Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M dengan tema “Membangun karakter Personel TNI PRIMA melalui sunnah Rasulullah”, Rabu, 17 September 2025, di Masjid Al-Ikhlas Mapusterad, Jakarta Timur. Kegiatan ini diikuti seluruh Prajurit TNI, PNS, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana PCBS Pusterad. Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Mapusterad. Para prajurit, PNS, dan anggota Persit memenuhi halaman masjid dengan semangat kebersamaan. Sapaan hangat dan senyum tulus antarhadirin menegaskan ikatan kekeluargaan yang kuat, seakan seluruh hati bersatu dalam satu tujuan: meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Peringatan Maulid bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum spiritual yang mendalam. Sifat shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh menjadi pedoman moral yang membimbing setiap prajurit untuk menjalankan tugas dengan ikhlas. Nilai-nilai ini juga menjadi fondasi pembangunan karakter PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif) yang menjadi ciri khas anggota Pusterad. Kehadiran KH. Dede Abdurrahman dari Pondok Pesantren Ta’fidz Qur’an Al-Ikhlas Nizamuddin menambah dimensi spiritual acara. Tausiah beliau mengingatkan pentingnya iman, akhlak mulia, dan pengabdian sepenuh hati demi kemaslahatan bangsa. Para peserta tampak khusyuk, merenungkan pesan yang disampaikan, sehingga semangat pengabdian dan kesadaran moral semakin menyala. Momen Maulid juga menjadi ruang refleksi bagi anggota Persit. Kehangatan kebersamaan, keikhlasan, dan keteladanan memperkuat ikatan antara prajurit dan keluarga besar Pusterad. Setiap senyum, sapaan, dan shalawat yang dilantunkan menyalakan kembali semangat untuk menjaga persatuan bangsa dengan cinta, keteguhan, dan kepedulian tulus. Di balik kesederhanaan acara, tersimpan pesan besar: keteladanan Rasulullah SAW menjadi lentera pengabdian yang hidup dalam hati setiap prajurit dan Persit Pusterad. Spiritualitas dan profesionalisme berpadu, sehingga setiap langkah pengabdian tidak hanya berhasil secara tugas, tetapi juga bernilai keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Peringatan Maulid ini menunjukkan bahwa meneladani Rasulullah tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membimbing setiap anggota Pusterad untuk melayani bangsa dengan sepenuh hati, demi Indonesia yang lebih sejahtera, harmonis, dan bermartabat.( Agus)

Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang dioplos ke tabung gas portable. Kasus ini terungkap dalam lima perkara berbeda sepanjang Juli hingga Agustus 2025 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Polda Metro Jaya. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., menjelaskan pengungkapan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden, Presisi Kapolri, dan Jaga Jakarta Kapolda Metro Jaya, khususnya dalam penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan gas bersubsidi. “Modus yang digunakan para pelaku yaitu memindahkan gas dari tabung LPG 3 Kg subsidi ke tabung portable berbagai merek dengan menggunakan regulator rakitan yang sudah dimodifikasi. Satu tabung gas 3 Kg bisa menghasilkan 10 sampai 11 tabung portable,” ujar Kapolres dalam keterangan pers, Rabu (17/9/2025). Dari hasil pengoplosan tersebut, para tersangka meraup keuntungan antara Rp38.000 hingga Rp93.000 per tabung. Produk oplosan itu kemudian dijual melalui media sosial, e-commerce, dan secara langsung dengan harga jauh lebih murah dari harga resmi, sehingga menarik banyak konsumen. Namun, Kapolres mengingatkan praktik ini sangat berbahaya karena gas yang dipindahkan tidak melalui prosedur aman dan berpotensi menimbulkan kebakaran atau ledakan. Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan enam orang tersangka berinisial IR (26), BK (32), FS (38), NT (20), HT (38), dan AA (24) yang ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. “Jangan membeli tabung gas portable dengan harga murah di bawah pasaran, karena selain ilegal juga membahayakan keselamatan. Kepada pelaku lain yang masih menjalankan praktik ini, kami tegaskan akan ada tindakan hukum tegas,” ujarnya. Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP I.G.N.P. Krishna Narayana, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., menambahkan para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, antara lain: Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 30 dan Pasal 31 UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan c UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dengan Pasal 40 Angka 9 UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Para tersangka terancam hukuman penjara paling lama 6 tahun atas perbuatannya. ( Agus)

