Amuntai Selatan, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Polsek Amuntai Selatan, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan pengecekan dan pemantauan debit air di wilayah hukumnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026) mulai pukul 10.30 WITA. Pengecekan difokuskan di Pintu Air Desa Harusan Telaga, Kecamatan Amuntai Selatan, yang berada di aliran Sungai Telaga Silaba. Sungai ini merupakan jalur terusan dari aliran sungai di Kabupaten Tabalong, sehingga berpotensi membawa limpasan air saat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya kenaikan debit air sekitar 1 sentimeter. Sebelumnya, ketinggian air tercatat berada di angka 5,99 sentimeter dan kini meningkat menjadi 6,00 sentimeter. Meski kenaikan masih tergolong kecil, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian mengingat cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Kapolsek Amuntai Selatan melalui laporan resminya menyampaikan bahwa personel kepolisian terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan perkembangan situasi dapat terpantau secara akurat dan cepat. “Anggota kami tidak hanya melakukan pengecekan debit air, tetapi juga mendata potensi dampak terhadap jalan dan rumah warga apabila terjadi peningkatan debit air lanjutan,” ujarnya. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir. Orang tua diingatkan untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di tepi sungai guna menghindari risiko hanyut atau tenggelam. Dalam upaya penanganan yang lebih terpadu, Polsek Amuntai Selatan turut berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mempercepat penyampaian informasi apabila terdapat wilayah yang terdampak kenaikan debit air. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan setiap perkembangan situasi akan dilaporkan lebih lanjut demi menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat. (Agus)
Babirik | Bidik-kasusnews.com– Mengantisipasi potensi banjir akibat curah hujan yang masih tinggi, Polsek Babirik, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melaksanakan monitoring debit air di sejumlah titik rawan genangan di wilayah Kecamatan Babirik, Kabupaten HSU, Minggu (11/1/2026). Kegiatan pemantauan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dilakukan oleh personel Polsek Babirik sebagai langkah deteksi dini dan upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya debit air di wilayah setempat. Monitoring difokuskan pada beberapa lokasi strategis, di antaranya pintu air di Jalan Polder Babirik–Danau Panggang Desa Kalumpang Luar, pintu air di Jalan Babirik–Danau Panggang Desa Sungai Luang Hulu, serta sejumlah ruas jalan penghubung Babirik–Danau Panggang yang melintasi Desa Sungai Luang Hilir, Murung Panti Hilir, dan Babirik Hilir. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, petugas mendapati adanya genangan air di beberapa ruas jalan umum. Di Desa Sungai Luang Hilir, ketinggian air yang menggenangi jalan terpantau sekitar 1–2 sentimeter. Sementara itu, di Desa Murung Panti Hilir dan Desa Babirik Hilir, genangan air di badan jalan mencapai kisaran 2–3 sentimeter. Selain genangan jalan, debit air di sejumlah pintu air juga mengalami peningkatan. Di Pintu Air Desa Sungai Luang Hulu, ketinggian air tercatat naik sekitar 1 sentimeter dari sebelumnya 201 sentimeter menjadi 202 sentimeter. Kenaikan serupa juga terpantau di Pintu Air Desa Kalumpang Luar, dari 212 sentimeter menjadi 213 sentimeter. Kapolsek Babirik melalui laporan resminya menyampaikan bahwa peningkatan debit air tersebut dipengaruhi oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, khususnya sejak bulan Desember. Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi berlanjut apabila curah hujan tidak menurun. “Polsek Babirik akan terus melakukan monitoring secara berkala terhadap kenaikan maupun penurunan debit air, sehingga dapat segera memberikan rekomendasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya. Pihak kepolisian memastikan bahwa perkembangan situasi di lapangan akan terus dipantau dan dilaporkan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polres HSU dalam memberikan pelayanan yang cepat, sigap, dan responsif kepada masyarakat. (Agus)
