Bireuen, Bidik-kasusNews.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bireuen dalam beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Dampaknya cukup besar: jembatan putus, akses desa tertutup material kayu dan lumpur, serta beberapa warga yang terjebak dan membutuhkan evakuasi segera, Selasa (2/12/2025). Di tengah kondisi darurat itu, sebuah momen kemanusiaan terjadi di Desa Awe Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Babinsa Kodim 0111/Bireuen, Serma Ilham, menjadi sorotan setelah dengan sigap menggendong seorang lansia yang terisolasi akibat jalur menuju permukiman tertimbun material banjir. Dengan melewati tumpukan kayu besar, lumpur pekat, dan aliran air yang deras, ia memastikan warga tersebut dapat dievakuasi dengan aman. Tindakan heroik itu mencerminkan komitmen TNI AD dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang kesulitan menyelamatkan diri di tengah bencana. Meski medan yang dilalui berbahaya, Serma Ilham tetap menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Sementara itu, masyarakat bersama aparatur desa serta personel Kodim 0111/Bireuen terus melakukan pembersihan material banjir yang menutup jalur utama dan menghambat aliran air. Upaya gotong royong ini dilakukan untuk membuka kembali akses desa dan memperlancar distribusi bantuan bagi warga terdampak. Prajurit TNI AD juga melakukan patroli dan pemantauan ke titik-titik yang berpotensi masih menyisakan warga terjebak. Kondisi tanah yang labil dan hujan yang masih turun membuat proses penanganan harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Aksi evakuasi lansia ini menjadi simbol hadirnya TNI AD di tengah masyarakat, bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi warga yang kehilangan akses maupun tempat tinggal. Ketulusan dalam membantu sesama menegaskan kembali komitmen TNI AD untuk selalu berada di garis depan dalam penanganan bencana. Semangat kebersamaan antara aparat desa, masyarakat, dan prajurit Kodam Iskandar Muda di Bireuen menjadi bukti kuatnya budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa. Di tengah kesulitan, solidaritas menjadi energi bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan. TNI AD bersama berbagai instansi terkait akan terus melanjutkan penanganan pascabencana, mulai dari pemulihan akses, pembersihan material, hingga pendampingan bagi warga yang membutuhkan bantuan cepat. Diharapkan upaya ini mampu mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak banjir dan longsor. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM— Buronan internasional sekaligus aktor intelektual penyelundupan narkotika jaringan Golden Triangle, Dewi Astutik alias Mami, akhirnya berhasil diamankan dalam operasi gabungan lintas negara. Penangkapan dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kepolisian Kamboja, BAIS TNI, Atase Pertahanan RI di Kamboja, KBRI Phnom Penh, serta Bea dan Cukai. Dewi Astutik dikenal sebagai dalang di balik penyelundupan 2 ton sabu yang digagalkan pada Mei 2025, serta sejumlah kasus besar lainnya sepanjang 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent. Selain menjadi buronan Indonesia, ia juga masuk dalam daftar pencarian pihak berwenang di Korea Selatan. Penangkapan di Sihanoukville Operasi penangkapan berlangsung di Sihanoukville, Kamboja, dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, sebagai tindak lanjut dari perintah khusus Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang sebulan sebelumnya memerintahkan pembentukan tim pengejaran internasional. Tim gabungan berhasil mencegat Dewi saat ia menuju lobi sebuah hotel. Operasi dilakukan secara senyap, cepat, dan presisi tanpa menimbulkan kegaduhan publik. Setelah diamankan, Dewi segera diterbangkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas. Sinergi Intelijen dan Diplomasi Kesuksesan operasi ini tidak lepas dari dukungan strategis BAIS TNI dan Atase Pertahanan RI yang dipimpin Yudi Abrimantyo, yang berperan dalam pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi intelijen regional. Di sisi diplomatik, Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, beserta jajaran KBRI Phnom Penh memfasilitasi seluruh proses legalitas pemindahan, termasuk komunikasi intensif dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, yang turut membantu pengamanan di lapangan. Komitmen BNN Perangi Jaringan Transnasional Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penangkapan tersebut. “Keberhasilan ini menegaskan komitmen BNN dalam mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri. Sinergitas lintas lembaga dan kerja sama dengan kepolisian negara sahabat menjadi kekuatan utama operasi ini,” ujarnya. Langkah Lanjut di Indonesia Setibanya di Tanah Air, Dewi Astutik akan menghadapi pemeriksaan intensif untuk mengungkap struktur jaringan yang selama ini ia kelola — mulai dari alur pendanaan, logistik, hingga aktor-aktor internasional yang bekerja dengannya. BNN memastikan bahwa langkah penegakan hukum tidak berhenti pada penangkapan saja. Investigasi akan diperluas untuk membongkar seluruh jaringan narkotika internasional yang mengedarkan kokain, sabu, dan ketamin ke berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Dengan tertangkapnya Dewi Astutik, Indonesia menegaskan posisinya dalam perang melawan narkotika internasional dan mempersempit ruang gerak sindikat yang selama ini beroperasi lintas batas. