HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan profesionalisme aparat penegak hukum, Bidang Hukum (Bidkum) Polda Kalimantan Selatan menggelar kegiatan penyuluhan hukum di Aula Jananuraga Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (9/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WITA tersebut dipimpin oleh Kasubbag Kompeten Bag Binkar SDM Polda Kalsel, Kompol Safarianto, S.H., M.H., bersama tim penyuluh dari Bidkum Polda Kalsel. Kegiatan ini turut didampingi langsung oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., serta Kasi Hukum Polres HSU AKP Didik Suryanto, S.H. Tim penyuluhan Bidkum Polda Kalsel terdiri dari Kompol Saparyanto, S.H., M.H., AKP Purnoto, Aipda Tinton Fajar Wiranto, S.H., dan Brigadir H. Rizki Febrian. Sementara itu, peserta kegiatan meliputi para pejabat utama Polres HSU, para Kapolsek jajaran, Kasiwas, Kasi Propam, Kanit Gakkum Satlantas dan Satpolair, Kanit Reskrim Polres dan Polsek jajaran, serta para penyidik. Dalam penyuluhan tersebut, tim Bidkum Polda Kalsel menyampaikan materi strategis terkait pengenalan dan pemahaman Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru, termasuk langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya gugatan praperadilan serta strategi menghadapi praperadilan dalam proses penyidikan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi hukum bagi seluruh penyidik dan aparat penegak hukum. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap regulasi terbaru menjadi kunci dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. “Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh personel, khususnya penyidik, agar setiap proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan, menghindari kesalahan prosedur, dan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujar Kapolres. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk mendalami berbagai persoalan teknis dalam penyidikan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penutupan. Melalui penyuluhan hukum ini, Polres HSU berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung terwujudnya Polri yang presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan survei lapangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari yang berlokasi di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum SPPG beroperasi secara optimal. Survei yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur terkait, di antaranya Kasat Intelkam Polres HSU AKP Agus Murti Widodo, Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, S.H., M.M., perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten HSU dari program Pengendalian Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan (P2PMKL), sanitarian UPT Puskesmas Banjang, pengelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU, serta pengelola sementara SPPG. Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas dan ruangan yang ada di SPPG, mulai dari ruang loker pegawai, ruang administrasi, area pencucian bahan makanan, ruang penyimpanan kering dan basah, ruang pengolahan, hingga ruang pencucian peralatan dapur. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh alur kerja dan fasilitas memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan. Selain pengecekan fisik bangunan dan peralatan, tim juga menilai alur kedatangan pegawai sejak dari rumah hingga memasuki area kerja. Pemeriksaan meliputi penggunaan ruang ganti, kebiasaan mencuci tangan, kebersihan personal, hingga kepatuhan terhadap prosedur kerja di dalam dapur SPPG. Petugas Dinas Kesehatan turut memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi teknis kepada pengelola, seperti kewajiban penggunaan tempat sampah berpenutup dengan sistem injak, pemasangan SOP di setiap peralatan dapur, pengaturan suhu ruang, pencatatan tanggal pembelian dan kedaluwarsa bahan baku, penyimpanan sampel makanan, serta penunjukan tenaga ahli sanitasi untuk melakukan pengawasan rutin. Kapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan menyampaikan bahwa survei ini merupakan tahapan penting dalam memastikan SPPG beroperasi sesuai regulasi dan standar kesehatan. “Pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi syarat utama agar pelayanan gizi dapat berjalan aman, higienis, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya. Kegiatan survei berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Selanjutnya, pengajuan pengantar penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi akan diproses oleh perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres HSU, sesuai dengan hasil evaluasi dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Melalui survei ini, diharapkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Banjang dapat segera melengkapi seluruh persyaratan regulasi dan siap beroperasi dengan standar kebersihan serta keamanan pangan yang terjamin. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan pembagian brosur keselamatan lalu lintas kepada para pengguna jalan dan warga masyarakat, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Intan Tahun 2026 yang digelar Polres HSU sebagai langkah preemtif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pembagian brosur dilaksanakan mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, dengan lokasi kegiatan di Jalan Pembalah Batung, Kelurahan Paliwara, serta Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Amuntai Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satgas Preemtif Satlantas Polres HSU. Sebanyak 80 lembar brosur keselamatan lalu lintas dibagikan langsung kepada pengendara roda dua, roda empat, maupun warga sekitar. Materi dalam brosur tersebut berisi imbauan penting terkait tertib berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu-rambu jalan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta pentingnya mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kasat Lantas Polres HSU menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. “Melalui edukasi secara langsung kepada masyarakat, kami berharap pesan keselamatan lalu lintas dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, Satlantas Polres HSU berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan demi terwujudnya kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan humanis di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”. (Agus)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Jakarta Utara. Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta bersinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Tangerang, dengan pusat kegiatan bertempat di Waduk Danau Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., bersama Kapolda Metro Jaya serta Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, sebagai wujud nyata sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan, pesisir, dan ruang terbuka publik di wilayah Jakarta. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel bersama yang dipimpin Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, dan Sekda Provinsi DKI Jakarta. Apel diikuti oleh gabungan unsur TNI-Polri, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, serta elemen masyarakat. Dalam amanatnya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan. “Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah tanggung jawab Kodam Jaya sebagai lanjutan dari kegiatan sebelumnya, agar lingkungan Jakarta semakin bersih, sehat, dan asri,” ujar Pangdam. Pangdam Jaya juga menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pembersihan sampah di seluruh wilayah, khususnya di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, mengingat persoalan sampah menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya bencana banjir di berbagai wilayah. Pangdam Jaya juga menghimbau agar seluruh masyarakat terus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, sehingga Jakarta dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja bakti dan pelaksanaan pembersihan sampah di area Waduk Danau Cincin dan sekitarnya. Forkopimda juga berkesempatan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendukung penghijauan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.(Red) Sumber Pendam Jaya
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Upaya pencegahan banjir di musim penghujan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Babinsa Koramil 410-03/Teluk Betung Utara (TBU), Serda Haidir, bersama unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan saluran air dan kali kecil di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Minggu (8/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Zulkarnain Subing, Lingkungan 3, Kelurahan Keteguhan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah dan endapan lumpur. Aksi tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman. Gotong royong diikuti oleh Camat Teluk Betung Timur, Lurah Keteguhan, perangkat RT dan lingkungan, anggota Linmas, serta puluhan warga yang dengan penuh semangat membersihkan drainase dan aliran kali kecil di sekitar permukiman. Camat Teluk Betung Timur mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dan TNI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, peran TNI sangat penting dalam mendorong kesadaran kolektif warga untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. “Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya. Selain mencegah banjir, juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya. Sementara itu, Babinsa Kelurahan Keteguhan, Serda Haidir, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Ia menyebutkan, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan warga. “TNI tidak hanya bertugas di bidang pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Gotong royong ini adalah bentuk pengabdian kami kepada warga,” kata Serda Haidir. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Melalui aksi ini, diharapkan masyarakat dapat termotivasi untuk secara mandiri dan berkelanjutan menjaga kebersihan saluran air di lingkungannya masing-masing, sehingga potensi banjir di wilayah Kota Bandar Lampung dapat diminimalkan. (Agus)
Jakarta Timur, Bidik-kasusnews.com — Sinergi kuat lintas unsur terlihat di wilayah RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, saat Forkopimko Jakarta Timur bersama masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar Kali Sunter. Minggu (08/02) pagi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus ketertiban wilayah. Sejak pagi, personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, PMI, serta unsur masyarakat menyebar di sejumlah titik bantaran dan aliran Kali Sunter. Fokus utama diarahkan pada pembersihan drainase dan pengerukan sedimen yang selama ini berpotensi menghambat aliran air. Alat berat milik Dinas Sumber Daya Air dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi sungai agar fungsi aliran kembali optimal. Kapolres Metro Jakarta Timur AKBP Dr. Alfian Nurrizal menegaskan bahwa kehadiran Polri pada kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga lingkungan sekaligus stabilitas keamanan. Ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih berbanding lurus dengan terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi Forkopimko dan partisipasi warga seperti ini harus terus dijaga agar kesadaran kolektif semakin tumbuh. “Kami dari Polri mendukung penuh kegiatan bersih-bersih ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ketika lingkungan tertata, potensi gangguan kamtibmas juga dapat ditekan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kapolres di sela peninjauan lokasi. Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Walikota Administrasi Jakarta Timur Munjirin meninjau area Kali Sunter dan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua unsur. Mereka menilai aksi lapangan seperti ini menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan lingkungan Jakarta Timur, khususnya di kawasan yang rawan genangan. Di tengah kegiatan, Kapolres Metro Jakarta Timur turut menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. Warga juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga keamanan lingkungan secara bersama, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kerawanan sosial. Dengan kebersamaan Forkopimko dan dukungan masyarakat, kawasan Cipinang Melayu diharapkan semakin bersih, tertib, dan aman. Aksi bersih Kali Sunter ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dan keamanan dapat berjalan seiring demi kenyamanan hidup warga Jakarta Timur. (Agus)