Amuntai | Bidik-kasusnews.com – Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air di wilayah hukumnya guna mengantisipasi dampak banjir akibat curah hujan yang masih berpotensi terjadi. Monitoring dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa genangan air masih terjadi di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga, meski debit air secara umum mulai mengalami penurunan. Beberapa jalan yang terpantau tergenang antara lain Jalan Rakha di Desa Pamintangan dan Pakapuran, Jalan Amuntai–Tanjung di Desa Panangkalaan dan Panangkalaan Hulu, serta sejumlah ruas jalan desa di Bayur, Palimbangan, Sungai Limas, dan Keramat, dengan kedalaman air bervariasi antara 0 hingga 15 sentimeter. Sementara itu, untuk fasilitas umum lainnya seperti lapangan, taman, sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan, hingga gedung pemerintahan dan rumah dinas dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak terdampak genangan. Selain infrastruktur jalan, genangan air juga merambah ke beberapa pemukiman warga di wilayah Kecamatan Amuntai Utara dan Kecamatan Haur Gading. Di Amuntai Utara, genangan tercatat masuk ke sejumlah rumah warga di Desa Pamintangan, Pakapuran, Panangkalaan, Panangkalaan Hulu, Sungai Turak, dan Sungai Turak Dalam. Sedangkan di wilayah Haur Gading, rumah warga di Desa Waringin, Keramat, Pulantani, Jingan Bujur, Bayur, Palimbangan, Palimbangan Gusti, dan Palimbangan Sari turut terdampak. Kapolsek Amuntai Utara melalui laporan resminya menyampaikan bahwa kondisi debit air di Pintu Air Desa Muara Baruh saat ini menunjukkan tren penurunan sekitar 20 sentimeter. Jika sebelumnya ketinggian air mencapai sekitar 200 sentimeter, kini tercatat berada di kisaran 180 sentimeter. “Walaupun debit air mulai surut, personel Polsek Amuntai Utara tetap melaksanakan pemantauan setiap hari sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan perubahan cuaca,” ujarnya. Monitoring lapangan tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aipda A.M. Anshari dan Brigpol Taufikurrachman. Pihak kepolisian menegaskan bahwa setiap perkembangan situasi akan terus dilaporkan secara berkala guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (Agus)
Balangan | Bidik-kasusnews.com — Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya debit air Sungai Balangan yang berpotensi menimbulkan banjir di sejumlah desa wilayah hukumnya. Pemantauan dilakukan secara langsung pada Minggu (11/1/2026) pagi sebagai langkah antisipasi dini terhadap dampak yang lebih luas. Berdasarkan hasil monitoring di Pintu Air Desa Beringin pada pukul 09.30 hingga 09.50 WITA, ketinggian air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,83 meter atau mengalami kenaikan sekitar 3 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi tersebut saat ini berada pada status siaga. Seiring meningkatnya debit air, sejumlah desa dilaporkan terdampak genangan. Di wilayah Danau Terate, air telah masuk ke sekitar 30 rumah warga di RT 1 hingga RT 3, sementara jalan titian sepanjang kurang lebih 200 meter ikut terendam. Di Lok Bangkai, genangan air merambah teras dan badan rumah warga serta menggenangi jalan lingkungan. Kondisi serupa juga terjadi di Patarikan, Pandulangan, Murung Padang, Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, Teluk Buluh, hingga Karias Dalam, dengan total ratusan rumah terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 2 hingga 10 sentimeter. Selain itu, satu titik di Jalan Jermani Husin Km 4 terendam air dengan kedalaman mencapai 10–15 sentimeter sepanjang sekitar 50 meter. Kapolsek Banjang melalui laporan resminya menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah yang terdampak. Namun demikian, pihak kepolisian tetap mengedepankan langkah preventif dan kesiapsiagaan. “Personel Polsek Banjang telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya jika curah hujan masih tinggi,” ujarnya. Selain itu, Polsek Banjang juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa setempat untuk percepatan penyampaian informasi perkembangan situasi, serta mempersiapkan pembentukan Posko Tanggap Darurat. Posko sementara di Polsek Banjang telah disiagakan dengan perlengkapan penanganan banjir seperti ban dalam sebagai pelampung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, serta obat-obatan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa genangan air diperkirakan masih bertahan karena aliran air belum sepenuhnya surut menuju muara Sungai Negara dan Sungai Tabalong. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan. Polsek Banjang memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala dan perkembangan situasi akan dilaporkan lebih lanjut guna menjamin keselamatan serta keamanan masyarakat. (Agus)