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya percepatan penanganan bencana di Sumatera kembali mendapat dukungan besar dari TNI Angkatan Darat. Kapal ADRI XCII-BM diberangkatkan dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/12/2025), membawa ribuan koli bantuan logistik untuk tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pemberangkatan kapal dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung, didampingi Komandan Satangair Pusbekangad Kolonel Cba Putra Bungsu Usman Tanjung. Pengiriman bantuan ini merupakan respons cepat atas bencana banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Sehari sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjutak, M.Sc., meninjau langsung kesiapan Kapal ADRI XCII-BM, termasuk proses pemuatan logistik. Pada keberangkatan kali ini, jumlah bantuan kembali diperbesar guna memenuhi kebutuhan mendesak bagi warga yang masih terdampak atau terisolasi. Kapal ADRI XCII-BM mengangkut 8.690 koli bantuan dengan total berat 88.457 kilogram, berisi antara lain makanan siap saji, mie instan, air mineral, beras, pakaian dewasa dan anak-anak, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi dan sanitasi, selimut, kantong jenazah, kendaraan roda empat, hingga perangkat komunikasi. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk masyarakat di pengungsian serta warga yang wilayahnya belum mudah dijangkau jalur darat. Selain itu, TNI AD juga mengerahkan personel pendamping untuk memastikan distribusi dilakukan dengan cepat, tertib, dan tepat sasaran. Gerak cepat ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Sumatera dilakukan secara terkoordinasi. TNI AD terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta unsur TNI–Polri di lapangan untuk mendukung upaya pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur setempat. Dengan berangkatnya Kapal ADRI XCII-BM, TNI AD berharap bantuan logistik dapat segera menjangkau warga di daerah terdalam dan mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat pascabencana. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Suasana Kelurahan Perumnas Wayhalim mendadak geger setelah seorang warga menemukan sesosok mayat pria di dalam sebuah gubuk di Jalan Terusan Minak Bawang, Selasa (2/12/2025) sore. Temuan tersebut segera memicu respons cepat dari Babinsa setempat, Peltu Andi Wahyu, yang langsung menggerakkan koordinasi lintas instansi. Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh Bahrudin Agani (63). Saat melintas di sekitar lokasi, Agani melihat seorang pria dalam kondisi terbujur kaku di dalam gubuk. Ia kemudian memanggil tetangganya, Sadan Husen Puteh (52), untuk memastikan kondisi tersebut sebelum melaporkan kepada Ketua RT. Atas arahan Ketua RT, informasi itu langsung diteruskan kepada Babinsa dan pihak kelurahan. Tidak menunggu lama, Peltu Andi Wahyu tiba di lokasi dan memulai langkah cepat pengamanan serta koordinasi resmi. “Sesuai prosedur, kami segera menghubungi Lurah, Camat Wayhalim, dan memanggil Tim Inafis Polresta Bandar Lampung serta ambulans untuk penanganan lanjutan,” ujar Peltu Andi Wahyu dalam laporannya. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian dipadati aparat gabungan. Hadir di antaranya Camat Wayhalim, Kapolsek Sukarame, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung, Lurah Perumnas Wayhalim, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, dan Linmas. Tim Inafis kemudian mengidentifikasi mayat tersebut sebagai Supriyantoro (67), warga Jalan Krakatau 1, Kelurahan Perumnas Wayhalim. Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas. Setelah proses olah TKP dan dokumentasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi. “Penanganan dan penyelidikan kini sepenuhnya ditangani pihak kepolisian. Kami dari TNI AD, khususnya Babinsa, tetap berkoordinasi dan siap mendukung proses hukum yang berlangsung,” tegas Peltu Andi. Kejadian ini kembali menegaskan peran vital Babinsa sebagai penggerak koordinasi di tingkat kelurahan, tidak hanya dalam pembinaan wilayah, tetapi juga dalam merespons cepat situasi darurat yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM— Setelah bertahun-tahun dalam pelarian, buronan internasional kasus penyelundupan narkoba, Dewi Astutik, akhirnya berhasil ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Penangkapan dilakukan di Kamboja melalui operasi terpadu yang melibatkan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI). Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi kunci utama dalam menelusuri dan mengamankan pelaku dari persembunyiannya. Menurut keterangan resmi BNN, operasi penangkapan ini berlangsung setelah serangkaian penyelidikan intensif yang mengarah pada keberadaan Dewi Astutik di salah satu wilayah di Kamboja. Begitu identitasnya terverifikasi, tim gabungan segera melakukan penindakan cepat untuk memastikan buronan tidak kembali melarikan diri. Saat ini, BNN bersama pihak terkait tengah menyelesaikan proses pemulangan Dewi Astutik ke Indonesia. Tahapan tersebut mencakup verifikasi identitas lanjutan, penyusunan dokumen administratif, serta pengawalan ketat berdasarkan standar keamanan internasional. Prosedur yang diterapkan memastikan bahwa proses ekstradisi berjalan sesuai hukum kedua negara. BNN menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian operasional, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata pemerintah Indonesia dalam memerangi jaringan narkotika transnasional. Kerja sama antarnegara dan antarinstansi disebut akan terus diperkuat untuk menekan ruang gerak sindikat narkoba serta meningkatkan efek jera bagi para pelaku. Dengan tertangkapnya Dewi Astutik, BNN berharap langkah ini dapat membuka jalan bagi pengungkapan jaringan lebih luas serta memutus mata rantai peredaran narkotika yang telah meresahkan masyarakat. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Sat Lantas Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Pada Selasa (2/12/2025), jajaran Sat Lantas melaksanakan pengaturan dan pengawasan intensif di sejumlah titik padat kendaraan yang dipimpin langsung KBO Sat Lantas Polres HSU, IPDA Amin Mulyadi Jaya, S.H., M.H. Pengaturan Sejak Pagi di Titik Rawan Kepadatan Kegiatan dimulai sejak pagi hari, menyasar kawasan sekolah, perkantoran, area pasar, hingga persimpangan yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan. Kehadiran personel Sat Lantas di lapangan bertujuan memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar, khususnya pada jam sibuk. IPDA Amin Mulyadi Jaya nampak memberikan arahan langsung kepada anggota serta turut membantu mengatur arus kendaraan. Pengawasan ini menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus meminimalisasi pelanggaran lalu lintas di wilayah Amuntai dan sekitarnya. Edukasi Humanis untuk Tingkatkan Kesadaran Pengendara Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara terkait pentingnya penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, tidak bermain ponsel saat berkendara, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Edukasi dilakukan secara humanis agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan. Respon masyarakat pun positif. Para pengguna jalan merasa terbantu dengan kehadiran polisi yang membuat perjalanan lebih nyaman dan tertib, terutama di pagi hari yang rawan penumpukan kendaraan. Polres HSU Tegaskan Komitmen Berikan Pelayanan Prima Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui PS. Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas yang dipimpin KBO Sat Lantas merupakan wujud pelayanan prima kepada masyarakat. “Pengaturan langsung ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman dan lancar. Polres HSU akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya Kamseltibcarlantas,” ujarnya. IPTU Asep menambahkan bahwa kegiatan preventif seperti penjagaan dan pengaturan di titik rawan akan terus ditingkatkan. “Tidak hanya penindakan, edukasi humanis juga kami kedepankan agar kesadaran masyarakat meningkat. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman,” tegasnya. Sat Lantas Konsisten Jaga Kondusivitas Lalu Lintas Dengan terlaksananya kegiatan pengaturan hari ini, Sat Lantas Polres HSU menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan maksimal, dan menjaga situasi lalu lintas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