Amuntai, HSU | Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Satuan Binmas melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dengan menjadi narasumber dalam sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kepada para Ketua OSIS se-Kabupaten HSU. Acara berlangsung di Aula Dispora Kabupaten HSU, Rabu (17/9/2025) siang. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk edukasi sekaligus pencegahan dini terhadap potensi penyalahgunaan media sosial, terutama pasca terjadinya unjuk rasa anarkis di beberapa daerah yang dipicu oleh informasi hoaks dan ujaran provokatif di dunia maya. Hadir sebagai pemateri, Kasat Binmas Polres HSU AKP Syaifullah, S.H., didampingi oleh sejumlah personel, di antaranya Aipda Irma Fitri H, Brigadir Ratna Eka Syafitri, Briptu Adi Rizki Putra, Briptu M. Ahlun Nazhar, S.Pd., M.M., serta Bripda Ahmad Hasan. Dalam penyampaiannya, AKP Syaifullah menegaskan pentingnya pemahaman UU ITE bagi generasi muda, khususnya pelajar yang aktif menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi. “Adik-adik pelajar adalah calon pemimpin bangsa. Jangan sampai masa depan terhambat karena terjerat kasus hukum akibat penyalahgunaan media sosial. Mari gunakan teknologi untuk hal positif dan membangun,” ujarnya. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para Ketua OSIS tampak antusias mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penggunaan media sosial yang sehat serta cara menangkal berita bohong. Kapolres HSU menyampaikan bahwa kegiatan edukasi seperti ini akan terus digelar untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar sekaligus mencegah terulangnya aksi anarkis akibat provokasi di dunia maya. Acara berakhir dengan tertib, aman, dan lancar. Para peserta berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal dalam mengedukasi rekan-rekan pelajar di sekolah masing-masing agar lebih bijak dalam bermedia sosial. ( Agus)

HSU | Bidik-kasusnews.com – Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama pemerintah desa menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Amuntai Selatan, Rabu (16/9/2025) pagi. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Amuntai Selatan bersama Bhabinkamtibmas, anggota Polsek, serta Kepala Desa turut hadir mendampingi masyarakat. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp57.000 per bungkus. Tercatat, sebanyak 150 kilogram atau 30 bungkus beras SPHP berhasil terjual habis dalam waktu singkat. Kapolsek Amuntai Selatan yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa program pangan murah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama Polri dalam meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah naik turunnya harga bahan pokok. “Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Antusiasme warga cukup tinggi karena harga beras yang dijual jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran,” ungkapnya. Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Amuntai Selatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan agar kebutuhan pokok tetap stabil dan mudah dijangkau. Program pangan murah ini sejalan dengan upaya Polri dan pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten HSU. (Agus)

HSU | Bidik-kasusnews.com – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Rabu (17/9/2025) pagi, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Banjang, dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis berupa telur itik kepada para orang tua asuh genting se-Kecamatan Banjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang digagas Pemerintah Daerah HSU. Bantuan diberikan kepada 277 kepala keluarga (KK), termasuk ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), yang tersebar di 20 desa di wilayah Kecamatan Banjang. Hadir dalam acara tersebut, Camat Banjang Rully Lesmana, S.ST.P., M.AP, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., Danramil Banjang yang diwakili Babinsa Lok Bangkai Kopda Hendra Pratama, serta Koordinator Balai Penyuluhan KB Banjang Khairunnisa, S.Kep., Ns. Setiap penerima bantuan mendapatkan 7 butir telur per minggu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil, sehingga dapat menekan angka stunting di wilayah tersebut. “Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi memerlukan kolaborasi lintas sektoral dan peran aktif masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap kebutuhan gizi masyarakat dapat lebih terpenuhi,” ujar Camat Banjang Rully Lesmana. Adapun desa dengan jumlah penerima terbanyak adalah Desa Kaludan Kecil dengan total 40 orang, termasuk ibu hamil KEK. Bantuan juga menyasar desa-desa lain seperti Banjang, Pawalutan, Beringin, Pelanjungan Sari, hingga Pulau Damar. Kapolsek Banjang, AKP Robby Ansharie, menegaskan bahwa kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia menambahkan bahwa jajaran Polsek siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di wilayah hukum Polsek Banjang. Program bantuan telur ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah daerah bersama jajaran terkait dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus membangun generasi yang sehat dan tangguh di masa depan. ( Agus)

