SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap Program Kuliah Gratis yang diluncurkan Politeknik Sukabumi. ‎Program tersebut menyasar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM dan memperluas akses pendidikan tinggi. ‎Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, saat menerima audiensi jajaran Politeknik Sukabumi di Pendopo, Jumat (18/7/2025). ‎Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama. ‎“Pendidikan adalah kunci penyelesaian berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan. Karena itu, Pemkab akan terus mendorong penguatan sektor pendidikan,” tegas Ade. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung riset dan inovasi berbasis kebutuhan lokal. ‎Sementara itu, Direktur Politeknik Sukabumi, Nurfauzi Soelaiman, menyebut program ini ditujukan untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, mencetak SDM unggul, dan mengurangi kesenjangan sosial. ‎Berdasarkan data BPS, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Sukabumi masih tergolong rendah. ‎“Program ini membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK berpotensi yang terkendala ekonomi untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya. ‎Nurfauzi berharap program tersebut terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. (Dicky/Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, meminta kepada seluruh aparatur pemerintah bersikap loyal terhadap pimpinan dalam hal ini wali kota dan wakil wali kota. Termasuk menjalankan kebijakan satu komando pada struktural pemerintah di semua level dan tingkatan. Demikian disampaikan Ayep saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Ketua RT, RW, dan LPM Kelurahan Jayamekar dalam kesiapsiagaan bencana di Aula Kelurahan pada Jumat, 18 Juli 2025. ‎”Wali kota adalah jabatan konstitusional. Tidak boleh ada pimpinan lain selain wali kota dalam struktur pemerintahan. Saya ingin semua perangkat taat pada aturan agar kinerja pembangunan tidak terganggu,” tegasnya. Dia juga menyampaikan bahwa peran setiap pegawai pemerintahan secara  struktural dalam pemerintahan harus betul-betul dijalankan dengan baik dan sesuai konstitusi. ‎Dia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 0%, mengingat masih terdapat warga miskin yang tersebar di berbagai kategori, termasuk kemiskinan ekstrem. ‎Program pembangunan yang dijalankan ujarnya, harus menyasar kebutuhan dasar warga, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan dukungan anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun sumber non-APBD. ‎“Pemerintah juga mengembangkan program wakaf, infak, dan CSR sebagai instrumen pembiayaan sosial. Kita telah memiliki dana abadi kota sebesar Rp286 juta, dan terus menggalang partisipasi warga melalui program Kampung Wakaf,” terang dia. ‎Kegiatan ini digelar di wilayah Kecamatan Baros dengan menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi. ‎Dalam laporannya, Lurah Jayamekar, Ragam Zainul Alam, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia di tingkat kelurahan, khususnya para ketua RT, RW, dan LPM agar memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam menghadapi potensi bencana. Bimtek ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kesiapsiagaan, keterampilan penanggulangan bencana, serta koordinasi lintas lembaga,” ujar Ragam. ‎Camat Baros, Hendaya, dalam sambutannya mengingatkan bahwa RT, RW, dan LPM merupakan garda terdepan dalam struktur pemerintahan wilayah yang memiliki peran strategis dalam menghadapi bencana. Ia menekankan pentingnya pemahaman materi secara menyeluruh oleh peserta, serta menyoroti pentingnya pendekatan mitigasi bencana yang mencakup tindakan preventif, responsif, hingga penanganan pasca-bencana. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyerahkan bantuan dua unit perahu lengkap dengan mesin tempel, jaket pelampung, dan ban pelampung kepada SDN Ciloma, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (17/7/2025). ‎Bantuan tersebut disalurkan guna memfasilitasi akses transportasi siswa SDN Ciloma yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan perahu guna berangkat dan pulang sekolah. “Pendidikan adalah faktor penting dalam pemberdayaan masyarakat. Hari ini kami hadir untuk menyalurkan bantuan perahu kepada SDN Ciloma sebagai wujud sinergi antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Pengawas SD Kecamatan Cibitung, Endin Suhendi, yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Dompet Dhuafa terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah terpencil seperti Cibitung. ‎Hal senada disampaikan Camat Cibitung, Kurnia Abdullah. Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi hambatan transportasi yang selama ini dihadapi siswa dan guru, sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih optimal. Kepala SDN Ciloma, Mumus, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima meliputi dua unit perahu berukuran 9×2 meter dengan kapasitas 20 orang, dua mesin perahu, serta perlengkapan keselamatan. ‎“Semoga bantuan ini menambah semangat belajar siswa dan mereka bisa datang tepat waktu sesuai imbauan Gubernur Jawa Barat,” ungkapnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi H. Wawan Godawan Saputra, perwakilan BPBD Deden Sumpena, Kepala Desa Cibitung H. Iji, jajaran TNI-Polri, serta unsur Dinas Pendidikan. (DICKY)

SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menjadi pemicu utama laju inflasi di Kota Sukabumi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,35 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Juni 2025. ‎Lonjakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor pangan dan jasa lainnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,96 persen. ‎Disusul kemudian dengan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,83 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang naik 0,42 persen. ‎Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengungkapkan bahwa inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juni 2025 mencapai 3,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,72. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) atau kumulatif dari Januari hingga Juni 2025 tercatat 1,97 persen. Inflasi tahunan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,99 persen dengan IHK 121,73. ‎Di sisi lain, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,47 persen dengan IHK 98,64. ‎Kelompok lain yang turut menyumbang inflasi tahunan antara lain makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,32 persen pakaian dan alas kaki 0,47 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,66 persen. Lalu perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,40 persen; kesehatan 3,22 persen, transportasi 1,14 persen, rekreasi dan budaya 3,97 persen, pendidikan 4,46 persen, serta restoran dan penyedia makanan sebesar 3,83 persen. Dari sisi komoditas, penyumbang utama inflasi bulanan berasal dari kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti beras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, daging ayam ras, serta emas perhiasan. ‎Lonjakan harga ini berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan tekanan inflasi. “Langkah-langkah pengendalian meliputi pemantauan harga secara berkala, analisis sumber tekanan inflasi, serta antisipasi terhadap potensi gangguan ekonomi yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok,” jelas Erni. ‎Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat melalui kebijakan yang terukur, tepat sasaran, serta adaptif terhadap dinamika pasar dan kondisi ekonomi, baik nasional maupun global. (Usep/Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, dan Hari Koperasi ke-78 tingkat Kota Sukabumi di Lapang Apel Setda Balai Kota Sukabumi, Kamis (17/7/2025). ‎“Bangsa ini tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan sumber daya alam, tetapi juga oleh nilai solidaritas dan karakter yang tumbuh dari lingkungan keluarga,” tegas Andang dalam sambutannya. ‎Ia menjelaskan, keluarga memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, serta moralitas sebagai bekal generasi penerus. ‎Momentum HAN ke-41, lanjutnya, menjadi pengingat pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. ‎“Indonesia memiliki sekitar 79,4 juta anak, atau hampir 29 persen dari total populasi. Namun, mereka masih menghadapi berbagai tantangan seperti stunting, kekerasan, pernikahan dini, dan paparan negatif media digital,” ungkapnya. ‎Untuk itu, dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. ‎Selain menyoroti pentingnya keluarga dan perlindungan anak, Andang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat berkoperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini terdapat lebih dari 131.000 koperasi aktif di Indonesia, dengan 30 juta anggota, serta kontribusi sebesar Rp214 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). ‎“Koperasi terbukti menjadi penyangga ekonomi rakyat yang tangguh, bahkan saat menghadapi krisis,” imbuhnya. Ia berharap, peringatan tiga momentum besar ini menjadi panggilan moral bersama untuk memperkuat peran keluarga, melindungi anak-anak, dan mengembangkan koperasi demi menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. ‎Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada ASN dari berbagai perangkat daerah yang dinilai berprestasi dalam program keluarga, perlindungan anak, dan pengembangan koperasi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, serta anak-anak dari berbagai sekolah di Kota Sukabumi. (Usep/Reno)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Lapas Kelas IIB Sukabumi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika. ‎Komitmen tersebut dibuktikan dengan diterimanya penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi atas kontribusi aktif dalam pelaksanaan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), Kamis (17/07/2025). ‎Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Sukabumi, Bambang, kepada Kepala Sub Seksi Portatib Lapas Sukabumi, Dwiki Satya Hutama Putra, dalam sebuah seremoni di Kantor BNNK. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran nyata Lapas dalam upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui berbagai program pemberdayaan. Capaian ini selaras dengan arahan 13 Akselerasi Program Pemasyarakatan yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM Agus Andrianto, terutama poin pertama terkait pemberantasan narkoba dan penipuan di lapas/rutan. Selain itu, langkah ini juga merupakan wujud pelaksanaan 21 Perintah Harian Dirjen Pemasyarakatan Mashudi serta instruksi Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Kusnali. Kepala Lapas Sukabumi, Budi Hardiono, dalam pernyataan terpisah menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan BNNK Sukabumi dalam menjalankan program antinarkoba. “Kami telah melakukan berbagai langkah konkret seperti razia rutin kamar hunian, tes urin bagi petugas dan warga binaan, serta program rehabilitasi bagi narapidana pengguna narkoba,” ujarnya. ‎Ia juga menekankan pentingnya kerja kolaboratif sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam secara simbolis dan sesi foto bersama, menjadi simbol kuat kolaborasi berkelanjutan menuju terciptanya Lapas Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menghadiri dan memberikan arahan dalam kegiatan pemberian santunan dan bingkisan kepada anak yatim yang diselenggarakan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/7/2025) di Aula PWRI Ciaul Baru, Sukabumi. ‎Ketua PWRI Kabupaten Sukabumi, H. Bambang AA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang telah menjadi agenda rutin organisasi tersebut. “Tahun ini, santunan diberikan kepada 34 anak yatim sebagai wujud perhatian dan kebersamaan terhadap sesama,” ujarnya. Dia menambahkan, PWRI percaya bahwa berbagi dengan anak yatim bukan hanya soal materi, tapi juga bentuk kehadiran dan dukungan moril. Doa bersama yang dilakukan juga menjadi simbol harapan dan penguatan spiritual, baik untuk para penerima maupun seluruh insan PWRI,” ujar Bambang. Pada bagian lain dia menuturkan, bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari infak dan sedekah jamaah pengajian PWRI Kabupaten Sukabumi yang telah berjalan setiap tahun. “Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat yang luas,” ucapnya. Dalam arahannya, Sekda Ade Suryaman menyampaikan apresiasinya atas konsistensi PWRI menyelenggarakan kegiatan ini selama enam tahun berturut-turut. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan memberikan nilai positif bagi semua pihak. ‎“Ini bukan hanya soal berbagi bantuan, tetapi tentang menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan. Semangat berbagi ini harus terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya. Dia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini memberikan dampak besar dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial, terutama bagi generasi muda. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi teladan bagi organisasi maupun individu lainnya. (DICKY)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seorang petani bernama Andi bin Kedin, 40 tahun, ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah kebun, Rabu (16/7/2025). Warga Kampung Sawahbera RT 002 RW 014, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi tu diduga tewas tersengat aliran listrik saat bekerja. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan saksi yang juga merupakan ayah korban, Kedin (63), saat itu korban baru saja selesai menyiram tanaman pepaya milik H. Gagan di daerah Cipaku, Ujunggenteng. “Korban pergi untuk mengasah cangkul yang akan digunakan untuk bekerja  menggunakan mesin gurinda listrik di tempat terpisah yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi,” kata Kedin. ‎Awalnya dia tak menaruh curiga apapun. Nmun setelah berkali-kali dipanggil, korban tidak juga menyahut. Ia pun bergegas ke lokasi dan menemukan korban telah tergeletak tak bernyawa dengan mesin gurinda masih menyala di tangannya. Sejurus kemudian korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cibungur, Kecamatan Surade, namun nahas pihak medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Selain Kedin, saksi lain yang berada di lokasi adalah seorang remaja bernama Dadi (15), warga setempat. Bersama warga lainnya, mereka turut membantu proses evakuasi korban dari lokasi kejadian ke fasilitas kesehatan. Pihak pemerintah Kecamatan Ciracap langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Mereka melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk proses evakuasi dan penanganan. Camat Ciracap, Iwan Muhdiawan, menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar lebih berhati-hati dalam penggunaan alat listrik, terutama di lingkungan kebun yang rawan risiko. ‎”Saya mengimbau agar warga lebih memprioritaskan keselamatan saat bekerja apalagi yang berhubungan dengan perlistrikan. Karena jika lengah sedikit saja bisa berakibat fatal,” tegasnya. Dari hasil pemeriksaan awal oleh tenaga medis Puskesmas Cibungur, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik akibat benda tajam maupun tumpul. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat menggunakan gurinda. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban selama ini tidak memiliki riwayat penyakit medis dan biasa menginap di kebun tempatnya bekerja. Mereka juga menolak dilakukan autopsi dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah. ‎Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di lapangan, khususnya bagi para pekerja di sektor informal seperti pertanian dan perkebunan. Dokumentasi dan laporan resmi atas kejadian ini telah disampaikan oleh pihak Kecamatan Ciracap kepada instansi terkait. (DICKY)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Warga Kampung Jaha, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan sesosok perempuan lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 7 meter, Rabu (16/7/2025) pagi. Kanit Reskrim Polsek Ciracap, Aipda Trie Yadhi, mengatakan, korban diketahui bernama Tukinem (66), warga Kampung Kebon Waru, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap. Korban kata Aipda Trie ditemukan pertama kali oleh seorang pelajar, Arta (15), saat hendak buang air kecil sekitar pukul 09.30 WIB. ‎”Pelajar tersebut tanpa sengaja melihat tubuh seorang perempuan tergeletak di dasar sumur dalam keadaan tak bergerak. Tak menunggu lama dia bergegas mencari bala babtuan untuk mengevakuasi korban,”ujarnya. ‎Aipda Trie menambahkan, evakuasi baru bisa dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB oleh warga dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan pemakaman. ‎Sementara itu, menurut keterangan suami korban, Samad, almarhumah menderita penyakit kista menahun dan kerap keluar rumah pada malam hari. Pihak keluarga juga menyatakan korban sempat keluar rumah sekitar pukul 03.00 WIB dan hilang dari pantauan hingga ditemukan di dalam sumur yang sudah tidak terpakai. Pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas, Apip Maulana, S.Kep, menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan, hanya luka lecet ringan di bagian kaki. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Warga sekitar menyatakan sumur tempat korban ditemukan memang sudah lama tidak digunakan dan tidak memiliki penutup yang memadai. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga lainnya, terutama anak-anak dan lansia. ‎Aipda Trie juga mengimbau agar warga lebih waspada serta segera melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang atau menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental, terutama di malam hari. (DICKY)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Taman Rekreasi Selabintana, Selasa (15/7/2025). Dalam laporannya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia agar mereka dapat menjalani hidup yang lebih bermakna, produktif, mandiri, dan sejahtera. ‎“Peringatan ini sangat penting sebagai bentuk penghargaan dan pengayoman kepada para lansia. Dinas Sosial akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta perlindungan yang layak bagi mereka,” ujar Wawan. Sementara itu, Sekda Ade Suryaman dalam sambutannya menegaskan bahwa HLUN merupakan wujud nyata bakti kepada para orang tua yang telah banyak berkontribusi dalam membangun daerah. “Di usia lanjut tidak ada kata berhenti untuk bergerak dan berbuat baik. Selama masih mampu beraktivitas, lakukanlah hal-hal yang bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.‎ Ia menambahkan, peringatan HLUN adalah momentum bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keberadaan para sesepuh, sekaligus mendorong sinergi dalam menghadirkan program-program yang pro-lansia. “Perlu upaya sinergis dan strategis agar para lansia bisa terus sehat, kreatif, dan mandiri,” tegasnya. ‎Sekda juga mengajak para lansia untuk tetap semangat, menjaga pola hidup sehat, dan terus berbagi kebaikan dengan lingkungan sekitar. Rangkaian acara diisi dengan penyerahan berbagai bantuan seperti paket sembako, kursi roda, tongkat crutch, dan paket nutrisi, serta peninjauan stan layanan.‎ Acara turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, para kepala perangkat daerah, unsur BUMN, BUMD, BAZNAS, serta tamu undangan lainnya. (DICKY)