Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan dievaluasi secara menyeluruh. Permintaan itu muncul setelah ia menerima laporan bahwa angka stunting justru mengalami kenaikan, meski dana MBG yang beredar di daerah tersebut diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun setiap tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Dian saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa 28 Juli 2026. Menurut Dian, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Selain itu, Kabupaten Kuningan juga masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan, pengangguran, hingga pengelolaan sampah yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK. Bupati mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya anggaran Program MBG yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun per tahun, program tersebut dinilai semestinya mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi anak dan percepatan penurunan stunting. Namun, laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan hasil yang belum sesuai harapan. “Seharusnya anggaran sebesar itu mampu memberikan dampak besar terhadap perbaikan gizi anak. Tetapi laporan yang saya terima justru menunjukkan angka stunting belum membaik, bahkan meningkat. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Dian. Minta Sekda Evaluasi Total Program MBG Bupati meminta Sekretaris Daerah bersama seluruh perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan program, sistem distribusi makanan. Ketepatan sasaran penerima manfaat dan fektivitas program terhadap penurunan stunting. Menurut Dian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi harus terlihat dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Kalau memang ada yang keliru dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki. Sangat disayangkan apabila dana negara yang begitu besar tidak mampu menjadi daya ungkit untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap evaluasi tersebut menghasilkan langkah konkret agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak. Sebelumnya, Pemkab Kuningan juga telah menyatakan komitmennya mendukung pelaksanaan MBG melalui berbagai langkah pendukung di daerah. (Asep Rusliman)

Cirebon Kota,-Bidik-kasusnews.com,.Tongkat estafet kepemimpinan di Polres Cirebon Kota resmi berganti. AKBP Bimantoro Kurniawan SIK MM, kini menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota menggantikan AKBP Eko Iskandar SH SIK MSi usai mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab). Dalam upacara sertijab tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Dr Pipit Rismanto SIK MH, di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Selasa 28 Juli 2026. Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Jawa Barat, para Pejabat Utama Polda Jawa Barat, jajaran Kapolres, pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat, serta tamu undangan lainnya. Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat menegaskan, mutasi jabatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Eko Iskandar atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Cirebon Kota. “Berbagai capaian yang diraih, telah memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Cirebon Kota,” ucapnya. Sementara itu, kepada AKBP Bimantoro Kurniawan, Kapolda berpesan agar segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah tugasnya. Ia juga meminta Kapolres yang baru memperkuat sinergi dengan Forkopimda, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat, memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program strategis yang berorientasi pada kepentingan publik. Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengatakan pergantian pimpinan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri sebagai bagian dari penyegaran dan pengembangan karier personel. (Asep Rusliman)

Indramayu,-Bidik-kasusnews.com,.Berbekal rekaman video yang viral di media sosial, Tim Resmob Satreskrim Polres Indramayu berhasil mengamankan sembilan remaja yang diduga tergabung dalam kelompok geng motor Warbuji. Mereka diamankan setelah aksi sekelompok remaja yang membawa senjata tajam dan membuat resah warga terekam kamera di kawasan Bundaran Perahu, Indramayu. Aksi tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam video yang beredar, sejumlah remaja terlihat berkumpul sambil membawa senjata tajam hingga memicu keresahan masyarakat. Kapolres Indramayu AKBP M Fajar Gemilang melalui Kasat Reskrim AKP M Arwin Bachar membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut pada Selasa (28/7/2026). Arwin menjelaskan, pengungkapan bermula ketika Unit Resmob Satreskrim Polres Indramayu menerima informasi terkait video kelompok geng motor yang melakukan aksi meresahkan di kawasan Bundaran Perahu. “Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi orang-orang yang berada dalam video. Dari hasil penyelidikan diketahui mereka merupakan kelompok Warbuji,” ujar Arwin. Petugas kemudian melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan sembilan remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Kesembilan remaja yang diamankan diketahui masih berstatus pelajar. Mereka masing-masing berinisial MAZ (15), F (15), RI (14), MFB (15), YSSD (17), FR (15), AS (16), MDN (15), serta YAP (14). Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan sejumlah peran berbeda dari para remaja. MAZ diduga membawa senjata tajam jenis samurai, RI membawa botol beling, sementara YAP disebut sebagai pemilik senjata tajam yang digunakan oleh R untuk merekam kejadian. Selain itu, beberapa remaja lainnya diketahui berperan sebagai pengendara maupun ikut berada di lokasi kejadian saat aksi berlangsung. “Kesembilan orang tersebut mengakui perbuatannya. Saat ini masih dalam penanganan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Arwin. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi geng motor yang meresahkan warga tersebut. (Asep Rusliman)