Semarang | Bidik-kasusnews.com – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam memberantas penyelundupan komoditas pertanian ilegal yang berpotensi merugikan petani lokal dan mengancam ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat Polda Jateng mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, meninjau barang bukti bawang bombay ilegal di kawasan pergudangan Semarang Utara, Sabtu (10/1/2026). Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djoko Julianto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari operasi penindakan pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam unit truk fuso yang mengangkut bawang bombay ilegal tanpa dokumen resmi. Komoditas tersebut diketahui berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan diangkut menggunakan kapal KM Dharma Kartika VII. “Penyidikan masih terus kami kembangkan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk enam pengemudi kendaraan pengangkut yang saat ini masih berstatus sebagai saksi,” ujar Kombes Pol Djoko Julianto. Ia menambahkan, penyidik juga tengah menelusuri asal-usul barang, kelengkapan dokumen pengiriman, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam jaringan distribusi bawang bombay ilegal tersebut. Proses pendalaman dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, seperti Bea Cukai dan Karantina. “Barang bukti saat ini diamankan di gudang penyimpanan. Mengingat sifatnya yang mudah rusak dan berpotensi membawa penyakit, pemusnahan akan dilakukan setelah seluruh prosedur hukum dan penetapan pengadilan terpenuhi,” jelasnya. Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat melalui kanal Lapor Pak Amran. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Karantina. “Jumlahnya mencapai 6.172 karung atau sekitar 123 ton. Namun yang terpenting bukan soal kuantitas. Dalam dunia pertanian, satu ton atau seribu ton sama bahayanya jika membawa penyakit. Ini harus ditindak tegas dan diusut sampai ke akar-akarnya,” tegas Menteri Amran. Ia juga menekankan bahwa bawang bombay ilegal berpotensi membawa bakteri dan jamur berbahaya yang belum ada di Indonesia, sehingga dapat menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem pertanian nasional. “Sekilas hanya enam truk, tapi jika membawa penyakit, kerugiannya jauh lebih besar daripada nilai ekonominya. Ini yang harus kita cegah bersama,” imbuhnya. Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan bahwa Polda Jateng akan terus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta melindungi masyarakat dari peredaran komoditas ilegal. “Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penyelundupan yang merugikan negara,” pungkasnya. (Yusuf)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM — Menjelang pelaksanaan Momen 21 Rajab 1447 Hijriah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan kepedulian sosial dan komitmen pengamanan dengan menyalurkan bantuan hewan ternak serta menyiapkan sarana pendukung bagi jamaah dan petugas di lapangan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., bersama Bhayangkari Cabang HSU menyerahkan bantuan berupa tiga ekor sapi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap kelancaran kegiatan keagamaan berskala besar di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Adapun rincian bantuan tersebut terdiri dari satu ekor sapi bantuan Kapolda Kalimantan Selatan yang diserahkan kepada keluarga H. Bain, satu ekor sapi dari Kapolres HSU yang juga diberikan kepada keluarga H. Bain, serta satu ekor sapi diserahkan kepada Ketua Bhayangkari Cabang HSU untuk mendukung operasional dapur lapangan selama rangkaian Momen 21 Rajab berlangsung. Penyaluran bantuan ini bertujuan membantu