Makassar, Bidik-kasusnews.com – Lanud Sultan Hasanuddin menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga keselamatan penerbangan dengan turut serta dalam Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Bandara Sultan Hasanuddin 2025 yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) di Makassar, Selasa (16/9/2025). Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menegaskan bahwa latihan ini penting untuk menguji kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi keadaan darurat di bandara. “Kesigapan dan koordinasi cepat menjadi kunci dalam setiap penanganan insiden darurat, demi keselamatan seluruh pengguna jasa bandara,” ujarnya. Dalam latihan ini, puluhan personel Lanud Sultan Hasanuddin diterjunkan, meliputi Polisi Militer, tim Base Rescue, tenaga medis RSAU dr. Dody Sardjoto, serta prajurit Batalyon Komando 466 Paskhas (Pasgat). Keterlibatan mereka memperkuat simulasi penanggulangan darurat agar berjalan mendekati kondisi nyata. Selain melatih kemampuan personel, kegiatan ini juga menjadi ajang uji coba berbagai dokumen penting, seperti Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Program (ASP), Airport Disaster Management Plan (ADMP), hingga Standard Operating Procedure (SOP) terkait keamanan dan keselamatan penerbangan. Latihan PKD 2025 ini melibatkan berbagai instansi yang tergabung dalam Komite Kedaruratan Bandara, antara lain Kantor Otoritas Bandara, TNI AU, Kepolisian, Basarnas, AirNav Indonesia, pihak maskapai, ground handling, hingga rumah sakit sekitar kawasan bandara. Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat respons terpadu dalam menghadapi setiap potensi ancaman darurat penerbangan. Turut hadir dalam kegiatan ini Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Bambang Baskoro Adi, MMOAS., GM Bandara Sultan Hasanuddin Minggus Gandeguai, serta Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, bersama para pemangku kepentingan lainnya. Latihan berjalan lancar, aman, dan terkoordinasi, sekaligus mempertegas kesiapan Bandara Sultan Hasanuddin dalam menghadapi situasi darurat demi menjamin keselamatan penumpang dan keberlangsungan operasional penerbangan. (Agus)

Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Sejumlah warga Desa Sindang Kempeng, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, dibuat resah setelah mengetahui adanya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meski mereka mengaku sudah rutin melakukan pembayaran setiap tahun. Dugaan muncul bahwa setoran pajak warga tersebut tidak disampaikan ke pemerintah daerah, melainkan diselewengkan oleh oknum perangkat desa. Kasus ini terungkap setelah beberapa warga, khususnya di Blok Manis, menunjukkan bukti pembayaran PBB berupa struk kepada awak media. Meski bukti pembayaran ada, nama mereka tetap tercatat menunggak dalam administrasi pajak daerah. Salah satu warga menuturkan, pembayaran PBB dilakukan melalui kader pemungut di lingkungannya. Namun saat dipertanyakan, kader mengaku sudah menyetorkan uang tersebut ke perangkat desa, dalam hal ini Kaur Kesra (Lebe) Desa Sindang Kempeng. “Semua sudah saya serahkan ke Kaur Kesra,” kata seorang kader penarik iuran PBB. Ironisnya, dugaan penyalahgunaan setoran PBB ini disebut sudah berlangsung selama beberapa tahun. Salah seorang warga bahkan mengaku pernah menerima pengembalian uang langsung dari perangkat desa yang bersangkutan, setelah masalah tersebut dipersoalkan. Warga yang merasa kecewa berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar. Mereka menilai hal ini merugikan masyarakat yang sudah taat pajak namun tetap dianggap menunggak. Menanggapi isu tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Warga disarankan membayar PBB melalui kanal resmi, baik di kantor Bapenda maupun melalui layanan pembayaran daring yang sudah disediakan, agar terhindar dari risiko penyalahgunaan oleh pihak ketiga. Kasus dugaan penyelewengan setoran PBB Desa Sindang Kempeng ini kini menjadi sorotan publik. Warga pun menanti adanya klarifikasi dan langkah tegas dari pemerintah desa maupun pihak berwenang agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari. (Asep)

HSU | Bidik-kasusnews.com – Desa Danau Terate, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menjadi pusat perhatian pada Selasa (16/9/2025) sore setelah digelar Panen Raya Padi di area persawahan setempat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan nasional dan swasembada beras. Acara yang berlangsung mulai pukul 16.30 Wita itu dihadiri langsung oleh Bupati HSU H. Sahrudjani, Wakil Bupati Hero Setiawan, Sekda H. Adi Lesmana, unsur Forkopimda, hingga perwakilan DPRD Kabupaten HSU. Hadir pula jajaran kepolisian, TNI, Kepala Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta masyarakat petani setempat. Dalam sambutannya, Bupati HSU menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bukti kerja keras para petani sekaligus langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan. “Panen ini bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga hasil kebersamaan. Kita ingin Kabupaten HSU menjadi penopang lumbung padi nasional,” ujarnya. Panen raya dilakukan secara simbolis oleh Bupati beserta jajaran, disertai penampilan tarian tradisional “Mengatam Benih” yang menjadi ciri khas budaya lokal. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, laporan dari Kepala Desa Danau Terate, serta diskusi antara petani dan pemerintah mengenai peningkatan hasil pertanian. Berdasarkan data, luas lahan persawahan di Desa Danau Terate mencapai 174 hektare, dengan 170 hektare di antaranya siap dipanen. Varietas padi yang dipanen adalah jenis R66, dengan hasil produksi rata-rata 5 ton per hektare. Artinya, panen kali ini berpotensi menghasilkan lebih dari 850 ton gabah, yang dapat memperkuat cadangan pangan di Kabupaten HSU. Selain menjaga ketersediaan beras, panen raya ini juga diharapkan memberi dampak positif lain, seperti meningkatkan pendapatan petani, menjaga stabilitas harga beras di pasaran, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Panen raya ini juga menjadi bagian dari upaya Kabupaten HSU mewujudkan program Agrominapolitan, yaitu pembangunan berbasis pertanian, perikanan, dan peternakan untuk kesejahteraan masyarakat. ( Agus)

