SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Wilayah I mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas tiga perusahaan tambang yang memasok tanah urug untuk proyek strategis nasional (PSN) Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Usut punya usut ketiga perusahaan yang ikut ambil bagian dalam menyuplai tanah urug untuk nemenuhi kebutuhan proyek strategis nasional tersebut diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Iman Budiman, menyatakan bahwa penghentian ini dilakukan setelah ditemukan adanya pelanggaran serius terhadap peraturan yang berlaku. “Sebelum mereka mengantongi izin, tidak boleh ada kegiatan. Ini jelas pelanggaran, dan kami sudah keluarkan surat penghentian kegiatan,” kata Iman di Sukabumi, Selasa (5/8/2025). Dia menambahkan, para pemasok tanah untuk proyek infrastruktur sebesar Tol Bocimi seharusnya tidak memerlukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang kompleks. Sebaliknya, mereka cukup mengajukan Izin Penjualan yang prosesnya jauh lebih sederhana, cepat dan tidak jelimet. “Tahapannya lebih pendek daripada izin tambang. Kalau dokumennya lengkap, pelayanan perizinan bisa selesai dalam 14 hari kerja,” jelasnya. Namun, karena aktivitas penambangan dan penjualan tanah urug ini telah berjalan tanpa izin sama sekali, maka konsekuensinya tidak lagi sebatas administrasi. Iman menegaskan bahwa praktik ini masuk dalam ranah pidana. “Itu pelanggaran pidana, dan ranahnya ada di aparat penegak hukum (APH). Kami sudah tembuskan surat penghentian ke Polres dan Satpol PP untuk penindakan,” tegas Iman. Pihaknya juga telah memberikan peringatan keras kepada kontraktor utama proyek, termasuk PT Waskita Karya dan PT Transjabar Tol, untuk tidak lagi menerima pasokan material dari sumber-sumber ilegal. “Kami sudah tegaskan kepada semua pihak, termasuk Waskita dan Transjabar, untuk tidak menerima suplay dari perusahaan yang belum berizin. Ini untuk memastikan proyek berjalan sesuai koridor hukum,” katanya. Penghentian aktivitas ilegal ini, lanjut Iman, merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas setiap pelanggaran di sektor pertambangan dan sumber daya mineral. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kepatuhan dari semua pelaku usaha. “Kami akan terus memantau dan mengawasi kegiatan pemasok tanah urug untuk memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan dengan benar dan sesuai dengan peraturan,” ujarnya. Di akhir keterangannya, Iman turut mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan adanya kegiatan penambangan atau penjualan material yang berpotensi merugikan lingkungan serta masyarakat luas. “Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi dan melaporkan kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan. tegas dia. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Longsor susulan yang terjadi pada Senin malam di Jalan Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, menyebabkan tiga unit rumah kontrakan tergenang air dan lumpur. Satu di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Air bercampur lumpur masuk hingga setinggi mata kaki ke dalam rumah. Meski kondisi tidak layak huni, para penghuni terpaksa tetap tinggal karena belum ada tempat pengungsian yang disiapkan pemerintah. “Kami tidak punya tempat lain untuk mengungsi, jadi terpaksa tetap di dalam rumah,” ujar salah satu pemilik kontrakan, yang akrab disapa Abang Warung, Selasa (5/8/2025). Selain genangan yang belum juga surut, penghuni kesulitan memasak karena rumah masih kotor dan lembap. “Untuk makan dan minum, kami beli yang instan saja,” tambahnya. Kepala Desa Mekarsari, Iwan Bakar, menyampaikan bahwa pihak desa masih fokus menangani beberapa titik longsor lainnya. “Desa kami sedang dilanda bencana. Kami mohon warga bersabar. Kami berupaya memberikan yang terbaik,” ujarnya. Ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian warga yang memaksakan melintas dengan kendaraan roda dua dan empat, sehingga memperparah kondisi lumpur di jalan yang baru dibuka. “Lumpurnya jadi menyebar ke mana-mana karena tidak sedikit pengendara motor yang memaksa melewati kubangan lumpur yang baru dikeruk alat berat,” ungkapnya. Longsor susulan ini merupakan peristiwa lanjutan dari kejadian sebelumnya, yang dipicu hujan deras terus-menerus sejak beberapa hari terakhir. Hingga berita ini diinformasikan, para relawan masih bergotong royong membersihkan lumpur, mengamankan barang warga, serta membuat jalur pembuangan air agar genangan bisa segera surut. Pemilik kontrakan, Bejo, berharap pemerintah segera memberi solusi agar rumah-rumah di daerah rawan longsor bisa kembali aman dan nyaman. “Kami baru kali ini merasakan dampak longsor sebesar ini,” tuturnya. Sementara itu, warga lain, Een, meminta agar sistem drainase dan gorong-gorong di kawasan tersebut segera dibenahi. “Air hujan tidak terarah, akhirnya meluap ke mana-mana,” pungkasnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) mengevakuasi seekor ular yang muncul di area terdampak longsor di Gang Tamrin, Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, pada Senin (4/8/2025) malam. Evakuasi dilakukan setelah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan aparat desa melaporkan kemunculan ular di dekat timbunan tanah longsor yang sedang dikeruk alat berat. Boleh jadi sarang ular tersebut terciduk alat berat. Untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi warga dan petugas di lokasi, tim Damkar dikerahkan ke titik kejadian. Apalagi kondisi penerangan di lokasi sangat minim. Oleh karena itu bagi warga yang tidak berkepentingan untuk menjauh dari lokasi. Proses pencarian cukup memakan waktu karena ular sempat bersembunyi di sela-sela tumpukan karung di pinggir sebuah gudang kosong. Setelah pencarian intensif, dua personel DamkarEka dan Pradipta Wahyu berhasil menemukan dan mengamankan ular tersebut menggunakan alat penjepit khusus. “Ular ditemukan di sekitar tumpukan karung dekat gudang kosong. Diduga keluar dari sarangnya akibat pergeseran tanah dan curah hujan yang tinggi,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi. Setelah diamankan, ular dimasukkan ke dalam wadah khusus dan dibawa keluar dari area longsor. Petugas memastikan penanganan dilakukan tanpa melukai hewan tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa bencana alam seperti longsor tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga bisa mengganggu habitat satwa liar. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi kemunculan hewan-hewan liar di sekitar lokasi bencana. “Sekali lagi kami mengimbau pada warga untuk lebih berhati-hati, karena hewan seperti ular bisa jadi ancaman serius,” ungkapnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Minggu (3/8/2025) sore, menyebabkan longsor di Jalan Desa Gang Tamrin, Kampung Cicewol. Material longsor berupa tanah basah dan batu menutup seluruh badan jalan, membuat akses kendaraan dari Kampung Cicewol dan Perumahan Bukit Citra Asri menuju jalur utama lumpuh total. Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan masih turun deras. Warga setempat bersama aparat desa segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. “Longsornya cukup besar, jalan tertutup total. Warga tidak bisa lewat, anak-anak yang hendak ke sekolah dan para pekerja pabrik harus memutar lewat jalur lain,” ujar Ardan, salah satu warga yang berada di lokasi saat kejadian. Untuk mempercepat proses evakuasi, satu unit alat berat jenis excavator mulai dikerahkan pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang dipimpin Nandang, bersama Kepala Desa Mekarsari Iwan Bakar dan relawan, tampak sigap membersihkan material longsor meski hujan terus mengguyur lokasi. Foto dari lokasi menunjukkan proses evakuasi berlangsung dengan penerangan minim. Warga pun menutup akses masuk ke jalan guna memperlancar jalannya evakuasi. Selain menimbun jalan, hujan deras yang terus turun juga berdampak pada tiga rumah warga yang berada di bawah jalan. “Air hujan masuk ke rumah, peralatan jadi basah semua,” ungkap Ferry (Bejo), warga terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam kejadian ini. Namun warga diimbau tetap waspada, mengingat kontur tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan. “Kami imbau warga untuk tidak melintasi jalan ini sementara waktu, apalagi saat hujan deras. Kami juga masih memantau kondisi tebing di sekitar Perumahan Bukit Citra Asri,” kata salah satu petugas evakuasi. Hingga pukul 20.30 WIB, proses pembersihan masih berlangsung. Jalur diperkirakan dapat dibuka kembali secara terbatas pada malam hari. