Cirebon – Bidik-kasusnews.com                        Warga di Jalan Raya Pangeran Sutajaya, Desa Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan berinisial K yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis, 24, September 2026, Korban diketahui merupakan istri seorang dokter. Jasad K ditemukan setelah suaminya, dr Edi, pulang dari tempat praktik. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian menyebar dan mengundang perhatian warga. Sejumlah warga mendatangi rumah korban untuk melihat situasi di lokasi. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Irfan Alireja mengatakan, proses olah TKP masih akan dilanjutkan untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut. “Pada saat ini kami baru saja melaksanakan olah TKP, yang akan dilanjutkan kembali besok, berkenaan dengan adanya penemuan jenazah,” kata Irfan. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara lebih mendalam kondisi korban dan penyebab kematiannya. “Dari hasil olah TKP sementara, kami menemukan memang ada beberapa luka yang terdapat pada tubuh korban. Namun saat ini kami akan melakukan pendalaman kembali di rumah sakit untuk dilaksanakan autopsi oleh ahli forensik,” ujarnya. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya barang milik korban yang hilang. Namun, hingga olah TKP awal selesai, petugas belum dapat memastikan hal tersebut. “Pada saat ini kami sedang melaksanakan investigasi. Kami belum bisa menyimpulkan hal tersebut karena proses masih sedang berjalan,” kata Irfan. Terkait dugaan penyebab maupun motif di balik kematian korban, polisi belum memberikan kesimpulan. Penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. (Asep Rusliman)

Bogor – Bidik-kasusnews.com                    Ombudsman Republik Indonesia (RI) secara mengejutkan menemukan kompleks hunian mewah menyerupai klaster apartemen atau perumahan elite di dalam area Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026). ‎Temuan mencengangkan ini didapati saat tim Ombudsman menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) pada Rabu malam, 23 September 2026. ‎Sidak yang dipimpin langsung oleh Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, sempat diwarnai ketegangan dan aksi saling dorong di gerbang depan karena adanya upaya penolakan dan penghalangan dari petugas sipir. ‎Namun, tim Ombudsman berhasil menembus barikade dan menyisir area belakang lapas. ‎Di lokasi tersebut, Ombudsman menemukan sekitar 10 unit bangunan seluas total 300 meter persegi dengan arsitektur modern. ‎Di dalam hunian-hunian tersebut, ditemukan berbagai fasilitas mewah yang sangat bertolak belakang dengan standar kamar tahanan pada umumnya, meliputi: ‎Tempat tidur spring bed, sofa premium, pendingin ruangan (AC), dan TV LED berukuran besar. ‎Dapur pribadi beserta kulkas yang setelah diperiksa di dalamnya berisi pasokan minuman keras (miras). ‎Fasilitas penunjang di luar bangunan berupa area kebugaran (gym), kolam, hingga sarana mini golf/simulator golf yang sedang dalam tahap pembangunan. ‎Dua unit mobil mewah yang terparkir di area khusus dalam kompleks tersebut.Saat penggerebekan berlangsung, Ombudsman mendapati hunian mewah tersebut ditempati langsung oleh warga binaan (narapidana). ‎Beberapa di antaranya bahkan langsung melarikan diri begitu menyadari kedatangan tim sidak. ‎Selain fasilitas ilegal, Ombudsman menyoroti celah keamanan yang sangat fatal. ‎Di bagian belakang kompleks terdapat jalur pembuangan sampah terbuka tanpa pagar pembatas. ‎Jalur ini menjadi akses keluar-masuk kendaraan dan dinilai membuka potensi besar bagi warga binaan untuk keluar – masuk lapas secara bebas tanpa pengawasan. ‎Merespons temuan tersebut, pihak Lapas Cibinong melalui Kepala Pengamanan Lapas, I Gusti Bagus, berdalih bahwa bangunan-bangunan mewah tersebut bukanlah kamar tahanan, melainkan deretan rumah dinas bagi pejabat lapas, dokter, perawat, dan Kasubsi Trantib. ‎Menindaklanjuti temuan serius ini, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi bersama Kanwil Kemenkumham Jawa Barat telah menerjunkan tim khusus ke Lapas Cibinong. ‎Saat ini, pemeriksaan intensif sedang dilakukan terhadap pejabat internal lapas untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang dan fasilitas di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut. ‎(Red)

CIREBON – Bidik-kasusnews.com                      Penuh rasa syukur dan kehangatan kebersamaan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon menggelar acara syukuran dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korps Lalu Lintas Bhayangkara. Peringatan tahun ini diusung dengan semangat tema yang sangat bermakna: “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri.” Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan di lingkungan Markas Komando (Mako) Polresta Cirebon. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Kasat Lantas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyo Rahardjo, S.T.K., S.I.K., M.H., jajaran perwira, bintara, serta seluruh personel Satlantas Polresta Cirebon. Rangkaian acara berjalan dengan tertib dan hikmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan perlindungan yang diberikan selama 71 tahun perjalanan pengabdian Korps Lalu Lintas Bhayangkara. Dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh Kapolresta Cirebon, sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan antar-pimpinan dan personel. Sebagai wujud kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, acara juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta warga sekitar yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon menyampaikan bahwa peringatan ke-71 ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka, melainkan sebuah momen refleksi yang mendalam untuk menilai kembali perjalanan panjang pengabdian, mengevaluasi kinerja yang telah dicapai, memperkuat tekad di masa depan, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, lebih responsif, dan lebih profesional. “Tujuh puluh satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama tujuh puluh satu tahun, Korps Lalu Lintas senantiasa hadir di tengah masyarakat, siaga di jalan raya, menjaga ketertiban, dan melindungi nyawa setiap pengguna jalan. Semoga ke depan, seluruh personel Satlantas Polresta Cirebon senantiasa memegang teguh semangat Polantas Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi, dalam setiap langkah, tugas, serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Teruslah menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga hadir melayani dengan hati, sehingga semakin dicintai, dihormati, dan dipercaya oleh masyarakat,” ujar Kapolresta Cirebon dalam arahannya. Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Cirebon juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen peringatan HUT ke-71 ini sebagai momentum untuk mempertegas kembali komitmen bersama: semakin dekat dan merangkul masyarakat, semakin humanis dalam mendidik dan memberikan pemahaman, semakin tegas namun bijaksana dalam menegakkan aturan, serta semakin responsif dan transparan dalam menangani setiap keluhan dan kebutuhan masyarakat. Acara syukuran ini ditutup dengan doa bersama agar seluruh personel Satlantas Polresta Cirebon senantiasa diberikan kesehatan yang prima, keselamatan dalam setiap tugas, kekuatan lahir batin, serta perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas pengabdian di jalan raya setiap harinya. Semoga kehadiran Satlantas Polresta Cirebon senantiasa membawa keamanan, ketertiban, dan keselamatan yang nyata bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon dan wilayah hukum sekitarnya pukasnya. (Asep Rusliman)