Jakarta | Bidik-kasusnews.com – Kerusuhan besar yang melanda Ibu Kota di penghujung Agustus 2025 menyisakan kisah kelam sekaligus heroik. Ketika jalanan dipenuhi kobaran api, lemparan batu, hingga ledakan petasan rakitan, hadir para penyelamat yang bergerak di garis depan: Tim Kesehatan Taktis Korbrimob Polri atau dikenal dengan sebutan Tim Cobra. Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung dengan orasi berubah menjadi amukan massa. Fasilitas umum rusak, ban terbakar, dan aparat berhadapan langsung dengan gelombang anarki. Di tengah kekacauan itu, tim medis taktis Korbrimob di bawah pimpinan Kombes Pol dr. Bambang Wiji Asmoro, M.Han serta koordinator lapangan AKBP dr. Sulistyo Purbo Harsono bergerak cepat menyelamatkan nyawa, baik aparat maupun warga terdampak. Pada 28 Agustus 2025, kawasan Slipi, Jakarta Barat, menjadi saksi nyata perjuangan. Saat seorang perwira polisi, AKP Darkun, roboh akibat hantaman benda tumpul, Tim Cobra tanpa ragu menerobos kerumunan dan hujan batu. Mereka menghentikan perdarahan, memasang perban darurat, menstabilkan kondisi korban, hingga mengevakuasi dengan ambulans taktis yang berkali-kali terkena lemparan massa. Tidak hanya di lapangan, posko medis darurat juga menjadi pusat penanganan lanjutan. Dengan peralatan terbatas, para tenaga kesehatan menjahit luka, memberikan oksigen, hingga melakukan triase darurat sebelum korban dirujuk ke RS Bhayangkara Polri. Ambulans terus hilir mudik, sementara doa mengiringi agar setiap detak jantung korban tetap bertahan. Selain menangani aparat yang terluka, Tim Cobra juga mengemban misi kemanusiaan lain: mengevakuasi keluarga personel Brimob Polda Metro Jaya yang terjebak di wilayah Kwitang akibat kepungan massa. Di bawah pimpinan AKP Panca Sirsanti, A.Md.Kep., S.H., puluhan keluarga dipindahkan ke lokasi aman di Fave Hotel dan Blue Sky Hotel Jakarta. Di sana, tim medis RS Bhayangkara Brimob membuka layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, pemberian obat-obatan, hingga konseling psikologis untuk memulihkan trauma. Anak-anak anggota Brimob diperiksa kondisi gizinya, para ibu diberikan pendampingan psikologis, bahkan satu keluarga yang membutuhkan perawatan hemodialisa rutin tetap difasilitasi agar tidak terputus akses kesehatannya. Untuk menjaga stamina personel pengamanan di lapangan, tim medis juga melakukan patroli kesehatan dengan membagikan vitamin, obat-obatan, hingga pemeriksaan singkat di pos-pos penjagaan. Semua dilakukan demi memastikan aparat tetap bugar menghadapi dinamika situasi yang terus berubah. Meski penuh peluh dan kelelahan, para tenaga medis Korbrimob tetap teguh dengan semboyan mereka: “To Save Life, Brigade.” Kisah pengabdian ini menjadi bukti bahwa di balik tragedi Agustus Kelabu 2025, masih ada cahaya keberanian yang menjaga kemanusiaan. ( Agus)

  Puncak Jaya | Bidik-kasusnews.com – Aparat TNI bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Puncak Jaya menggelar pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pusat perdagangan, Senin (15/9/2025). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sembako serta memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman. Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han, menjelaskan bahwa kehadiran personel TNI merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok. “Pemantauan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Kami ingin memastikan agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan warga,” ujar Letkol Bagus. Dalam kegiatan tersebut, aparat TNI bersama tim pemda berdialog langsung dengan sejumlah pedagang terkait ketersediaan beras, minyak goreng, gula, hingga telur. Pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga demi kepentingan bersama. Selain mendampingi pengawasan, TNI juga memastikan jalannya kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman. “Kami berharap langkah ini membantu warga memperoleh sembako dengan harga yang terjangkau,” tambahnya. Kegiatan pemantauan harga ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kolaborasi TNI dan Pemda memberi rasa aman sekaligus harapan agar kebutuhan pokok tetap stabil di tengah dinamika ekonomi saat ini. ( Agus)