BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah, jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 410-01/PJG, di bawah naungan Kodim 0410/KBL, mengintensifkan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaan masing-masing, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus mengajak warga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di Kecamatan Panjang, Kopda Ridwan selaku Babinsa Kelurahan Karang Maritim berdialog langsung dengan warga membahas pentingnya kewaspadaan lingkungan guna mencegah tindak kriminalitas, khususnya pencurian. Dalam suasana santai namun penuh makna, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan sekitar. “Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan saling peduli dan menjaga, kita dapat menciptakan suasana yang aman dan damai,” ujarnya kepada warga. Sementara itu, di Kecamatan Sukabumi, Serka Agus Triawan, Babinsa Kelurahan Campang Jaya, menggelar pertemuan yang dihadiri Ketua RT, unsur Linmas, serta tokoh masyarakat. Fokus pembahasan menitikberatkan pada pentingnya memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas lingkungan. “Silaturahmi yang terjalin erat menjadi modal utama menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif,” kata Serka Agus di hadapan peserta pertemuan. Di lokasi berbeda, tepatnya di Kecamatan Sukarame, Sertu Novie S selaku Babinsa Kelurahan Waydadi Induk melaksanakan komsos bersama lurah dan Bhabinkamtibmas setempat. Pertemuan tersebut membahas peningkatan koordinasi antara TNI, Polri, dan aparat kelurahan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. “Koordinasi yang baik antara aparat dan warga akan memperkuat ketahanan wilayah,” tegasnya. Kegiatan Komsos yang dilaksanakan secara terpadu ini mencerminkan komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat. Pendekatan humanis yang dilakukan para Babinsa tidak hanya memperkuat fungsi pembinaan teritorial, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman. Melalui interaksi sosial yang proaktif dan berkesinambungan, Koramil 410-01/PJG menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun ketahanan wilayah yang tangguh di Kota Bandar Lampung. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam semangat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Hulu Sungai Utara menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat, Selasa (3/3/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WITA tersebut berlangsung di Jalan Khuripan, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres HSU dan diikuti oleh KBO Satresnarkoba serta seluruh personel Satresnarkoba. Sasaran pembagian takjil adalah warga masyarakat serta para pengendara roda dua yang melintas di kawasan tersebut menjelang waktu berbuka puasa. Personel kepolisian tampak membagikan paket takjil secara tertib sambil tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas. Kasat Resnarkoba Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang mempererat hubungan kemitraan. “Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebaikan dan kebersamaan. Momentum ini juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya. Selain sebagai wujud empati, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Satresnarkoba dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya selama bulan Ramadan. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Polres HSU menegaskan akan terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Hulu Sungai Utara menggelar kegiatan Program Gerakan Asri melalui aksi bersih sampah di kawasan wisata pinggir sungai, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Polairud IPTU Marwan Susandy Ahmad, S.H. Aksi bersih lingkungan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya personel Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dinas Sosial Kabupaten HSU (Tagana), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Disperkim-LH) Kabupaten HSU. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan perairan. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta melakukan pembersihan sampah di sekitar area wisata pinggir sungai yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan diangkut guna mencegah potensi pencemaran lingkungan. IPTU Marwan Susandy Ahmad mengatakan, Program Gerakan Asri tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik semata, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, kawasan perairan yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada kenyamanan pengunjung serta keselamatan aktivitas di sekitar sungai. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami bersama stakeholder untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan. Kami berharap aksi ini dapat menjadi contoh positif dan mendorong partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya. Selain meningkatkan estetika kawasan wisata, kegiatan bersih sampah ini juga bertujuan mengurangi potensi penyebaran penyakit akibat penumpukan sampah serta meminimalisir risiko gangguan keselamatan di area perairan. Lingkungan yang bersih dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih aman, sehat, dan representatif. