JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penanganan peredaran narkoba secara berkelanjutan melalui penegakan hukum, penataan lingkungan, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meninjau operasi pemberantasan narkoba di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Kapolda mengatakan, Kampung Bahari merupakan salah satu dari tiga kawasan yang menjadi prioritas pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dua kawasan lainnya berada di Jakarta Barat dan telah menjadi perhatian kepolisian berdasarkan hasil pemetaan sebelumnya. “Kami melakukan penyisiran atau pembersihan kampung narkoba. Prioritas utama dari pembersihan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya itu memang kita lakukan di tiga tempat,” ujarnya. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan peran masyarakat. Langkah tersebut penting agar kawasan yang telah ditangani tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Saat meninjau Kampung Bahari, Kapolda melihat sejumlah lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat warga yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan memulung. Ia menekankan pentingnya penataan yang cermat dengan tetap memperhatikan masyarakat yang mencari nafkah secara sah. Kapolda menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai kemungkinan penataan kawasan di sekitar rel. Langkah tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya agar penanganan persoalan lingkungan maupun sosial dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing. “Kita tata kelola dengan baik dan tentu ini harus usaha bersama karena pihak kepolisian tidak memiliki kewenangan sampai di situ,” jelasnya. Kapolda berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti pada operasi kepolisian, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat. Dengan upaya bersama, lingkungan diharapkan menjadi lebih tertata dan aman, sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali aktivitas peredaran narkoba. (Agus)
JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penataan lingkungan di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikannya saat meninjau operasi pemberantasan narkoba, Minggu (1/11/2026). Kapolda mengatakan, penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan. Saat menyusuri kawasan sekitar rel kereta api, Kapolda melihat sejumlah bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar lingkungan tidak kembali digunakan untuk kegiatan serupa. Kapolda menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai kemungkinan penataan kawasan di sekitar rel. Ia menilai langkah tersebut memerlukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya, termasuk dalam memperhatikan kondisi permukiman serta kehidupan masyarakat setempat. “Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” ujarnya. Menurut Kapolda, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga yang menjalankan aktivitas dan mencari nafkah secara sah. Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian memiliki batas kewenangan dalam menangani persoalan permukiman dan sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, pihak perkeretaapian, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penataan dapat dilakukan sesuai tanggung jawab masing-masing. Kapolda berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai. Melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang lebih aman dan tertata serta terbebas dari aktivitas peredaran narkoba. (Agus)
MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Keluarga besar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Majalengka baru saja merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 21 tahun pada Sabtu tanggal 24 Oktober 2026 dengan penuh semangat dan mengambil tema “Himpaudi Kuat, PTK Paud Bermartabat Menuju Setara Majalengka Bahagia (Bahu membahu, harmonis, giat dan berakhlak mulia). HUT ke 21 HIMPAUDI Kabupaten Majalengk menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dalam mencetak generasi emas. “Rangkaian acara berlangsung meriah , dimulai dengan menari babarengan hasil karya atau ciptaan Ketua PW Himpaudi Jawa Barat. Kegiatan dihadiri langsung Bunda Paud Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah Suherman (istri Bupati Majalengka Eman Suherman), kemudian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Umar Maruf, Sekretaris Disdik, Kepala Bidang Paud dan Pendidikan Masyarakat, Budie Winarto, dan jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka serta Himpaudi dari 26 kecamatan se Kabupaten Majalengka, juga ibu camat se Kabupaten Majalengka (bunda Paud di kecamatan masing masing) dan tamu undangan dari PGRI Kabupaten Majalengka yakni Ketua H. Dartum, kemudian Ketua Dewan Pendidikan Kab. Majalengka H. Imam Pramudya, dari IGTKI, dan juga IGRA, ” kata Ketua PD Himpaudi Kabupaten Majalengka, Enih Hartiani, MPd. kepada media, Sabtu (31/10/26). Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan untuk.guru adalah lomba menyanyi lagu sunda, karena sesuai juga dengan temanya yakni ngamumule basa sunda. Kemudian untuk guru juga ada lomba volly ball mini di area Dinas Pendidikan Kab. Majalengka yang diikuti 26 kecamatan . Dan untuk anak anaknya yakni lomba kolaborasi antara orang tua dan anak yaitu mewarnai. Selanjutnya tamu undangan dan peserta memakai kebaya sunda sedangkan untuk laki lakinya memakai kampret. “Harapan ke depan, semoga Himpaidi tetap jaya, dan kami masih mengusung tema secara umum yakni kesetaraan, bisa disetarakan dengan pendidikan formal pada umumnya, kemudian kerjasama dan perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Majalengka tetap selalu untuk kami, semoga tetap terjalin komitmen serta kami diayomi dan tentunya ucapan terimakasih yang sebanyak banyaknya untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang selalu memfasilitasi untuk kami para pendidik Paud dan anak anak Paud, ” imbuhnya. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Rd. Muh. Umar Maruf mengapresiasi kegiatan tersebut serta dedikasi yang diberikan dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Majalengka. “Pemerintah terus memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Paud di Kabupaten Majalengka dengan revitalisasi bagi 75 sekolah Paud dari anggaran APBN. Langkah ini merupakan perhatian dari Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas pendidikan Paud khususnya di Kabupaten Majalengka, ” ungkap Umar. Umar juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik yang harus terus dilakukan dalam.upaya mendukung program wajib belajar 13 tahun, satu tahun pra Sekolah Dasar (SD). “Semoga ke depan lembaga Himpaudi ini semakin maju, kompak, solid dalam menyelenggarakan pendidikan yang membahagiakan dan mencerdaskan anak anak usia.dini sehingga mereka siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, ” pungkas Umar. (Asep Rusliman)