diklaim memiliki aktivitas produksi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Para korban dijanjikan keuntungan tetap setiap bulan, dengan nominal yang cukup menggiurkan. Skema berjalan mulus di awal, di mana sejumlah korban sempat menerima keuntungan sesuai kesepakatan. Hal tersebut membuat tingkat kepercayaan meningkat, bahkan mendorong korban untuk menambah investasi atau mengajak pihak lain bergabung. Namun, situasi berubah ketika pembayaran mulai mengalami keterlambatan hingga akhirnya berhenti sepenuhnya. Sejak saat itu, komunikasi dengan terduga pelaku disebut semakin sulit. Salah satu korban mengaku tidak hanya kehilangan uang ratusan juta rupiah, tetapi juga aset berharga seperti kendaraan. Bahkan, ada korban yang diminta menyerahkan BPKB atau menggadaikan barang berharga sebagai bagian dari skema perputaran dana. Selain itu, sejumlah korban lain juga mengaku diarahkan untuk mengajukan pinjaman online menggunakan identitas pribadi. Dana hasil pinjaman tersebut kemudian diserahkan kepada terduga pelaku dengan janji akan dikelola dan dikembalikan beserta keuntungan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, jumlah korban terus bertambah dengan nilai kerugian yang bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah. Beberapa aset berupa kendaraan dilaporkan telah berpindah lokasi ke luar daerah, termasuk ke wilayah Kalimantan Timur. Upaya penelusuran ke alamat yang diduga menjadi tempat tinggal terduga pelaku di Samarinda juga tidak membuahkan hasil. Rumah tersebut diketahui dalam kondisi kosong, memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan lokasi. Saat ini, para korban tengah mengumpulkan berbagai bukti seperti dokumen perjanjian, bukti transfer, serta catatan transaksi keuangan. Langkah ini dilakukan sebagai dasar untuk melaporkan kasus tersebut secara resmi kepada aparat penegak hukum. Pihak keluarga korban menegaskan akan menempuh jalur hukum agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang dirugikan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terduga pelaku terkait tudingan yang beredar. Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bukti dan akan memasuki proses hukum setelah laporan resmi diajukan ke kepolisian.(HERI)
Bidik-kasusnews.com Jakarta — Polemik dunia pendidikan kembali mencuat setelah seorang wali murid mengungkap dugaan penahanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh PKBM Golden Home Schooling yang berlokasi di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kasus ini bermula dari insiden disiplin di lingkungan sekolah, ketika seorang siswa kedapatan membawa handphone saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pihak sekolah kemudian memberikan sanksi berupa penulisan kalimat pernyataan sebanyak puluhan halaman. Namun, menurut keterangan orang tua siswa, Rohana, persoalan justru berkembang setelah anaknya dipulangkan secara sepihak tanpa pemberitahuan kepada keluarga. Ia menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan anak karena tidak disertai fasilitas komunikasi. “Anak saya dipulangkan begitu saja tanpa pemberitahuan. Ini sangat kami sesalkan karena menyangkut keselamatan,” ujarnya dalam keterangan kepada media, Jumat (27/2/2026). Rohana juga menyoroti tindakan penyitaan handphone oleh kepala sekolah. Ia menduga perangkat tersebut tidak hanya disita, tetapi juga diakses tanpa izin. Menurutnya, hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi yang mengatur larangan mengakses data pribadi tanpa hak. Dampak dari kejadian itu, siswa mengalami tekanan psikologis hingga akhirnya meminta pindah sekolah. Orang tua pun memutuskan untuk memindahkan anaknya pada April 2024 demi menjaga kondisi mentalnya. Permasalahan kembali mencuat ketika proses pemindahan administrasi pendidikan tidak berjalan lancar. Rohana mengaku Dapodik anaknya tidak segera diproses, bahkan baru diselesaikan pada Februari 2026. Ia juga menyebut adanya permintaan pembayaran SPP untuk bulan yang sudah tidak lagi diikuti oleh siswa tersebut, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait transparansi kebijakan lembaga pendidikan tersebut. Upaya mediasi yang difasilitasi oleh pihak Suku Dinas Pendidikan setempat pada 26 Februari 2026 pun tidak membuahkan hasil maksimal, lantaran pihak sekolah tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Menariknya, setelah kasus ini ramai diberitakan sejumlah media online, proses pemindahan Dapodik justru segera diselesaikan oleh pihak sekolah. Atas kejadian ini, Rohana berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap lembaga pendidikan terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, ia juga mendorong instansi berwenang untuk menindaklanjuti dugaan maladministrasi, sebagaimana diatur dalam Ombudsman Republik Indonesia, guna memastikan hak-hak peserta didik dan orang tua tetap terlindungi dalam sistem pendidikan.