KBL- BIDIK-KASUSNEWS.COM — Upaya mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan keamanan dan kesejahteraan warga kembali dilakukan jajaran Koramil 410-06/Kedaton. Tiga Babinsa melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) secara serentak di wilayah binaan masing-masing, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini menunjukkan pendekatan TNI yang responsif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tiga kelurahan berbeda. Sukamenanti Baru: Babinsa Tekankan Pentingnya Kamtibmas Di Kelurahan Sukamenanti Baru, Serka Hadori memimpin giat Komsos di Jalan Harimau, Gang Harimau 4, RT 05. Dalam interaksi bersama warga, ia menekankan pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta mengaktifkan kembali budaya siskamling. Warga diajak meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan keamanan, terutama di lingkungan padat penduduk. Kampung Baru, Labuhan Ratu: Edukasi Kesehatan Hadapi Musim Penghujan Sementara itu, Serma Sugeng DP, Babinsa Kelurahan Kampung Baru, mengangkat tema kesehatan masyarakat dalam Komsos yang digelar di Jalan Sukarno Hatta, RT 02. Menghadapi musim penghujan, ia mengajak warga menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi mencegah berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Edukasi ini disambut baik warga sebagai langkah preventif meningkatkan kualitas hidup bersama. Rajabasa Jaya: Warga Sepakat Perkuat Kerja Sama Demi Lingkungan Kondusif Di Rajabasa Jaya, Serda Ripian melaksanakan Komsos di Jalan Karya Bakti, RT 02. Fokus pembahasan kembali pada penguatan Kamtibmas. Melalui dialog yang akrab, Babinsa dan warga mencapai kesepahaman untuk memperkokoh kerja sama antarwarga guna mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari potensi gangguan. TNI Hadir Sebagai Sahabat dan Mitra Masyarakat Seluruh rangkaian kegiatan Komsos berjalan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kehadiran Babinsa bukan hanya menjalankan fungsi pengawasan teritorial, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif terkait pentingnya keamanan, kesehatan, dan solidaritas. Koramil 410-06/Kedaton di bawah jajaran Kodim 0410/KBL terus memperkuat komitmen pengabdian di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat “Radin Inten” yang mencerminkan ketulusan, kecerdasan, dan keteguhan dalam melayani rakyat. (Agus)
Cianjur, Bidik-kasusnews.com — Sengketa tanah warisan di Kampung Bojongsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, kembali mengemuka setelah ahli waris dari almarhum Karta bin Emod melaporkan dugaan penyerobotan dan pengalihan aset tanpa hak oleh pihak yang masih memiliki hubungan keluarga jauh. Laporan tersebut kini resmi diproses aparat penegak hukum. Kronologi: Klaim Sepihak Atas Tanah Turun-Temurun Menurut keterangan pelapor, persoalan bermula ketika pihak terlapor diduga melakukan aktivitas di atas tanah keluarga tanpa izin. Aktivitas itu meliputi pengukuran lahan, pemasangan patok, serta klaim kepemilikan tanpa dasar yang jelas. Situasi memanas sejak tahun 2008, ketika saudara pelapor, Biah (alm.), mencoba menanyakan status tanah tersebut. Namun ia justru dibawa ke Polsek Sukaluyu oleh pihak terlapor. Polisi kemudian memastikan bahwa Biah hanya menanyakan hak waris keluarga dan memulangkannya tanpa proses hukum. Indikasi Penjualan Tanpa Hak Keluarga juga menerima informasi bahwa terlapor diduga pernah mencoba menawarkan tanah warisan tersebut kepada pihak lain. Pelapor, yang saat itu berdinas sebagai anggota TNI di Cirebon, menyatakan tidak pernah menandatangani dokumen apa pun terkait jual beli maupun pengalihan aset. Minimnya komunikasi keluarga pada masa sebelum penggunaan ponsel diduga ikut dimanfaatkan untuk melakukan langkah sepihak. Mediasi Desa Buntu: Muncul Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Upaya penyelesaian melalui mediasi di Kantor Desa Sukaluyu sempat ditempuh. Pertemuan yang dihadiri perangkat desa, Babinmas, Babinsa, dan Ketua BPD itu menghasilkan penyerahan beberapa dokumen oleh terlapor, seperti surat gadai, perjanjian jual beli, hingga kwitansi pembayaran. Namun setelah diteliti, pelapor menegaskan bahwa tanda tangan dalam dokumen tersebut tidak identik dengan tanda tangannya yang tertera pada KTP. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya tindak pemalsuan dokumen. Jalan Hukum Ditempuh: Cegah Penjualan Ilegal Karena mediasi tidak memberikan hasil, pelapor akhirnya melapor ke kepolisian untuk mencegah kemungkinan penjualan ilegal dan untuk memastikan hak keluarga atas tanah warisan dapat dipulihkan. Hingga kini, tanah tersebut masih dikuasai terlapor tanpa persetujuan ahli waris, sehingga pihak keluarga menilai hal ini sebagai tindakan merugikan serta berpotensi menghilangkan hak turun-temurun. Harapan Ahli Waris: Proses Hukum Transparan dan Profesional Dengan laporan resmi yang telah diajukan, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuan dokumen tersebut secara profesional, guna memberikan kepastian hukum dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi ahli waris yang sah. (Tim)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., secara