kebutuhan logistik dan konsumsi bagi jamaah serta petugas pengamanan, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Selain bantuan sosial, Polres HSU juga telah menyiapkan enam posko pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Setiap posko dilengkapi personel kesehatan serta petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait guna memberikan pelayanan cepat dan optimal kepada masyarakat, termasuk penanganan kondisi darurat. Mewakili Kapolres HSU, IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kesiapan pengamanan dan dukungan logistik merupakan prioritas utama dalam pengamanan Momen 21 Rajab. “Kami ingin memastikan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Tidak hanya pengamanan, kami juga menyiapkan pelayanan kesehatan serta dukungan logistik di lapangan,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemantauan, IPTU Asep mengungkapkan bahwa sejumlah titik kumpul jamaah terpantau tergenang air setinggi sekitar 15 hingga 20 sentimeter akibat meluapnya air sungai. Kondisi ini menjadi perhatian serius jajaran Polres HSU dalam menyusun langkah-langkah antisipatif demi keselamatan jamaah. Sebagai tindak lanjut, Polres HSU mengintensifkan kewaspadaan dengan melakukan pengaturan jalur aman, memberikan imbauan kepada masyarakat, serta menyiagakan personel untuk membantu jamaah lanjut usia, anak-anak, dan warga yang membutuhkan bantuan di area genangan. IPTU Asep juga mengimbau seluruh jamaah agar senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan genangan air, serta mematuhi petunjuk petugas demi keselamatan bersama. Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting agar Momen 21 Rajab dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat,” pungkasnya. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka mendukung pelaksanaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), Polsek Banjang melakukan pengecekan perkembangan pembangunan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Sabtu (10/1/2026) pagi. Pengecekan lapangan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WITA oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Heri S, Aipda Sukadi, dan Brigadir Fahmi R. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta kesiapan fasilitas pendukung yang nantinya akan digunakan sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kantor SPPG akan difungsikan sebagai sarana pendukung utama dalam pelaksanaan program MBG, khususnya untuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah. “Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan serta memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan dalam mendukung program pemerintah di bidang pemenuhan gizi,” ujar Kapolsek Banjang. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pada hari tersebut para pekerja tengah melakukan pemasangan water heater di kamar mandi sebagai bagian dari penyempurnaan fasilitas penunjang kantor SPPG. Kegiatan pengecekan berakhir sekitar pukul 09.50 WITA dan berlangsung dalam situasi aman, tertib, serta kondusif. Polsek Banjang memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mendukung percepatan penyelesaian pembangunan kantor SPPG agar dapat segera beroperasi sesuai peruntukannya. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program strategis pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM —Kreativitas warga Komplek Taman Buaran Indah RW 13, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, membuahkan hasil manis. Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, memimpin langsung kegiatan panen anggur bersama warga pada Jumat (9/1/2026), dengan hasil panen mencapai sekitar 10 kilogram anggur dari kebun yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Kegiatan panen tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi, Kepala Bagian Perekonomian Patar Parulian Pakpahan, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto, Camat Cakung Rohmad, serta para lurah se-Kecamatan Cakung. Wali Kota Munjirin mengapresiasi inisiatif warga yang mampu mengubah lahan kosong menjadi kebun produktif bernilai ekonomi dan sosial. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan ruang terbatas di wilayah perkotaan. “Ini contoh nyata pemanfaatan lahan kosong yang sering saya sampaikan kepada warga. Dengan kreativitas dan kemauan, lahan terbatas pun bisa menghasilkan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Munjirin. Ia menambahkan, keberadaan kebun anggur tidak hanya memperindah kawasan permukiman, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa hasil panen yang dapat dinikmati bersama. Munjirin pun mengajak pengurus RT, RW, serta masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang belum termanfaatkan di lingkungannya masing-masing. “Lahan-lahan kosong di sekitar permukiman sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal agar memberikan manfaat bagi warga,” katanya sambil mencicipi buah anggur hasil panen. Sementara itu, pengelola kebun anggur, Harismawati Sharifah (50), menjelaskan bahwa kebun tersebut telah dirintis bersama suaminya selama kurang lebih tiga tahun. Ia mengaku mempelajari teknik budidaya anggur secara mandiri melalui berbagai sumber. “Awalnya belajar dari YouTube, lalu berkunjung ke kebun anggur milik orang lain. Prosesnya tidak mudah, sempat gagal, tapi terus belajar sampai akhirnya berhasil,” ungkapnya. Harismawati menuturkan, hasil panen anggur tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan kepada warga sekitar dan tamu yang berkunjung. Kebun tersebut juga terbuka sebagai sarana berbagi pengalaman dan edukasi. “Kalau sudah panen, anggurnya dibagikan ke warga. Tamu yang datang juga dipersilakan memetik langsung,” ujarnya. Adapun varietas anggur yang dibudidayakan meliputi jupiter, trans, adora, tamaki, serta beberapa jenis lainnya. Keberhasilan kebun anggur di Taman Buaran Indah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Jakarta Timur untuk mengelola lahan kosong menjadi ruang produktif yang bernilai dan berkelanjutan. (Heri)
BANDAR LAMPUNG, BIDIK-KASUSNEWS.COM — Respons cepat Babinsa Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, menjadi kunci utama dalam penanganan tanggul longsor yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) dini hari. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB itu berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lanjutan. Babinsa Kelurahan Labuhan Ratu dari Koramil 410-06/Kedaton, Sertu Ahmad Fauzi, menjadi salah satu personel pertama yang menerima laporan warga terkait adanya gerakan tanah dan suara keras di sekitar tanggul pada pukul 03.15 WIB. Meski kondisi masih gelap dan hujan mengguyur kawasan tersebut, Babinsa langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi di lapangan. Setibanya di lokasi, Sertu Ahmad Fauzi mendapati tanggul telah mengalami kerusakan cukup serius dengan panjang jebol sekitar tiga meter. Ia segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Lurah Labuhan Ratu, menghubungi instansi terkait, serta melaporkan kondisi tersebut kepada Koramil guna penanganan lanjutan. “Begitu melihat kondisi tanggul yang rusak, saya langsung melakukan koordinasi agar penanganan bisa segera dilakukan dan potensi bahaya dapat dicegah,” ujar Sertu Ahmad Fauzi saat memantau proses perbaikan di lokasi. Selain berkoordinasi dengan pemerintah setempat, Babinsa juga aktif menyebarkan informasi kepada warga RW 01 dan RT 01 melalui komunikasi langsung dan grup WhatsApp warga. Bersama perangkat lingkungan, ia melakukan patroli untuk memastikan tidak ada aktivitas warga di area berisiko serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjauhi lokasi longsor. Sebagai langkah antisipasi, pos pantauan sementara didirikan di sekitar lokasi kejadian. Pos tersebut diisi secara bergantian oleh Babinsa, aparat kelurahan, dan relawan warga guna memantau perkembangan kondisi tanggul, memberikan peringatan dini jika terjadi pergerakan tanah susulan, serta mengatur akses di sekitar area perbaikan. Ketika tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung tiba sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan perbaikan darurat, Babinsa telah menyiapkan data dan informasi teknis terkait titik kerusakan, jalur akses material, serta area yang dinilai paling rawan. Ia juga membantu pengamanan lokasi agar proses perbaikan berjalan lancar. Lurah Labuhan Ratu, Hj. Siti Nurhaliza, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa dalam penanganan kejadian tersebut. “Peran Babinsa sangat membantu. Koordinasinya cepat dan komunikasinya efektif sehingga penanganan bisa dilakukan tanpa hambatan berarti,” ujarnya. Berdasarkan hasil analisis sementara tim teknis, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan gerusan air pada pondasi tanggul. Struktur tanah menjadi tidak stabil hingga akhirnya jebol dengan kedalaman sekitar 1,5 meter. Berkat respons cepat dari Babinsa dan pihak terkait, dampak kejadian berhasil ditekan. Sertu Ahmad Fauzi menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan pascaperbaikan darurat. Ia juga berencana menggelar sosialisasi kepada warga terkait tanda-tanda awal longsor dan langkah mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi hujan lanjutan. “Kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir bersama masyarakat saat menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan adalah kunci,” tegasnya. Sementara itu, Dandim 0410/Kota Bandar Lampung melalui Pasi Intel menyampaikan penghargaan atas dedikasi Babinsa Labuhan Ratu yang dinilai mencerminkan komitmen TNI dalam membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana. Perbaikan darurat tanggul diperkirakan rampung dalam waktu dua hingga tiga hari kerja. Untuk perbaikan permanen, instansi terkait akan melakukan kajian teknis lanjutan dengan pengawasan berkelanjutan, termasuk keterlibatan Babinsa dalam proses pemantauan di lapangan. (Agus)
JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya resmi memperketat sistem keanggotaan dengan mewajibkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai syarat utama bagi calon anggota muda mulai tahun 2026. Kebijakan ini ditetapkan dalam rapat pengurus PWI Jaya yang digelar pada Jumat (9/1/2026) di Markas PWI Jaya, Jakarta. Melalui kebijakan baru tersebut, setiap calon anggota PWI Jaya diwajibkan mengikuti dan lulus UKW sebelum menjalani Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK). Langkah ini diambil sebagai respons atas pesatnya pertumbuhan jumlah anggota muda dalam beberapa tahun terakhir yang belum diimbangi dengan peningkatan kompetensi. Berdasarkan data organisasi, pelaksanaan OKK pada Juni 2024 berhasil menjaring sekitar 50 anggota muda. Jumlah tersebut terus meningkat melalui beberapa gelombang OKK hingga mencapai 372 anggota muda per Desember 2025. Namun, sebagian besar dari mereka belum naik status menjadi anggota biasa karena belum mengikuti atau belum lulus UKW. Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen organisasi dalam menjaga kualitas dan marwah profesi wartawan. “PWI Jaya ingin memastikan setiap anggota memiliki standar kompetensi yang jelas. UKW adalah tolok ukur profesionalisme wartawan, sehingga harus menjadi syarat utama, bukan formalitas,” ujar Kesit. Selain memperketat persyaratan masuk, PWI Jaya juga menetapkan aturan baru terkait perpanjangan status anggota muda. Dalam kebijakan tersebut, anggota muda hanya diberikan satu kali perpanjangan keanggotaan. Untuk perpanjangan kedua, kelulusan UKW menjadi syarat yang tidak bisa ditawar. Menurut Kesit, kebijakan ini dirancang agar anggota muda memiliki arah dan target yang jelas dalam pengembangan karier jurnalistiknya. “Kami tidak ingin anggota muda terjebak di zona nyaman. Organisasi mendorong mereka untuk naik kelas, meningkatkan kapasitas, dan siap menjadi anggota biasa yang profesional,” tegasnya. Pengetatan ini juga sejalan dengan penguatan program peningkatan kapasitas wartawan yang dijalankan PWI Jaya melalui Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI). Ke depan, program pelatihan dan pengembangan SJI akan difokuskan kepada wartawan yang telah lolos verifikasi kompetensi melalui UKW. “Pelatihan SJI ditujukan bagi wartawan yang sudah memiliki fondasi kompetensi. Karena itu, UKW menjadi pintu masuk utama agar program berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambah Kesit. Dengan kebijakan tersebut, PWI Jaya berharap dapat mendorong lahirnya wartawan yang kompeten, berintegritas, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik, sekaligus memperkuat posisi PWI sebagai organisasi profesi yang konsisten menjaga standar dan kualitas anggotanya. (Agus)