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna ke-28 Tahun Sidang 2025 dengan agenda penyampaian nota pengantar Bupati atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD, Senin (4/8/2025). Rapat dipimpin Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, S.IP, didampingi Wakil Ketua I Yudha Sukmagara dan Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, SM. Hadir pula Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, MM, para anggota DPRD, Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya. Dalam nota pengantarnya, Bupati Asep Japar menjelaskan bahwa perubahan APBD dilakukan karena adanya dinamika yang tidak sesuai dengan asumsi awal kebijakan umum anggaran. Hal ini mengacu pada Pasal 161 PP Nomor 12 Tahun 2019, yang mengatur kondisi perubahan seperti pelampauan atau penurunan pendapatan, pergeseran belanja, atau keadaan darurat. Penyesuaian APBD ini berlandaskan hasil evaluasi semester I APBD 2025, mempertimbangkan perkembangan ekonomi makro serta perubahan target pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Perubahan ini merujuk pada Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang APBD 2025 dan disepakati bersama DPRD melalui perubahan KUA-PPAS yang telah disetujui pada 21 Juli 2025. Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menegaskan pentingnya perubahan anggaran tahun ini untuk memastikan efektivitas program prioritas dalam mencapai visi dan misi kepala daerah sesuai RPJMD. “Melihat kondisi tahun ini yang cukup dinamis, kami menilai sangat penting dilakukan perubahan APBD. Kami akan fokus pada capaian pendapatan, serta mendorong peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk memperkuat PAD,” ujarnya. (Dicky)
SUKABUMI.BIDIK-KASUSNEWS.COM- Suasana halaman SMAN 1 Surade, Kabupaten Sukabumi, tampak berbeda pada Senin pagi (4/8/2025). Ratusan siswa berbaris rapi menunggu giliran mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di berbagai satuan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Surade dr. H. Alex Kusuma bersama 15 tenaga medis, Sekretaris Kecamatan Surade E’ah Nurlaila, S.Ag., Kepala SMAN 1 Surade Suhendi, S.Pd., M.Pd., serta jajaran guru. Para siswa tampak antusias. Salah satunya Asep, siswi kelas X, yang mengaku senang mengikuti pemeriksaan. “Tadi diperiksa tinggi badan, mata, sama gigi. Nggak ada kendala, lancar aja. Menurut aku ini bermanfaat banget, soalnya jarang periksa rutin ke puskesmas,” ujarnya. Kepala SMAN 1 Surade, Suhendi, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai program CKG memberikan pengalaman positif dan edukatif bagi para siswa. “Mereka dicek darah, berat badan, tinggi, pendengaran, hingga mata. Hasilnya bagus dan normal semua. Ini bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan siswa,” ucapnya. Sekmat Surade, E’ah Nurlaila, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Atas nama Pemerintah Kecamatan Surade, dia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya diadakannya kegiatan itu. ”Ini bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk deteksi dini kondisi kesehatan siswa yang tengah menimba pendidikan di sekolah-sekolah. “Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Harapannya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tapi jadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Dicky)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan kesiapannya untuk blusukan langsung ke lapangan guna menyerap aspirasi dan melihat kondisi riil masyarakat