Bandar Lampung | Bidik-kasusnews.com – Respons cepat ditunjukkan aparat kewilayahan bersama tim terpadu dalam menangani genangan air yang sempat melumpuhkan akses jalan di kawasan Jembatan M. Saleh, Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, Minggu (21/12/2025) sore. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 410-04/Tanjung Karang Timur, Sertu Sugiyanto, turut terjun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait. Genangan air yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas terhenti. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan dipicu oleh tingginya debit air yang tidak tertampung secara optimal akibat posisi jembatan yang relatif rendah di Gang M. Saleh. Kondisi tersebut membuat air meluap dan menutup badan jalan. Upaya penanganan cepat membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, debit air mulai surut dan akses jalan kembali normal sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kegiatan pemantauan dan penanganan darurat ini melibatkan unsur lintas sektor sebagai bentuk sinergi antarlembaga. Hadir di lokasi antara lain Camat Way Halim, Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Lurah Jagabaya III, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, personel BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perangkat kewilayahan seperti Ketua RT dan anggota Linmas. Sertu Sugiyanto mengatakan, kehadiran aparat di lokasi merupakan bagian dari langkah antisipatif untuk mencegah dampak yang lebih luas akibat cuaca ekstrem. “Pemantauan dan koordinasi kami lakukan untuk memastikan situasi tetap aman serta meminimalisir risiko bagi warga,” ujarnya. Keterlibatan Babinsa dalam penanganan kejadian tersebut menegaskan peran aktif TNI AD dalam pembinaan teritorial dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di tingkat kelurahan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kota Bandar Lampung. (Agus)

Bogor, Bidik-kasusnews.com — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indoor Skydiving Dankorbrimob Cup II Tahun 2025 resmi ditutup dengan sukses dan penuh prestasi. Ajang olahraga dirgantara bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen Korps Brimob Polri dalam membina dan melahirkan atlet-atlet skydiving nasional yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kejurnas yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Desember 2025, bertempat di Gedung Soemardi Wind Tunnel Korps Brimob Polri, Cikeas Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Upacara penutupan kejuaraan dipimpin langsung oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, jajaran pejabat utama Korps Brimob Polri dan Mabes Polri, perwakilan TNI, pengurus KONI Pusat, PB FASI, Komite Terjun Payung FASI, serta para atlet, ofisial, juri nasional dan internasional. Dalam laporannya, Ketua Panitia Kejuaraan Brigjen Pol. Almas Widodo Kolopaking menyampaikan bahwa Kejurnas Indoor Skydiving Dankorbrimob Cup II 2025 diikuti oleh 156 atlet yang tergabung dalam 63 tim, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Para atlet berkompetisi dalam 10 nomor pertandingan dengan 8 ronde di setiap nomor. Penilaian pertandingan dilakukan secara profesional dan berstandar internasional oleh 19 juri, terdiri dari 17 juri nasional dan 2 juri internasional yang menilai secara daring, guna menjamin objektivitas dan transparansi hasil lomba. Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, panitia, dan pihak pendukung atas terselenggaranya kejuaraan dengan aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Saya berharap semangat kebersamaan, sportivitas, dan disiplin yang terbangun dalam kejuaraan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi energi positif untuk terus meningkatkan prestasi, memperkuat soliditas, serta membentuk mental juang yang tangguh,” ujar Dankorbrimob Polri. Ia juga menegaskan bahwa ke depan Kejurnas Indoor Skydiving diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan kualitas yang semakin meningkat. “Melalui pembinaan yang konsisten, kita berharap lahir atlet-atlet skydiving yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tambahnya. Kejurnas Indoor Skydiving Dankorbrimob Cup II 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat soliditas, persaudaraan, dan sinergi lintas instansi serta negara. Ajang ini sekaligus menjadi wadah regenerasi atlet dan penguatan ekosistem olahraga dirgantara nasional. Melalui kejuaraan ini, Korps Brimob Polri menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam tugas pengamanan, tetapi juga aktif membangun prestasi olahraga nasional, sejalan dengan semangat “Brimob Presisi untuk Masyarakat.” (Agus)