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib, lancar, dan aman. Program Gerakan Asri diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya bersama membangun Kabupaten Hulu Sungai Utara yang bersih, nyaman, dan berwawasan lingkungan. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Hulu Sungai Utara menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat, Senin (1/3/2026) sore. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Tembus Paliwara, tepatnya di depan Mushola Hajar Aswat, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.45 Wita hingga 17.15 Wita itu dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres HSU dan diikuti seluruh personel Sat Reskrim. Sebanyak 100 bungkus takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun masyarakat sekitar. Kasat Reskrim Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan jajaran kepolisian dengan masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah. Menurutnya, momentum berbagi ini tidak hanya sebatas memberikan makanan untuk berbuka puasa, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan warga. “Ramadan adalah bulan yang mengajarkan nilai empati dan solidaritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta menumbuhkan semangat saling berbagi,” ujarnya di sela kegiatan. Para pengendara dan warga yang menerima takjil tampak antusias dan menyambut positif kegiatan tersebut. Pembagian dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jalan Tembus Paliwara. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen Polres HSU untuk terus membangun kedekatan humanis dengan masyarakat. Selain menjalankan tugas penegakan hukum, jajaran kepolisian juga berupaya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud pelayanan dan pengabdian kepada publik. Dengan adanya kegiatan berbagi takjil ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara semakin tumbuh selama bulan Ramadan dan seterusnya. (Agus)
Jakarta Utara, Bidik-kasusnews.com – Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara menggelar Rapat Koordinasi Kewilayahan pada Senin (2/3/2026) di Ruang Fatahillah Lantai 2 Gedung Blok P Kantor Walikota Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama 10 hari pelaksanaan ibadah Ramadhan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah. Rapat dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., perwakilan Dandim 0502 Jakarta Utara Mayor Yohanes, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Sudi Haryansyah, S.H., M.H., Kepala Satpol PP Jakarta Utara Roby, para Camat, Kapolsek se-Jakarta Utara, serta Dewan Kota Jakarta Utara. Dalam pemaparannya, masing-masing wilayah menyampaikan perkembangan situasi terkini. Kecamatan Cilincing melaporkan telah menyediakan perangkat handy talky (HT) di setiap kelurahan, RW, dan RT guna mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan. Meski kemacetan masih kerap terjadi, penggunaan kembang api nihil, dan insiden tawuran tercatat satu kali tanpa eskalasi lebih lanjut. Kecamatan Tanjung Priok menyampaikan telah mendirikan pos keamanan Ramadhan di sejumlah titik rawan serta mengantisipasi kegiatan masyarakat seperti pawai buka bersama yang mulai marak. Sementara itu, Kecamatan Penjaringan melaporkan pembangunan pos pantau yang dimanfaatkan masyarakat serta keberhasilan aparat bersama warga dalam mencegah aksi tawuran. Kapolsek Kalibaru AKP Arga Arianda Siregar, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan pihaknya telah membentuk Pos Pantau di Plaza Kalibaru guna mengantisipasi potensi pencegahan tawuran laut seperti yang pernah terjadi tahun 2020. Selain itu, patroli gabungan bersama masyarakat rutin dilaksanakan, termasuk kegiatan positif seperti lomba lari selepas salat tarawih untuk mempererat kebersamaan. Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat di Muara Angke serta melaksanakan patroli bersama warga usai tarawih dan sahur, dengan situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif. Hal serupa disampaikan Kapolsek Kawasan Muara Baru AKP Kurniawan, S.H., yang telah mendirikan pos pantau di area Pelabuhan Muara Baru untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Dalam arahannya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk dampak dinamika global yang berpotensi memicu ancaman terorisme. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk mengantisipasi gesekan antar ormas selama Ramadhan, potensi gangguan dari kegiatan perlombaan maupun aktivitas masyarakat berskala besar, serta terus melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menginstruksikan agar polsek yang berbatasan wilayah meningkatkan koordinasi dan pengawasan, khususnya dalam mengantisipasi kemacetan akibat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri. Rapat ditutup dengan buka puasa bersama dan ramah tamah. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Utara selama 10 hari Ramadhan terpantau aman dan kondusif, berkat sinergi antara unsur Forkopimko, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat. (Agus)