resmi melepas keberangkatan Kapal ADRI XVII BM yang membawa gelombang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prosesi pemberangkatan berlangsung di Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (1/12/2025). Dalam keterangannya, Kasad menyebut penggunaan Kapal ADRI sebagai langkah strategis untuk memastikan distribusi bantuan dalam jumlah besar dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat. Sebelumnya, bantuan prioritas telah dikirimkan menggunakan dua KRI milik TNI AL serta pesawat Hercules. “Hari ini kami memberangkatkan Kapal ADRI untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, maupun Padang. Kemarin, barang-barang yang mendesak sudah kami kirim melalui KRI dan Hercules,” ujar Kasad. Bantuan Besar-besaran: Dari Logistik Dasar Hingga Alat Berat TNI AD mengerahkan dukungan komprehensif untuk mempercepat penanganan darurat. Di antaranya: Empat unit jembatan Bailey (tiga untuk Aceh, satu untuk Sumut) Lima helikopter dan pesawat Cassa untuk mobilisasi udara Ribuan paket logistik, meliputi sembako, air bersih, obat-obatan, perlengkapan balita dan ibu hamil, selimut, tenda, hingga perlengkapan sanitasi Genset dan peralatan operasional di lapangan Alat berat seperti excavator dan buldozer guna membuka akses yang tertutup material bencana Kasad menegaskan bahwa persepsi terkait keterlambatan bantuan tidak berdasar. Menurutnya, TNI bergerak cepat setelah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Perhatian Presiden sangat besar. Bahkan ada rencana pengerahan sekitar 20 helikopter untuk mempercepat operasi kemanusiaan,” tegasnya. Koordinasi Matang dan Keterlibatan Satuan di Lapangan Sebelum kapal diberangkatkan, Kasad beserta Pejabat Utama Mabesad menerima paparan dari Asops Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung terkait mekanisme pengiriman dan manifest bantuan. Selain logistik, TNI AD juga menurunkan kekuatan personel lintas satuan, meliputi Zeni, Kesehatan, Bekang, serta bantuan dari Kodam I/BB, Kodam IM, dan Kodam XVIII/Tuanku Imam Bonjol. Pasukan ini bertugas membuka akses yang terputus, membantu evakuasi, menyiapkan dapur lapangan, hingga memberikan layanan medis untuk para penyintas. Kasad turut menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan kerusakan luas yang terjadi akibat bencana di tiga provinsi tersebut. Ia memastikan TNI AD terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat. Prioritas Distribusi untuk Wilayah Paling Terdampak Seluruh bantuan dari Kapal ADRI akan disalurkan ke posko gabungan di masing-masing daerah, kemudian didistribusikan sesuai tingkat urgensi kebutuhan masyarakat. Dengan keberangkatan Kapal ADRI XVII BM, TNI AD kembali menegaskan komitmennya hadir secara cepat, profesional, dan humanis dalam setiap situasi darurat yang menimpa rakyat. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menerima Laporan Kenaikan Pangkat 80 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi TNI AD dalam memperkuat kepemimpinan, sekaligus menegaskan amanah dan tanggung jawab baru yang diemban para Pati. Dalam kesempatan tersebut, Kasad mengucapkan selamat kepada para perwira yang memperoleh kenaikan pangkat dan menegaskan bahwa setiap kenaikan pangkat bukan sekadar bentuk penghargaan dari negara, tetapi merupakan amanah sekaligus tantangan untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas kepemimpinan, dan kontribusi nyata kepada organisasi. Jenderal Maruli menyampaikan bahwa para Pati TNI AD memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam mengawal program pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan program makan bergizi, serta meningkatkan kesejahteraan prajurit melalui penguatan program perumahan non-dinas TWP. “Banyak kesempatan kita dalam mendukung program-program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan program makan bergizi. Kita harus kompak. Kami pejabat utama di Mabesad selalu berdiskusi bagaimana meningkatkan kesejahteraan prajurit terutama perumahan non dinas melalui program TWP,” tegas Kasad. Sebanyak 80 Pati TNI AD yang naik pangkat terdiri atas 20 perwira berpangkat Mayor Jenderal dan 60 perwira berpangkat Brigadir Jenderal, yang mengemban berbagai jabatan baik di dalam maupun di luar struktur TNI AD. Kenaikan pangkat ini diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pembinaan satuan dan kinerja organisasi. Kasad menegaskan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga TNI AD membutuhkan pemimpin yang adaptif, visioner, serta mampu menggerakkan organisasi secara responsif dan efektif. Ia juga berpesan agar para Pati yang naik pangkat mampu menjadi teladan dalam disiplin, loyalitas, serta memajukan satuan yang dipimpinnya. (Agus)