Aceh Utara, Bidik-kasusnews.com — Satgas Konstruksi Kodam Iskandar Muda (IM) terus mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Fokus pengerjaan dilakukan di ruas vital Jalan Lintas Simpang KKA Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, yang menjadi jalur utama penghubung antardaerah. Upaya ini bertujuan memulihkan mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas pemerintahan dan perekonomian yang sempat terhambat akibat rusaknya infrastruktur. Personel Zeni Angkatan Darat (Zeni AD) diterjunkan dengan dukungan alat berat dan material konstruksi untuk memastikan perbaikan berjalan cepat dan aman. Di KM 57.34 Jembatan Weh Pase, pekerjaan difokuskan pada penguatan pondasi dengan penambahan material batu dan pasir, baik di sisi hulu maupun hilir. Untuk mencegah longsor susulan, struktur diperkuat menggunakan batang kelapa dan paranet. Tiga unit excavator dan satu unit dozer dikerahkan di lokasi ini, sementara material batu juga dimanfaatkan untuk pemadatan jalan di wilayah Burni Pase 3. Sementara itu, di KM 58.8 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 1, material bebatuan tidak dimobilisasi karena kondisi berlumpur dan tidak stabil, yang berisiko merusak struktur jalan. Kondisi serupa juga ditemukan di KM 60 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 2, di mana jalan masih berlumpur hingga setinggi mata kaki. Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area dengan material batu di sisi jalan. Pekerjaan signifikan dilakukan di KM 61 Desa Burni Pase 3, meliputi pemasangan batang kelapa untuk memperlebar badan jalan di atas aliran air agar dapat dilalui dua arah kendaraan. Selain itu, penguatan bahu jalan dan pengikisan tanah lembek di lereng bukit juga dilakukan guna mencegah longsor. Material batu didrop menggunakan lima unit dump truk dari Jembatan Weh Pase. Di KM 61.2 Dusun Muhajirin Desa Burni Pase 4, personel Zeni AD melakukan pembersihan tanah dan puing kayu, dilanjutkan dengan penyusunan batu besar sebagai lapisan dasar jalan utama. Jalur alternatif yang tersedia juga kembali dipadatkan demi meningkatkan keamanan pengguna jalan. Selanjutnya, di KM 62 Dusun Mekar Jaya Desa Burni Pase, pelebaran jalan sekitar dua meter dilakukan bersamaan dengan perataan genangan air dan lumpur. Di KM 64.4 Dusun Buntul, Satgas melaksanakan pengedropan dan perakitan jembatan Aramco. Aliran sungai sementara dialihkan untuk mencegah erosi yang mengancam permukiman warga, dengan target pemasangan jembatan selesai pada hari yang sama. Sementara itu, ruas jalan di KM 65 Dusun Bintang Permata dan KM 68 Dusun Bintang Bener kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setelah dilakukan pelebaran dan perkuatan badan jalan. Namun, di KM 71 Dusun Bener Pepanyi, akses masih terputus dan menunggu pemasangan jembatan Bailey/Aramco. Adapun di KM 69.7 Dusun Bener Kelipah dan KM 72.4 Dusun Pondok Baru, kendaraan sudah dapat melintas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan Satgas. Di lapangan, sejumlah kendala masih dihadapi, di antaranya penerapan sistem buka-tutup jalan dari Jembatan Weh Pase hingga Dusun Mekar Jaya yang menyebabkan antrean panjang kendaraan. Selain itu, longsor susulan dan keterbatasan komunikasi di beberapa titik juga menjadi tantangan, sehingga diperlukan penguatan sinyal menggunakan repeater. Meski demikian, Satgas Konstruksi Kodam IM tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Diharapkan, pemulihan infrastruktur ini dapat segera mengembalikan konektivitas Aceh Utara dan Bener Meriah, sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, aman, dan lancar. ( Agus )

Aceh Besar, Bidik-kasusnews.com —Komitmen TNI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui aksi cepat Satgas Kodam Iskandar Muda (IM) yang mengevakuasi tiga warga Kabupaten Bener Meriah menggunakan helikopter Bell 412 milik Kementerian Pertahanan RI menuju Banda Aceh, Sabtu (20/12/2025). Helikopter tersebut mendarat dengan aman di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Kabupaten Aceh Besar, sebagai bagian dari upaya penanganan kondisi darurat medis yang membutuhkan rujukan segera ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Evakuasi udara dilakukan mengingat keterbatasan akses transportasi darat serta kondisi geografis wilayah Bener Meriah yang sulit dijangkau. Jarak tempuh yang panjang menuju rumah sakit rujukan juga menjadi pertimbangan utama penggunaan sarana udara demi mempercepat penanganan dan menyelamatkan nyawa pasien. Keberhasilan misi kemanusiaan ini merupakan hasil sinergi lintas instansi antara TNI, Kementerian Pertahanan RI, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi yang solid memastikan seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman, cepat, dan sesuai prosedur. Setibanya di Lanud SIM, ketiga pasien langsung mendapat penanganan awal dari tim medis yang telah disiagakan. Salah satu pasien, Tobi Faruli (24), mengalami luka sobek serius disertai patah tulang kaki akibat tergelincir saat melintasi