Temanggung-Bidik-KasusNew.com Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi menjalin kerja sama dengan Asosiasi Mediator Syariah Indonesia (AMSI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama yang digelar di Grand Dafam Rohan Jogja Syariah, Jumat (2/3/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum AMSI, Dr. Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM., bersama Ketua Program Magister Hukum Keluarga Islam INISNU Temanggung, Dr. Muhamad Jamal, SHI., SH., MH., CM., yang mewakili Rektor Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda “Mediation & Awards 2026” yang mengusung tema penguatan restorative justice dan optimalisasi peran mediasi dalam sistem hukum nasional. Kerja sama tersebut mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor mediasi syariah. Selain itu, MoU ini juga membuka peluang pelatihan, sertifikasi mediator, kuliah tamu praktisi, hingga kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antara kedua lembaga. Ketua Program Magister Hukum Keluarga INISNU Temanggung menyampaikan bahwa kerja sama ini strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama dalam penguasaan mediasi berbasis syariah yang kini semakin dibutuhkan dalam penyelesaian sengketa keluarga dan ekonomi syariah. Secara terpisah, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan AMSI merupakan langkah konkret dalam memperkuat posisi INISNU sebagai perguruan tinggi Islam yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan hukum kontemporer. “MoU ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen bersama untuk melahirkan mediator-mediator syariah yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. INISNU ingin hadir sebagai pusat pengembangan keilmuan hukum keluarga dan mediasi syariah yang aplikatif,” tegasnya. Ia menambahkan, penguatan mediasi syariah sejalan dengan semangat penyelesaian sengketa secara damai (ishlah) yang menjadi nilai dasar dalam tradisi hukum Islam dan kearifan lokal Indonesia. Dengan kerja sama ini, INISNU berharap dapat memperluas jejaring nasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia profesional. Melalui sinergi ini, INISNU Temanggung optimistis mampu berkontribusi lebih luas dalam pengembangan mediasi syariah di Indonesia, baik pada tataran akademik maupun praktik hukum di masyarakat. Kerjasama meliputi penyelenggaraan pendidikan profesi MEDIATOR bersertifikat Mahkamah Agung, harapannya lulusan INISNU Temanggung, baik S1 maupun S2 bisa menjadi Mediator, yg bisa berpraktik di dalam Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama dan diluar pengadilan.pungkasnya. Junalis ( trm )
MEDAN, Bidik-kasusnews.com– Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengamankan 2 alat berat ekskavator yang diduga akan digunakan untuk menambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan, Ditreskrimsus Polda Sumut, Satuan Brimob Polda Sumut, Senin (2/3/2026) pagi ini, sekira pukul 06:00 WIB. Adapun 2 alat berat ini diduga akan dibawa masuk ke 2 titik tambang ilegal yang ada di Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Madina. Menurut informasi yang diperoleh, ketika penangkapan alat berat, Polisi dikabarkan sempat mendapat intervensi dari pihak lainnya. Sehingga, upaya penindakan, dan membawa alat bukti sedikit terhambat. “Iya, benar personel berada di lokasi. Namun kami mendapat upaya-upaya intervensi,”kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Senin (2/3/2026). Diketahui, lokasi pertambangan ilegal ini masuk ke kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH 8, Kabupaten Mandailing Natal. Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik pengerukan hutan terdeteksi telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Pada awalnya, warga hanya memantau keberadaan lima ekskavator yang bekerja di lokasi. Namun, dalam waktu singkat jumlah alat berat dikabarkan terus bertambah. (Red)
Mandailing Natal, Bidik-kasusnews.com, Tim gabungan Brimob bersama Ditreskrimsus Polda Sumut menyita 14 ekskavator di lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Tujuh orang turut ditangkap dalam operasi tersebut. Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan 12 ekskavator ditemukan di lokasi tambang. Sementara dua unit lainnya disita saat hendak menuju area pertambangan. “Alhamdulillah, 12 ekskavator kami amankan di lokasi tambang ilegal,” kata Rantau, Senin (2/3/2026). Rantau menyebut, ada tujuh orang yang ditangkap dan diduga sebagai pekerja tambang ilegal. Namun, peran masing-masing masih didalami oleh tim Ditreskrimsus. “Ada beberapa tersangka dengan perannya masing-masing. Nanti akan didalami tim Krimsus,” ujarnya. Ia mengungkapkan, saat penyergapan sempat terjadi kebocoran informasi sehingga sebagian pelaku melarikan diri. “Ketika penyergapan, informasi sudah sedikit bocor. Mereka bubar dan berhamburan ke seberang. Kami mendapatkan 12 ekskavator di sana,” jelasnya. Rantau menambahkan, lokasi tambang tersebut tergolong sulit dijangkau. Dari permukiman warga, perjalanan memakan waktu sekitar 12 jam jika ditempuh dengan berjalan kaki. Sementara menggunakan sepeda motor modifikasi membutuhkan waktu lebih dari tiga jam. “Kurang lebih 12 jam berjalan kaki. Kalau tim pendobrak menggunakan roda dua sekitar tiga setengah jam,” katanya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian alam guna mencegah banjir dan bencana lainnya. (Red)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Seorang perempuan bernama Meity Jayasari alias Suri diduga melakukan serangkaian penipuan dan penggelapan dana dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah. Dalam menjalankan aksinya, Suri disebut tidak sendiri. Ia diduga dibantu oleh kakaknya, Suryani alias Ani, serta masing-masing suami mereka, Hadi dan Ummang. Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban yang mayoritas masih memiliki hubungan kekerabatan dengan terduga pelaku mulai membuka suara dan menghimpun bukti untuk rencana pelaporan resmi ke aparat penegak hukum. Berdasarkan keterangan sejumlah korban, Suri menawarkan kerja sama investasi dan pinjaman dana dengan iming-iming keuntungan tetap dari usaha makanan ringan miliknya bernama Berkah Jaya Snack. Usaha tersebut diklaim memiliki pabrik produksi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan dalih pengembangan usaha dan perputaran modal, Suri menawarkan keuntungan bulanan yang disebut mencapai Rp10 juta per bulan untuk setiap dana Rp250 juta yang disetorkan. Pada tahap awal, pembayaran keuntungan disebut berjalan lancar sehingga menumbuhkan kepercayaan korban. Namun, seiring waktu, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya berhenti total. Salah satu korban, Suryati, yang merupakan sepupu dua kali dari Suri, mengungkapkan kronologi kejadian saat ditemui di Jakarta, Minggu (1/3/2026). Ia menjelaskan telah meminjamkan dana sebesar Rp250 juta dengan perjanjian keuntungan Rp10 juta per bulan. “Awalnya lancar, tapi kemudian macet. Selain uang, BPKB mobil juga diambil dengan janji akan diberi hasil bulanan. Sekarang sudah tidak ada kabar,” ujarnya. Menurut Suryati, tidak hanya dirinya yang menjadi korban. Sejumlah anggota keluarga lainnya juga mengaku menyerahkan BPKB kendaraan dan bahkan perhiasan emas untuk digadaikan atas bujuk rayu terduga pelaku. Data sementara yang dihimpun keluarga menyebutkan sedikitnya 14 unit kendaraan milik keluarga telah dijadikan jaminan, terdiri dari berbagai jenis mobil seperti Fortuner, Triton, Avanza, hingga kendaraan lain. Beberapa di antaranya disebut kini berada di wilayah Kalimantan Timur, sementara dokumen kendaraan telah masuk ke perbankan di Samarinda. Selain keluarga inti, sejumlah korban lain juga berasal dari kalangan karyawan swasta dan pegawai bank yang disebut diajak mengajukan pinjaman online (pinjol) atas nama pribadi, dengan dana diserahkan kepada Suri dan Ani. Berdasarkan rekapitulasi yang beredar di grup WhatsApp korban, total kerugian sementara mencapai miliaran rupiah. Di antaranya: • Flora: Rp295,8 juta • Dewy: Rp95 juta • Ria: Rp103 juta • Heny: Rp53 juta (pinjol) • Upik: Rp317 juta (pinjol) • Indra: Rp83 juta (pinjol) • Billy: Rp105 juta (pinjol) • Ana: Rp197 juta (pinjol dan angsuran bank) • Utari: Rp64 juta (pinjol) • Icha: Rp160 juta (reseller, BPKB motor dan mobil, pinjaman bank) • Eka: Rp4,3 miliar (7 kontrak perjanjian dan reseller 7 ton) Para korban kini tengah mengumpulkan bukti berupa perjanjian tertulis, bukti transfer, serta cetak rekening koran sebagai dasar pelaporan ke kepolisian. Keluarga korban di Samarinda sempat mendatangi alamat kediaman terduga pelaku di Jalan Adam Malik, Komplek Citra Griya, Blok E/41, RT 024, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Namun saat didatangi, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas penghuni. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa terduga pelaku telah meninggalkan lokasi. Ayu Andriani, anak Suryati yang berprofesi sebagai jurnalis media online di Jakarta, menyatakan keluarga akan menempuh jalur hukum. Ia bersama suaminya, Fahmy Nurdin, yang juga seorang jurnalis media nasional, memastikan akan membantu mengawal proses hukum hingga tuntas. “Kami akan mengumpulkan seluruh bukti dan membawa perkara ini ke ranah hukum agar ada kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujar Ayu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Meity Jayasari alias Suri, Suryani alias Ani, maupun suami mereka terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus diupayakan. Kasus ini masih bersifat dugaan. Penetapan status hukum dan unsur pidana sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Para korban berharap laporan resmi yang segera diajukan dapat menjadi pintu masuk pengungkapan kasus secara transparan dan akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang dirugikan. (Heri)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan keras terkait eskalasi konflik yang melibatkan negaranya dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). Dalam keterangannya, Boroujerdi menuding adanya serangan terhadap berbagai fasilitas sipil di Iran serta menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional. Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah awak media nasional dan internasional. Dalam pernyataannya, Boroujerdi menyoroti peran media global, situasi kemanusiaan, posisi hukum Iran berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Tuduhan Serangan terhadap Fasilitas Sipil Boroujerdi menyatakan bahwa negaranya mengalami serangan yang menyasar fasilitas sipil, termasuk rumah sakit dan sekolah. Ia menyebut lebih dari 555 warga sipil menjadi korban, dengan sebagian besar di antaranya anak-anak dan perempuan. Ia juga mengklaim lebih dari 200 anak meninggal dunia akibat serangan tersebut. “Rumah sakit, sekolah, dan berbagai fasilitas sipil menjadi sasaran. Korbannya adalah masyarakat biasa yang sedang menjalankan aktivitas, termasuk ibadah puasa Ramadan,” ujarnya. Pernyataan ini belum disertai data independen yang dapat diverifikasi secara terpisah oleh media internasional. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak yang dituduh melakukan serangan terkait angka korban tersebut. Klaim Pelanggaran Piagam PBB Dalam penjelasannya, Boroujerdi menyebut tindakan yang dialami Iran sebagai bentuk agresi yang melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB mengenai larangan penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial negara lain. Ia juga merujuk Pasal 51 Piagam PBB yang mengatur hak suatu negara untuk melakukan pembelaan diri. Menurutnya, Iran telah menggunakan hak tersebut untuk merespons sumber serangan yang diklaim berasal dari fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan. “Iran memiliki hak sah untuk membela diri sesuai hukum internasional,” tegasnya. Ia juga menyayangkan penggunaan wilayah negara-negara tetangga sebagai lokasi pangkalan militer yang disebut menjadi titik awal serangan. Namun demikian, ia menegaskan Iran tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara kawasan. Kritik terhadap Amerika Serikat dan Israel Boroujerdi secara terbuka mengkritik Amerika Serikat dan Israel. Ia menuding kedua pihak tidak konsisten dalam pendekatan terhadap hak asasi manusia, terutama dengan membandingkan situasi di Iran dan konflik di Gaza. Dalam konteks sejarah hubungan kedua negara, ia menyinggung peristiwa kudeta tahun 1953 terhadap Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mosaddegh, yang dalam berbagai catatan sejarah melibatkan dukungan intelijen Amerika Serikat dan Inggris. Ia juga menyinggung Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan pemerintahan Syah. Boroujerdi turut mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Menurutnya, serangan terjadi di tengah upaya perundingan yang dimediasi Oman dan disebut telah mencapai indikasi kesepahaman awal. “Kami telah menjalani beberapa putaran negosiasi dan menunggu putaran berikutnya, tetapi di tengah proses itu justru terjadi serangan,” ujarnya. Isu Nuklir dan Fatwa Ulama Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iran menegaskan bahwa fasilitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Ia juga menyebut adanya fatwa dari otoritas keagamaan Iran yang menyatakan produksi dan penggunaan senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir, sebagai haram. Namun demikian, hingga kini program nuklir Iran tetap menjadi perhatian komunitas internasional dan menjadi bagian dari perundingan yang kompleks antara Teheran dan negara-negara Barat. Seruan kepada Media dan Negara-negara Islam Boroujerdi meminta media, khususnya di Indonesia, untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang bersumber dari media internasional yang dinilai berafiliasi dengan kepentingan tertentu. Ia menegaskan tidak meminta dukungan politik, melainkan pemberitaan yang adil dan profesional. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia, termasuk organisasi masyarakat dan tokoh agama, yang disebutnya telah menyampaikan solidaritas kepada Iran. Lebih lanjut, ia menyerukan negara-negara Islam untuk: Mengecam tindakan yang disebutnya sebagai serangan ilegal. Menggunakan forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB untuk memberikan dukungan diplomatik. Mengampanyekan penolakan terhadap perang. Dampak Regional dan Global Boroujerdi mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, termasuk jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Ia menegaskan Iran selama ini berperan dalam menjaga keamanan jalur tersebut, namun menekankan bahwa stabilitas hanya dapat terwujud apabila tidak ada ancaman terhadap kedaulatan negaranya. Perspektif Berimbang Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel merupakan bagian dari dinamika geopolitik yang panjang dan kompleks. Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel selama ini menyatakan bahwa langkah-langkah yang mereka ambil bertujuan menjaga keamanan nasional serta mencegah ancaman yang dianggap membahayakan kawasan dan komunitas internasional. Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel yang secara langsung menanggapi tudingan terbaru tersebut dalam forum yang sama. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi dan perdagangan internasional. Konferensi pers Dubes Iran di Jakarta menjadi salah satu bentuk diplomasi publik yang dilakukan Teheran untuk menyampaikan versinya kepada masyarakat internasional, khususnya di Indonesia. Ke depan, perkembangan konflik ini masih akan sangat bergantung pada jalur diplomasi, dinamika militer di lapangan, serta respons komunitas internasional. (Heri)