CIREBON, Bidik-kasusnews.com – Sebuah pohon berukuran besar yang berada di tepi Jalan Raya Provinsi Gunungjati, tepatnya di Desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kondisi pohon yang tampak miring, berusia tua, serta memiliki dahan rapuh menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Jalan Raya Provinsi Gunungjati merupakan jalur vital dengan arus lalu lintas padat setiap harinya. Jalan ini dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga angkutan bertonase besar. Warga menilai, jika pohon tersebut roboh tanpa penanganan lebih dulu, risiko kecelakaan lalu lintas hingga korban jiwa sangat besar. “Kalau hujan dan angin kencang, kami selalu waswas. Pohonnya sudah lama miring dan dahan-dahannya terlihat rapuh, takut tiba-tiba roboh,” ujar salah seorang warga setempat, Minggu (8/2/2026). Menurut warga, kekhawatiran terhadap kondisi pohon tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret berupa pemangkasan maupun penanganan teknis dari dinas terkait. Padahal, tindakan pencegahan dinilai jauh lebih penting untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Secara regulasi, pemerintah memiliki kewajiban menjamin keselamatan prasarana jalan beserta lingkungan pendukungnya. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menegaskan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga kondisi jalan agar tetap aman dan layak digunakan oleh masyarakat. Pengamat kebijakan publik menilai, pembiaran terhadap pohon rawan tumbang di bahu jalan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada kerugian publik yang seharusnya bisa dicegah. Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, media menyampaikan peringatan dini agar instansi terkait, baik yang membidangi lingkungan hidup, pertamanan, maupun pengelolaan jalan provinsi, segera melakukan peninjauan lapangan dan penanganan teknis yang diperlukan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat bertindak cepat dan preventif, tanpa harus menunggu terjadinya kecelakaan atau korban jiwa. Keselamatan pengguna jalan dinilai sebagai prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. “Jangan sampai bergerak setelah ada korban. Kami hanya ingin jalan ini aman dilalui,” ungkap warga lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan terhadap pohon yang dinilai rawan tumbang tersebut. (Amin)
BANDAR LAMPUNG, Bidik-kasusnews.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL secara resmi membuka Pelatihan dan Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 sebagai upaya membentuk karakter, disiplin, serta jiwa bela negara generasi muda. Upacara pembukaan digelar khidmat di Lapangan Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Sabtu (7/2/2026) pagi. Upacara pembukaan dipimpin oleh Pasintel Kodim 0410/KBL, Mayor Inf Bagus Setyawan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sebanyak 100 peserta kadet dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Bandar Lampung mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sekolah dari SMA Negeri 6 Bandar Lampung, SMK Negeri 8 Bandar Lampung, SMA Negeri 4 Bandar Lampung, SMA Gajah Mada, SMA Negeri 16 Bandar Lampung, hingga SMA Fransiskus Bandar Lampung. Kehadiran unsur dunia pendidikan ini menegaskan sinergi antara TNI dan sekolah dalam membina generasi muda yang berkualitas. Dalam amanat Dandim 0410/KBL yang dibacakan Mayor Inf Bagus Setyawan, ditegaskan bahwa pelatihan KKRI merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam menyiapkan pelajar sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. “Generasi muda harus dibekali mental yang kuat, disiplin, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air. KKRI menjadi wadah pembinaan karakter agar para pelajar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas,” tegasnya. Selama pelatihan, para kadet akan mendapatkan pembinaan meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepemimpinan, kerja sama tim, serta wawasan kebangsaan. Dandim berharap nilai-nilai tersebut dapat tertanam kuat dan menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pelatihan KKRI Gelombang IV Tahun 2026 ini dipandu oleh para pelatih dan pembina dari jajaran Kodim 0410/KBL serta Koramil di wilayah Bandar Lampung. Faktor keamanan dan keselamatan peserta menjadi perhatian utama selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Upacara pembukaan ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar pelatihan KKRI berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berdisiplin, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme tinggi. (Agus)
HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui Dinas Kesehatan dijadwalkan melakukan peninjauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres HSU di Kecamatan Banjang, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam rangka persiapan pembukaan layanan SPPG yang berada di wilayah hukum Polsek Banjang. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa peninjauan oleh Dinas Kesehatan HSU bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia sebelum SPPG beroperasi secara resmi. Sejumlah tahapan pengecekan telah dipersiapkan, mulai dari aspek teknis hingga administrasi. Adapun fokus peninjauan meliputi pemeriksaan kebersihan dan sterilisasi dapur SPPG, kelayakan peralatan masak dan sarana pendukung, pelatihan keamanan pangan siap saji bagi pegawai, simulasi proses pengolahan dan pendistribusian makanan, hingga finalisasi administrasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP). “Peninjauan ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan SPPG benar-benar siap beroperasi sesuai standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku, demi menjamin keamanan dan kualitas pelayanan gizi,” jelas Kapolsek Banjang. Sejumlah pegawai SPPG sebelumnya telah mengikuti pelatihan dan menerima sertifikat sebagai bekal awal. Para peserta juga menjalani pengenalan serta penataan peralatan dapur sebagai bagian dari persiapan kunjungan Dinas Kesehatan. Sertifikat pelatihan tersebut telah diajukan kepada Dinas Kesehatan HSU sebagai dasar penerbitan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dalam proses persiapan ini, masih terdapat beberapa tahapan yang sedang diselesaikan, antara lain penerbitan sertifikasi dan perizinan pendukung, penetapan Kepala SPPG, penyusunan proposal pendirian dan operasional, Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga pelaporan data melalui sistem aplikasi yang ditetapkan. Seluruh tahapan tersebut menjadi tanggung jawab Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres HSU melalui pengelola SPPG, dengan dukungan lintas sektor terkait. Selain itu, pengelola juga melakukan evaluasi terhadap keterbatasan peralatan dapur serta penyesuaian jumlah pegawai. Upaya penyelesaian dilakukan melalui pengadaan peralatan tambahan serta koordinasi intensif dengan yayasan dan instansi terkait. Rencana pembukaan SPPG ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Melalui persiapan yang matang dan pengawasan ketat dari instansi terkait, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres HSU ditargetkan dapat beroperasi secara optimal, aman, dan sesuai standar kesehatan. Pihak Polsek Banjang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelancaran proses persiapan hingga SPPG resmi beroperasi, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com– Sembilan gadis Lampung Utara, bakal membuka Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dengan tarian tradisional Bedayo Abung Siwo Migo. Tarian yang sudah menjadi klasik itu pada tahun 2024 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kesembilan penari tersebut Maya Aulia, Maizal Nadia, Rindiani Mutiara Fitdhin, Chika, Mutiara Husnul Aulia, Syana Nan Pernai, Eka Setiawati, Annisa, dan Feronica. Penata tari Nani Rahayu, dan Penata kostum Bayu Pramudita. Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan akan berlangsung sehari sebelum acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) tersebut, tepatnya Minggu, 8 Februari siang, di Hotel Horison UPI Serang, Banten. Selain menteri, juga menampilkan nara sumber tiga wartawan senior, dan 10 bupati/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, serta Dewan Juri. Menurut Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono bahwa dialog ini merupakan rangkaian dari Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Tujuannya untuk mencari titik temu antara membangun kebudayaan dari pinggir (daerah) — yang dilakukan oleh para kepala daerah dan wartawan bersama komunitasnya — dengan pusat yang membangun kebudayaan dari atas ke bawah. “Dialog ini ingin mencari hal-hal apa saja yang bisa kita sinergikan antara wartawan (kebudayaan), pemerintah daerah khususnya penerima anugerah dengan Kementerian Kebudayaan,” tandas Yusuf yang akan memandu acara dialog ini. *Rasa Syukur, Penghormatan dan Kebersamaan* Tari Bedayo Abung Siwo Migo, tidak hanya menjadi simbol seni pertunjukan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung Utara, khususnya falsafah hidup. Tarian ini menggambarkan kebersamaan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap adat dan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, didampingi Ketua Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU), Dra. Nani Rahayu, MM, menjelaskan asal usul serta makna filosofis tarian Abung. Tarian ini biasanya digunakan dalam acara-acara adat. Selain itu, ditampilkan untuk menyambut tamu agung atau sebagai simbol penghormatan dalam perayaan besar masyarakat Lampung Abung. Setiap gerakan yang dilakukan oleh sembilan penari menggambarkan rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan. Tarian ini juga mencerminkan identitas masyarakat Lampung Abung yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, solidaritas, dan hubungan harmonis dengan alam. “ Ciri khas tarian ini terletak pada gerakan penari nan anggun dan teratur, dipadukan dengan musik tradisional lembut. Para penari, semuanya wanita yang mengenakan pakaian adat Lampung lengkap dengan siger, kain tapis bersulam benang emas, dan properti kipas sebagai simbol keramahan,” tutur Nani Rahayu menambahkan. *Perubahan Gaya Hidup* Hamartoni menegaskan, Tari Bedayo Abung Siwo Migo tidak hanya menjadi hiburan seni tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Lampung Abung, yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kebersamaan. Kini di tengah pesatnya modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang mengglobal, mengurangi minat generasi muda untuk mempelajari, menarikan dan menampilkan tarian tradisional, termasuk di dalamnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo. Oleh sebab itu, berbagai upaya secara simultan dilakukan, misalnya promosi, pelatihan seni tari di sanggar-sanggar budaya, memasukkan tarian ini dalam kurikulum seni budaya di sekolah-sekolah,serta menjadikan Tari Bedayo Abung Siwo Migo sebagai atraksi utama dalam acara-acara pariwisata Lampung Utara. Dengan tampilnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo, di arena peringatan HPN di Serang Banten ini, Hamartoni berharap, sebagai salah satu aset kultural Lampung Utara, tarian ini semakin dikenal luas di tingkat nasional. (Red)