jembatan pohon di wilayah tempat tinggalnya. Kondisinya memerlukan penanganan medis lanjutan secara intensif. Sementara itu, Suparjo (74) diketahui menderita retensi urine yang menyebabkan gangguan kesehatan cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif. Pasien lainnya, Ibnu (68), juga mengalami kondisi medis yang tidak dapat ditangani secara optimal di fasilitas kesehatan setempat, sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan sarana yang lebih memadai. Usai pendaratan, ketiga pasien dievakuasi menggunakan ambulans Kesdam Iskandar Muda menuju Rumah Sakit Kesdam IM. Proses pemindahan dilakukan secara cepat, tertib, dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan serta stabilitas kondisi pasien. Aksi ini menjadi gambaran nyata peran TNI dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Keberadaan alutsista udara seperti helikopter Bell 412 dinilai sangat vital dalam mendukung respons cepat terhadap kondisi darurat kemanusiaan. Melalui evakuasi ini, diharapkan seluruh pasien dapat segera memperoleh penanganan medis optimal dan berangsur pulih. TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara. ( Agus )

Bandar Lampung | Bidik-kasusnews.com Sinergi antara warga dan aparat kewilayahan kembali menunjukkan efektivitasnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Babinsa Koramil 410-01/Panjang, Sertu Ismanto, bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait temuan seorang pria meninggal dunia di kediamannya, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Sertu Ismanto yang bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Panjang Utara menerima laporan dari Mahmudah (43), Wakil Ketua RT 14 Lingkungan I, terkait bau menyengat dan mencurigakan yang berasal dari salah satu rumah warga. Menindaklanjuti laporan itu, warga setempat bersama aparat melakukan pengecekan. Hasilnya, ditemukan seorang pria dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam rumah. Berdasarkan keterangan warga sekitar, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan dan diketahui sempat mengalami sakit. Korban diketahui bernama Andre Setiawan (37), seorang buruh yang berdomisili di Kampung Karang Anyar, RT 14 Lingkungan I, Kelurahan Panjang Utara, dengan identitas kependudukan berasal dari Batam. Mendapatkan laporan tersebut, Babinsa segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Penanganan di lokasi melibatkan Lurah Panjang Utara Sukarno, SE, Bhabinkamtibmas, petugas Puskesmas Panjang, anggota Polsek Panjang, Tim Inafis, serta perangkat kelurahan setempat. Proses penanganan berjalan tertib dan penuh kepedulian. Pihak keluarga almarhum menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Dengan bantuan warga sekitar, proses pemakaman direncanakan dilaksanakan pada malam hari. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata pentingnya peran Babinsa sebagai ujung tombak kewilayahan dalam membangun komunikasi dan kewaspadaan bersama masyarakat. Alur informasi yang cepat dari warga kepada aparat memungkinkan penanganan kejadian dilakukan secara sigap, terkoordinasi, dan humanis. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh proses administrasi dan sosial berjalan lancar. Kesiapsiagaan serta solidaritas warga Panjang Utara bersama aparat kewilayahan dinilai patut menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan responsif. (Agus)

Jakarta | Bidik-kasusnews.com — Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., resmi meraih gelar akademik Doktor (Dr.) dari Universitas Trisakti dengan predikat cum laude, Senin (15/12/2025). Pencapaian akademik tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi perwira menengah Polri dalam mengembangkan kapasitas intelektual di tengah padatnya tugas sebagai pimpinan kewilayahan. Gelar doktor yang diraih menegaskan kualitas kepemimpinan Kombes Pol. Rama Samtama Putra sebagai figur yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia dan pelayanan publik berbasis profesionalisme. Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Capaian tersebut dinilai tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, namun juga membawa nama baik institusi Polri, khususnya Polresta Banyuwangi, dalam membangun citra kepolisian yang humanis, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Di tengah tanggung jawab besar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra tetap mampu menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan hasil membanggakan. Hal ini mencerminkan disiplin tinggi, manajemen waktu yang baik, serta komitmen kuat terhadap peningkatan kompetensi diri. Selama memimpin Polresta Banyuwangi, ia dikenal memiliki sinergi yang solid dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan, menangani persoalan sosial, serta mendukung kelancaran berbagai program pembangunan di Kabupaten Banyuwangi. Prestasi