(HERI)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Keluarga besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa sekaligus prajurit terbaik TNI, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, yang tutup usia pada Senin, (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto. Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi TNI AD, mengingat beliau adalah tokoh prajurit senior yang dihormati dan merupakan bagian dari keluarga besar TNI, khususnya Angkatan Darat. Sepanjang hidupnya, beliau mendedikasikan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara melalui pengabdian panjang, baik di dunia militer maupun pemerintahan. Almarhum adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat tahun 1959 yang menapaki karier militer dari berbagai penugasan operasional hingga jabatan strategis. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986–1988. Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat terus memperkuat profesionalisme, disiplin, serta soliditas satuannya, guna menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya, beliau mengemban amanah sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, sebelum akhirnya diberikan kepercayaan oleh Bangsa Indonesia sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 di periode 1993–1998. Dalam kiprahnya di militer dan pemerintahan tersebut, beliau secara konsisten menunjukkan komitmen dan loyalitas tinggi terhadap negara, serta konsistensi dalam menjaga persatuan dan kepentingan nasional. Bagi prajurit TNI AD, almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, sederhana, dan berintegritas. Keteladanan, semangat pengabdian, serta dedikasi beliau akan senantiasa menjadi bagian dari nilai-nilai yang hidup dalam jiwa korsa Angkatan Darat. TNI Angkatan Darat mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan. Kepergian beliau meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenang dalam sejarah TNI dan perjalanan bangsa Indonesia. (Agus)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Kudus – Minggu (1/2/2026) sore, suasana di kawasan Simpang Tujuh Kudus tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anggota Squad Nusantara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Kudus turun langsung ke jalan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui kegiatan pembagian 1.000 paket nasi untuk berbuka puasa. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Squad Nusantara kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Dengan penuh semangat, para anggota membagikan paket nasi kepada para pengguna jalan, tukang ojek, pedagang kecil, hingga warga sekitar yang melintas di lokasi. Ketua DPC Squad Nusantara Kudus, Roni, mengatakan bahwa kegiatan berbagi buka puasa ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Bahkan, tahun ini merupakan kali ketiga kegiatan serupa digelar oleh pihaknya. “Ini sudah yang ketiga kalinya kami laksanakan di bulan Ramadan. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus hadir dan berbagi dengan masyarakat,” ujar Roni di sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan antara anggota organisasi dengan masyarakat luas. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian paket nasi gratis tersebut, terlebih menjelang waktu berbuka puasa. Melalui kegiatan ini, Squad Nusantara DPC Kudus berharap dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus. (Wely)
Medan, Bidik-kasusnews.com – Dalam semangat mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang humanis bersama masyarakat, Satuan Brimob Polda Sumut menggelar kegiatan “Ngobrol Bareng Bang Ojol dan Komunitas Pecinta Lingkungan” pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Mako Satuan Brimob Polda Sumut, Ksatriaan K.E. Lumi, Jalan Bhayangkara, Medan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka ini berlangsung penuh keakraban dan suasana kekeluargaan. Turut hadir Danden Gegana, para Danyon jajaran, para Pejabat Utama Satuan Brimob Polda Sumut, komunitas ojek online, komunitas pecinta lingkungan, Sekolah Kebun Bunga Sport Climbing, serta pegiat media sosial. Dalam sambutannya, Dansat Brimob Polda Sumut menegaskan komitmen Satuan Brimob Polda Sumut dalam mendukung dan menegakkan kamtibmas secara profesional, humanis, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui dialog terbuka, para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta berdiskusi langsung terkait situasi keamanan dan peran masyarakat dalam menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada 200 anggota komunitas ojek online dan 50 anggota komunitas pecinta lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari Satuan Brimob Polda Sumut. Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata hadirnya Brimob di tengah masyarakat dengan pendekatan yang bersahabat dan solutif. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis dan penuh semangat. Interaksi hangat antara personel Brimob dan masyarakat semakin memperkuat sinergi serta rasa kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan “Ngobrol Bareng Bang Ojol” ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta menjadi momentum memperkokoh kolaborasi antara aparat kepolisian dan elemen masyarakat dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Momentum ibadah dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Personel Sat Binmas Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama warga di Masjid Raya At-Taqwa Amuntai, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Jumat (27/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Briptu M. Ahlun Najar, S.Pd., M.M., dipercaya bertindak sebagai imam Shalat Jumat. Pelaksanaan ibadah yang dimulai pukul 12.00 Wita berlangsung khusyuk dan diikuti alim ulama serta masyarakat setempat. Kegiatan turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Utara Sahru Jani, Kapolres HSU Agus Nuryanto, serta Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, S.E. bersama para pejabat utama dan personel kepolisian. Kapolres HSU menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pendekatan humanis guna memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Selain menjalankan kewajiban ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi yang efektif antara aparat dan warga. Menurutnya, kegiatan Shalat Jumat berjamaah menjadi salah satu langkah cooling system dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempererat tali silaturahmi. “Kebersamaan seperti ini diharapkan mampu membangun rasa saling percaya serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat,” ujarnya. Dengan sinergi antara unsur pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan, mencerminkan komitmen Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam kehidupan sosial dan keagamaan. (Agus)
KALSEL | BIDIK-KASUSNEWS.COM– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dalam ajang keagamaan tingkat Polda Kalimantan Selatan Tahun 2026. Dua personel terbaik Polres HSU berhasil mengukir prestasi pada lomba yang digelar di lingkungan Polda Kalimantan Selatan. Bripda Ahmad Hasan berhasil meraih Juara 2 Da’i Kamtibmas Personel Satker/Satwil Polda Kalsel Tahun 2026, sementara Briptu Muhammad Ahlun Nazhar, S.Pd., M.M. sukses meraih Juara 3 Lomba Murottal Al-Qur’an Personel Satker/Satwil Polda Kalsel Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa personel Polres HSU tidak hanya unggul dalam tugas kepolisian, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang keagamaan. Lomba Da’i Kamtibmas merupakan ajang yang bertujuan mengasah kemampuan personel Polri dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui pendekatan dakwah yang menyejukkan dan edukatif. Sedangkan lomba Murottal Al-Qur’an menjadi sarana pembinaan mental spiritual serta peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an bagi personel. Keikutsertaan dan prestasi yang diraih oleh kedua personel tersebut mencerminkan komitmen Polres HSU dalam membina kemampuan sumber daya manusia secara menyeluruh, baik dalam aspek profesionalitas tugas maupun pembinaan rohani dan mental. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus mengembangkan potensi diri. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Polres HSU, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa anggota Polri harus memiliki keseimbangan antara profesionalitas tugas dan kekuatan spiritual. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi personel lainnya untuk terus berprestasi,” ujar IPTU Asep menyampaikan pernyataan Kapolres. Lebih lanjut disampaikan bahwa pembinaan mental dan rohani merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anggota Polri yang humanis, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan religius, diharapkan personel semakin bijak dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dengan raihan prestasi ini, Polres HSU optimis akan terus melahirkan personel-personel berprestasi yang tidak hanya unggul dalam bidang operasional, tetapi juga memiliki kecakapan moral dan spiritual, demi mendukung terwujudnya Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat. (Agus)