di lapisan bawah. Ini sebuah bentuk penegasan bahwa pemerintah akan selalu kooperatif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul sekaligus menentukan Formula yang tepat untuk menyelesaikan secara komprehensif. ”Pemerintah daerah harus hadir secara nyata dalam menjawab tuntutan dan kebutuhan warganya, terutama bagi warga yang tergolong kurang mampu,” kata Ayep. Dia mengagendakan setiap satu minggu sekali menyambangi masyarakat secara langsung. Agar bisa merasakan denyut nadi kehidupan warga yang sesungguhnya. ”Saya dan wakil insya Allah akan roadshow ke kecamatan-kecamatan. Kita akan lihat langsung rumah-rumah warga yang masih kumuh dan butuh bantuan. Saya akan datang langsung,” tegas Ayep, Senin (4/8/2025). Inisiatif tersebut ujarnya, merupakan bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang berpihak pada rakyat. “Saat ini terdapat sekitar 23 ribu warga Kota Sukabumi yang membutuhkan perhatian dan intervensi program pemerintah,” ungkap dia. Semua memang membutuhkan. Tapi tidak mungkin sekaligus. Saya akan bergerak bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah, tambahnya. Ayep juga meminta masyarakat bersabar, karena proses pelayanan akan dilakukan secara berjenjang dan berbasis data. Ia memastikan bahwa prioritas utama adalah mereka yang benar-benar membutuhkan. Rencana roadshow mingguan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, yang belum lama ini hadir dalam program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga edisi ke-17 di Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur KDM menekankan pentingnya peran kepala daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. “Kota Sukabumi mah babari, Pak Wali. Bisa ka nu motor asup gang-gang, bisa ningali ka dapur warga bisi aya budak teu boga keur meuli buku atawa beas,” ujar Dedi dalam bahasa Sunda, yang disambut antusiasme warga. (Usep)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Minggu sore (3/8/2025) mengakibatkan tanah longsor di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB dan menyebabkan akses utama perumahan Bukit Citra Asri tertutup total oleh material longsor yang menutup badan jalan. Menurut keterangan warga setempat, Muhammad Fatir, suara longsor terdengar sangat keras hingga mengejutkan dirinya dan keluarga. “Waktu itu saya lagi di ruang tamu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, saya langsung keluar dan ternyata longsor,” ujarnya. Longsor terjadi pada tebing di area Perumahan Bukit Citra Asri, dan material berupa tanah dan batu menutupi jalan utama desa, tambahnya. Akibatnya, akses menuju beberapa perkampungan termasuk Kampung Cicewol terputus total. Jalan yang biasa dilalui kendaraan roda dua dan empat kini tidak bisa dilalui. “Material longsor menutupi seluruh badan jalan. Ini jalur utama ke perkampungan. Sekarang warga terisolasi,” terang Fatir. Hingga Minggu malam, warga masih menunggu respons dari pihak pemerintah. Masyarakat sekitar berharap ada bantuan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor tersebut. Beberapa warga juga mulai bergotong-royong melakukan pembersihan secara manual dengan peralatan seadanya. Warga setempat juga mengimbau masyarakat lain untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi longsor. Potensi longsor susulan masih bisa terjadi mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung. Pemerintah desa setempat diharapkan segera turun tangan untuk menurunkan alat berat dan membantu membuka kembali akses jalan yang tertutup. ”Penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran akses transportasi. Karena malam hari proses evakuasi juga agak lambat yang kemungkinan besar dilanjutkan esok hari,” tandasnya. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu (3/8/2025) pukul 17.10 WIB menyebabkan dua aliran sungai besar, Cibaregbeg dan Cicatih, meluap. “Debit air yang tinggi membuat aliran sungai tak mampu menampung volume air, sehingga meluber ke pemukiman warga di dua kecamatan, yakni Cidahu dan Cicurug,” kata seorang warga bernama Rival. Luapan Sungai Cicatih yang begitu besar kata dia, membuat aliran Sungai Cibaregbeg ikut tertahan, hingga menyebabkan genangan di Kampung Pasir Dalem RT 01/01, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu. Tercatat tiga rumah warga, satu musala, dan Madrasah Al-Barokah terendam banjir. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Akibat banjir tersebut, akses jalan menuju Kampung Lio tidak bisa dilalui karena jembatan penghubung antar kampung terendam air. Warga terdampak terpaksa mengevakuasi barang-barang mereka ke atas panggung Madrasah Al-Barokah. Sebab hanya itu lah tempat yang agak tinggi. “Kami sampai begadang menjaga barang. Anak-anak kecil dititipkan ke neneknya di atas supaya bisa istirahat,” tutur Elin, salah satu korban banjir lainnya. Elin menyebutkan bahwa dirinya, bersama Ali dan satu keluarga lainnya yang menyewa rumah kontrakan milik Une. Masih kata dia, sudah beberapa kali masyarakat menyampaikan permintaan solusi kepada pihak pemerintah, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Kejadian ini bukan yang pertama. Kami hanya ingin pemerintah serius menangani luapan air sungai ini,” ucapnya. Sementara di Kampung Baru Lio, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, luapan Sungai Cicatih juga merendam sejumlah rumah warga hingga ketinggian dua meter. Warga di bantaran sungai berjibaku menyelamatkan barang-barang mereka sambil menunggu air surut. “Rasa takut campur aduk. Kami cuma bisa berusaha sebisa mungkin,” kata Gilang Ramadan, warga Kampung Baru. Warga kini tetap bersiaga mengingat curah hujan masih tinggi dan luapan Sungai Cicatih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sejauh ini belum ada laporan resmi dari pihak pemerintah yang turun ke lokasi banjir untuk membantu atau meninjau kondisi warga terdampak. Menurut sejumlah warga, penyebab utama banjir selain hujan deras adalah kondisi hulu sungai yang kini sudah banyak dialihfungsikan menjadi perumahan dan kurangnya daerah resapan air. “Ditambah lagi masih banyak warga yang buang sampah ke sungai, akhirnya kalau hujan deras, seperti inilah jadinya,” ujar warga lain. (Reno)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Seorang warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, bernama Mulyono (47), warga Kampung Sukamulya RT 12 RW 13, Desa Buniwangi, dilaporkan hilang di perairan Pantai Muara Cipamarangan, Desa Buniwangi, pada Sabtu (3/8/2025) pagi. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berenang ke tengah laut menggunakan tiga buah ban untuk mengambil jodang tempat penampungan ikan tradisional. Namun setelah aktivitas tersebut, korban tiba-tiba menghilang dari permukaan air. Saksi mata bernama Jujen (37), warga Kampung Sindangjaya RT 11 RW 12, Desa Buniwangi, menyatakan bahwa ia melihat korban sempat berenang sebelum akhirnya hilang dari pandangan. Jarak lokasi korban terakhir terlihat diperkirakan sekitar 100 meter dari garis pantai. Mendapat laporan warga, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Hingga sore hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan korban masih dinyatakan hilang. Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi tim reaksi cepat (TRC), RAPI, JTM Rescue, P2BK Kecamatan Surade, Tagana, Polsek Surade, TNI AL, Polair, Satpol PP Kecamatan Surade, serta para nelayan setempat. Mereka menyisir area sekitar lokasi hilangnya korban dengan peralatan seadanya. Kepala P2BK Kecamatan Surade, Solih Sunarya menyebut bahwa kondisi gelombang laut yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Sehingga proses pencarian masih sangat tergantung situasi yang ada. “Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak personel dan dukungan dari instansi terkait,” kata Solih, Minggu (4/8/2025). Hingga laporan ini disusun, keberadaan korban belum diketahui. Pihak keluarga dan warga setempat masih berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Kita semua berharap, korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya penuh harap. (Dicky)