akademik ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi jajaran Polri dan aparatur pemerintahan lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, baik melalui pendidikan formal maupun peningkatan kompetensi profesional. Dengan disandangnya gelar Doktor oleh Kapolresta Banyuwangi, sinergitas antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan Banyuwangi yang aman, kondusif, dan sejahtera. (Habib)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., menghadiri sekaligus memberikan dukungan penuh dalam gelaran Begawi Jejama yang menjadi bagian dari rangkaian APEKSI Outlook 2025 Kota Bandar Lampung. Kegiatan bertema “Kota Kita Bisa Apa?” ini digelar di Halaman Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025) pagi. Acara tersebut dihadiri sekitar 5.000 peserta dan menjadi ajang silaturahmi nasional yang diikuti 24 Wali Kota se-Indonesia. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., selaku Wakil Ketua APEKSI, serta dihadiri Sekjen/Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam dan jajaran Forkopimda Kota Bandar Lampung, termasuk Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol H. Alfret Jacob Tilukay. Dalam sambutannya, Wali Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kepala daerah dan tamu undangan. Ia menjelaskan bahwa Begawi Jejama merupakan tradisi adat Lampung sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, dan pembangunan Kota Bandar Lampung. “Melalui Begawi Jejama, kami ingin memperkenalkan budaya serta potensi daerah Bandar Lampung yang memiliki kekayaan alam, dikelilingi laut dan perbukitan, dengan destinasi wisata yang indah dan nyaman,” ujar Eva Dwiana. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan doa dan empati kepada sejumlah daerah yang tengah dilanda musibah, seperti Medan, Aceh, dan Padang, serta mengajak seluruh pihak untuk menyongsong Tahun Baru 2026 dengan semangat persatuan dan kedamaian. Kehadiran Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan dinilai sebagai wujud nyata dukungan TNI AD terhadap kegiatan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan budaya, ekonomi kerakyatan, dan kebersamaan sosial. Sinergi antara TNI dan pemerintah sipil ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah melalui pendekatan budaya dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian kegiatan Begawi Jejama diisi dengan senam bersama, ramah tamah, serta pameran dan promosi produk UMKM lokal. Seluruh acara berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dinilai memiliki nilai strategis sebagai sarana pemersatu budaya, promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi kreatif, sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran antar daerah bagi para kepala daerah se-Indonesia. (Agus)

Semarang, Bidik-kasusnews.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si. melakukan pengecekan langsung kesiapan Pos Pelayanan (Posyan) di Stasiun Tawang Semarang, Jumat (19/12/2025) malam. Pengecekan yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 21.10 WIB tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur pengamanan dan pelayanan publik berjalan optimal, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan jasa kereta api selama masa libur Nataru. Dalam kegiatan itu, Kapolrestabes didampingi sejumlah pejabat utama Polrestabes Semarang, antara lain Kabag Ops AKBP Asep Supiyanto, Kasat Lantas AKBP Yunaldi, Kasi Propam Kompol Ali Santoso, Kapolsek Semarang Utara Kompol Heri Sumiarso, serta Kepala Stasiun Tawang Semarang Nanang Parikesit. Kapolrestabes secara langsung meninjau kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta pola pengamanan terpadu yang diterapkan di kawasan Stasiun Tawang. Perhatian khusus juga diberikan pada kesiapan pelayanan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas. Dalam arahannya, Kombes Pol. Syahduddi menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan inklusif, dengan memastikan ketersediaan fasilitas pendukung seperti kursi roda, bantuan bagi manula dan difabel, serta keterlibatan unsur masyarakat, termasuk Banser NU, dalam mendukung pengamanan. Selain itu, layanan kesehatan dari Seksi Dokkes disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat, baik bagi personel pengamanan maupun masyarakat yang membutuhkan. Kapolrestabes juga menginstruksikan agar seluruh kegiatan pengamanan didokumentasikan dan disampaikan secara positif melalui media sosial sebagai bentuk keterbukaan informasi serta edukasi kepada masyarakat. Menjelang malam pergantian tahun, ia turut mengingatkan jajaran untuk mengintensifkan sosialisasi kamtibmas di media sosial, termasuk imbauan agar perayaan Tahun Baru dilakukan secara sederhana, tertib, dan tetap mengedepankan empati dengan mendoakan para korban bencana di wilayah Sumatra. Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Semarang menyampaikan bahwa pengecekan tersebut mencerminkan keseriusan pimpinan dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Nataru. “Kapolrestabes Semarang memastikan seluruh aspek pengamanan Natal dan Tahun Baru berjalan maksimal, mulai dari kesiapan personel, fasilitas pelayanan, hingga pola pengamanan terpadu, agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman,” jelasnya. Melalui pengecekan ini, Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Yusuf)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya, HM Kunang, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Penetapan tersebut dilakukan setelah KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (20/12/2025). Selain keduanya, KPK juga menahan seorang pihak swasta bernama Sarjan yang diduga berperan sebagai perantara proyek. Ketiganya kini ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Dalam perkara ini, KPK mengungkap adanya dugaan penerimaan suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp14,2 miliar. Uang tersebut diduga terkait pengondisian paket proyek lingkungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, HM Kunang, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah kandung Bupati Bekasi, memiliki peran aktif dalam praktik suap tersebut. “HM Kunang kerap meminta uang, baik secara langsung maupun melalui perantara, kepada pihak swasta dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Posisi sebagai orang tua bupati membuat pihak-pihak tertentu merasa memiliki akses,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/12/2025). Menurut Asep, peran HM Kunang terungkap dari keterangan saksi-saksi serta pengakuan para tersangka yang telah diperiksa penyidik. Praktik dugaan suap tersebut berlangsung saat Ade Kuswara Kunang menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 2025–2029. KPK juga membeberkan bahwa komunikasi antara Ade Kunang dan Sarjan telah terjalin sejak sebelum Ade resmi dilantik sebagai bupati. Komunikasi itu berlangsung dalam rentang Desember 2024 hingga Desember 2025, dengan pembahasan utama terkait pengondisian paket proyek. “Selama kurun waktu tersebut, Ade Kunang diduga secara rutin meminta paket proyek ijon melalui Sarjan dan pihak lainnya,” ungkap Asep. KPK menegaskan akan terus mendalami aliran dana, keterlibatan pihak lain, serta kemungkinan adanya praktik serupa di proyek-proyek lain di Kabupaten Bekasi. Penyidikan dilakukan sebagai bagian dari komitmen KPK dalam memberantas korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa. (Agus)

Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Tri Taruna Fariadi (TAR), yang diduga melarikan diri saat operasi tangkap tangan (OTT). Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan upaya pencarian terhadap tersangka. Bahkan, KPK siap menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) apabila pelacakan yang sedang dilakukan tidak membuahkan hasil. “Nanti akan kami terbitkan daftar pencarian orang apabila pencarian yang sedang dilakukan tidak menemukan yang bersangkutan,” kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). Asep menjelaskan, KPK akan melakukan koordinasi berjenjang dengan institusi terkait, termasuk Kejaksaan Tinggi, mengingat Tri Taruna merupakan aparat kejaksaan yang bertugas di wilayah Hulu Sungai Utara. “Tentunya kami akan berkoordinasi dengan instansi yang bersangkutan secara berjenjang. Karena yang bersangkutan berada di Hulu Sungai Utara, tentu di atasnya ada Kejaksaan Tinggi,” ujarnya. Selain itu, KPK juga akan menelusuri keberadaan Tri Taruna melalui pihak keluarga dan kerabat dekat. “Kami akan mencari melalui keluarganya. Biasanya kalau melarikan diri atau pergi, itu ke kenalan atau keluarganya,” tambah Asep. Tri Taruna Fariadi diketahui merupakan salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam proses penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara untuk tahun anggaran 2025–2026. Ia disebut kabur saat KPK menggelar OTT di wilayah tersebut. OTT tersebut merupakan operasi tangkap tangan ke-11 KPK sepanjang tahun 2025, yang dilaksanakan pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Sehari kemudian, pada 19 Desember 2025, KPK mengumumkan telah mengamankan enam orang, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri HSU Albertinus Parlinggoman Napitupulu serta Kasi Intelijen Kejari HSU Asis Budianto. Dalam operasi itu, penyidik juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga terkait praktik pemerasan. Pada 20 Desember 2025, KPK resmi menetapkan Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN), Asis Budianto (ASB), dan Tri Taruna Fariadi (TAR) sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Namun hingga kini, baru APN dan ASB yang ditahan, sementara Tri Taruna Fariadi masih dalam pelarian dan terus diburu oleh tim penyidik KPK. (Agus)